Beranda blog Halaman 55

Persib Bandung Fokus ke Asia Sebelum Hadapi Dua Laga Tandang Beruntun

Persib Bandung Super League 2025

Suarasubang.com – Persib Bandung baru saja menundukkan Persebaya Surabaya 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (12/9/2025). Gol tunggal Uilliam Barros di menit 53 memastikan Maung Bandung pulang dengan tiga poin manis.

Namun, kemenangan itu bukan akhir cerita. Pasukan Bojan Hodak akan menghadapi jadwal padat. Pertama, mereka bakal tampil di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) menghadapi Lion City Sailors di Stadion GBLA, Kamis (18/9). Setelah itu, Persib harus siap melakoni dua laga tandang beruntun di Super League 2025-2026: melawan Arema FC (22/9) dan Persita Tangerang (27/9).

Situasi ini mengingatkan pada pekan kedua dan ketiga, saat Persib juga menjalani dua laga tandang. Sayangnya, kala itu hasilnya kurang memuaskan: kalah 1-2 dari Persijap dan imbang 1-1 kontra PSIM Yogyakarta. Bedanya, kali ini Maung Bandung datang dengan modal kemenangan.

Pelatih Bojan Hodak menegaskan timnya memang pantas menang atas Persebaya. “Kami bermain lebih baik, terutama babak pertama karena kami mendominasi, dan mempunyai lebih banyak peluang dan ada satu yang membentur tiang,” ujarnya dalam konferensi pers.

Meski begitu, Hodak tak menutup mata bahwa Persebaya juga punya peluang di babak kedua. Laga pun sempat terganggu karena lapangan tergenang, membuat tempo permainan tidak stabil. “Tapi secara keseluruhan, kami memang layak menang. Semua pemain bermain baik dan saya senang terhadap mereka. Tapi, kami masih punya ruang untuk bisa lebih baik,” tambah pelatih asal Kroasia itu.

Hodak juga menyoroti rapatnya pertahanan Persib yang berhasil menjaga gawang Teja Paku Alam tetap perawan. Federico Barba mendapat pujian khusus, begitu juga pemain debutan lain seperti Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Andrew Jung.

“Eliano dan Barba bermain sangat bagus. Thom masih perlu meningkatkan kebugarannya, sementara Jung butuh waktu pemulihan karena sempat sakit saat baru tiba di Bandung. Tapi secara keseluruhan, saya puas dengan mereka,” jelas Hodak.

Kini, Maung Bandung dituntut menjaga konsistensi. Laga melawan Lion City Sailors akan jadi ujian pertama sebelum tur tandang menghadapi Singo Edan dan Pendekar Cisadane.

Dari Ikan “Tak Laku” Jadi Cuan: UMKM Wanita Subang Raup Omzet Puluhan Juta dari Tengkek

UMKM wanita Subang ikan tengkek

Subang – Siapa sangka, ikan tengkek yang dulu dianggap tak berharga oleh para nelayan, kini menjelma jadi “emas laut” di tangan para istri nelayan Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan, Subang. Lewat tangan kreatif Kelompok Usaha Wanita (KUW) Greenthink Pertamina ONWJ, ikan yang sering dibuang ini kini menghasilkan omzet Rp 45-50 juta per bulan.

Ketua KUW Greenthink, Eka Mustika, mengaku perjalanan ini tak semudah membalik ikan di wajan. “Awal mulanya pada 2016 dibentuk kelompok untuk mengolah bahan baku yang tidak ekonomis ikan laut yang ada di sekitaran sini. Ada ikan tengkek yang harga ekonomisnya sangat rendah bahkan sering dibuang sama para nelayan karena tidak ada nilai rupiahnya. Namun, kini ikan tengkek menjadi produk yang tinggi harga jualnya,” tuturnya.

Tantangan besar datang dari tekstur si tengkek yang “rewel”: kulitnya keras, dagingnya tipis, dan durinya segudang. Namun, dengan pendampingan Pertamina ONWJ, ikan ini disulap jadi beragam produk lezat seperti kerupuk, abon, hingga dendeng. Bahkan, Eka mengaku sempat dicibir warga karena nekat mengolah ikan yang dianggap “sampah”.

‎“Diolah menjadi abon ikan dan kerupuk dari bahan baku ikan tengkek tadi. Untuk pemasaran sekarang bisa menembus di Indonesia dengan pemasaran secara online, meski sebelumnya banyak sekali cibiran dengan produk dari bahan baku ikan tengkek ini. Namun, semua itu menjadi motivasi kami, sehingga omzet sekarang ini bisa menembus Rp 50 juta per bulannya,” tegas Eka kepada Beritasatu.com, Senin (15/9/2025).

Kini, permintaan pasar melonjak hingga butuh 200 kilogram ikan tengkek per bulan. Produk olahan mereka merambah Subang, Bandung, Jabodetabek, hingga Bali, Jambi, bahkan menyeberang ke Singapura. Harga ikan tengkek pun ikut melambung: dari tak berharga menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

Officer Communication Relation & CID Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), M Aditya Julianto, menyebut program ini bukti nyata pemberdayaan perempuan pesisir. “Program ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir terutama ibu-ibu di wilayah pesisir, khususnya di wilayah Cilamaya Girang, karena wilayah ini sangat terpinggirkan ruang akses ke sini. Dengan adanya program ini alhamdulillah bisa meningkatkan secara ekonomi bagi kelompok ibu-ibu di sini. Kami berharap program ini menjadi inspirasi bagi kaum ibu-ibu lain untuk menjadi enterpreneur dengan bahan baku yang cukup banyak tersedia,” jelasnya.

Tak hanya mendampingi, Pertamina ONWJ juga menyalurkan pelatihan dan bantuan alat produksi. Hasilnya? Ikan tengkek kini bukan lagi bahan buangan, melainkan simbol kemandirian ekonomi wanita pesisir Subang.

Tawuran Berdarah di Jalur Pantura: Remaja Tewas, Polisi Amankan 11 Pelaku

tawuran remaja Pantura Subang

Subang – Pagi buta yang biasanya hanya ditemani deru truk di jalur Pantura, mendadak berubah jadi panggung tragedi. Sabtu dini hari (13/9/2025), di Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, dua kelompok remaja beradu nyali dengan senjata tajam. Hasilnya? RS (17) tewas di tempat usai terkena bacokan di kepala.

Tak hanya itu, WP (14) juga jadi korban. Lehernya robek, hingga harus dilarikan ke RS Mitra Pelumbon Patrol. “Korban meninggal dunia diketahui berinisial RS (17) di TKP akibat luka bacokan di kepala, sedangkan korban WP (14) mengalami luka robek di leher dan masih dirawat di RS Mitra Pelumbon Patrol,” terang Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, Minggu (14/9/2025).

Lalu, apa yang bikin para remaja ini begitu nekat? Ternyata bukan karena dendam turun-temurun ala sinetron, melainkan tantangan di Instagram! “Motif dari kejadian tersebut para pelaku melakukan aksi tawuran bukan karena dendam pribadi, tetapi semata-mata untuk mencari lawan dan membuat konten tawuran yang sedang marak di media sosial,” ungkap Dony.

Begini kronologinya: admin masing-masing akun saling lempar tantangan. Setelah itu, kedua kubu sepakat bertemu di jalur Pantura, perbatasan Indramayu–Subang. Lokasi pun dipilih, dan setibanya di sana, puluhan remaja langsung turun dari kendaraan. Tanpa banyak basa-basi, mereka saling serang dengan celurit dan balok kayu.

Polisi tak tinggal diam. Usai kejadian, 11 remaja berhasil ditangkap. Nama-nama seperti ZA, DM, ME, IF, RDS, RM, MSA, MIS, ARS, T, dan AFM pun kini berurusan dengan hukum. “Petugas juga menyita sejumlah barang bukti senjata tajam yang digunakan saat tawuran seperti celurit,” tambah Dony.

Akibat ulah mereka, para remaja ini dijerat dengan pasal berat. Polisi menjerat mereka dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 tahun 2016 perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 UU 35/2014 dan 170 KUHP. Sebuah pelajaran pahit bahwa konten medsos bisa berujung tragis.

Subang Targetkan Puskesmas Tangani 144 Jenis Penyakit, Kurangi Beban RS

Puskesmas Subang 144 penyakit

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang memasang target ambisius: seluruh Puskesmas harus mampu menangani 144 jenis penyakit agar rumah sakit hanya fokus pada kasus berat, seperti jantung, diabetes, TBC, hingga penyakit dalam lain yang menjadi penyebab kematian tertinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Subang, dr. Maxi, menegaskan penyakit ringan seperti demam, batuk, sakit perut, gatal-gatal, sakit mata, hingga sakit gigi seharusnya selesai di Puskesmas, bukan menumpuk di rumah sakit. “Banyak masyarakat masih datang ke rumah sakit untuk keluhan ringan yang mestinya bisa ditangani di Puskesmas,” jelasnya, Senin (15/9/2025).

Target ini juga sejalan dengan arahan Bupati Subang Reynaldy yang ingin seluruh Puskesmas mampu melayani daftar 144 penyakit tersebut secara maksimal. Namun, dari total 40 Puskesmas di Subang, baru 25 yang sudah memenuhi standar lengkap. Sisanya, 15 Puskesmas masih tertinggal karena keterbatasan sarana, prasarana, dan ruang rawat inap.

“Kami butuh anggaran besar untuk melengkapi fasilitas di 15 Puskesmas agar setara dengan yang sudah memenuhi standar DPP,” tegas dr. Maxi. Menurutnya, dana yang dibutuhkan berkisar Rp600 juta hingga Rp800 juta per Puskesmas untuk pengadaan fasilitas dan ruang rawat inap.

Jika target ini tercapai, beban rumah sakit di Subang diharapkan berkurang signifikan. Masyarakat pun bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau tanpa harus selalu menuju rumah sakit.

Jalan Provinsi Subang–Pamanukan Rusak Parah, Warga Minta Janji Perbaikan Segera Dibuktikan

jalan rusak Subang Pamanukan

SUBANG – Jalan provinsi penghubung Subang–Pamanukan kian memprihatinkan. Sudah lebih dari setahun, kerusakan parah di jalur vital ini tak kunjung diperbaiki. Aspal hampir tak tersisa, meninggalkan lubang, debu saat kemarau, dan genangan saat hujan.

Tak jarang, kondisi tersebut memicu kecelakaan. Di musim hujan, beberapa titik tergenang air, terutama di kawasan alun-alun Pagaden, Wates Binong, dan sekitar pertokoan Pamanukan. Situasi ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati setiap kali melintas.

“Kondisi jalan provinsi dari Subang hingga Pamanukan sangat memprihatinkan bahkan tergenang banjir, selain jalan rusak juga drainasenya buruk,” kata Didin Saefudin, warga yang setiap hari melintas, Sabtu (13/9/2025). Ia mengaku belum melihat ada tanda-tanda perbaikan dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

Menurut Didin, janji Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal jalan mulus leucir jangan hanya jadi slogan kampanye. “Tolonglah segera perbaiki, agar tak menimbulkan korban dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas, karena kondisi jalan ini sudah tidak layak sama sekali,” tegasnya.

Keluhan serupa datang dari Fitriyani, buruh pabrik asal Cibogo. Ia pernah terjatuh akibat jalan rusak di kawasan Pagaden dan Binong. “Tolonglah segera perbaiki. Ini kerusakan parah, di beberapa titik khususnya di Kecamatan Pagaden dan Binong,” ungkapnya.

Kerusakan jalan provinsi ini disebut semakin parah dalam dua tahun terakhir. Penyebab utamanya, jalur tersebut kerap dilintasi kendaraan berat pengangkut tanah dan batu untuk pembangunan akses tol Patimban. Hingga kini, warga hanya bisa berharap janji perbaikan segera terealisasi.

Balita 3 Tahun di Subang Tewas Terseret Arus Irigasi

balita hanyut di Subang

SUBANG – Duka menyelimuti warga Kampung Karangcegak, Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden Barat. Seorang balita berusia 3 tahun ditemukan meninggal dunia setelah diduga hanyut di saluran irigasi sekunder pada Sabtu pagi (13/10/2025).

Menurut keterangan saksi mata, H. Rizky, peristiwa bermula saat korban bermain di tepi saluran irigasi yang arusnya deras, tak jauh dari rumahnya. Tanpa diduga, balita itu terpeleset dan langsung jatuh ke dalam air. “Teman bermain korban yang sama-sama masih balita, langsung menjerit dan memberitahu ibu korban,” ungkap H. Rizky.

Keluarga dan warga segera bergegas melakukan pencarian dengan menyusuri aliran air. Upaya dramatis itu membuahkan hasil sekitar pukul 09.00 WIB, setelah pintu saluran ditutup. Tubuh korban ditemukan tersangkut di bawah jembatan kecil, sekitar 200 meter dari titik ia terjatuh.

Korban segera dibawa ke RSUD Ciereng Subang. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, balita malang itu dinyatakan sudah meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih waspada, terutama ketika anak-anak bermain di sekitar saluran irigasi yang rawan bahaya.

Saba Desa di Tanjungsiang, Pemkab Subang Pastikan Pembangunan Merata Hingga Perbatasan

Saba Desa Subang

SUBANG – Jumat (11/9), Kecamatan Tanjungsiang mendadak jadi pusat perhatian. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi hadir dalam program Saba Desa, menyapa warga di sepuluh desa sekaligus meninjau langsung kondisi infrastruktur di wilayah perbatasan.

Dua pemimpin yang akrab disapa Kang Rey dan Kang Akur ini menegaskan bahwa pembangunan Subang tidak boleh berhenti di tengah jalan. Infrastruktur harus merata, bahkan hingga ke Tanjungsiang, kecamatan paling ujung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang.

“Perbatasan dan infrastruktur yang bagus akan memberi daya dukung bagi berbagai sektor di Kabupaten Subang mulai dari pariwisata, distribusi komoditas unggulan Subang, hingga peningkatan perekonomian daerah,” ujar Kang Rey, menekankan pentingnya wajah perbatasan yang harus dibangun dengan “cantik.”

Tak sekadar berkunjung, Pemkab Subang juga membawa layanan publik lebih dekat kepada masyarakat. Mulai dari layanan Bapenda, Disdukcapil, Gerakan Pangan Murah, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga perpustakaan keliling—semua hadir langsung di tengah warga Tanjungsiang.

Momen kebersamaan semakin lengkap dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Desa Cimeuhmal. Tak ketinggalan, suasana hangat terjalin lewat senam bersama yang diikuti Kang Rey, Kang Akur, Ketua TP PKK Subang Ega Anjani Reynaldy, Wakil Ketua TP PKK Ega Agustine Rosyadi, dan Anggota Komisi I DPR RI Elita Budiati.

Acara ditutup meriah dengan pertandingan sepak bola persahabatan. Kesebelasan Pemkab Subang yang dipimpin Kang Rey berhadapan dengan Forkopimcam Tanjungsiang. Tawa, semangat, dan keringat bercampur jadi satu, menandai eratnya ikatan pemerintah dan masyarakat.

Turut hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, para asisten daerah, staf ahli, kepala OPD, camat, hingga masyarakat Tanjungsiang yang memadati lokasi. Saba Desa kali ini tak hanya soal pembangunan, tapi juga tentang kebersamaan yang makin menguatkan Subang dari utara hingga ke ujung selatan.

Antrean Panjang SKCK di Subang, Imbas Euforia P3K Paruh Waktu

antrean SKCK Subang

SUBANG – Suasana di Polres Subang mendadak mirip antrean konser idola K-Pop. Bedanya, yang diburu bukan tiket konser, melainkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian alias SKCK. Dari dalam kantor hingga ke luar ruangan, masyarakat rela berjemur demi secarik surat sakti itu.

“Saya sudah ngantri dari sebelum buka loket tapi sampai sekarang masih belum kelar,” keluh seorang warga yang tampak kepayahan menunggu. Keluhan itu dibenarkan warga lain. Bukan karena pelayanan lambat, melainkan karena jumlah pemohon yang membludak.

Lalu, apa pemicunya? Rupanya, ribuan tenaga honorer di Kabupaten Subang baru saja mendapat kabar gembira. Pada Rabu (10/09/2025), pengumuman resmi menyatakan mereka lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu formasi 2024. Total ada 5.954 formasi: 2.085 guru, 563 tenaga kesehatan, dan 3.306 tenaga teknis.

Kabar itu tentu membuat suasana gegap gempita. Namun, setiap kebahagiaan memang punya konsekuensi. Salah satunya adalah kewajiban mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH). Dan, salah satu syarat utama untuk melengkapi DRH adalah SKCK. Jadilah Polres Subang banjir antrean bak lautan manusia.

Pengumuman tersebut mengacu pada surat resmi bernomor 800.11.1/2137/BKPSDM tentang Formasi P3K Paruh Waktu di lingkungan Pemda Kabupaten Subang tahun 2025. Setelah dinyatakan lolos, para pegawai wajib mengisi dan melengkapi DRH sesuai ketentuan yang tersedia di akun Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN).

Kepala BKPSDM Kabupaten Subang pun sigap mengingatkan melalui pesan grup OPD. Intinya jelas: baca pengumuman dengan teliti, patuhi jadwal, dan jangan termakan isu liar. Apalagi, BKN sudah memberi batas waktu pengisian DRH P3K Paruh Waktu hanya sampai 15 September 2025.

Singkatnya, antrean panjang SKCK ini bukan sekadar soal administrasi, tapi refleksi dari sebuah momentum besar: ribuan honorer yang akhirnya mendapat titik terang sebagai P3K. Meski harus berpanas-panas di Polres, senyum harapan tetap terjaga.

Jalan Rusak di Subang, Pengendara Serasa Naik Perahu Ombak

jalan rusak Subang

SUBANG – Bayangkan lewat jalan tapi rasanya seperti naik kapal di tengah badai. Begitulah kesan warga saat melintasi akses penghubung dari Jl. Pramuka Kelurahan Sukamelang menuju Terminal Subang Kota. Sepanjang satu kilometer, jalan ini lebih mirip arena uji suspensi kendaraan daripada jalur transportasi umum. Lubang-lubang kecil hingga sebesar baskom berjejer, siap menggoyang siapa pun yang lewat.

Tak hanya ke terminal, jalur menuju Perumahan Puri Subang Asri yang sering jadi jalan pintas ke Jl. Palabuan juga bernasib sama. Hampir seluruh badan jalan berlubang, membuat motor dan mobil tampak “menari” tidak karuan. Warga hanya bisa pasrah sambil mengeluh, tapi tetap harus lewat karena tidak ada pilihan lain.

“Mudah-mudahan ya, Pak Bupatinya kan sangat care dan responsif. Mudah-mudahan secepatnya jalan ini juga diperbaiki di anggaran perubahan,” kata Ipiet, seorang pengendara setia jalur tersebut, Minggu (14/9). Harapan yang sederhana, tapi teramat penting bagi kenyamanan ribuan pengguna jalan.

Menurut Ipiet, kondisi rusak ini bukan hal baru. Beberapa titik memang pernah ditambal seadanya dengan batu dan pasir. Namun begitu hujan turun, lubang-lubang kembali menganga seperti mulut ikan paus kelaparan. “Kalo kecelakaan tunggal sepertinya jarang, tapi enggak nyaman aja. Apalagi ini kan akses vital juga, banyak yang lewat sini termasuk pejabat,” tambahnya.

Drama jalan bolong ini tidak berhenti di situ. Akses jalan di samping Terminal Subang sebelah timur pun bernasib serupa. Jalur menuju Pasar Baru yang harusnya jadi penggerak roda ekonomi malah dihiasi lubang-lubang besar nan dalam. Bisa dibilang, mobilitas warga Subang diuji kesabarannya setiap hari.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Karena ini bukan sekadar jalan ke terminal, tapi juga jalur vital menuju perumahan dan pusat aktivitas ekonomi. Singkatnya, kalau jalan mulus, ekonomi ikut lancar. Kalau jalan rusak, ya… pengendara terus bergoyang bak naik perahu di laut lepas.

Lazismu Jabar dan Subang Perkuat Sinergi untuk Pemberdayaan Masyarakat

Lazismu Subang sinergi pemberdayaan masyarakat

Subang — Konsolidasi Lazismu dengan berbagai Majelis, Lembaga, dan Ortom (MLO) internal Muhammadiyah, serta mitra eksternal, dinilai penting untuk memperkuat persyarikatan dan mewujudkan kesejahteraan sosial. Upaya ini dilakukan melalui penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara produktif dan inovatif di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak sosial lebih luas sekaligus mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat akar rumput melalui program nyata. Kunjungan silaturahmi Lazismu Jabar dengan Lazismu Subang menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarlembaga, membangun sinergi, serta meningkatkan brand awareness di mata publik.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh jajaran PDM Subang, antara lain Sekretaris PDM Kasja, Wakil Ketua PDM bidang Lazismu Sadi, Dewan Pengawas Syariah Ridwan Asshiddiqi, serta Badan Pengurus Lazismu Subang Ahmad Toib. Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua I BP Lazismu Jabar, Wati Setia, menyebutkan bahwa kegiatan konsolidasi juga bertujuan memperkuat semangat internal Lazismu daerah dalam mengelola dan menyalurkan dana umat.

Wakil Ketua BP Lazismu Jabar, Rasyid Hudori, turut memberikan materi tentang kelembagaan Lazismu, mulai dari struktur organisasi, fungsi lembaga amil zakat nasional, hingga peran strategisnya dalam pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dan visi Lazismu sebagai lembaga filantropi terpercaya di bawah Muhammadiyah.

Sekretaris PDM Subang, Kasja, berharap Lazismu Subang terus berkembang dengan menghadirkan inovasi baru yang efisien dalam penghimpunan ZIS serta pemanfaatannya secara produktif. Sementara itu, Wakil Ketua PDM bidang Lazismu, H. Sadi, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen memperluas jangkauan layanan dengan mendirikan Kantor Layanan (KL) Lazismu di tingkat kecamatan maupun sekolah.

Ridwan Asshiddiqi dari DPS Lazismu Subang menegaskan bahwa tujuan utama program Lazismu adalah mendorong mustahik agar kelak dapat menjadi muzaki. Harapan ini sejalan dengan visi pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan yang terus digalakkan.

Dalam kesempatan itu, Badan Pengurus Lazismu Subang Ahmad Toib bersama Sekretaris PDM juga menyerahkan santunan berupa sembako kepada puluhan mustahik. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Lazismu Subang dalam memperluas manfaat ZIS. Ke depan, diharapkan semakin banyak donatur menitipkan zakat, infak, dan sedekah sehingga jumlah penerima manfaat bisa menjangkau ribuan warga Subang secara merata.

Recent Posts