suarasubang.com – Pj Bupati Subang, Imran, memimpin Kick Off Meeting Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Kabupaten Subang. Surya Kencana, S.STP, M.Si, Analis Kebijakan Ahli Madya, Biro Otonomi Daerah Jawa Barat, turut serta secara virtual.
Dalam siaran pers yang diterima suarasubang.com (31/01/2024), disebutkan jika langkah awal ini memperkuat komitmen Kabupaten Subang dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah melalui penyusunan LPPD sebagai agenda rutin.
Wawan Hermawan, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Subang, menguraikan capaian tahun sebelumnya. Pada 2021, Kabupaten Subang berada di peringkat 121 dengan skor 2,61.
Namun, pada tahun 2022, peringkat turun menjadi 132 meski skor meningkat menjadi 3,6. Dengan visi untuk masuk dalam 10 besar nasional, Wawan mendorong seluruh kontributor untuk terus meningkatkan kualitas pelaporan.
Dalam arahannya, Imran menegaskan pentingnya LPPD dalam upaya perbaikan kinerja Pemerintah Daerah.
Kualitas input pelaporan menjadi fokus utama, dan Dr. Imran yakin kinerja yang baik akan membuka peluang untuk mendapatkan ‘reward’. Kabupaten Subang diharapkan belajar dari daerah yang meraih Peringkat 10 besar nasional.
Manajemen waktu menjadi sorotan utama, dengan Imran menekankan perlunya penataan waktu yang baik dalam proses input pelaporan.
“Jangan pernah menyepelekan laporan, karena itu akan menentukan reward, skor, dan peringkat kita. Dalam pelaporan, kita harus memperbaiki kualitas dan menghindari kesalahan penginputan data,” ujar Imran.
Dalam suasana kolaboratif, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah 1, Kepala Perangkat Daerah, dan seluruh kontributor hadir bersama-sama, menunjukkan komitmen mereka terhadap perbaikan kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.
suarasubang.com – Dalam dunia pertambangan yang dikenal sebagai panggung para lelaki, Amanda Yudha AK (Manda) seorang wanita tangguh kelahiran Padang, Sumatera Barat, menceritakan perjalanan luar biasanya sebagai garda depan jasa peledakan di Site Project DAHANA.
Ini adalah kisah Manda, wanita tangguh di dunia tambang dan perjuangannya dalam menghadapi tantangan lingkungan yang keras dan kehidupan terbatas.
Kisah Perjalanan Manda di DAHANA
Manda memulai perjalanan kariernya di DAHANA tanpa sengaja. Saat mencari lowongan kerja di Bank Mandiri, ia menemukan kolom rekrutmen DAHANA dan memutuskan untuk mencoba. Dengan latar belakang pendidikan kimia, Manda akhirnya diterima oleh perusahaan Kiblat Bahan Peledak Indonesia ini.
Berbagi pengalamannya, Manda mengungkap bahwa perpindahan tempat bukanlah hal baru baginya. Namun, DAHANA memberikannya tantangan baru dengan penempatan di situs yang jauh dari akses, seperti Site Melak di Kalimantan Timur, yang memerlukan perjalanan darat 12 jam dari Bandara Balikpapan.
Tantangan di Berbagai Situs Proyek
Manda mencatat bahwa Site Melak dan Job Site Project J Resources menjadi tempat-tempat penuh tantangan. Site Melak menawarkan adaptasi sulit dengan lingkungan yang minim fasilitas, sementara Job Site Project J Resources berada di wilayah remote area dengan perjalanan udara, darat, dan laut yang luar biasa.
Selain itu, Manda menceritakan keunikan dari Job Site Project J Resources yang terletak di pulau terpencil tanpa masyarakat dalam radius 5 km. Ia menyebutkan keberadaan hewan-hewan buas seperti buaya, ular kobra, elang, babi hutan, sebagai ciri khas situs ini.
Bersyukur atas Pengalaman Luar Biasa
Meski hidup dalam kondisi serba terbatas, Manda menyebut pengalaman tersebut sebagai yang paling menarik. Dia merasa bersyukur telah diberikan kesempatan untuk menjalani berbagai pengalaman luar biasa di berbagai tambang, mulai dari batu bara, emas, hingga tambang batu kapur JSP PT Solusi Bangun Indonesia di Narogong.
Kiat-Kiat dan Harapan Manda
Manda berbagi kiat-kiat untuk cepat beradaptasi, termasuk mengatur pola pikir dengan baik, mencari kegiatan yang meningkatkan mood, dan tetap berpikir positif. Dia mengucapkan terima kasih kepada DAHANA atas kesempatan berkarirnya dan berharap agar lebih banyak perempuan diangkat untuk memimpin proyek oleh perusahaan ini.
Perjalanan unik Manda, seorang wanita tangguh di dunia pertambangan ini menjadi inspirasi. Bagaimana mereka bisa melakukan adaptasi dan menghadapai tantangan dalam kondisi kerja seorang wanita yang di luar kebiasaan umumnya.
suarasubang.com – Selain bekerja enam hari dalam seminggu, memanfaatkan waktu libur untuk berwisata dapat memberikan kelegaan. Jangan berpikir bahwa wisata identik dengan destinasi jauh seperti Bali, karena Subang memiliki banyak tempat menakjubkan yang tidak hanya menguras anggaran.
Sebelum menjelajahi tempat wisata lainnya, kenali beberapa spot menakjubkan di Subang yang wajib Anda kunjungi. Wisata bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cara untuk melepas stres.
Kabupaten Subang, yang beribukota di Kecamatan Subang Kota, memiliki batasan wilayah yang menarik. Di utara berbatasan dengan Laut Jawa, di timur dengan Kabupaten Indramayu, di tenggara dengan Kabupaten Sumedang, di selatan dengan Kabupaten Bandung Barat, serta di barat dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang. Pada pertengahan 2023, jumlah penduduknya mencapai 1.624.856 jiwa.
Dengan 30 kecamatan, 8 kelurahan, dan 245 desa, Kabupaten Subang memiliki luas wilayah 1.893,95 km² dan sebaran penduduk 820 jiwa/km² pada tahun 2017. Kabupaten ini dikenal sebagai Kota Nanas atau Kota Nanas Madu karena mayoritas penduduknya merupakan petani buah nanas.
Salah satu daya tarik wisata yang menarik perhatian baik dari wisatawan lokal maupun asing di Kabupaten Subang, Jawa Barat, adalah Gunung Tangkuban Parahu. Tempat wisata ini menampilkan gunung dengan hamparan pohon pinus dan kebun teh di sekitarnya.
1. Wisata Air Panas Ciater
Image Credit: Tempatwisataterdekat.com
Subang memiliki wisata air panas yang sudah populer di Indonesia. Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati waktu bersantai dan relaksasi di etmpat ini. Ciater Subangini merupakan tempat untuk berlibur bersama keluarga. Untuk orang lokal, tempat wisata Ciater di Subang ini juga disebut sebagai wisata air ajaib. Tak lain karena air pemandian yang berasal atau bersumber langsung dari Gunung Tangkuban Perahu.
Lokasi dari Wisata Air Panas Ciater ini berada di Jallan Ray Ciater Subang. Selain berendam, ada fasilitas yang bisa digunakan bersama keluarga untuk menikmati keindahan alam pegunungan.
Harga Tiket: Rp 15.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Jl. Raya Ciater, Nagrak, Kec. Ciater, Kab. Subang, Jawa Barat.
2. Kawah Gunung Tangkuban Perahu
Image Credit: Pegipegi.com
Kawah dari Gunung Tangkuban Perahu ternyata menjadi tempat wisata di Subang yang recommended. Tempat ini cukup populer dengan ketinggian 2084 mdpl. Pesona dari keindahan kawah dan juga pemandangan dari ketinggian ini membuat wisatawan yang datang seringkali bersama rombongan.
Ada udara yang sejuk dan alami yang membuat siapa saja betah untuk datang. Kalau berangkat dari kota Subang, pengunjung harus berkendara sekitar 41 menit ke arah selatan. Sementara dari Kota Bandung sekitar 56 menit. Kawah Gunung Tangkuban Perahu berada di Cicadas, Sagalaherang, Kab. Subang. Objek wisata ini juga menarik perhatian wisatawan lokal ataupun asing.
Harga Tiket: Rp 20.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Jl. Raya Tangkuban Parahu, Cicadas, Sagalaherang, Kab. Subang, Jawa Barat.
3. Capolaga Adventure Camp
Image Credit: Google Maps (Ricky photografy)
Destinasi pertama yang bisa Anda kunjungi ketika berada di Subang adalah Capolaga Adventure Camp. Wisata satu ini sangat cocok dikunjungi bersama dengan keluarga dan sahabat. Sebab, disini Anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang luar biasa indah serta memukau. Selain itu, suasana yang asri juga bisa Anda dapatkan ketika berada di lokasi ini.
Berada disini, Anda juga bisa merasakan kesegaran dari tiga air terjun sekaligus yang masih terjaga keasriannya. Sebut saja seperti Cimuja, Sawer dan Karembong. Tak hanya bermain di air terjun saja, Anda juga bisa merasakan keseruan yang lain. Seperti memancing, outbond, hingga tea walk dan adventure sport.
Harga Tiket: Rp 10.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Kampung Panaruban Desa, Jl. Raya Cicadas, Cicadas, Kec. Sagalaherang, Kab. Subang, Jawa Barat.
4. Curug Agung atau Batu Kapur
Image Credit: Jurnal.rosid.net
Curug Agung atau dikenal dengan Batu Kapur ini dipercaya sebagai air terapi yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Misalnya seperti gatal-gatal dan lain sebagainya. Mereka yang berendam di kolam air panas ini bisa merasakan relaksasi dan manfaatnya. Sementara di sekitar curug sudah dikembangkan juga berbagai fasilitas lain seperti pondokan atau tempt menginap, tempat rekreasi anak-anak, arena atau area perkemahan dan juga temapt rumah makan.
Agar bisa menuju curug ini, pengunjung harus melewati kecamatan Salagaherang atau Kecamatan Dawuan. Waktu tempuh yang digunakan sekitar 32 menit dari Subang. Curug Agung atau Batu Kapur ini berada di Desa Curug Agung Kecamatan Sagalaherang. Jika pengunjung datang dari Bandung maka butuh waktu sekitar 2.6 jam.
Harga Tiket: Rp 10.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Jl. Alternative Sagalaherang – Subang, Curugagung, Sagalaherang, Kab. Subang, Jawa Barat.
5. Desa Wisata Sari Bunihayu
Image Credit: Tiket.com
Tempat wisata di Subang berikutnya adalah Desa Wisata Sari Bunihayu. Tempat ini menawarkan keindahan pesona alam dengan panorama pegunungan. Desa ini berkonsep wisata alam dan budaya terutama bagi mereka yang tertarik dengan suasana pedesaan yang asri. Suasana ini akan membuat siapa saja merasa rileks dan melupakan stress karena rutinitas yang padat.
Ada beberapa fasiltias seperti villa, rumah makan, ruangan rapat, mushola dan lain sebagainya. Desa Wisata Sari Bunihayu berada di selatan Kota Subang Jawa Barat dengan ketinggian 500 hingga 1700 dari permukaan laut. Luasnya sekitar 3 ha dan ada sejak tahun 2002.
Harga Tiket: Rp 9.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Jalancagak, Kec. Jalancagak, Kab. Subang, Jawa Barat.
6. Kolam Renang Ciheuleut
Image Credit: Google Maps (Hadi Senja)
Berenang tampaknya menjadi salah satu kegiatan yang mengasyikkan ketika Anda berada di kota Subang. Oleh karena itu, Anda bisa mengunjungi salah satu kolam renang yang memiliki luas sekitar 2 hektar ini. berada di Kolam Renang Ciheuleut, Anda tak hanya bisa berenang saja. Melainkan fasilitas lain seperti waterboom dan outbond juga bisa Anda jajal di destinasi satu ini.
Harga Tiket: Rp 8.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Jl. Emo Kurniaatmaja, Pasirkareumbi, Kec. Subang, Kab. Subang, Jawa Barat.
7. Curug Cileat Subang
Image Credit: Explorewisata.com
Masih dengan wisata alam Curug, wisatawan bisa datang berkunjung ke Curug Cileat Subang. Memiliki udara yang begitu sejuk dan adanya pelangi yang memantul dari air terjun ini memang menjadi daya tarik tersendiri.
Di curug ini pengunjung juga bisa camping dan berjalan beberapa kilometer saja. Jarak dari kota Subang kurang lebih 37 km ke arah selatan. Sementara dari jarak kota Bandung sekitar 63 km ke arah utara. Lokasi Curug Cileat ini berada Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Jawa Barat. Ketinggian air terjun ini kurang lebhi 100 m di atas permukaan laut.
Harga Tiket: Rp 10.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Cibogo, Cupunagara, Gardusayang, Cisalak, Kab. Subang, Jawa Barat.
8. Peternakan Buaya
Image Credit: Subang.go.id
Meski terdengar mengerikan tetapi tak ada salahnya untuk melihat bagaimana atraksi dari buaya. Hal ini bisa didapatkan di peternakan buaya yang ada di Blanakan Subang. Pengunjung tak perlu khawatir karena ada pawang yang menemani. Pawang juga cukup lihai dan pandai dalam mengatur buaya ganas ini jadi memang aman, ya!
Lokasi peternakan buaya ini berada di wilayah Kabupaten Subang bagian utara tepatnya di jalur pantura. Perjalanan dari Bandung membutuhkan waktu sektiar 2.6 jam.
Harga Tiket: Rp 10.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Blanakan, Kab. Subang, Jawa Barat.
9. Curug Mandala
Image Credit: Google Maps (Suhendar Ade)
Mengunjungi curug juga bisa menjadi rekomendasi liburan selanjutnya ketika berada di Subang. Panorama dan keindahan alamnya yang sangat eksotis akan bisa Anda dapatkan di tempat satu ini. Kesegaran air terjun di lokasi satu ini akan mampu membuat Anda lebih betah untuk berlama lama menghabiskan waktu di curug satu ini.
Dengan akses yang cukup mudah dan harga yang sangat terjangkau, menjadikan tempat wisata satu ini banyak diminati oleh pelancong. Anda tak hanya akan menikmati indahnya air terjun saja, melainkan terdapat warung di sekitar curug yang menyajikan makanan super lezat untuk menemani liburan Anda. Pastinya Anda tak boleh melewatkan kunjungan ke tempat satu ini.
Harga Tiket: Rp 10.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Cicadas, Kec. Sagalaherang, Kab. Subang, Jawa Barat.
10. Pantai Kalapa Patimban
Image Credit: Subang.go.id
Saatnya berlibur ke pantai jika ingin datang untuk bersantai. Namanya adalah pantai kalapa patimban dimana tempat ini memang menarik untuk dikunjungi. Ada berbagai aktivitas yang bisa kita lakukan seperti bermain sepak bola, bola volly pantai, sky boat hingga memancing.
Pantai Kalapa Patiban ini juga memiliki kedalaman laut yang landai sehingga para pengunjung bisa tetap aman untuk bermain di laut. Letak Pantai Kalapa Patimban ini berada di Dusun Patimban, Pusakanegaara. Objek wisata ini cukup ramai dikunjungi terutama ketika akhir pekan.
Harga Tiket: Gratis; Map:Cek Lokasi Alamat: Patimban, Pusakanagara, Kec. Pusakanagara, Kab. Subang, Jawa Barat.
11. Pantai Pondok Bali
Image Credit: Hudiprawoto.blogspot.com
Objek Wisata di Subang berikutnya adalah Pantai Pondok Bali. Pantai ini memang merupakan tempat wisata yang indah. Teurtama bagi mereka yang ingin santai bersama keluarga. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan dan membuat kita makin rileks.
Ada yang suka berenang, memancing dan sekadar santai menikmati kuliner di sekitar lokasi wisata. Pantai Pondok Bali ini berada di Mayangan, Legonkulon. Ada pemandangan indah yang sayang kalau dilewatkan begitu saja sehingga jangan lupa untuk membawa kamera terbaik ke pantai ini.
Harga Tiket: Rp 15.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Mayangan, Legonkulon, Kab. Subang, Jawa Barat.
12. Curug Ciangin
Image Credit: Google Maps (Calon Mayatt 1989)
Apabila Anda belum puas menjelajah Curug Mandala, di Subang Anda juga bisa untuk mengunjungi curug Ciangin. Air terjun satu ini dikenal memiliki kolam yang sangat segar. Sehingga, ketika sampai disini pun Anda tidak akan sabar untuk segera berenang. Airnya yang segar dan pemandangan di sekitar yang memukau akan menjadi salah satu nilai tambah yang bisa Anda dapatkan ketika berkunjung kesini.
Harga Tiket: Rp 15.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Kp. Neglasari, RW.04, Cibeusi, Kec. Ciater, Kab. Subang, Jawa Barat.
13. Curug Cina
Image Credit: Travelnatic.com
Curug yang satu ini memiliki keindahan yang dikagumi oleh banyak pengunjung. Tak perlu jauh ke Jamaika jika ingin melihat keindahan air terjun Sungai Dunn. Curug Cina ini terbilang cukup baru karena di tahun 2016 baru dibuka.
Banyak wisatawan yang menyukai tempat tersebut untuk hunting foto atau video karena suasana yang tenang dan indah begitu terjaga. Curug Cina berada di Desa Curugagung, kecamatan Sagalaherang. Dari kota Bandung, jalur menuju tempat ini cukup mudah yaitu melalui pemukiman warga yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Harga Tiket: Rp 5.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Curugagung, Sagalaherang, Kab. Subang, Jawa Barat.
14. Kebun Teh Ciater
Image Credit: Mamansoleman.net
Kalau sudah puas untuk jalan-jalan ke air terjun yang ada di Subang, saatnya untuk menikmati suasana dingin di tengah kebun teh. Namanya adalah Kebun Teh Ciater yang disukai oleh banyak wisatawan terutama yang berkunjung bersama keluarga.
Disini nanti para pengunjung bisa mengajak si kecil untuk menikmati keindahan kebun yang hijau membentang dan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Kebun Teh Ciater berada di spanjang Jalan Raya Subang-Bandung. Ada kegiatan tea break yang tepatnya berada di air terjun sekitar dan ada juga tea testing.
Harga Tiket: Rp 5.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Ciater, Kec. Ciater, Kab. Subang, Jawa Barat.
15. Pemancingan Lembah Gunung Kujang
Image Credit: Google Maps (Syah Andi Ahmad)
Bagi Anda yang memiliki hobi memancing, datang ke destinasi satu ini menjadi angin segar tersendiri. Hal tersebut dikarenakan disini Anda akan bisa memancing di lokasi yang tepat. Anda pun bisa belajar cara memancing yang benar tanpa merusak ekosistem dan tatanan alam.
Selain itu, Anda juga akan diajarkan bagaimana cara untuk melempar umpan sehingga nantinya bisa menangkan ikan yang diinginkan. Untuk lokasinya sendiri, Anda pun bisa menemukannya dengan sangat mudah sehingga Anda pun tidak akan tersesat. Ditambah lagi, di lokasi Pemancingan Lembah Gunung Kujang, Anda juga bisa menikmati sajian khas dari Subang di restoran yang ada disini.
Harga Tiket: -; Map:Cek Lokasi Alamat: Jl. Raya Gunung Tua, No.11 KM.8, Gunungtua, Kec. Subang, Kab. Subang, Jawa Barat.
16. Curug Cibareubeuy
Image Credit: Nurulfitri.com
Nama Curug Cibareubeuy ini memang selalu menarik para wisatawan. Sebab, curug tersebut menjadi tujuan wisata yang utama. Meski perjalanan cukup melelahkan tetapi para wisatawan bisa puas menikmati keindahan yang ada di curug ini. Terutama bagi wisatawan yang suka dengan olahraga ekstrem dan bertualang maka jalur hutan lebih cocok karena ada medan yang curam dan menantang.
Curug Cibareubeuy ini berada di lokasi yang terpencil membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit dari Desa Cibeusi. Curug ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter dan air yang dingin serta suasana di sekitarnya yang asri.
Harga Tiket: Rp 10.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Nagrak, Kec. Ciater, Kab. Subang, Jawa Barat.
17. Pantai Cirewang
Image Credit: Subang.go.id
Tempat wisata yang ada di Subang ini memiliki panorama menawan karena suasana yang begitu asri. Ketika tiba di lokasi mungkin akan dibuat bingung karena tak menemukan pantai. Ternyata para pengunjung harus menaiki perahu melewati sungai dan pohon bakau yang ada di bagian kiri kanan.
Perjalanan untuk menyusuri sungai ini sekitar 15 menit sebelum sampai di tempat Teluk Cidaon. Pantai Cirewang ini berada di Kampung Cirewang. Pantai yang masuk di wilayah Kecamatan Legonkulon Subang yang memiliki suasana lebih asri.
Harga Tiket: Rp 10.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Legonkulon, Pangarengan, Pamanukan, Kab. Subang, Jawa Barat.
18. Gedung Wisma Karya
Image Credit: Google Maps (Gara)
Ingin mengunjungi salah satu gedung tua yang ada di Subang? Maka Gedung Wisma Karya dapat menjadi jawaban Anda. Hal tersebut dikarenakan pada salah satu ruangan yang ada di lokasi ini memang sengaja dijadikan sebagai museum. Sehingga, pengunjung bisa melihat berbagai macam koleksi yang dipajang di gedung ini.
Berkunjung ke Gedung Wisma Karya bersama si kecil ketika liburan dapat menjadi salah satu hal yang berkesan. Sebab, Anda pun bisa sekaligus mengenalkan anak dengan wisata edukasi yang dapat menambah pengetahuan. Terutama tentang peralatan yang digunakan pada zaman dahulu. Selain itu, masih banyak koleksi lainnya yang dipamerkan pada museum ini.
Harga Tiket: Rp 3.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Jl. Ade Irma Suryani Nasution No.2 Karanganyar, Cigadung, Kec. Subang, Kab. Subang, Jawa Barat.
19. Taman Wisata Tirta Alam
Image Credit: Google Maps (Sri WS)
Taman wisata ini menyuguhkan keseruan bermain air dengan wahana yang cukup banyak. Seperti kolam renang dengan perosotan, wahana kora-kora mini dan odong-odong, danau buatan untuk main perahu atau sepeda air dan masih banyak lagi.
Mereka yang ingin berwisata dengan keluarga bisa datang Taman Wisata Tirta Alam yang juga dilengkapi dengan paly ground. Taman Wisata Tirta Alam ini berada di Jalancagak, Cibinong, Sagalaherang. Harga tiket yang berlaku adalah Rp. 20.000 per orang dari jam 08.00 hingga 17.00 WIB.
Harga Tiket: Rp 16.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Jl. Sagala Herang, RT. 11/14, Sagalaherang Kaler, Sagalaherang, Kab. Subang, Jawa Barat.
20. Hutan Kota Ranggawulung
Image Credit: Disparbud.jabarprov.go.id
Untuk menjelajahi hutan belantara mungkin terdengar begitu menyeramkan. Tetapi tidak hika datang ke Hutan Kota Ranggawulung. Tempat wisata ini memiliki keunikan tersendiri dengna banyaknya flora yang hidup di sana seperti pohon pinus, jati, mahoni dan bungur.
Ada juga beberapa unggas yang hidup liar di hutan ini seperti bondol Jawa, Walet inchi hingga Burung Madu Sriganti. Lokasi Hutan Kota Ranggawulung ini berada di Parung, Subang. Jam bukanya dalah dari jam 07.00 hingga 17.00 WIB.
Harga Tiket: -; Map:Cek Lokasi Alamat: Parung, Kec. Subang, Kab. Subang, Jawa Barat.
21. Desa Wisata Cibeusi
Image Credit: Google Maps (sandy somantri)
Ketika Anda mengunjungi daerah Subang, maka Anda akan menemukan banyak desa wisata yang tersedia di kawasan ini. salah satunya adalah Desa Wisata Cibeusi yang berada di daerah Ciater. Desa satu ini menyuguhkan wisata alam yang masih asri dan indah. Panorama alam yang hijau dan memanjakan mata adalah salah satu hal yang bisa Anda temukan saat berada disini.
Suasana alami pun dapat langsung Anda rasakan ketika menginjakkan kaki ke lokasi satu ini. hal tersebut lantaran Anda akan disuguhkan dengan bentang alam yang akan membuat Anda terpukau. Disini, Anda pun bisa melihat sawah yang menghampar, bukit hijau yang megah serta indahnya curug yang menyegarkan.
Harga Tiket: -; Map:Cek Lokasi Alamat: Jl. Cibeusi, Nagrak, Kec. Ciater, Kab. Subang, Jawa Barat.
22. Situs Nyi Subang Larang
Image Credit: Ilove-subang.blogspot.com
Situs Nyi Subang Larang ini merupakan sebuah situs yang bersejarah dan peninggalan pada masa kerajaan Pajajaran. Di dalam situs banyak ditemukan benda-benda bersejarah yang berupa perhiasan hingga perabotan.
Peninggalan ini adalah dari Nyi Subang Larang yang merupakan istri dari Prabu Siliwangi. Situs Nyi Subang Larang berada di Teluk Agung, Desa Nagerang, Binong. Mereka yang suka dengan sejarah akan sangat cocok datang ke tempat ini.
Harga Tiket: -; Map:Cek Lokasi Alamat: Jl. Raya Gambarsari, Cikaum Timur, Kec. Cikaum, Kab. Subang, Jawa Barat.
23. Kasumber Mata Air Cipondok
Image Credit: Crazytravelmate.com
Tidak kalah dengan mata air jernih Umbul Pongok yang ada di Klaten atau Sendang Mudal yang ada di Magelang. Subang memiliki destinasi dengan air yang begitu jernih layaknya kristal. Namanya adalah Kasumber Mata Air Cipondok atau yang juga disebut sebagai mata air Aqua karena letaknya berdampingan dengan pabrik air mineral tersebut.
Lokasinya berada di Pasanggrahan, Kasomalang Subang. Destinasi Wisata di Subang ini memiliki suasana menyenangkan untuk menjadi alternatif tempat wisata atau liburan seru. Kasumber Mata Air Cipondok ini banyak dikunjungi di akhir pekan.
Harga Tiket: Rp 2.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Pasanggrahan, Kasomalang, Kab. Subang, Jawa Barat.
24. Desa Wisata Wangunharja
Image Credit: Tozsugianto.com
Desa wisata selanjutnya yang bisa Anda kunjungi ketika berada di Subang adalah Desa Wisata Wangunharja. Ketika Anda mengunjungi Desa Wisata Cibeusi, Anda akan dibuat terpukau akan keadaan alamnya. Hal tersebut berbeda ketika Anda mengunjungi Desa Wisata Wangunharja.
Sebab, ketika Anda menginjakkan kaki ke desa satu ini Anda akan disambut dengan adat istiadatnya yang masih kental. Bahkan bisa dikatakan Anda akan menemukan masyarakat Sunda yang masih sangat tradisional ketika berada disini. Hal tersebut dapat dilihat dari keseharian maupun aktivitas dari masyarakat setempat.
Harga Tiket: -; Map:Cek Lokasi Alamat: Sanca, Jalancagak, Sanca, Kec. Subang, Kab. Subang, Jawa Barat.
25. Curug Pandawa 5
Image Credit: Facebook (Curug Pandawa 5)
Subang memang memiliki banyak curug. Salah satunya adalah Curug Pandawa 5 yang letaknya juga tak jauh dari Curug Cibareubeuy dan masih satu jalur. Wisatawan bisa datang ke dua tempat ini sekaligus, menyenangkan bukan?
Curug Pandawa 5 ini masih memiliki suasana yang alami dan sarana yang cukup memadai. Lokasinya berada di dalam area yang dikelola oleh keluarga. Tepatnya berada di Nagrak, Ciater dan masuk dalam Kabupaten Subang.
Harga Tiket: Rp 6.000; Map:Cek Lokasi Alamat: Nagrak, Kec. Ciater, Kab. Subang, Jawa Barat.
Subang, sebuah kabupaten yang terletak di bagian utara Jawa Barat, Indonesia, memiliki keindahan alam dan potensi wisata yang menarik.
Selain wisata, Subang terkenal dengan kegiatan pertanian dan perkebunannya. Sawah yang hijau membentang luas, memberikan pemandangan indah dan menjadi mata pencaharian utama masyarakat.
Jangan lewatkan untuk mencicipi kuliner khas Subang, seperti nasi tutug oncom, karedok, dan makanan tradisional lainnya yang menggoda selera.
suarasubang.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menampilkan langkah strategis yang bijak menjelang Pemilihan Presiden 2024 dengan serangkaian tindakan positif. Berikut adalah empat bukti konkret yang mencerminkan kepemimpinan bijaknya:
1. Perpanjangan Program Bansos Beras
Jokowi secara resmi memperpanjang program bantuan sosial (bansos) berupa beras hingga Juni 2024. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebanyak 10 kilogram beras setiap bulannya. Langkah ini diambil untuk menekan dampak kenaikan harga beras akibat gagal panen, mencerminkan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.
2. Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga Maret 2024
Sebagai tindakan responsif terhadap kondisi ekonomi, Jokowi mengucurkan BLT senilai Rp 200 ribu per bulan dari Januari hingga Maret 2024. Bantuan ini ditujukan untuk 18,8 juta penduduk berkategori miskin, menggantikan program bansos El Nino. Langkah ini diharapkan dapat mengendalikan inflasi pada tahun 2024.
Hal ini diungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurutnya, BLT beserta bantuan beras disalurkan sebagai strategi pengendalian inflasi dan menggantikan bansos El Nino.
3. Zakat untuk ASN Berpenghasilan Rendah
Kebijakan lainnya adalah pemberian zakat kepada 400 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang termasuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ASN Golongan II dengan gaji di bawah Rp 8 juta menjadi penerima zakat, menunjukkan perhatian terhadap kelompok yang mungkin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
Seperti diketahui, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro mengatakan ASN golongan tersebut dinilai tak bisa memenuhi kebutuhannya.
4. Insentif Sektor Hiburan
Jokowi memberikan insentif fiskal terhadap Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan) bagi penyelenggara jasa hiburan, terutama dalam sektor pariwisata. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap penolakan terhadap kenaikan tarif pajak hiburan. Sektor pariwisata akan mendapatkan pengurangan pajak untuk membantu kelancaran industri hiburan.
Sektor pariwisata akan mendapatkan pengurangan pajak dalam bentuk pemberian fasilitas Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 10% dari PPh Badan. Sehingga besaran PPh Badan yang besarnya 22% akan menjadi 12%.
Langkah-langkah bijak ini mencerminkan komitmen Jokowi untuk memperhatikan kesejahteraan rakyat dan merespons kondisi sosial-ekonomi yang dinamis menjelang Pemilihan Presiden 2024.
suarasubang.com – Pupuk subsidi menjadi fokus perhatian masyarakat sejak perencanaan awal, terutama dengan alokasi dana subsidi pupuk pada tahun 2024 yang terbatas.
Harus diakui, kendati pupuk subsidi merupakan bagian penting dari upaya peningkatan produksi pangan nasional, alokasinya masih jauh di bawah kebutuhan.
Pupuk bersubsidi, terutama pada 2024, masih jauh di bawah kebutuhan; dan serapan pupuk bersubsidi masih rendah lantaran sejumlah hambatan.
Dana subsidi pupuk pada 2024 dianggarkan Rp 26,68 triliun. Dengan dana itu, alokasi pupuk bersubsidi yang disalurkan, yakni urea dan NPK, sebanyak 4,8 juta ton dari total kebutuhan 10,7 juta ton.
Sayangnya, masalah klasik selalu terjadi. Meski penyaluran pupuk sudah diatur, selalu ada pertanyaan: Mengapa petani sulit mendapatkan pupuk tersebut? Di Kabupaten Subang, persoalan ini pun masih terjadi.
Di Kabupaten Subang yang notabene merupakan salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Barat, kesulitan pupuk kerap menghantui jelang nusim tanam.
Sekedar informasi saja, menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat tahun 2023, Kabupaten Subang menempati posisi ketiga dalam daftar lumbung padi Jawa Barat.
Dalam tahun 2023, Subang mampu menghasilkan padi sebanyak 1.056.843 ton. Luas lahan pertanian yang mencapai 156.298,50 hektar memberikan kontribusi signifikan dalam produksi padi.
Keunggulan lain yang dimiliki oleh Subang adalah potensi sumber daya alam yang mendukung sektor pertanian, memberikan dukungan ekstra dalam menjaga posisinya sebagai salah satu penghasil padi terbesar di Jawa Barat.
Ironisnya, masih banyak petani yang mengeluhkan sulit dan mahalnya ketersediaan pupuk. Informasi mengenai sulitnya pasokan pupuk subsidi sudah bukan hal aneh.
Keunggulan Subang sebagai salah satu lumbung padi potensial tentu harus diperhatikan serius. Pemerintah dan daerah terkait tidak hanya harus menjamin ketersediaan stok pupuk, tetapi juga memastikan distribusinya berjalan lancar.
Salah satu caranya dengan meningkatkan pengawalan distribusi pupuk, baik subsidi maupun non-subsidi. Termasuk pengawalan harga eceran tertinggi untuk pupuk non-subsidi guna menghindari manipulasi harga di pasaran oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selanjutnya, upaya melibatkan masyarakat dalam pengawasan bisa menjadi kunci, dengan harapan dapat melaporkan segala bentuk penyalahgunaan dan kecurangan yang terjadi.
Pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan sangat penting. Praktik manipulasi data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tani menjadi sorotan.
Di berbagai daerah, manipulasi data mulai dari pengisian e-RDKK hingga distribusi pupuk bersubsidi terungkap. Praktik ini merugikan petani, seperti terlihat dari temuan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dan Tuban, Jawa Timur.
RDKK, yang seharusnya menjadi panduan alokasi pupuk subsidi, terindikasi sebagai sumber penyimpangan.
Pengisian data yang tidak akurat, seperti mencantumkan KTP orang yang meninggal, menjadi modus yang merugikan sistem.
Praktik serupa terjadi di beberapa daerah lain, menunjukkan adanya kesenjangan antara data di lapangan dengan alokasi yang seharusnya.
Tindakan manipulasi ini merambah hampir seluruh wilayah, sebagaimana temuan Ombudsman RI yang mencatat 369.688 warga meninggal masuk dalam data e-RDKK tahun 2021.
Ini menyoroti kelemahan dalam validasi data, di mana beberapa petani hanya menyetor KTP dan memercayakan proses selanjutnya kepada pihak pengurus kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan.
Ketidaksesuaian data nomor induk kependudukan (NIK) di beberapa provinsi, menurut Ombudsman RI, menjadi akar masalah.
Perencanaan yang kurang akurat di tingkat awal berdampak pada alokasi pupuk yang tidak tepat sasaran. Ketidakakuratan data menjadi celah bagi sindikat yang mengambil alih distribusi pupuk subsidi, mengakibatkan kerugian bagi petani.
Sikap tegas dari pihak terkait, seperti PT Pupuk Indonesia, yang siap menindak distributor dan kios resmi yang melanggar prosedur, menjadi harapan.
Ketua Komisi IV DPR Sudin beberapa waktu lalu menekankan perlunya tanggung jawab dari PT Pupuk Indonesia terkait distribusi pupuk subsidi di jalur tidak resmi.
Evaluasi tahunan terhadap distributor dan kios resmi diinginkan untuk memastikan keberlanjutan program pupuk bersubsidi.
Di sisi lain, peran KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida) di lapangan menjadi krusial dalam masalah ini. Petani pun harus aktif mengawal penyaluran pupuk subsidi demi keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan petani.
Distribusi pupuk subsidi menjadi tantangan serius yang perlu diselesaikan. Perencanaan yang akurat, pengawasan ketat dari instansi terkait, dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan ini.
Mudah-mudahan di 2024, tak ada lagi petani Subang yang trauma menghadapi musim tanam. Secara khusus peran Dinas Pertanian Subang menjadi salah satu kunci penting terutama dalam pengawasan.
Kolom Opini ini ditulis oleh: Hari Pitrajaya, Pemimpin Redaksi Suarasubang.com
suarasubang.com – Pada tanggal 30 Januari 2024, Pj. Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd, memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa Terpilih tahun 2023, Solehudin, di Aula Oman Syahroni, Pemda Subang.
Dalam laporan Kadis PMD Kabupaten Subang, Dadan Dwiyana, A.P., M.Si, disampaikan bahwa pemilihan kepala desa diikuti oleh 79 calon dari 22 desa, mencakup 14 kecamatan, dengan partisipasi tinggi mencapai 82,3%. Pelantikan ini menandai penutupan rangkaian hasil Pilkades Serentak tahun 2023.
Pj. Bupati Subang, dalam sambutannya, mengajak semua pihak untuk bersatu dalam membangun Desa Blanakan. Dr. Imran berharap agar kepala desa terpilih dapat ‘merangkul’ semua elemen masyarakat, menghapus persaingan, dan bersama-sama membangun Desa Blanakan.
Dr. Imran juga mengingatkan para kepala desa yang telah menjadi ASN untuk menjaga netralitas menjelang pemilu, serta aktif berperan dalam menangani kemiskinan ekstrem dan stunting. Ia menekankan bahwa kewenangan yang diberikan kepada kepala desa saat ini besar, dan perlu dijalankan dengan hati-hati.
Pj. Bupati Subang juga memberikan peringatan terkait penggunaan dana desa yang kini lebih berlimpah, menekankan perlunya alokasi dan anggaran yang tepat sasaran. Ia menutup sambutannya dengan mengucapkan selamat kepada Kepala Desa Blanakan dan berharap kinerja terbaiknya selama 6 tahun ke depan.
Acara pelantikan dihadiri oleh para Pejabat Forkopimda, Camat Blanakan beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya, menciptakan momentum yang positif untuk kemajuan Desa Blanakan di bawah kepemimpinan baru.
suarasubang.com – Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Subang, H Dadang Metro, mengungkapkan kekesalannya terkait pengusiran wartawan yang sedang melakukan peliputan di KPUD Subang. Insiden ini berkaitan dengan dugaan pungutan liar terhadap pekerja Sortir dan Lipat (Sorlip) kertas suara.
Dalam pernyataannya, Dadang Metro menegaskan niatan IWOI untuk meminta klarifikasi kepada KPUD Subang terkait kebenaran laporan wartawan yang diusir.
Jika kejadian tersebut terbukti, mereka berencana mengajukan nota protes, merujuk pada Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Menurut Dadang Metro, pelanggaran tersebut dapat mengakibatkan pidana penjara maksimal dua tahun atau denda hingga Rp500.000.000. IWOI berkomitmen untuk berdiskusi dengan divisi hukum terkait laporan wartawan dan, jika diperlukan, akan mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Salah satu wartawan yang mengalami pengusiran, Asep, memberikan keterangan bahwa insiden terjadi saat mereka hendak mengkonfirmasi dugaan pungli kepada Ketua KPUD Subang. Satpam KPUD Subang menghalangi dan mengusir mereka saat akan memasuki kantor.
Hingga saat ini, Ketua KPUD Subang Abdul Muhyi belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Meskipun sudah beberapa kali dihubungi, Muhyi tidak memberikan jawaban. IWOI DPD Kabupaten Subang tetap berkomitmen untuk mendiskusikan masalah ini dengan divisi hukum mereka sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.
suarasubang.com – Pj. Bupati Subang, Dr. Imran, memimpin acara penandatanganan perjanjian kinerja pada 30 Januari 2024. Acara dihadiri oleh para kepala perangkat daerah, camat, dan jajaran, yang juga menyaksikan penyerahan predikat penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2023 oleh Ombudsman Republik Indonesia.
Penghargaan tertinggi diberikan kepada Puskesmas Sukarahayu, Puskesmas Cibogo, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Dinas Sosial, yang semuanya mendapatkan kategori “A” zona hijau dengan opini kualitas tertinggi.
Bupati Subang, berdasarkan SK KemenpanRB Nomor 795 Tahun 2023, memberikan piagam penghargaan kepada tiga unit lokus evaluasi, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah, Dinas Sosial, dan Kecamatan Jalancagak, yang memiliki nilai indeks pelayanan publik tertinggi.
Selanjutnya, dilakukan penandatanganan perjanjian kinerja di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2024.
Perjanjian ini tidak hanya mencakup kinerja saat ini, tetapi juga komitmen jangka panjang antara pimpinan dan bawahan.
Sesuai aturan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014, perjanjian ini melibatkan target kinerja untuk menciptakan kesinambungan kinerja setiap tahun.
Dalam arahan apel, Pj. Bupati Dr. Imran menekankan pentingnya peran perangkat daerah dalam mencapai kinerja maksimal. Ia juga memotivasi untuk menghilangkan perbedaan dan bersinergi demi kemajuan Subang.
Pesannya kepada semua: “Mulai hari ini kita hilangkan perbedaan-perbedaan, sekarang waktunya Subang Bersatu! Selamat bekerja.”
suarasubang.com – Subang merupakan kota dengan sederet wisata menarik yang tak boleh Anda lewatkan, salah satunya wisata pantai.
Mari jelajahi pesona alam yang luar biasa melalui jalur pantai utara yang populer di kalangan wisatawan, baik lokal maupun internasional.
Daftar Wisata Pantai di Subang:
1. Pantai Kelapa Patimban:
Seperti namanya, kawasan ini memiliki pesona utama pohon kelapa yang tumbuh di sederet pinggir pantai.
Pesona utama: Pohon kelapa tinggi menjulang di sepanjang pantai, menciptakan tempat berteduh yang nyaman.
Aktivitas: Berjalan-jalan di daratan luas, bermain voli pantai, berenang di ombak yang tenang, perahu dan sky boot, serta area pemancingan.
Fasilitas: Perahu sewaan, sky boot, area pemancingan, dan kesegaran air kelapa langsung dari pohon.
Lokasi: Patimban, Kec. Pusakanagara, Kab. Subang.
2. Pantai Cirewang:
Pantai Cirewang diklaim sebagai salah satu wisata yang masih sangat asri dan terawat. Lokasi ini selalu dijaga dengan cukup ketat oleh masyarakat sekitar agar lingkungannya tetap terjaga secara baik.
Keasrian dan kebersihan: Lingkungan asri dan terjaga, dengan tempat sampah di setiap sudut.
Pesona alam: Pepohonan terawat, keberadaan tumbuhan bakau, dan Teluk Siadon untuk memancing.
Aktivitas: Bermain voli pantai, bermain pasir, memancing, kolam sepeda air, jalur jembatan kayu, dan bambu.
Lokasi: Pangarengan, Kec. Pamanukan, Kab. Subang.
3. Pantai Pondok Bali:
Lokasi wisata ini menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota.
Sejarah dan keindahan: Dahulu sebagai lokasi dakwah, kini menjadi destinasi ramai dengan panorama deburan ombak.
Aktivitas: Bermain voli pantai, bermain pasir, dan memancing di kolam pemancingan.
Lokasi: Mayangan, Kec. Legonkulon, Kab. Subang.
4. Pantai Plentong:
Seperti layaknya pantai yang ada di kawasan pantai utara laut Jawa, kawasan satu ini menyuguhkan ombak sedang dan stabil.
Suasana tenang: Ombak sedang dan stabil, spot terbaik untuk menikmati sunrise.
Keunikan: Hutan bakau sebagai penjaga ekosistem, gubuk-gubuk di bibir pantai, dan sepeda air.
Fasilitas: Penginapan murah di sekitar lokasi.
Lokasi: Tanjung Pura, Patimban, Kec. Pusakanagara, Kab. Subang.
5. Pantai Pondok Putri:
Lokasi pantai satu ini tidak jauh dari Pantai Pondok Bali, tetapi jarang pengunjung yang datang ke tempat ini. Hal itu disebabkan oleh lokasinya yang cukup terpencil dan akses jalan yang cukup sulit.
Terpencil dan menantang: Lokasi sulit diakses, namun menawarkan pemandangan luar biasa dengan suasana sepi.
Keistimewaan: Deburan ombak menenangkan dan lingkungan yang terjaga.
Keterbatasan: Akses sulit, perlu berjalan kaki sekitar 1 km dari rumah warga.
Lokasi: Legonwetan, Kec. Legonkulon, Kab. Subang.
Menikmati keindahan wisata bahari di Pantura laut Jawa Subang adalah pengalaman tak terlupakan. Jelajahi pantai-pantai eksotis dengan daya tarik unik mereka, memberikan kesan menarik di setiap kunjungan.
suarasubang.com – Wisata curug terhits dan paling bagus seringkali jadi alternatif untuk menghabiskan waktu liburan. Pemandangan alam yang asri, udara sejuk di area air terjun, semuanya bisa membuat siapa saja yang datang jadi terobati rasa penatnya.
Nah, kalau di liburan mendatang Anda berminat buat mencoba tipe wisata curug atau air terjun terhits dan palin bagus, pilih saja kota Subang sebagai destinasinya.
Di sana ada banyak air terjun yang bisa jadi pilihan untuk Anda menghabiskan waktu cuti dan berileksasi.
Kalau sudah lihat indahnya wisata air terjun di dijamin Anda bakal terngiang-ngiang.
Curug Subang Terhits, Populer dan Viral 2024
Curug terhits dan paling bagus di wilayah Subang biasanya berlokasi di dataran tinggi sekitar pedesaan, kita melewati persawahan, bukit hingga perkebunan warga.
Saat berada di air terjun, Anda akan disapa dengan pemandangan menyegarkan. Air yang mengalir deras, kolam cantik, serta tumbuhan yang asri.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini 5 curug terbaik yang ada di Subang.
1. Air Terjun Masigit
Bagi orang Jawa Barat, curug adalah sebutan untuk Air Terjun. Dan di Jawa Barat sendiri terdapat banyak air terjun dengan pemandangan yang sangat indah dan eksotis seperti misalnya Masigit di Subang.
Selain keindahannya, curug Masigit dikenal karena keadaannya yang cukup menantang. Salah satu curug terhits di Subang dan sempat viral online.
Bagaimana tidak, air terjun Masigit adalah air terjun yang memiliki tinggi 3 meter dengan kedalaman hampir 10 meter sehingga sangat cocok untuk kamu yang suka olahraga terjun bebas.
Curug Masigit adalah air terjun yang berada didesa Pesanggrahan, kecamatan Kasomalang, kabupaten Subang, yang letaknya tidak terlalu jauh dari obyek wisata air Cimincul.
Jadi jika kamu berkunjung ke Cimincul sempatkanlah mampir ke Masigit karena jaraknya yang sangat dekat.
2. Curug Cijalu
Curug Cijalu adalah sebuah objek wisata yang secara administrasi pemerintahan terletak di Kabupaten Subang, Kecamatan Serangpanjang, Desa Cipancar.
Untuk menuju ke Cijalu dari Jakarta bisa menempuh rute Jakarta – Bekasi – Karawang – Kota bukit indah – Sadang – Purwakarta – Wanayasa – Cijalu.
Anda akan mendapatkan suasana yang asri dan indah, yang didukung dengan berbagai fasilitas yang cukup memadai, salah satunya adalah camping ground.
Dengan suasana alamnya yang masih bersih, rimbunannya pepohonan yang menutupi sebagian daerah air terjun serta kicauan burung yang bernyanyi tiada henti, membuat kondisi panorama alam di tempat ini benar-benar alami dan menyegarkan.
Curug Cijalu menyajikan suasana yang sejuk, tenang dengan pemandangan yang sangat indah. Bahkan sebelum memasuki gerbang wana wisata Cijalu, kita sudah disuguhkan dengan hamparan hijau kebun teh di kiri kanan jalan.
Jika cuaca cerah, di kejauhan tampak waduk Jatiluhur, kota Subang dan Purwakarta dari ketinggian. Ini salah satu yang membuatnya jadi viral online karena foto-fotonya yang Instagrammable.
Setelah memasuki gerbang wana wisata curug Cijalu, perjalanan menuju air terjun dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jarak dari area parkir motor sampai ke lokasi kurang lebih 300 meter.
Kira-kira 100 meter sebelum mencapai curug Cijalu terdapat air terjun yang lebih kecil namun sangat eksotis yang disebut curug Perempuan, sebagian warga setempat menyebutnya curug Cibuntu.
3. Cibareubeuy
Jika sedang berada di Subang, tidak ada salahnya berkunjung ke objek wisata salah satu curug terhits dan paling bagus yaitu Cibareubeuy.
Lokasinya dikelilingi suasana pedesaan yang masih asri. Wisatawan akan disuguhi oleh indahnya panorama sawah hingga sungai dengan udara yang sejuk.
Wisatawan harus melewati area persawahan dan menyusuri sungai untuk bisa sampai di air terjun, lokasinya di tengah pegunungan ini.
Objek wisata air terjun ini dibuka untuk umum setiap hari selama 24 jam. Wisatawan bisa berkunjung pada hari biasa maupun hari libur. Tempat ini biasanya dipadati pengunjung pada akhir pekan.
Objek wisataCibareubeuy berada di Desa Cibeusi, Kabupaten Subang. Air Curug Cibareubeuy mengalir di tebing Gunung Karamat, Subang. Tingginya mencapai kurang lebih 40 meter.
Untuk bisa mencapai lokasi air terjun, pengunjung tidak bisa menggunakan kendaraan. Dari area parkir, pengunjung masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Jaraknya sekitar satu jam waktu tempuh.
Ada dua rute yang bisa dipilih untuk menuju Cibareubeuy. Pertama adalah rute gunung yang hanya diperbolehkan bagi para pendaki berpengalaman. Kedua yaitu rute jalan setapak yang terbuka untuk umum.
Curug Cibareubeuy memiliki bentuk ramping dengan kelokan di sana-sini. Dari jauh, bentuknya menyerupai zig-zag yang unik. Di bagian bawah, terdapat telaga jatuhan air yang tidak terlalu besar.
Mendekati punggung bukit, terdapat area swafoto atau selfie di ketinggian. Pengunjung dapat berfoto dengan latar air terjun Cibareubeuy di kejauhan.
Sarana fotonya pun bermacam-macam. Ada area duduk-duduk yang tersusun dari meja dan kursi kayu, hammock, ayunan, hingga motor. Pengunjung tinggal membayar tiket dan bebas berkreasi dengan sarana yang tersedia.
Yang paling populer adalah menara yang memberi kesempatan bagi pengunjung untuk berfoto.
Menara ini biasanya memiliki antrian panjang, terutama saat akhir pekan. Ini karena perpaduan keindahan panorama hutan.
4. Air Terjun Cileat
Bagi para pelancong yang suka petualangan, curug cileat Subang bisa jadi pilihan. Objek wisata ini merupakan air terjun tertinggi di Subang.
Lokasinya berada di tengah hutan di pegunungan, sehingga sangat cocok bagi penyuka kegiatan hiking. Tepatnya di Kampung Cibogo, perbatasan Desa Mayang dan Cimanggu, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Untuk masuk ke kawasan wisata alam air terjun, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk dengan harga terjangkau.
Tiket ini sudah termasuk biaya untuk mengunjungi Cileat dan air terjun lain yang berada di dalam kawasan tersebut.
Seperti halnya objek wisata air terjun pada umumnya, air terjun ini pun terbuka untuk umum setiap hari selama 24 jam.
Curug Cileat adalah salah satu kekayaan alam yang dimiliki oleh kabupaten Subang. Air terjun ini berada di kawasan Gunung Canggah, mengalir di dinding tebing yang dikelilingi hutan.
Akses ke lokasinya yang menantang jadi daya tarik tersendiri bagi para penyuka hiking. Perlu diketahui bahwa jalur perjalanan menuju Cileat tidak terlalu cocok untuk pemula.
Air terjun ini berada di tengah hutan, sehingga jalan yang harus dilalui pun tidak bisa dikatakan mudah. Wisatawan akan melewati jalan tanah yang sempit dengan kontur yang beragam.
Rute pertama melalui gunung jadi rute yang paling aman. Rute ini memiliki jalan setapak yang jelas dan kontur yang cukup bersahabat.
Rute kedua yaitu rute persawahan yang biasa digunakan oleh warga setempat untuk bertani. Jalur jalan setapak di rute ini tidak begitu jelas, sehingga pemandu lokal akan sangat dibutuhkan.
Waktu tempuh yang dibutuhkan hingga mencapai lokasi curug adalah sekitar 2 jam berjalan kaki.
Terdapat dua curug yang bisa dilihat sebelum tiba di Cileat. Air terjun tersebut adalah Curug Citorok, Curug Cimuncang, dan Curug Cimuncang Pasir.
Kawasan sekitarnya seringkali menjadi lokasi perkemahan bagi pelancong yang ingin bermalam.
Wisatawan yang tiba di lokasi Curug akan disambut dengan pemandangan air terjun dengan ketinggian yang menakjubkan.
Panorama sekitar air terjun merupakan perpaduan antara lanskap tebing setinggi lebih dari 100 meter dengan air terjun berarus kencang.
5. Curug Wangun
Bagi kalian yang bingung mau kemana, terdapat lokasi wisata yang sangat recommended sekali yang bertemakan wisata alam. Nama lokasi wisatanya adalah Curug Wangun yang terletak di Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang Subang.
Wangun Tanjungsiang Subang bisa disebut sebagai air terjun yang unik. Karena air yang terjun tidak langsung menuju ke sebuah kolam seperti kebiasaan curug lainnya.
Sebagian airnya mengali melalui bebatuan, air yang dari atas jatuh terlebih dahulu di atas bebatuan kemudian mengalir ke sebuah kolam buatan.
Airnya sangat jernih sekali, sehingga para pengunjung bisa langsung minum air tersebut tanpa dimasak terlebih dahulu, airnya dingin dan menyegarkan.
Curug Wangun Tanjungsiang Subang tergolong sebagai curug atau air terjun yang tinggi. Terdapat tiga undak dengan ketinggian yang berbeda-beda.
Curug yang pertama memiliki ketinggian sekitar 120 meter, air terjun yang ke dua sekitar 60 meter, kemudian air terjun yang paling atas sekitar 40 meter.
Jika diukur secara keseluruhan, maka Curug Wangun memiliki ketinggian 220 meter. Namun karena bentuknya berundak, maka tidak terlihat setinggi itu.
Pada hari-hari biasa minimal pengujung yang datang sekitar 70 orang. Namun jika libur tiba bisa sampai 200 orang yang datang ke lokasi wisata air terjun Wangun.
Lokasi Curug Wangun Tanjungsiang Subang masuk di dalam pengelolaan Perhutani KPH Bandung Utara di Kabupaten Subang. Sehingga kondisinya masih asri, belum terjamah tangan-tangan jahil.
Rute atau jalan menuju Wangun Tanjungsiang Subang bisa melewati Pasar Tanjungsiang. Adapun jarak dari Subang menuju lokasi air terjun Wangun sekitar 67 kilometer dengan total waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan.
Setelah masuk ke Desa Buniara, melaju terus sekitar 3 kilometer menuju kampung Citombe. Lalu lanjutkan dengan berjalan kaki untuk menuju lokasi dengan waktu tempuh sekitar 20 sampai 30 menit perjalanan.