Beranda blog Halaman 1755

Bupati Subang Serahkan 3.8 Juta Ekor Benih Ikan dan Udang Kepada 6 KUD

kud-blanakan.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Bupati Subang H. Ruhimat menyerahkan secara simbolis benih ikan kepada enam Koperasi Unit Desa (KUD) di wilayah Kecamatan Blanakan, Selasa (14/09/2021).

Penyerahan bantuan benih tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, khususnya para penambak yang dijadikan stimulan pemberdayaan ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid 19 di Kabupaten Subang.

Dalam laporannya Kepala Dinas Perikanan Rd. Maman Firmansyah, S.Sos, M.Si menyampaikan kegiatan penyerahan benih ikan tersebut dilaksanakan di tiga titik lokasi yaitu Desa Jayamukti, Desa Blanakan, dan Desa Muara.

Penerima benih ikan secara simbolis kepada enam KUD yaitu :
– KUD Mina Karya Bukti Sejati Desa Jayamukti untuk komoditas nila 101 orang penerima dengan jumlah benih 303.000 ekor, komoditas bandeng 78 orang penerima dengan jumlah benih 205.400 ekor.
– KUD Mina Karya Baru Desa Rawameneng untuk komoditas nila 26 orang penerima dengan jumlah benih 78.000 ekor, komoditas bandeng 64 orang penerima dengan jumlah benih 166.400 ekor.
– KUD Mina Karya Bukti Desa Blanakan untuk komoditas nila 45 orang penerima dengan jumlah benih 135.000 ekor, komoditas bandeng 55 orang penerima dengan jumlah benih 143.000 ekor.
– KUD Mina Langgeng Jaya Desa Langensari untuk komoditas nila 17 orang penerima dengan jumlah benih 51.000 ekor, komoditas bandeng 92 orang penerima dengan jumlah benih 239.200 ekor, dan komoditas udang windu 77 orang penerima dengan jumlah benih 77.000 ekor.
– KUD Karya Bakti Desa Muara untuk komoditas bandeng 57 orang penerima dengan jumlah benih 148.200 ekor, komoditas udang windu 50 orang penerima dengan jumlah benih 500.000 ekor, dan komoditas udang vanname 51 orang penerima dengan jumlah benih 536.280 ekor.
– KUD Tambak Jaya Desa Tanjungtiga untuk komoditas bandeng 3 orang penerima dengan jumlah benih 7.800 ekor, komoditas udang windu 123 orang penerima dengan jumlah benih 1.230.000 ekor.

Kepala Dinas Perikanan berharap bantuan komoditas tersebut bisa dimanfaatkan oleh pembudidaya dan KUD, karena kegiatan ini merupakan salah satu kepedulian Bupati dalam rangka menyejahterakan pembudidaya dan KUD di Wilayah Kecamatan Blanakan.

Dalam kesempatan tersebut Kang Jimat mengutarakan rasa gembirannya karena dapat bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi warga dan anggota koperasi yang berada di Wilayah Kecamatan Blanakan.

Dirinya juga menginginkan perubahan dan peningkatan melalui kelembagaan baik yang menyangkut koperasi maupun nelayan. Untuk itu yang telah tergabung dalam lembaga perekonomian yaitu koperasi harus memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian anggotanya menjadi lebih baik dan meningkat.

Dirinya mengatakan tujuan silaturahmi ini untuk memberikan bantuan benih yang telah dianggarkan dari tingkat kabupaten untuk semua KUD yang berada di wilayah pantai dengan jumlah benih 9.029.000 ekor dengan penerima 1.438 orang untuk se-kabupaten.

Dirinya berharap bantuan benih dari pemerintah bisa dimanfaatkan dengan baik, menjadi barokah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia memohon doa restu kepada warga Kecamatan Blanakan semoga akses jalan Patimban-Cilamaya yang sedang dibangun nantinya bisa menjadi lintasan agar akses warga tidak sulit dan meminimalisir banjir rob supaya air tidak naik ke atas.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP.PKK Kabupaten Subang Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat, ASDA I H. Rahmat Effendi, Kadis PUPR H. Syawal, Kadis Perikanan Rd. Maman Firmansyah, Camat Blanakan, Kades Rawameneng, Plt Kades Jayamukti, kades Muara serta muspika Kecamatan Blanakan.

Hilang di Pantai, Remaja Ditemukan Meninggal

85ed03f7b4941c99c2d2bd20734d8c91.jpg

KBRN, Kota Jantho: Arif Munawar (17), remaja dari Gampong Lam Asan Darusaalam Aceh Besar yang terseret arus di Pantai Penyu Gp Deyah Mamplam Leupung Aceh Besar akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Basarnas Banda Aceh Budiono membenarkan tentang penemuan jasad korban pada pencarian hari kedua yang dilkasanakan dengan membagi dua tim.

“Tim 1 melakukan pencarian ke arah barat laut dari LKP sejauh  +-1 Nm dan Tim 2 melakukan pencarian ke arah barat  dari LKP sejauh +-1 Nm,” jelasnya, Rabu (15/9/2021). 

Menurut Budiono, pada pukul 09.45 Wib, korban ditemukan 120 meter dari LKP dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh Tim SAR gabungan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Sebagaiman diberitakan sebelumnya, Arif Munawar, remaja dari Gampong Lam Asan Darusaalam Aceh Besar terseret arus di Pantai Penyu Gp Deyah Mamplam Leupung Aceh Besar pada Selasa (14/9/2021) sore.

Korban hilang saat sedang mandi-mandi bersama empat teman lainnya, namun teman-temannya berhasil menyelamatkan diri sedangkan korban hilang terseret arus laut setempat.

                                                                                                                               

Puan: Lindungi Rakyat dari Potensi Bencana

40556fc12975cccd9a8facb4caa89dff.jpg

KBRN, Jakarta: Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melakukan berbagai langkah mitigasi potensi bencana hidrometereologi seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.

Hal ini menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi terjadinya cuaca ektrem di sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan.

“Pemerintah agar menyiapkan langkah-langkah antisipasi bencana sedini mungkin untuk melindungi rakyat dari potensi bencana,” kata Puan, Rabu (15/9/2021).

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia yang berlaku sejak 14-20 September 2021. Hasil analisa BMKG menyebutkan, cuaca ekstrem terjadi akibat mulai aktifnya sejumlah fenomena dinamika atmosfer yang melewati wilayah Indonesia seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin.

Fenomena-fenomena dinamika atmosfer tersebut mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas. 

Puan mengharapkan kesiapan seluruh jajaran pemerintah dalam menghadapi potensi bencana dampak dari cuaca ekstrem akibat berbagai fenomena alam itu.

“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi sebagai langkah upaya penyelamatan rakyat dari potensi bencana,” ujar perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI tersebut.

Puan juga mengingatkan agar seluruh instansi/lembaga di daerah saling bersinergi dengan baik untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Jangan biarkan masyarakat menunggu jika terjadi bencana,” tegas Puan.

“Segera bergerak secara terpadu untuk menyelamatkan rakyat. Serta berikan pertolongan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan mereka,” sambung mantan Menko PMK itu.

Menyusul peringatan cuaca ekstrem, BMKG juga menetapkan sejumlah wilayah berada pada status siaga banjir yang berlaku untuk tanggal 13-15 September 2021. Provinsi yang ditetapkan siaga banjir adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Puan pun meminta agar jajaran pemerintah di daerah-daerah yang berstatus siaga banjir itu untuk selalu standby. Koordinasi Forkopimda di setiap wilayah dinilai perlu dilakukan secara intens untuk memastikan kondisi rakyat.

“Siapkan infrastruktur fisik maupun SDM (sumber daya manusia) semaksimal mungkin. Optimalkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan manakala terjadi banjir. Jangan sampai ada kata kecolongan, anomali alam, dan sebagainya,” ungkap Puan.

Selain langkah jangka pendek, Cucu Proklamator Bung Karno itu meminta pemerintah untuk menyiapkan aspek jangka panjang. Dengan begitu, kata Puan, dampak bencana alam bisa diminimalisir.

“Bisa melalui bantuan teknologi dalam upaya mitigasi, perlu terus ditingkatkan sistem informasi deteksi dini perkiraan cuaca supaya lebih akurat, sehingga rakyat dapat mengantisipasinya,” jelasnya.

Puan juga menilai pentingnya Indonesia mengingatkan negara-negara di dunia untuk bersama-sama mengatasi pemanasan global. Ini merupakan langkah jangka panjang untuk mengetasi cuaca ekstrem. 

“Sebagai negara kepulauan, Indonesia akan rentan terhadap dampak perubahan iklim. Upaya ini tidak bisa sendiri, Indonesia perlu mendorong negara-negara lain meningkatkan komitmen pengurangan emisi seperti yang telah saya sampaikan juga di forum Fifth World Conference of Speakers of Parliament (5WCSP) beberapa waktu lalu,” papar Puan.

Tak hanya itu, Indonesia diminta untuk terus berkontribusi dalam upaya pencegahan bencana. Beberapa di antaranya, menurut Puan, adalah dengan menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan, mempercepat tranformasi energi terbarukan, hingga berkomitmen terhadap transportasi ramah lingkungan. 

“Kemudian ajak masyarakat untuk mengenali isu ini dan berkontribusi agar bisa mewariskan dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tutupnya.

Gojek dan Kominfo Teken Nota Kesepahaman: Percepat Transformasi Digital Indonesia

Penandatanganan-MoU-Gojek-dan-Kominfo.jpeg

suarasubang.com – Gojek kembali memperkokoh komitmen dan dukungan terhadap misi pemerintah mengakselerasi transformasi digital. Komitmen tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Gojek dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tentang Percepatan Transformasi Digital melalui Edukasi dan Pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Masyarakat Umum.

MoU tersebut fokus pada tiga area utama, yaitu akselerasi kompetensi SDM digital, peningkatan literasi digital masyarakat, dan percepatan transformasi digital pada sektor ekonomi dan bisnis. Dukungan Gojek ini sejalan dengan upaya percepatan penerapan Peta Jalan Indonesia Digital tahun 2021-2024 yang dicanangkan Kominfo sebagai panduan pelaksanaan transformasi digital di empat (4) pilar, yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital. Untuk mendorong hilirisasi atau pemanfaatan teknologi digital, Kominfo secara konsisten memberikan rangkaian pelatihan berbasis digital kepada masyarakat, dan dalam pelaksanaannya menggandeng berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, pelaku usaha termasuk platform digital, akademisi, komunitas, hingga media.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Mira Tayyiba, saat konferensi pers penandatanganan MoU mengungkapkan, “Kominfo berkolaborasi dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melakukan beberapa agenda terkait percepatan transformasi digital, di antaranya adalah edukasi dan pelatihan UMKM dan masyarakat umum sesuai arahan Bapak Presiden di mana digitalisasi UMKM merupakan salah satu agenda prioritas. Kami harap penandatanganan Nota Kesepahaman tentang percepatan transformasi digital melalui edukasi dan pelatihan UMKM serta masyarakat umum yang dilakukan hari ini dapat berkontribusi signifikan dalam proses digitalisasi UMKM di Indonesia, serta pemetaan SDM digital yang resilient dan inovatif. Mari kita saling bersinergi dan kolaborasi untuk mengukir masa depan Indonesia yang lebih maju dan terkoneksi. Semakin digital, semakin maju.”

CEO dan Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi mengatakan, “Sejak awal, Gojek melalui ekosistemnya terus mendorong transformasi digital di berbagai lapisan serta aspek kehidupan masyarakat, dan di tengah pandemi COVID-19, kami semakin proaktif melakukan percepatan digitalisasi, mulai dari mendukung UMKM bermigrasi dengan mudah ke ranah digital, meningkatkan kompetensi digital talent, hingga mengedukasi masyarakat tentang cara memanfaatkan teknologi digital dengan aman. Inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan #BangkitBersama yang diinisiasi oleh Gojek sebagai bagian dari Grup GoTo untuk bisa mendorong berbagai elemen di dalam dan diluar ekosistem kami untuk dapat tidak hanya bertahan tetapi juga terus tumbuh di masa pandemi. Kesuksesan berbagai upaya ini tentunya tidak terlepas dari dukungan Kominfo terhadap industri ekonomi digital. Dengan makin dikukuhkannya kolaborasi strategis antara Gojek dengan Kominfo, kami berharap dapat menjadi mitra terdepan pemerintah dalam rangka memaksimalkan potensi Indonesia sebagai digital economic powerhouse di Asia Tenggara.”

Dukungan yang tertuang dalam Nota Kesepahaman tersebut akan direalisasikan melalui tiga pilar utama, yaitu peningkatan literasi keamanan digital bagi masyarakat dan UMKM, digitalisasi UMKM, dan pelatihan SDM digital dan startup. Ketiga pilar ini akan diimplementasikan dalam berbagai program antara Gojek dengan berbagai direktorat, badan dan lembaga di bawah Kominfo:

  1. Edukasi dan pelatihan intensif dengan Siberkreasi untuk mendukung pelaku UMKM yang cakap digital melalui konten-konten edukasi di berbagai media dengan topik-topik seperti:
    • UMKM Siap Melaju Berbekal Kompetensi Keamanan Digital;
    • Tips Jitu Menarik Pelanggan dan Berkonten Aman di Internet; dan
    • Strategi Inovasi untuk UMKM Kuliner.

      Dalam momentum penandatangan Nota Kesepahaman, Gojek dan Kominfo juga meluncurkan Iklan Layanan Masyarakat mengenai keamanan digital yang merupakan salah satu bentuk kolaborasi di bidang edukasi.

  2. Digital Talent Scholarship, Kelas GoNusantara dan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) yang akan memberikan pelatihan digital entrepreneurship berbentuk workshop interaktif kepada ribuan peserta. Ragam program pelatihan ini sejalan dengan komitmen Kominfo untuk mengakselerasi kompetensi SDM digital nasional, dengan menargetkan 300.000 SDM digital terlatih/tersertifikasi pada tahun 2024. Presiden Joko Widodo sendiri pun pernah menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan 9.000.000 talenta digital pada tahun 2035.
  3. Kolaborasi dengan BAKTI untuk pelatihan dan onboarding UMKM di daerah luar Jawa, di delapan (8) kota secara luring dan daring.
  4. Kolaborasi membina bibit perusahaan startup Indonesia dalam Program 1000 Startup Digital.

Ketiga area utama yang menjadi fokus kolaborasi Gojek dengan Kominfo dinilai merupakan elemen vital percepatan transformasi digital. Bukan hanya dapat mendorong ekonomi nasional, ketiga area tersebut juga turut memaksimalkan potensi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Studi McKinsey tahun 2020 mengungkapkan bahwa digitalisasi UMKM berpotensi memberikan kontribusi ke perekonomian nasional hingga 140 Miliar USD pada tahun 2030.

Rangkaian dukungan yang diberikan Gojek pun akan semakin melengkapi berbagai upaya transformasi digital yang sebelumnya telah dijalankan oleh Gojek dan ekosistemnya, khususnya untuk UMKM. Apalagi dalam upaya bangkit dari pandemi, GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia yang menggabungkan layanan on-demand, e-commerce, serta layanan keuangan dan pembayaran melalui merek Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bangkit bersama di masa pandemi ini melalui gerakan #BangkitBersama. Sebagai bagian dari ekosistem GoTo, Gojek telah membantu meningkatkan literasi dan adopsi ekonomi digital kepada lebih dari 250 ribu pelaku UMKM di Indonesia selama masa pandemi.

Tidak hanya itu, Gojek juga mendorong pelaku UMKM untuk lebih melek keamanan digital. Sejak 2020, Gojek merupakan platform digital pertama yang menjalin kerja sama secara berkelanjutan dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dalam upaya edukasi seputar literasi keamanan digital hingga saat ini. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah yang menyasar literasi digital untuk 50 juta orang hingga tahun 2024.

Earned Wage Access Bantu Pekerja Atasi Masalah Finansial di Tengah Pandemi COVID-19

Illustration-1.jpg
Workers in logistics warehouse at forklift checking list

suarasubang.com – Pandemi COVID-19 telah berdampak pada seluruh sektor industri. Kementerian Tenaga Kerja mencatat bahwa 96% perusahaan terkena dampak negatif pandemi khususnya dari aspek finansial. Hal ini berimbas terhadap kinerja pekerja yang merupakan aset dan investasi terbaik perusahaan. Berbagai pengeluaran tidak terduga di masa pandemi mengakibatkan kinerja karyawan terganggu karena kondisi kesehatan finansial mereka yang buruk dan berakibat secara langsung pada produktivitas karyawan yang menurun.

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Komunikasi dan Informatika, Firlie H. Ganinduto, memaparkan bahwa sektor industri konstruksi, manufaktur, dan maskapai penerbangan merupakan beberapa sektor yang terdampak cukup parah selama pandemi. Akibatnya, jutaan pekerja dari industri tersebut maupun industri lainnya turut mengalami dampak dari kesulitan keuangan yang dialami perusahaan. Berbagai perusahaan tidak dapat berbuat banyak ketika karyawannya mengalami situasi keuangan yang sulit seperti halnya untuk pengeluaran mendesak terkait perawatan dan pengobatan Covid-19 untuk pribadi atau anggota keluarganya.

Banyak masyarakat khususnya pekerja yang tidak mempunyai dana darurat mengambil jalan pintas, dengan meminjam dari pinjaman online (pinjol) ilegal untuk pengeluaran tak terduga. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sejak 2018 hingga Juli 2021 sudah ada 3.365 pinjol ilegal yang telah dihentikan operasionalnya oleh Satgas Waspada Investasi. Sebanyak 7.128 pengaduan masuk dari masyarakat terkait pinjol ilegal.

Akibatnya, banyak pekerja atau buruh yang terjerat utang pinjol ilegal yang seringkali diakibatkan kebutuhan dana darurat yang mendesak, khususnya di tengah pandemi saat ini.

“Perusahaan harus memperhatikan kondisi keuangan karyawannya untuk menjaga produktivitas. Untuk itu, inovasi layanan Earned Wage Access (EWA) dari Wagely telah menjadi urgensi untuk dapat diterapkan di Indonesia sebagai bentuk itikad baik perusahaan dalam membantu likuiditas keuangan karyawan, menjaga produktivitas, sekaligus menghindarkan karyawan dari predatory lending,” kata Firlie dalam webinar bertajuk “The Urgency of Financial Wellbeing and Resilience for Indonesian Workers” yang diselenggarakan baru-baru ini.

Firlie menambahkan, “Ini adalah waktu yang tepat untuk industri berkolaborasi, untuk menyelamatkan ekonomi. Kalau berbicara penyelamatan ekonomi dan kolaborasi, aset yang utama yang harus diselamatkan yaitu karyawan. Seperti apa kolaborasinya? Yaitu tadi EWA, itu adalah kolaborasi antara perusahaan, karyawan dan third party funder. Ini adalah win-win solution.”

“Kalau kita melihat urgensi, tidak ada yang lebih urgent dari sekarang. Ini merupakan inovasi yang baru dari ekonomi digital yang perlu disosialisasikan ke perusahaan-perusahaan, karena tidak banyak industri yang menyadari solusi ini. EWA adalah sesuatu yang menjadi common practice, di luar negeri juga biasa dilakukan. Timing-nya tepat, hanya masalah memperkenalkan konsep ini ke perusahaan.” ujar Firlie.

Data PricewaterHouseCooper (PwC) menyebutkan pekerja menghabiskan waktu lebih dari tiga jam dalam seminggu untuk fokus di masalah keuangan, dan 31% pekerja merasa produktivitas mereka terpengaruh akibat masalah keuangan tersebut.

Layanan EWA memungkinkan pekerja untuk mencairkan gaji secara proporsional dari hari bekerja yang telah dilakukan tanpa perlu menunggu tanggal pencairan gaji yang telah ditetapkan perusahaan. Inovasi ini dapat memberikan ketenangan para pekerja yang sedang menghadapi masalah keuangan. EWA dapat menjadi solusi pekerja dalam menghadapi pengeluaran tidak terduga dan membantu pekerja agar terhindar dari rentenir atau pinjol ilegal yang mengenakan bunga yang tidak wajar.

Di sisi lain, EWA juga dianggap sebagai sebuah solusi baru yang penting untuk membantu menjaga kesejahteraan finansial dan ketahanan karyawan, dari perspektif perusahaan. Di webinar yang sama, Chief of People and Corporate Strategy DANA Agustina Samara mengungkapkan pentingnya EWA bagi perusahaan untuk beradaptasi di tengah pandemi COVID-19 dan dapat bertindak sebagai deteksi dini kondisi karyawan.

“Saya rasa untuk EWA itu penting sekali, sebab kita harus terus beradaptasi. Kami percaya setiap orang bisa mengalami krisis keuangan pada titik tertentu. Berapapun gajinya, pasti ada kebutuhannya, seperti membantu orang tua mereka yang sakit atau renovasi rumah. Dengan Wagely, kita bisa melakukan benchmark dan beradaptasi dengan baik.” kata Agustina.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO Wagely Tobias Fischer mengatakan, “Wagely didirikan dengan misi untuk mendukung upaya perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan, terutama kesehatan dan ketahanan finansial mereka melalui layanan EWA. Kinerja dan produktivitas karyawan dipengaruhi oleh kondisi keuangan mereka, dan pada akhirnya kondisi tersebut dapat mempengaruhi kinerja dan profitabilitas perusahaan secara negatif. Layanan EWA dari Wagely sejalan dengan upaya OJK untuk mencegah masyarakat terjebak dalam jeratan utang pinjaman online ilegal.” tutup Tobias.

Logitech G Meluncurkan Headset Wireless Bluetooth Paling Ringan, Terjangkau, dan Ramah Lingkungan

G435-PlayNeverEnds-2.jpg

suarasubang.com – Logitech G, salah satu brand dari Logitech, (SIX: LOGN) (NASDAQ: LOGI), dan inovator terkemuka dalam teknologi dan peralatan game, menetapkan standar emas baru dengan headset nirkabel ultra ringan baru yang menarik, khusus dirancang untuk para gamers modern masa kini. Logitech G435 LIGHTSPEED Wireless Gaming Headset, menghadirkan kenyamanan, ramah lingkungan, pilihan warna yang menyenangkan, dukungan multi-platform dengan teknologi Bluetooth, dan masih banyak lagi, semuanya dengan harga terjangkau estimasi Rp 929.000,-.

“Logitech G435 LIGHTSPEED Wireless Gaming Headset hadir untuk para gamers generasi muda, dengan berbagai fitur yang sangat menarik,” ujar Nicole Constance, Cluster Category Manager Logitech G Indonesia. “Mulai dari teknologi LIGHTSPEED Wireless dan konektivitas Bluetooth, memiliki berat yang sangat ringan serta warna sesuai dengan gaya anak muda, mikrofon beamforming ganda yang sangat menakjubkan, serta adanya fitur ramah anak, dimana volume headset ini bisa dimaksimalkan menjadi 85dB saja jika sedang dipakai anak-anak.”

Headset gaming ini sangat cocok bagi para gamer generasi muda. Dengan berat kurang lebih 165 gram, G435 menjadi headset gaming yang sangat ringan dan nyaman untuk dipakai para gamer muda sepanjang hari. Kombinasi nirkabel LIGHTSPEED 2.4GHz dan Bluetooth yang berkelas gaming, memberi Anda kebebasan untuk terhubung secara nirkabel ke PC, PlayStation, atau perangkat selular Anda. LIGHTSPEED Wireless terhubung ke PC atau PlayStation Anda melalui adaptor USB-A 2,4GHz dan memberikan kinerja yang disesuaikan untuk kebutuhan para gamers. Sementara konektivitas Bluetooth memungkinkan Anda terhubung ke perangkat selular untuk bermain game atau sekedar mendengarkan musik.

Driver 40mm-nya menghadirkan suara yang kaya dan imersif, sedangkan mikrofon beamforming ganda menghilangkan kebutuhan akan mikrofon tipe boom. Mikrofon beamforming yang canggih juga dapat mengurangi kebisingan suara latar belakang, sambil memperkuat suara Anda, sehingga ketika berkomunikasi dalam game, Anda terdengar seperti berada di ruangan yang sama dengan teman-teman Anda.

G435 juga merupakan headset nirkabel gaming paling ramah lingkungan yang diproduksi oleh Logitech G, hingga saat ini. Headset ini sudah memiliki sertifikasi CarbonNeutral, yang berarti bahwa kami fokus kepada penyeimbangan karbon bersertifikat kualitas tinggi untuk mengurangi dampak karbon dari produk hingga nol alias tidak ada sama sekali.

Bagian plastik mencakup minimal 22 persen plastik daur ulang pasca konsumen, dan kemasan kertas di dalamnya berasal dari hutan bersertifikat FSCTM. Dengan memilih headset gaming ini, Anda melakukan bagian Anda untuk membantu mendukung pengelolaan hutan dunia dengan lebih bertanggung jawab. Untuk informasi lebih lanjut tentang upaya keberlanjutan perusahaan, silahkan kunjungi situs web kami.

Logitech G435 LIGHTSPEED Wireless Gaming Headset hadir dalam tiga variasi warna, Black & Neon Yellow, Blue & Raspberry, serta Off-White & Lilac, memungkinkan para gamer untuk memamerkan gaya sesuai dengan kepribadian mereka masing-masing. G435 juga menyertakan sentuhan-sentuhan kecil seperti indikator braille kiri dan kanan pada headset untuk memudahkan mereka yang memiliki keterbatasan dalam hal penglihatan untuk mengetahui sisi pada headset.

Harga dan Ketersediaan

Logitech G435 LIGHTSPEED Wireless Gaming Headset diperkirakan akan hadir dan dijual secara resmi di Indonesia lengkap dalam 3 pilihan warna pada bulan November 2021, dengan harga kisaran Rp 929.000,-. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website kami, blog, atau terhubung dengan kami di media sosial Facebook, Twitter, dan Instagram.

Percepat Transformasi Digital, Sekjen: Kominfo Jalin Kolaborasi Multipihak

MoU-Kominfo-Gojek.png

suarasubang.com – Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan percepatan hilirisasi teknologi digital untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital Indonesia. Selain digitalisasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga pembentukan sumberdaya manusia utuk mempercepat transformasi digital.

Guna mendorong hilirisasi atau pemanfaatan teknologi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika, sejak beberapa tahun lalu, secara konsisten terus membuat pelatihan-pelatihan berbasis digital kepada masyarakat.

“Dalam melaksanakan agenda tersebut, Kementerian Kominfo melakukan kolaborasi multi-pihak dengan menggandeng instansi pemerintah lain, pelaku usaha termasuk platform digital, akademisi, komunitas, dan media atau yang dikenal dengan pentahelix,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Kominfo dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) secara virtual di Jakarta, Selasa (14/09/2021).

Sekjen Mira menyatakan berkolaborasi dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa untuk melakukan beberapa agenda terkait percepatan transformasi digital. “Di antaranya adalah edukasi dan pelatihan untuk UMKM dan masyarakat umum, sebagaimana arahan Bapak Presiden, dimana digitalisasi UMKM menjadi agenda prioritas,” ujarnya.

Beberapa program Kementerian Kominfo terkait pelatihan berbasis digital adalah (1) Program 1000 Startup Digital yang bertujuan mendorong pengembangan ekosistem digital nasional; (2) Program yang mendorong peningkatan produktivitas sektor-sektor ekonomi dengan adopsi teknologi digital, seperti UMKM Go Online yang bertujuan untuk mendorong UMKM dalam negeri bermigrasi ke platform digital, dan (3) Program Petani Nelayan Go Online yang bertujuan meningkatkan kapasitas petani dan nelayan dalam memperluas pasar dan mengelola hasil produksi.

“Kami harapkan penandatanganan nota kesepahaman yang akan dilakukan pada hari ini, berkontribusi signifikan terhadap proses digitalisasi UMKM di Indonesia dan pembentukan SDM digital yang mampu resilient dan inovatif,” ungkap Sekjen Kementerian Kominfo.

Tiga Sektor

CEO Gojek Kevin Aluwi mengapresiasi atas dukungan Kementerian Kominfo kepada pelaku industri ekonomi digital untuk mengembangkan inovasi dalam mendukung kemajuan ekonomi digital di Indonesia.

“Teknologi digital memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung perekonomian Indonesia, termasuk di masa pandemi seperti saat ini. Kami mendukung pemerintah untuk melakukan transformasi digital sebagai elemen kunci pemulihan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Menurut Kevin Aluwi, Gojek mendukung UMKM bermigrasi dengan mudah ke ranah digital, meningkatkan kompetensi digital talent, hingga mengedukasi masyarakat tentang cara memanfaatkan teknologi digital dengan aman.

“Melalui penandatanganan nota kesepahaman kali ini, kami memperkokoh komitmen dan dukungan Gojek kepada Pemerintah untuk melakukan percepatan transformasi digital nasional yang sejalan dengan Rencana strategis Kominfo”

Menurut CEO Gojek, kolaborasi dengan Kementerian Kominfo ditekankan pada tiga elemen utama yaitu akselerasi kompetensi SDM digital, meningkatkan literasi digital masyarakat dan mempercepat transformasi digital pada pada sektor ekonomi dan bisnis.

“Tiga area utama ini merupakan elemen yang vital untuk menciptakan solusi perekonomian berkelanjutan mempercepat transformasi digital dan menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga,” ungkapnya.

CEO Kevin Aluwi mengharapkan kolaborasi akan dapat memaksimalkan potensi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara.

“Gojek dapat mendukung pemerintah untuk mempercepat visi transformasi digital memaksimalkan potensi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara dan serta destinasi investasi pertama di dunia,” ungkapnya.

Nota Kesepahaman Percepatan Transformasi Digital Melalui Edukasi dan Pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Masyarakat Umum yang dirancang selama tiga tahun itu mencakup diseminasi, edukasi dan pelatihan terkait literasi digital melalui pemanfaatan layanan aplikasi Gojek dan afiliasinya.

Secara khusus mencakup pelatihan dan edukasi dalam rangka tata kelola kemananan siber, perlindungan data pribadi, dan peningkatan literasi digital bagi masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan; pengembangan dan pendampingan dalam rangka digitalisasi UMKM; pelatihan kewirausahaan digital (digital entrepreneurship), talenta digital (digital talents) serta pengembangan startups digital lokal; dukungan dalam Forum Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika; serta pemanfaatan layanan-layanan di dalam ekosistem.

Penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung virtual disaksikan Inspektur Jenderal Kementerian Kominfo, Doddy Setiadi; Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Pangerapan; dan Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Hary Budiarto. Hadir pula Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Gojek, Shinto Nugroho dan Ketua Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, Yosi Mokalu.

Akselerasi Penggelaran Serat Optik Berkapasitas Besar di Pulau Jawa, Anak Usaha Surge Raih Pembiayaan 256,5 Miliar Rupiah dari BNI

SURGE-Pemasangan-Fiber-Optik.png

suarasubang.com – PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) atau Weave, anak usaha dari perusahaan konektivitas infrastruktur digital PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (IDX: WIFI) atau Surge, bersama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (IDX: BBNI) atau BNI baru saja merampungkan pembiayaan kredit untuk proyek infrastruktur jaringan serat optik di Pulau Jawa. Weave memperoleh kredit dengan nilai fasilitas maksimal sejumlah Rp. 256,5 Miliar atau sebesar 63% dari nilai proyek, dimana total biaya proyek diasumsikan sebesar Rp. 407,2 Miliar. Weave mendapatkan bunga 9,5% dengan jangka waktu 90 Bulan termasuk grace period 12 bulan. Pinjaman ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan tahap selanjutnya serat optik sepanjang rel kereta api di berbagai lokasi seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta hingga Jawa Timur.

CEO Surge, Hermansjah Haryono menjelaskan “Kami sangat berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh bank sekaliber BNI untuk proses penggelaran serat optik dari Weave. Dukungan ini tentunya dapat mendorong akselerasi pengerjaan proyek ini khususnya di kabupaten maupun kota tier-2 dan tier-3 yang belum memiliki akses internet berkualitas dan terjangkau. Kami juga optimis rencana untuk penyelesaian keseluruhan jaringan sepanjang 2800 km ini dapat kami akselerasi sampai akhir tahun 2021. Selain menghadirkan koneksi internet yang berkualitas namun terjangkau bagi masyarakat dan pelaku UMKM, dari sisi bisnis kami sangat terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kesamaan misi untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.”

Surge melalui Weave telah memulai pembangunan serat optik 144 core di sepanjang rel kereta api milik PT KAI sepanjang 2.800 km, atau lebih dari 500 stasiun yang terletak di 9 daerah operasional PT KAI, sejak akhir 2019. Pengembangan ini didesain untuk meningkatkan jaringan infrastruktur data yang sangat cepat, stabil dengan latency yang rendah di pulau Jawa yang dapat memfasilitasi konektivitas internet dengan kapasitas bandwidth sangat besar. Dengan keberadaan lebih dari potensi ribuan Point of Presence yang tersebar di seluruh stasiun kereta api dan fasilitas lainnya di Pulau Jawa, Weave dapat meningkatkan kualitas pelayanan langsung para partner bisnis kepada pengguna dan masyarakat di kota-kota sekitar jalur rel kereta api tersebut.

Per September perseroan sedang merampungkan finalisasi tahap awal penggelaran jaringan serat optik di ruas Jakarta – Cikarang – Bandung maupun Jakarta – Bogor. Penggelaran di sepanjang 180 km ini ditargetkan rampung pada akhir September 2021. Baru-baru ini Weave secara resmi menggandeng perusahaan infrastruktur telekomunikasi PT Prasetia Dwidharma dan perusahaan infrastruktur perkeretaapian PT Sarida Utama yang tergabung dalam Konsorsium Prasetia dan Sarida untuk hadir sebagai partner proyek pada fase penggelaran jaringan serat optik Weave secara keseluruhan, pada ruas-ruas Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Hermansjah menambahkan “Kami optimis rencana untuk penyelesaian keseluruhan jaringan sepanjang 2800 km ini dapat kami akselerasi sampai akhir tahun 2021. Hal ini kami tempuh dengan berbagai strategi, pertama keunggulan penggelaran serat optik sepanjang rel kereta di lahan yang dimiliki sepenuhnya oleh PT KAI cenderung lebih cepat pengerjaannya dan lebih bebas gangguan dibandingkan dengan penggelaran serat optik di samping jalan provinsi atau jalan kabupaten. Kedua, belajar dari periode pembatasan kegiatan masyarakat sebelumnya, kami telah memitigasi hal ini dengan menambahkan fase proyek hingga meningkatkan efektifitas human resources sehingga pengerjaannya dapat lebih efisien juga efektif. Kepercayaan dan dukungan penuh dari BNI ini tentunya akan semakin memaksimalkan proses penggelaran ini untuk dapat selesai sesuai rencana awal, yang secara paralel akan mempercepat transformasi digital para UMKM dan startup maupun pemerataan ekonomi digital di Indonesia.”

Layanan Surge sebelumnya yang telah dapat dinikmati masyarakat luas adalah layanan wifi gratis di fasilitas commuter line Jabodetabek dan stasiun kereta api, media kreatif Linikini, serta berbagai aplikasi menarik untuk loyalty program, delivery makanan, konsultasi pertanian hingga marketplace asuransi mikro. Perseroan kini juga dalam tahap pengerjaan teknologi berbasis aplikasi secara bertahap untuk sektor retail, logistik, gaya hidup, kesehatan, layanan publik, media & hiburan (entertainment) dan lain sebagainya. Pengembangan infrastruktur digital seperti jaringan serat optik ini akan diharapkan dapat memaksimalkan manfaat maupun memberikan nilai tambah bagi media periklanan maupun pengembangan teknologi berbasis aplikasi.

“Proses komersialisasi serat optik Weave pada wilayah yang sudah terbangun juga terus berjalan bersamaan dengan proses penggelaran, dengan beberapa model seperti penyewaan dark fiber, kerjasama dengan ISP (internet service provider) lokal, penyewaan colocation data center, iklan dari free Wi-Fi, dan sinergi serta kolaborasi antar produk dalam ekosistem Surge. Baru-baru ini juga kami menandatangani MoU terkait kolaborasi bersama Lintasarta dan Trans Hybrid Communication untuk pemanfaatan jaringan serat optik ini bagi layanan korporasi dan ISP mereka. Untuk itu, sebagai kolaborator, kami mengajak para mitra ISP lokal, pemilik bisnis data center, dan pelaku bisnis di bidang telekomunikasi dan internet di daerah untuk bersama-sama merasakan nilai tambah dari konektivitas tinggi dan berkualitas dari Surge.” tutup Hermansjah.

DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA PPAS Perubahan Tahun 2021

DPRD-Subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Bupati Subang H. Ruhimat dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi hadir dalam Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA PPAS Perubahan tahun 2021 di Gedung DPRD Subang, Senin (13/9/2021).

Dalam Sambutannya Ketua DPRD Subang H. Narca Sukanda S.Sos, M.Si mengatakan bahwa jumlah anggota DPRD yang hadir sebanyak 34 orang sehingga Sidang telah memenuhi kuorum.

Dalam kesempatan tersebut Kang Jimat sapaan akrab Bupati Subang menyampaikan berbagai apresiasinya kepada para ASN dan Masyarakat yang telah mentaati protokol kesehatan, apresiasi kepada tenaga kesehatan dan Satgas Covid 19 dalam penanggulangan covid 19 serta jajaran Forkopimda yang telah bersinergi sehingga saat ini subang telah memasuki kewaspadaan covid 19 di level 2.

“Alhamdulillah Subang saat ini sudah berada di level 2” ujar kang Jimat yang juga memberikan apresiasi kepada pimpinan dan segenap anggota dewan atas dukungan dan kiprahnya dalam pembangunan di Kabupaten Subang.

Menurut kang Jimat dalam perjalanan pembangunan Daerah Kabupaten Subang tahun 2021 terdapat berbagai perubahan kebijakan, baik pada sektor pendapatan seperti pendapatan Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Asumsi APBN maupun beberapa program yang digulirkan terhadap APBD Kabupaten Subang yamg membawa konsekuensi adanya beberapa kali perubahan perkada tentang penjabaran APBD tahun anggaran 2021.

Ia menyatakan bahwa mengacu pada Pasal 161 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang dijabarkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, dijelaskan bahwa perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi berbagai hal diantaranya:
Perkembangan yang tidak sesuai dengan Asumsi Kebijakan Umum APBD (KUA), hal ini terjadi disebabkan oleh adanya Asumsi yang berubah diantaranya Asumsi Pendapatan, Asumsi Belanja Daerah dan Asumsi Pembiayaan.

Selanjutnya menurut Kang Jimat yang membacakan nota rancangan KUA PPAS Perubahan tahun 2021 secara bergantian dengan Kang Akur menyampaikan berbagai Perubahan Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD yang untuk memudahkan penyebutannya maka digunakanlah istilah Perubahan Parsial yang diantaranya yaitu:

– Perubahan  Parsial I
Perubahan Parsial I dilakukan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan transfer ke
Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka mendukung Penanganan Pandemi Covid 19 dan dampaknya yang mengharuskan seluruh Pemerintah Daerah melakukan Penyesuaian Anggaran (Refocusing) sebesar 8 % untuk kegiatan vaksinasi.  selain itu pada parsial I mengakomodir Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat sebesar 240 miliar serta adanya Refocusing dan Realokasi Dana Insentif Daerah sebesar 30 % untuk bidang kesehatan dan penggunaan SILPA DAK untuk pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan sebesar 11,30 miliar

– Perubahan Parsial II
Perubahan Parsial II dilakukan untuk mengakomodir Penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Pemerintah Pusat sebesar 4,77 miliar yang  sekaligus mewadahi  belanja – belanja yang  diregulasikan dari DBHCHT tersebut pada beberapa kegiatan di beberapa  Perangkat  Daerah. Selain itu pada perubahan parsial II mengakomodir juga Penyesuaian Dana Alokasi Umum dari angka sebesar 1,22 triliun menjadi 1,18 triliun.

– Perubahan Parsial III
Perubahan Parsial III dilakukan untuk mengakomodir beberapa pergeseran anggaran yang diantaranya : Penyesuaian Pemetaan Program/kegiatan/sub kegiatan untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) baik DAK fisik maupun non fisik, Pergeseran Anggaran sebesar 2,86 miliar dari Belanja Tidak Terduga untuk Penanganan Darurat Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup, Perbaikan kerusakan Pemancar Radio Benpas pada Diskominfo sebesar 78,85 juta dan Pergeseran Anggaran sebesar 2,5 miliar dari belanja Tidak Terduga untuk tim URC dalam penanganan pemulasaraan dan penguburan jenazah pasien covid 19.

– Perubahan parsial IV
Perubahan Parsial IV dilakukan untuk pergeseran dari belanja tidak terduga, baik dalam keadaan darurat ataupun keadaan mendesak untuk mengakomodir beberapa kegiatan yang diantaranya : Untuk pemenuhan kebutuhan darurat penanganan covid 19 di RSUD sebesar 2,16 miliar, untuk pemenuhan kebutuhan darurat penanganan covid 19 di seluruh Puskesmas pada Dinas Kesehatan sebesar 2,81 miliar, untuk Biaya Operasional dan pengamanan PPKM Darurat sebesar 1,67 miliar, untuk penanganan Banjir Pantura sebesar 225 Juta serta penggantian biaya pengobatan korban kecelakaan ke Rumah Sakit Umum Sumedang sebesar 77,1 juta

– Perubahan Parsial V
perubahan Parsial V dilakukan dalam rangka pergeseran belanja dari belanja tidak terduga untuk membayar kekurangan pembiayaan bagi tim URC dalam penanganan pemulasaraan dan penguburan Jenazah Pasien Covid 19 sebesar Rp. 7,5 miliar dan rehabilitasi Jembatan Jatireja Kecamatan Compreng serta Jembatan Desa Cinta Mekar.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Subang H. Asep Nuroni S.Sos, M.Si, Kapolres Subang AKBP Sumarni beserta jajaran perwakilan pejabat Forkopimda Subang, Para Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, Kepala perangkat Daerah Kabupaten Subang, Anggota DPRD, perwakilan LSM, insan Pers beserta undangan lainnya.

Warga Ingin Aset Lahan Lapangan SMAN 4 Subang di Kembalikan Pihak Provinsi Ke Pemkab Subang

warga-sukamelang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Warga RW 07 Kelurahan Sukamelang Subang melaksanakan Audiensi dengan Pihak SMA Negeri 4 dan BKAD Subang terkait pemanfaatan lahan di lingkungan RW 07 Lapang Palabuan di Kampus SMA Negeri 4 Subang pada Senin (13/9/2021).

Audiensi tersebut terkait kesalahpahaman yang terjadi antara warga dan pihak BKM dan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait pengelolaan lahan yang sebelumnya merupakan aset Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang telah diserah terimakan Ke Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang diperuntukan sebagai lahan pembangunan yang kini menjadi SMA Negeri 4 Subang.

Pihak warga menduga adanya kesalahan dari pengelolaan dan pembangunan di lahan lapangan yang tidak sesuai dengan kesepakatan warga dan pihak perintis SMA Negeri 4 Subang.

Untuk meluruskannya, terdapat perwakilan warga RW 07 Sukamelang sekaligus ketua BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat), Jajang Ahmad Muhaemin yang menyebutkan perihal kepemilikan lahan, pembangunan galeri untuk pengrajin dan persetujuan awal lahan untuk didirikannya sekolah.

Saat melangsungkan audiensi di SMAN 4 Subang, Jajang juga menyayangkan soal pembangunan dan pengelolaan lapangan yang kurang maksimal padahal ia menegaskan bahwa Lapang Palabuan merupakan fasilitas umum.

Terkait itu, Ketua Rukun Warga (RW) 07 Sukamelang Amir Sarifudin kemudian menginginkan kejelasan pengelolaan lahan dan kesepahaman yang nantinya akan dibuat soal Lapang Palabuan.

Plt Kepala SMA Negeri 4 Subang Rika Rachmita Sujatma, S.Pd., M.M turut membuka suara terkait keberadaan SMAN 4 Subang yang dirasa sudah sesuai dengan peraturan yang ada sekaligus komitmen awal didirikannya sekolah tersebut.

Lahan tersebut telah diserah terimakan dari pemda Subang ke pemda provinsi Jawa Barat sehingga kewenangan atas penggunaan lahan tersebut ada di provinsi. Adapun perihal Lapang Palabuan tersebut tetap bisa dipergunakan untuk fasilitas umum sesuai kesepakatan awal pembangunan SMA Negeri 4 Subang dan pihaknya tidak melakukan pembangunan diatas areal lapang tersebut. “Kami tetap berpegang teguh dengan komitmen awal yaitu tidak akan membangun (bangunan, red) di Lapangan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Aset BKAD Subang, Drs. Tatang S M.Si menegaskan pihaknya sangat mendukung dan setuju jika dibuat kesepahaman baru mengenai pengelolaan lahan lapang Palabuan antara sekolah dengan RW 07 sehingga kedepannya dapat lebih jelas dan berharap semua pihak mesti berdiri diatas aturan yang berlaku.

Di samping itu, menurutnya Lapang Palabuan sendiri masih termasuk sebagai lahan milik provinsi sehingga BKAD akan menjadi pihak yang memfasilitasi keinginan warga setempat.

Adapun hasil dari audiensi tersebut selain dibuat kesepahaman baru antara pihak sekolah dan masyarakat setempat yang diberi tenggat waktu rancangan hingga Kamis (16/9) mendatang yaitu adanya harapan warga atas pengembalian aset daerah mengenai kepemilikan lapang Palabuan melalui pihak BKAD yang akan memfasilitasi dengan cara mengirimkan surat kepada pemerintah provinsi.

Pihak sekolah pun sepakat ditengah keterbatasan lahan yang ada untuk dapat mengoptimalkan lahan sebanyak 4700 m² tersebut untuk pengembangan sarana fisik sekolah termasuk lahan parkir untuk para siswa. Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah IV akan meninjau ulang perjanjian penggunaan lahan untuk galeri dengan tenggat waktu tiga hari dan berharap agar permasalahan tersebut segera terselesaikan sehingga pihak SMAN 4 Subang dapat fokus pada pelaksanaan pembelajaran untuk peningkatan mutu.

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Lurah Sukamelang, Komite Sekolah, tokoh masyarakat, Kanit Intel Polsek Subang, Babinsa dan lainnya.

Recent Posts