Beranda blog Halaman 131

Penantian 30 Tahun Terbayar: Warga Panjalin Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa

perbaikan jalan Dusun Panjalin Subang
Foto: dok.istimewa

Subang – Setelah hampir tiga dekade menunggu, warga Dusun Panjalin, Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Subang, akhirnya bisa bernapas lega. Jalan utama yang selama ini rusak parah mulai diperbaiki, Sabtu (19/4/2025).

Panjang jalan mencapai 210 meter dengan lebar 4 meter dan tebal 20 sentimeter. Proses perbaikan ini melibatkan belasan tenaga kerja dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Warga bahkan turun langsung ke jalan, membantu meratakan material coran. Semangat gotong royong terasa kuat di tengah proses pembenahan infrastruktur ini.

Jalan ini merupakan satu-satunya akses vital yang menghubungkan Dusun Panjalin ke pusat Kecamatan Ciasem. Tanpa jalan ini, aktivitas warga, yang sebagian besar adalah petani dan pedagang, terganggu.

“Untuk memperkokoh rabat beton, kita pasang rangka baja ukuran 8 inci di atas permukaan jalan,” ujar Kepala Desa Dukuh, Ade.

Ade menambahkan, perbaikan jalan ini merupakan respons dari unjuk rasa warga beberapa waktu lalu. Mereka sempat turun ke jalan, menuntut perbaikan atas kondisi jalan yang tak kunjung mendapat perhatian.

Kini, penantian panjang itu akhirnya terjawab. Proyek ini dibiayai dari dana desa tahap pertama dengan anggaran ratusan juta rupiah.

Dengan jalan yang mulus, warga berharap aktivitas harian menjadi lebih lancar dan aman. Akses ke pasar, sekolah, dan layanan publik pun kian terbuka.





Kalau kamu butuh versi singkatnya untuk media sosial atau thumbnail YouTube juga, tinggal bilang aja ya!

Bangunan Liar di Subang Dibongkar, Gubernur Jabar Turun Tangan

Pembongkaran Bangunan Liar Subang
Foto: dok.istimewa

Subang – Puluhan bangunan liar di sepanjang jalan Perkebunan Karet Wangunreja, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, dibongkar petugas gabungan dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat dan Satpoldam Kabupaten Subang, Sabtu siang (19/4/2025).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita. Tujuannya jelas: menertibkan pemanfaatan lahan milik pemerintah provinsi sekaligus mendorong proyek pelebaran jalan di kawasan tersebut.

Kasatpoldam Kabupaten Subang, Indri Tandia, menyebut pihaknya hanya mendampingi tim dari BMPR Jawa Barat dalam proses pembongkaran. Hari pertama, pembongkaran dilakukan mulai pukul 14.00 hingga 17.30 WIB, dengan menggunakan satu unit excavator.

“Total ada 35 bangunan liar yang rencananya dibongkar. Hari ini baru 8 bangunan, sisanya akan dilakukan besok mulai pukul 08.00 WIB,” ujar Indri saat diwawancarai oleh Lampusatu.com pada Sabtu malam.

Gubernur dan Bupati Subang juga memastikan pendekatan yang humanis dalam proses ini. Bagi penghuni yang masih menempati bangunan, pemerintah memberikan dana kerohiman dan waktu untuk mengemasi barang-barang mereka.

Indri menegaskan bahwa warga tidak langsung diusir begitu saja. “Bangunan yang belum dibongkar telah didata kembali agar penghuni mendapatkan haknya sesuai instruksi Gubernur dan Bupati,” jelasnya.

Sebelum eksekusi, pihak kecamatan dan instansi terkait sudah memberikan himbauan agar warga mengosongkan bangunan secara mandiri. Namun, ada alasan lain yang mempercepat pembongkaran.

Menurut Indri, Gubernur Dedi Mulyadi geram setelah mengetahui sebagian bangunan liar dijadikan warung remang-remang yang mengarah pada praktik prostitusi. Temuan ini memperkuat keputusan pembongkaran tanpa penundaan.

Pemerintah pun berencana melebarkan jalan di sepanjang area Perkebunan Karet Wangunreja. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan tata ruang yang lebih tertib di wilayah Subang.

Aksi pembongkaran ini turut menjadi perhatian publik dan viral di berbagai platform media sosial.


Aksi Cepat Bupati Subang Bersihkan Jalan Tercemar Tanah Merah

Jalan Kalijati Purwadadi tercemar tanah merah
Foto: dok.istimewa

Subang – Jalan provinsi yang menghubungkan Kalijati dan Purwadadi, Subang, belakangan berubah drastis. Warna coklat mendominasi, debu beterbangan, dan permukaan jalan menjadi licin. Penyebabnya tak lain adalah aktivitas truk besar pengangkut tanah merah dari proyek pertambangan di sekitar wilayah tersebut.

Kondisi ini tak hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara motor. Banyak yang terjatuh akibat licinnya permukaan jalan yang tertutup material tanah merah.

Merespons keluhan masyarakat, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita langsung bergerak cepat. Berdasarkan instruksi dari Gubernur Jawa Barat dan dirinya, lima unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk membersihkan jalan. Empat unit berasal dari Damkar Subang dan satu dari Purwakarta.

“Kita langsung semprot dan bersihkan jalan yang tertutup material tanah merah itu,” ujar Indri Tandia, Kasatpoldam Subang, kepada Lampusatu.com, Jumat (18/4/2025). Ia menyebut, awalnya informasi ini diterima dari grup WhatsApp sebelum ditindaklanjuti bersama muspika setempat.

Tak hanya itu, Kapolsek Purwadadi Asep Suhendar juga turun langsung ke lapangan. Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan diminta menghentikan sementara aktivitas galian dan pengangkutan tanah merah. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan dan kebersihan jalan umum.

“Tadi pagi kita bersama Muspika Purwadadi membersihkan jalan yang kotor itu,” kata Asep.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terlihat geram saat meninjau langsung lokasi pertambangan. Aksinya yang memarahi pihak perusahaan sempat viral di media sosial. Ia meminta agar semua aktivitas dihentikan hingga jalan dari Kalijati, Purwadadi, hingga Tol Cipali benar-benar bersih dan aman dari ceceran tanah merah.




Subang Siapkan SDM Unggul untuk Hadapi Industri Kendaraan Listrik

pengembangan SDM Subang kendaraan listrik
Foto: dok.istimewa

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menghadiri seminar bertajuk Academic, Business, Government, Community and Media (ABGCM) yang digelar di Aula Pemda Subang, Jumat (18/4/2025). Acara ini mengusung fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Berbagai elemen hadir dalam seminar ini, mulai dari akademisi, pelaku usaha, organisasi, hingga perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun SDM Subang yang unggul dan siap menghadapi tantangan industri modern.

Dalam sambutannya, Kang Rey—sapaan akrab Bupati Subang—menyampaikan apresiasi terhadap program yang digagas oleh Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan. Program ini dinilainya sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan SDM lokal menghadapi perkembangan industri kendaraan listrik.

“Saya sangat mengapresiasi hadirnya program ini. Ini adalah simbol komitmen kita dalam mempersiapkan SDM Kabupaten Subang agar siap menghadapi kebutuhan industri kendaraan listrik dan energi terbarukan,” ujar Kang Rey.

Ia menekankan pentingnya transformasi dari sektor pertanian dan perkebunan menuju industri berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat Subang harus menjadi pelaku aktif, bukan hanya penonton dalam proses perkembangan industri.

Lebih lanjut, Kang Rey menyampaikan bahwa kesetaraan antara pelatihan dan kebutuhan industri harus menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Subang telah menerima rancangan kebutuhan tenaga kerja dari pabrik BYD, yang akan menjadi acuan dalam pengembangan pelatihan tenaga kerja.

“Melalui program pelatihan yang digagas Galuh Pakuan, saya optimis kita bisa mencetak SDM yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan industri,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Tak hanya berhenti pada pelatihan, Bupati juga merencanakan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kerja sama ini akan terwujud dalam bentuk sekolah dengan kurikulum khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan kawasan industri.

“Kita akan menyiapkan sekolah-sekolah dengan kurikulum yang terintegrasi dengan program ABGM, agar bisa mencetak SDM yang relevan dan siap kerja,” tambahnya.

Ia pun menyampaikan harapannya agar program ini mampu menurunkan angka kemiskinan di Subang yang masih menyentuh angka 65 ribu orang. Menurutnya, pelatihan dan pengembangan SDM bisa menjadi jalan keluar dari permasalahan tersebut.

“Dengan adanya pelatihan dan pengembangan SDM ini, saya berharap angka kemiskinan bisa berkurang signifikan dan Subang mampu mencetak tenaga kerja yang siap menyongsong masa depan industri,” pungkasnya.

Subang Tampil Memikat di Cilacap UKM Expo 2025: Songket Serat Nanas Curi Perhatian

UMKM Subang di Cilacap UKM Expo 2025
Foto: www.timenews.co.id

suarasubang.com – Cilacap UKM Expo 2025 kembali digelar meriah di Lapangan Krida Nusantara, Kabupaten Cilacap, sejak Kamis (17/4/2025). Salah satu tamu istimewa yang hadir adalah Ketua Dekranasda Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy.

Didampingi Wakil Ketua Dekranasda Subang, Hj. Ega Agustine Rosyadi, serta Wakil Ketua Harian, Siti Nuraeni Nuroni, Ega Anjani menyapa para pelaku UMKM yang meramaikan expo. Kunjungan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-169 Kabupaten Cilacap.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, menyampaikan bahwa expo ini menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan karya-karya UMKM lokal. Gelaran ini berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 April 2025.

Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM RI, Sudaryono Rahmalifman Lamangkona juga menyampaikan dukungan penuh terhadap UMKM. Ia mengajak semua pihak untuk terus mendukung dan mendorong kualitas produk lokal agar mampu bersaing hingga pasar global.

Salah satu sorotan dalam kunjungan Ega Anjani adalah stand Dekranasda Subang. Di sana, ia menemukan berbagai produk kerajinan unggulan, termasuk kain songket sieup. Produk khas Subang ini terbuat dari serat daun nanas yang ramah lingkungan sekaligus estetik.

“Saya sangat bangga dengan hasil kerajinan Subang. Proses pembuatan songket sieup dari serat nanas sangat unik dan memikat,” ungkap Ega penuh antusias.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pelaku usaha kerajinan yang telah aktif mempromosikan Subang melalui ajang bergengsi ini. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa UMKM Subang terus berinovasi dan berkembang.

Menutup kunjungannya, Ega Anjani dan rombongan turut membeli beberapa produk dari stand Kabupaten Subang. Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelaku UMKM yang telah membawa nama daerah dengan penuh semangat dan kreativitas.




Warga Desa Manyingsal Soroti Dugaan Peran Oknum Perangkat Desa dalam Jual Beli Lahan

dugaan keterlibatan perangkat desa jual beli lahan
Foto: subangpost.com

Subang – Warga Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, tengah resah. Mereka menduga adanya keterlibatan oknum perangkat desa dalam transaksi jual beli lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan pabrik.

Keresahan bermula saat salah satu warga mengungkapkan bahwa tanah milik keluarganya dijual tanpa persetujuan seluruh ahli waris. Penjualan itu diduga dilakukan oleh anggota keluarga yang bekerja sama dengan oknum perangkat desa yang berperan sebagai perantara atau calo lahan.

Warga menyayangkan minimnya sosialisasi dari pemerintah desa mengenai rencana penjualan dan pembangunan tersebut. Mereka menilai, perubahan fungsi lahan seharusnya diawali dengan musyawarah dan pemberitahuan terbuka kepada seluruh pemilik tanah dan masyarakat sekitar.

Yang membuat situasi semakin memanas, oknum perangkat desa yang diduga terlibat disebut telah beberapa kali melakukan praktik serupa. Beberapa warga bahkan menyebut aktivitas ini tak ubahnya seperti praktik “mafia tanah”.

Mereka menilai, tindakan tersebut melanggar etika serta tanggung jawab sebagai aparat desa. Padahal, perangkat desa seharusnya menjaga netralitas dan tidak menyalahgunakan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi.

Secara hukum, perangkat desa memang dilarang terlibat langsung dalam transaksi jual beli lahan, terutama jika menguntungkan diri sendiri atau pihak tertentu secara tidak sah.

Menanggapi hal ini, tim Subangpost.com mencoba meminta konfirmasi kepada Kepala Desa Manyingsal. Namun, saat dikunjungi, kepala desa sedang mengikuti rapat minggon di tingkat kecamatan.

Sekretaris Desa yang berhasil ditemui memberikan keterangan singkat. Ia menyebut belum bisa memberi komentar karena tidak mengetahui secara rinci kejadian tersebut. Menurutnya, transaksi itu kemungkinan terjadi sekitar satu tahun lalu. Meski begitu, ia berjanji akan melaporkan persoalan ini kepada pihak terkait, termasuk kepada oknum yang disebut-sebut terlibat.

Warga berharap kasus ini tidak dibiarkan berlarut. Mereka meminta agar pemerintah desa bertindak tegas demi menjaga kepercayaan masyarakat dan integritas lembaga desa.

“Mereka digaji oleh rakyat. Jangan jadikan jabatan sebagai jalan untuk memperkaya diri sendiri,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.



Kang Rey Melayat Korban Longsor Dayeuhkolot, Santuni Keluarga dan Beri Pesan Waspada Bencana

Kang Rey melayat korban longsor Subang
Foto: www.jabarpress.com

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita atau yang akrab disapa Kang Rey, menunjukkan kepeduliannya dengan melayat ke rumah duka korban longsor di Kampung Babakan Randu, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Jumat (18/04/2025).

Korban bernama Rafik (55), warga setempat, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama tujuh hari. Proses evakuasi sempat terkendala kondisi medan yang sempit dan curah hujan yang tinggi.

Dalam kunjungannya, Kang Rey menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim gabungan dari BPBD, BNPB, serta warga Dayeuhkolot yang tak kenal lelah melakukan evakuasi.

“Saya menghaturkan turut belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Terima kasih kepada BPBD dan seluruh masyarakat Dayeuhkolot yang terus berjuang mencari almarhum sampai hari ke-7,” ujarnya.

Kepada warga, Kang Rey mengingatkan pentingnya kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah Subang. Ia berharap masyarakat lebih siaga dalam menghadapi potensi bencana.

“Saya titip seluruh masyarakat selalu waspada terhadap potensi bencana,” tegasnya.

Kang Rey menyebut Rafik meninggal dalam keadaan mulia. Saat kejadian, almarhum sedang berupaya memperbaiki saluran air yang bermanfaat bagi ratusan warga.

“Saya percaya almarhum meninggal dalam keadaan syahid. Banyak yang mendoakan beliau,” ungkapnya penuh haru.

Sebagai bentuk perhatian, Kang Rey menyerahkan santunan kepada keluarga korban. Selain itu, ibu dan istri almarhum ditetapkan sebagai penerima program Subang Nyaah ka Indung, inisiatif sosial terbaru dari Pemkab Subang.

“Saya sudah menyerahkan bantuan. Ibu dan istri almarhum kini menjadi ibu asuh saya dalam program Subang Nyaah ka Indung. Mereka akan menerima bantuan senilai Rp500 ribu per bulan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kang Rey turut didampingi Kalak BPBD, Camat Sagalaherang, serta masyarakat yang sejak awal ikut mendukung proses evakuasi.




Persib vs Bali United: Laga Panas di GBLA Tanpa Suporter Tamu

Foto: persib.co.id

Suarasubang.com – Persib Bandung akan menjamu Bali United dalam lanjutan pekan ke-29 Liga 1 2024-2025. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 18 April 2025, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat.

Menjelang duel panas ini, Persib Bandung menyampaikan peringatan tegas. Peringatan tersebut ditujukan kepada suporter Bali United agar tidak hadir langsung di stadion.

Larangan ini bukan tanpa alasan. Manajemen Persib menyatakan langkah ini diambil demi mencegah sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sebab, Liga 1 musim ini memang melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion.

Wakil Presiden Operasional PT Persib Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat, mengimbau seluruh pihak untuk mematuhi aturan. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan.

“Untuk kebaikan semua pihak, saya mengingatkan kepada suporter tim Bali United untuk tidak hadir di stadion pada pertandingan hari Jumat nanti,” ujar Andang, dikutip dari laman resmi klub melalui BolaSport.com.

Ia menegaskan, larangan suporter tim tamu sudah menjadi ketentuan resmi yang harus ditegakkan bersama. Hal ini dilakukan demi kelangsungan kompetisi yang lebih aman dan kondusif.

Gubernur Dedi Geram, Jalan Kalijati Rusak Akibat Truk Galian: Izin Terancam Dicabut

Kerusakan Jalan Kalijati akibat truk galian
Foto: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Kembali Soroti Jalan Kalijati yang Rusak dan Kotor (TikTok/@dedimulyadiofficial)

Suarasubang.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali melontarkan teguran keras terhadap kondisi Jalan Kalijati yang semakin memburuk. Jalan utama di kawasan itu berubah menjadi kecoklatan, tertutup tanah yang terbawa oleh truk-truk besar pengangkut material galian.

Ini adalah kali ketiga Gubernur Dedi turun langsung ke lokasi. Dalam tinjauannya yang diunggah melalui akun TikTok resminya, ia menyuarakan kegeramannya terhadap kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan.

“Sudah tiga kali saya peringatkan, tapi tetap saja kondisinya tidak berubah,” ujarnya, Rabu (17/4). “Jalan ini milik publik, bukan milik pribadi yang bisa seenaknya dipakai tanpa tanggung jawab.”

Aktivitas pengangkutan tanah dengan truk bertonase besar disebut sebagai penyebab utama kerusakan. Selain merusak kualitas jalan, tanah yang berceceran membuat permukaan licin dan membahayakan pengendara, terutama pengendara roda dua.

Gubernur Dedi juga menyinggung moralitas para pengusaha tambang. “Mencari untung itu boleh. Tapi kalau sampai merugikan hak orang lain, itu bukan cara hidup di negara Pancasila,” tegasnya.

Ia menyayangkan semakin lunturnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Menurutnya, bangsa yang katanya hidup berdasarkan Pancasila justru sering kali abai terhadap kepentingan bersama.

“Negara lain yang katanya sekuler dan mengejar untung justru bisa lebih tertib dan menghormati hak bersama. Kita, yang katanya hidup berketuhanan, malah sering egois,” sindirnya tajam.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melayangkan peringatan kepada para pengusaha tambang dan galian di Kalijati. Mereka diwajibkan menutup muatan truk dengan terpal, tidak menumpahkan tanah di jalan, serta rutin membersihkan akses yang mereka lalui.

“Kalau tidak mau tertib, kami tidak segan mencabut izin operasionalnya. Masyarakat berhak atas jalan yang bersih dan aman,” lanjutnya.

Gubernur Dedi juga meminta penghentian sementara seluruh aktivitas tambang di Kalijati. Akses jalan menuju gerbang tol Kalijati pun harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum aktivitas kembali berjalan.

Masalah Jalan Kalijati, menurutnya, bukan sekadar soal infrastruktur. Ini mencerminkan krisis kesadaran sosial yang mendalam.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soroti Maraknya Bank Emok: Pola Hidup Boros Jadi Akar Masalah

Subang – Fenomena maraknya korban bank emok atau rentenir di Jawa Barat menjadi sorotan serius Gubernur Dedi Mulyadi. Ia menegaskan, persoalan ini tak bisa dibiarkan dan perlu ditangani secara kolektif.

Dengan jumlah penduduk yang besar dan angka kemiskinan yang tinggi, Dedi menyebut Jawa Barat sebagai wilayah dengan tingkat aktivitas bank keliling tertinggi di Indonesia. “Bank Emok, bank kelilingnya juara nomor satu di Indonesia,” ujarnya di hadapan para ASN.

Untuk mengatasi persoalan ini, Dedi mengajak seluruh kepala daerah dan Sekda di Jawa Barat bergerak bersama. Ia mendorong terbentuknya gerakan sosial yang menumbuhkan kepekaan terhadap kondisi masyarakat.

Dedi menekankan, banyak warga terjerat utang besar hingga berujung pada kematian. Ia mengaitkan hal ini dengan pola hidup boros yang masih melekat di masyarakat.

“Beli motor, beli kulkas, tapi bukan karena kebutuhan. Orang desa punya kulkas untuk apa? Tiap hari tukang sayur lewat,” ujarnya menyindir.

Ia menyayangkan kebiasaan warga yang membeli barang konsumtif, bahkan yang tak relevan dengan kebutuhan. Di kawasan dingin, misalnya, banyak rumah justru dipasangi AC. Selain itu, anak-anak muda kerap diberi motor, lalu menggantinya dengan knalpot brong yang mengganggu ketertiban.

Dedi Mulyadi bertekad menyelesaikan masalah ini. Ia menyebut kemiskinan bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal mental dan kemauan. “Malasnya luar biasa. Kemiskinan malas,” tutupnya dengan nada prihatin.

Recent Posts