Beranda blog Halaman 184

Kunker ke SRG Subang, Kadisperindag Banten: Kolaborasi Antar Daerah Kunci Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal

Kunker ke SRG Subang, Kadisperindag Banten: Kolaborasi Antar Daerah Kunci Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal
Kunker ke SRG Subang, Kadisperindag: Kolaborasi Antar Daerah Kunci Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal

Kunker ke SRG Subang, Kadisperindag Banten: Kolaborasi Antar Daerah Kunci Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal – SUARASUBANG. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten menggelar kunjungan kerja yang sangat penting ke Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) yang dikelola oleh Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah di . Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengelolaan dan pengembangan Pusat Distribusi Regional serta Pusat Distribusi Provinsi, yang menjadi pondasi penting bagi peningkatan daya saing produk lokal.

Kunjungan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (Dagri), Novriadi Purwansyah, S.IP., M.Si, beserta staf dari Disperindag Provinsi Banten. Mereka terjun langsung mempelajari operasional dan tata kelola Sistem Resi Gudang (SRG), khususnya pada komoditas unggulan seperti kopi dan beras. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan sistem yang sudah sukses di Subang ini untuk diimplementasikan di Provinsi Banten.

Kolaborasi Antar Daerah: Kunci Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal

Kunjungan ke Gudang SRG di Subang ini bukan hanya soal mempelajari sistem distribusi barang, namun juga merupakan langkah awal untuk membangun kolaborasi antar daerah yang kuat. Dalam kesempatan ini, Plt. Kepala Bidang Dagri, Novriadi Purwansyah, menekankan bahwa penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) di Banten akan sangat bermanfaat bagi para petani dan pelaku usaha lokal. Sistem ini dapat mempermudah proses distribusi, meningkatkan transparansi, dan tentu saja, mempercepat akses pasar bagi produk lokal.

“Kami berharap sistem ini dapat diterapkan di Provinsi Banten untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha,” ujar Novriadi.

Meningkatkan Potensi Komoditas Unggulan Banten

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, H. Babar Suharso, ST., M.Si., juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi antar daerah dapat memperkuat daya saing produk lokal, khususnya di pasar nasional. Banten, yang saat ini menempati peringkat 5 dalam produksi beras/gabah nasional, memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saingnya melalui sistem distribusi yang lebih modern dan efisien. Selain beras, kopi Banten juga memiliki karakteristik unik dan bernilai ekonomis yang tinggi, yang menjadi peluang besar untuk dipromosikan secara nasional maupun internasional.

“Kami optimis, penerapan Sistem Resi Gudang ini akan mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan perdagangan di Banten secara signifikan. Pengelolaan komoditas yang lebih transparan dan terpercaya akan membuka peluang baru bagi para petani dan pelaku usaha untuk berkembang,” tambah H. Babar.

Diskusi Strategis Menuju Penerapan SRG di Banten

Acara ini ditutup dengan sesi diskusi mendalam antara pihak Disperindag Banten dan pengelola SRG Subang, untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam penerapan Sistem Resi Gudang di Banten. Diskusi tersebut berfokus pada berbagai aspek penting, mulai dari pengelolaan distribusi hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Kolaborasi Antar Daerah untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Kunjungan kerja ini menegaskan bahwa kolaborasi antar daerah merupakan kunci untuk membuka peluang lebih besar bagi sektor perdagangan dan pertanian. Dengan adanya sistem distribusi yang lebih modern, diharapkan produk-produk lokal seperti kopi, beras, dan komoditas lainnya dapat mencapai pasar yang lebih luas dan memperoleh nilai jual yang lebih tinggi. Ini tentu saja akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha kecil menengah di Provinsi Banten.

Langkah awal yang diambil oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan ekonomi daerah, dengan memastikan bahwa sistem distribusi yang ada semakin efisien dan profesional.

Harapannya, dengan implementasi Sistem Resi Gudang di Banten, produk lokal akan semakin mudah diakses oleh konsumen, dan petani serta pelaku usaha lokal dapat merasakan manfaat langsung dari peningkatan daya saing mereka di pasar yang lebih luas.

sumber : https://portaldesa.co/

Pemkab Subang Siap Luncurkan Mall Pelayanan Publik (MPP) di Desember 2024

Pemkab Subang Siap Luncurkan Mall Pelayanan Publik (MPP) di Desember 2024
Kepala DPMPTSP Kabupaten Subang Dikdik Solihin. (Foto : RRI/Ruslan Effendi).

Pemkab Subang Siap Luncurkan Mall Pelayanan Publik (MPP) di Desember 2024 – SUARASUBANG. tengah mempersiapkan langkah besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan segera meluncurkan Mall Pelayanan Publik (MPP). Dijadwalkan pada Desember 2024, MPP ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan percepatan dalam pengurusan berbagai perizinan serta layanan publik lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Subang, Dikdik Solihin, dalam wawancaranya dengan RRI Subang pada Minggu, 1 Desember 2024.

MPP Subang: Solusi Kemudahan Perizinan dan Layanan Publik

Dengan hadirnya Mall Pelayanan Publik (MPP) di Subang, masyarakat dan para investor diharapkan bisa lebih mudah dalam mengurus perizinan dan layanan publik lainnya. MPP merupakan pusat layanan yang menyatukan berbagai instansi terkait dalam satu tempat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berpindah-pindah kantor untuk mendapatkan pelayanan yang mereka butuhkan. Dalam gedung MPP yang baru ini, para investor akan lebih mudah mengurus berbagai izin usaha dan perizinan lainnya secara cepat dan efisien.

“Meskipun belum sempurna, MPP ini akan memudahkan investor dalam mengurus perizinan. Kami berharap, pada tahun 2025 nanti, proses pengurusan izin akan semakin cepat dan mudah, karena di gedung MPP ini sudah terintegrasi berbagai dinas terkait,” ujar Dikdik Solihin.

Pembenahan dan Peningkatan Fasilitas MPP

Dikdik juga menjelaskan bahwa meskipun gedung MPP ini siap diluncurkan pada Desember 2024, masih ada beberapa pembenahan yang perlu dilakukan. Namun, ia optimistis bahwa kedepannya, MPP Subang akan menjadi fasilitas yang representatif dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Saat ini, Subang masih berbenah untuk memenuhi kekurangan yang ada. Kami berencana untuk menambah beberapa ruangan agar MPP ini bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan,” tambahnya.

Perpindahan Kantor DPMPTSP ke Gedung Baru

Dalam proses pembangunan MPP ini, terjadi perpindahan kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ke gedung yang lebih representatif. Sebelumnya, kantor DPMPTSP menempati gedung bersejarah yang tidak dapat direnovasi. Namun, atas arahan Bupati Subang H. Ruhimat, kantor DPMPTSP kini menempati gedung yang sebelumnya digunakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang.

“Sebelumnya, Pak Bupati menyarankan kami untuk bertukar tempat dengan Disparpora, karena gedung yang kami tempati sebelumnya merupakan gedung bersejarah yang tidak memungkinkan untuk direnovasi. Sedangkan gedung yang saat ini kami tempati lebih cocok untuk dijadikan kantor DPMPTSP,” terang Dikdik Solihin.

MPP: Langkah Subang Menuju Layanan Publik Modern

Dengan adanya Mall Pelayanan Publik (MPP), Subang berambisi untuk menjadi salah satu kabupaten yang memiliki sistem pelayanan publik modern dan terintegrasi. Di Jawa Barat, memang masih ada beberapa daerah yang belum memiliki MPP, namun dengan diluncurkannya MPP di Subang, diharapkan akan mendorong daerah lainnya untuk mengikuti langkah serupa.

“Saat ini, di Jawa Barat masih ada 6 kabupaten/kota yang belum memiliki gedung MPP, dan Subang salah satunya. Namun, kami optimistis bahwa Subang akan menjadi salah satu daerah yang memiliki MPP yang representatif, meskipun masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki,” ujar Dikdik Solihin.

MPP: Harapan untuk Meningkatkan Investasi dan Perekonomian

MPP Subang diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Subang. Dengan sistem perizinan yang lebih mudah dan cepat, diharapkan Subang akan semakin berkembang dan menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin menanamkan modalnya.

“Kami ingin Subang menjadi daerah yang lebih maju dan ramah bagi investor. MPP ini adalah langkah awal untuk mempermudah proses investasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Dikdik.

Peluncuran Mall Pelayanan Publik (MPP) di Subang pada Desember 2024 menjadi langkah maju dalam mewujudkan pemerintahan yang efisien dan transparan. Dengan adanya MPP, masyarakat Subang dan para investor dapat menikmati pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi. MPP Subang juga diharapkan menjadi model pelayanan publik yang dapat diikuti oleh kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

Sumber : rri

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu Tutup Latja Siswa SPN Polda Jabar

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu Tutup Latja Siswa SPN Polda Jabar
Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu Saat Memimpin Upacara Penutupan Latja Siswa SPN Polda Jabar Di Mapolres Subang, Senin (2/12/2024). (Foto : RRI/Ruslan Effendi)

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu Tutup Latja Siswa SPN Polda Jabar – SUARASUBANG. Senin, 2 Desember 2024, menjadi hari yang penuh makna bagi 51 siswa Diktuk Bintara Polri gelombang II TA. 2024 yang mengikuti Latihan Kerja (Latja) di Polres Subang. Kegiatan penutupan Latja ini dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Ariek Indra Sentanu di halaman Mako Polres Subang. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam berlangsungnya Latja ini, termasuk SPN Polda Jabar, para supervisor, mentor, instruktur, serta seluruh personel Polres Subang.

Latja: Bekal Awal bagi Regenerasi Polri

AKBP Ariek mengungkapkan bahwa Latja yang diikuti oleh siswa Diktuk Bintara Polri ini bukan hanya sekedar kegiatan formal, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan keterampilan para calon anggota Polri yang profesional. “Kepada siswa yang telah melaksanakan Latja selama satu bulan, saya berharap pengalaman yang didapatkan bisa menjadi bekal awal dalam menempuh tugas ke depan sebagai personel Polri yang profesional,” kata Kapolres dengan penuh harapan.

Dalam latihan tersebut, para siswa mendapatkan berbagai pengalaman berharga yang berguna untuk menyiapkan mereka menghadapi tantangan di lapangan setelah resmi dilantik menjadi anggota Polri aktif. Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa program Latja ini masih bersifat pengenalan. “Kegiatan yang telah kalian laksanakan di sini hanyalah awal, nantinya kalian akan terus berkembang seiring dengan tantangan dan kesempatan untuk belajar yang lebih besar di dunia kepolisian,” tambahnya.

Pesan Kapolres: Polri Bukan Sekadar Profesi, Tapi Pengabdian

Kapolres Subang juga menekankan pentingnya untuk tidak hanya melihat profesi kepolisian sebagai sebuah pekerjaan, tetapi sebagai jalan untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. “Jadikan pengalaman belajar di Polres Subang sebagai sarana untuk benar-benar memahami dan melaksanakan tugas-tugas Polri dengan baik. Ingat, menjadi Polri bukan sekedar profesi, tetapi panggilan untuk memberikan pengabdian yang tulus kepada masyarakat,” ungkapnya dengan tegas.

Melalui Latja ini, para siswa diharapkan tidak hanya mengasah keterampilan teknis mereka, tetapi juga mengembangkan sikap dan etika dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian yang akan dihadapi di masa depan.

Pesan Terakhir: Hindari Pelanggaran dan Jaga Citra Polri

Di akhir sambutannya, Kapolres Ariek memberikan pesan penting kepada seluruh siswa. “Saya ingatkan untuk tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun, dan hindari perilaku yang dapat merusak citra serta harga diri Polri di mata masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, setiap tindakan seorang anggota Polri akan sangat berpengaruh terhadap persepsi publik terhadap institusi kepolisian. Oleh karena itu, menjaga integritas dan etika menjadi kunci utama untuk membangun citra Polri yang baik di masyarakat.

Latja: Langkah Awal Menuju Polri yang Profesional dan Terpercaya

Penutupan Latja ini menjadi momen penting dalam perjalanan karier para siswa Diktuk Bintara Polri yang baru saja menjalani masa pengenalan di Polres Subang. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Polri untuk mencetak generasi penerus yang memiliki kualitas terbaik dalam melaksanakan tugas, serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan arahan dan bimbingan dari para mentor di Polres Subang, para siswa diharapkan dapat lebih siap untuk terjun langsung dalam tugas kepolisian yang sesungguhnya.

Dengan berakhirnya Latja ini, 51 siswa Diktuk Bintara Polri gelombang II TA. 2024 siap untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam perjalanan karier mereka sebagai anggota Polri yang mengabdi dengan penuh dedikasi. Dengan semangat untuk terus belajar dan berkembang, mereka diharapkan dapat menjadi polisi yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis, jujur, dan berintegritas.

Sumber : rri

Subang Raih Predikat Tertinggi dalam Pelayanan Publik, Pj. Bupati Optimis Terus Meningkat

Subang Raih Predikat Tertinggi dalam Pelayanan Publik, Pj. Bupati Optimis Terus Meningkat
Pj Bupati Dr Imran menerima Anugerah Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik tahun 2024, bertempat di Hotel Grand Sunshine / H.Yaman/PR Subang /

Subang Raih Predikat Tertinggi dalam Pelayanan Publik, Pj. Bupati Optimis Terus Meningkat – SUARASUBANG. baru saja mencatatkan prestasi gemilang dalam dunia pelayanan publik. Dalam Anugerah Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik 2024 yang digelar oleh Ombudsman RI, Subang berhasil meraih predikat tertinggi dengan skor 93,12, yang menempatkannya dalam kategori A. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung kepada Penjabat (Pj.) Bupati Subang, Dr. Imran, pada acara yang berlangsung di Kabupaten Bandung, Rabu, 4 Desember 2024.

Subang: Pionir Pelayanan Publik Berkualitas

Prestasi ini tidak datang begitu saja. Keberhasilan Subang dalam meraih predikat tertinggi merupakan hasil kerja keras dan komitmen seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurut hasil penilaian Ombudsman RI, Subang unggul dalam empat dimensi utama yang menjadi kriteria penilaian: input, proses, output, dan pengaduan. Keempat aspek ini merupakan indikator penting dalam menilai seberapa baik pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat.

Dalam kategori input, Subang menunjukkan kesiapan dan ketersediaan sumber daya yang memadai untuk mendukung pelayanan publik. Proses mencakup mekanisme yang jelas dan transparan dalam pelayanan, sementara output menggambarkan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti kemudahan dalam mengakses layanan. Terakhir, aspek pengaduan menunjukkan bahwa Subang memiliki sistem yang responsif dalam menangani keluhan masyarakat.

Pj. Bupati Subang: “Kita Akan Terus Berusaha Memperbaiki”

Pj. Bupati Subang, Dr. Imran, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. Namun, meski Subang telah meraih penghargaan tertinggi, Dr. Imran menegaskan bahwa ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari upaya terus-menerus untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa depan.

“Meskipun sudah meraih predikat tertinggi, kita akan terus berupaya memperbaiki beberapa indikator, seperti pelayanan ramah disabilitas dan pengelolaan Mal Pelayanan Publik (MPP),” ujar Dr. Imran dengan penuh optimisme. Ia menjelaskan, salah satu fokus utama yang akan terus ditingkatkan adalah pelayanan yang lebih ramah dan inklusif untuk masyarakat dengan disabilitas. Selain itu, pengelolaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang lebih efisien dan mudah diakses oleh masyarakat juga menjadi prioritas.

Meningkatkan Kualitas Pelayanan untuk Masa Depan Subang

Dr. Imran juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerjasama yang solid antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Ke depannya, ia optimistis bahwa dengan komitmen dan kerja keras bersama, Subang akan menjadi salah satu kabupaten dengan pelayanan publik terbaik di Jawa Barat.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja lebih keras, lebih baik, dan lebih cepat dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat Subang,” tambahnya. Dr. Imran berharap, dengan pencapaian ini, Subang dapat terus meningkatkan kepuasan masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Mewujudkan Pemerintahan yang Baik dan Bersih

Penghargaan yang diraih Kabupaten Subang ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Subang dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih (clean government). Fokus utama yang diusung adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, yang tidak hanya sekadar memenuhi standar, tetapi juga memberi pengalaman yang memuaskan bagi masyarakat.

Kualitas pelayanan yang prima diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta memberikan dampak positif dalam perkembangan ekonomi dan sosial di Subang. Semangat terus meningkatkan pelayanan publik ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Menatap Masa Depan yang Lebih Baik

Dengan predikat ini, Subang kini berdiri di garis depan dalam pelayanan publik di Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Subang berharap prestasi ini dapat menjadi landasan untuk langkah-langkah lebih besar di masa depan. Upaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik akan menjadi prioritas utama, dengan harapan dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Subang, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain.

“Subang akan terus berkembang dan menjadi daerah dengan pelayanan publik terbaik. Kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Dr. Imran dengan penuh keyakinan.

Prestasi Kabupaten Subang dalam meraih predikat tertinggi dalam Anugerah Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik 2024 adalah langkah besar menuju peningkatan kualitas pelayanan di masa depan. Dengan tekad dan optimisme Pj. Bupati Subang, Dr. Imran, serta dukungan seluruh jajaran pemerintah daerah, Subang berpotensi untuk menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam pelayanan publik di Indonesia. Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik tidak akan berhenti, melainkan terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat.

Sumber Pikiran Rakyat

Kampung Susu Desa Ciater: Potensi Besar untuk Program Makan Bergizi Gratis di Subang

Kampung Susu Desa Ciater: Potensi Besar untuk Program Makan Bergizi Gratis di Subang
Sumber : Tim VIVA Jabar

Kampung Susu Desa Ciater: Potensi Besar untuk Program Makan Bergizi Gratis di Subang – SUARASUBANG. Kampung Susu yang terletak di Desa Ciater, Kecamatan Ciater, , kini menjadi sorotan berkat potensi besar dalam produksi susu. Dengan 120 ekor sapi perah jenis FH (Friesian Holstein), Kampung Susu ini mampu memproduksi hingga 1000 liter susu setiap harinya. Angka ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki daerah tersebut dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat melalui program-program pangan bergizi.

Peninjauan Ketua Komisi IV DPR RI: Dorong Penguatan Produksi Susu di Subang

Melihat potensi yang luar biasa tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, melakukan peninjauan ke Kampung Susu Desa Ciater beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Titiek mengungkapkan pentingnya penguatan produksi susu di Subang untuk mendukung program makan bergizi gratis yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.

“Penguatan produksi susu di Subang untuk program makan bergizi gratis harus dilakukan. Potensi Kampung Susu ini sangat baik,” ujar Titiek Soeharto, yang berharap agar potensi lokal ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi masyarakat Subang.

Dukungan Pemerintah untuk Program Makan Bergizi Gratis

Program makan bergizi gratis ini rencananya akan diimplementasikan mulai tahun 2025. Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, Wastim Edi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala hal untuk mendukung kelancaran program tersebut. Selain susu dari Kampung Susu Desa Ciater, produksi susu yang juga berasal dari perusahaan seperti Global Dairy dan APS yang beroperasi di Subang turut berkontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan susu bagi masyarakat.

“Produksi susu dari Kampung Susu Desa Ciater yang mencapai 1000 liter per hari sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ditambah lagi dengan dukungan dari perusahaan susu besar, kami yakin program ini akan sukses,” ungkap Wastim Edi saat diwawancarai pada Selasa, 3 November 2024.

Pemerintah Kabupaten Subang juga telah menjalin komunikasi dengan peternak sapi lokal untuk memastikan pasokan susu yang cukup dan berkelanjutan. Wastim menambahkan bahwa program makan bergizi gratis ini tidak hanya akan bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian para peternak sapi di Subang.

“Kesiapan kami dalam menyediakan susu dan daging sangat tinggi. Program ini akan berkesinambungan, dan kami sudah berkomunikasi dengan para peternak untuk menyiapkan komoditas pangan pokok,” katanya.

Kemitraan dengan Perusahaan Swasta untuk Meningkatkan Program Gizi Nasional

Selain itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang kemitraan dengan perusahaan swasta untuk mendukung kelancaran program makan bergizi gratis ini. Menurut Dadan, peran serta perusahaan swasta sangat diharapkan untuk menyukseskan program yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.

“Jika ada perusahaan swasta yang tertarik untuk bermitra, kami sangat berterima kasih. Kami akan membuka pengumuman kemitraan ini melalui website resmi kami,” ujar Dadan Hindayana.

Harapan untuk Masa Depan Perekonomian Subang

Keberhasilan program makan bergizi gratis diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya dalam meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Subang, khususnya di sektor peternakan. Melalui kerjasama antara pemerintah, peternak, dan perusahaan swasta, program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Subang.

Kampung Susu Desa Ciater dengan potensi produksinya yang luar biasa, siap menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Pemerintah Subang dan para peternak terus bekerja keras untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan lancar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak dan perekonomian lokal.

Sumber : viva

Pemenang Pilkada Subang 2024: Reynaldy – Agus Masykur

suarasubang.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang resmi menetapkan pasangan calon nomor urut 2, Reynaldy-Agus Masykur, sebagai pemenang Pilkada Subang 2024.

Proses rekapitulasi suara yang berlangsung hingga dini hari berhasil menuntaskan penghitungan dari 30 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Acara tersebut digelar di Laska Hotel, Jalan Kapten Hanafiah, Subang.

Ketua KPU Subang, Abdul Muhyi, mengumumkan hasil resmi pada pukul 01.35 WIB, di mana Reynaldy-Agus Masykur memperoleh 430.725 suara.

Pasangan ini unggul jauh dari pesaing lainnya: pasangan nomor urut 1, H. Ruhimat-H. Aceng Kudus dengan 299.809 suara, serta pasangan nomor urut 3, Asep Rochman Dimyati-Lina Marliana, yang mendapatkan 73.210 suara.

Total suara sah dan tidak sah mencapai 842.855 suara, dengan partisipasi pemilih sebesar 70,3% dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 1.198.736 pemilih.

Sesuai regulasi, KPU memberikan waktu tiga hari kepada pihak yang merasa keberatan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Apabila tidak ada gugatan yang tercatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) hingga batas waktu yang ditentukan, pasangan dengan perolehan suara terbanyak, yaitu Reynaldy-Agus Masykur, akan secara resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Subang terpilih.

Ketua KPU Subang menegaskan, “Kami memberikan waktu tiga hari bagi pihak yang ingin menggugat hasil Pilkada ke MK. Jika tidak ada gugatan, proses penetapan akan dilanjutkan sesuai aturan yang berlaku.”

Kemenangan Reynaldy-Agus Masykur menjadi sorotan karena pasangan ini diharapkan membawa perubahan besar bagi Kabupaten Subang.

Dengan pengalaman dan komitmen terhadap pembangunan daerah, Reynaldy berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor ekonomi lokal, serta memprioritaskan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Kemenangan Reynaldy-Agus Masykur disambut dengan antusias oleh masyarakat Subang.

Banyak pihak berharap kepemimpinan baru ini akan memberikan solusi nyata bagi berbagai permasalahan yang dihadapi Kabupaten Subang, mulai dari infrastruktur hingga kesejahteraan sosial.

Melestarikan Tradisi Lumbung Padi sebagai Warisan Budaya Sunda (LEUIT)

Melestarikan Tradisi Lumbung Padi sebagai Warisan Budaya Sunda
https://www.siklimis.com/

Melestarikan Tradisi Lumbung Padi sebagai Warisan Budaya Sunda – SUARASUBANG. Di tengah pesona alam Kabupaten Subang yang hijau dan subur, tersembunyi sebuah tradisi yang telah diwariskan turun-temurun—sebuah warisan budaya yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat agraris , yaitu leuit atau lumbung padi. Leuit bukan sekadar tempat penyimpanan beras, tetapi simbol dari kearifan lokal yang mengajarkan tentang keberlanjutan, rasa syukur, dan gotong royong.

Asal Usul Leuit: Lumbung Padi sebagai Warisan Leluhur

Cerita mengenai leuit dimulai sejak zaman nenek moyang, ketika tanah Subang yang subur menjadi ladang penghidupan bagi banyak petani. Padi, sebagai tanaman utama yang ditanam di sawah-sawah Subang, menjadi sumber kehidupan bagi ribuan keluarga. Untuk menjaga agar hasil pertanian tetap awet dan terjaga kualitasnya, para petani Subang mulai membangun leuit sebagai tempat penyimpanan hasil panen mereka.

Leuit dibangun dengan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan. Kayu, bambu, dan atap daun kelapa menjadi bahan utama yang digunakan untuk membangun lumbung padi ini. Bentuknya sederhana namun fungsinya sangat penting. Leuit tidak hanya sebagai tempat penyimpanan beras, tetapi juga sebagai simbol kekuatan komunitas. Dalam masyarakat tradisional Subang, setiap keluarga memiliki leuit, yang digunakan untuk menyimpan padi hasil panen mereka.

Filosofi Leuit: Simbol Kearifan dan Keharmonisan Alam

Leuit lebih dari sekadar tempat untuk menyimpan padi. Dalam tradisi orang Subang, leuit memiliki filosofi yang mendalam. Padi yang disimpan dalam leuit adalah hasil kerja keras, usaha, dan doa. Setiap biji padi adalah berkah yang harus disyukuri. Oleh karena itu, orang Subang selalu menjaga dan merawat leuit mereka dengan penuh perhatian. Leuit bukan hanya simbol kelimpahan pangan, tetapi juga simbol rasa syukur dan keberlanjutan.

Masyarakat Subang yang dikenal dengan gotong royongnya, sering kali bekerja sama untuk membangun leuit. Proses pembangunannya melibatkan banyak orang, dari mulai memotong bambu hingga menyiapkan bahan lainnya. Ini adalah contoh nyata bagaimana kebersamaan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Subang. Leuit bukan hanya menjadi tempat untuk menyimpan hasil bumi, tetapi juga sebagai tempat untuk menjaga hubungan antarwarga agar tetap harmonis.

Selain itu, leuit memiliki nilai ekologis yang tinggi. Dibangun dengan menggunakan bahan-bahan alami, leuit memungkinkan sirkulasi udara yang baik, sehingga padi yang disimpan di dalamnya tetap kering dan tidak mudah rusak. Ini adalah bukti bahwa masyarakat Subang pada masa lalu sangat peduli terhadap kelestarian alam dan memahami pentingnya hubungan yang seimbang antara manusia dan lingkungan sekitar.

Leuit dan Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Subang

Setiap tahun, saat musim panen tiba, masyarakat Subang akan memanen padi dari sawah mereka dan menyimpannya di leuit. Aktivitas panen ini selalu disambut dengan penuh kegembiraan, karena hasil panen merupakan simbol kesuksesan dan keberkahan yang mereka raih setelah bekerja keras di ladang. Seluruh anggota keluarga, baik itu anak-anak maupun orang dewasa, terlibat dalam proses panen dan pengumpulan padi.

Padi yang telah dipanen kemudian disimpan di leuit dengan rapih, agar kualitasnya tetap terjaga hingga saatnya tiba untuk dikonsumsi atau dijual. Leuit yang penuh dengan padi menjadi simbol kemakmuran bagi keluarga petani. Saat itu, mereka merasakan kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam atas hasil yang mereka dapatkan dari alam.

Namun, leuit bukan hanya menjadi tempat penyimpanan padi saja. Di sekitar leuit, sering kali terjadi kegiatan sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Setiap kali panen, warga sekitar saling bergotong-royong untuk membantu memanen padi, dan setelah itu mereka berbagi cerita, tawa, dan pengalaman hidup. Kegiatan ini bukan hanya soal bekerja, tetapi juga tentang merayakan kebersamaan dan kehangatan dalam komunitas.

Leuit di Tengah Tantangan Modernisasi

Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi membangun dan memanfaatkan leuit mulai memudar. Modernisasi dan perkembangan teknologi pertanian telah mengubah cara hidup banyak petani. Mesin-mesin pertanian yang canggih, seperti mesin pemanen dan alat penyimpanan otomatis, kini lebih sering digunakan. Hal ini menyebabkan keberadaan leuit semakin tersisih, tergantikan oleh cara-cara baru dalam bertani dan menyimpan hasil pertanian.

Meski demikian, di beberapa daerah, terutama di pedesaan Subang yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisional, leuit masih digunakan dan dihargai sebagai bagian dari warisan budaya. Beberapa keluarga dan komunitas masih menjaga dan memelihara leuit dengan sepenuh hati. Bahkan, ada beberapa daerah di Subang yang kini mulai melestarikan leuit sebagai objek wisata budaya dan edukasi, sehingga generasi muda bisa lebih memahami dan mengapresiasi sejarah serta filosofi yang terkandung dalam setiap leuit.

Pelestarian Leuit: Menjaga Kearifan Lokal untuk Generasi Mendatang

Menyadari pentingnya leuit sebagai bagian dari identitas budaya, beberapa pihak mulai menggalakkan program-program pelestarian dan edukasi tentang lumbung padi ini. Pemerintah setempat, bersama dengan komunitas budaya, mulai melakukan upaya untuk melestarikan leuit agar tidak hilang ditelan zaman. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun taman budaya yang menyajikan informasi dan demonstrasi tentang pembuatan serta pemanfaatan leuit.

Generasi muda yang semakin modern, yang lebih akrab dengan teknologi dan cara-cara pertanian modern, sering kali kurang mengenal tradisi ini. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mengetahui dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam penggunaan leuit. Dengan mengedukasi mereka tentang leuit, kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mengajarkan mereka tentang keberlanjutan, rasa syukur, dan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam.

Selain itu, leuit juga bisa menjadi simbol ketahanan pangan yang relevan dengan isu-isu modern. Di tengah ancaman krisis pangan global, leuit mengajarkan kita pentingnya mengelola sumber daya alam dengan bijaksana. Sistem penyimpanan yang ramah lingkungan ini bisa dijadikan inspirasi dalam pengelolaan pangan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kesimpulan: Leuit sebagai Cermin Keberlanjutan dan Gotong Royong

Leuit atau lumbung padi bukan hanya sekadar bangunan penyimpanan beras. Leuit adalah bagian dari sejarah dan filosofi hidup masyarakat Subang yang erat kaitannya dengan alam, rasa syukur, dan semangat gotong royong. Keberadaannya bukan hanya sebagai simbol kemakmuran, tetapi juga sebagai bukti bahwa manusia dapat hidup berdampingan dengan alam dengan cara yang harmonis dan berkelanjutan.

Saat kita melihat leuit, kita melihat lebih dari sekadar tumpukan padi yang tersimpan rapi. Kita melihat sebuah warisan yang mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, menjaga kebersamaan, dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijaksana. Leuit adalah lambang dari sebuah kehidupan yang seimbang, yang mengutamakan keberlanjutan dan kesejahteraan bersama.

Seiring dengan perkembangan zaman, semoga tradisi leuit tetap lestari, tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai pelajaran hidup yang dapat menginspirasi generasi masa depan

Gedung Layanan Perpustakaan Baru di Subang: Meningkatkan Literasi dan Membuka Peluang untuk Masyarakat Sejahtera

Subang, sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Barat, baru saja menyaksikan sebuah langkah besar dalam dunia literasi. Pada Selasa, 3 Desember 2024, Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Subang yang baru diresmikan dengan penuh semangat. Peresmian gedung yang modern ini menandai sebuah tonggak penting dalam upaya peningkatan budaya literasi di daerah tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Penjabat (Pj) Bupati Subang, Imran, dan Bunda Literasi Kabupaten Subang, Rosnelly Imran, yang secara bersama-sama memotong pita sebagai simbol dimulainya era baru bagi perpustakaan di Subang. Transformasi Perpustakaan Menuju Masyarakat Sejahtera Acara peresmian ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman, yaitu "Transformasi Perpustakaan Berbasis Digital Menuju Masyarakat Sejahtera." Tema ini menggambarkan visi besar pemerintah Kabupaten Subang untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan, inovasi, dan kreativitas yang dapat memperkaya kehidupan masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dunia digital, keberadaan perpustakaan yang bertransformasi menjadi berbasis digital ini menjadi sangat penting untuk mendukung masyarakat Subang agar tidak ketinggalan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam dunia pendidikan dan pengetahuan. Perpustakaan Digital yang Menjadi Pusat Pengetahuan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian yang telah diraih oleh Subang dalam bidang literasi. "Gedung Layanan Perpustakaan ini telah mendorong peningkatan budaya literasi di Subang, dan hasilnya, Kabupaten Subang berhasil meraih peringkat kedua dalam hal literasi tingkat Jawa Barat," ujar Yeni dengan penuh rasa syukur. Capaian ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras pemerintah daerah dan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk SMP, SMA, dan SMK yang ada di Subang. Peningkatan Kunjungan yang Signifikan Apa yang lebih menggembirakan lagi adalah meningkatnya jumlah kunjungan ke perpustakaan. Pada tahun 2023, jumlah kunjungan tercatat sekitar 27 ribu orang, namun pada tahun 2024, hingga akhir bulan November, jumlah tersebut mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu sekitar 37 ribu kunjungan atau naik sebesar 35 persen. "Peningkatan ini tentu menjadi bukti bahwa gedung baru ini sangat diminati oleh masyarakat, terutama para pelajar dan mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas yang ada untuk belajar dan mengembangkan diri," tambah Yeni. Kenaikan jumlah kunjungan ini juga merupakan hasil dari sosialisasi dan kerja keras yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Subang. Dengan fasilitas yang lebih modern dan berbasis digital, perpustakaan ini kini menjadi tempat yang lebih menarik bagi pengunjung untuk datang, belajar, dan berkreasi. "Tantangan ke depan adalah terus mengembangkan perpustakaan agar semakin bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Yeni, menutup penjelasannya. Pentingnya Literasi di Era Digital Sementara itu, Pj Bupati Subang, Imran, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional RI yang telah memberikan dukungan penuh melalui Dana Alokasi Khusus 2023, yang memungkinkan pembangunan gedung perpustakaan ini. Imran menyampaikan bahwa di era perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat seperti sekarang ini, literasi menjadi salah satu kunci utama untuk menghindari keterbelakangan. "Tanpa literasi yang baik, kita akan tertinggal di tengah disrupsi teknologi," kata Imran dengan tegas. Sebagai seorang pemimpin daerah, Imran menekankan bahwa penting bagi seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk menggalakkan budaya membaca dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang ada di setiap wilayah. “Perpustakaan bukan hanya tempat untuk mencari buku, tetapi tempat di mana kita bisa menemukan ide-ide baru, mengembangkan kreativitas, dan melakukan riset yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari," lanjut Imran. Perpustakaan Sebagai Pusat Inovasi dan Kreativitas Dalam acara peresmian tersebut, Plt Kepala Perpustakaan Nasional RI, yang diwakili oleh Kepala Biro SDM dan Umum Perpusnas RI, Yanti Suksmarini, juga memberikan sambutan yang sangat menginspirasi. Yanti mengungkapkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga harus menjadi pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan kreativitas. “Dengan fasilitas yang ada, gedung ini akan menjadi sarana yang mendukung kegiatan belajar, penelitian, serta pengembangan kreativitas bagi masyarakat Subang,” ucapnya dengan penuh keyakinan. Apa yang disampaikan oleh Yanti Suksmarini mencerminkan visi besar pemerintah Indonesia dalam mengembangkan sistem perpustakaan yang modern dan berbasis digital, sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat untuk membaca buku, tetapi juga tempat untuk mengakses berbagai informasi digital, mengikuti kursus online, melakukan riset, atau bahkan berpartisipasi dalam kegiatan kreatif seperti workshop, seminar, atau pameran. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Subang Dalam konteks yang lebih luas, keberadaan gedung perpustakaan baru ini dapat menjadi salah satu pendorong utama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Subang. Dengan menyediakan akses informasi yang lebih mudah dan lebih cepat melalui teknologi digital, perpustakaan dapat membantu masyarakat Subang, khususnya para pelajar dan mahasiswa, untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas dan mendalam. Hal ini tentunya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Subang dan mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, keberadaan perpustakaan yang berbasis digital ini juga dapat memudahkan para pelajar dan masyarakat untuk mengakses berbagai informasi dan materi pembelajaran dari berbagai disiplin ilmu. Mulai dari literasi umum, sains, teknologi, hingga seni dan budaya. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi pusat pengetahuan akademis, tetapi juga tempat yang memperkaya wawasan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan. Masa Depan Perpustakaan Subang yang Cerah Melihat antusiasme masyarakat terhadap gedung baru ini, tidak diragukan lagi bahwa masa depan perpustakaan di Subang sangat cerah. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta kerjasama yang solid antara pihak-pihak terkait, perpustakaan Subang akan terus berkembang dan menjadi tempat yang bermanfaat bagi masyarakat dalam memperkaya pengetahuan dan memperluas wawasan. Dengan konsep perpustakaan berbasis digital ini, Subang tidak hanya ingin menjadi kabupaten dengan literasi yang tinggi, tetapi juga menjadi kabupaten yang mampu menciptakan inovasi dan kreativitas di kalangan warganya. Semoga dengan adanya Gedung Layanan Perpustakaan yang baru ini, Subang dapat semakin memantapkan langkahnya menuju masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan sejahtera. Penutup: Menumbuhkan Budaya Membaca di Subang Dengan diresmikannya Gedung Layanan Perpustakaan yang baru, kita semua memiliki harapan besar bahwa literasi akan semakin berkembang di Subang. Pemerintah dan masyarakat Subang harus terus bekerja sama untuk memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin, terutama dalam menumbuhkan budaya membaca dan belajar di kalangan generasi muda. Sehingga, pada akhirnya, Kabupaten Subang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal peningkatan kualitas literasi dan pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan bersama.
Tribun Jabar/Ahya Nurdin

Gedung Layanan Perpustakaan Baru di Subang: Meningkatkan Literasi dan Membuka Peluang untuk Masyarakat Sejahtera – SUARASUBANG. Subang, sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Barat, baru saja menyaksikan sebuah langkah besar dalam dunia literasi. Pada Selasa, 3 Desember 2024, Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Subang yang baru diresmikan dengan penuh semangat. Peresmian gedung yang modern ini menandai sebuah tonggak penting dalam upaya peningkatan budaya literasi di daerah tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Penjabat (Pj) Bupati Subang, Imran, dan Bunda Literasi Kabupaten Subang, Rosnelly Imran, yang secara bersama-sama memotong pita sebagai simbol dimulainya era baru bagi perpustakaan di .

Transformasi Perpustakaan Menuju Masyarakat Sejahtera

Acara peresmian ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman, yaitu “Transformasi Perpustakaan Berbasis Digital Menuju Masyarakat Sejahtera.” Tema ini menggambarkan visi besar pemerintah Kabupaten Subang untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan, inovasi, dan kreativitas yang dapat memperkaya kehidupan masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dunia digital, keberadaan perpustakaan yang bertransformasi menjadi berbasis digital ini menjadi sangat penting untuk mendukung masyarakat Subang agar tidak ketinggalan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam dunia pendidikan dan pengetahuan.

Perpustakaan Digital yang Menjadi Pusat Pengetahuan

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian yang telah diraih oleh Subang dalam bidang literasi. “Gedung Layanan Perpustakaan ini telah mendorong peningkatan budaya literasi di Subang, dan hasilnya, Kabupaten Subang berhasil meraih peringkat kedua dalam hal literasi tingkat Jawa Barat,” ujar Yeni dengan penuh rasa syukur. Capaian ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras pemerintah daerah dan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk SMP, SMA, dan SMK yang ada di Subang.

Peningkatan Kunjungan yang Signifikan

Apa yang lebih menggembirakan lagi adalah meningkatnya jumlah kunjungan ke perpustakaan. Pada tahun 2023, jumlah kunjungan tercatat sekitar 27 ribu orang, namun pada tahun 2024, hingga akhir bulan November, jumlah tersebut mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu sekitar 37 ribu kunjungan atau naik sebesar 35 persen. “Peningkatan ini tentu menjadi bukti bahwa gedung baru ini sangat diminati oleh masyarakat, terutama para pelajar dan mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas yang ada untuk belajar dan mengembangkan diri,” tambah Yeni.

Kenaikan jumlah kunjungan ini juga merupakan hasil dari sosialisasi dan kerja keras yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Subang. Dengan fasilitas yang lebih modern dan berbasis digital, perpustakaan ini kini menjadi tempat yang lebih menarik bagi pengunjung untuk datang, belajar, dan berkreasi. “Tantangan ke depan adalah terus mengembangkan perpustakaan agar semakin bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Yeni, menutup penjelasannya.

Pentingnya Literasi di Era Digital

Sementara itu, Pj Bupati Subang, Imran, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional RI yang telah memberikan dukungan penuh melalui Dana Alokasi Khusus 2023, yang memungkinkan pembangunan gedung perpustakaan ini. Imran menyampaikan bahwa di era perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat seperti sekarang ini, literasi menjadi salah satu kunci utama untuk menghindari keterbelakangan. “Tanpa literasi yang baik, kita akan tertinggal di tengah disrupsi teknologi,” kata Imran dengan tegas.

Sebagai seorang pemimpin daerah, Imran menekankan bahwa penting bagi seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk menggalakkan budaya membaca dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang ada di setiap wilayah. “Perpustakaan bukan hanya tempat untuk mencari buku, tetapi tempat di mana kita bisa menemukan ide-ide baru, mengembangkan kreativitas, dan melakukan riset yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari,” lanjut Imran.

Perpustakaan Sebagai Pusat Inovasi dan Kreativitas

Dalam acara peresmian tersebut, Plt Kepala Perpustakaan Nasional RI, yang diwakili oleh Kepala Biro SDM dan Umum Perpusnas RI, Yanti Suksmarini, juga memberikan sambutan yang sangat menginspirasi. Yanti mengungkapkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga harus menjadi pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan kreativitas. “Dengan fasilitas yang ada, gedung ini akan menjadi sarana yang mendukung kegiatan belajar, penelitian, serta pengembangan kreativitas bagi masyarakat Subang,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Apa yang disampaikan oleh Yanti Suksmarini mencerminkan visi besar pemerintah Indonesia dalam mengembangkan sistem perpustakaan yang modern dan berbasis digital, sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat untuk membaca buku, tetapi juga tempat untuk mengakses berbagai informasi digital, mengikuti kursus online, melakukan riset, atau bahkan berpartisipasi dalam kegiatan kreatif seperti workshop, seminar, atau pameran.

Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Subang

Dalam konteks yang lebih luas, keberadaan gedung perpustakaan baru ini dapat menjadi salah satu pendorong utama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Subang. Dengan menyediakan akses informasi yang lebih mudah dan lebih cepat melalui teknologi digital, perpustakaan dapat membantu masyarakat Subang, khususnya para pelajar dan mahasiswa, untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas dan mendalam. Hal ini tentunya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Subang dan mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, keberadaan perpustakaan yang berbasis digital ini juga dapat memudahkan para pelajar dan masyarakat untuk mengakses berbagai informasi dan materi pembelajaran dari berbagai disiplin ilmu. Mulai dari literasi umum, sains, teknologi, hingga seni dan budaya. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi pusat pengetahuan akademis, tetapi juga tempat yang memperkaya wawasan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan.

Masa Depan Perpustakaan Subang yang Cerah

Melihat antusiasme masyarakat terhadap gedung baru ini, tidak diragukan lagi bahwa masa depan perpustakaan di Subang sangat cerah. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta kerjasama yang solid antara pihak-pihak terkait, perpustakaan Subang akan terus berkembang dan menjadi tempat yang bermanfaat bagi masyarakat dalam memperkaya pengetahuan dan memperluas wawasan.

Dengan konsep perpustakaan berbasis digital ini, Subang tidak hanya ingin menjadi kabupaten dengan literasi yang tinggi, tetapi juga menjadi kabupaten yang mampu menciptakan inovasi dan kreativitas di kalangan warganya. Semoga dengan adanya Gedung Layanan Perpustakaan yang baru ini, Subang dapat semakin memantapkan langkahnya menuju masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan sejahtera.

Penutup: Menumbuhkan Budaya Membaca di Subang

Dengan diresmikannya Gedung Layanan Perpustakaan yang baru, kita semua memiliki harapan besar bahwa literasi akan semakin berkembang di Subang. Pemerintah dan masyarakat Subang harus terus bekerja sama untuk memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin, terutama dalam menumbuhkan budaya membaca dan belajar di kalangan generasi muda. Sehingga, pada akhirnya, Kabupaten Subang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal peningkatan kualitas literasi dan pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan bersama.

Sumber : tribun jabar

Polres Subang Gencar Sosialisasi P4GN ke Guru SMP IT Alamy Subang

Polres Subang Gencar Sosialisasi P4GN ke Guru SMP IT Alamy Subang
Satres Narkoba Polres Subang melaksanakan kegiatan Sosialisasi P4GN di SMP IT Alamy Subang yang diikuti oleh 30 orang guru/H.Yaman/PR Subang /

Polres Subang Gencar Sosialisasi P4GN ke Guru SMP IT Alamy Subang – SUARASUBANG. Narkoba telah lama menjadi salah satu ancaman terbesar bagi generasi muda Indonesia. Dampak buruk yang ditimbulkan tidak hanya merusak fisik, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan mereka. Oleh karena itu, penting untuk melakukan upaya pencegahan sejak dini agar para remaja dapat terhindar dari jeratan penyalahgunaan narkoba. Salah satu cara yang dilakukan oleh Polres untuk menangani masalah ini adalah dengan mengadakan sosialisasi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Pada hari Selasa, 3 Desember 2024, giliran SMP IT Alamy Subang yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Bertempat di Aula SMP IT Alamy Subang, kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 30 guru tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai bahaya narkoba serta bagaimana cara mendeteksi tanda-tanda penyalahgunaan narkoba pada siswa.

Pentingnya Peran Guru dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Dalam sambutannya, Kasat Narkoba Polres Subang, AKP Heri Nurcahyo, menyampaikan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa. “Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan panutan bagi para siswa. Dengan pengetahuan yang mereka miliki tentang narkoba, para guru bisa lebih peka dalam mengenali tanda-tanda penyalahgunaan yang mungkin terjadi pada siswanya,” ujar AKP Heri Nurcahyo.

Sebagai aparat yang terlibat langsung dalam pemberantasan narkoba, Polres Subang memandang pentingnya sosialisasi kepada para pendidik, karena mereka adalah orang yang paling dekat dengan para pelajar. Dengan adanya sosialisasi ini, para guru dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada siswa tentang bahaya narkoba serta cara menghindarinya.

Jenis-jenis Narkoba dan Dampak Buruknya

Sosialisasi yang dilakukan oleh Satres Narkoba Polres Subang tidak hanya membahas tentang pentingnya peran guru, tetapi juga memberikan informasi terkait berbagai jenis narkoba yang sering disalahgunakan oleh kalangan remaja. Dalam acara ini, para guru diajarkan untuk mengenali berbagai jenis narkoba, seperti sabu-sabu, ganja, ekstasi, dan narkoba jenis baru yang sering kali muncul di pasaran.

AKP Heri menjelaskan bahwa setiap jenis narkoba memiliki dampak yang berbeda-beda terhadap penggunanya, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial. Sebagai contoh, narkoba jenis sabu-sabu bisa menyebabkan kerusakan otak yang permanen, sementara ganja dapat mengganggu konsentrasi dan daya ingat seseorang. Sementara itu, ekstasi dapat merusak sistem saraf dan meningkatkan risiko gangguan psikologis. “Penyalahgunaan narkoba bisa menurunkan kualitas hidup seseorang, bahkan mengarah pada kematian. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda penyalahgunaan sejak dini,” ujar AKP Heri.

Mengenali Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba pada Siswa

Salah satu materi penting yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah bagaimana cara mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba pada siswa. IPTU Hartono, sebagai KBO Polres Subang, menjelaskan kepada para guru tentang beberapa gejala umum yang bisa menjadi indikasi adanya penyalahgunaan narkoba pada siswa. Beberapa tanda tersebut antara lain:

  1. Perubahan Perilaku Drastis – Siswa yang sebelumnya rajin dan tertib, tiba-tiba menjadi malas, tidak fokus, atau sering menghindari aktivitas tertentu.
  2. Perubahan Fisik – Mata merah, bibir kering, berat badan menurun drastis, atau sering terlihat kelelahan.
  3. Perubahan Psikologis – Siswa menjadi lebih cemas, agresif, mudah marah, atau bahkan menunjukkan tanda-tanda depresi.
  4. Perubahan Sosial – Menarik diri dari teman-teman, atau malah bergabung dengan kelompok yang terlibat dalam kegiatan negatif.

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut, guru dapat segera melakukan pendekatan kepada siswa yang dicurigai mengonsumsi narkoba. Dalam banyak kasus, pencegahan yang dilakukan pada tahap awal dapat menyelamatkan siswa dari risiko yang lebih besar di masa depan.

Meningkatkan Peran Aktif Guru dalam Mencegah Narkoba

Dalam kegiatan ini, para guru SMP IT Alamy Subang tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diajarkan bagaimana cara-cara praktis untuk melakukan pencegahan. Salah satunya adalah dengan cara memberikan edukasi secara terbuka kepada para siswa mengenai bahaya narkoba, serta membangun komunikasi yang baik antara guru dan siswa. Guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang nyaman di dalam kelas, sehingga siswa merasa aman untuk berbicara jika mereka menghadapi masalah terkait narkoba.

Sebagai contoh, para guru bisa mengadakan sesi konseling atau diskusi mengenai narkoba di dalam kelas. Dengan pendekatan yang bijak dan penuh pengertian, para siswa akan merasa lebih mudah untuk berbicara tentang masalah yang mereka hadapi tanpa takut dihakimi.

Pentingnya Kerjasama dengan Orang Tua dan Masyarakat

Selain itu, AKP Heri juga mengingatkan pentingnya kerjasama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melakukan pencegahan narkoba. “Tidak hanya guru yang berperan, tetapi juga orang tua yang harus selalu memantau perkembangan anak mereka di rumah. Begitu juga dengan masyarakat sekitar, mereka juga harus peduli dan turut serta dalam menjaga lingkungan dari penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.

Melalui kerjasama yang solid antara semua pihak, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang bebas dari narkoba dan mendukung generasi muda untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Polres Subang juga mengajak sekolah-sekolah lain untuk mengikuti kegiatan sosialisasi serupa, agar pengetahuan tentang narkoba dapat tersebar lebih luas dan memberikan dampak yang positif di masyarakat.

Apresiasi dari Kepala Sekolah SMP IT Alamy Subang

Kegiatan sosialisasi ini mendapat apresiasi yang tinggi dari Sri Suniarti S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMP IT Alamy Subang. “Kami sangat berterima kasih kepada Satres Narkoba Polres Subang yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Bagi kami, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, karena dengan adanya pengetahuan yang diberikan, kami dapat lebih paham mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, serta cara-cara untuk mengedukasi siswa dengan tepat,” ujar Sri Suniarti.

Menurut Sri, kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi para guru mengenai cara-cara efektif untuk menangani masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Dengan adanya pengetahuan ini, diharapkan para guru bisa lebih peka dan siap menghadapi masalah narkoba yang mungkin terjadi di sekolah.

Mencegah Narkoba Sejak Dini untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Bahaya narkoba memang tidak bisa dianggap remeh. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak fisik dan mental penggunanya, tetapi juga dapat merusak masa depan bangsa. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini. Melalui sosialisasi seperti yang dilakukan oleh Polres Subang, diharapkan para guru dan seluruh elemen masyarakat dapat lebih memahami tentang narkoba dan perannya dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.

Dengan pengetahuan yang tepat dan kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, kita semua dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba. Mari bersama-sama menjaga masa depan anak bangsa agar tetap cerah dan bebas dari ancaman narkoba.

sumber : pikiran-rakyat

Kang Asep Nuroni Apresiasi Pilkada Subang 2024 yang Kondusif dalam Apel Pagi ASN

Kang Asep Nuroni Apresiasi Pilkada Subang 2024 yang Kondusif dalam Apel Pagi ASN

Kang Asep Nuroni Apresiasi Pilkada Subang 2024 yang Kondusif dalam Apel Pagi ASN – SUARASUBANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., kembali menunjukkan kepemimpinannya yang penuh dedikasi dengan menjadi pembina dalam apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah . Apel pagi tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Subang pada hari Senin, 2 Desember 2024, dengan dihadiri oleh berbagai pejabat dan ASN di lingkungan Setda Subang.

Pembukaan Apel Pagi yang Rutin dan Bermakna

Apel pagi dimulai dengan pembacaan Panca Prastya Korps Pegawai Republik Indonesia yang dipandu oleh Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Subang. Panca Prastya sendiri adalah janji dan komitmen bersama untuk menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme ASN dalam melaksanakan tugasnya.

Setelah itu, dalam amanatnya, Kang Asep Nuroni memberikan penghargaan kepada seluruh ASN Kabupaten Subang atas peran aktif mereka dalam memastikan bahwa Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Subang berlangsung dengan lancar dan kondusif. Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh ASN yang telah bekerja keras sejak awal persiapan hingga pelaksanaan pemilihan, memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik dan tanpa gangguan.

Apresiasi atas Pilkada Serentak 2024 yang Lancar

Kang Asep menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Subang tak lepas dari partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dan, khususnya, ASN. Dalam kesempatan itu, Kang Asep mengungkapkan rasa terima kasihnya yang tulus kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan Pilkada, mulai dari tahap persiapan hingga pemungutan suara. “Alhamdulillah, berkat partisipasi dan kerja keras bapak ibu sekalian, Pilkada Subang berjalan dengan lancar dan kondusif,” ujar Kang Asep.

Pilkada Serentak 2024 di Subang memang menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan demokrasi di daerah ini. Proses pemilihan yang aman dan terkendali menjadi bukti kuat bahwa Kabupaten Subang siap untuk melanjutkan pembangunan dengan penuh harapan dan optimisme. Apresiasi yang diberikan oleh Kang Asep tidak hanya untuk ASN, tetapi juga untuk seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga kedamaian dan ketertiban selama proses Pilkada berlangsung.

Seruan Profesionalisme ASN dalam Mendukung Pemerintahan yang Terpilih

Sebagai Sekretaris Daerah, Kang Asep juga menekankan pentingnya profesionalisme ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, terlebih setelah hasil Pilkada Subang diumumkan. Ia menegaskan bahwa siapapun yang terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Subang, keputusan tersebut adalah hasil pilihan rakyat yang harus dihormati oleh seluruh pihak.

“Siapapun yang terpilih nanti, baik itu Bupati maupun Wakil Bupati Subang, harus kita dukung dengan sepenuh hati. Mereka adalah hasil pilihan rakyat, dan kita harus menyikapi hasil Pilkada dengan profesional,” tegas Kang Asep.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh ASN di Kabupaten Subang untuk tetap menjaga sinergi dalam mendukung program-program prioritas yang akan dijalankan oleh pemerintahan yang terpilih. Fokus utama adalah memastikan kesejahteraan masyarakat Subang, serta menjaga stabilitas dan perkembangan daerah.

Dengan semangat profesionalisme, Kang Asep mengajak seluruh ASN untuk terus mengutamakan kepentingan masyarakat dan tidak terpengaruh oleh dinamika politik yang mungkin timbul pasca-pemilihan. “Mari kita dukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Subang, karena pada akhirnya kita bekerja untuk kesejahteraan rakyat,” lanjutnya.

Menyikapi Isu Kesehatan dan Sosial di Subang

Selain mengapresiasi keberhasilan Pilkada, Kang Asep juga menyinggung beberapa isu penting yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Salah satunya adalah meningkatnya angka ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di Kabupaten Subang. Dalam amanatnya, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menangani masalah ini dengan lebih serius. Mengingat dampak yang luas, baik dari segi sosial, kesehatan, maupun ekonomi, penanganan ODHA menjadi prioritas yang perlu mendapat perhatian lebih.

Kang Asep mengingatkan pentingnya edukasi dan pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS, serta upaya-upaya preventif yang dapat dilakukan untuk menanggulangi penyebaran penyakit ini. Ia juga mengapresiasi berbagai program kesehatan yang telah berjalan, namun menekankan bahwa kerja sama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat secara keseluruhan sangat diperlukan untuk menekan angka penderita HIV/AIDS di Subang.

Waspada Bencana Musim Penghujan

Dalam kesempatan tersebut, Kang Asep juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan ASN di Kabupaten Subang untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan yang berpotensi meningkatkan ancaman bencana alam. Seiring dengan perubahan iklim yang semakin tak menentu, potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang menjadi lebih tinggi di banyak wilayah Subang.

“Kita harus lebih siap dan waspada, terutama di musim penghujan seperti sekarang. Masyarakat dan instansi terkait perlu mempersiapkan segala kemungkinan dan segera tanggap jika bencana terjadi,” kata Kang Asep. Ia mengingatkan pentingnya koordinasi antara pihak pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait dalam menghadapi potensi bencana.

Kang Asep menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, termasuk melalui penyuluhan kepada masyarakat tentang cara mengurangi risiko bencana, serta penyiapan peralatan dan logistik yang diperlukan dalam penanganan darurat.

Peserta Apel Pagi yang Antusias

Apel pagi yang dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Subang, seperti Staf Ahli Bupati, Asisten Daerah, dan Kepala Bagian di Sekretariat Daerah, berjalan dengan khidmat dan penuh semangat. Kehadiran para ASN dalam apel ini menunjukkan komitmen mereka untuk terus bekerja profesional demi kemajuan Kabupaten Subang.

Dengan adanya apel pagi ini, Kang Asep berharap seluruh ASN di Kabupaten Subang dapat terus meningkatkan disiplin, kekompakan, dan integritas dalam bekerja. Ia percaya bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada dedikasi dan kinerja para ASN yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan pelayanan publik yang terbaik.

Dukungan untuk Subang yang Lebih Baik

Dalam amanatnya, Kang Asep juga menekankan bahwa kedamaian dan keharmonisan yang tercipta selama Pilkada harus terus dipertahankan, dan seluruh ASN diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam mendukung pemerintahan yang terpilih dan pembangunan Kabupaten Subang. Dengan profesionalisme, kerja sama, dan semangat kebersamaan, Kabupaten Subang diharapkan dapat terus maju, sejahtera, dan berkembang menuju masa depan yang lebih baik.

“Mari kita jaga kedamaian dan keharmonisan, serta terus berkerja untuk kesejahteraan masyarakat Subang. Kita semua punya peran dalam mewujudkan Subang yang lebih baik,” tutup Kang Asep.

Dengan adanya apresiasi dari Kang Asep Nuroni terhadap keberhasilan pelaksanaan Pilkada 2024 dan seruannya untuk mendukung pemerintahan yang terpilih dengan profesional, Subang semakin menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan menjadi daerah yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Recent Posts