Beranda blog Halaman 1225

Pekan Depan Presiden Jokowi Kembali Kunker Ke Subang, Resmikan Bendungan Sadawarna

bendungan-sadawarna.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – PLH Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Ahmad Sobari, S.Sos didampingi Asisten daerah bidang pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Rahmat Effendi dan Asisten Daerah Bidang Perekonomian & Pembangunan dr. Nunung Suhaeri, menghadiri rapat koordinasi terkait persiapan kunjungan Presiden RI ke Jawa Barat secara Virtual, di Ruang Rapat Segitiga, Rumah Dinas Bupati, Kamis, (22/12/2022).

Rapat koordinasi ini membahas teknis persiapan untuk menyambut kedatangan Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia ke Jawa Barat, dan Kabupaten Subang menjadi salah satu tujuan beliau sekaligus meresmikan Bendungan Sadawarna pada tanggal 27 Desember 2022 mendatang.

Bendungan Sadawarna merupakan salah satu Program Strategis Nasional di bidang Sumber Daya Air. Bendungan ini mampu menampung 44,61 juta m3 untuk mensuplai irigasi seluas 4.500 hektare di Kabupaten Subang dan Indramayu. Diharapkan suplai air irigasi dari Bendungan Sadawarna dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun.

Staf ahli menteri bidang teknologi, industri dan lingkungan kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat bapak Endra S. Atma Widjaja, ST, MSc, DEA dalam pelaporannya menyampaikan bahwa kegiatan yang akan di hadiri oleh Presiden RI tersebut dalam rangka meresmikan bendungan sadawarna yang sudah di targetkan rampung pada tahun 2022.

Endra S. AtmaWidjaja pun menjelaskan terkait titik-titik kunjungan yang akan di lalui oleh Presiden Republik indonesia Ir. H. Joko Widodo dan tujuan utamanya yaitu Bendungan Sadawarna dan mengunjungi pasar terdekat.

Asda 1 bidang Pemerintahan dan kesra H. Rahmat effendi dalam sambutannya mewakili dari pemerintahan daerah menyambut baik dengan adanya kegiatan kunjungan dari Presiden RI ke Kabupaten Subang.

“Pemerintah kabupaten Subang akan siap untuk bersinergi bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Subang dalam mempersiapkan dan mensupport hal-hal yang perlu dipersiapkan yang berkaitan dengan kunjungan ini,” ucapnya.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Dandim 0605 Subang, Kapolres Subang, Wakapolres subang, Kadishub, serta Asisten daerah bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Asisten Daerah Bidang Perekonomian & Pembangunan, Staff ahli bupati, dan para hadirin yang lainnya

Penghentian PPKM di Indonesia, Wapres Ma’ruf Amin: Masih Lihat Kondisi Usai Nataru

Penghentian-PPKM-di-Indonesia-Wapres-Maruf-Amin-Masih-Lihat-Kondisi-Usai-Nataru.jpg

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin buka suara soal penghentian PPKM di Indonesia. Rencananya, pemerintah akan memutuskan berlaku atau tidaknya PPKM pasca libur Natal dan tahun baru (Nataru).

“Memang di Indonesia wabah virus sepertinya kian menurun. Jadi sudah ada keinginan menghentikan PPKM agar kembali normal,” kata Ma’ruf Amin di Nusa Dua, Bali, dikutip Jumat (23/12/2022).

“Tapi masih harus melihat dulu dampak dari Natal dan tahun baru akan seperti apa,” lanjutnya.

Menurutnya, pemerintah akan mencabut status PPKM jika situasi Covid-19 di Indonesia terbukti lesu pasca Nataru.

“Kalau situasinya masih landai, saya kira kita bisa mulai untuk menghentikan PPKM,” ujarnya.

Namun, Ma’ruf mengingatkan masih ada ancaman lonjakan kasus Covid-19 akibat varian baru virus corona seperti di China.

“Berdasarkan beberapa analisa dari para ilmuwan ahli, kita tetap waspada karena di China wabah ini sedang naik. Jangan sampai kenaikan di China mempengaruhi kita,” ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk mendukung rencana penghentian PPKM di Indonesia, pemerintah melakukan berbagai upaya.

Salah satunya dengan terus meningkatkan jumlah vaksinasi Covid-19 di seluruh Indonesia.

Baca Juga : Status Endemik Covid-19 di Indonesia Segera Diumumkan Presiden Jokowi

“Sehingga virus tidak ada berpengaruh lagi karena sudah ada booster, jadi kita punya imunitas, itu yang terus kita lakukan dan waspadai,” pungkasnya.

Ahli Epidemiolog Buka Suara soal Penghentian PPKM di Indonesia

Presiden Joko Widodo menyampaikan langsung terkait kebijakan PPKM kemungkinan akan berakhir pada akhir tahun 2022.

“Mungkin akhir tahun kita akan deklarasikan PSBB-PPKM. Kita stop pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat,” kata Jokowi pada Rabu (21/12/2022).

Kendati demikian, ahli epidemiologi, Dicky Budiman mengatakan, Indonesia saat ini masih memerlukan PPKM untuk mencegah penularan Covid-19.

Pasalnya, sebentar lagi akan menghadapi perayaan Natal dan tahun baru 2023 yang akan memicu peningkatan mobilisasi masyarakat.

“Jadi saya kira penghentian PPKM di Indonesia belum waktunya tapi nanti setelah Nataru, karena di Nataru 16 persen penduduk Indonesia itu mobile,” katanya Kamis (22/12/2022).

Meski demikian, Ia tidak memungkiri kasus Covid-19 di Indonesia memang tidak mengalami peningkatan. Namun, pandemi belum mencapai garis finis.

“Indonesia dalam kondisi baik, ya kita syukuri itu, tapi belum selesai. Ibarat lari marathon, dekat, sedikit lagi, jadi sabar,” ungkapnya.

“Toh PPKM tidak harus setingkat 3 atau 4. Bahkan level 1 tidak terlihat terlalu mencolok,” lanjutnya.

Selain itu, PPKM sebenarnya tetap penting untuk memberikan dampak psikologis bagi masyarakat dan pemangku kepentingan supaya tetap waspada.

Menurutnya, implementasi di lapangan sebenarnya tidak mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Yang saya khawatirkan, ketika sekaran terjadi penghentian PPKM di Indonesia, ujung-ujungnya banyak yang cuek lagi.” Pungkasnya. (Revi/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Hayo Lagi Apa? 1 Wanita Bersama 3 Pria Terciduk Razia Kosan dan Hotel di Tasikmalaya

1-Wanita-Bersama-3-Pria-Terciduk-Razia-Kosan-dan-Hotel-di-Tasikmalaya.jpg

Harapanrakyat.com,- Menjelang Natal dan tahun baru petugas gabungan dari Satpol PP, Polisi, TNI berkolaborasi dengan ormas islam menggelar razia kos – kosan dan Hotel di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (22/12/2022) malam.

Dalam razia tersebut, petugas berhasil menjaring puluhan pasangan bukan muhrim dari beberapa titik kos-kosan.

Salah satunya di kosan wilayah Desa Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, petugas mendapati beberapa orang pasangan muda-mudi sedang asik pesta miras di dalam kamar kos.

Sedangkan, di kos-kosan wilayah Rancabango terdapat satu wanita masih di bawah umur terciduk ngamar bersama 3 pria sambil pesta miras.

Selain itu, diduga mereka sedang asik pesta hubungan badan, lantaran terdapat alat kontrasepsi yang masih basah di tong sampah.

Baca Juga : Ribuan Botol Miras Hasil Razia di Kota Tasikmalaya Dimusnahkan

Petugas langsung menggiring mereka yang terjaring razia kosan dan hotel ke kantor satpol PP Kota Tasikmalaya untuk pendataan.

Selain itu, sebelum bisa pulang ke orang tuanya masing – masing, mereka mendapatkan tausiyah siraman rohani dari para kyai.

Razia Hotel dan Kosan dalam Rangka Cipta Kondisi Jelang Nataru

Budi Hermawan, Kabid Trantibum Tranmas Satpol PP Kota Tasikmalaya mengatakan, razia tersebut merupakan malam cipta kondisi menjelang Nataru.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Satpol PP bersama Dinas Pariwisata, Kesbangpol, Polres Tasikmalaya Kota dan TNI melakukan penyisiran.

Tempat yang terindikasikan dapat terjadi penyimpangan, seperti kos – kosan, hotel dan tempat – tempat karaoke menjadi target lokasi penyisiran.

“Jadi intinya, melalui ini kami memberikan edukasi dan himbauan dalam rangka Natal dan tahun baru,” kata Budi.

“Dengan razia ini supaya tidak ada penyalahgunaan ruang, seperti kosan dan hotel yang disalahgunakan jadi tempat melakukan penyimpangan,” lanjutnya.

Kemudian, Budi mengatakan, Satpol PP bersama Kepolisian terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap masyarakat.

Harapannya, melalui kegiatan-kegiatan tersebut dapat tercipta kondusifitas dan meminimalisir adanya penyimpangan di Kota Tasikmalaya.

“Kita jangan lengah, apalagi menghadapi dua momentum yaitu Natal dan tahun baru ini, harus terus melakukan giat untuk mewujudkan kota yang tertib,” ujarnya.

Budi melanjutkan, semua pihak harus saling mengingatkan dan terus membangun mental supaya terbentuk karakter yang bagus.

Dengan demikian, penyalahgunaan tempat seperti kos-kosan yang menjadi tempat pesta miras dan prostitusi bisa berkurang dan kembali sesuai fungsi sebenarnya, yakni tempat istirahat.

“Makannya yang terjaring razia kosan dan hotel ini, kita mengedepankan sanksi reparatoir, di mana sanksi ini adalah untuk mengembalikan kepada pungsi semula.” Pungkasnya. (Apip/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Banjar Stabil Tapi Sepi Pembeli

IMG_20221223_004851_R5j5AvR08C_dcvXO3Cw6q.jpeg

harapanrakyat.com,- Petugas gabungan melakukan sidak harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Kota Banjar, Kamis (22/12/2022) menjelang Natal dan Tahun Baru. Hasilnya, harga cenderung stabil namun pedagang mengeluh karena sepi pembeli.

Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana mengatakan dari hasil sidak pasar, harga kebutuhan pokok menjelang Nataru ini terpantau cukup stabil dan tidak terjadi lonjakan harga. Pasokan dan ketersediaan barang juga mencukupi. Hanya kondisi daya beli masyarakat menurun.

“Semua stok ready, harga juga masih standar dan berjalan normal. Malah yang tidak ada pembeli yang berkurang,” kata Nana.

“Tapi ini kan baru tanggal 23. Semoga sampai akhir tahun baru selesai, stok kebutuhan pokok mencukupi, harga terjangkau, masyarakat bisa membeli,” ujar Nana menambahkan.

Untuk memenuhi komoditas telur dan daging, Pemerintah Kota Banjar masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Pemerintah akan berupaya memaksimalkan para peternak untuk meningkatkan hasil produksinya. Namun upaya tersebut tidak bisa sekaligus dan perlu proses pembinaan oleh instansi terkait.

Baca Juga: Menjelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok di Banjar Masih Stabil

“Semoga ke depannya mangsa pasar ada, peternak ada, kita support untuk bagaimana hasil produksi yang ada minimal mencukupi kebutuhan masyarakat Banjar. Tapi itu juga tidak bisa sekaligus,” kata Nana.

Sidak pasar ini bertujuan untuk antisipasi terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok dan memastikan ketersediaan barang.

Sementara itu, salah seorang pedagang daging ayam Oyo mengatakan, kondisi pasar menjelang Nataru masih sepi. Berbeda dengan kondisi jelang Nataru beberapa tahun lalu.

Padahal, harga daging ayam dan sejumlah kebutuhan pokok menurutnya cukup terjangkau. Harga daging ayam Rp 32 ribu dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

“Masih sepi. Biasanya agak mendingan kalau mau Nataru,” singkat Oyo. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Jembatan Baru Diperbaiki, Polres Banjar Belum Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

IMG_20221223_002348_dL7vjS4U1z_ixzhxF605X.jpeg

harapanrakyat.com,- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 ini, Polres Banjar belum punya rencana untuk melakukan rekayasa arus lalu lintas. Meski pun saat ini Jembatan Baru sedang diperbaiki.

Polres Banjar baru akan melakukan evaluasi apabila ada peningkatan jumlah pengendara saat perayaan tahun baru 2023.

Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo mengatakan meski pun sedang ada perbaikan Jembatan Baru (Jembar), pihaknya belum ada rencana untuk rekayasa lalu lintas.

“Sampai saat ini walau pun Jembatan Baru sedang diperbaiki, ada kegiatan renovasi, kita masih tetap belum melaksanakan kegiatan rekayasa lalu lintas. Sampai sekarang terpantau arus kendaraan tengah kota sendiri masih belum terlalu ramai,” kata Bayu Catur Prabowo, Rabu (21/12/2022).

Baca Juga: Polres Banjar Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat 2022

Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan pemantauan kepadatan arus lalu lintas menuju tempat wisata Pangandaran. Sehubungan dengan memasuki libur para pelajar.

“Kalau ada peningkatan, kita akan mengurai kemacetan yang ada dengan rekayasa lalu lintas atau dengan memberlakukan buka tutup. Nanti kita akan lihat dulu situasinya seperti apa,” terangnya.

Sementara itu, dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru, Polres Banjar menerjunkan sebanyak 164 personel. Mereka bertugas pada 7 pos pengamanan.

Baca Juga: Jelang Nataru, BPBD Kota Banjar Petakan Titik Rawan Pohon Tumbang Jalur Nasional

“Kami menerjunkan sebanyak 164 personel untuk pengamanan dan pelaksana Operasi Lilin tahun 2022 ini,” jelasnya.

Bayu mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk selalu mematuhi aturan dan memperhatikan kondisi fisik dan kendaraan. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Jelang Perayaan Nataru 2023, Masyarakat Kota Banjar Diimbau Waspada Tindak Kejahatan

Polres-Banjar.jpg

harapanrakyat.com,- Menjelang perayaan Nataru 2023, masyarakat Kota Banjar, Jawa Barat, diimbau untuk tetap waspada terhadap segala bentuk tindak kejahatan.

Hal itu disampaikan Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo, saat apel gelar pasukan Operasi Lilin Lodaya Tahun 2022 di halaman Mapolres Banjar, Kamis (22/12/2022).

“Berdasarkan Anev pada tahun 2021 lalu, kejahatan paling tinggi terjadi pada bulan Desember. Didominasi oleh kejahatan konvensional,” katanya.

Menurut Bayu, untuk mengantisipasi tindak pidana atau kejahatan menjelang perayaan Nataru 2023, perlu adanya peningkatan patroli di daerah rawan dan objek vital.

Oleh karena itu, pihaknya akan meningkatkan patroli pada daerah rawan dan objek vital. Serta melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat meningkatkan standar keamanan lingkungan dan tempat tinggal. Terutama bagi mereka yang akan bepergian.

Baca Juga: Pengamanan Nataru, Polres Banjar Siapkan Pos Terpadu dan Terjunkan Ratusan Personel

Bayu menjelaskan, peristiwa yang terjadi seperti di Mapolsek Astana Anyar Bandung jangan sampai terulang lagi. Sehingga harus lebih mengedepankan deteksi dini dan preventif strike.

“Aksi terorisme seperti di Mapolsek Astana Anyar jangan terulang lagi. Makanya kedepankan deteksi dini guna mencegah terjadinya aksi-aksi terorisme,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan upaya sterilisasi di setiap gereja yang akan digunakan untuk peribadatan pada perayaan Natal nanti.

“Kita akan sterilisasi sebelum dan sesudah kegiatan peribadatan pada perayaan Natal nanti. Serta memperketat penjagaan pada tempat atau pusat keramaian lainnya yang berpotensi menjadi target serangan teror,” pungkas Bayu. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Dishub Jawa Barat Siagakan 283 Posko untuk Antisipasi Kemacetan Nataru

Dishub-Jabar.jpg

harapanrakyat.com,- Dishub Jawa Barat siagakan 283 posko untuk mengantisipasi kemacetan selama libur Natal dan tahun baru. Posko sebanyak itu tersebar di berbagai wilayah di Jawa Barat.

“Dishub Jabar menyiapkan 283 posko selama libur Natal dan tahun baru, dan tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat. Termasuk kawasan wisata,” kata Kepala Dishub (Dinas Perhubungan) Jabar, A Koswara, Kamis (22/12/2022), di Kota Bandung.

Ia menyebutkan, ratusan posko tersebut akan disiagakan di kawasan atau jalur yang rawan terjadi kemacetan. Saat ini ada tujuh klaster yang menjadi fokus pengamanan pihaknya.

“Jadi selain tempat tujuan dan perlintasan mudik Nataru, dalam tujuh klaster itu juga terdapat banyak tempat wisata yang kemungkinan akan banyak kunjungan wisatawan saat libur Nataru,” terang Koswara.

Ketujuh klaster tersebut meliputi Pelabuhan Ratu, kawasan Puncak, Ciwidey-Pangalengan, Lembang-Ciater, Kuningan, Garut, dan Pangandaran.

Pengelompokan itu pihaknya lakukan karena melihat pergerakan orang. Seperti wilayah Kota Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Pangandaran menjadi wilayah yang tertinggi pergerakan manusianya.

Baca Juga: Aturan Baru Nataru 2023 Kota Bandung, Ketahui Ini Sebelum Berkunjung!

Koswara menjelaskan, fungsi posko Dishub Jawa Barat sendiri untuk berkoordinasi dengan perangkat daerah lain. Serta instansi vertikal seperti kepolisian.

Menurutnya, koordinasi itu penting, terutama jika terjadi bencana yang menghambat arus lalu lintas. 

“Jika terjadi kemacetan, maka langkah yang kita lakukan yakni pemberlakuan satu arah. Kemudian, menerjunkan lebih banyak personel dan bekerjasama dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

Selain itu, untuk meminimalisir terjadinya kemacetan saat arus mudik Natal dan tahun baru, pihaknya akan memberlakukan pembatasan jam operasional bagi kendaraan angkutan barang.

Pembatasan jam operasional saat puncak Nataru mulai tanggal 22-26 Desember 2022. Kemudian, untuk puncak tahun baru mulai berlaku tanggal 29 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023. (Rio/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Malatang Hotpot Golden Monkey Tasikmalaya, Hidangan Khas Mongolia

Malatang-Hotpot-Golden-Monkey-Tasikmalaya.jpeg

Malatang Hotpot Golden Monkey Tasikmalaya adalah restoran yang menawarkan menu hotpot dan barbekyu khas Mongolia. Kehadiran restoran ini menambah rekomendasi kuliner Tasikmalaya.

Restoran ini telah memiliki cabang di Gardujati, Paskal Food Market, Cimahi, Cibubur, dan Cianjur. Selain itu, semua bahan-bahan yang tersedia 100% halal dengan harga serba Rp 6 ribu.

Menu makanan ini menjadi santapan paling enak saat musim dingin atau saat hujan. Alasannya karena malatang menggunakan hotpot yang menjaga makanan tetap hangat lebih lama.

Oleh karena itu, Malatang Hotpot Golden Monkey merupakan tempat yang cocok untuk pesta tahun baru mengingat curah hujan di bulan Desember lumayan tinggi dan udara terasa lebih dingin.

Baca Juga: Giggle Box Tasikmalaya, Kafe Khas Anak Muda

Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai restoran hotpot dengan sajian malatang yang sangat enak.

Ulasan Malatang Hotpot Golden Monkey Tasikmalaya

Lokasi restoran bertempat di Ruko Plaza Asia, Jalan Hz Mustofa nomor 326, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebagai petunjuk, lokasinya ada di sebelah Gildak K-Street Snack. Pengunjung bisa langsung memarkir kendaraan di depan area restoran.

Ramai di Hari Pembukaan

Malatang Hotpot Golden Monkey Tasikmalaya telah dibuka pada Kamis, 22 Desember 2022. Dalam rangka merayakan soft opening, pihak resto memberikan diskon 25% untuk semua makanan dan minuman sampai hari Jumat (23/12/2022).

Suasana restoran cukup ramai di hari pembukaan, banyak kursi yang terisi. Untungnya, bagian dalam resto cukup luas untuk menampung banyak pengunjung. Restoran ini juga ramah anak karena bebas asap rokok. 

Interior dan furnitur di dalam resto menggunakan gaya vintage dengan dinding merah bata, sehingga bisa jadi background estetik. Pengunjung pun bisa makan malatang hotpot dan barbekyu di ruangan yang cukup bikin betah.

Baca Juga: Baso Mang Ja’i Tasikmalaya, Kuah Unik Campuran Tomat

Menu Makanan Serba 6000

Adapun jenis makanan yang tersedia di antaranya daging sapi, ayam, cumi, udang, mie, bihun, telur puyuh, pakcoy, dan selada. Daya tarik hidangan ini ada pada kuah dan sambal khas Malatang yang memberikan rasa asam manis pedas.

Pelanggan bisa mengambil bahan-bahan yang sudah dikemas dengan bandrol Rp 6.600 per pack. Namun, pelanggan juga bisa mengambil Paket Keluarga yang berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 500.000 sesuai jumlah orang.

Selain menu hidangan berkuah, Malatang Hotpot Golden Monkey Tasikmalaya juga menyediakan paket grill untuk yang suka barbekyu. Bedanya, untuk paket grill pengunjung mendapat alat panggang sehingga daging bisa langsung dimakan saat masih panas. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Dokter RHSH Bandung Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

Operasi-Pemisahan-Bayi-Kembar-Siam.jpeg

harapanrakyat.com,- Tim dokter dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat melakukan tindakan operasi pemisahan bayi kembar siam bernama Ayesha Azalea Putri Emira dan Aleeya Azalea Putri Eira.

Bayi kembar siam tersebut merupakan warga Kampung Umur-umuran, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kedua bayi kembar siam merupakan anak dari pasangan suami istri Eka Lasmana (23), dan Mira Rahayu (24).

Ppemisahan bayi kembar siam dilakukan Tim Bedah Hasan Sadikin, yang dipimpin oleh dr. Dikki Drajat Kusmayadi, pada Rabu (21/12/2022) kemarin.

Baca Juga: Aturan Baru Nataru 2023 Kota Bandung, Ketahui Ini Sebelum Berkunjung!

Sementara itu, bayi Ayesha dan Aleeya lahir dengan kondisi dempet pada bagian perut dan dada sehingga organ livernya menyatu.

“Organ yang bersatu pada bayi kembar siam ini adalah liver. Tapi organ lainnya seperti jantung, ginjal, usus, masing-masing memiliki organ sendiri,” kata Dikki dalam keterangan yang diterima harapanrakyat.com, kamis (22/12/2022).

Dikki menjelaskan, dalam operasi tersebut tingkat kesulitan yang dihadapi tim bedah adalah harus memisahkan dinding dada dengan hati-hati.

“Jadi bukan hanya proses pemisahan saja, kami juga perlu memikirkan untuk penutupannya. Nanti akan reka bagaimana pola penutupannya,” jelasnya.

Dalam tindakan operasi pemisahan bayi kembar siam Ayesha dan Aleeya itu memakan waktu selama kurang lebih 8 jam. (Rio/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Tak Punya Uang untuk Khitan, Motif Ayah Potong Kelamin Anak Kandung di Tasikmalaya

Polres-Tasik.jpg

harapanrakyat.com,- Tak punya uang untuk khitanan menjadi alasan pelaku berinisial J (39), seorang ayah yang tega potong kelamin anak kandungnya berusia 5 tahun. Pelaku mengaku terdesak lantaran bekerjanya pun hanya serabutan dan ngamen.

Kejadian yang menggegerkan warga Tasikmalaya itu terjadi di Desa Jayamukti, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, beberapa hari lalu.

Motif tersebut terungkap usai pelaku menjalani pemeriksaan marathon oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya, Kamis (22/12/2022). Kini pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelum memotong kelamin anaknya, pelaku sempat cekcok dengan istrinya. Pelaku melakukan aksinya itu saat istrinya sedang pergi keluar rumah untuk berbelanja.

Baca Juga: Motif Ayah Potong Kelamin Anak di Tasikmalaya Terungkap, Begini Kata Polisi

“Iya, karena cekcok dengan istrinya yang meminta anaknya disunat lantaran sudah besar. Kemudian pelaku melihat ada silet dan langsung potong kelamin anaknya yang saat itu anaknya sedang tidur,” kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto, Kamis (22/12/2022).

Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam Pasal 80 juncto 76 C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Perlindungan Anak. Ancaman pidananya 5 tahun penjara.

Sementara itu, Pelaku J mengaku menyesali perbuatannya karena telah memotong alat kelamin anak laki-lakinya. Ia pun hanya bisa pasrah atas hukuman yang harus diterimanya.

“Saya menyesal pak, tapi mau gimana lagi kan udah kejadian. Saya doakan anak cepat sembuh,” ungkap J. (Apip/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Recent Posts