Beranda blog Halaman 745

Polres Subang Berhasil Menangkap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

suarasubang.com – Polres Subang, jajaran Sat Reskrim menangkap dua pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak sesuai prosedur atau unprosedural ke Arab Saudi. Subang (10/6/2023)

Pada Saat kegiatan Konferensi Pers terkait Pengungkapan Kasus Tindak Pidana oleh Sat Reskrim Polres Subang Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan bahwa Dua pelaku tersebut adalah TC (43 tahun), warga Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang; dan AQ (50 tahun), warga Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat.

modus operandi para tersangka dalam melakukan tindak pidana perdagangan orang yang melaksanakan penempatan pekerja tersebut di antaranya dengan cara tersangka menjanjikan para pekerja (korban) dengan gaji yang cukup besar di Arab Saudi.

Korban dari dua pelaku tersebut Lanjut Kapolres Subang adalah HR (44 tahun), warga Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang. Korban dijanjikan akan dapat gaji sebesar Rp 6.000.000 per bulan di Arab Saudi.

“Tersangka menjanjikan pemberangkatan cepat, pekerjaan yang pasti dengan gaji Rp 6.000.000 perbulan dan sebelum berangkat diberikan uang fee(bonus) Rp 10.000.000, tetapi Korban sampai di Arab Saudi selama enam bulan tidak digaji. Selama enam bulan korban di penampungan, tidak dipekerjakan ” Ujar kapolres Subang

Kapolres Subang mengatakan Korban selanjutnya menghubungi pihak keluarga dan pihak keluarga melapor Polres Subang. Dari laporan tersebut Jajaran Sat Reskrim Polres Subang melakukan serangkaian penyelidikan dan kemudian naik ke tahap penyidikan. Akhirnya Penyidik berhasil menangkap pelaku TC dan AQ yang diduga pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau calo yang melaksanakan penempatan Pekerja Imigran Indonesia (PMI) secara illegal.

“Kedua pelaku perdagangan orang ini terancam Pasal 81 Jo Pasal 69 UU RI No.18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.
Selain itu, mereka dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 4 UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dengan ancaman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta,” ujar AKBP Sumarni

Dari dua Pelaku tersebut Penyidik Sat Reskrim Polres Subang menyita barang bukti berupa satu buah paspor korban dan satu lembar tiket pesawat pulang ke Indonesia.

“Alhamdulillah, korban HER sendiri saat ini telah dipulangkan dari Arab Saudi ke Indonesia,” ucapnya

Kapolres Subang AKBP Sumarni juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming bekerja di luar negeri dengan gaji besar dan masuk secara ilegal.

Asal Usul Nama Sungai Cileueur, Disebut Uratnya Kabupaten Ciamis

Asal-Usul-Nama-Sungai-Cileueur-di-Ciamis.jpeg

harapanrakyat.com,- Sungai Cileueur disebut sebagai uratnya Kabupaten Ciamis. Hal itu lantaran, sungai Cileueur membelah Kabupaten Ciamis dari Gunung Syawal dan bermuara di Sungai Cimuntur, Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing. Lantas, bagaimana asal usul nama sungai Cileueur?

Cileueur sendiri berasal dari dua kata Ci dan Leueur. Ci merujuk pada kata Cai atau Air dalam bahasa Indonesia. Sementara Leueur berarti licin. 

Dosen sekaligus pegiat budaya R Ilham Purwa menuturkan asal usul nama sungai Cileueur berkaitan dengan peradaban kerajaan Galuh.

“Sungai Cileueur merupakan salah satu aliran sungai yang sangat khas penamaannya di kabupaten Ciamis. Sungai ini juga bisa dibilang uratnya kabupaten Ciamis yang membentang membelah Ciamis, hulunya berada di Gunung Syawal. Sementara titik akhirnya di sungai Cimuntur, Kertabumi, Cijeungjing,” katanya, Sabtu (10/6/2023).

Baca Juga: Mengenal Kata Caliweura dan Kodol Khas Orang Ciamis

Asal Usul Nama Sungai Cileueur Ciamis Menurut Pegiat Budaya

R Ilham mengatakan, sungai Cileueur membelah Kabupaten Ciamis, hulunya berada di Gunung Syawal, Kecamatan Panumbangan. Sedangkan titik akhirnya, sungai Cileueur bermuara di Sungai Cimuntur, Kecamatan Cijeungjing.

“Kalau asal usul nama sungai Cileueur itu merujuk pada kata ‘leueur’ yang artinya licin. Sungai ini memang licin karena banyak biota air seperti lumut. Lumut ini yang membuat bebatuan di sungai Cileueur menjadi licin. Dari sanalah kemudian dinamakan sungai Cileueur,” jelas R Ilham.

Menurutnya, sungai Cileueur dimanfaatkan petani sebagai sumber air untuk pertanian dan perikanan.

“Air sungai Cileueur sendiri mempunyai karakteristik khas. Biasanya orang ciamis yang notabenenya petani selalu menggunakan air sungai Cileueur sebagai salah satu sumber air pertanian maupun perikanan. Kalau petani menggunakan air sungai Cileueur, biasanya hasil tani atau perikanannya sangat bagus,” ungkapnya.

Sungai Cileueur sendiri, kata R Ilham, sudah dikenal sejak zaman VOC Belanda. Bahkan, sungai Cileueur juga dianggap sakral.

“Sesuai data yang dikeluarkan oleh VOC Belanda, memang penamaan sungai Cileueur sudah dari dulu, dari zaman kerajaan. Sungai Cileueur sendiri merupakan salah satu sungai yang sakral karena ujung dari sungai Cileueur yaitu situs Gunung Susuru,” katanya.

Situs Gunung Susuru yang ada di Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis ini diapit dua sungai, yaitu sungai Cileueur dan sungai Cimuntur.

“Dari Situs Gunung Susuru ini kita bisa melihat pertemuan kedua sungai tersebut,” ucapnya. 

R Ilham menambahkan, sungai Cileueur memiliki fungsi sentral bagi masyarakat Kabupaten Ciamis karena menjadi bagian dari sejarah peradaban masa lampau, terutama masa kerajaan Galuh.

“Selain ujung sungai yang mempunyai nilai histori, kita juga harus melihat hulu sungai Cileueur. Hulu sungai Cileueur di Gunung Syawal sendiri kalau kita lihat selalu ditemukan situs-situs budaya. Sungai Cileueur mempunyai nilai histori dari zaman peradaban tempo dulu,” pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Pentas Seni Warnai Perpisahan Siswa Sekolah Tertua di Kawali Ciamis

SMPN-1-Kawali.jpg

harapanrakyat.com,- Pentas seni mewarnai acara perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kawali yang merupakan sekolah tertua di Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Pertunjukan seni dan upacara adat yang diperankan oleh siswa kelas VII dan VIII itu berlangsung di halaman sekolah, Sabtu (10/06/2023).

Kepala SMPN 1 Kawali Nana Suryana mengatakan, perpisahan merupakan momentum yang tepat untuk mengucapkan terima kasih para siswa kepada dewan guru. Karena, perpisahan juga sebagai momentum yang datang dari tiga dimensi.

“Dimensi bagi sekolah bahwa pelepasan siswa kelas IX bukan akhir bagi siswa dalam menempuh pendidikan. Tetapi perjalanan dalam menggali ilmu masih panjang dan terbuka lebar,” katanya. 

Oleh karena itu, lanjut Nana, para siswa harus lebih semangat saat melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi. Adapun jumlah siswa kelas IX yang dilepas sebanyak 286 siswa.

Baca Juga: Dilarang Euforia, Pelajar di Kota Banjar Rayakan Kelulusan Sekolah Disemprot Damkar

Ia juga mengatakan, untuk pentas seni yang disuguhkan pihak sekolah merupakan kemampuan siswa-siswi kelas VII dan VIII.

“Dengan kreasi seni, kami berharap bisa memotivasi para siswa untuk lebih meningkatkan kemampuannya,” kata Nana Suryana.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Tatang, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, SMP Negeri 1 Kawali merupakan sekolah tertua di Kawali.

Menurutnya, perkembangan di sekolah tersebut sangat pesat. Para siswanya menampilkan kreasi seni yang bekerjasama dengan SMK jurusan seni.

“Ini sangat luar biasa. Begitu juga dengan mutu pendidikan, perkembangannya sangat meningkat. Mudah-mudahan dapat dipertahankan,” kata Tatang. (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Bupati Ciamis Terima Satyalencana Wira Karya dari Presiden RI, Penghargaan Tertinggi Bidang Pembangunan Pertanian

IMG_20230610_133517_0oUvGKAz6Y_3X9FDofy2N.jpeg

harapanrakyat.com,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya tak henti-hentinya menorehkan prestasi tingkat nasional. Terbaru, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menerima penghargaan Satyalencana Wira Karya Bidang Pembangunan Pertanian.

Penghargaan tersebut merupakan tanda kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia kepada warga yang telah memberikan darma bakti besar untuk negara dan bangsa. Sehingga dapat menjadi teladan untuk orang lain.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Pertanian RI langsung kepada Bupati Ciamis dalam acara Pekan Nasional Petani dan Nelayan (Penas) XVI 2023 di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/6/2023).

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menerima Penghargaan Satyalencana Wira Karya ini karena telah berperan aktif dalam bidang pertanian. Salah satunya dengan pembangunan Mini Ranch Sapi Pasundan sebagai pengembangan agrowisata.

Herdiat juga membangun infrastruktur jalan usaha tani, embung, jaringan irigasi. Juga cold storage yang mampu menjaga pasokan daging ke pasaran sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani dan peternak Ciamis.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersyukur atas penghargaan itu. Menurutnya penghargaan itu hanya bonus dari kerja keras semua pihak. Terutama dalam upaya memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat.

Baca Juga: Tim Cabor Biliar Ciamis Sabet Medali Emas Pertama di Ajang Porsenitas X

“Alhamdulillah ini adalah kebanggaan kita dan seluruh masyarakat Ciamis. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, KTNA, penyuluh dan para petani yang bekerja keras,” ujar Herdiat.

Sinergitas Stakeholder Ciamis Dibalik Penghargaan Sarya Lencana Wira Karya

Penghargaan Satyalencana Wira Karya ini juga tak terlepas dari kinerja optimal dari OPD terkait. Sinergitas seluruh stakeholder guna membangun sektor pertanian dalam upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat. Sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kontribusi KTNA Ciamis yang mendukung program Bupati Ciamis sehingga dapat meriah penghargaan Satyalencana Wira Karya Bidang Pertanian dari Presiden Joko Widodo.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya menuturkan PENAS merupakan momentum legendaris. Event tersebut sangar ditunggu dan dirindukan para petani, peternak, nelayan dan pekebun dari seluruh Indonesia. Sebelumnya event tersebut sempat tertunda 3 tahun akibat pandemi.

“PENAS ini sebagai momentum mengkonsolidasi kerinduan petani kita supaya semakin kokoh dan kuat. Dengan kokohnya pertanian maka Bangsa Indonesia juga kokoh,” jelasnya.

Menteri Pertanian pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Bupati dan Wali Kota, KTNA dan seluruh petani. Indonesia menjadi negara terbaik dalam menghadapi pandemi berkat pertanian. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Pererat Kerjasama, Kabalitbang Kemhan RI Kunjungi Pusat Bahan Berenergi Tinggi DAHANA

Pererat Kerjasama, Kabalitbang Kemhan RI Kunjungi Pusat Bahan Berenergi Tinggi DAHANA

suarasubang.com – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan RI, Marsda TNI H. Haris Haryanto mengunjungi PT DAHANA dalam rangka perkenalan sekaligus pembahasan tindaklanjut proyek bersama antara Balitbang Kemhan RI dengan DAHANA.

Kabalitbang Kemhan RI dan jajarannya diterima secara langsung oleh Direktur Utama DAHANA Wildan Widarman beserta direksi lainnya di Kampus DAHANA, Subang pada Jumat, 9 Juni 2023.

Dalam sambutannya Wildan membuka dengan menuturkan sejarah DAHANA sebagai pionir di industri bahan peledak yang berawal dari proyek Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) pada tahun 1966, dikenal dengan Proyek Menang, berlokasi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Seiring berjalannya waktu, DAHANA berubah menjadi sebuah institusi bisnis yang merambah ke area bahan peledak komersial.

dahana subang

“Pada 2012 lalu, PT DAHANA secara resmi memindahkan kantor pusatnya dari Tasikmalaya ke Subang. Saat ini, DAHANA dikenal sebagai Kiblat Bahan Peledak Indonesia dengan Energetic Material Center yang tercatat sebagai pusat penelitian, pengembangan dan produksi bahan berenergi tinggi terlengkap di-ASEAN,” ungkap Wildan Widarman.

WIldan menambahkan, PT DAHANA dikenal dengan bisnis utama sebagai perusahaan bahan peledak pada sektor komersil yaitu pemenuhan bahan peledak untuk aktivitas pertambangan batubara, mineral, kuari dan sektor konstruksi.

Pada tahun 2022, DAHANA bergabung bersama holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID yang memiliki tugas untuk Penguatan Ekosistem Industri Pertahanan, Pemenuhan kebutuhan dalam negeri, Peningkatan TKDN, masuk dalam Rantai Pasok Global, dapat bersaing secara sehat dan menguntungkan dengan Industri Pertahanan lainnya di Dunia, dan dapat menjadi Top 50 Global Defence Company

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, DAHANA telah berhasil memproduksi beberapa produk di sektor militer antara lain Bomb P-Series yang digunakan sebagai bom pada pesawat tempur sukhoi, kendaraan peluncur roket/Multiple Launch Rocket System (MLRS) untuk Roket R-HAN 122B.

Selain itu DAHANA tergabung dalam konsorsium Roket R-HAN 122B dan R-HAN 450. Saat ini DAHANA juga sedang melakukan pengembangan munition loitering drone, propelan untuk munisi serta roket.

Sebagaimana diketahui, DAHANA dan Balitbang Kemhan memiliki hubungan yang sangat panjang, terutama terkait pengembangan produk-produk militer yang berhubungan dengan energetic material. Project tersebut seperti pengembangan roket pertahanan dan peluncur roketnya, serta dalam mempersiapkan industri propelan.

Sementara itu, Haris Haryanto mengungkapkan bahwa kunjungannya ke DAHANA kali ini, selain untuk memperkenalkan diri sebagai Kabalitbang Kemhan RI yang baru, juga untuk menindaklanjuti program-program kerjasama dengan DAHANA.

“Harapan kami ke depan, kerjasama antara Balitbang Kemhan RI dan DAHANA dapat lebih erat lagi,” harap Haris Haryanto.

Selain pertemuan, Kabalitbang Kemhan RI beserta rombongan juga mengunjungi area Ring I Kawasan Energetic Material Center DAHANA, salah satunya meninjau fasilitas pendukung Industri propelan.

Ikut Meriahkan Galuh Digital Fest, Bapenda Ciamis Buka Layanan Pembayaran PBB P-2 dengan QRIS

20230610_122843_Pvmng38U26_g9h4PGEu6Y_HbpR8SNy7g.jpeg

harapanrakyat.com,- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ikut memeriahkan acara Galuh Digital Fest, dalam rangka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan menyambut Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-381.

Acara Galuh Digital Fest ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 10 sampai dengan 11 Juni 2023, di Taman Lokasana Ciamis.

Kepala Bapenda Ciamis, Aef Saefuloh S.Sos, M.Si mengajak kepada masyarakat Kabupaten Ciamis, untuk mengunjungi booth Bapenda, yang akan menyediakan layanan pencetakan SPPT serta pelayanan pembayaran PBB-P2 menggunakan Qris.

“Pada Galuh Digital Fest ini juga, Bapenda akan melaksanakan talk show digitalisasi serta launching QRIS pajak serta pembayaran PBB-P2 melalui QRIS,” ungkap Aef.

Yang menarik kata Aef, bagi masyarakat yang berkunjung booth Bapenda, berkesempatan memperoleh merchandise yang disediakan petugas, terutama bagi pengunjung yang melakukan pembayaran PBB-P2 dengan menggunakan Qris.

“Acara Galuh Digital Fest ini, merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis yang bekerja sama dengan Bank Indonesia Tasikmalaya, untuk mensukseskan program pemerintah dalam percepatan perluasan digitalisasi daerah serta memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke 381,” pungkasnya. (Fahmi/R8/HR Online)

Mengenal Vera Fillinda Agustiana, Peraih Penghargaan dari Ciamis yang Bela Perempuan dan Anak

Vera-Fillinda-Agustiana.jpg

harapanrakyat.com – Vera Fillinda Agustiana (54) salah satu perempuan dari Kabupaten Ciamis, meraih penghargaan atas sumbangsihnya pada Provinsi Jawa Barat kategori bidang sosial budaya. Ia merupakan relawan sosial yang beraktivitas dalam bentuk peningkatkan kualitas hidup perempuan di Indonesia.

Warga Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ini berprofesi sebagai Pengacara. Ia juga merupakan Sekretaris Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Ciamis.

“Alhamdulilah banyak bersyukur ada apresiasi dari pihak Pemerintah terhadap apa yang saya hadapi, walaupun sebetulnya masih jauh dari harapan. Tapi Alhamdulilah apresiasi itu hadir setelah saya lebih dari 10 tahun ada di bidang perlindungan perempuan dan anak,” ujar Vera Fillinda Agustiana, kepada Harapanrakyat.com, Jumat (9/6/2023).

Baca Juga: 27 Perempuan Jawa Barat Terima Penghargaan Gubernur

Vera menjadi salah satu dari 27 perempuan yang menerima penghargaan pada Hari Kartini ke-145 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Saya dari kategori bidang sosial budaya itu untuk relawan sosial yang beraktivitas dalam bentuk peningkatan kualitas hidup perempuan di Indonesia, contohnya pencegahan pernikahan dini, pencegahan narkoba, pencegahan KDRT, pencegahan perdagangan anak seperti itu yang intinya tentang perlindungan perempuan dan anak,” katanya.

Vera Fillinda Agustiana, Perempuan Asal Ciamis yang Kuliah di Usia 40 Tahun Demi Bela Perempuan dan Anak

Vera mengatakan, sebelum menjadi advokat atau pengacara, ia sudah punya kepedulian terhadap anak dan perempuan. Awalnya, Vera hanya lulusan SMA. Ia lantas memutuskan kuliah lantaran untuk membela perempuan dan anak berkaitan dengan penegakan hukum.

“Dari semulanya seorang perempuan yang lulusan SMA, terus saya berpikir untuk meneruskan pendidikan lagi. Akhirnya saya di usia 40 tahun putuskan kuliah lagi berbarengan dengan anak pertama saya waktu itu tahun 2010. Anak kuliah di UNPAD, saya kuliah di Fakultas Hukum Unigal Ciamis,” katanya.

Setelah lulus S1, sambung dia, Vera Fillinda Agustiana kemudian melanjutkan pendidikannya S2 lagi di STHG (Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya). Kemudian Vera berpikir, untuk mendampingi langsung korban-korban kekerasan anak dan perempuan ia harus jadi advokat.

“Maka dari itu saya ikut PKPA atau Pendidikan Khusus Profesi Advokat. Jadi saya terus meningkatkan kualitas diri, ingin terus mendampingi perempuan dan anak korban dari kekerasan seksual atau kekerasan yang lainnya,” katanya.

Ibu kelahiran 18 Agustus 1969 ini menjelaskan, dirinya itu merupakan advokat yang bersertifikasi sistem peradilan pidana anak. Vera Fillinda Agustiana menjadi pengacara atau advokat karena kepeduliannya terhadap anak-anak sebagai generasi bangsa yang harus dilindungi.

“Walaupun anak-anak yang melakukan kejahatan misalkan sebagai pelaku kejahatan itu kita lindungi juga, maka dari itu ada sistem peradilan pidana anak,” jelasnya.

Ibu dari dua anak dan dua cucu ini juga sudah membela ratusan perkara terhadap kasus ketidakadilan pada perempuan dan juga anak.

“Khusus untuk perlindungan anak, saya selalu mengatakan setiap anak adalah anak kita. Jjadi kepedulian terhadap anak jangan karena itu bukan anak kita, terus jadi tidak perduli dengan apa yang terjadi. Terutama menyangkut kasus hukum, jadi clue-nya itu setiap anak adalah anak kita, dan perhatikan anak,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

3 Mahasiswa Unpad Tergulung Ombak Pantai Santolo Garut, 1 Orang Tewas

Mahasiswa-Unpad-tergulung-ombak-Pantai-Santolo-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Tiga orang mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) yang merupakan wisatawan, dilaporkan tergulung ombak pantai Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Satu orang tewas, sementara satu orang lagi berhasil selamat. 

Tiga  mahasiswa Unpad yang tergulung ombak pantai Santolo itu bernama Agi Trisatya (19), Raya Rafli (19), dan Nadif Algifari (19). Ketiganya tergulung ombak pantai santolo pada Jumat (9/6/2023) sore, kemarin.

Baca Juga: Puluhan Siswa LPK di Garut Ditipu Penyalur Tenaga Migran, Per Orang Setor Minimal Rp 40 Juta

Menurut Kasat Polairud Polres Garut, kejadian tersebut bermula saat Agi dan sejumlah rekannya sedang berenang di Pantai Santolo sekitar pukul 16.00 WIB.

“Korban meninggal bernama Agi, alamat asrama Unpad Jatinangor, Sedangkan Raya dan Nadif berhasil menyelamatkan diri,” kata AKP Anang Sonjaya, Kasat Pol Airud Polres Garut, Sabtu (10/6/2023).

Ketiga korban diketahui awalnya sedang asik berenang di pantai Santolo, namun salah seorang teman korban berteriak, bahwa ada yang tergulung ombak. Korban diketahui meninggal saat perjalanan ke Puskesmas usai dievakuasi petugas.

“Dari keterangan petugas medis, kemungkinan korban meninggal dalam perjalanan. Laka laut tenggelam 3 orang pengunjung wisata yang sedang berenang terbawa arus gelombang hingga menyeretnya ke tengah laut,” jelas Anang. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Kesaksian Menantu Saat Longsor Menerjang Rumah Sepasang Lansia di Tasikmalaya

Kesaksian-Menantu-Saat-Longsor-Menerjang-Rumah-Sepasang-Lansia-di-Tasikmalaya.jpg

harapanrakyat.com,- Kesaksian Irawan, menantu sepasang lansia bernama Sajan (85) dan Darminah (83) yang meninggal setelah tebing setinggi 200 meter longsor dan menerjang rumahnya di Desa Cintawangi, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, sempat mendengar gemuruh.

Awalnya, Irawan mendengar gemuruh longsor pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, saat itu Ia mengira gemuruh tersebut berasal dari depan rumahnya longsor.

“Ternyata tebing belakang dekat rumah bapak saya yang longsor,” katanya di lokasi longsor, Jumat (9/6/2023).

Baca Juga : Tebing Longsor Tewaskan Suami Istri di Karangnunggal Tasikmalaya

Saat kejadian, kondisi di lokasi longsor sangat gelap, karena lokasi rumah mertuanya itu jauh dari pemukiman warga lainnya. Bahkan, rumah anak korban sendiri berjarak ratusan meter dari lokasi.

“Kondisinya sangat gelap, rumahnya jauh, walaupun sempat berteriak minta tolong saat longsor, mungkin tidak akan terdengar,” ujar Irawan.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pencarian korban Ia lakukan pukul 7 pagi hari, bersama dengan warga, TNI, Polisi, BPBD Tasikmalaya, Tagana dan pihak Desa Cintawangi. Setelah pencarian, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.

“Nenek terkubur hanya terlihat kaki dan kepalanya, kakek tidak terkubur, tapi terseret longsor dari atas sampai ke pinggir sungai, tergeletak dekat pohon,” jelasnya.

Baca Juga : Pasutri yang Meninggal di Karangnunggal Tasikmalaya Tertimbun Longsor saat Tidur

Kemudian, Irawan menceritakan, mertuanya itu sudah tinggal berdua selama 20 tahun dalam rumah semi permanen di pinggiran tebing yang longsor. Keseharian mereka bertani dan beternak kambing.

Untuk menuju rumah lansia yang diterjang longsor itu, selain harus melewati jalan yang terjal dan melintasi anak sungai, juga terdapat anak tangga.

“Sudah pernah saya ingatkan supaya tidak tinggal di dekat tebing, tapi bersikukuh ingin tinggal dekat tebing tersebut.” Pungkasnya. (Apip/R12/HR-Online/Editor: Rizki)

Video Lawas Presenter Berita Ira Koesno Ramai Diperbincangkan, Diprotes se-Indonesia, Kenapa?

Ira-Koesno.jpg

Belum lama ini video lawas presenter berita Ira Koesno saat siaran depan kamera viral di media sosial dan menjadi perbincangan warganet. Pasalnya, video tersebut memperlihatkan Ira Koesno tertawa ketika membacakan berita.

Tentu saja hal itu membuat penasaran netizen dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuat news anchor itu tertawa. Padahal ia tengah membacakan berita.

Ira Koesno sendiri dikenal sebagai penyiar berita yang namanya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.

Sejak tahun 90-an ia sudah sering muncul di televisi, baik sebagai pembaca berita maupun presenter atau moderator dalam berbagai acara hits.

Penjelasan Presenter Berita Ira Koesno soal Video Lawasnya yang Viral

Baca Juga: Guru Gantikan Orang Tua Peluk Siswa di Momen Perpisahan Bikin Haru!

Sementara itu, terkait dengan video lawasnya yang viral, presenter berita Ira Koesno melalui unggahan akun Instagram menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya kala itu.

Mengutip dari akun Instagram @irakoesnocom, Jumat (09/05/2023), presenter berita lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa, yang membuatnya tak mampu menahan tawa karena ada lalat masuk ke dalam studio.

Posisinya saat itu ia dan Arief Suditomo sedang VO atau voice over, jadi Ira sama rekannya tersebut tersebut tengah membacakan sebuah naskah yang gak pake berhenti.

Ira Koesno mengaku tak kuat menahan tawa ketika melihat Arief yang mencoba mengusir lalat dari dalam studio. Karena hal itu bisa mengganggu konsentrasi.

“Lalat yang masuk studio itu terbang-terbang. Saya sendiri tidak melihat, tapi Arief ternyata melihat dan ia takut lalat itu nemplok ke muka saya atau bibir saya. Sehingga nantinya bisa mengganggu konsentrasi,” terang Ira melalui Instagram pribadinya.

Baca Juga: Cara Melihat Kata Sandi Facebook Sendiri dengan Mudah Tanpa Ribet

Namun, saat berusaha mengusir lalat tingkah rekannya tersebut malah terlihat lucu. Hingga akhirnya tawa Ira Koesno pun tak lagi tertahan.

“Karena posisinya VO, jadi Arief itu berusaha meniup lalat. Nah, tindakan untuk mengusir lalat dengan meniupnya itu yang bikin saya ketawa, karena jadi monyong-monyong. Saya cuma berpikir karena nggak lihat si lalat itu, ngapain sih Arief ngelakuin gerakan-gerakan konyol seperti itu. Itu kan jadinya memancing ketawa,” jelasnya.

Diprotes se-Indonesia

Presenter berita Ira Koesno pun mengaku dirinya sudah berusaha untuk menahan ketawa. tapi akhirnya ia pun tak mampu menahan lagi tawanya.

Saat itu Ira dan Arief pun diprotes se-Indonesia raya. Telepon berdering-dering gak berhenti masuk ke studio yang protes atas tindakan keduanya yang dianggap tidak profesional.

“Untung waktu itu belum ada media sosial. Kalau ada, habis kami dirujak sama netizen,” pungkas Ira Koesno, salah seorang presenter ternama di Indonesia. (Eva/R3/HR-Online)

Recent Posts