Beranda blog Halaman 552

Konflik Internal PKB Kian Panas, Cak Imin vs Keluarga Gus Dur?

Konflik-Internal-PKB-Kian-Panas-Cak-Imin-vs-Keluarga-Gus-Dur.jpg

harapanrakyat.com,- Konflik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali mencuat ke permukaan, menambah panasnya persaingan jelang Pilpres 2024.

Klaim kontroversial yang dilontarkan oleh Cak Imin, Ketua Umum PKB saat ini, telah memicu kemarahan dari keluarga Wahid, khususnya Alissa Wahid dan Yenny Wahid.

Dimana Cak Imin mengaku dirinya menjadi korban kudeta oleh mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur.

Dalam konteks ini, konflik internal PKB yang mencengangkan terjadi pada tahun 2008. Saat itu, PKB terbelah menjadi dua kelompok yang saling bersaing.

Satu kelompok, yang didukung oleh Cak Imin, berhasil memenangkan perselisihan ini melalui proses hukum, dan Muktamar Ancol akhirnya mengesahkan kepengurusan PKB versi Cak Imin. Sejak saat itu, Cak Imin telah menjadi Ketua Umum PKB.

Seiring dengan itu, tuduhan kontroversial muncul dari pihak keluarga Gus Dur, yang mengklaim bahwa Cak Imin lah yang melakukan kudeta terhadap pamannya sendiri.

Baca juga: Cak Imin Bantah Dompleng NU untuk Politik PKB

Mereka menegaskan bahwa Gus Dur telah memberhentikan Cak Imin dari jabatannya. Cak Imin, yang saat ini menjadi calon Wakil Presiden dari pasangan Anies Baswedan, dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Soal Konflik PKB, Cak Imin Sebut Dikudeta oleh Gusdur

Menurut Cak Imin, yang sebenarnya terjadi adalah ia yang dikudeta oleh Gus Dur. Ia menjelaskan bahwa saat harus mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), tanda tangan Cak Imin sebagai Ketua Umum dan Yenny sebagai Sekjen PKB menjadi syarat sah bagi partai tersebut. Ini menimbulkan ketegangan dalam proses pendaftaran PKB, mengancam sahnya partai tersebut.

Alissa Wahid, putri Gus Dur, merespons klaim Cak Imin dengan keras. Ia mengingatkan bahwa Gus Dur secara langsung pernah mengatakan kepada dirinya bahwa Cak Imin merebut PKB dan tidak bisa dibiarkan. Alissa Wahid juga meminta Cak Imin dan elite PKB untuk menghentikan narasi tidak jujur seperti ini.

Yenny Wahid, adik Alissa Wahid, juga mengecam pernyataan Cak Imin. Menurutnya, Muktamar Ancol adalah bukti yang jelas bahwa Gus Dur diganti dan dikudeta dari kepengurusan PKB. Gus Dur bahkan memberikan wasiat kepada pengikutnya agar Cak Imin digantikan dari kursi Ketua Umum PKB.

Konflik internal PKB ini masih menjadi perdebatan sengit dan kompleks, mengingat peran penting PKB dalam peta politik Indonesia. Dengan Pilpres 2024 semakin dekat, perdebatan ini mungkin akan menjadi sorotan yang lebih besar dalam dunia politik Indonesia. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Upaya Pencegahan Stunting, Ini yang Dilakukan Mahasiswa UPI Tasikmalaya

KKN-mahasiswa-UPI-Tasikmalaya.jpg

harapanrakyat.com,- Upaya pencegahan stunting dilakukan mahasiswa UPI Tasikmalaya saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Kampung Citatah I, Desa Sukasenang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Para mahasiswa tersebut membagikan pamflet mengenai pencegahan stunting dalam kegiatan Posyandu.

“Kegiatan Posyandu di Kampung Citatah 1 diselenggarakan sebagai salah satu bentuk rutinitas bulanan. Kegiatan ini juga bersama-sama dengan adanya program KKN mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia,” kata Reni, salah seorang Kader Posyandu Citatah I, Rabu (6/9/2023).

Sementara itu, Anne Historia, mahasiswi UPI Tasikmalaya yang ikut terjun dalam kegiatan Posyandu tersebut, mengatakan, apa yang mahasiswa lakukan ini sebagai salah satu bentuk pelaksanaan program KKN dengan tema “Si Penting”, yakni Mahasiswa Peduli Stunting.

Para mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut ikut menjalani rangkaian kegiatan Posyandu di Kampung Citatah I.

“Meskipun kita bukan berasal dari jurusan kesehatan, tetapi tidak apa-apa, namanya juga belajar, mendapatkan pengalaman dengan berbaur di Masyarakat,” ujar Anne.

Baca Juga: Mahasiswa IPB University Paparkan Hasil Selama KKN-T Inovasi di Pangandaran

Cara Mahasiswa UPI Tasikmalaya dalam Upaya Pencegahan Stunting

Lanjutnya mengatakan, pamflet dengan judul “Langkah Pencegahan Stunting” dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan Posyandu.

Hal ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam menyebarkan pemahaman mengenai stunting.

Pamflet tersebut berisikan informasi mengenai langkah-langkah dalam upaya pencegahan stunting. Mulai dari masa calon pengantin, masa kehamilan yang memerlukan pemenuhan gizi.

Kemudian, siklusnya berlanjut ke masa pemberian asi eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan dengan dampingan MPASI sehat.

Selain itu, juga mengenai tumbuh kembang anak yang harus terus dipantau dengan memperhatikan tinggi badan dan berat badan anak. Serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Maka dari itu, mengikuti kegiatan Posyandu sangat penting. Karena dalam kegiatan Posyandu, seorang ibu bisa mendapatkan informasi yang jelas mengenai perkembangan dan pertumbuhan anaknya melalui buku KMS. Buku ini mencatat pertumbuhan berat dan tinggi badan anak,” tutur Anne.

Begitu pula dengan mahasiswa yang ikut terjun ke dalam kegiatan Posyandu di Kampung Citatah 1.

Menurut Anne, mahasiswa KKN dapat mempelajari dan mendapatkan pengalaman mengenai pengukuran tinggi badan dan berat badan anak dengan usia yang rentan terkena stunting. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Menag Yaqut Sebut, Pilpres 2024 Harus Bebas dari Politisasi Agama, Sindir Anies?

Menag-Yaqut-Sebut-Pilpres-2024-Harus-Bebas-dari-Politisasi-Agama-Sindir-Anies.jpg

harapanrakyat.com,- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan pernyataan tegas. Ia mendorong masyarakat agar tidak memilih calon pemimpin yang menggunakan agama sebagai alat untuk kepentingan politik di Pilpres 2024.

Selanjutnya, Yaqut juga meminta masyarakat untuk lebih cermat dalam memeriksa rekam jejak calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan bertarung di Pilpres 2024.

“Jika calon Presiden memiliki rekam jejak yang memecah belah umat. Maka mereka tidak seharusnya dipilih,” tegas Menag Yaqut saat menghadiri Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Az-Zawiyah Garut, Jawa Barat.

Meskipun pernyataan ini bersifat normatif, banyak yang menganggap bahwa Menag Yaqut secara tidak langsung menyoroti Anies Baswedan. Di mana Anies, baru-baru ini dideklarasikan sebagai bakal calon presiden oleh NasDem dan PKB.

Baca juga: Menteri Agama Ingatkan Jangan Pilih Capres Cawapres yang Pernah Pecah Belah Umat

Statement Menag Yaqut Bentuk Kritik Terhadap Anies Baswedan?

Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan bahwa pernyataan Menag Yaqut dapat diartikan sebagai kritik terhadap Anies Baswedan.

Menurut Burhanuddin, hal ini terkait dengan peran Anies dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, di mana ia dinilai telah memainkan politik identitas. Selain itu, Anies juga tidak berasal dari lingkaran kekuasaan, sehingga pernyataan Menag Yaqut diarahkan kepadanya.

Di sisi lain, Juru Bicara Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menegaskan bahwa Anies adalah pemimpin pemersatu umat. Selama masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies telah berhasil menjaga kondusifitas di tengah masyarakat dengan tidak adanya konflik antar umat beragama.

“Ia juga dikenal karena kebijakan pro-pluralisme, kesamaan hak, dan kebebasan beragama. Termasuk, memberikan izin pembangunan gereja di tengah komunitas muslim dan izin pembangunan masjid di tengah komunitas beragama lainnya,” ungkap Angga.

Menyikapi seruan Menag Yaqut, Angga Putra Fidrian menekankan bahwa Anies Baswedan adalah sosok yang akan terus berjuang untuk mempersatukan masyarakat Indonesia.

Dengan rekam jejaknya yang mencerminkan pemersatu, Anies berharap bisa memimpin bangsa ini dengan baik. Serta memberikan rahmat bagi seluruh umat, sesuai dengan ajaran agama yang mengajarkan kasih sayang dan persatuan.

Pemilihan Presiden 2024 menjadi perhatian besar bagi masyarakat Indonesia. Mereka diharapkan untuk melakukan penelitian yang teliti tentang calon-calon yang akan mereka pilih. Kesadaran ini ditekankan oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas untuk memastikan bahwa pemimpin yang dipilih benar-benar mewakili nilai-nilai persatuan dan kemaslahatan seluruh masyarakat. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Bupati Subang Hadir Dalam Pisah Sambut: Malam Refleksi Kepemimpinan Jabar Juara

Bupati Subang Hadir Dalam Pisah Sambut: Malam Refleksi Kepemimpinan Jabar Juara

Bupati Subang H. Ruhimat, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Subang Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat, menghadiri Pisah Sambut Malam Refleksi Kepemimpinan Jabar Juara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, bertempat di Ballroom Pulman Hotel, Kota Bandung. Selasa, (5/9),

Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi bersamanya demi membangun Jawa Barat.

"Saya ucapkan terima kasih, kepada yang telah menolong dengan keluar biasaan, dan terima kasih yang telah membersamai 5 tahun perjalanan kami." Sambut Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa salah satu alasan dirinya masuk kedalam dunia politik adalah karena dirinya merupakan masyarakat yang marah akan 'kegelapan' yang terjadi, oleh karena itu, dirinya masuk ke dunia politik untuk menjadi lilin yang menjadi 'penerang'.

"Dari pada kita mengutuki kegelapan, lebih baik kita berani menyalakan lilin lilin kecil." Tegasnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa Jabar Juara Lahir Batin adalah suatu kata yang dituliskan untuk membangun Jawa Barat melalui inovasi dan kolaborasi, karena dalam membangun Jawa Barat, tidak hanya bisa dibangun oleh satu orang saja.

"Karena saya tahu diri saya banyak kelemahan. Maka kita mengundang semua yang mencintai Jawa Barat, untuk bersama-sama membangun dengan sumbangan apapun." Ujar Ridwan Kamil.

Pada kesempatan tersebut, Kang Emil memperkenalkan dan secara simbolis mengalungkan Mangle kepada Pj. Gubernur Jawa Barat yang akan memimpin kekosongan Jawa Barat yaitu Bey Triadi Machmudin.

Temui Aliansi Buruh Subang Secara Langsung, Bupati Tegaskan Dukung Kenaikan UMK Subang

Temui Aliansi Buruh Subang Secara Langsung, Bupati Tegaskan Dukung Kenaikan UMK Subang

Bupati Subang H. Ruhimat menerima aspirasi dari Aliansi Buruh Kabupaten Subang bertempat di Ruang Rapat Bupati II Pemda Subang, Selasa (5/9).

Membuka audiensi, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Hidayat, S.Ag., M.Si. menuturkan pertemuan tersebut adalah tindak lanjut dari serikat buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Subang.

Perwakilan Aliansi Buruh Subang menyampaikan tuntutan diantaranya agar Bupati Subang merekomendasikan kenaikan UMK Subang tahun 2024 sebesar 20%, pembuatan SK Bupati yang mengatur tentang perundingan bagi perusahaan-perusahaan yang upahnya sudah di atas UMK Subang, Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Subang memaksimalkan di LKS TRIPARTITE & DEPEKAB serta permohonan adanya PERDA Tenaga Kerja yang berpihak kepada buruh di Subang.

Perwakilan Aliansi Buruh Subang juga menyatakan tidak bermaksud mendiskriminasi tenaga kerja yang merupakan pendatang/orang luar Subang, namun pihaknya meminta dalam menghadapi industrialisasi di Kabupaten Subang, Pemda Subang hendaknya membuat kebijakan agar SDM Subang dapat terserap menjadi tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Subang.

Mereka juga meminta Bupati Subang dan Disnakertrans ESDM Subang untuk selalu mengontrol dan memonitor investasi yang ada di Subang, karena ada beberapa pengusaha yang tidak mentaati peraturan yang ada, bahkan masih ada pungli dalam rekrutmen tenaga kerja di Subang.

Menanggapai aspirasi dari Aliansi Buruh Subang, Bupati Subang menegaskan dirinya dan jajaran akan secepatnya membuat tim khusus untuk 'gerak cepat' terkait  permasalahan ketenagakerjaan di Subang. Mengenai kenaikan upah dari para pekerja. Ia menegaskan dirinya mendukung penuh kesejahteraan pekerja di Subang.

"Intinya saya sangat mendukung kenaikan upah, saya akan siap merekomendasikan kepada pihak yang berwenang. Saya akan hadir langsung pada rapat tripartid." Tegas Bupati Subang.

Seusai audiensi, Bupati Subang dan jajaran pun menemui secara langsung para perwakilan buruh yang sedang berdemo di Halaman Kantor Bupati Subang dan menerima dokumen tuntutan aksi dari Aliansi Buruh Subang.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kadisnaker, Kadishub, Kepala Satpoldamkar, serta Kepala Bakesbangpol Subang.

Wakil Bupati Subang Ikuti Rakor Stranas PK Bantuan Sosial Dengan Kemensos RI

Wakil Bupati Subang Ikuti Rakor Stranas PK Bantuan Sosial Dengan Kemensos RI

Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi mengikuti rapat koordinasi pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) sektor bantuan sosial (Bansos) secara virtusl di ruang kerja Wakil Bupati Subang. Selasa (5/9).

Rapat Koordinasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi tersebut difasilitasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melibatkan sejumlah unsur Kementerian terkait, Kepala Daerah dan Kadis Sosial se-Indonesia tersebut dalam rangka meningkatkan akurasi data penerima bantuan. Fokus pembahasan pada rapat Stranas PK tersebut membahas  terkait aksi utilisasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan optimalisasi interoperabilitas data untuk ketepatan pemberian bantuan sosial (bansos).

Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evalusasi tahun 2022 di sejumlah daerah masih terdapat keluarga penerima manfaat yang telah meninggal dunia, terindikasi ASN dan TNI/Polri, terdaftar di AHU dan memiliki upah diatas UMK.

Menanggapi masalah tersebut, dalam jangka waktu satu bulan, setiap daerah diminta untuk melaksanakan pemadanan data daerah dengan dengan Dukcapil, BPJS, PLN, BKN, PKH, dan Kemenristekdikti.

Alexander Marwata, Pimpinan KPK RI berharap daerah dapat segera menindaklanjuti sehingga persoalan ini dapat segera terselesaikan.
Mendata penduduk yang tidak layak menerima bantuan jangan sampai dimasukan karena itu itikad yang tidak baik dan merupakan perilaku tindakan pidana korupsi.

”Orang yang tidak layak menerima tapi dimasukan usulan penerima bantuan perlu diperbaiki dan tepat pada sasarannya karena uang bantuan berasal dari keuangan negara yang dapat menimbulkan kerugian negara bila tidak tepat sasaran”, imbuhnya.

Hadir sekaligus mendampingi Wakil Bupati Subang pada Rakor Stranas PK secara virtual tersebut diantaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Rahmat Effendi, Kadisdukcapil Subang H. Sumarna, perwakilan Dinas Sosial dan Perwakilan Irda Subang.

Launching dan Deklarasi Desa Ciater Sebagai Kampung Bebas Narkoba

Launching dan Deklarasi Desa Ciater Sebagai Kampung Bebas Narkoba

Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi mengahdiri launching dan deklarasi Desa Ciater sebagai Kampung Bebas Narkoba. Selasa (5/9).

Sebagai pembuka, Kepala Desa Ciater sekaligus Ketua Kampung Bebas Narkoba (KBN) Iwan Setiawan menyampaikan bahwa KBN tersebut dibentuk berdasarkan keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan tujuan untuk membangun kemandirian dan sinergitas dengan instansi terkait dalam melaksanakan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Wakapolres Subang Kompol Satrio Prayogo, S.I.K., M.I.K., kegiatan launching kampung bebas narkoba yang dipusatkan di Desa Ciater untuk tingkat kabupaten Subang ini merupakan implementasi dari program Kapolri yaitu program Quick Win Presisi 2023 yaitu mengoptimalkan penegakan hukum, mengoptimalkan rehabilitasi dan penegakan hukum  terhadap penyalahgunaan narkoba, pembentukan dan pembinaan Kampung bebas dari narkoba.

Penyalahgunaan dan peredaran obatan terlarang termasuk jenis narkoba saat ini miris karena pelaku sudah melibatkan jaringan internasional antar negara  bahkan yang lebih menghawatirkan di Indonesia penyalahgunaan narkoba tidak hanya di kota-kota besar akan tetapi sudah masuk ke Polsek daerah bahkan pengedar dan korban masih usia muda dan produktif.

hal ini menjadi tugas kita semua untuk melakukan pencegahan sejak dini dari keluarga, masyarakat dan aparat. Apabila hal ini dibiarkan dan tidak ada kepedulian kita maka dikhawatirkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba akan menjadi gunung es yang akan mengancam masa depan penerus bangsa dan pada akhirnya akan menimbulkan gangguan Kamtibmas dan melemahnya ketahanan nasional.

Pembentukan kampung bebas narkoba ini merupakan wujud kepedulian institusi Polri kepada masyarakat agar masyarakat di suatu kampung sejak dini sudah mempunyai daya tangkal dan daya cegah dalam terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang bekerja sama dengan aparat.  hal ini diharapkan Kampung bebas dari narkoba ini dapat menular ke kampung-kampung lainnya yang dipelopori oleh tokoh agama tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur mengapresiasi kepada jajaran Polres Subang yang menunjuk Desa Ciater sebagai kampung bebas narkoba atas dukungan pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan masyarakat Ciater dan umumnya Kabupaten Subang.

"Narkoba sudah menjadi musuh kita bersama, selain merusak diri kita sendiri juga merusak lingkungan dan tentu saja merusak tatanan dan kemajuan bangsa. Kita bisa bayangkan ketika anak-anak kita terkena narkoba, dampaknya fisik yang akan rusak dan masa depan akan suram", imbuh Kang Akur.

Peredaran narkoba saat Ini tidak hanya melibatkan jaringan lokal tetapi juga jaringan internasional.  Masyarakat Subang harus waspada, karena dalam konteks segitiga emas (Rebana) yang dilintasi oleh berbagai lintasan dan hadirnya Patimban mungkin akan ada dampak sosial yang perlu persiapkan dalam mewaspadai jaringan peredaran narkoba, karena dukungan  transportasi peredaran narkoba sangat mudah masuk ke Subang.

Dengan launching dan deklarasi kampung bebas narkoba merupakan hal yang sangat penting bagi kita semua dalam upaya bagaimana menjaga masa depan keluarga dan anak-anak penerus kita agar tidak  hancur  masa depannya gara-gara narkoba.

"Kerjasama masyarakat dan stakeholder yang terlibat dibutuhkan untuk mencegah pengedar dan pengguna narkoba supaya tidak nyaman berada dilingkungan masyarakat", imbuhnya.

Terakhir ia berharap dengan kegiatan kampung bebas narkoba yang luar biasa ini akan terus menjadi energi positif juga dilakukan oleh kampung-kampung lain di desa-desa lain di Kabupaten Subang. Gerakan serentak di Indonesia ini yang pada akhirnya dipastikan narkoba bisa diminimalisir penyebarannya dan bahkan bisa memusnakahkannya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut perwakilan unsur Forkopimda, Kepala Kesbangpol, Kapuskesmas Palasari, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda ketua karang taruna, ketua TP PKK kecamatan, kepala sekolah SD, perwakilan KKNM Unpas, pimpinan dan perwakilan para pengusaha Subang Selatan.

Penemuan Bayi dalam Kardus Mie Instan Gegerkan Warga Banjaranyar Ciamis

Penemuan-Bayi.jpg

harapanrakyat.com,- Penemuan bayi dalam kardus gegerkan warga Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Bayi berjenis kelamin laki laki ditemukan dalam kardus pada Selasa (5/9/2023) malam, sekitar pukul 22.30 WIB.

Warga pun lantas memberitahu bidan desa setempat untuk melakukan pertolongan terhadap bayi malang tersebut.

Kapolsek Banjarsari AKP. Dian Rosdiana mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait adanya temuan bayi di dalam kardus.

“Dari laporan yang kami terima dari warga, bayi ini ditemukan tadi malam sekitar pukul 22:30 WIB di Desa Kalijaya. Yang mana saat ditemukan bayi ini tersimpan dalam kardus mie instan di pinggir jalan,” katanya, Rabu (6/9/2023).

Polisi Lakukan Pengembangan Penemuan Bayi dalam Kardus di Banjaranyar Ciamis

Lanjutnya menjelaskan, bayi tersebut diperkirakan usianya baru tiga hari, kondisinya sehat dengan tali ari-ari masih menempel.

Baca Juga: Kecewa Belasan Tahun Jalan Perbatasan Antar Kecamatan di Ciamis Rusak Parah, Warga Perbaiki Secara Swadaya

Sehingga saat itu warga langsung minta bantuan bidan, dan selanjutnya bayi malang ini dibawa ke Puskesmas Cigayam untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Banjarsari mengatakan, pihaknya akan melakukan pengembangan serta menggali data untuk mencari siapa pembuang bayi malang tersebut.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cigayam Ari Angga Rianto menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan perawatan bayi malang tersebut.

“Sejak pukul 23:57 WIB bayi yang ditemukan oleh warga ini sudah kami tangani. Saat ini kondisi bayi alhamdulillah dalam kondisi sehat,” terang Ari.

Menurut Ari, saat tiba di Puskesmas Cigayam, keadaan umum bayi dalam kondisi baik, menangis kuat, gerak aktif, dan kulit kemerahan.

“Pada bagian bokong bayi juga terdapat bekas kotoran yang mengering. Penemuan bayi dalam kardus dengan jenis kelamin laki-laki ini memiliki berat badan 2700 gram, panjang badan 48 cm, serta lingkar kepala 32 cm,” terangnya.

Ari menambahkan, saat tiba di PKM Cigayam, kondisi bayi juga terdapat pernafasan cuping hidung. Tali pusar sudah terpotong namun belum diikat. Perkiraan panjang tali pusar kurang lebih sekitar 15 cm. (Suherman/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Tinjau Pekerjaan Revitalisasi Alun-alun, DPRD Ciamis: Belum Terlihat Istimewa

DPRD-revitalisasi-alun-alun.jpeg

harapanrakyat.com,- Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Ciamis meninjau langsung pekerjaan revitalisasi Alun-alun Ciamis yang saat ini belum kunjung selesai, Selasa (5/9/2023). Wajah baru Alun-alun Ciamis digadang-gadang bakal sesuai dengan keinginan masyarakat Tatar Galuh.

Kedatangan anggota DPRD Ciamis itu untuk mengetahui progres pembangunan Alun-alun Ciamis yang menelang anggaran Pemprov Jabar sebesar Rp 11.579.344.800.

“Penasaran seperti apa sekarang taman alun-alun ciamis yang sedang di renovasi. Ternyata masih dalam tahap pekerjaan hingga tanggal 18 september 2023, menurut pelaksana pekerjaan,” ujar Jaenal Arifin, anggota DPRD fraksi PDI Perjuangan.

Menurut anggota DPRD, revitalisasi Alun-alun Ciamis masih menyisakan pekerjaan. Sehingga belum tampak terlihat suasan baru yang tersaji.

Jenal menilai kondisi Alun-alun Ciamis belum begitu istimewa karena pekerjaan belum selesai. walau pun saat ini ada beberapa bagian yang sudah terlihat selesai, seperti taman depan mesjid agung dan juga tangga depan bilboard.

Baca Juga: Pekerjaan Revitalisasi Alun-alun Ciamis Diperpanjang, Ini Alasannya

“Mudah-mudahan setelah selesai pekerjaan, taman yang menjadi kebanggan warga Ciamis. Menjadi tempat favorit ketika mengunjunginya, baik warga Ciamis maupun luar Ciamis yang singgah di taman,”jelasnya

Jenal menilai dengan adanya perubahan jalan tengah, kondisi taman menjadi tambah luas. Namun ia berpesan setelah ini ada tempat khusus bagi para PKL. Sehingga para PKL tidak mangkal dan berjualan di dalam taman nantinya. Demi menjaga keindahan dan kenyamanan pengunjung. (Es/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Warga Karangkamulyan Ciamis Alami Krisis Air Bersih

Karangkamulyan-krisis-air-bersih.jpeg

harapanrakyat.com,- Dampak musim kemarau di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terus meluas. Warga Dusun Kedungcaung, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, mengalami krisis air bersih sejak 10 hari lalu.

Warga pun melalui Pemerintah Desa Karangkamulyan telah mengajukan permohonan bantuan air bersih. Tak lama kemudian, air bersih pun dikirim untuk membantu masyarakat.

Masyarakat Dusun Kedungcaung pun mengapresiasi kinerja dan respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Ciamis, dalam hal pelayanan permohonan air bersih untuk warga.

Kepala Desa Karangkamulyan Uus Uswandi mengatakan, sudah 10 hari warga Dusun Kedungcaung ini mengalami krisis air bersih dampak musim kemarau.

“Jadi untuk keperluan mandi dan mencuci biasanya itu warga lakukan di sungai. Kalau untuk minum itu biasanya dari sumur. Kekeringan yang melanda Dusun Kedungcaung ini sudah 10 hari yang lalu,” katanya, Selasa (5/9/2023).

Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Pemerintah Desa sendiri mengajukan permohonan untuk distribusi air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD dan PDAM serta PMI Ciamis.

Baca Juga: Warga di Ciamis Ini 3 Bulan Terdampak Kekeringan, Relawan Turun Tangan Salurkan Air Bersih

“Alhamdulilah, pemerintah Kabupaten Ciamis sangat quick respon. Langsung di kirim dua tangki, satu dari PMI Ciamis dan satu tangki lagi dari BPBD. Masyarakat langsung senang,” ucapnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi kinerja dari Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD Ciamis, PDAM serta PMI Ciamis.

“Tentunya dengan bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat, kurang lebih sampai 3-4 hari ke depan. Mudah-mudahan saja kemarau ini tidak lama, sehingga sumur warga bisa penuh kembali,” ucapnya.

Uus menjelaskan, Dusun Kedungcaung Karangkamulyan memang menjadi daerah yang sudah biasa mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.

“Kita telah ajukan ke pmerintah untuk penyediaan sarana air bersih (SAB) di daerah tersebut. Mudah-mudahan saja bisa terealisasi tahun ini. Untuk Dusun yang lainnya masih aman tidak ada warga yang terdampak kekeringan,” pungkasnya. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Recent Posts