Beranda blog Halaman 724

Inovasi Terbaru Cisco: Transformasi Digital, Keamanan, dan Observabilitas Penuh

Cisco-Live-1_800x534.jpg

review1st.com – Hari ini, Cisco (CSCO), pemimpin dalam jaringan dan keamanan perusahaan, mengumumkan teknologi baru dan kemajuan produk. Perusahaan ini berfokus pada portofolio jaringan, keamanan, dan aplikasi yang dioptimalkan. Visinya adalah menciptakan pengalaman yang sederhana dan terpadu bagi pelanggan dan mitra.

Transformasi digital adalah inti masa depan perusahaan, dan jaringan aman semakin penting. Eksekutif Cisco, termasuk Chuck Robbins, akan menjelaskan solusi baru yang memperkuat keamanan mitra dan pelanggan dalam menghadapi perubahan cepat.

“Kami senang berbagi inovasi dan kemampuan baru di Cisco Live dengan pelanggan kami tahun ini. Cisco diposisikan unik untuk membantu pelanggan mengatasi tantangan bisnis melalui teknologi. Keamanan, konektivitas, aplikasi, dan keberlanjutan, kami adalah mitra terbaik untuk transformasi dan adaptasi.” – Chuck Robbins, Chair dan CEO Cisco.

“Lingkungan digital terus berubah dengan cepat, bisnis membutuhkan solusi platform kuat, inovatif, tangguh, dan aman. Pengambil keputusan TI dan pengembang memperhatikan kebutuhan akan tempat sederhana dan terpusat untuk mengelola infrastruktur TI dengan cepat,” ujar Vish Iyer, VP of Architectures di Cisco Asia Pasifik, Jepang, dan Tiongkok Raya. “Kami antusias mempersembahkan teknologi baru ini kepada pelanggan dan mitra di wilayah ini, membantu mereka dalam perjalanan digital dengan pengalaman terpadu yang dapat mengatasi tantangan kompleks.”

Inovasi Terbaru Cisco: Transformasi Digital, Keamanan, dan Observabilitas Penuh

Inovasi Produk Cisco Menjawab Masalah Utama Pelanggan

Menurut laporan State of Global Innovation dari Cisco, 85% dari para profesional TI mengindikasikan bahwa mereka menghargai kesederhanaan dalam sistem TI mereka. Teknologi-teknologi baru yang diperkenalkan di Cisco Live menyoroti komitmen Cisco untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dan membantu mendorong masa depan yang inklusif bagi semua. Teknologi-teknologi yang diumumkan hari ini meliputi:

Visi untuk Cisco Networking Cloud

Cisco memiliki misi untuk menyederhanakan TI, dengan mengumumkan visinya untuk Cisco Networking Cloud, sebuah pengalaman platform manajemen terintegrasi untuk model operasi on-prem dan cloud.

Pengalaman TI yang lebih sederhana memengaruhi kepuasan pelanggan, retensi karyawan, dan diferensiasi kompetitif. Cisco menyadari tantangan fragmentasi, kurang visibilitas, ancaman keamanan, dan integrasi yang memakan waktu.

Cisco mengakui bahwa penyederhanaan tergantung pada tujuan bisnis, kebutuhan fungsional, dan model konsumsi yang diinginkan. Apakah di tempat (on-prem) atau didukung oleh cloud, Cisco memenuhi kebutuhan TI di mana pun.

Sebagai bagian dari upaya penyederhanaan, Cisco menciptakan pengalaman platform manajemen jaringan yang mudah diakses dan dinavigasi. Dengan otomatisasi berbasis cloud, wawasan jaringan yang kaya, dan kolaborasi mitra, Cisco Networking Cloud mempercepat penyediaan pengalaman terpadu dan hasil bisnis yang terukur.

Inovasi-inovasi terbaru diumumkan di Cisco Live: single sign-on (SSO), pertukaran/repositori kunci API, navigasi lintas platform, perlindungan jaringan Cisco ThousandEyes, pemantauan cloud untuk perangkat-perangkat Catalyst, solusi jaringan berkelanjutan untuk pusat data, dan banyak lagi.

Cisco telah menyederhanakan bisnisnya dengan menyediakan rangkaian switch Cisco Catalyst yang fleksibel. Mereka juga memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap daya dan konsumsi energi pusat data. Selain itu, Cisco telah merilis blueprint pusat data AI baru untuk meningkatkan kinerja dan visibilitas bagi operator jaringan.

Inovasi Terobosan Menuju Cloud Keamanan Pertama Berbasis AI

Cisco telah menghadirkan Cisco Security Cloud yang didukung oleh AI untuk menjadikan keamanan siber lebih sederhana dan memungkinkan individu bekerja secara optimal dari berbagai lokasi, tanpa terpengaruh oleh ancaman yang semakin kompleks.

Meluncurkan solusi Secure Service Edge (SSE) yang baru, Cisco Secure Access menciptakan terobosan dalam pekerjaan hybrid. Solusi ini mengamankan akses tanpa hambatan di lokasi mana pun, perangkat, dan aplikasi apa pun.

Sorotan dari Cisco Secure Access meliputi:

  • Pengalaman Akses Umum: Menghadirkan cara tunggal dan mudah untuk mengakses semua aplikasi dan sumber daya. Traffic diarahkan secara cerdas dan aman ke tujuan pribadi dan publik tanpa campur tangan end-user.
  • Konsol Tunggal Dikelola Cloud: Menyederhanakan operasional keamanan dengan solusi satu-satunya yang mudah digunakan. Melindungi semua traffic, menyatukan fungsi, dan mengurangi biaya.
  • Deteksi dan Respons Lebih Cepat: Memberikan analisis untuk mempercepat investigasi dengan dukungan intelijen ancaman berbasis AI dari Cisco Talos. Intelijen ini dapat mendeteksi dan memblokir ancaman yang lebih banyak.

Dalam mewujudkan visi strategisnya, Cisco juga menyediakan pratinjau kemampuan AI generatif di Cisco Security Cloud untuk membuat analis keamanan yang lebih efektif secara signifikan dalam mendeteksi dan memulihkan ancaman dan mengelola kebijakan di seluruh lingkungan keamanan mereka.

Terakhir, Cisco mencapai beberapa tonggak sejarah penting menuju visi platform Security Cloud-nya dengan meluncurkan Cisco Multicloud Defense, perangkat Cisco Secure Firewall 4200 Series, dan software 7.4, serta peningkatan keamanan aplikasi cloud-native di Panoptica. Inovasi-inovasi terbaru dari Cisco ini semuanya melindungi infrastruktur hybrid dan multicloud dengan pengalaman pengguna yang fenomenal.

Meluncurkan Platform Cisco Full-Stack Observability untuk Mendorong Perusahaan Digital yang Lebih Cerdas

Cisco mengumumkan peluncuran Full Stack Observability (FSO) Platform yang baru — sebuah solusi vendor-agnostic yang memanfaatkan kekuatan portofolio lengkap perusahaan dan menandai kemajuan utama dalam strategi Cisco untuk mempercepat FSO. Solusi ini memberikan wawasan kontekstual, berkorelasi, dan prediktif yang memungkinkan para pelanggan menyelesaikan berbagai masalah dengan lebih cepat dan mengoptimalkan pengalaman, sekaligus meminimalkan risiko bisnis.

Penawaran terdepan di industri ini memungkinkan ekosistem pengamatan baru yang menyatukan data dari berbagai domain termasuk aplikasi, jaringan, infrastruktur, keamanan, cloud, keberlanjutan, dan sumber bisnis.

Platform FSO Cisco fokus pada OpenTelemetry dan terkait Metrics, Events, Logs, and Traces (MELT).

Ini memungkinkan perusahaan mengumpulkan dan menganalisis data MELT dari berbagai sumber dengan mudah.

Cisco FSO Platform juga dirancang sebagai platform terpadu yang dapat diperluas oleh para developer.

Mereka dapat membangun solusi pengamatan mereka sendiri, memperkuat ekosistem pelanggan dan mitra.

Solusi utama di Cisco FSO Platform adalah Cloud Native Application Observability. Ini membantu pelanggan mencapai hasil bisnis, membuat keputusan terkait pengalaman digital yang tepat, dan memastikan kinerja sesuai harapan pengguna.

Solusi ini juga memprioritaskan, mengurangi risiko, dan menjaga keamanan beban kerja. Modul pertama lainnya dalam Platform FSO Cisco meliputi Cost Insights, Application Resource Optimizer, Security Insights, dan Cisco AIOps.

Cisco bekerja sama dengan CloudFabrix, Evolutio, dan Kanari untuk mengembangkan dan memonetisasi solusi dalam ekosistem Cisco FSO Platform. Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan kasus penggunaan baru yang bernilai dan memberikan keuntungan kepada pelanggan dengan telemetri yang dapat diamati.

Ribuan Asep Sedunia Akan Berkumpul di Garut, Catat Tanggalnya Sep!

Ribuan-Asep-Sedunia-Akan-Berkumpul-di-Garut-1.jpeg

harapanrakyat.com,- Jika Anda bernama Asep, bulan depan wajib berkumpul di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pasalnya, ribuan orang yang bernama Asep pada Sabtu-Minggu (15-16/07/2023) mendatang, akan menggelar silaturahmi akbar dengan tajuk, ‘Asep Sedunia’, di GOR RA Adiwijaya Garut.

Tidak hanya sekedar silaturahmi, acara yang disebut-sebut sebagai ulang tahun massal bagi yang bernama Asep ini pun akan digelar sederet acara, diantaranya jalan sehat, tabligh akbar serta pagelaran seni budaya Sunda.

Baca juga: Ela Lestari, Pekerja Migran Asal Garut Ditemukan Polisi Arab Saudi dalam Keadaan Disekap

Silaturahmi unik ini diinisiasi oleh perkumpulan yang mengatasnamakan Paguyuban Asep Dunia atau disingkat PAD.

Presiden Paguyuban Asep Dunia (PAD), Asep Zaelani, kepada wartawan, Sabtu (17/6/2023), mengatakan, meski acara Asep Sedunia akan digelar sebulan berselang, namun dirinya yakin sekitar 5000 orang yang bernama Asep akan menghadiri acara silaturahmi akbar tersebut.

“Sekitar 5000 orang ini yang sudah kami catat dan yakin hadir. Kemungkinan akan terus bertambah sampai hari H. Di Kabupaten Garut saja, berdasarkan catatan Disdukcapil, warga yang bernama Asep kurang lebih sekitar 76 ribu orang. Apalagi se-Jawa Barat atau seantero dunia, tentu lebih banyak lagi,” terangnya.

Asep Sedunia Semakin Nyata, Ada dari Singapore hingga Jepang

Asep Zaelani juga mengatakan orang yang bernama Asep yang akan menghadiri acara silaturahmi tidak hanya dari wilayah Jawa Barat, tetapi juga dari berbagai provinsi di Indonesia, bahkan ada juga dari luar negeri.

“Dari sekitar wilayah Priangan Timur, seperti Garut, Singaparna, Tasikmalaya dan Ciamis pasti akan banyak yang menghadiri acara ini. Termasuk juga dari daerah-daerah Jawa Barat lainnya,” ujarnya.

Baca juga: Bos Tambang Pasir Ilegal di Garut Jadi Tersangka, Omzetnya Capai Rp 1,3 Miliar

Bahkan, lanjut Asep Zaelani, Asep yang berasal dari Aceh, Sulawesi, Kalimantan sampai Papua sudah mengkonfirmasi akan hadir.

“Yang lebih kaget lagi, Asep dari luar negeri seperti Singapura, Jepang sampai negara-negara Eropa juga akan hadir. Makanya kami semakin percaya diri bahwa tajuk ‘Asep Sedunia’ ini sudah semakin nyata, tidak sekedar retorika belaka,” ungkapnya.

Tidak Ada Muatan Politik pada Acara Asep Sedunia

Asep Zaelani menegaskan acara berkumpulnya nama Asep Sedunia murni silaturahmi dan tidak ada kepentingan politik tertentu.

“Meski sekarang sudah memasuki tahun politik, kami tegaskan acara Asep Sedunia ini murni silaturahmi. Kami tidak akan berbicara politik. Tapi hanya ingin berkumpul dengan orang-orang yang sama bernama Asep,” tegasnya.

Seperti diketahui, nama Asep identik dengan nama pria dari suku Sunda yang belakangan semakin jarang digunakan sebagai nama anak zaman sekarang. Acara Asep Sedunia ini pun memiliki misi agar nama Asep tidak hilang ditelan zaman. (Pikpik/R2/HR-Online)

Program Sharp Ecobition Workshop: Mengubah Limbah Plastik Menjadi Barang Bernilai di Palembang

Foto-1_800x532.jpeg

review1st.com – Permasalahan limbah plastik di Indonesia masih terus menjadi kontroversi. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kota Palembang, Sumatra Selatan, produksi sampah harian di kota ini mencapai 1.000 ton per hari pada Agustus 2022. Sampah tersebut terdiri dari limbah plastik dan organik yang berasal dari rumah tangga, toko, dan restoran yang tersebar di 18 kecamatan. Untuk mengurangi jumlah sampah plastik, pemerintah kota Palembang menerapkan larangan penggunaan kantong plastik di industri perhotelan dan kantor pemerintah.

Program Sharp Ecobition Workshop: Mengubah Limbah Plastik Menjadi Barang Bernilai di Palembang

Sharp, pionir brand elektronik global, merayakan hari jadinya yang ke-110 dengan mengedepankan perhatian pada lingkungan dan keanekaragaman hayati. Dalam upaya mendukung pemerintah Palembang dalam mengurangi sampah plastik, Sharp menyelenggarakan program Sharp Ecobition Workshop di SMAN 6 Palembang.

Agus Soewadjie, Asisten General Manager Marketing Communication Division di PT Sharp Electronics Indonesia, menyatakan, “Program Sharp Ecobition Workshop adalah bagian dari perayaan ulang tahun ke-110 Sharp. Kami ingin melibatkan masyarakat, terutama siswa sekolah, untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

“Sejalan dengan tema perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ‘Solusi untuk Polusi Plastik’, Sharp Indonesia mengajak siswa SMAN 6 Palembang untuk mengikuti workshop mengubah limbah plastik menjadi barang yang bernilai.”

Partisipasi Workshop Daur Ulang Limbah Plastik: Membentuk Kesadaran Lingkungan di Kalangan Generasi Muda

Program Sharp Ecobition Workshop: Mengubah Limbah Plastik Menjadi Barang Bernilai di Palembang

Sukses diselenggarakan di lima kota besar: Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo. Kini kami hadir di Palembang dengan tema “From Love Comes Green”. Bersama Kertabumi Recycling Center, Sharp Indonesia mengajarkan siswa dan tamu undangan untuk mendaur ulang limbah plastik menjadi sampul buku, wadah smartphone, dompet, dan lainnya.

Sebelum sesi daur ulang, peserta diberi penjelasan tentang bahaya sampah dan melanjutkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah dengan mengumpulkan sampah plastik untuk diolah di TPA terdekat. Pada workshop Sharp Ecobition sebelumnya, terkumpul 80 kg sampah. Harapan kami adalah meningkatkan kesadaran dan membentuk kebiasaan gaya hidup ramah lingkungan bagi generasi muda. – Agus.

Suwan, Branch Manager Cabang Palembang, PT Sharp Electronics Indonesia, menyatakan bahwa workshop ini adalah bagian dari pameran Sharp Ecobition di Main Atrium – Palembang Trade Center, 7-10 Juni 2023. Dalam pameran ini, Sharp mengajak masyarakat untuk menukarkan sampah plastik, kertas, kaleng, dan botol kaca dengan tas ecobag dari Sharp.

Program Sharp Ecobition Workshop: Mengubah Limbah Plastik Menjadi Barang Bernilai di Palembang

Untuk mendapatkan tas ecobag tersebut, pengunjung hanya perlu mendaftar melalui tautan https://forms.gle/U2Er1k3fUGquazry8, memasukkan sampah ke dalam drop box yang telah disediakan, memposting momen tersebut di feed Instagram dengan menandai @Sharpindonesia, dan menulis #Sharpdropbox pada keterangan foto. Ini adalah kontribusi Sharp dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan lingkungan yang sehat dan asri.

Satu Keluarga di Tasikmalaya Jadi Penjual Miras, Kena Grebek Petugas Gabungan

Satu-Keluarga-di-Tasikmalaya-Jadi-Penjual-Miras.jpg

harapanrakyat.com,- Satu keluarga di Tasikmalaya Jawa Barat, nekat jadi penjual miras (minuman keras) oplosan jenis tuak. Mereka berjualan di tempat kontrakan di wilayah Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Hal itu diketahui setelah petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP yang dibantu Ormas melakukan penggerebekan pada Sabtu (17/6/2023) malam.

Petugas gabungan menggelar razia dalam rangka penegakkan Perda nomor 7 tahun 2014 tentang tata nilai kehidupan masyarakat yang religius di Kota Tasikmalaya. Dari hasil Razia tersebut petugas berhasil menemukan barang bukti berupa puluhan liter miras oplosan jenis tuak yang sudah dibungkus plastik atau kemasan siap edar.

Baca juga: Rumah Disulap Jadi Gudang Miras di Singaparna Tasikmalaya, Polisi Amankan Ribuan Botol

Dari pantauan harapanrakyat.com di lapangan, tuak yang berhasil diamankan sebagian besar ditumpahkan di halaman kontrakan. Sementara penjual miras oplosan beserta keluarganya yang terlibat sebagai kurir, langsung digelandang ke kantor Satpol PP Kota Tasikmalaya.

Tak Hanya Satu Keluarga Jadi Penjual Miras, Tapi Pacar Anaknya Ikut Terlibat

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari petugas, penjual miras oplosan yang diamankan tersebut diketahui pria berinisial T (45) dan dua anaknya berjenis kelamin laki-laki berinisial MP (23) dan GN (20). Dari identitasnya, satu keluarga ini tercatat sebagai warga Cinehel Kota Tasikmalaya.

Satu keluarga penjual miras ini berbagi peran. Pria berinisial T yaitu ayahnya bertugas sebagai peracik miras oplosan. Sementara dua anaknya yaitu MP dan GN berperan sebagai kurir atau penjual dengan sistem delivery order.

Yang mengejutkan dari hasil penggerebekan tersebut ternyata terdapat seorang wanita berinisial SP (18) yang juga turut diamankan. Perempuan ABG itu diketahui pacar anak penjual miras. Yang bikin miris, ternyata si perempuan tersebut ikut dilibatkan dalam penjualan miras oplosan.

Baca juga: Jadi Tempat Meracik Miras, Sebuah Kontrakan di Tasikmalaya Digerebek Polisi

Saat ditemui di kantor Satpol PP Kota Tasikmalaya, tadi malam, penjual miras pria berinisial T membantah dirinya melakukan peracikan tuak. Dia mengaku dirinya membeli tuak siap jual dari seorang bandar yang berada di Kota Banjar, Jawa Barat.

“Saya hanya mencampur air mineral dengan tuak. Bukan saya yang meracik. Saya juga beli dari orang Banjar,” katanya saat ditanya petugas.

Bantah Peracik Miras Tuak

T mengaku dirinya sudah 3 tahun berjualan miras oplosan jenis tuak. Dia juga mengatakan dari satu liter tuak hanya mendapat keuntungan seribu rupiah. “Saya hanya berjualan tuak saja. Tidak ada miras yang lain. Satu liter tuak dijual seharga Rp. 10 ribu. Kalau dihitung keuntungan dari per liter hanya dapat seribu rupiah,” terangnya.

T menjelaskan dirinya membeli tuak dari bandar dengan sistem hitungan karung. Per satu karung tuak seharga Rp. 400 ribu. Setelah tuak dicampur air mineral dia mendapat keuntungan per karungnya di kisaran Rp. 200 ribu.

“Saya mencampur dengan air mineral biar banyak saja. Bukan meracik. Karena saya dapat barang dari Banjar sudah siap jual,” kata T.

Baca juga: Pemusnahan Ribuan Botol Miras Hasil Razia Pekat di Kota Tasikmalaya

Sementara mengenai peran anaknya, T mengaku tidak melibatkan anaknya dalam bisnisnya. Anaknya, kata dia, hanya diminta membantu saja di saat senggang. “Kalau anak saya kelihatan lagi santai, baru saya suruh mengantarkan ke pembeli. Jadi saya tidak melibatkan anak. Dia hanya disuruh saja. Itupun sekali-sekali saja atau di waktu senggang,” akunya.

Sementara satu keluarga penjual miras di Tasikmalaya tersebut tadi malam dilakukan pemeriksaan dan pendataan di kantor Satpol PP Kota Tasikmalaya. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui peraturan perundang-undangan berikut pasalnya yang akan dikenakan kepada penjual miras tersebut. (Apip/R2/HR-Online)

Bapenda Ciamis dan Notaris Jalin Kerja Sama Tingkatkan Penerimaan Pajak

IMG_20230618_074953_P78YO8vo9V_8R15gvCv9E.jpeg

harapanrakyat.com,- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis silaturahmi dengan Notaris atau pejabat pembuat akta Tanah (PPAT) se Kabupaten Ciamis. Kegiatan dilaksanakan di RM Jembar Cihaurbeuti Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (17/6/2023).

Dalam pertemuan itu, Bapenda Ciamis dan notaris menjalin kerja sama untuk meningkatkan penerimaan pajak. Terutama dalam bidang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Saya ucapkan terimakasih kepada para notaris/PPAT Ciamis. Kita bisa bertemu bersilaturahmi dalam membahas dan juga sharing terkait kerja sama yang dapat dibangun bersama Bapenda dalam bidang BPHTB,” ungkap Kepala Bapenda Ciamis Aef Saefulloh.

Mengukur kemandirian sebuah daerah salah satunya dengan tingkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tinggi, seperti dari pendapatan pajak daerah. Untuk itu, Pemda Ciamis terus berupaya meningkatkan penerimaan pajak yang menjadi sumber pembiayaan program pembangunan.

Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Notaris/PPAT dan juga kantor Pertanahan ATR/BPN Ciamis.

Baca Juga: Toko Optik di Ciamis ini Bagikan Kacamata Gratis untuk Pelajar dan Santri

Potensi pajak untuk meningkatkan PAD adalah dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan atau BPHTB. Artinya, untuk memaksimalkan PAD sektor BPHTB harus ada kerja sama yang baik antara Pemkab Ciamis, Kantor Pertanahan, Notaris/PPAT, serta bank persepsi. Sehingga setiap pihak harus melaksanakan tugas pokok dan fungsi secara baik dan profesional.

“Kantor Pertanahan terkait penerbitan sertifikat, Bank Persepsi kaitan dengan pembayaran, serta Notaris/PPAT kaitan untuk pembuatan akta,” jelasnya.

Dengan momentum hari jadi ini, Aef berharap agar dapat terus menjalin bersinergi guna mewujudkan visi Ciamis yaitu “Mantapnya Kemandirian Ekonomi Sejahtera untuk Semua”. (Es/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Sejarah Situs Dalem Kanduruan di Kota Banjar, Penyebar Islam dari Mataram

IMG_20230617_220816.jpg

harapanrakyat.com,- Situs Dalem Kanduruan yang berlokasi di Dusun Sukahurip, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, rupanya memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Tak heran jika sampai sekarang situs tersebut sering diziarahi oleh masyarakat setempat.

Juru kunci Situs Dalem Kanduruan Surahman mengatakan, keberadaan situs budaya ini bermula dari adanya tokoh penyebar agama Islam yang berasal dari Kerajaan Mataram Islam.

Sejarah Situs Dalem Kanduruan di Kota Banjar Berdasarkan Riwayat Leluhur

Berdasarkan riwayat leluhur dan penelusuran sejarah yang tertulis dalam buku Yuganing Rajakawasa disebutkan, pada tahun 612 Prabu Wretikandayun yang merupakan putra Prabu Kandiawan dari Kerajaan Kendang, mendirikan kerajaan Galuh yang membawahi berbagai daerah. Salah satunya adalah Banjar.

Seiring berjalannya waktu berdirilah Kerajaan Mataram Islam di tanah air, dan sekitar tahun 1579 Kerajaan Sunda Pajajaran mulai terpinggirkan.

Baca Juga: Situs Gedeng Mataram, Tempat Singgah Pasukan Kerajaan Mataram Islam di Banjar

Sehingga, pada tahun 1595 Kerajaan Galuh dikuasai oleh Kerajaan Mataram Islam di bawah kepemimpinan Raja Sutawijaya atau Panembahan Senopati.

Menurut riwayat leluhur sejarah Situs Dalem Kanduruan, saat berkembangnya Kerajaan Mataram dalam menyebarkan agama Islam sekitar tahun 1641, terjadi peralihan kekuasaan dari Panembahan Senopati ke Sultan Agung.

“Untuk menyebarkan pengaruh kekuasaan dan agama Islam, pada masa itulah kemudian proses penyebaran Islam sampai ke wilayah Banjar Patroman,” tutur Surahman kepada harapanrakyat.com, Sabtu (17/06/2023).

Lanjutnya menjelaskan, Kerajaan Mataram pada saat itu memiliki banyak ulama besar untuk menyebarkan agama Islam atau ekspansi.

Dalam upaya memperluas pengaruh kerajaan, kemudian Sultan Agung mengutus sembilan ulama untuk menyebarkan agama Islam di daerah Banjar. Sekarang menjadi Banjar Patroman.

Sembilan ulama yang diutus Sultan Agung itu dipimpin oleh Dalem Adanaya Saka Sari Kusumah dengan gelar Kanduruan. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Situs Dalem Kanduruan.

Baca Juga: Heboh Informasi 3 Anak Tenggelam di Sungai Ciseel Kota Banjar, Ternyata…

Penyebaran Islam di Sukamukti

Lebih lanjut Surahman mengatakan, dalam proses perjalanannya mengajarkan agama Islam, Dalem Adanaya Sari Kusumah tinggal di daerah Sukahurip, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman.

Ketika menyebarkan agama Islam, Dalem Adanaya sering mengaji dan bermusyawarah bersama para pengikutnya dengan duduk di sebuah batu berbentuk kursi. Batu tersebut sekarang disebut Batu Kasur Padasuka.

Selain itu, ketika tugas mengajarnya telah selesai, menurut sejarah Situs Dalem Kanduruan bahwa Dalem Adanaya Saka Sari Kusumah suka beristirahat di sebuah batu yang lain.

Kemudian tempat peristirahatan tersebut sekarang dinamakan dengan Batu Kasur Padasuka.

“Untuk batu tempat duduk itu sekarang disebut Batu Kasur Padasuka. Kalau tempat istirahatnya namanya sekarang Batu Kasur Padasuka,” terang Surahman.

Berjuang Melawan Belanda

Baca Juga: Asal Usul Nama Gunung Sangkur Kota Banjar hingga Legenda Sangkuriang

Lanjutnya mengatakan, pada saat menjalankan tugasnya menyebarkan agama Islam, Dalem Adanaya Saka Sari Kusumah tidak selalu berjalan mulus.

Perjuangannya bukan hanya mendapat tantangan dari pribumi Banjar sendiri yang notabenenya pada saat itu beragama Hindu. Tetapi yang sangat besar tantangannya yaitu melawan kolonial Belanda.

Sehingga, pada sekitar tahun 1677 Dalem Adananya mendapat tugas membantu penyerangan terhadap Belanda bernama pasukan Mataram lainnya.

“Dalam penyerangan tersebut Dalem Adanaya terdesak oleh Belanda sampai ke tempat dimana beliau tinggal,” katanya.

Karena posisinya terdesak, maka dengan kekuatan ilmunya Dalem Adanaya dan rombongannya menghilang dari dunia nyata, sehingga tidak terlihat oleh pasukan Belanda yang mengejarnya.

Sampai sekarang ini, tempat menghilangnya Dalem Adanaya dan rombongannya kemudian dinamakan dengan Situs Dalem Kanduruan. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Festival Durian Lokal Khas Bangunkarya Pangandaran Diharapkan Mampu Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Festival-Durian-Lokal-Khas-Bangunkarya-Pangandaran-Diharapkan-Mampu-Dongkrak-Ekonomi-Masyarakat.jpg

harapanrakyat.com,- Kepala Desa Bangunkarya, Yaya Suryana, berharap festival durian lokal khas wilayahnya tersebut mampu mendongkrak ekonomi masyarakat.

Festival durian tersebut sendiri berlangsung di rest area Langkob, Kecamatan Langkaplancar, Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (17/6/2023).

Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, serta para kepala SKPD dan ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, ikut hadir memeriahkan festival tersebut.

Yaya mengatakan, gelaran festival durian lokal khas Bangunkarya tersebut, biasa pihaknya adakan setiap tahun saat panen raya.

Baca Juga: Ribuan Warga Serbu Festival Durian Lokal Unggulan Desa Bangunkarya Pangandaran

Ia pun berharap, dengan digelarnya festival durian tersebut, mampu mendorong pengembangan usaha masyarakat.

“Selain itu juga memperkenalkan berbagai jenis dan rasa durian khas Desa Bangunkarya ke khalayak banyak,” katanya Sabtu (17/6/2023).

“Alhamdulilah festival durian lokal khas Bangunkarya, Pangandaran kali ini, mampu mendatangkan para pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga: Penyuka Durian Siap-Siap, Ada Festival Durian di Langkaplancar Pangandaran

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Bandung, Yuyun mengatakan, festival durian lokal  yang Pemerintah Desa Bangunkarya gelar sangat bagus.

Menurutnya, selain untuk meningkatkan dan mendorong perekonomian masyarakat, juga mendukung daya tarik wisata.

“Alhamdulilah dengan adanya festival seperti ini saya bisa mencicipi berbagai jenis durian dengan harga yang ekonomis,” singkatnya. (Enceng/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Orang Tua Korban Sodomi Oknum Guru Ngaji Tagih Janji Pemkab Garut

Orang-Tua-Korban-Sodomi-Oknum-Guru-Ngaji-Tagih-Janji-Pemkab-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Belasan orang tua korban sodomi oleh oknum guru ngaji di Garut, Jawa Barat, menagih janji kepada pemerintah daerah untuk membantu rehabilitasi 17 korban predator anak.

Sebab sampai saat ini, janji dari Pemkab Garut untuk membantu rehabilitasi tersebut, belum dirasakan oleh para orang tua yang anaknya menjadi korban predator anak.

Mereka juga mengklaim, bahwa hingga sekarang ini, pengobatan dan pendampingan korban yang Bupati Garut, Rudy Gunawan janjikan belum terpenuhi.

Meski para orang tua korban sodomi mengaku sudah mendapat bantuan permodalan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Baca Juga: Korban Sodomi Tokoh Agama di Garut Bertambah, Kuasa Hukum Tersangka: 22 Anak

Saat ini, seluruh orang tua korban meminta penanganan medis anak-anaknya bisa tuntas. Hal tersebut supaya dikemudian hari, korban tak jadi pelaku predator anak.

Seperti diketahui, bahwa 17 korban predator anak oleh oknum guru ngaji berinisial A tersebut, merupakan warga Desa Sirnasari dan Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Garut. Belasan korban predator itu, merupakan anak usia 7-12 tahun.

Orang tua mengaku, saat ujian sekolah beberapa hari lalu, korban mendapat dispensasi dari sekolah untuk menjalani ujian di rumah.

“Ujian diberi dispensasi mengerjakan di rumah, karena sakit. Sejak kemarin, anak saya dirawat 4 hari di puskesmas,” kata orang tua korban yang identitasnya minta tidak tercantum, Sabtu (17/6/2023).

Ia mengaku bahwa penanganan medis yang Bupati Garut janjikan, sampai saat ini belum ada.

Baca Juga: Duh, 17 Anak TK dan SD di Garut Disodomi Tokoh Agama, Ortu Ngadu ke Desa

Namun orang tua anak korban sodomi ini mengaku baru mendapat bantuan modal dari Kemensos saja.

“Penanganan medis rehabilitasi belum dilakukan pihak terkait. Hanya dari Kemensos memberikan permodalan orang tua saja. Seperti orang tua yang kesehariannya menjahit, mereka kasih mesin jahit. Baru seperti itu,” ujarnya.

Orang Tua Korban Sodomi di Garut Akui Anaknya Sering Sakit dan Minder

Lanjutnya menambahkan, bahwa perlu ada penanganan berkelanjutan kepada anak-anak yang jadi korban predator sesama jenis.

Sebab, menurutnya, anak-anak yang menjadi korban sodomi memerlukan rehabilitasi mental, agar tak mengingat kembali perlakuan bejat pelaku.

“Kalau harus sembuh obatnya apa? terus untuk penanganan medis mental apa? Kami kan gak tahu, maklum kami orang biasa. Inginnya kan anak sembuh total,” tukasnya.

Orang tua anaknya yang jadi korban sodomi lainnya mengakui, bahwa dampak kasus predator oknum guru ngaji yang pelaku A lakukan terhadap 17 anak mulai terasa.

Baca Juga: Aliansi Umat Islam Sebut Garut Darurat Sodomi, Janji Bupati Soal Perbup LGBT Tak Ditepati

Bahkan, saat ini korban yang masih duduk di bangku SD hingga SMP, minder berangkat ke sekolah.

“Dampaknya kan malas sekolah, karena malu. Ada perubahan mental. Terus, kalau saudara datang, kaya mau ngamuk, terus ada tamu ke saya juga sering tertutup,” terangnya.

Menurutnya, Mabes Polri memang telah ikut membantu dalam penanganan para korban. Namun rehabilitasi dan pengobatan perlu terus menerus sampai para korban benar-benar sembuh total.

“Saat pendampingan dari dokter Mabes, anak saya masih dirawat di puskesmas. Keluhan orang tua lain juga sama. Anak-anak kami mau sembuh total, tidak mau penyakit itu kambuh di kemudian hari,”  pungkasnya. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Ribuan Warga Serbu Festival Durian Lokal Unggulan Desa Bangunkarya Pangandaran

Ribuan-Warga-Serbu-Festival-Durian-Lokal-Unggulan-Desa-Bangunkarya-Pangandaran.jpg

harapanrakyat.com,- Ribuan warga dari berbagai daerah menyerbu Festival Durian Lokal unggulan Desa Bangunkarya. Festival tersebut berlangsung di rest area Langkob, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (17/6/2023).

Pantauan harapanrakyat.com.akibat membludaknya pengunjung, sehingga akses menuju lokasi macet cukup panjang.

Acara festival durian dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pangandaran, Ujang Endin Indrawan, dan disaksikan oleh forum komunikasi pimpinan daerah Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Penyuka Durian Siap-Siap, Ada Festival Durian di Langkaplancar Pangandaran

Setelah membuka, Wakil Bupati Pangandaran bersama Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat, serta tim juri langsung mencicipi semua jenis durian yang ikut dalam Festival Durian Lokal.

Ujang Ending mengatakan, dengan festival ini, maka durian lokal khas Desa Bangunkarya akan dikenal lebih luas.

“Dengan mempromosikan durian lokal khas Desa Bangunkarya. maka otomatis mempromosikan wisata Pangandaran,” katanya.

Baca Juga: Jarak Sekolah Jauh dan Terjal, Usia Anak Masuk SD di Pangandaran Ini Minimal 8 Tahun

Ia pun sangat mengapresiasi festival tersebut. Pasalnya, selain bisa mendorong perekonomian, masyarakat juga dengan semakin banyaknya masyarakat yang menanam pohon durian. Sehingga menurutnya, tentunya ikut menjaga kelestarian alam.

“Dengan banyaknya masyarakat yang berkunjung ke Festival Durian Lokal ini, maka tentunya omset penjualannya juga akan banyak. Dan penghasilan pedagang dan petani durian lokal juga akan meningkat,” pungkasnya. (Enceng/R5/HR/Online/Editor: Adi Karyanto)

ACMIC Meluncurkan Uniline Cable: Kabel Gadget Terkuat di Pasaran

acmic.jpeg

review1st.com ACMIC, merek aksesori terkemuka di Indonesia, meluncurkan Uniline Cable, kabel gadget tahan luar biasa.
Kabel ini 35 kali lebih kuat dan awet dibandingkan produk serupa.
Uniline Cable menjadi produk andalan Merek aksesori terkemuka ini dalam Jakarta Fair 2023, di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Uniline Cable hadir sebagai respons permintaan kabel data fast charging yang tinggi. Tersedia dalam enam warna, kabel ini menawarkan tiga tipe: Uniline C to C dengan kemampuan ultra fast charging 100W, Uniline C to L yang MFI certified (Made for iPhone), dan Uniline Trio dengan kabel type C, Micro, dan Lightning untuk konektivitas gadget.

Heri Hertanto, CEO & Founder ACMIC, menyebutkan, “Pertumbuhan minat belanja offline mendorong ACMIC ikut serta dalam Jakarta Fair 2023. Kami menawarkan promo spesial, potongan harga, dan hadiah ekstra. Kami ingin dekat dengan konsumen dan memperkenalkan aksesori gadget buatan anak bangsa yang berkualitas global.

Melanjutkan kesuksesannya tahun lalu, Merek aksesori ini hadir dengan promo dan diskon lebih besar di Jakarta Fair 2023.

Promo termasuk buy 1 get 1 free untuk Uniline Cable dan jenis kabel lainnya.
Powerbank dan charger juga mendapatkan promo ini, dengan gratis Uniline Cable untuk transaksi tertentu.

Beli true wireless stereo (TWS) lansiran ACMIC dan dapatkan gratis 1 unit headset. Diskon 90% tersedia untuk produk pilihan, dan hadiah serta voucher belanja melimpah.

Sementara itu, sejak 2022, Tjufoo menjadi mitra strategis ACMIC dan membantu bisnisnya berkembang pesat. Tjufoo mengakui ketajaman Merek aksesori ini dalam melihat peluang dan mengubah pasar. Hasilnya, dalam waktu kurang dari setahun, ACMIC berhasil merambah 1.000 lokasi offline di seluruh Indonesia, menjadi merek yang terkenal di benak konsumen.

Partisipasi ACMIC di Jakarta Fair 2023: Memperluas Pasar Aksesori Gadget Berkualitas Tinggi

Co-Founder & CEO Tjufoo, TJ Tham menyatakan, “Aksesori gadget selalu menarik bagi konsumen untuk dikulik secara langsung dalam mendukung produktivitas sehari-hari. Karenanya, Tjufoo sangat antusias mendukung partisipasi ACMIC di Jakarta Fair 2023, yang dapat menjadi momen tepat untuk memperluas pemasaran produk-produk aksesori gadget berkualitas tinggi ke masyarakat, termasuk Uniline Cable sebagai kabel fast charging terbaru dan terkuat di pasaran saat ini.”

ACMIC, yang sering dicari di e-commerce terkemuka, mengalami pertumbuhan transaksi 1.4x di 2022. Powerbank-nya memenangkan Brand Choice Awards 2022 berkat fast charging dan desain ringan. Produk lainnya, seperti kabel gadget, charger, dan TWS, juga laris dan disukai oleh konsumen.

Recent Posts