Beranda blog Halaman 278

Dampak Gempa Pangandaran Pagi Tadi, Satu Rumah Warga di Garut Rusak

Dampak-Gempa-Pangandaran-Pagi-Tadi-Satu-Rumah-Warga-di-Garut-Rusak.jpg

harapanrakyat.com,- Dampak guncangan gempa Pangandaran berkekuatan magnitudo 5,5 Kamis (28/12/2023) pagi tadi, membuat satu rumah di Kampung Petakan, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Garut, Jawa Barat, mengalami kerusakan.

Gempa yang berpusat di laut Pangandaran, meski tak ada korban jiwa, namun rumah milik Titi, seorang janda tua di Garut, ambruk pada bagian dinding sebelah kanan.

Petugas kepolisian memastikan, bahwa peristiwa itu tak menyebabkan pemilik rumah terluka.

“Dampak gempa Pangandaran pagi tadi, membuat tembok rumah milik Titi roboh sebelah kanan. Alhamdulillah pemilik rumah selamat tanpa ada luka,” kata Kapolsek Banjarwangi Iptu Amirudin Latif, Kamis (28/12/2023).

Pihaknya langsung melakukan upaya penanganan awal, yaitu membantu membersihkan puing reruntuhan yang berserakan di dalam rumah.

Selain itu, Polsek Banjarwangi juga memasok bantuan pangan untuk korban gempa Pangandaran.

“Sementara memberikan santunan sejumlah uang kepada korban dampak gempa, termasuk membantu membersihkan puing,” tambahnya.

Untuk proses lebih lanjut, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan kecamatan dan dinas terkait, sebagai upaya perbaikan rumah.

Laporan sementara yang diterima harapanrakyat.com, dampak gempa Pangandaran pagi tadi tidak hanya merusak rumah warga Garut. Namun juga, membuat atap bangunan Kantor Urusan Agama Cipatujah dan tembok rumah di Kabupaten Tasikmalaya ambruk. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Kerusakan Ekologi Picu Banjir di Aceh Utara, Kejadian Serupa Pernah Terjadi

Banjir-Aceh-Utara.jpg

harapanrakyat.com – Wilayah Kabupaten Aceh Utara merupakan jalur rawan banjir kiriman dari kawasan hulu yang berada di Kabupaten Bener Meriah.

Kejadian banjir serupa pernah terjadi pada tiga tahun silam, atau awal bulan Desember 2020. Pada kejadian itu, sebanyak lima orang meninggal dunia dan 19.476 jiwa mengungsi akibat banjir di Aceh Utara ini.

Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan hasil monitoring BNPB pada akhir 2020, permasalahan utama banjir di wilayah itu terpicu sejumlah faktor. Selain cuaca, kerusakan lingkungan di wilayah hulu sungai menjadi salah satu faktor pemicu banjir.

Selain itu, kerusakan ekologi bantaran sungai dan sedimentasi di wilayah hilir juga menjadi penyebab terjadinya luapan banjir di beberapa wilayah. Di samping itu, kata Muhari, tanggul-tanggul sungai juga minim vegetasi sehingga kurang maksimal dalam menahan derasnya air saat terjadi banjir.

Baca Juga : Banjir Kian Meluas, Kabupaten Aceh Utara Terbitkan Tanggap Darurat

“Di sisi lain, musim hujan telah memasuki sebagian besar wilayah Indonesia. Hasil prakiraan cuaca dari BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh Utara. Prakiraan cuaca ini akan terjadi hingga beberapa hari ke depan,” kata Muhari, Kamis (28/12/2023).

Menyikapi hal itu, lanjut Muhari, BNPB mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Muhari mengimbau apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai segera mengungsi untuk sementara waktu. Hal itu sebagai upaya mitigasi bencana banjir di Aceh Utara ini.

“Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya. Terkait banjir di Aceh Utara ini, pemerintah daerah setempat sudah mengeluarkan surat tanggap darurat bencana,” ucapnya. (Ecep/R13/HR Online)

Banjir Kian Meluas, Kabupaten Aceh Utara Terbitkan Tanggap Darurat

Banjir-Aceh-Utara.jpg

harapanrakyat.com – Tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu Aceh Utara dan Bener Meriah, banjir kembali mengepung hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Dalam keterangan resminya, Kepala Pelaksana BPBS Kabupaten Aceh Utara, Asnawi mengatakan, perluasan cakupan wilayah banjir di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Lhoksukon dan Tanah Luas. Meski demikian, ada beberapa titik di lokasi lain yang mulai berangsur surut.

“Debit air sungai masih tinggi. Banjir semakin meluas di Kecamatan Lhoksukon dan Tanah Luas. Sedangkan kecamatan lain berangsur surut,” kata Asnawi, Kamis (28/12/2023).

Baca Juga : Walhi : Luas Lahan Hutan di Jawa Barat Terus Berkurang

Hasil kaji cepat sementara, banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Utara ini berdampak pada 44.244 jiwa. Sebanyak 4.048 jiwa terpaksa harus mengungsi di 18 titik. Dari hasil asesmen, banjir telah berdampak di 108 gampong yang berada di 13 kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 10-80 sentimeter.

Di samping itu, Asnawi juga menyebut bahwa banjir telah menyebabkan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi. Hal itu lantaran banjir telah menyebabkan jebolnya beberapa tanggul seperti di Gampong Paya Berandang, Lhok Meurbo dan Tanjung Awe. Akibatnya, jalan raya terputus.

Ribuan hektare sawah dan ratusan hektare tambak di Aceh Utara juga turut terdampak banjir. Cakupan detil luasan dan kerugian akibat banjir masih dalam pendataan.

“Masyarakat tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi,” ucap Asnawi.

Baca Juga : Banjir dan Tanah Longsor Kembali Terjang Kabupaten Lima Puluh Kota di Sumatera Barat

Sebagai upaya percepatan penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menerbitkan Status Tanggap Darurat bernomor 360/869/2023 yang berlaku untuk 14 hari kedepan.

BPBD Kabupaten Aceh Utara bersama lintas forkopimda setempat terus mengupayakan penanganan darurat seperti membantu evakuasi masyarakat, memenuhi kebutuhan dasar, melakukan kaji cepat, memantau kondisi banjir hingga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memberikan pelayanan terbaik selama masa tanggap darurat. (Ecep/R13/HR Online)

Akibat Gempa, Atap Kantor KUA Cipatujah Tasikmalaya Ambruk

Atap-KUA-Cipatujah.jpg

harapanrakyat.com,- Atap bangunan Kantor KUA Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya ambruk akibat gempa bumi dengan magnitudo 5,5 berpusat di Pangandaran, Kamis (28/12/23).

Akibat ambruknya atap kantor tersebut, selain merusak peralatan, material genteng juga menimpa tangga gedung bangunan KUA berlantai dua.

Berdasarkan informasi, saat peristiwa terjadi tengah kosong, sehingga tidak ada korban jiwa.

Ayatullah, Wakil FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, saat gempa terjadi mengakibatkan kantor KUA Kecamatan Cipatujah genting dan atap dari baja ringan ambruk.

“Iya Itu akibat dari kejadian gempa bumi, mengakibatkan kantor urusan agama Kecamatan Cipatujah di bagian atapnya ambruk. Ini karena strukturnya tidak kuat menahan beban yang ada di atas,” ungkapnya kamis (28/12/2023).

Ia menurutkan, dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Untuk sementara waktu, kegiatan di Kantor KUA Cipatujah tidak bisa melayani dan sekarang sedang tengah pembersihan material.

Sementara itu, Kapolsek Cipatujah Iptu Tono juga mengatakan hal senada. Setelah mendapatkan informasi peristiwa tersebut, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk bersama-sama membersihkan puing-puing yang rusak. 

“Iya tidak ada korban jiwa, karena belum pada masuk kerja. Soalnya gempanya kan pagi-pagi,” imbuhnya. (Apip/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Ditinggal Kerja, Sebuah Rumah Semi Permanen di Kota Banjar Nyaris Ludes Terbakar

Rumah-Semi-Permanen.jpg

harapanrakyat.com,- Warga Lingkungan Babakansari, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, panik berhamburan saat melihat salah satu rumah semi permanen kebakaran.

Berdasarkan informasi, rumah tersebut milik warga yang bernama Wiryo (70). Saat kejadian, rumahnya dalam kondisi kosong.

Pemilik rumah, Wiryo mengatakan, sejak pagi ia berangkat kerja ke tempat pencetakan bata bersama istrinya.

Namun, sekitar pukul 10.15 WIB ada yang memberitahu bahwa rumahnya sudah terbakar.

“Tadi pagi udah berangkat kerja, terus ada yang ngasih tahu karena di rumah kosong nggak ada orang,” kata Wiryo, Kamis (28/12/2023).

Wiryo menjelaskan, sebelumnya ia sempat melihat kepulan asap tebal di dekat rumah. Namun, ia tak menyangka bahwa yang terbakar adalah rumah miliknya.

“Lihat asap tebal dekat rumah dan belum nyangka bahwa yang terbakar itu rumah saya. Nggak lama kemudian ada yang datang ngasih tahu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Kusnadi menyebut, berdasarkan informasi dari warga api pertama kali muncul di bagian dapur.

“Ini pertama di bagian dapur, dan kebetulan di belakang rumah ini ada bangunan yang ditempati oleh anaknya,” kata Kusnadi.

Menurutnya, dugaan sementara penyebab kebakaran itu dari korsleting listrik yang menimbulkan percikan api.

Beruntung, petugas bersama warga bergegas melakukan pemadaman, sehingga api tidak merembet ke rumah yang lain.

“Pertama tadi warga melakukan pemadaman kemudian kita juga menerjunkan dua unit mobil pancar. Alhamdulillah sekitar kurang lebih satu jam sumber api sudah bisa padam,” pungkasnya.

Sementara itu, sampai saat ini petugas masih melakukan assesmen untuk mengetahui penyebab dan kerugian materi korban. (Sandi/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Maha Sky Batu Angkruk, Temukan Keajaiban Sunset di Dieng!

Maha-Sky-Batu-Angkruk-Dieng.jpg

Maha Sky Batu Angkruk adalah salah satu destinasi wisata alam di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah yang memikat mata dan hati. Tak heran jika Dieng menjadi magnet bagi para wisatawan yang mencari pengalaman berbeda dengan keindahan alam yang memukau.

Dengan pemandangan pegunungan dan lembah sebagai latar belakang, momen sunset di sini adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Awal pagi hingga sore adalah waktu terbaik untuk melihat hamparan awan putih yang memperindah langit, menciptakan latar yang sempurna untuk foto-foto Instagramable.

Pesona Sunset di Maha Sky Batu Angkruk Dieng

Maha Sky menjadi spot terbaik untuk melihat pemandangan indah matahari terbenam. Terletak di ketinggian, pengunjung dapat menikmati pesona senja yang luar biasa indahnya dan cocok untuk pecinta fotografi.

Baca Juga: Batu Pandang Ratapan Angin, Keindahan Alam yang Menyimpan Mitos di Dieng

Keindahan Pagi yang Menyegarkan 

Selain sunset, Maha Sky Batu Angkruk Dieng juga menawarkan keindahan pagi yang menyejukkan jiwa. Kunjungan saat pagi hingga siang hari memungkinkan Anda melihat langit yang dipenuhi awan putih lembut, memberikan nuansa tenang dan damai. 

Area teras kaca yang menghadap ke pegunungan adalah tempat ideal untuk menikmati kopi atau teh sambil menyerap energi positif alam sekitar.

Terdapat pula taman bunga yang akan memberikan pengalaman istimewa bagi para pengunjung di Wisata Batu Angkruk.

Baca Juga: Telaga Warna Dieng, Pesona Alam dan Air yang Berubah Warna

Suasana Nyaman dan Terjangkau

Untuk menikmati semua keindahan yang ditawarkan Maha Sky Batu Angkruk Dieng, Anda hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp15.000 per orang.

Dengan harga terjangkau ini, pengunjung dapat menikmati tempat duduk yang nyaman, berfoto di spot-spot menarik, dan bersantai sepuasnya. 

Jam operasional yang luas mulai dari pukul 04.00 sampai 19.00 WIB memberi fleksibilitas bagi wisatawan untuk mengatur kunjungan mereka.

Maha Sky Batu Angkruk memang menjadi persembahan istimewa bagi para wisatawan yang ingin merasakan pesona sunrise dan sunset di Dieng. Tak hanya itu, dengan harga tiket masuk yang terjangkau, setiap pengunjung bisa menciptakan kenangan berharga tanpa harus menguras kantong. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Pagi Ini Gempa Pangandaran Magnitudo 5.5, BMKG: Hati-hati Gempa Susulan

Gempa.jpg

harapanrakyat.com,- Gempa Pangandaran magnitudo 5.5 terjadi pada Kamis (28/12/2023) pagi, sekitar pukul 05.43 WIB. Getaran gempa terasa kuat hingga ke Kota Banjar dan sekitarnya.

Dalam situs resmi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), gempa magnitudo 5.5 itu berlokasi di 80 Km Barat Daya wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan pusat gempa berada di kedalaman 14 km.

BMKG menyebut gempa Pangandaran magnitude 5.5 tidak berpotensi tsunami. Meski begitu, warga diimbau harus tetap hati-hati dengan gempa susulan. (Eva/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Seorang Gadis Tak Sadarkan Diri Usai Kecelakaan di Buniseuri Ciamis Akibat Tumpahan Solar

Seorang-Gadis-Tak-Sadarkan-Diri-Usai-Kecelakaan-di-Buniseuri-Ciamis-Akibat-Tumpahan-Solar.jpeg

harapanrakyat.com,- Seorang remaja perempuan, mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh tumpahan minyak solar di jalan raya Buniseuri – Kawali Ciamis, Jawa Barat, Rabu (27/12/2023).

Korban bernama Yamah warga Desa/Kecamatan Cipaku sempat tak sadarkan diri beberapa jam.

Hilman, warga setempat mengatakan, tumpahan minyak solar tersebut berasal dari sebuah tangki yang mengalami kebocoran.

Akibatnya akses jalan menjadi licin sehingga banyak pengendara motor yang jatuh tergelincir.

Korban Yamah jatuh tergelincir saat melintasi jalan yang terkena tumpahan solar bersama teman lelakinya. Posisi korban tengah dibonceng.

“Untuk teman lelakinya, hanya mengalami luka ringan (lecet) di bagian tangan dan kaki. Sedangkan Yamah sempat tak sadarkan diri sehingga pada saat itu langsung dibawa ke Puskesmas Cipaku,” ungkap Hilman.

Baca juga: Gegara Tumpahan Solar, Pengendara Motor Berjatuhan di Jalan Cipaku Ciamis

Menurut Hilman, korban Yamah secara kasat mata tidak mengalami cedera yang parah di bagian tubuhnya. Namun korban justru tidak sadarkan diri selama berjam-jam.

“Jadi sempat ada anggapan jika korban itu kesambet. Adanya anggapan seperti itu boleh boleh saja, akan tetapi kondisi tidak sadar bisa saja terjadi karena rasa nyeri yang dideritanya,” katanya.

Hilman menambahkan, berdasarkan informasi Yamah beserta teman lelakinya pulang dari berziarah kubur keluarganya. Namun di TKP alami kecelakaan saat melintasi jalan yang terkena tumpahan solar.

Korban sempat tak sadarkan diri sekitar dua jam. Meski kondisinya sudah membaik (kembali sadar), namun kini masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Cipaku. (Edji/R8/HR Online/Editor Jujang)

Pagi Ini Gempa Pangandaran Magnitudo 5.5, BMG: Hati-hati Gempa Susulan

Gempa.jpg

harapanrakyat.com,- Gempa Pangandaran magnitudo 5.5 terjadi pada Kamis (28/12/2023) pagi, sekitar pukul 05.43 WIB. Getaran gempa terasa kuat hingga ke Kota Banjar dan sekitarnya.

Dalam situs resmi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), gempa magnitudo 5.5 itu berlokasi di 80 Km Barat Daya wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan pusat gempa berada di kedalaman 14 km.

BMKG menyebut gempa Pangandaran magnitude 5.5 tidak berpotensi tsunami. Meski begitu, warga diimbau harus tetap hati-hati dengan gempa susulan. (Eva/R3/HR-Online/Editor: Eva)

The Beach House Batu Karas Pangandaran, Villa Mewah dengan View Pantai

The-Beach-House-Batu-Karas.jpg

The Beach House Batu Karas adalah pilihan akomodasi yang sangat baik dengan lokasi strategis untuk liburan keluarga. Terletak di Jalan Sanghiangkalang, Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, villa ini hanya beberapa langkah dari pantai Batu Karas dan menawarkan pengalaman menginap yang memuaskan bagi para tamu.

Salah satu keunggulan villa mewah ini adalah lokasinya yang dekat dengan tempat rekreasi populer seperti Cukang Taneuh (Green Canyon) yang berjarak 755 meter, serta Terminal Cijulang jaraknya 2.93 kilometer.

Dengan view pantai yang langsung kelihatan dari vila, tamu dapat menikmati suasana laut dan mendengar deburan ombak yang menenangkan.

Intip Suasana & Fasilitas The Beach House Batu Karas

Tempat ini menawarkan pengalaman menginap yang minimalis dan nyaman, ideal untuk bersantai dan melepaskan penat. Mau tahu apa saja kelebihan akomodasi satu ini? Simak poin-poin berikut dirangkum dari akun Instagram @thebeachhousebk. 

Baca Juga: Seafood Comeng Cijulang, Nikmatnya Hidangan Laut di Pantai Batu Karas Pangandaran

Suasana, Fasilitas dan Kapasitas

Ada pemandangan pantai yang indah dan ombak yang cukup besar, jadi para tamu dapat menikmati hiburan sendiri dengan menyaksikan peselancar lokal maupun turis yang berlatih surfing. Selain itu, keberadaan banyak pohon di pinggir pantai juga menambah kesan sejuk dan alami.

Fasilitas di The Beach House Batu Karas sangat lengkap, mulai dari peralatan dapur seperti piring, gelas, sendok, rice cooker, kompor, kulkas, hingga microwave dan mesin cuci.

Villa ini memiliki ruang keluarga, ruang makan, dan dapur yang cukup besar, serta dilengkapi dengan tiga kamar tidur. 

Baca Juga: Villa Le Pari Pangandaran, Super Mewah dengan View Pantai Batu Karas

Daya Tampung, Kolam Renang dan Rate

Kamar utama dengan dua tempat tidur dapat menampung hingga empat orang, sedangkan dua kamar lainnya masing-masing untuk dua orang. Kolam renang kecil yang terletak di depan villa menambah nilai tambah bagi para tamu yang ingin berenang.

Harga akomodasi ini sebesar Rp 3,8 juta per malam, namun disarankan untuk memeriksa ketersediaan vila terlebih dahulu karena harga dapat berubah sewaktu-waktu.

The Beach House Batu Karas dapat menjadi pilihan yang tepat. Terutama bagi keluarga besar yang mencari penginapan dengan fasilitas lengkap dan lokasi yang dekat dengan pantai. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts