Beranda blog Halaman 1301

Mayasi Plaza Asia Tasikmalaya, Tempat Nongkrong Murah Meriah

Mayasi-Plaza-Asia-Tasikmalaya.jpeg

Mayasi Plaza Asia Tasikmalaya menjadi tempat nongkrong dengan harga yang cocok di kantong pelajar. Cafe sekaligus resto ini menyediakan ramen, steak, dan kopi.

Lokasinya berada di Komplek Ruko Plaza Asia, Jalan HZ Mustofa, Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pengunjung bisa memarkir kendaraan langsung di depan resto sehingga tidak perlu berjalan kaki terlalu jauh.

Baca Juga: Richeese Factory Tasikmalaya, Ayam dengan Saus Keju

Area Mayasi Plaza Asia Tasikmalaya terbagi menjadi tiga bagian. Di lantai pertama, pengunjung bisa memesan dan menikmati pesanan. Sedangkan di lantai kedua, terdapat area bebas asap rokok yang berbentuk lesehan, dan area outdoor di balkon.

Review Mayasi Plaza Asia Tasikmalaya

Untuk yang sedang mencari tempat nongkrong yang kekinian, hemat, dan strategis, Mayasi bisa menjadi pertimbangan.

Suasana Tempat

Di lantai pertama Mayasi Plaza Asia Tasikmalaya, pengunjung bisa langsung menuju kasir untuk memesan makanan dan minuman. Setiap meja bisa menampung hingga empat orang, ada juga yang memilih sofa untuk minum kopi sambil bersantai.

Resto ini masih mempertahankan warna cat merah menyala sebagai ciri khasnya. Namun, sejak merambah ke bisnis kopi, Mayasi mulai memperhatikan dekorasi dinding yang minimalis dengan warna netral dan beberapa lukisan.

Di lantai kedua, pengunjung pun bisa menemukan dekorasi dinding yang membangkitkan semangat. Sedangkan untuk area lesehan memberikan kesan yang ramah anak karena dikelilingi oleh dinding kaca dan memiliki AC.

Makanan dan Minuman

Menu makanan di Mayasi Plaza Asia Tasikmalaya ada ramen, steak, bento, dan dimsum. Pengunjung bisa membeli aneka ramen dengan kuah mereka yang khas mulai dari Rp 15 ribu per porsi.

Baca Juga: Solaria Plaza Asia Tasikmalaya, Porsi Jumbo Makanan Sehari-hari

Untuk steak-nya memang lebih kecil karena menyesuaikan harga, akan tetapi, Mayasi tetap menyajikan steak dengan hot plate untuk menjaga kenikmatan sausnya.

Jika pengunjung ingin makan nasi, tersedia menu bento dengan harga per paket. Biasanya dalam satu paket terdapat satu porsi nasi, empat jenis makanan saji, dan salad. Pengunjung juga bisa memesan dimsum sebagai tambahan.

Kekurangannya, setiap pesanan ramen masih menggunakan sumpit bambu sekali pakai. Selain mengurangi kenikmatan ramen, sumpit jenis ini tentu menambah sampah. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Brankas Hadirkan Lisensi Open Source Pertama di Dunia

IMG_20221129_171904.jpg

review1st.com – Brankas, penyedia layanan open finance terdepan di Indonesia, resmi meluncurkan Brankas Open Core yang merupakan lisensi open source pertama di dunia bagi layanan banking as a service (BaaS) dan open finance.

Melalui Brankas Open Core, Brankas memberikan 8 modul software layanan perbankan ritel berbasis API yang siap diimplementasi dan dimodifikasi oleh para pelaku industri keuangan.

Peluncuran produk ini merupakan strategi Brankas untuk terus memperluas jangkauan implementasi open finance di Indonesia.

Brankas Hadirkan Lisensi Open Source Pertama di Dunia

Selain itu, hadirnya layanan open source ini juga merupakan komitmen Brankas untuk mendukung institusi keuangan dalam menghadirkan layanan keuangan secara lebih inklusif hingga menjangkau kepada kelompok masyarakat underbanked atau unbanked. 

Saat ini, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan jumlah populasi underbanked dan unbanked tertinggi di Asia Tenggara.

Berdasarkan data dari Google, Temasek, and Bain & Company,  jumlah populasi underbanked dan unbanked di Indonesia mencapai 81% dari total populasi.

Kondisi ini telah membuat peran open finance dalam membantu lembaga keuangan untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih mudah, aman dan terjangkau semakin krusial.

Terlebih lisensi open source bagi open finance ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pada layana open finance pada umumnya. 

Layanan open source ini memungkinkan para startup, bank digital dan institusi keuangan lainnya untuk mengembangkan produk dan layanan keuangan baru secara cepat dan dengan biaya yang lebih efisien, dengan tetap mempertahankan source code (kode sumber) dalam pemrograman masing-masing.

Selain itu, bagi konsumen, lisensi open source ini akan mendorong hadirnya pilihan layanan yang lebih banyak dalam bertransaksi dengan pengalaman pengguna yang lebih seamless.

Hal ini karena penyedia layanan seperti bank hingga fintech memiliki akses yang terbuka untuk menggunakan, memodifikasi, mendistribusikan ulang, hingga berkolaborasi dalam hal produk dan layanan dengan menggunakan Brankas Open Core. 

Kenneth Shaw, Co-founder dan CTO Brankas, mengatakan, “Open source menjadi salah satu strategi utama Brankas dalam mendorong adopsi open finance di Indonesia.

“Brankas Open Core memungkinkan tim kami untuk membangun dan berkontribusi secara adil, merata, dan terbuka bagi developer independen, lembaga keuangan, dan para mitra.

“Lisensi ini merupakan bentuk investasi kami untuk mendorong tumbuhnya komunitas open source yang lebih besar di Indonesia dan mendorong kemajuan industri keuangan di negara ini.” 

Menyadari perlunya kerangka kerja open source yang terkini untuk menyesuaikan teknologi open finance, Brankas mengembangkan Brankas Open Core dengan kerangka-kerangka kerja lisensi open source yang telah ada.

Brankas menilai metode pengembangan ini diperlukan untuk melindungi kontribusi komunitas, memastikan akses yang terbuka di antara pelaku industri keuangan, dan memenuhi persyaratan perlindungan dan keamanan data institusi keuangan.

Inspirasi pengembangan Brankas Open Core tercipta ketika Brankas menerima pendanaan dari Monetary Authority of Singapore (Bank Sentral Singapura) pada November 2021 untuk mengembangkan Brankas APIX Open Core, produk berbasis API dalam sistem perbankan.

Brankas Open Core telah tersedia di website Brankas https://www.brankas.com/open-license dan di Github https://github.com/openbank/core.

Pertamina Lubricants Perlihatkan Proses Produksi Pelumas di Pabrik Jakarta

rockomotif-factory-visit-pertamina-lubricants.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Produsen pelumas dalam negeri mengajak beberapa rekan media untuk melakukan factory visit Pertamina Lubricants pada Selasa (29/11/2022) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam kunjungan tersebut, para awak media diajak untuk melihat langsung bagaimana produksi dari sebuah pelumas yang nantinya bisa diaplikasikan untuk kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

Dalam factory visit Pertamina Lubricants, ada beberapa sektor yang diperlihatkan oleh perusahaan plat merah tersebut. Mulai dari pencampuran bahan dasar pelumas, cara memasukkan pelumas ke dalam botol, serta pengepakan untuk grease yang juga diproduksi di area tersebut.

Untuk menjaga kualitas serta keunggulan produknya tersebut, Manager Pabrik Unit Jakarta, Dody Arief Aditya, mengatakan bahwa setiap pembuatan oli tersebut sudah memenuhi segala standar yang terkait dengan pelumas. Beberapa sertifikat yang telah didapatkan oleh pelumas ini antara lain adalah API (Amerika), JASO (Jepang), ACEA (Eropa) dan SNI (Indonesia).

“Dalam rangka memastikan penguasaan teknologi terbaru dan menjamin rantai pasok, kami bekerjasama secara kontraktual dengan perusahaan-perusahaan additive terbesar di dunia seperti Lubrizol, Afton, Chevron-Oronite dan Infineum,” jelas Dody, saat presentasi di sela-sela factory visit Pertamina Lubricants.

Untuk mendukung visi dan misi tersebut, perusahaan juga telah mengaplikasikan produksi pelumas yang ditopang dengan sistem canggih dan serba otomatis. Adapun beberapa mesin yang digunakan juga dikatakan lebih unggul dari para produsen pelumas yang ada di Indonesia.

“Kalau dibandingkan dengan kompetitor, mereka cuma punya dua mesin blending, tetapi kita sudah punya tiga mesin blending. Ini yang membat kita lebih unggul dari mereka,” tambah Dody.

Menyoal kapasitas yang bisa diproduksi dari UPJ tersebut, saat factory visit Pertamina Lubricants, juga dijelaskan selama satu tahun, di UPJ ini dapat memproduksi sekitar 270 juta liter pertahun. Sementara untuk dua Produksi Unit lainnya yang ada di Cilacap dan Gresik, masing-masing mampu memproduksi sekitar 80 juta liter per tahun dan 120 juta liter per tahun.

Motor Beat Bernopol Z 5285 TAC Milik Warga Kawali Ciamis Raib Diembat Maling

Maling-1.jpg

harapanrakyat.com,- Ditinggal pergi memberi pakan ikan, sepeda motor Beat bernopol Z 5285 TAC milik warga Dusun Sukamulya, Desa Sindangsari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, raib diembat maling.

Perangkat Desa Sindangsari, Mamat membenarkan adanya pencurian sepeda motor milik warganya itu. Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin (28/11/2022), sekitar pukul 10.00 WIB.

Ia menyebutkan, motor Beat yang hilang milik Ahmad Nanang Hidayat, warga Dusun Sukamulya, Desa Sindangsari.

“Berdasarkan informasi, motor Beat bernopol Z 5285 TAC itu hilang ketika pemiliknya sedang memberi pakan ikan di kolam. Motor yang sebelumnya ia parkir di pinggir jalan ternyata sudah tidak ada,” terang Mamat, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga: Maling Bobol Bengkel Las di Cipaku Ciamis Gasak 1 Mesin Kompresor

Diduga pelaku sudah mengincarnya terlebih dahulu, sehingga begitu tahu pemiliknya sedang berada di kolam, pelaku langsung membawa kabur motor tersebut.

“Kemungkinan dalam melakukan aksinya pelaku menggunakan kunci T. Korban juga sudah melaporkan kejadian pencurian ini kepada pemerintah desa,” katanya.

Mamat pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati menyimpan kendaraan. Mengingat kejahatan bisa terjadi kapan dan di mana saja. 

“Hendaknya harus betul-betul waspada dalam menyimpan kendaraan bermotor. Carilah tempat yang kita anggap aman,” pungkas Mamat. (Dji/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Tok! APBD Kota Banjar 2023 Ditetapkan Rp 723 Miliar Lebih

APBD-Kota-Banjar-2023-Ditetapkan-Rp-723-Miliar-Lebih.jpg

harapanrakyat.com,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemkot Banjar sepakat dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjar tahun anggaran 2023 sebesar Rp 723 miliar lebih.

Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang Ramdan Kalyubi mengatakan, pada rapat paripurna, Senin (28/11/2022), terdapat dua agenda. Pertama, menetapkan laporan hasil pembahasan rancangan program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) Kota Banjar tahun 2023.

Kemudian agenda kedua, menetapkan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Banjar tahun anggaran 2023. 

Baca Juga: Capaian PAD Rendah, DPRD Kota Banjar Dorong Optimalisasi Sektor Pendapatan

Adapun struktur RAPBD Kota Banjar tahun anggaran 2023 yang telah ditetapkan, lanjut Dadang, direncanakan yaitu sebesar Rp 723.519.736.464.

“Paripurna ini menetapkan propemperda tahun 2023 dan menetapkan APBD tahun 2023, dengan besaran Rp 723.519.736.464,” kata Dadang kepada wartawan, Selasa (29/11/2022).

Lanjutnya menyebutkan, nilai besaran APBD Kota Banjar tahun 2023 tersebut merupakan akumulasi dari PAD sebesar Rp 155.702.286.831, dan pendapatan transfer sebesar Rp 567.817.452.633.

Sedangkan untuk belanja daerah sebesar Rp 746.519.739.464. Nilai besaran belanja tersebut, merupakan akumulasi dari belanja operasi sebesar Rp 642.255.341.596, belanja modal sebesar Rp 39.418.564.868.

“Berikutnya untuk belanja tidak terduga sebesar Rp 4.000.000.000, dan belanja transfer sebesar Rp 60.845.833.000,” katanya.

APBD Kota Banjar 2023 Defisit 23 Miliar, Bagaimana Menutupinya?

Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan struktur APBD tahun 2023 dengan pendapatan sebesar Rp 764.519.739.464 dan belanja sebesar Rp 746.519.739.464, sehingga terjadi defisit anggaran sebesar Rp 23 miliar.

Sementara untuk menutup defisit anggaran tersebut, diambilkan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp30 miliar.

“SILPA untuk menutup defisit tersebut setelah dikurangi untuk membiayai pengeluaran pembiayaan pembentukan dana cadangan sebesar Rp 7 miliar,” katanya.

Baca Juga: Dana Cadangan Pilwalkot 2024 Kota Banjar Ditetapkan Sebesar Rp 16 Miliar

Lanjut Dadang menjelaskan, struktur APBD Kota Banjar tahun 2023 dibandingkan dengan APBD tahun 2022 mengalami koreksi. Adapun koreksi tersebut disebabkan adanya perubahan dari sisi pendapatan.

Pendapatan daerah yang berasal dari dana transfer pusat ke daerah mengalami koreksi. Dana Insentif Daerah (DID) untuk tahun 2023 Kota Banjar, tidak menerima DID. Padahal tahun 2022 masih mendapat DID.

Di samping itu, lanjutnya, alokasi belanja daerah mengalami peningkatan. Seperti belanja pegawai untuk PNS dan PPPK semakin meningkat. Sementara Dana Alokasi Umum (DAU) untuk belanja pegawai tidak bertambah.

Pemerintah daerah juga harus mengalokasikan anggaran untuk bidang kesehatan, pendidikan, dan anggaran belanja infrastruktur pelayanan publik yang sifatnya harus dipenuhi.

“Badan Anggaran mendorong pemerintah kota untuk mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah. Caranya yaitu dengan mempersiapkan SDM, regulasi dan kapasitas SDM untuk mencapai target penerimaan pendapatan daerah,” pungkasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor-Adi)

TipTip Mendapatkan Dana Investasi Seri A

wp-1669710243952.jpg

review1st.comTipTip, platform terpadu untuk konten kreator di wilayah Asia Tenggara, hari ini mendapatkan pendanaan sejumlah 13 juta Dollar atau setara dengan Rp 205 miliar rupiah.

Pendanaan Seri A ini merupakan lanjutan dari pendanaan seed round senilai 10 juta Dollar yang sebelumnya telah diterima pada awal tahun ini.

East Ventures merupakan investor utama, dengan partisipasi dari beberapa investor, seperti Vertex, SMDV, B.I.G. Ventures serta beberapa investor terkemuka lainnya.

TipTip didirikan pada bulan Oktober 2021, oleh Albert Lucius yang memiliki misi memberikan solusi bagi kesenjangan monetisasi yang saat ini dihadapi para konten kreator di wilayah Asia Tenggara.

TipTip merupakan sebuah marketplace yang menghubungkan para konten kreator dengan para pengikutnya.

Melalui platform tersebut, para konten kreator memiliki kebebasan untuk membuat konten, memasarkan serta menjual langsung hasil kreasi mereka.

Sejak awal diperkenalkan ke masyarakat pada bulan Juli 2022, TipTip mendapatkan respon pasar yang sangat baik, sehingga tercatat peningkatan revenue lebih dari 20 kali lipat di dua bulan terakhir sejak Oktober 2022.

Strategi hyperlocal yang diimplementasikan oleh TipTip terbukti meraih sukses dalam menggandeng kegiatan komunitas baik online maupun offline (hybrid) di lebih dari 40 kota di seluruh Indonesia.

Albert Lucius, CEO and Founder of TipTip, tentang pendanaan ini berpendapat, “Kami merasa sangat terhormat sekaligus bangga dengan kepercayaan serta dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh para investor terkemuka di Asia Tenggara dalam pendanaan Seri A ini yang oversubscribed.

“Kami sangat menghargai kemitraan yang terjalin, dan akan menggunakan dana ini untuk mempercepat perkembangan platform serta diversifikasi produk dan tentunya memposisikan TipTip sebagai platform terkemuka bagi konten kreator di Asia Tenggara.”

Tiptip telah menjadi rumah bagi lebih dari 2.500 konten kreator dan digunakan oleh lebih dari 30.000 pengguna.

Di awal tahun depan, TipTip yakin dapat menggandeng lagi 30.000 lebih konten kreator dan menambah pengguna sebanyak 300.000.

Rata-rata penghasilan yang didapatkan konten kreator serta pengikutnya, setelah 30 hari tergabung aktif di TipTip, berkisar di angka 3 juta rupiah.

Konten kreator bisa mendapatkan penghasilan dengan menjual langsung konten mereka atau melalui jaringan konten promoter di TipTip, selain itu dapat juga dilakukan dengan melakukan live session dengan mengundang pengikut atau fans mereka.

Willson Cuaca, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, berkata, “Kami memiliki kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan Albert dalam membawa TipTip.

“Pengalaman Albert dalam membangun Kudo, sebelum di akuisisi oleh Grab di tahun 2017, telah terbukti dalam navigasi yang kuat untuk menghadapi gejolak ekonomi yang diperkirakan terjadi di tahun 2023.

“Kami berharap TipTip terus melanjutkan pertumbuhan yang signifikan dengan tetap menerapkan strategi hyperlocal yang terbukti diadaptasi dengan baik serta membawa perubahan perilaku bagi konsumen maupun konten kreator di era pasca COVID.

“Kami melihat adanya potensi perkembangan yang lebih besar lagi dan kami sangat optimis untuk terus mendukung TipTip.”

Joo Hock Chua, Managing Partner of Vertex, menambahkan, “Kami percaya dengan pendekatan ekosistem kreator-supporter-promotor yang dilakukan oleh TipTip.

“Pendekatan ini sangat cocok untuk memasuki pasar Indonesia yang sangat luas dan tersebar di berbagai komunitas mikro.

“TipTip memiliki keunikan tersendiri dalam memberikan solusi utama dalam masalah yang dihadapi para konten kreator, yaitu monetisasi dalam ekosistem mereka.

“Dengan dukungan TipTip, para konten kreator dapat memonetisasi langsung konten mereka tanpa harus bergantung pada algoritma atau iklan.”

Tiptip memiliki peran penting dalam mengembangkan ekosistem ekonomi di wilayah Asia Tenggara.

Bapak Triawan Munaf, selaku Presiden Komisaris dari TipTip yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menambahkan, “Platform ini didirikan oleh anak bangsa Indonesia yang manajemennya juga didukung oleh banyak pemimpin handal dan berpengalaman yang berasal dari seluruh Asia Tenggara.

Saya bangga menjadi bagian dari TipTip, dan sangat percaya bahwa TipTip sangat memahami kondisi ekosistem kreator saat ini dan langsung memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi para konten kreator di Asia Tenggara, mulai dari Indonesia.”

UMKM Subang Expo Libatkan Pentahelix, Ada Bazar Hingga Talkshow

MoU-pentahelix.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Dinas Koperasi UMKM, Perdagangan dan Perindustian Melalui UPTD PLUT Kabupaten Subang, mengelar Expo UMKM Subang di Halaman Gedung UPTD PLUT Kabupaten Subang pada Selasa (29/11/2022).

Expo UMKM tersebut dalam rangka Peningkatan kapasitas usaha mikro melalui pemasaran produk unggulan/temu bisnis yang dilaksanakan tanggal 29-30 November 2022. Dan juga akan dilaksanakan beberapa kegiatan dalam Expo UMKM Subang berupa Bazar Produk UMKM, Kuliner, Fashion, handycraft, Music dan Talkshow.

Menurut Kepala Dinas DKUPP Subang, Dr. Dr. Drs. Yayat Sudrajat, MM.M.Si, bahwa kegiatan ini progres yg berkesinambungan untuk para pelaku UMKM Subang dalam mengembangkan potensi.

“UMKM Subang Memilik potensi yang luar biasa, harus terus diupayakan untuk meningkatkan pemasaran karena memiliki produk dan potensi yang berbeda dengan daerah lain,” ucapnya.

Ditambahkan dia, bahwa kegiatan yang berlangsung dua hari ini dalam upaya mendorong pelaku UMKM dari tingkat desa hingga mampu ekspor dalam rangka meningkatkan derajat ekonomi para pelaku UMKM. Dan juga UPTD PLUT mengkolaborasikan berbagai gagasan demi meningkatkan kualitas produk UMKM yang ada di Kabupaten Subang.

Wabup Subang Agus Masykur saat mengunjungi salah satu stand di Expo UMKM Subang

“PLUT sudah berjalan produktif semoga kedepan disertai rumah kemasan, dengan upaya rekonsiliasi, komunikasi, dan edukasi pelaku UMKM yang terus berkolaborasi dengan DKUPP dan umkm yang ada di Kabupaten Subang sudah ada sebajyak 78 ribu UMKM,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Subang H.Agus Masykur menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kolaborasi pentahelix demi meningkatnya kapasitas pelaku UMKM agar naik level.

“Saatnya naik kelas setelah kita melewati pandemi covid, demi mampu membanggakan keluarga kelompok dan kabupaten Subang” tuturnya.

Agus Masykur memberikan dukungan dan analogi sederhana, kesuksesan UMKM harus sepesat penularan covid-19. Dirinya juga menyampaikan permohonan untuk tetap berkolaborasi dengan Kemenkop dalam hal ini dengan Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop RI.

“Saya hanya menegaskan kembali bahwa bantuan dari Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop RI melalui adanya gedung PLUT ini sudah produktif dan sangat optimal, namun rumah kemasan kami butuhkan” pintanya.

Disampaikan Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop RI Dr.Yilius MA,bahawa dijaman sekarang ini Expo UMKM sangat perlu untuk pemasaran, karena ini salah satu langkah dalam mempromosikan Produk UMKM di kancah Lokal bisa disebut pemasaran Offline dan juga untuk pemasaran keluar bisa menggunakan Online keduanya sangat penting untuk pemasaran.

“Terkait pemasaran ini ada suatu persoalan yang di hadapi adalah keterbatasan kualitas sdm maka keterbatasan ini kita coba dengan mendirikan klab sebagai senter of excellent untuk orang orang umkm belajar dalam memasarkan produk dalam pendanaan dan lainnya,dan jangan lagi membuatkan gedung,karena di tiap.daerah sudah banyak yang kosong jadi sekarang ini persoalannya adalah isinya,instrukturnya,pelatihannya,dan konsepnya bukan lagi pelatihan pendampingan tapi harus bisa berkisanumbang,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada yatim piatu dan dhuafa, kemudian Penyerahan Simbolis NIB dan Sertifikat Halal kepada Perwakilan 5 UMKM yang diserahkan oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop RI dan Wakil Bupati Subang yang didampingi oleh Kepala DKUPP Subang.

Dan juga Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU pentahelix yang melibatkan Pemkab Subang, PLUT, Aliansi Wartawan Subang (AWAS) yang diwakili Sekretaris Ahmad Ripai, akademisi Aji Fauziana Ridwan selaku Kaprodi PGSD Univ Mandiri, komunitas, dan Ketua PHRi Ratna Kurniawan, serta disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Subang dan Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM RI. Serta peninjauan stand UMKM Kabupaten Subang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Subang, DPRD Subang Komisi II, perwakilan Unsur Forkopimda Kabupaten Subang, Ketua PHRI Kab. Subang dan tamu undangan lainnya.

Bupati Ciamis Serahkan Insentif dan Uang Kadeudeuh Bagi ASN Purnabakti

Bupati-Ciamis-Serahkan-Insentif-dan-Uang-Kadeudeuh-Bagi-ASN-Purnabakti.jpg

harapanrakyat.com,- Bupati Ciamis, Jawa Barat, Herdiat Sunarya menyerahkan insentif kepada ribuan tenaga pendidik di Kabupaten Ciamis serta memberikan uang kadeudeuh kepada puluhan ASN yang purnabakti secara simbolis.

Penyerahan insentif dan juga uang kadeudeuh tersebut dalam rangkaian kegiatan Upacara HUT PGRI, Hari Kesehatan Nasional dan HUT Korpri yang berlangsung di Taman Lokasana Ciamis, Selasa (29/11/2022).

Adapun rincian penerima insentif itu ada sebanyak 4.800 orang tenaga pendidik, dari mulai jenjang Paud, SD dan juga SMP dengan anggaran mencapai sebanyak Rp 4,8 miliar.

Sedangkan untuk uang kadeudeuh diberikan kepada 20 orang ASN yang telah Purnabakti masing-masingnya mendapatkan Rp 2,5 juta.

Selain itu itu ada juga pemberian uang duka yang dibagikan kepada dua orang ahli waris, totalnya masing-masing Rp 1 juta.

Baca juga: Bupati Herdiat Jadi Pembina KTNA Ciamis, Berkomitmen Perhatikan Petani

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengatakan, ini merupakan kegiatan rutin untuk purna bakti yang telah selesai melaksanakan tugas ada uang kadeudeuh dari Korpri Ciamis.

“Ini sebagai bentuk perhatian dari Korpri dengan menyalurkan pemberian uang kadeudeuh kepada ASN yang purna bakti,” katanya.

Herdiat mengungkapkan, kepada para penerima uang kadeudeuh, mudah-mudahan saja di masa pensiun bisa sehat dan panjang umur dan yang paling utama ada aktifitas.

“Sehingga tidak jenuh ketika memasuki masa pensiun yang paling utama sehat aja dulu,” ungkapnya.

Herdiat menambahkan, dalam peringatan HUT PGRI dan Hari Kesehatan Nasional dan HUT Korpri ini, pihaknya harap tidak hanya kegiatan rutinitas saja, upacara seremonial.

“Tetapi yang paling utama, bagaimana anggota Korpri baik tenaga kesehatan maupun pendidikan serta pegawai umum,  mengimplementasikan melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Ferry/R8/HR Online/Editor Jujang)

Masih Tahap Sosialisasi, Tilang Elektronik Akan Segera Diberlakukan di Kota Banjar

Masih-Tahap-Sosialisasi-Tilang-Elektronik-Akan-Segera-Diberlakukan-di-Kota-Banjar.jpg

harapanrakyat.com,- Satuan Lalu Lintas Polres Banjar, Polda Jabar, saat ini tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan ETLE atau tilang secara elektronik.

Hal itu dilakukan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menghapus penindakan tilang manual.

Kasat Lantas Polres Banjar, AKP. Asep Saepuloh mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal tersebut.

“Dari empat hari ke belakang kita sudah melakukan sosialisasi terkait ETLE ini baik secara langsung oleh petugas maupun melalui media sosial,” kata Asep Saepuloh, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: BPBD Kota Banjar Ungkap Soal Keberadaan Sesar Citanduy

Menurutnya, penindakan tilang secara elektronik tersebut akan diberlakukan mulai dari awal bulan Desember mendatang.

Ia menjelaskan, prosedur penilangan elektronik tersebut nantinya petugas di lapangan menggunakan smartphone dan aplikasi khusus untuk memotret pengguna jalan yang melakukan pelanggaran.

“Kemudian dari aplikasi itu dikirim ke server yang ada di Polres, dan untuk data lengkap tersebut nanti akan muncul. Dari situ bisa langsung diverifikasi dan suratnya dikirim ke alamat pelanggar,” jelasnya.

Lanjut Asep, pelanggar yang sudah menerima surat itu bisa langsung datang ke Polres Banjar, untuk kembali melakukan verifikasi dan akan mendapatkan BRI Virtual Account (BRIVA).

“Setelah itu pelanggar bisa membayar denda baik di ATM ataupun di bank yang sudah tersedia yaitu di BRI,” paparnya.

Kena Tilang Elektronik dan Tidak Datang ke Polres Banjar Akan Kena Sanksi

Sementara itu, jika pelanggar tidak datang ke Polres dan tidak melakukan pembayaran denda, secara otomatis akan dikenakan sanksi.

“Jika tidak membayar denda, maka ada sanksinya nanti di Samsat berupa pemblokiran baik untuk pembayaran pajak tahunan ataupun lima tahunan,” ungkapnya.

Asep menambahkan, untuk kamera CCTV yang sudah terpasang di setiap persimpangan itu bukan untuk ETLE, melainkan ATCS milik Dinas Perhubungan Kota Banjar, yang berfungsi untuk memantau arus lalu lintas.

Kendati begitu, Asep berharap bagi masyarakat pengguna jalan dapat mematuhi aturan lalu lintas untuk keselamatan saat berkendara.

“Kalau kamera yang terpasang itu ATCS milik Dinas Perhubungan, fungsinya untuk memantau arus lalu lintas. Saya berharap masyarakat dapat mematuhi aturan berkendara dengan adanya ETLE ini,” pungkasnya. (Sandi/R8/HR Online/Editor Jujang)

5 Raperda Tahun 2023 Kota Banjar Ditetapkan, dari Kepariwisataan hingga Penataan PKL

5-Raperda-Tahun-2023-Kota-Banjar-Ditetapkan-dari-Kepariwisataan-hingga-Penataan-PKL.jpg

harapanrakyat.com,-  DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, menetapkan 15 rancangan peraturan daerah (Raperda) yang disepakati masuk dalam program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2023.

Dari 15 yang ditetapkan tersebut, tiga di antaranya raperda inisiatif DPRD Kota Banjar yang salah satunya mengatur tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL).

Sebanyak 15 raperda yang masuk dalam program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2023 tersebut ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD, Senin (28/11/22).

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Banjar, Bambang Prayogi, mengatakan, jumlah usulan raperda tahun 2023 sebanyak 16 raperda namun yang disepakati masuk dalam propemperda yaitu 15 raperda.

Dari 15 raperda yang diajukan tersebut 3 di antaranya merupakan raperda inisiatif dari DPRD Kota Banjar.

Adapun ketiga raperda inisiatif tersebut yaitu raperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan Usaha Mikro.

Raperda tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan raperda tentang Perubahan atas Perda Kota Banjar nomor 2 tahun tahun 2003 tentang Lambang Daerah Kota Banjar.

“Dari 15 Raperda yang masuk propemperda tahun 2023 tiga buah raperda merupakan raperda inisiatif dari DPRD,” kata Bambang Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Forum Guru Sertifikasi Kota Banjar Sepakat TPP Tidak Dianggarkan

12 Raperda Usulan Pemerintah Kota Banjar

Lanjutnya menyebutkan, adapun 12 raperda yang lain merupakan usulan dari pemerintah kota antara lain, raperda tentang penyelenggaraan kepariwisataan, raperda Pelayanan Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Raperda tentang Rencana Tata Ruang/Wilayah Kota Banjar tahun 2022-2042, Raperda Pengelolaan, Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

“Berikutnya raperda Pemajuan Kebudayaan Daerah, raperda Perangkat Desa, raperda perubahan kedua atas Perda nomor 8 tahun 2018 tentang Pembentukan Susunan Perangkat Daerah,” katanya.

Kemudian, raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2022, Raperda Perubahan APBD tahun 2023, RAPBD tahun 2024.

Raperda Pencabutan Perda nomor 1 tahun 2017 tentang Peruntukan Penggunaan Tanah dan raperda tentang perubahan atas Perda nomor 17 tahun 2013 tentang Bangunan Gedung.

“Raperda yang telah masuk dalam program pembentukan peraturan daerah tersebut selanjutnya akan dilakukan pembahasan sesuai target penyampaian pada tahun 2023 mendatang,” katanya. (Muhlisin/R8/HR Online/Editor Jujang)

Recent Posts