Beranda blog Halaman 725

Uang Tabungan Siswa SD Tak Kunjung Dibagikan, Bupati Pangandaran Turun Tangan

Screenshot_20230607_162939_Gallery.jpg

harapanrakyat.com,- Uang tabungan siswa SD tak kunjung dibagikan membuat Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata turun tangan. Rencana ia akan memanggil semua pihak yang terkait dalam masalah tersebut.

Hal itu untuk mencari solusi penyelesaiannya agar kedepan permasalahan uang tabungan yang tidak bisa dibagikan oleh pihak sekolah tidak terulang kembali.

“Sejak kemarin munculnya permasalahan tersebut, saya sudah menugaskan Dinas Pendidikan untuk meneliti ada berapa sekolah, dan itu terjadi dan ada di dua kecamatan, yakni Parigi dan Cijujung,” kata Jeje Wiradinata dalam pesan suaranya melalui WhatsApp yang diteri harapanrakyat.com, Sabtu (17/06/2023).

Lanjutnya mengatakan, ia sudah memiliki gambaran terkait permasalahan uangnya ke mana. Karena itulah, dirinya akan mengadakan rapat dengan memanggil semua pihak sekolah terkait.

Baca Juga: Uang Tabungan Siswa di Pangandaran Raib, Orang Tua Bingung Nagih Kemana

Rencana hari Senin tanggal 19 Juni nanti, sekitar jam 10, Bupati Pangandaran akan mengadakan rapat dengan seluruh pihak sekolah terkait. Termasuk koperasi dan perwakilan orang tua siswa. Tempatnya di Setda Pangandaran.

“Undangan rapatnya sudah disebar dari hari Kamis kemarin. Kita akan lakukan dua langkah, yakni melakukan upaya penyelesaian persoalan. Kedua, mencegah agar tidak lagi terjadi kedepannya mengenai uang tabungan bermasalah,” jelas Jeje.

Diketahui, masalah uang tabungan siswa SD yang belum dibagikan itu terjadi di SDN 2 Kondangjajar, dan SDN 1 Cijulang, wilayah Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

Untuk besaran tabungan siswa kelas IV SDN 2 Kondangjajar totalnya mencapai Rp 112 jutaan dari jumlah murid sebanyak 17 orang. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Rencana Ada 3 Exit Tol Getaci di Tasikmalaya, Ini Lokasinya

Ilustrasi-Tol-Getaci.jpg

harapanrakyat.com,- Pemerintah kabupaten mengusulkan tiga exit Tol Getaci di Tasikmalaya. Saat ini pembebasan lahan dalam proyek pembangunan Jalan Tol Getaci (Gedebage-Garut-Tasikmalaya) baru sampai Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Mohamad Zen mengatakan, tiga exit tol yang diusulkan itu berada di Kecamatan Singaparna, Cineam, dan Jalur Ciawi-Singaparna (Cisinga).

Sedangkan, untuk pembebasan lahan di Tasikmalaya rencananya tahun 2024. Meski begitu, pembangunan jalan tol tersebut terus berjalan karena pemenang proyek pembangunannya sudah ada.

Baca Juga: Progres Pembangunan Tol Getaci, Tak Ada Exit Tol di Kota Banjar

“Kita mengusulkan exit Tol Getaci di Kabupaten Tasikmalaya jadi tambah satu. Asalnya hanya di Singaparna dan Cineam. Kemudian kita usulkan lagi ke akses Cisinga, biar ke wilayah Utara lebih mudah. Karena kalau hanya dua exit tol bisa crodit Singaparna,” kata Mohamad Zen, saat dihubungi harapanrakyat.com, Sabtu (16/06/2023).

Selain akses menuju ke Utara menjadi lebih mudah, juga di wilayah tersebut terdapat pasar dan terminal.

“Untuk yang dua exit tol sudah masuk pembahasan. Cuma satu exit tol diusulkan kembali, karena menghitung jalan lingkarnya belum jadi. Makannya kita usulkan supaya akses ke Utara langsung,” imbuhnya.

Mohamad Zen juga mengatakan, jika ada pintu masuk ke wilayah Tasik Utara, tentunya bukan hanya akan dinikmati oleh masyarakat Tasikmalaya saja. Tapi warga Garut juga bisa memanfaatkan akses ke Utara exit Tol Getaci di Tasikmalaya yang ada di Cisinga. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Lagi-lagi, Macan Tutul dari Gunung Sawal Ciamis Masuk ke Perkampungan Penduduk

Macan-Tutul-1.jpg

harapanrakyat.com,- Macan tutul dari Gunung Sawal kembali masuk ke wilayah pemukiman penduduk, tepatnya di Blok Cibaok, Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kemunculan macan tutul tersebut terlihat oleh para pekerja proyek pada hari Jumat (16/06/2023) kemarin.

Kosasih, tokoh masyarakat Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, mengatakan, saat pekerja proyek bernama Henda bersama teman-temannya pulang dari pekerjaannya di Blok Cibaok. Kemudian mereka melihat ada empat ekor macan tutul masuk ke wilayah pemukiman penduduk.

“Para pekerja melihatnya sekitar pukul 18.00 WIB. Kembalinya macan tutul itu masuk wilayah pemukiman penduduk kemungkinan akibat ketersediaan makanan di kawasan hutan sudah berkurang,” kata Kosasih, Sabtu (17/06/2023).

Baca Juga: Macan Tutul dan Macan Kumbang Tak Lagi Turun, Gunung Sawal Ciamis Terpantau Aman

Menurutnya, perburuan terhadap babi hutan yang kerap terjadi mengakibatkan ketersediaan makanan macan tutul di hutan Gunung Sawal tidak mencukupi. Sehingga, untuk bertahan hidup hewan buas tersebut memangsa ternak milik warga sekitar.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka semua pihak harus menjaga kelestarian hutan. Agar tidak ada binatang buas masuk ke wilayah pemukiman penduduk,” tandas Kosasih.

Terpisah, Kepala Desa Cikupa Endi mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait adanya macan tutul dari Gunung Sawah yang kembali masuk ke wilayah pemukiman penduduk.

“Meski begitu, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas di sekitar wilayah hutan. Karena khawatir macan tutul itu masih berada sekitar hutan,” singkatnya. (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Dugaan Kasus Gratifikasi Bupati Bandung Berlanjut, PBH Anti Korupsi Jabar Bawa Dokumen Tambahan

WhatsApp-Image-2023-06-17-at-15.58.43.jpg

harapanrakyat.com,- Dugaan kasus gratifikasi Bupati Bandung, Jawa Barat, Dadang Supriatna, terus bergulir. Ketua PBH Anti Korupsi Jawa Barat Piar Pratama, kembali mendatangi KPK membawa dokumen tambahan. Dokumen ini untuk memperkuat laporan sebelumnya terkait kasus gratifikasi tersebut.

Menurut Piar, dokumen tambahan selain untuk menguatkan laporannya ke KPK, juga untuk membuktikan bahwa gratifikasi itu memang terjadi.

“Saya hanya bisa bilang bahwa gratifikasi itu terjadi. Namun mengenai nilainya berapa dan lain-lainnya, itu sudah masuk ranah penyelidikan KPK. Pastinya berbentuk uang dan barang. Nominalnya juga pasti besar,” kata Piar Pratama kepada awak media di Gedung KPK Jakarta Selatan, Rabu (13/06/2023).

Piar berharap, dengan masuknya dokumen tambahan tersebut KPK segera memproses laporannya.

Ia pun yakin KPK masih punya integritas, profesional dan pertanggungjawaban moral dalam mengemban tugas dan amanat sebagai lembaga resmi negara bidang pemberantasan korupsi.

“Saya percaya KPK akan memproses laporan ini. Jika ternyata KPK lemah, maka saya orang pertama yang akan melakukan aksi di KPK. Jadi, mohon dukungan dan doanya dari seluruh masyarakat supaya segera diproses. Senjata kita jelas, data dan fakta yang akan menjadi alat bukti,” ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Bandung Bantah Terima Gratifikasi Revitalisasi Pasar

PBH Anti Korupsi Jabar Tantang Mubahalah dalam Kasus Gratifikasi Bupati Bandung

Sementara itu, menanggapi kemungkinan tuntutan balik dari Bupati Bandung karena laporannya dianggap beraroma fitnah atau hoaks, pihaknya pun mempersilahkan untuk melakukan langkah tersebut.

Bahkan jika perlu, Piar menantang untuk dilakukan sumpah Al Quran atau mubahalah.

“Pak Bupati katanya pernah bilang itu fitnah dan hoaks. Sekarang berani tidak Pak Bupati disumpah AlQuran atau mubahalah. Atau datang ke KPK menjelaskan semuanya. Dengan begitu, masyarakat akan tahu siapa yang hoaks,” tandasnya.

Terkait dengan kemungkinan menggunakan jalur politik seperti hak angket dan interpelasi DPRD, Piar mengatakan, hal itu bisa saja dilakukan. Tapi masalahnya fakta hari ini DPRD tak punya keberanian untuk melakukan itu.

Apalagi, lanjut Piar, anggota DPRD yang tergabung dalam koalisi tak berani karena pihaknya menduga mereka terlibat.

Baca Juga: KPK Cegah Plh Wali Kota Bandung Bepergian ke Luar Negeri

Menurut Piar, harusnya, DPRD dengan segala kewenangannya yang mempunyai fungsi kontrol, berani mengajukan hak angket atau interpelasi agar masalahnya menjadi jelas.

Dugaan Gratifikasi pada Proyek Revitalisasi Pasar

Sebelumnya pada 23 Mei 2023 lalu, aktivis dari Pemuda Bandung Raya melalui Bilal Alfarizi, melaporkan Dadang Supriatna sebagai Bupati Bandung ke KPK atas dugaan kasus gratifikasi.

Bahkan dalam laporannya itu, Bilal sempat menyebut besaran uang yang nilainya mencapai Rp 4,5 miliar, serta mobil Toyota Fortuner warna hitam.

Uang tersebut menurut laporan Bilal diberikan secara bertahap dan mobil Fortuner diserahkan pada bulan Ramadhan lalu.

Dugaan kasus gratifikasi itu terkait dengan proyek revitalisasi Pasar Soreang dan Banjaran. Proyek revitalisasi kedua pasar tersebut dimenangkan pengusaha berinisial EK.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna saat dikonfirmasi harapanrakyat.com melalui pesan WhatApps, Kamis (14/06/2023), terkait laporan dugaan kasus gratifikasi ke KPK yang menyeret namanya. Namun, hingga berita ini dimuat belum merespon atau memberikan tanggapan. (Tim HarapanRakyat.com/R3/HR-Online)

Cloudera Observability Mengoptimalkan Biaya Hybrid Cloud

Cloud-Illustration_by-Freepik.jpg

review1st.com – Cloudera, perusahaan hybrid data, meluncurkan Cloudera Observability untuk pelanggan Cloudera Data Platform (CDP). Solusi ini mendukung open data lakehouse di CDP untuk insight dan optimasi kinerja.

Fitur tata kelola keuangan dan FinOps membantu manajemen biaya dan kapasitas. Pengumuman ini dilakukan di The Six Five Summit, 6-8 Juni 2023.

“Menurut Rob Bearden, CEO Cloudera, salah satu tantangan besar perusahaan saat ini adalah mengelola beban kerja di cloud tanpa visibilitas global terhadap pengeluaran infrastruktur dan layanan.

“Dengan Cloudera Observability, pelanggan dapat melihat dengan jelas beban kerja dan penggunaan sumber daya untuk mengendalikan anggaran dan meningkatkan kinerja secara otomatis.”

Lingkungan hybrid dan multi-cloud menjadi standar de facto baru. Data enterprise disimpan di on-premise dan beberapa public clouds, sulit untuk melacak dan mengelola penggunaan cloud, menjaga platform tetap stabil, dan memecahkan masalah di infrastruktur yang berbeda.

Cloudera Observability menjawab tantangan-tantangan tersebut. Membangun pengalaman perusahaan dengan solusi data hybrid, Pemantauan Cloudera memberdayakan pelanggan untuk memonitor, memahami dan mengoptimalkan pengimplementasian CDP mereka. Pelanggan juga mendapatkan manfaat dari tindakan otomatis dan pre-built action yang bisa disesuaikan untuk meningkatkan peringatan, secara proaktif menghindari masalah, dan mengoptimalkan beban kerja.

“Banyak perusahaan berjuang dengan biaya cloud dan nilai berkelanjutan dari investasi tersebut,” kata Nitish Mittal, mitra di Everest Group.

“Pendekatan Cloudera terhadap metadata membantu pengguna CDP mengelola biaya cloud, mengidentifikasi pengguna nakal, mengkoordinasi beban kerja secara optimal, dan mengurangi potensi kelebihan sumber daya.

Hal ini semakin penting bagi perusahaan yang ingin efektif mengelola data di lingkungan cloud.” tambah Nitish.

Untuk pelanggan lama, Cloudera Observability membantu mengidentifikasi pengguna nakal yang mengirim jutaan query tidak perlu.

Tim dukungan Cloudera memiliki semua informasi pelanggan untuk mengidentifikasi akar masalah. Hasilnya, respons pertama langsung menemukan dan memecahkan masalah pelanggan.

Pemantauan Cloudera memberikan insight dalam hitungan menit, mengurangi interaksi dan biaya tambahan.

Keunggulan Cloudera Observability dalam Meningkatkan Pengalaman Pengguna dan Mendukung Analitik Skala Besar

Cloudera Observability merupakan fitur tambahan gratis dalam langganan CDP yang membantu mengoptimalkan mesin data populer seperti Hive, Impala, dan Spark. Cloudera Observability Premium menawarkan fitur lebih lanjut, termasuk auto-action, insight mendalam, dan troubleshooting otomatis. Dukungan untuk mesin data baru dan platform lain akan terus ditambahkan.

Cloudera Observability dapat dioperasikan dengan Apache Iceberg. Apache Iceberg adalah key building dalam open data lakehouse Cloudera melalui CDP. Iceberg adalah format tabel terbuka berperforma tinggi untuk analitik besar, memberikan keunggulan bagi big data dan mendukung komputasi bersama.

Open data lakehouse Cloudera membantu organisasi menjalankan analitik pada semua data dalam skala besar, termasuk terstruktur dan tidak terstruktur.

Ini menghilangkan data silo dan memungkinkan kolaborasi tim data menggunakan tool pilihan mereka di public cloud dan private cloud.

Cloudera Observability memberikan hasil yang hemat biaya di semua fungsi CDP, meningkatkan pengalaman pengguna enterprise.

Ini penting saat perusahaan meningkatkan manajemen data untuk mendukung model bahasa besar dan inisiatif AI di lingkungan hybrid dan multi-cloud.

Kerusuhan Separatis di Ciamis, Wedana Manonjaya Tewas Dibunuh Gerombolan DI/TII

Sejarah-Kerusuhan-Separatis-di-Ciamis.jpg

Pada tanggal 22 Juni 1949 beberapa surat kabar Nasional mewartakan kerusuhan yang dilakukan oleh kelompok separatis di Ciamis, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut menggegerkan publik karena salah satu yang menjadi korbannya adalah seorang pamong pradja berpangkat wedana di Manonjaya.

Gerakan separatis di Ciamis membuat banyak warga trauma. Mereka bahkan pergi mengungsi ke daerah-daerah aman di sekitar Cigugur–Pangandaran.

Daerah Ciamis mendadak jadi basis kerusuhan gerombolan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) sampai tahun 1950-an.

Pelaku kekerasan tersebut tengah berjuang melawan pemerintah republik Indonesia untuk menciptakan kemerdekaan. Konon jika revolusi DI/TII ini terwujud, maka daerah Priangan Timur khususnya Ciamis-Tasikmalaya akan jadi pusat pemerintahan mereka.

Lantas bagaimana gerombolan DI/TII itu berjuang melawan pemerintah republik di daerah Ciamis, berapa jumlah korban yang ditembaki oleh mereka, serta dengan cara apa pemerintah republik meringkus semua pelaku kriminal tersebut?

Baca Juga: Pemberontakan DI/TII Tahun 1949 di Ciamis, Ajengan Diculik dan Dibantai

Sejarah Kerusuhan Separatis di Ciamis dan Tewasnya Wedana Manonjaya Dibunuh Gerombolan DI/TII

Melansir surat kabar Sedar yang terbit pada tanggal 24 Juni 1949 bertajuk, “Kegentingan di Daerah Pasoendan: Beberapa Penggawe Pamong Pradja Diboenoeh”, menyebut gerombolan DI/TII telah merenggut beberapa nyawa pegawai pemerintah di Ciamis, salah satunya adalah Wedana Manonjaya bernama R. Iswari Subiadipradja.

Wedana Manonjaya tewas kena sabetan benda tajam disertai beberapa peluru laras panjang karena tengah mempertahankan kedaulatan rakyat. Ia menjadi pemimpin masyarakat Manonjaya menolak bergabung dengan DI/TII tahun 1949.

Namun karena pihak gerombolan yang sentimental dan temperamental, maka perkelahian di antara warga serta para pejabat daerah pun meletus di kantor kawedanan Manonjaya. Akibatnya sebagian rakyat terluka dan beberapa nama pamong pradja lain ikut jadi korbannya.

Adapun beberapa nama yang bernasib sama dengan Wedana Manonjaya antara lain terdiri dari, Asisten Wedana Cibeureum R. Sadikin dan Agen Kepolisian di perbatasan Ciamis-Tasik bernama Engkon. Mereka adalah nama-nama yang menjadi korban keganasan gerombolan DI/TII dari golongan pemerintah.

Konon korban kerusuhan separatis di Ciamis yang dibunuh oleh gerombolan, selain ditembak dan disabet oleh pedang, beberapa luka bocos akibat benda tumpul juga ditemukan di beberapa area tubuh. Tapi yang lebih parah ada di bagian kepala.

Baca Juga: Sejarah Proklamasi Darul Islam 1949, Tasikmalaya dan Ciamis Diancam Komandan TII

Gerombolan DI/TII Anti Pemerintah, Mereka Anggap Pamong Pradja Pembangkang

Gerombolan DI/TII menyatakan anti pada pemerintah dan menganggap pamong pradja sebagai pembangkang karena motif separatisme. Mereka ingin menceraikan persatuan bangsa dengan mendirikan konsep negara baru di luar ideologi Pancasila.

Oleh sebab itu musuh utama gerombolan DI/TII adalah pemerintah dan para jajarannya di daerah-daerah. Apalagi pemerintah yang tidak setuju dan mengeluarkan beberapa pernyataan perang melawan gerombolan tersebut. Dengan senang hati, kelompok DI/TII akan menyerangnya dari berbagai peluang.

Sikap keras ini tercermin pada peristiwa kerusuhan di Ciamis tahun 1949. Gerombolan DI/TII menyerang pemerintah dan tak segan menghabisi mereka di depan khalayak umum. Hal ini dilakukan agar mereka bisa memberikan pengaruh yang menstigmatisasi pemerintah republik sebagai sarang kedustaan.

Pengaruh ini terus disampaikan oleh gerombolan DI/TII untuk mencitrakan kelompoknya lebih baik dari pada pemerintah republik.

Kerusuhan separatis di Ciamis tersebut dianggap para pengamat sejarah sebagai upaya DI/TII menunjukan eksistensi yang berasal dari sakit hati. Sebab pada intinya DI/TII muncul dari barisan yang ditinggalkan republik ini.

Baca Juga: Sejarah Batalyon Jago, Penumpas Gerombolan DI/TII di Kota Banjar

Ajengan dan Santri Penolak DI/TII Ikut jadi Korbannya

Gerombolan DI/TII juga membantai kelompok Ajengan (Pemuka Agama Islam di Jawa Barat) dan santri yang menolak gagasan DI/TII.

Ketika kerusuhan DI/TII di Ciamis meletus banyak korban yang berasal dari kalangan Ajengan.

Beberapa Ajengan yang menjadi korban sebagaimana dikutip dari koran Sedar (1949) adalah pemimpin pondok pesantren di Ciamis yaitu, (1) Ajengan Abdul Hamid, (2) Ajengan Saad Uddin, (3) Ajengan Zaenal Arifin, dan (4) Ajengan Zaenal Muttakin.

Mereka semua menjadi korban DI/TII karena menolak menjadi bagian dari gerakan separatis. Para Ajengan yang jadi korban di atas rela mempertaruhkannya nyawanya demi menjaga persatuan NKRI. Begitupun dengan para santri-santri, mereka rela jadi tumbal DI/TII untuk melindungi guru-gurunya.

Kerusuhan separatis yang digawangi gerombolan DI/RII ini menjadi salah satu kejadian bersejarah yang membuat sebagian penduduk di Ciamis trauma hingga saat ini.

Mereka takut kejadian ini terulang kembali, apalagi bagi mereka yang dahulu ibu, ayah, dan saudara-saudaranya menjadi korban langsung kekerasan DI/TII tahun 1949. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Kapolres Subang Hadir di Konfercab HMI dan Kohati Cab Subang

suarasubang.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang menggelar Kegiatan Konfercab dan Muskohcab ke XV Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan KOHATI Cabang Subang tahun 2023, Rabu (14/06/2023) di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang Jl. Otista Kel. Karanganyar Kec/Kab. Subang.

Berita polres subang hari ini, kegiatan yang berlangsung mengusung tema “Senada memenangkan zaman, mewujudkan generasi pemenang.” tersebut, menghadirkan beberapa tamu undangan, yakni Kapolres Subang AKBP Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Saepudin, S.H.

Kemudian ada Kapolsek Subang Kompol Yayah Rokayah., Kabid sumber daya Dinas Kesehatan Kab. Subang, Sekretaris Umum MD KAHMI Kab. Subang Sdr. Abdul Muid, Kabid Peternakan dan Pertanian BADKO HMI Provinsi Jawa Barat Sdr. Ahmad Arif Arfan mewakili Ketua.

Ketua HMI Cabang Subang Sdr. Adam Nurhasyim, PJ. Ketua Umum KOHATI Sdri. Ainul Jannah, Para Ketua Komisariat HMI se Kab. Subang, Alumni HMI Cabang Subang, Pengurus GMNI Kab. Subang Sekretaris dan Bendahara.

Hadir pula Pengurus PMII Kab. Subang Ketua dan Sekretaris, Pengurus Daerah GPI Kab. Subang, Ketua dan Sekretaris dan Ketua PD Persis Kab. Subang Sdr. Teguh.

Ketua HMI Cab. Subang Sdr. Adam Nurhasyim mengatakan “ Ucapan terimaksih kami kepada Ayunda Kapolres Subang AKBP Sumarni yang selalu berperan aktif di masyarakat, tak kenal lelah, serta selalu mendampingi setiap kegiatan HMI di Kab. Subang.“

“Kemudian Harapan saya kegiatan Konfercab dan Muskohcab ini melakukan pembahasan yang subtansial” ujarnya

Menurutnya, Organisasi HMI yang merupakan organisasi Islam harus ikut berperan dalam penguatan Optimalisasi pergerakan pemuda Islam di era disrupsi saat ini, pemuda harus berperan aktif untuk kemajuan zaman.

Sementara itu, Kapolres Subang AKBP Sumarni menyampaikan kebanggaannya diberikan kesempatan untuk bersilahturahmi dan bertatap muka dengan keluarga besar HMI dan Kohati Subang. Kapolres Subang juga memberikan apresiasi kepada seluruh kader HMI atas terselenggaranya acara Konfercab ini. Semoga bisa menjadi pusat pelatihan kepemimpinan

Sumarni juga menambahkan bahwa HMI merupakan organisasi yang perjuangannya sangat militan dan tidak terpengaruh dengan tujuan tertentu dari sekelompok orang. HMI menjadi organisasi yang selama ini telah melahirkan para pemimpin negeri ini di semua sektor dan bidang.

Untuk itu persiapkan diri sebaik mungkin untuk nantinya menggantikan tampuk kepemimpinan negeri ini dalam melanjutkan ke arah yang lebih baik.

Sumarni juga mengingatkan “bahwa dalam perjuangan juga membutuhkan sumberdaya agar perjuangan yang dilakukan benar benar demi kepentingan masyarakat tidak diintervensi oleh kepentingan tertentu.

Untuk itu calon calon pemimpin yang saat ini tergabung dalam organisasi HMI dan Kohati Cab Subang agar mempunyai kemandirian ekonomi, hal itu juga akan bermanfaat untuk menyokong kehidupan pribadi masing masing anggota”.

Saat ini dinamika perubahan global, regional maupun lokal sangat cepat. Banyak permasalahan yang ada di masyarakat yang tentunya butuh pemikiran kritis dan solutif dari kader kader HMI dan Kohati. Jadilah generasi yang mampu menyelesaikan masalah.

Kapolres Subang mengajak kepada seluruh masyarakat terutama Kader HMI cab Subang untuk berperan dalam mensuskeskan Pemilu di tahun 2024 mendatang dengan cara mengedukasi masyarakat agar tidak mudah dipecah belah, diprovokasi dan diadu domba.

Kapolres juga berharap HMI Subang mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menjadi perekat keragaman di masyarakat.

Terakhir, Kapolres juga menyampaikan bahwa saat ini Polri sedang fokus melakukan penegakkan hukum terhadap TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang). termasuk gencar melakukan sosialisasi pencegahan ke masyarakat terutama yang berada di desa desa.

Kapolres juga mengajak HMI untuk bisa berperan memberikan edukasi kepada warga masyarakat untuk tidak mudah tergiur ajakan ajakan pihak tak bertanggungjawab untuk bekerja di luar negeri dengan iming iming tertentu.

Diakhir sambutannya, Kapolres berpesan agar HMI dan Kohati tetap solid, jaga persatuan dan melalui acara ini mampu memilih pemimpinnya.

Toyota All New Agya Jadi Amunisi Baru TGRI di Balap Slalom 2023

rockomotif-toyota-all-new-agya.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) akhirnya menurunkan Toyota All New Agya pada putaran ketiga Kejurnas Slalom 2023 yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat (17/6/2023).

Kehadiran hatchback terbaru yang dirilis pada Februari 2023 lalu ini, memang menghadirkan beberapa pembaruan, tidak hanya pada tampilan, tetapi juga meliputi sektor jantung pacu serta penggunaan sasisnya.

Menurut Dimitri Fitra Ditama, Direktur TGRI, penggunaan platform Daihatsu New Global Architecture (DNGA) yang disematkan pada Toyota All New Agya ini memberikan keunggulan lain.

“Yang pasti, secara penggunaan sasis DNGA memang lebih advance dari yang sebelumnya. Dan sasis ini juga menurut pengakuan pembalap sasis ini lebih rigid dan brakingnya juga lebih enak,” jelas Dimitri Fitra Ditama, dalam keterangannya.

Namun, meski mobil ini sudah dibekali dengan spesifikasi yang mumpuni, TGRI tetap melakukan beberapa penyempurnaan pada Toyota All New Agya agar bisa memaksimalkan potensi.

Terkait pengembangan yang saat ini dilakukan tim TGRI masih terus mengembangkan beberapa sektor. Ditambahkan oleh Dimitri Fitra, saat ini pengembangan tersebut juga meliputi riset terkait mesin yang digunakan.

“Tahun ini yang jelas kita masih development terus. Mesin baru Toyota All New Agya memang potensial, dan kita saat ini masih mengembangkan untuk mencari karakter mesinnya seperti apa,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, karena mobil ini mengusung spesifikasi yang semuanya serba baru, TGRI harus memulai pengembangan dari awal.

“Toyota All New Agya datang ke kita itu bulan Mei, dan sampai saat ini mobil tersebut statusnya masih under development tapi Insya Allah sudah ready to race. Karena ini semuanya baru, jadi otomatis kita harus mulai dari nol dan tidak ada settingan dari mobil lama yang bisa kita pakai,” imbuh Dimitri.

Di atas kertas, spesifikasi hatchback anyar ini dibekali dengan mesin tiga silinder berkubikasi 1.2 liter dan mampu menyemburkan tenaga sebesar 88 PS dengan torsi puncak 112 Nm.

Lume Coffee Tasikmalaya, Kedai Kopi dengan Sentuhan Coklat

Lume-Coffee-Tasikmalaya.jpg

Lume Coffee Tasikmalaya adalah kedai kopi baru yang sudah mulai berjualan sejak 18 April lalu. Tak hanya menyediakan kopi dan cemilan manis, cafe ini juga menyediakan minuman coklat susu yang otentik di setiap tegukan. 

Lokasi kedai kopi beralamat di Jalan Leuwidahu, Perum Selaras Alexa nomor C2-C3, Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kedai ini buka dari pukul 08.00 hingga 23.00 WIB, sehingga cocok untuk ngopi pagi dan lembur sampai malam. 

Kedai kopi atau coffee shop memang semakin menjamur di Tasikmalaya, sama halnya dengan mie bakso dan seblak. Namun, suasana di Lume Coffee Tasikmalaya lebih cocok untuk mengerjakan tugas karena letaknya yang berada di area perumahan. 

Daya Tarik Lume Coffee Tasikmalaya

Bagi Anda yang hobi menjelajahi cafe-cafe terbaru untuk kulineran atau sekedar nongkrong, simak poin-poin berikut sebelum berkunjung ke Lume Coffee. 

Baca Juga: Kebon Djati Eatery Tasikmalaya, Tempat Ngadem Belakang Terminal

Kedai Kopi Bertema Coklat

Sudah menjadi hal yang umum jika setiap cafe menawarkan kopi signature masing-masing. Namun, di cafe ini pelanggan bisa menemukan kopi signature mereka bersama dengan Chocolate Latte yang khas. Iced Coffee Lume sebagai menu andalannya juga memberikan rasa pahit yang lembut. 

Bagi Anda yang menyukai minuman berbasis teh, Lume Coffee Tasikmalaya juga menyediakan menu Atmosfer & Golden Hour dengan sentuhan khas Lume.

Kisaran harga per item masih terbilang wajar yaitu sekitar Rp 18.000 hingga Rp 22.000 per item, selain itu ada juga menu cemilan, dessert, dan pastry sebagai teman ngopi. 

Apakah Cocok Buat Nugas?

Untuk ruangan indoor memang tidak terlalu luas tapi minimalis dan terbilang cukup nyaman untuk berlama-lama. Perokok dan pengguna vape menggunakan area outdoor yang lebih luas, sehingga bisa sambil menikmati udara segar. 

Kekurangannya di Lume Coffee Tasikmalaya belum tersedia makanan berat, sehingga kalau lapar saat sedang mengerjakan tugas terpaksa harus beli keluar.

Meski sudah menyediakan koneksi internet yang stabil, area indoor cafe masih terlalu banyak distraksi buat nugas, misalnya suara-suara pelanggan lain di jam ramai atau waiter yang berlalu-lalang. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Telkomsel dan Jejak.in Kolaborasi Tanam 15.060 Pohon Mangrove dalam Program Telkomsel Jaga Bumi

Carbon-Offset-Telkomsel_1_800x533.jpg

review1st.com – Telkomsel dan Jejak.in berkolaborasi dalam Telkomsel Jaga Bumi untuk menanam 15.060 pohon mangrove di lokasi konservasi hutan mangrove Indonesia. Penanaman dilakukan sebagai bagian dari Program Carbon Offset dan komitmen CSR Telkomsel dalam mengurangi dampak negatif perubahan iklim.

Dana didapatkan dari donasi Telkomsel Poin pelanggan dan perusahaan. Acara peresmian dilaksanakan di Kawasan Bedono, Demak, Jawa Tengah (13/6).

Telkomsel dan Jejak.in Kolaborasi Tanam 15.060 Pohon Mangrove dalam Program Telkomsel Jaga Bumi

Dengan total area penanaman seluas 3,9 hektare, penanaman pohon mangrove dilakukan di berbagai lokasi kawasan hutan mangrove di Indonesia.

Misalnya, 1.000 pohon di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta, 500 pohon di Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk Jakarta, 2.560 pohon di Kawasan Tahura Bali, dan seterusnya. Melalui penanaman 15.060 pohon mangrove ini, Telkomsel Jaga Bumi dapat menyerap 441,2 ton karbon dioksida (tCO2e).

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Saki Hamsat Bramono, menjelaskan, “Program CSR Telkomsel, Telkomsel Jaga Bumi, berfokus pada perubahan positif terhadap kelestarian bumi. Kami melanjutkan program ini dengan menanam pohon mangrove di kawasan konservasi di Indonesia.

“Tujuan kami adalah mendukung reboisasi mangrove dan kompensasi emisi karbon secara inklusif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dan teknologi digital, kami berkomitmen menjalankan bisnis berkelanjutan sesuai prinsip ESG.”

Telkomsel dan Jejak.in Kolaborasi Tanam 15.060 Pohon Mangrove dalam Program Telkomsel Jaga Bumi

Sesi Edukasi dan Kolaborasi Telkomsel Jaga Bumi dengan Jejak.in untuk Mengurangi Emisi Karbon

Telkomsel Jaga Bumi mengadakan sesi edukasi tentang perubahan iklim, jejak karbon, dan mangrove di Kawasan Bedono, Demak. Sesi ini dihadiri oleh pelanggan Telkomsel, komunitas lokal, warga Desa Bedono, dan employee volunteer Telkomsel.

Carbon Offset Telkomsel adalah bagian dari Program ini yang bekerja sama dengan Platform Jejak.in. Pelanggan dapat menukarkan Telkomsel Poin menjadi kontribusi yang setara dengan sebatang pohon melalui Aplikasi MyTelkomsel atau situs www.telkomsel.co.id. Tukar poin dengan SMS ke 777 menggunakan kode JAGABUMI5 (50 poin) atau JAGABUMI50 (500 poin).

Selain Jejak.in, Telkomsel Jaga Bumi mengimplementasikan berbagai program lingkungan, seperti Program Waste Management dengan PlusTik, Program Digitalization Support dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, dan kerja sama dengan Volta untuk bundling motor listrik. Temukan lebih banyak informasi di tsel.id/jagabumi.

Telkomsel dan Jejak.in Kolaborasi Tanam 15.060 Pohon Mangrove dalam Program Telkomsel Jaga Bumi

“Merujuk kepada dokumen kontribusi yang ditentukan secara nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen melalui kerja sama internasional pada tahun 2030.

“Guna mendorong pencapaian target penurunan tingkat emisi karbon hingga tahun 2030 tersebut, Telkomsel melalui inisiatif Telkomsel Jaga Bumi telah berkolaborasi dengan Jejak.in untuk mengajak para pelanggan berpartisipasi bersama dengan menukarkan Telkomsel Poin yang dimiliki sejak Desember 2022 yang kemudian dikonversi menjadi pohon mangrove untuk Program Carbon Offset,” tutup Saki.

Telkomsel dan Jejak.in Kolaborasi Tanam 15.060 Pohon Mangrove dalam Program Telkomsel Jaga Bumi

Recent Posts