Beranda blog Halaman 201

Dinas Pertanian Subang Gelar Pelatihan Atasi Kehilangan Hasil Panen Padi

Dinas Pertanian Subang Gelar Pelatihan Atasi Kehilangan Hasil Panen Padi
Dinas Pertanian Subang Gelar Pelatihan Atasi Kehilangan Hasil Panen Padi

Dinas Pertanian Subang Gelar Pelatihan Atasi Kehilangan Hasil Panen Padi di Desa Kosambi Kecamatan Cipunagara.- Cipunagara, Subang Indonesia sebagai negara berkembang merupakan salah satu pemasok beras terbesar di Asia Tenggara mengalami problem dengan ketersediaan beras. Tingkat produksi yang tinggi di Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan beras untuk Masyarakat.

Belum terpenuhinya kebutuhan beras dari produksi dalam negeri disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain karena kehilangan pascapanen dan distribusi (food loss). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian pada tahun 2014 merilis bahwa komoditas Padi merupakan komoditas yang memiliki persentase kehilangan hasil paling tinggi diantara komoditas serelia dan kacang-kacangan. Data kehilangan mencapai 9,49% pada tahap pemanenan, 4,81% pengumpulan, pada tahap 2,17% pada tahap perontokan, dan 2,98% pada tahap pengeringan.

Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, Dinas Pertanian Kabupaten Subang menggelar pelatihan Bidang Tanaman Pangan dalam rangka kehilangan hasil (Losses). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Oktober 2024 di Sekretariat Poktan Jaya Tani Desa Kosambi Kecamatan Cipunagara, dengan melibatkan puluhan petani.

Sukma Permana, SP., MM. dalam sambutan pengantarnya mengharapkan dengan adanya pelatihan ini, para petani di Desa Kosambi dan sekitarnya dapat meningkatkan produktivitas padi mereka sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. “Dinas Pertanian Kabupaten Subang berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada para petani dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian” tambahnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Subang menggelar pelatihan ini untuk para petani di Desa Kosambi dan sekitarnya serta para Ketua Gapoktan Desa se-Kecamatan Cipunagara, guna mengatasi permasalahan kehilangan hasil panen (Losses) padi yang kerap terjadi. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petani tentang pentingnya penanganan pasca panen yang baik dan benar. Pasalnya, banyak petani masih mengalami kehilangan hasil panen yang cukup signifikan akibat penanganan yang kurang tepat.

Dalam Pelatihan ini, hadir Para Staf dan Jajaran Bidang Tanaman Pangan, Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Cipunagara beserta Kasubag TU, Koordinator Penyuluh Pertanian Cipunagara, POPT dan Para Penyuluh Pertanian di lingkungan BPP Cipunagara. Pelatihan ini juga disupport oleh KTNA Kecamatan Cipunagara.

Dalam pelatihan ini, para petani diberikan materi mengenai berbagai faktor yang menyebabkan kehilangan hasil panen, seperti serangan hama penyakit, penggunaan varietas yang kurang tepat, terutama teknik panen dan pascapanen yang kurang baik. Selain itu, para peserta juga diberikan demonstrasi langsung mengenai cara-cara penanganan Panen serta membandingkan teknis yang ada sehingga dapat diketahui teknis mana yang paling efisien. “Kehilangan hasil panen akibat penanganan pasca panen yang kurang baik dapat mengurangi pendapatan petani secara signifikan,” ujar Dedi Mulyadi, A.Md selaku Narasumber Pelatihan.

Hasanudin, salah satu peserta pelatihan, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Dengan mengikuti pelatihan ini, saya jadi tahu banyak hal tentang cara penanganan panen padi agar hasil panen tidak banyak yang rusak dan hilang. Tanpa saya sadari ternyata banyak juga kehilangan hasil panen akibat kurang cermat dalam penanganan panen padi ini,” ujarnya.

Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Cipunagara Muhammad Ramdan, ST, MM. berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas hasil panen petani di Kabupaten Subang umumnya dan Kecamatan Cipunagara khususnya. “Kami beserta jajaran Penyuluh Pertanian se Kecamatan Cipunagara akan terus berupaya untuk memberikan pendampingan kepada petani agar mereka dapat menerapkan teknologi pertanian yang tepat, sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen mereka dapat terus meningkat,” pungkasnya

Indonesia Tantang Bahrain di Laga Penentu Kualifikasi Piala Dunia 2026

Indonesia Tantang Bahrain di Laga Penentu Kualifikasi Piala Dunia 2026
Indonesia Tantang Bahrain di Laga Penentu Kualifikasi Piala Dunia 2026

Indonesia Tantang Bahrain di Laga Penentu Kualifikasi Piala Dunia 2026. Suarasubang.com. Tim nasional Indonesia akan bertandang ke markas Bahrain untuk melanjutkan perjuangan di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Grup C. Pertandingan ini akan berlangsung di Bahrain National Stadium pada Kamis, 10 Oktober 2024, pukul 23.00 WIB, dan dapat disaksikan secara langsung di RCTI.

Saat ini, Indonesia berada di posisi keempat klasemen Grup C dengan raihan dua poin, setelah bermain imbang melawan Arab Saudi (1-1) dan Australia (0-0). Sementara itu, Bahrain menempati posisi ketiga dengan tiga poin, berkat kemenangan 1-0 atas Australia dan kekalahan telak 0-5 dari Jepang di kandang.

Pertandingan ini menjadi sangat krusial bagi kedua tim, karena kemenangan akan meningkatkan peluang mereka lolos ke putaran berikutnya Piala Dunia 2026. Jepang saat ini memimpin klasemen dengan enam poin, diikuti oleh Arab Saudi dengan empat poin. Laga ini menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk memperbaiki posisi mereka di Grup C.

Sejarah mencatat bahwa Indonesia pernah mengalahkan Bahrain 2-1 dalam Piala Asia 2007 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, pada pertemuan terakhir kedua tim di kualifikasi Piala Dunia 2014, Indonesia mengalami kekalahan telak 10-0 dari Bahrain di Bahrain National Stadium pada tahun 2012.

Para penggemar sepak bola di Tanah Air tentunya berharap Garuda mampu tampil gemilang dan meraih poin penuh pada laga kali ini.

Jadwal Pertandingan Indonesia vs Bahrain:

  • Tanggal: Kamis, 10 Oktober 2024
  • Waktu: 23.00 WIB
  • Lokasi: Bahrain National Stadium
  • Siarkan langsung di: RCTI

Jangan lewatkan aksi tim Garuda dalam pertandingan penting ini, yang akan menentukan langkah mereka di kualifikasi Piala Dunia 2026!

Rumah Nenek Satinah di Subang Terancam Ambruk, Relawan Harap Ada Donatur yang Peduli

suarasubang.com – Nenek Satinah (83 tahun), warga Kampung Gunung Tua, RT.03 RW.09, Desa Gunung Tua, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, tinggal di rumah yang hampir ambruk.

Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan, dengan tembok-tembok retak dan atap yang bocor, yang membuatnya merasa khawatir sewaktu-waktu bisa tertimpa reruntuhan.

Janda dengan tujuh anak ini telah ditinggal suaminya sejak tahun 1979. Anak-anak Nenek Satinah sebagian besar tinggal di kota, sementara yang lain tinggal di sekitar Kampung Gunung Tua.

Namun, karena sudah berkeluarga, mereka tinggal terpisah dari Nenek Satinah. Dalam kesehariannya, Nenek Satinah yang kini menggunakan tongkat untuk berjalan, hanya mengandalkan bantuan dari anak-anaknya yang sesekali datang membawa makanan dan kebutuhan lainnya.

Kondisi Rumah yang Membahayakan

Kondisi rumah Nenek Satinah semakin mengkhawatirkan dengan tembok yang retak dan terbelah, terutama di bagian belakang, samping, dan pintu kamar.

Selain itu, atap rumahnya sudah banyak berlubang dan tidak teratur, bahkan harus disangga dengan bambu untuk mencegahnya roboh.

Saat musim hujan, rumah Nenek Satinah dipenuhi bocoran air yang masuk dari atap maupun dari tembok-tembok yang terbelah.

“Saat musim hujan, banyak sekali air yang bocor masuk ke dalam rumah,” kata Nenek Satinah. “Saya takut, tapi mau bagaimana lagi?”

Harapan Akan Bantuan untuk Rumah Nenek Satinah

Dengan usia yang lanjut, Nenek Satinah berharap bisa tinggal di rumah yang layak tanpa rasa takut. Ia mengaku sudah melapor ke pemerintahan setempat terkait kondisi rumahnya, namun belum ada respons yang nyata.

Seorang relawan dan tetangganya, Mustafa Kamal, menyampaikan bahwa ia juga sudah melaporkan kondisi rumah Nenek Satinah ke pihak RT dan pemerintahan desa, namun mendapatkan tanggapan bahwa tidak ada anggaran yang tersedia.

“Kalau memang ada niat dari pemerintah untuk membantu, rumah-rumah yang hampir ambruk seperti ini tidak akan dibiarkan,” ucap Mustafa. “Birokrasi terlalu lambat, kalau hanya mengandalkan birokrasi, tidak tahu kapan akan ada bantuan.”

Mustafa juga menambahkan bahwa pemerintah desa seharusnya bisa menggunakan pengaruh mereka untuk menggalang dana dari para pengusaha atau toko-toko di sekitar Gunung Tua. Ia yakin dengan inisiatif ini, bantuan bisa terkumpul lebih cepat dan rumah Nenek Satinah bisa segera diperbaiki.

Bagi siapa pun yang ingin membantu, donasi dan dukungan sangat diharapkan untuk memperbaiki rumah Nenek Satinah dan mencegahnya dari risiko yang lebih besar.

Menggali Potensi Warga Subang Melalui Coding dan Analisis Data

Menggali Potensi Warga Subang Melalui Coding dan Analisis Data
Menggali Potensi Warga Subang Melalui Coding dan Analisis Data

Menggali Potensi Warga Subang Melalui Coding dan Analisis Data. Suarasubang.com. Di era digital yang terus berkembang, keterampilan dalam coding dan analisis data semakin menjadi kebutuhan utama untuk menghadapi persaingan global. Kabupaten Subang, sebagai daerah yang terus bergerak maju, perlu mempersiapkan warganya untuk memanfaatkan peluang di dunia teknologi. Menguasai coding dan analisis data bukan hanya soal tren, tetapi juga tentang membuka akses menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Subang.

Apa Itu Coding dan Mengapa Penting?

Coding atau pemrograman adalah keterampilan dasar yang digunakan untuk menulis instruksi bagi komputer. Bahasa pemrograman seperti Python, Java, dan C++ memungkinkan seseorang untuk menciptakan berbagai aplikasi, situs web, dan sistem yang kita gunakan sehari-hari. Dengan semakin berkembangnya teknologi, hampir setiap industri membutuhkan orang-orang yang mampu memprogram dan memahami proses digital.

Pentingnya coding tidak hanya terbatas pada mereka yang ingin bekerja di sektor teknologi, tetapi juga berguna di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, bisnis, dan pertanian. Menguasai coding memberi warga Subang kesempatan untuk tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi inovator dalam bidang tersebut.

Analisis Data: Mengubah Data Menjadi Keputusan Cerdas

Selain coding, analisis data menjadi keterampilan yang sangat dicari di berbagai industri. Analisis data adalah proses mengumpulkan, membersihkan, dan menginterpretasikan data untuk mendapatkan wawasan berharga. Di era big data, informasi ada di mana-mana, dan kemampuan untuk memahami data tersebut memungkinkan perusahaan dan pemerintah mengambil keputusan yang lebih baik.

Di Subang, analisis data dapat digunakan di berbagai sektor, seperti pertanian, perencanaan kota, pendidikan, hingga pariwisata. Misalnya, dengan menganalisis data cuaca dan hasil panen, petani di Subang dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait waktu penanaman dan pemupukan, sehingga meningkatkan hasil panen.

Mengapa Warga Subang Harus Menguasai Coding dan Analisis Data?

  1. Meningkatkan Peluang Kerja
    Di era digital, kemampuan coding dan analisis data sangat diminati oleh perusahaan. Industri seperti teknologi, perbankan, pendidikan, hingga manufaktur kini membutuhkan tenaga kerja yang mampu memahami dan memanipulasi data serta menciptakan solusi digital. Menguasai dua keterampilan ini akan memberikan warga Subang akses ke lebih banyak peluang kerja, baik di dalam maupun luar daerah.
  2. Mendorong Inovasi Lokal
    Dengan kemampuan coding dan analisis data, warga Subang dapat menciptakan solusi inovatif untuk berbagai tantangan lokal. Misalnya, membangun aplikasi yang memudahkan petani berinteraksi dengan pembeli, atau sistem berbasis data yang membantu pemerintah mengelola infrastruktur dengan lebih efisien.
  3. Mendukung Ekonomi Digital
    Seiring pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, Subang memiliki potensi besar untuk ikut serta dalam transformasi ini. Dengan keterampilan coding, warga bisa berkontribusi dalam pengembangan aplikasi, situs web, hingga produk digital lainnya yang bisa menjadi sumber penghasilan baru.

Langkah Awal Belajar Coding dan Analisis Data di Subang

  1. Pelatihan Ekstrakurikuler Coding di Sekolah
    Sebagai bagian dari upaya pengembangan industri teknologi, beberapa sekolah di Subang kini mulai mengadakan pelatihan coding sebagai bagian dari ekstrakurikuler. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada dunia pemrograman dan teknologi sejak dini. Dukungan dari pemerintah daerah, seperti yang direncanakan dalam briefing Penjabat Bupati Subang, diharapkan dapat mempercepat implementasi program ini di seluruh sekolah di Subang.
  2. Kursus Online dan Komunitas Teknologi Lokal
    Untuk warga dewasa yang ingin belajar coding dan analisis data, berbagai kursus online gratis maupun berbayar dapat diakses. Platform seperti Coursera, Udemy, dan camp404 menawarkan pelatihan yang dapat diikuti dari rumah. Selain itu, membentuk komunitas teknologi lokal di Subang dapat membantu warga berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus memperluas jaringan di industri teknologi.
  3. Kolaborasi dengan Industri
    Pemerintah daerah dan lembaga pendidikan di Subang dapat bekerja sama dengan perusahaan teknologi besar di Indonesia untuk menyediakan pelatihan coding dan analisis data. Kolaborasi ini akan memberikan pengalaman langsung kepada peserta pelatihan, serta memudahkan mereka untuk memahami kebutuhan industri.

Tantangan dan Peluang

Meski peluang besar menanti, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti keterbatasan akses terhadap perangkat teknologi dan internet di beberapa daerah Subang. Namun, dengan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, hal ini bisa diatasi. Pengadaan fasilitas teknologi di sekolah-sekolah, penyediaan pelatihan gratis, dan pembangunan infrastruktur internet yang lebih baik bisa menjadi solusi.

Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat coding dan analisis data. Banyak yang masih beranggapan bahwa keterampilan ini hanya diperlukan oleh mereka yang bekerja di sektor teknologi, padahal manfaatnya bisa dirasakan oleh hampir semua bidang pekerjaan.

Coding dan analisis data adalah keterampilan masa depan yang harus dikuasai oleh warga Subang untuk bersaing di era digital. Dengan pelatihan yang tepat dan dukungan dari pemerintah serta industri, generasi muda Subang dapat menjadi bagian penting dalam transformasi digital Indonesia. Menguasai dua keterampilan ini tidak hanya membuka peluang karir yang luas, tetapi juga memungkinkan warga Subang menciptakan inovasi yang dapat mendukung kemajuan daerah. Mari kita persiapkan diri untuk masa depan yang lebih cerah melalui coding dan analisis data!

YM.

Penjabat Bupati Subang Fokus Kendalikan Inflasi dan Persiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem

Penjabat Bupati Subang Fokus Kendalikan Inflasi
Penjabat Bupati Subang Fokus Kendalikan Inflasi

Penjabat Bupati Subang Fokus Kendalikan Inflasi dan Persiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem. Suarasubang.com. Penjabat Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd memimpin briefing penting bersama para Staf Ahli, Asisten Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Camat, serta Kabag Lingkup Setda pada Senin, 7 Oktober 2024, di Ruang Rapat Bupati II. Briefing ini didahului oleh partisipasi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri, yang juga menyoroti topik Pengembangan Industri Gim (Game) Nasional.

Laju Inflasi Kabupaten Subang: Deflasi yang Terkendali

Dalam laporan Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Hidayat, S.Ag., M.Si., dijelaskan bahwa laju inflasi di Kabupaten Subang menunjukkan hasil yang menggembirakan. Secara Year to Year (yoy), inflasi tercatat berada di angka 2,18%, sementara untuk Month to Month (mtm) berada di angka -0,38%, yang berarti Kabupaten Subang mengalami deflasi. Untuk Year to Date (ytd), inflasi berada di angka -0,01%, menunjukkan stabilitas harga dan penurunan tingkat inflasi.

Penjabat Bupati Subang, Dr. Imran, memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, camat, dan pihak terkait yang telah bekerja keras dalam menjaga kestabilan harga. Keberhasilan ini membuktikan sinergi yang baik antara berbagai pihak di Kabupaten Subang dalam mengatasi inflasi.

Persiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem dan Bencana Alam

Selain pengendalian inflasi, Penjabat Bupati Subang menekankan pentingnya persiapan dalam menghadapi cuaca ekstrem, terutama menjelang musim penghujan. Ia mengingatkan agar masyarakat dan pemerintah daerah selalu waspada, terutama di wilayah selatan yang rawan longsor dan wilayah Pantura yang sering dilanda banjir.

Dr. Imran juga menegaskan pentingnya gerakan tanam dan ternak sebagai langkah antisipatif untuk mengatasi potensi kekurangan bahan pokok akibat cuaca buruk. Ini menjadi salah satu langkah strategis yang diharapkan mampu menjaga kestabilan pasokan pangan di Kabupaten Subang.

Kewaspadaan Terhadap Gempa: Subang Jadi Epicentrum Baru

Tidak hanya cuaca ekstrem, Penjabat Bupati juga mengingatkan adanya potensi gempa yang saat ini menjadikan Subang sebagai epicentrum baru, tepatnya di Desa Sukamandi, Sagalaherang. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang diminta untuk lebih aktif dalam melakukan sosialisasi dan mitigasi bencana. Langkah-langkah antisipatif sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat dan infrastruktur dari dampak gempa.

Pengembangan Industri Gim Nasional dan Implementasi Coding di Subang

Dalam Rapat Koordinasi yang membahas Pengembangan Industri Gim Nasional, Penjabat Bupati Subang juga mengarahkan agar Kabupaten Subang dapat segera menindaklanjuti arahan tersebut. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah dengan melaksanakan ekstrakurikuler coding di sekolah-sekolah. Upaya ini diharapkan dapat mempersiapkan generasi muda Subang untuk berkontribusi dalam industri teknologi, khususnya pengembangan gim nasional, yang semakin menjanjikan di era digital

Penjabat Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd., tidak hanya fokus pada pengendalian inflasi, tetapi juga memprioritaskan kesiapan menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan bencana alam. Selain itu, pengembangan potensi lokal melalui pendidikan dan teknologi, seperti pengembangan industri gim, menjadi salah satu fokus penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Subang. Dukungan dan sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Mengenal Sirkuit Gery Mang di Subang: Sejarah dan Fasilitasnya

Potret sirkuit Gery Mang sekarang Instagram humas_jabar.webp

Mengenal Sirkuit Gery Mang di Subang: Sejarah dan Fasilitasnya. Suarasubang.com. Tahukah Anda bahwa Jawa Barat memiliki sirkuit balapan yang tersembunyi di belakang Terminal Subang? Sirkuit ini dikenal dengan nama Sirkuit Gery Mang, memiliki panjang lintasan 1,118 kilometer dan lebar lintasan yang bervariasi antara 8,5 hingga 12 meter. Meskipun tidak banyak yang mengetahui keberadaannya, sirkuit ini telah menjadi ikon penting bagi penggemar balap di daerah tersebut.

Sejarah Penamaan Sirkuit Gery Mang

Dilansir dari akun Instagram @humas_jabar, nama Sirkuit Gery Mang diambil dari seorang pembalap Subang bernama Gery Mang, yang meninggal tragis akibat kecelakaan saat mengikuti ajang road race di Subang beberapa tahun yang lalu. Untuk mengenang jasanya, sirkuit ini diberi nama sesuai dengan namanya.

Proyek pembangunan tahap pertama sirkuit ini didanai oleh APBD dengan anggaran sekitar Rp 9 miliar dalam dua kuartal. Sirkuit ini dirancang oleh IMI Jabar bekerja sama dengan Insan Otomotif Subang, yang memastikan fasilitas lintasan balap sesuai dengan standar keselamatan dan kualitas yang tinggi.

Fasilitas Sirkuit Gery Mang

Sirkuit Gery Mang menawarkan lintasan sepanjang 1,118 kilometer dengan lebar lintasan antara 8,5 hingga 12 meter, yang memberikan pengalaman balap yang menantang bagi para pembalap. Letaknya yang strategis di belakang Terminal Subang menjadikannya mudah diakses oleh para penggemar otomotif.

Potensi Sirkuit Gery Mang untuk Event Balap

Sirkuit ini memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang balapan, baik di tingkat lokal maupun regional. Dengan pemandangan alam yang indah di sekitarnya, sirkuit ini tidak hanya menjadi tempat balapan, tetapi juga destinasi wisata bagi para pecinta otomotif.

Sirkuit Gery Mang bukan hanya sebuah tempat balapan, tetapi juga simbol penghormatan terhadap seorang pembalap legendaris dari Subang, yang namanya akan terus dikenang oleh komunitas otomotif di Jawa Barat.

Microsoft baru saja meluncurkan Office 2024

Microsoft baru saja meluncurkan Office 2024, suarasubang.com layanan pengolah dokumen terbarunya dengan konsep “locked-in” atau terkunci. Berbeda dengan Microsoft 365 yang berbasis langganan, Office 2024 memungkinkan pengguna untuk membeli paket layanan satu kali dan digunakan selamanya. Dengan adanya opsi ini, pengguna yang tidak ingin berlangganan bisa memilih paket yang lebih praktis.

Dua Versi Office 2024: Pilihan Sesuai Kebutuhan

Office 2024 hadir dalam dua versi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna:

  1. Office Home 2024 – Paket ini berisi aplikasi populer seperti Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote dengan harga $149,99 atau sekitar Rp 2,3 juta.
  2. Office Home & Business 2024 – Selain aplikasi dalam Office Home 2024, versi ini juga mencakup Outlook dan lisensi untuk keperluan komersial dengan harga $249,99 atau sekitar Rp 3,8 juta.

Untuk konsumen Indonesia, Office 2024 sudah tersedia di situs resmi Microsoft dengan harga:

  • Office Home 2024: Rp 1,9 juta
  • Office Home & Business 2024: Rp 5,1 juta

Fitur Office 2024: Modern dan Efisien

Walaupun tidak menawarkan fitur baru yang revolusioner, Office 2024 membawa pembaruan dari Office 2021 dan fitur-fitur yang sudah ada di Microsoft 365 dalam tiga tahun terakhir. Berikut beberapa fitur andalannya:

  • Desain baru yang selaras dengan Windows 11, memberi tampilan antarmuka yang lebih modern.
  • Dukungan ODF 1.4 untuk meningkatkan kompatibilitas dengan berbagai perangkat lunak lainnya.
  • Pembaruan di Excel, termasuk tabel dinamis dan formula yang lebih canggih.
  • Kemampuan pemulihan dokumen yang ditingkatkan untuk meminimalkan risiko kehilangan data.
  • Alat pencarian di Outlook yang lebih mumpuni.
  • Alat menggambar di OneNote untuk sketsa atau coretan bebas.
  • Opsi aksesibilitas bagi pengguna dengan disabilitas.
  • Peningkatan kinerja di semua aplikasi agar lebih cepat dan efisien.

Namun, ada beberapa perbedaan penting dengan Microsoft 365. Pengguna Office 2024 tidak akan mendapatkan pembaruan fitur real-time, kolaborasi langsung, atau integrasi dengan AI Copilot. Meski begitu, Microsoft tetap akan memberikan dukungan berupa pembaruan keamanan dan perbaikan bug hingga 9 Oktober 2029.

Kompatibilitas Office 2024

Office 2024 dapat diinstal pada perangkat berbasis Windows 10, Windows 11, serta macOS (minimal macOS 13 Ventura). Microsoft mulai menggulirkan Office 2024 pada 1 Oktober 2024, dan sudah tersedia di toko ritel serta situs resmi Microsoft.

Isu Poligami dan Narkoba Bisa Rontokan Elektabilitas Kandidat di Pilkada Subang

suarasubang.com – Hati-hati buat para kandidat yang ingin bertarung pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Subang. Ada dua isu negatif yang potensial merontokan elektabilitas kandidat yaitu, isu poligami dan Narkoba.

Hal itu disampaikan Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam kepada pers di Subang, Kamis (26/9/2024), terkait dengan mulai ramainya sejumlah isu negatif yang dialamatkan kepada para calon bupati di Subang.

“Jangan anggap sepele dua isu tersebut, karena sangat potensial menggerus bahkan merontokkan elektabilitas. Dan bagi kandidat yang merasa terlibat dalam dua kasus itu harus siap-siap menerima akibatnya,” katanya.

Menurut Arman, dari data survei yang pernah dilakukannya selama ini, hampir di seluruh wilayah, mayoritas publik mengaku tak ingin dipimpin oleh bupati, walikota atau gubernur yang poligami dan terlibat Narkoba.

Namun, Arman mengakui, di sejumlah daerah ada juga calon bupati poligami yang tetap terpilih sebagai pemenang. Termasuk, yang terlibat kasus korupsi. Bahkan ada yang sudah dua bulan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terpilih.

Hal itu wajar terjadi, lanjut Arman, karena dalam teori isu negatif atau negative campaign, adalah seberapa orang tahu dan seberapa orang percaya. Arman mencontohkan, bisa saja seorang calon bupati itu beristri dua atau bahkan lebih, tapi masih dipilih, hal itu karena mayoritas publik tidak tahu. Atau tahu tapi tidak percaya.

“Dari beberapa survei yang pernah dilakukan IPS, memang rata-rata publik yang tahu isu negatif para calon itu tak pernah lebih dari 10%. Kebanyakan hanya 5% saja. Sehingga, wajar jika isu tersebut tidak berpengaruh kepada elektoral kandidat,” jelasnya.

Ditanya soal isu negatif 3 calon bupati di Subang, Arman mengaku tidak tahu. Tapi, jika ada kandidat yang merasa terlibat dua isu tersebut, baik poligami maupun narkoba, harus siap-siap rontok jika diketahui oleh mayoritas publik di Subang.

“Jujur, saya sendiri tidak tahu, siapa calon bupati di Subang yang terlibat poligami dan narkoba. Saya hanya ingin mengingatkan berdasarkan data, bahwa dua isu itu jangan dianggap sepele, jika sampai mayoritas publik tahu,” ungkapnya.

Arman mencontohkan kasus pada Pilpres 2024 lalu, dimana salah satu kandidatnya, yaitu Ganjar Pranowo ramai diberitakan di aneka sosmed suka menonton video porno.

Pada saat awal-awal, kata Arman, tak banyak orang tahu pengakuan Ganjar dalam salah satu Podcast Deddy Corbuzier itu. Tapi, semakin lama, mayoritas publik semakin tahu bahwa Ganjar suka menonton video porno, akhirnya elektabilitasnya merosot.

Padahal, lanjut Arman, itu urusan pribadi kandidat yang, sebut saja, tidak merugikan langsung banyak orang. Sama seperti itu poligami yang dalam agama Islam sebenarnya tak dilarang, tapi mayoritas pemilih tak ingin pemimpinnya poligami.

“Ini sedikit contoh aja, yang dibolehkan saja dalam agama seperti poligami ditolak mayoritas pemilih, apalagi yang jelas-jelas dilarang agama seperti Narkoba,” tegasnya.

Untuk itulah, Arman menyarankan, dalam rangka kepentingan transparansi berdemokrasi, para kandidat yang berkontestasi pada Pilbub Subang untuk memilih bersikap jujur.

“Mungkin, jujur dari awal lebih baik, ketimbang akhirnya ketahuan di ujung. Misalnya, kalau benar poligami, sampaikan saja kepada publik. Mungkin dengan begitu rakyat malah simpatik, ketimbang ditutup-tutupi yang akhirnya rakyat tahu bahwa kandidat itu tidak jujur,” tandasnya.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang telah mengumumkan dan menetapkan nomor urut tiga pasangan calon bupati/wakil bupati Subang.

Pasangan nomor 1 H. Ruhimat, S.Pd., M.Si dan H. Aceng Kudus, SP (JIMAT AKU), pasangan nomor 2 Reynaldi Putra S.IP dan Agus Masykur Rosyadi, S.Si., MM (RELIGIUS), serta pasangan nomor 3 Asep Rochman Dimyati, SH, MH dan Lina Marliana, S.KM (ASLINA).

Bisnis Ilegal Gas LPG Subsidi di Subang Dibongkar, Empat Pelaku Ditangkap

Barang bukti gas LPG hasil penyuntikan di Subang Foto Istimewa

Bisnis Ilegal Gas LPG Subsidi di Subang Dibongkar, Empat Pelaku Ditangkap. suarasubang.com. Praktik bisnis ilegal penyuntikan gas LPG subsidi masih marak terjadi, termasuk di Subang. Demi keuntungan besar, pelaku bisnis ini seringkali mengabaikan bahaya yang mengancam keselamatan. Baru-baru ini, aparat kepolisian berhasil membongkar praktik curang penyuntikan gas LPG di sebuah pangkalan di Jalan Anggur Raya, Kelurahan Sukamelang, Kecamatan/Kabupaten Subang.

Pengungkapan Kasus di Subang Dalam penggerebekan yang dilakukan oleh jajaran Satreskrim Polres Subang, empat orang berhasil diamankan. Mereka adalah MRS, RDH, HC, dan FR. MRS berperan sebagai pemilik usaha sekaligus penyedia bahan baku dan peralatan untuk mengoplos gas. Sementara tiga tersangka lainnya bertugas sebagai pegawai dan pelaku penyuntikan gas LPG.

Menurut Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, para pelaku menggunakan modus memindahkan isi tabung gas 3 kilogram subsidi ke tabung nonsubsidi ukuran 5 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram. Bisnis ilegal ini telah berjalan sejak Mei hingga Agustus 2024, dan dalam waktu empat bulan tersebut, para pelaku meraup keuntungan antara Rp 30 juta hingga Rp 35 juta per bulan.

Barang Bukti dan Ancaman Hukuman Polisi menyita berbagai barang bukti yang digunakan dalam praktik ini, seperti pipa besi, regulator gas yang telah dimodifikasi, palu, obeng, es balok, dan timbangan. Selain itu, ratusan tabung gas berbagai ukuran serta alat suntik LPG dan timbangan digital juga diamankan.

Kini, keempat pelaku harus menghadapi ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda hingga Rp 60 miliar, sesuai dengan Pasal 55 Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi.

Peringatan Kepada Pelaku Bisnis Curang Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, memperingatkan keras siapa pun yang mencoba melakukan kecurangan serupa. Selain merugikan negara dan konsumen, praktik ini juga membahayakan keselamatan masyarakat karena berisiko memicu ledakan.

Penyelidikan kasus ini diharapkan menjadi peringatan bagi pelaku bisnis yang tidak bertanggung jawab dan terus merusak pasar gas LPG subsidi.

Google Minta Regulasi untuk Mengakhiri Praktik Anti-Persaingan Microsoft di Pasar Cloud

Google Minta Regulasi untuk Mengakhiri Praktik Anti-Persaingan Microsoft di Pasar Cloud. suarasubang.com. Google baru-baru ini menyuarakan kekhawatiran tentang persaingan pasar cloud yang semakin ketat jika tidak ada tindakan tegas. Wakil Presiden Google Cloud, Amit Zavery, menyatakan bahwa regulasi yang ketat diperlukan untuk mencegah dominasi Microsoft dalam industri cloud. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh Reuters, Kamis (26/9/2024).

Zavery menegaskan bahwa Google mendesak Komisi Eropa untuk membuat regulasi yang membuka lebih banyak opsi bagi pelanggan, bukan hanya menguntungkan satu perusahaan. “Kami meminta Komisi Eropa bertindak sekarang. Kami ingin mereka benar-benar memeriksa masalah ini, membantu pelanggan dalam membuat keputusan, dan terus menyediakan lebih banyak pilihan bagi mereka,” jelas Zavery.

Masalah anti-persaingan ini bukan pertama kali terjadi pada Microsoft. Sebelumnya, perusahaan teknologi yang didirikan oleh Bill Gates ini juga terlibat perselisihan dengan CISPE (Cloud Infrastructure Services Providers in Europe), namun berhasil menyelesaikannya tanpa penyelidikan lebih lanjut dari Uni Eropa.

Microsoft sendiri mengklaim bahwa mereka telah menyelesaikan permasalahan serupa dengan penyedia layanan cloud di Eropa. Juru bicara Microsoft menambahkan bahwa upaya Google untuk mengubah situasi tampaknya akan mengalami nasib yang sama. “Setelah gagal meyakinkan perusahaan-perusahaan di Eropa, kami memperkirakan Google juga akan gagal membujuk Komisi Eropa,” ungkap juru bicara Microsoft.

Recent Posts