Beranda blog Halaman 123

D’Castello Tanam 1000 Pohon, Wujud Nyata Cinta Lingkungan

penanaman pohon D’Castello Subang

Subang – Flora Wisata D’Castello di Subang memperingati Hari Bumi dan milangkala ke-17 Kecamatan Ciater dengan aksi nyata: menanam 1000 pohon. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 5 Mei 2025, di area wisata D’Castello.

Kolaborasi ini menggandeng Pemerintah Kecamatan Ciater, tiga desa penyangga (Ciater, Cisaat, dan Palasari), serta didukung oleh Dinas Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, dan sejumlah instansi lainnya. Tujuan utamanya adalah menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperindah kawasan wisata.

General Manager D’Castello, Mugi Tenarsyah, menjelaskan bahwa penghijauan ini menjadi langkah berkelanjutan. Sebelumnya, D’Castello telah menanam 2000 pohon buah-buahan di sekitar tebing wisata. Hingga kini, total sudah 3000 pohon tertanam, termasuk pohon pinus dan damar yang sesuai dengan kondisi geografis kawasan tersebut.

Mugi menegaskan bahwa D’Castello ingin ambil bagian dalam pelestarian lingkungan, tidak hanya fokus pada sektor ekonomi. Komitmen ini akan terus berlanjut melalui berbagai kegiatan penghijauan.

Danramil Jalan Cagak, Kapten CZI Supardi, menyebut aksi ini sebagai contoh konkret yang patut ditiru. Ia berharap wisata lain di Kabupaten Subang turut serta menjaga alam demi keseimbangan ekosistem.

Kapolsek Jalan Cagak melalui Iptu Agus menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menilai penanaman pohon sejalan dengan tema Hari Bumi 2025: “Our surprise, is the power people of the planet”, yang menekankan bahwa kekuatan manusia adalah kekuatan bagi planet.

Kepala Desa Cisaat, Suryana, menambahkan bahwa area D’Castello memiliki nilai penting karena menjadi sumber mata air sakral. Upaya pelestarian pohon juga berarti menjaga warisan alam yang telah ada sejak lama.

Sekretaris Kecamatan Ciater, Hendra Jaya Permana, mengapresiasi inisiatif D’Castello. Ia berharap gerakan ini dapat menginspirasi destinasi wisata lain untuk turut menjaga lingkungan secara konkret, bukan sekadar simbolik.

Melalui program ini, D’Castello membuktikan bahwa pariwisata dan pelestarian alam bisa berjalan seiring. Momentum Hari Bumi pun menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil untuk menanam, bisa menjadi harapan besar untuk masa depan bumi.

Subang Butuh Bupati Mandiri, Bukan Bayang-Bayang Masa Lalu

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita
Niskala Mulya Rahadian Fathir Rakean Galuh Pakuan (Foto: Istimewa).

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita diharapkan menjadi pemimpin mandiri dan bersih. Namun, sejumlah isu kedekatan dengan masa lalu dan campur tangan keluarga memicu kritik tajam.

Subang dan Harapan yang Mulai Retak

Reynaldy Putra Andita Br. hadir sebagai harapan baru bagi Kabupaten Subang. Sosok muda ini dipercaya memimpin roda pemerintahan dengan semangat bersih dan progresif. Namun, di balik optimisme itu, muncul sejumlah keprihatinan publik yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Bayang-Bayang Masa Lalu dalam Lingkar Kekuasaan

Kedekatan sang Bupati dengan mantan Bupati yang tersangkut kasus korupsi menjadi sorotan tajam. Sosok tersebut kerap muncul dalam kegiatan pemerintahan resmi, memunculkan pertanyaan serius: apakah ini tanda pembiaran terhadap masa lalu yang kelam? Masyarakat tidak ingin sejarah buruk kembali terjadi, terlebih jika pelakunya masih dilibatkan dalam pemerintahan. Pesan moral yang tersirat pun mengkhawatirkan—seolah kedekatan bisa menutupi luka publik akibat korupsi.

Ketika Kepemimpinan Dibelenggu Ikatan Keluarga

Di tengah masyarakat, berkembang rumor kuat soal pengaruh besar sang ibu dalam urusan pemerintahan. Nama sang ibu memang memiliki pengaruh besar di Subang. Namun, bila pengaruh itu mengerdilkan kemandirian Bupati, maka kekhawatiran rakyat menjadi masuk akal. Istilah “anak mami” bukan sekadar candaan, tapi sindiran tajam atas kepemimpinan yang tak berdiri sendiri. Subang butuh pemimpin yang berani mengambil keputusan, bukan yang bersandar pada bisikan keluarga.

Lembaga Adat, Seminar, dan Luka Harga Diri

Kekecewaan publik memuncak saat lembaga adat berinisiatif menggelar seminar internasional demi membuka peluang investasi. Sayangnya, kehadiran sang Bupati absen. Lebih menyakitkan lagi, muncul kabar bahwa sang ibu mencela lembaga adat dan menyebut mereka “ormas tak tahu malu.” Ungkapan itu melukai harga diri masyarakat yang justru sedang berjuang membangun Subang lewat jalur kearifan lokal. Kepemimpinan seharusnya hadir untuk mendukung, bukan menghalangi.

Bangkitlah, Kang Bupati!

Kang Bupati, jabatan yang Anda emban bukan warisan, tapi amanah rakyat. Jangan biarkan bayang-bayang ibu atau kroni lama mencoreng janji perubahan yang Anda bawa. Berdirilah sebagai pemimpin yang tangguh dan independen. Subang menanti figur pemimpin sejati—yang berpihak pada rakyat, bukan tunduk pada lingkaran terdekat. Subang tak butuh simbol, tapi aksi nyata.

Subang Susun Pembangunan Terpadu Menuju Indonesia Emas 2045

Musrenbang Subang 2025

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita B R, S.IP secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026 di Aula Pemda Subang, Senin (5/5/2025). Acara ini menjadi pijakan awal dalam merumuskan arah pembangunan Kabupaten Subang secara terarah dan terintegrasi.

Kepala BP4D Subang, Iwan Syahrul Anwar, S.STP, menegaskan bahwa Musrenbang kali ini berlangsung di masa transisi pemerintahan dan mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025. Penyusunan RKPD 2026 wajib merujuk pada rancangan awal RPJMD.

Dokumen awal RPJMD Subang sudah memuat isu strategis, visi, misi, dan tujuan pembangunan daerah. Rancangan ini juga telah dikonsultasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar sejalan dengan RPJMD Provinsi serta RPJMN 2025–2029.

Musrenbang telah dimulai dari tingkat desa dan berhasil menghimpun 8.457 usulan. Fokus utama di tingkat kecamatan adalah pembangunan infrastruktur jalan sebagai penggerak pertumbuhan wilayah.

Iwan menekankan pentingnya sinergi antar sektor dan komitmen lintas elemen dalam membangun Subang secara bertahap. Pembangunan yang terintegrasi akan menjadi pondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Bupati Subang menekankan pentingnya partisipasi aktif semua pihak. Ia menyebut forum ini sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah pembangunan yang responsif dan berkelanjutan.

“Perencanaan pembangunan harus disusun berdasarkan tujuan, strategi, dan arah kebijakan yang telah disepakati bersama,” ujar Kang Rey, sapaan akrab Bupati. Menurutnya, hal ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.

Kang Rey juga memaparkan visi pembangunan lima tahun ke depan: “Terwujudnya Kabupaten Subang yang unggul, maju dan kompetitif, dalam bingkai karya nyata pembangunan berkelanjutan, menuju masyarakat yang adil sejahtera, demokratis dan religius.”

Visi ini diterjemahkan dalam delapan misi, delapan tujuan, 24 sasaran daerah, serta ditopang oleh delapan indikator makro dan 58 indikator kinerja utama kepala daerah.

Tema pembangunan tahun 2025 adalah “Pondasi Pembangunan Subang melalui Infrastruktur Dasar dan Transformasi Awal”. Tema ini akan dijabarkan dalam delapan prioritas pembangunan tahun 2026.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal hasil akhir, tetapi proses kolektif yang melibatkan semua pihak. “Keberhasilan bukan simbol pribadi, melainkan cermin kerja sama yang solid,” tegasnya.

Ia optimistis target pembangunan jalan pada 2026 masih bisa dicapai. Bahkan, jika harus berlanjut hingga 2027 atau 2029, komitmen bersama tetap menjadi kunci.

“Kita tak bisa lagi bekerja sektoral. Hilangkan ego sektoral, kuatkan komunikasi, dan bergerak bersama. Dengan sinergi, mimpi besar ini bisa terwujud,” seru Kang Rey.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan simbolis pokok-pokok pikiran DPRD Subang, penandatanganan berita acara Musrenbang RPJMD dan RKPD, serta penyepakatan Data Statistik Sektoral Daerah (DSSD).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Bupati Subang, Sekda, Ketua dan Anggota DPRD, Pimpinan BUMD, Kepala PD, para camat, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Ketua DWP Subang, dan para undangan lainnya.

Hangatnya Silaturahmi Rudy Mas’ud dan Dedi Mulyadi, Awal Kolaborasi Kaltim-Jabar

Silaturahmi Rudy Mas’ud dan Dedi Mulyadi

Subang – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, Sabtu (4/5/2025).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Kedua pemimpin daerah saling berbagi pandangan dan membuka peluang kerja sama strategis antardaerah.

“Terima kasih banyak Kang KDM, kami datang untuk silaturahmi sekaligus menyampaikan apresiasi atas klarifikasi sebelumnya,” kata Rudy membuka perbincangan.

Kang Dedi menyambut dengan santai dan penuh keakraban. Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah terkait pernyataan Rudy dalam rapat dengar pendapat di DPR.

“Pak Rudy ini sebenarnya sedang memuji saya,” ujar Kang Dedi sambil tersenyum dan menepuk tangan Rudy, mencairkan suasana.

Rudy mengaku terinspirasi oleh rekam jejak kepemimpinan Dedi Mulyadi. Ia menyebut gaya memimpin Kang Dedi banyak memberikan pelajaran, terutama dalam efisiensi anggaran dan pengelolaan APBD.

“Banyak pelajaran yang saya ambil, terutama setelah pertemuan para kepala daerah di Akmil Magelang,” ujar Rudy.

Ia juga memaparkan potensi besar Kalimantan Timur. Luas wilayah dan kekayaan alam Kaltim membuka peluang kerja sama dengan Jawa Barat, khususnya di bidang pangan, perikanan, dan pariwisata.

“Wilayah kami hampir seukuran Pulau Jawa, tapi hanya dihuni sekitar 4 juta orang. Di Kutai Timur saja, wilayahnya setara Jabar tapi hanya 400 ribu penduduk,” jelasnya.

Rudy menyatakan bahwa Kaltim masih banyak belajar dalam sektor pertanian. Ia ingin menjalin sinergi dan belajar dari narasi pembangunan yang dibawa Kang Dedi.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi merespons positif dan menyatakan rencana kunjungan ke Kaltim pada Juni mendatang.

“Saya akan datang ke Kaltim bulan Juni, bersama Rektor ITB dan IPB. Kita jajaki kerja sama di pendidikan, pertanian, dan pengembangan kawasan,” ungkap Dedi.

Silaturahmi ini ditutup dengan semangat membangun kolaborasi lintas daerah. Harapannya, sinergi ini mampu mendorong pembangunan berkelanjutan dan saling menguatkan antarwilayah.

Legendaris! Wagub Jabar dan Ikon Persib Meriahkan Final ASN Subang Soccer Festival 2025

ASN Subang Soccer Festival 2025
Foto: istimewa

Subang – Final ASN Subang Soccer Festival (ASSF) 2025 berlangsung semarak di Lapangan Mekar Jaya Mini Soccer, Subang, Jawa Barat, Minggu (4/5/2025). Acara ini makin istimewa dengan kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, dan deretan mantan bintang Persib Bandung.

Dalam laga eksibisi bertajuk pertandingan persahabatan, tim Wakil Gubernur Jabar tampil gemilang bersama para legenda Persib. Nama-nama seperti Atep, Eka Ramdani, Zaenal Arif (Abo), Boy Djati, I Made Wirawan, hingga Erik Setiawan turun langsung ke lapangan.

Mereka menghadapi tim Subang Ngabret yang dipimpin langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dan Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi. Pertandingan berlangsung penuh semangat dan keakraban.

“Alhamdulillah, saya senang bisa ikut memeriahkan ASSF ini bersama para legenda Persib. Suasana pertandingan sangat seru dan penuh kekeluargaan,” ujar Erwan Setiawan usai laga.

Laga persahabatan ini berakhir dengan kemenangan tim Wakil Gubernur Jabar, yang mengungguli Subang Ngabret dengan skor 6-4. Meskipun tidak memperebutkan poin resmi, pertandingan berlangsung kompetitif dan menghibur.

Wagub Jabar turut mengapresiasi semangat para peserta dan antusiasme masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan. Ia melihat turnamen ini sebagai langkah positif untuk mendorong semangat olahraga di daerah.

Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini bisa mempererat silaturahmi antar ASN dan tokoh masyarakat. Selain itu, ia mendoakan Persib Bandung agar bisa menuntaskan sisa laga Liga 1 dengan kemenangan dan kembali menjadi juara.

“Semoga gairah sepakbola di Subang terus meningkat. Dan insyaallah, Persib bisa mewujudkan Back to Back Champion,” harapnya.

ASN Subang Soccer Festival 2025 merupakan ajang mini soccer yang diikuti oleh ASN dan unsur pimpinan daerah. Turnamen ini digagas oleh Pemkab Subang sebagai wujud komitmen membangun semangat sportivitas dan kebugaran di lingkungan pemerintahan.

Helmy Yahya Ajak Karyawan DAHANA Jadi Versi Terbaik Diri

Town Hall DAHANA Helmy Yahya

Subang – PT DAHANA menggelar Town Hall perdana dengan menggandeng tokoh nasional, Helmy Yahya, sebagai pembicara utama. Mengusung tema “Be the Best Version of You”, acara ini berlangsung di Auditorium DAHANA, Subang, Jawa Barat, pada Kamis, 24 April 2025.

Direktur Utama PT DAHANA, Hary Irmawan, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai Town Hall dapat menjadi ruang inspiratif untuk meningkatkan semangat, keterampilan, dan inovasi karyawan. Hary juga mengajak seluruh insan DAHANA untuk terus berkembang dan menatap masa depan dengan optimisme.

“Kita masih punya peluang besar untuk maju. Mari gunakan versi terbaik dari diri kita untuk membawa DAHANA lebih unggul ke depan,” ujarnya.

Ketua Panitia Town Hall, Muhammad Helmi Faisal, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kumpul biasa. Lebih dari itu, Town Hall menjadi ruang refleksi dan dorongan bagi karyawan agar berani melampaui batas diri. Ia berharap semangat positif ini menjadi awal dari transformasi berkelanjutan di lingkungan perusahaan.

“Langit bukan batasan, karena jejak kaki manusia pernah ada di bulan. Mari terus bergerak, terus belajar, terus Go Beyond,” tegasnya.

Dalam sesi presentasinya yang bertajuk Three Factors for Success, Helmy Yahya mengupas tiga kunci utama kesuksesan: pola pikir (mindset), keterampilan (skill), dan sikap (attitude). Ia menekankan bahwa ketiganya saling melengkapi dan sangat penting dalam menghadapi era perubahan cepat.

Helmy mencontohkan industri mobil listrik di Tiongkok sebagai gambaran bagaimana mindset, skill, dan attitude bisa menentukan daya saing global. Ia juga mengajak peserta untuk menyadari bahwa perubahan besar selalu dimulai dari dalam diri.

“Kesuksesan tak bisa hanya bergantung pada satu hal. Kuncinya ada pada cara kita berpikir, terus belajar, dan bersikap positif. Hidup akan berubah jika kita berani mengubah pola pikir,” tutupnya.

Gadis Subang Hilang Hampir 2 Bulan, Keluarga Masih Harap Keajaiban

Nia Septiani hilang di Subang
Foto: Nia Septiani

Subang – Sudah hampir dua bulan sejak Nia Septiani (19) menghilang tanpa jejak. Warga Kampung Cikawali, Kelurahan Pasir Karembi, Subang, ini terakhir diketahui pada 26 Maret 2025. Namun hingga kini, kabar mengenai keberadaannya masih menjadi tanda tanya besar.

Keluarga Nia terus berjuang mencari putri mereka. Sang ayah, Ade, mengatakan bahwa Nia sempat disebut bekerja di sebuah rumah makan di daerah Subang. Namun ketika keluarga mengecek langsung ke lokasi, pemilik rumah makan tersebut menegaskan bahwa Nia tidak bekerja di sana.

“Sudah 15 kecamatan kami datangi untuk mencari anak saya, tapi belum juga ada hasil,” tutur Ade dengan suara berat, Minggu, 4 Mei 2025.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Subang dan berharap bantuan masyarakat bisa mempercepat pencarian. Informasi sekecil apa pun dapat menjadi petunjuk penting untuk menemukan Nia.

Jika ada yang melihat atau mengetahui keberadaan Nia Septiani, diharapkan segera menghubungi sang ayah di nomor 0831-3309-7111.

Mari bantu sebarluaskan informasi ini. Satu kabar bisa menjadi harapan untuk memulangkan Nia ke pelukan keluarganya.

Siswa SMK di Subang Bacok Ibu Gara-Gara Ponsel, Kini Diperiksa Kejiwaannya

Siswa SMK bacok ibu gara-gara ponsel
Foto: ilustrasi

Subang – Seorang siswa SMK di Subang, Jawa Barat, nekat menganiaya ibu kandungnya sendiri hanya karena masalah ponsel. Aksi brutal itu terjadi di Kalijati dan mengakibatkan sang ibu dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius.

Korban diketahui bernama Bayinah (51), seorang ibu rumah tangga. Ia mengalami luka parah di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh anaknya sendiri.

Kapolsek Kalijati, AKP Teguh Sujito, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan. Tersangka diamankan beserta barang bukti berupa sebilah golok.

“Korban saat ini dirawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Luka yang diderita cukup serius, terutama di kepala,” jelas Kapolsek.

Motif penganiayaan ini diduga karena pelaku meminta dibelikan ponsel. Namun, meski permintaan sudah dituruti, pelaku tetap meluapkan amarah dan membacok ibunya.

Pelaku, yang masih berstatus sebagai siswa SMK, kini menjalani pemeriksaan intensif. Untuk memastikan kondisi kejiwaannya, pelaku dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua.

Keputusan tersebut disetujui oleh keluarga dan pihak desa. “Keluarga, termasuk kakak pelaku dan Kepala Desa, sepakat untuk membawa yang bersangkutan ke RSJ,” tambah AKP Teguh.

Polisi juga akan meminta keterangan dari teman-teman dekat pelaku untuk menggali lebih dalam keseharian dan kondisi mentalnya. Termasuk dari korban yang masih menjalani perawatan.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan kekerasan dalam keluarga yang dipicu oleh persoalan sepele. Polisi terus mendalami kasus untuk mendapatkan gambaran utuh dari kejadian tragis ini.

Jangan Lupakan Pembangunan Mental, Ketua Granat Subang Ingatkan Bupati

pembangunan mental dan sosial Subang
Foto: www.mediajabar.com

Subang – Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Subang, Boing Solihin Jakaria, menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa pembangunan sejati tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup aspek mental dan sosial masyarakat.

Boing menyesalkan keputusan Bupati Subang, Reynaldy, yang menghapus bantuan hibah untuk organisasi sosial dan mengalihkannya sepenuhnya ke proyek infrastruktur. Padahal, menurutnya, Subang tengah menghadapi darurat narkoba yang memerlukan penanganan serius dan menyeluruh.

“Pembangunan itu tidak hanya soal jalan! Jangan abaikan pembangunan karakter dan spiritual masyarakat,” tegas Boing, Jumat (2/5/2025).

Ia mengungkapkan bahwa peredaran narkoba di Subang sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Sayangnya, alih-alih memperkuat dukungan terhadap upaya pemberantasan, pemerintah justru memotong anggaran penting untuk penanganan masalah tersebut.

Upaya dialog antara pihak Granat dan Bupati Subang pun belum membuahkan hasil. Boing menyebut, audiensi yang dijadwalkan pada 14 Maret 2025 batal karena alasan kesibukan, dan permintaan penjadwalan ulang juga belum ditanggapi hingga kini.

“Kami paham jalan penting bagi masyarakat. Tapi pembangunan manusia jauh lebih krusial dan tidak bisa dikesampingkan,” ujarnya.

Pemberdayaan masyarakat, penyuluhan bahaya narkoba, hingga penguatan nilai spiritual, menurut Boing, adalah bentuk pembangunan non-fisik yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Saya tidak menolak pembangunan jalan. Tapi tolong jangan abaikan pembangunan manusia. Bahaya narkoba itu nyata dan mengancam generasi kita,” tutupnya.

Hingga Jumat malam (2/5/2025), belum ada tanggapan resmi dari Bupati Reynaldy terkait penghapusan bantuan hibah untuk organisasi sosial seperti Granat.

Polsek Patokbeusi Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Rancabango

penggerebekan judi sabung ayam Subang
Foto: www.jabarpress.com

Subang – Upaya tegas dalam memberantas praktik perjudian terus dilakukan oleh jajaran Kepolisian. Kali ini, Polsek Patokbeusi Polres Subang berhasil menggerebek dan membongkar arena judi sabung ayam yang berada di Dusun Mayasuta, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Subang.

Penggerebekan dilakukan pada Sabtu, 3 Mei 2025. Kapolsek Patokbeusi, Kompol Anton Indra, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, dalam memberantas segala bentuk perjudian di wilayah hukum Subang.

“Personel piket siaga Polsek Patokbeusi berhasil menggerebek dan membongkar lokasi sabung ayam yang dibuat secara ilegal,” ujar Kompol Anton.

Lokasi yang digerebek diketahui menjadi tempat berkumpulnya sejumlah warga yang diduga hendak melakukan aktivitas perjudian sabung ayam. Namun, saat petugas tiba di lokasi, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan arena tersebut.

Meski pelaku utama berhasil kabur, polisi tetap mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya, satu kalangan adu ayam, satu jam dinding, tiga kurungan ayam, dan seekor ayam adu.

Selain itu, seorang warga berinisial M alias Irek, yang berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung, turut diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyelidikan terkait dugaan aktivitas perjudian tersebut. Masyarakat pun diminta untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melapor jika menemukan tindak pidana atau gangguan kamtibmas lainnya,” tegas Kapolsek.

Recent Posts