Beranda blog Halaman 160

Dedi Mulyadi Tegas! Larang Wisuda TK-SD dan Study Tour di Jawa Barat

Dedi Mulyadi Tegas! Larang Wisuda TK-SD dan Study Tour di Jawa Barat
Foto: Tribunnews.com/Taufik Ismai

Gebrakan baru kembali dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Setelah mengeluarkan larangan terhadap study tour di tingkat SMP dan SMA, kini ia berencana menghapus kegiatan wisuda untuk siswa TK dan SD. Langkah ini diambil untuk mengurangi beban finansial orang tua yang dinilai tidak relevan dengan pendidikan.

Tantangan untuk Bupati Bandung

Saat menghadiri retreat di Magelang, Dedi secara langsung menantang Bupati Bandung, Dadang Supriatna, untuk menerapkan kebijakan ini. Melalui akun Instagram pribadinya @Dedimulyadi71, ia menyampaikan keberatannya terhadap wisuda yang dianggap hanya membebani orang tua tanpa manfaat signifikan bagi pendidikan anak.

“Ada keluhan, misalnya anak-anak TK wisuda, SD wisuda. Nah, kegiatan-kegiatan yang tidak ada relevansinya dengan pendidikan minta dihapus. Pak Bupati berani enggak?” tanya Dedi.

Dadang pun langsung merespons, “Siap, berani!” menandakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan tersebut.

Dedi menegaskan bahwa berbagai kegiatan yang membebani orang tua, termasuk study tour tingkat TK hingga SMP, perlu dikaji ulang. Karena kewenangan pendidikan dasar berada di tingkat kabupaten dan kota, ia meminta bupati serta wali kota untuk mengambil tindakan tegas.

Awal Mula Pelarangan Study Tour

Sejak hari pertamanya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi sudah menunjukkan ketegasannya. Ia langsung mencopot Kepala SMAN 6 Depok pada 20 Februari 2025 karena tetap memberangkatkan siswa dalam study tour ke Jawa Timur dan Bali, meskipun sudah ada imbauan untuk membatalkan perjalanan tersebut.

Dedi mengungkapkan bahwa biaya study tour yang mencapai Rp 3,5 juta per siswa, bahkan hingga Rp 5,5 juta dengan uang jajan, terlalu membebani orang tua. Ia menyarankan agar pengalaman belajar bisa dilakukan di sekitar wilayah sekolah dengan metode yang lebih edukatif dan tidak menguras biaya.

“Sampah di Depok menjadi masalah besar, itu bisa menjadi rangkaian studi. Anak-anak IPA bisa belajar metodologi bakteri dalam mengurai sampah dengan konsep R4 (reduce, reuse, recycle, replace),” jelasnya.

Namun, meski telah ada larangan, sebanyak 347 siswa SMAN 6 Depok tetap berangkat menuju Surabaya dalam rangka Kunjungan Objek Belajar (KOB). Humas SMAN 6 Depok, Syahri Muhammad, menyatakan bahwa keputusan tetap berangkat sudah disepakati oleh wali murid dan komite sekolah dalam rapat darurat.

Kepsek SMAN 6 Depok Dicopot

Langkah tegas pun diambil. Pada hari pertamanya bekerja sebagai gubernur, Dedi langsung menonaktifkan Kepala SMAN 6 Depok karena melanggar edaran gubernur tentang larangan perjalanan siswa ke luar provinsi.

“Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya berpergian ke luar provinsi,” ungkap Dedi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Lebih lanjut, ia juga memerintahkan inspektur untuk menyelidiki apakah ada pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah terkait study tour ini. Menurutnya, masalah pungutan liar dan biaya pendidikan yang membebani masyarakat harus segera dibenahi.

Langkah-langkah tegas ini menandakan komitmen Dedi Mulyadi dalam membangun sistem pendidikan yang lebih berorientasi pada esensi belajar, bukan hanya kegiatan seremonial yang tak memiliki dampak nyata bagi siswa.

Inilah Terobosan 100 Hari Kerja Bupati Subang Reynaldi Putra Andita!

Inilah Terobosan 100 Hari Kerja Bupati Subang Reynaldi Putra Andita!
Foto: Dok. Pemkab Subang

Subang – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Reynaldi Putra Andita dan Agus Masykur Rosyadi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Subang periode 2025-2030 di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025.

Mengemban amanah sebagai pemimpin muda berusia 28 tahun, Reynaldi menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal dan tulus demi kesejahteraan masyarakat Subang. “Bekerja maksimal, bekerja dengan tulus, Insya Allah cinta masyarakat akan mengikuti,” ujarnya.

Memimpin dengan Kedekatan, Bukan Formalitas

Berbeda dari gaya kepemimpinan konvensional, Reynaldi ingin mendobrak stigma bahwa pejabat harus selalu berada di kantor dan dilayani. Ia hanya akan berada di kantor setiap Senin dan Selasa untuk rapat dan menerima tamu, sedangkan hari-hari lainnya ia akan turun langsung ke lapangan. Salah satu program inovatifnya adalah mengunjungi 253 desa di Kabupaten Subang dalam waktu satu tahun.

Reynaldi juga menginisiasi program “Sabtu Bersama Kang Rey” agar generasi muda dapat berdialog langsung dengannya. Selain itu, ia akan mengadakan sesi live TikTok dua kali sepekan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka. “Saat live berlangsung, seluruh OPD, camat, dan kepala desa harus siap menindaklanjuti kebutuhan warga,” tegasnya.

Setiap tiga bulan, Reynaldi juga akan menggelar sesi refleksi bersama tokoh masyarakat, media, dan organisasi kemasyarakatan untuk mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya harus terbuka terhadap kritik dan masukan. “Silakan keluarkan unek-unek. Jangan melihat bupati seperti raja,” katanya.

Gebrakan Bersih-bersih Pungli di Pabrik

Salah satu fokus utama dalam 100 hari pertama kepemimpinannya adalah memberantas pungutan liar (pungli) di sektor ketenagakerjaan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa calon pekerja harus membayar Rp 5-25 juta hanya untuk mendapatkan peluang kerja di pabrik, yang bahkan belum tentu menjamin diterima.

Sebagai solusi, Reynaldi akan berkeliling ke pabrik-pabrik untuk melakukan pembenahan sistem rekrutmen agar lebih transparan dan bebas pungli. Ia juga berencana meluncurkan aplikasi lowongan kerja yang akan menghubungkan para pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Dengan angka pengangguran di Subang mencapai 75 ribu orang, aplikasi ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menyalurkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Subang dan Patimban.

Revolusi Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

Bidang kesehatan tak luput dari perhatian Reynaldi. Ia menargetkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di kawasan pantai utara (pantura) Subang pada 2027 agar akses layanan kesehatan semakin merata. Selain itu, antrean pasien di IGD RSUD Subang telah ia atasi dengan mengoptimalkan Gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS).

Dalam sektor infrastruktur, Reynaldi menargetkan perbaikan 320 kilometer jalan yang rusak di Kabupaten Subang dalam dua tahun ke depan. Dengan kebutuhan dana sebesar Rp 1,2-2 triliun, ia bertekad mencari solusi terbaik agar proyek ini bisa terealisasi tanpa hambatan.

Sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi

Untuk memastikan keberlanjutan programnya, Reynaldi mengandalkan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Kedekatannya dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta jejaring Partai Golkar di tingkat nasional, diyakini akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat Subang.

Dengan berbagai terobosan yang ia rancang, kepemimpinan Reynaldi Putra Andita menjanjikan perubahan nyata bagi Kabupaten Subang. Kepemimpinan yang merakyat, transparan, dan inovatif ini diharapkan mampu menjadikan Subang lebih maju dan sejahtera.

Harga Kebutuhan Pokok di Subang Melonjak Jelang Ramadan, Apa Penyebabnya?

Foto: REZA SUNARYA (mediaindonesia.com)

Subang – Menjelang bulan suci Ramadan, lonjakan harga kebutuhan pokok kembali terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kenaikan ini meliputi berbagai komoditas utama seperti beras, daging ayam, telur, serta aneka sayuran dan bumbu dapur. Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat yang mulai bersiap menyambut bulan penuh berkah.

Di Pasar Pamanukan Subang, harga beras mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 per kilogram. Beras premium yang sebelumnya dibanderol Rp13.000 kini mencapai Rp14.000 per kilogram, sementara beras medium naik dari Rp12.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.

Menurut para pedagang, salah satu faktor utama kenaikan ini adalah berkurangnya pasokan gabah akibat banyaknya petani yang mengalami gagal panen. Harga gabah saat ini bahkan masih berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Pasokan gabah dari petani sangat minim, sementara permintaan terus meningkat menjelang Ramadan,” ungkap Asep Yayan, seorang pedagang beras di Pasar Pamanukan, Minggu (23/2).

Tak hanya beras, harga daging ayam juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Harga daging ayam potong naik hingga Rp5.000 per kilogram akibat tingginya permintaan, sementara pasokan terbatas. Hal ini menyebabkan harga ayam semakin mahal di pasaran.

Kenaikan harga juga terjadi pada berbagai jenis sayuran dan bumbu dapur. Cabai keriting yang sebelumnya dijual Rp40.000 kini meroket hingga Rp60.000 per kilogram.

Cabai merah besar melonjak dari Rp24.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah naik drastis dari Rp48.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

Tak hanya cabai, harga bawang merah pun mengalami peningkatan dari Rp28.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan wortel naik dari Rp14.000 menjadi Rp24.000 per kilogram.

Para pedagang memprediksi tren kenaikan harga ini masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan seiring semakin dekatnya bulan Ramadan. Konsumen pun diimbau untuk cermat dalam berbelanja dan mempersiapkan kebutuhan lebih awal guna mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi.

Wabup Subang Ajak Warga Sambut Ramadan dengan Kepedulian untuk Palestina

Wabup Subang Ajak Warga Sambut Ramadan dengan Kepedulian untuk Palestina
Foto : RRI/Ruslan Effendi (rri.co.id)

Subang – Suasana penuh kebersamaan terasa di Masjid Al-Musabaqoh, Subang, Minggu (23/02/2025), saat Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, menghadiri acara Tarhib Ramadan bertajuk Sambut Ramadan, Peduli Palestina. Acara ini menjadi momentum menyambut bulan suci dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap rakyat Palestina yang masih menghadapi penderitaan.

Ketua Satgas Peduli Palestina Kabupaten Subang, KH. Ade Sugianto, menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang kebahagiaan ibadah, tetapi juga momen untuk mengingat saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan. “Di saat kita menikmati ibadah dengan tenang, saudara kita di Palestina justru berpikir apakah mereka bisa makan esok hari,” ujarnya, mengajak masyarakat untuk lebih peduli.

Wabup Subang, yang akrab disapa Kang Akur, mengapresiasi kegiatan ini sebagai pengingat bahwa Ramadan sebentar lagi tiba. Ia berharap acara keagamaan serupa semakin masif di Kabupaten Subang sebagai bagian dari visi pemerintahan untuk menciptakan daerah yang unggul, maju, dan kompetitif. “Semoga kegiatan seperti ini terus digalakkan demi memperkuat nilai-nilai keislaman di masyarakat,” katanya.

Lebih dari sekadar seremoni, Kang Akur mengajak warga untuk memakmurkan masjid selama Ramadan dengan berbagai kegiatan keislaman. “Mari bersama-sama menyambut Ramadan dengan ibadah yang khusyuk dan kepedulian terhadap sesama,” serunya.

Dalam suasana haru dan keprihatinan, ia kembali menegaskan pentingnya solidaritas bagi Palestina. “Kita menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan, tetapi di belahan dunia lain, saudara kita masih berjuang untuk bertahan hidup. Kepedulian kita diuji. Semoga acara ini bisa menjadi bentuk nyata dukungan kita untuk Palestina,” tuturnya.

Acara berlanjut dengan tausiyah dari Syekh Abdurrahman Jabr, ulama asal Palestina, yang mengupas makna Ramadan serta kondisi terkini di negaranya. Dipandu oleh Dr. Agus Supriyatna, kajian ini semakin membuka mata jamaah akan pentingnya aksi nyata. Acara kemudian ditutup dengan penggalangan dana untuk membantu rakyat Palestina.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, perwakilan organisasi Islam di Kabupaten Subang, serta ratusan jamaah yang turut serta dalam semangat kepedulian ini.

Rahasia Sehat: Jalan Kaki 30 Menit Sehari Bisa Cegah Penyakit Ini!

Rahasia Sehat: Jalan Kaki 30 Menit Sehari Bisa Cegah Penyakit Ini!

Subang – Jalan kaki selama 30 menit setiap hari bukan sekadar aktivitas ringan, tetapi juga kunci kesehatan yang sering diremehkan. Tanpa perlu alat khusus atau tempat tertentu, kebiasaan sederhana ini dapat menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.

Jalan Cepat, Manfaat Maksimal

Menurut Dr. Surender Pal Singh dari Rumah Sakit CK Birla, Delhi, berjalan kaki dengan kecepatan lambat kurang efektif dalam mencegah penyakit. Agar hasilnya optimal, penting untuk meningkatkan kecepatan secara bertahap. Jalan cepat membantu membakar lebih banyak lemak, meningkatkan metabolisme, serta memperkuat kesehatan jantung dan sistem pernapasan. Ia juga menyarankan untuk mengombinasikan jalan kaki dengan peregangan agar tubuh tetap fleksibel dan terhindar dari cedera.

Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Jalan Kaki

Tak sekadar olahraga murah dan mudah, rutin berjalan kaki selama 30 menit setiap hari memiliki dampak besar pada kesehatan. Berikut beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan kebiasaan ini:

1. Penyakit Kronis

Dr. Sudhir Kumar dari Rumah Sakit Apollo, Hyderabad, mengungkapkan bahwa jalan kaki efektif dalam menurunkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, serangan jantung, stroke, bahkan kanker. Sebuah meta-analisis dalam European Journal of Epidemiology juga menunjukkan bahwa berjalan kaki 30 menit sehari, lima kali seminggu, dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 19 persen.

2. Osteoporosis dan Penurunan Massa Otot

Seiring bertambahnya usia, kepadatan mineral tulang cenderung menurun. Jalan kaki secara rutin membantu menjaga kesehatan tulang dan otot, sehingga dapat mencegah osteoporosis. Selain itu, risiko kehilangan massa otot (sarkopenia) dan kekuatan otot (dynapenia) juga dapat diminimalkan dengan kebiasaan ini.

3. Gangguan Kognitif

Tak hanya tubuh, otak pun mendapatkan manfaat dari berjalan kaki. Dr. Kumar menyebut bahwa kebiasaan ini dapat meningkatkan kesehatan mental, mengurangi risiko demensia, serta menurunkan tingkat kecemasan dan depresi. Penelitian dalam The Journal of Mental Health and Physical Activity bahkan menyebutkan bahwa berjalan kaki 30 menit sebanyak 3-5 kali seminggu efektif dalam meredakan gejala depresi.

4. Risiko Kematian Dini

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam PLOS Medicine menemukan bahwa berjalan kaki 30 menit sehari dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 20 persen. Hal ini dikarenakan peningkatan kesehatan kardiovaskular, manajemen berat badan, serta kesejahteraan mental yang lebih baik.

5. Gangguan Pencernaan

Masalah seperti sembelit dan perut kembung sering kali muncul akibat kurangnya aktivitas fisik. Studi dari University of London menyebutkan bahwa berjalan kaki secara teratur membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah gangguan pencernaan.

Mulai Sekarang, Bergerak Lebih Sehat!

Dengan manfaat yang luar biasa ini, tak ada alasan untuk melewatkan kebiasaan berjalan kaki. Mulailah dengan langkah kecil, tingkatkan kecepatan secara bertahap, dan jadikan jalan kaki sebagai bagian dari rutinitas harian. Sehat itu sederhana, cukup dengan melangkah!

VinFast Bangun Pabrik Rp3,2 Triliun di Subang, Siap Produksi Akhir 2025

VinFast Bangun Pabrik Rp3,2 Triliun di Subang, Siap Produksi Akhir 2025
Foto: MNC Media.

Subang – VinFast semakin serius mengembangkan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Produsen otomotif asal Vietnam ini menginvestasikan Rp3,2 triliun untuk membangun pabrik di Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2025 dan segera memasuki tahap uji produksi.

CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chayu, optimistis proyek ini dapat selesai sesuai jadwal. Jika semua berjalan lancar, produksi massal diharapkan bisa dimulai pada awal 2026, sesuai dengan regulasi pemerintah.

“Kami berusaha menyelesaikannya tahun ini. Pabrik akan mulai beroperasi dan produksi bisa segera dimulai. Meski belum bisa dipastikan, kami sangat berharap target ini tercapai,” ujar Chayu di ajang IIMS 2025.

Membangun pabrik kendaraan listrik bukanlah tugas mudah. Chayu menjelaskan bahwa banyak aspek yang perlu diperhatikan, terutama terkait sistem kelistrikan bertegangan tinggi.

“Keamanan lingkungan, kebutuhan pelatihan, pasokan air, serta koneksi listrik menjadi faktor penting. Jika semua pihak bisa mendukung proses ini dengan cepat, maka operasional pabrik juga bisa segera dimulai,” jelasnya.

Pabrik VinFast akan berdiri di atas lahan lebih dari 100 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 50 ribu unit per tahun. Selain itu, fasilitas ini juga berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dengan estimasi 1.000 hingga 3.000 karyawan.

Rencananya, pabrik ini akan mulai beroperasi pada kuartal IV-2025 dan khusus memproduksi mobil listrik setir kanan. Beberapa area produksi utama yang akan dibangun meliputi Body Shop, General Assembly Shop, Paint Shop, serta area pengujian.

Keberadaan pabrik di lokasi strategis dekat pelabuhan menjadi keuntungan tersendiri bagi VinFast. Dengan akses ekspor yang lebih mudah, mobil listrik buatan Indonesia ini berpotensi besar menjangkau pasar Asia Tenggara dan semakin memperkuat posisi VinFast di industri otomotif regional.

Grand Final Brand Ambassador Pariwisata Subang 2025: Momen Kebangkitan Wisata Daerah

Grand Final Brand Ambassador Pariwisata Subang 2025: Momen Kebangkitan Wisata Daerah
Foto: www.indometro.id

Subang, Lampusatu.com – Subang semakin serius dalam mengembangkan sektor pariwisata. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan Grand Final Brand Ambassador Pariwisata Subang 2025 yang berlangsung meriah di Subang Creative Center pada Sabtu malam (22/2/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., yang akrab disapa Kang Akur, didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Hj. Ega Agustine Rosyadi, S.Kep. Ners., M.Kep.

Hadir pula dalam acara ini jajaran pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang. Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam memilih generasi muda berbakat yang siap mengemban peran sebagai duta pariwisata Subang.

Mencari Talenta Muda untuk Kemajuan Pariwisata

Kepala Disparpora Kabupaten Subang, Dra. Nenden Setiawati, M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa ajang Brand Ambassador Pariwisata Subang 2025 bertujuan mencari talenta muda yang mampu mempromosikan potensi wisata daerah. Menurutnya, Subang memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan perlu lebih banyak figur muda yang aktif serta kreatif dalam mengenalkan destinasi wisata unggulan.

“Malam ini, kita akan memilih talenta muda yang tidak hanya cakap, tetapi juga memiliki semangat kolaboratif dalam mempromosikan pariwisata Kabupaten Subang,” ungkapnya.

Potensi Subang yang Belum Sepenuhnya Dimaksimalkan

Dalam sambutannya, Kang Akur menyampaikan apresiasi kepada Disparpora dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan ajang ini. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Subang memiliki tiga kondisi geografis yang mengagumkan, mulai dari pesisir pantai, dataran subur, hingga pegunungan yang indah. Namun, potensi besar ini masih belum dimanfaatkan secara optimal.

“Subang memiliki segalanya—gunung, laut, pelabuhan, bahkan lapangan udara. Tapi semua ini belum kita maksimalkan. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama dalam mempromosikan wisata Subang dari utara hingga selatan,” tegasnya.

Era Digital dan Peran Anak Muda dalam Pariwisata

Kang Akur juga menyoroti peluang besar bagi Subang di masa depan, terutama dengan hadirnya dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Patimban dan Subang Smartpolitan. Menurutnya, sektor pariwisata harus ikut berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menekankan pentingnya peran anak muda dalam era digital. Media sosial dan berbagai platform digital kini menjadi alat utama dalam meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap destinasi wisata Subang.

“Anak muda memiliki peran krusial dalam era digital. Mereka bisa memanfaatkan media video, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya untuk mengenalkan keindahan dan daya tarik wisata Subang,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas generasi muda, ajang ini diharapkan menjadi awal kebangkitan wisata Subang ke tingkat yang lebih luas.

pariwisata subang, brand ambassador, wisata jawa barat, ekonomi kreatif, anak muda berprestasi

Polres Subang Gencarkan Operasi Miras Jelang Ramadan, Ratusan Botol Diamankan

Polres Subang Gencarkan Operasi Miras Jelang Ramadan, Ratusan Botol Diamankan
Foto: Tintahijau.com

SUBANG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Subang menggelar operasi pemberantasan minuman keras (miras) di berbagai titik strategis Kabupaten Subang.

Langkah ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat selama menjalankan ibadah.

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Reserse Narkoba, AKP Udiyanto, ini menyasar lima lokasi utama di sekitar Terminal Subang dan Jalan Pasar Impres Subang.

Dalam aksi tersebut, petugas berhasil menyita 378 botol minuman beralkohol, satu ember tuak, dan satu galon tuak dari lima toko yang diduga beroperasi tanpa izin.

“Operasi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menekan peredaran miras ilegal di wilayah Subang. Kami ingin memastikan masyarakat, terutama generasi muda, terlindungi dari dampak negatif konsumsi minuman beralkohol,” ujar AKP Udiyanto.

Selain menyita ratusan botol miras, operasi ini juga bertujuan memberikan efek jera kepada para pelaku usaha yang masih nekat menjual minuman beralkohol secara ilegal.

Penertiban semacam ini akan terus dilakukan guna mempersempit ruang gerak perdagangan miras yang tidak memiliki izin resmi.

Satres Narkoba Polres Subang mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terlibat dalam produksi, distribusi, atau penjualan minuman keras ilegal.

Warga juga diajak berperan aktif dalam memberantas peredaran miras ilegal dengan melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan Lapor Pak Polres Subang di 0811-3110-110 atau Call Center Layanan Polisi 110.

Aksi Bersih-Bersih Kali Sewo: Pertamina dan Warga Bersatu Demi Lingkungan

Aksi Bersih-Bersih Kali Sewo: Pertamina dan Warga Bersatu Demi Lingkungan
Foto: antaranews.com

Subang – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digalakkan. Kali ini, PT Pertamina EP Subang Field menggandeng masyarakat dan pelajar untuk membersihkan bantaran Kali Sewo di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Aksi yang berlangsung pada Jumat ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat dan bebas polusi.

Kolaborasi Demi Keberlanjutan Lingkungan

Head of Communication Relations and CID-CSR Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menegaskan bahwa menjaga lingkungan harus dilakukan secara kolektif. “Upaya keberlanjutan lingkungan harus dimulai dari kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Aksi sosial ini melibatkan sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari pelajar, warga, organisasi pemuda, hingga instansi pemerintah. Mereka bekerja sama membersihkan sampah yang telah lama menumpuk di sekitar Kali Sewo.

Kondisi Memprihatinkan Sebelum Aksi Bersih-Bersih

Sebelum dilakukan pembersihan, Kali Sewo dipenuhi oleh berbagai jenis sampah, terutama kemasan plastik, botol bekas, dan styrofoam. Sungai yang dulu menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar kini nyaris tak dapat dikenali akibat tumpukan limbah.

Dukungan Pemerintah dan Hasil Nyata

Kepala Desa Compreng, Fedrian Susanto, menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi kerja sama antara Pertamina EP Subang Field dan masyarakat. “Ini langkah nyata untuk menjaga kebersihan lingkungan. Semoga kesadaran ini terus berlanjut,” katanya.

Hasilnya pun tak main-main. Dalam aksi ini, sekitar 200 karung sampah ukuran 50 kilogram berhasil dikumpulkan dan segera dikirim ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) Celeng, Indramayu, Jawa Barat.

Aksi ini menjadi bukti bahwa dengan gotong royong, lingkungan yang lebih bersih dan sehat dapat tercipta. Kesadaran dan partisipasi aktif dari semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik.

Satgas TMMD Kodim 0605/Subang Ajarkan Al-Qur’an, Membangun Generasi Berakhlak Mulia

Satgas TMMD Kodim 0605/Subang Ajarkan Al-Qur’an, Membangun Generasi Berakhlak Mulia
Foto: subangpost.com

Subang – Malam itu, suasana Masjid Al-Mubarokah di Kampung Mekarjaya, Desa Cilamaya Girang, terasa berbeda. Seusai shalat Isya, puluhan anak dengan penuh semangat duduk bersila, siap menyerap ilmu yang diberikan oleh personel Satgas TMMD ke-123 Kodim 0605/Subang.

Mereka bukan hanya datang untuk mengaji, tetapi juga mendapatkan bimbingan spiritual dari para prajurit yang peduli terhadap pendidikan agama.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini menjadi momen berharga bagi anak-anak setempat. Dengan penuh kesabaran, anggota Satgas membimbing mereka membaca Al-Qur’an, memperbaiki tajwid, dan memahami makna ayat-ayat suci.

Di tengah program pembangunan fisik yang dilakukan TMMD, inisiatif ini membuktikan bahwa misi mereka tak hanya sebatas infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter generasi muda.

Komandan Kompi Satgas TMMD ke-123 Kodim 0605/Subang, Lettu Arh Herry Subianto, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam program ini bukan sekadar tugas, melainkan bentuk kepedulian terhadap pembinaan mental dan spiritual masyarakat.

“Kami ingin hadir tidak hanya dalam pembangunan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak di sekitar lokasi TMMD,” ujar Lettu Arh Herry Subianto.

Kepedulian ini mendapat apresiasi tinggi dari para orang tua dan warga setempat. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, mengingat pentingnya pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak.

Kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial, menjadikan program TMMD lebih dari sekadar pembangunan fisik.

Kebersamaan yang terjalin dalam program ini menjadi bukti bahwa TMMD tidak hanya menciptakan perubahan dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga membawa cahaya ilmu dan akhlak bagi generasi penerus. Dengan semangat yang terus menyala, sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam membangun bangsa.

Recent Posts