Beranda blog Halaman 1118

Ban GT Radial Jadi OEM untuk Toyota Innova Zenix

rockomotif-gt-radial-champiro-luxe.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Produk GT Radial Champiro Luxe terpilih untuk menjadi ban Original Equipment Manufacture (OEM) pada mobil Toyota Innova Zenix yang belum lama diluncurkan di Indonesia.

Kehadiran MPV keluarga ini tentunya berubah total dari generasi sebelumnya, di mana secara fitur serta dukungan teknologi yang disematkan memberikan pengalaman berkendara yang lebih baik lagi.

Pemilihan ban GT Radial Champiro Luxe ini terdapat pada varian G dan G hybrid, di mana model tersebut dibekali dengan ukuran 205/65 R16. Salah satu keunggulan yang ditawarkan melalui produk ini adalah kenyamanan berkendara dengan tingkat kebisingan yang rendah.

Selain itu, kehadiran produk ini juga memberikan beberapa keuntungan bagi pemilik di mana berdasarkan klaim dari pabrikan ban tersebut dikatakan lewat penggunaan karet bundar ini dapat membantu efisiensi bahan bakar.

Hal ini dikarenakan GT Radial Champiro Luxe dibekali dengan pola telapak asimetris sehingga mampu menghasilkan traksi yang maksimal untuk jalan basah maupun kering lantaran dibuat menggunakan teknologi Advanced Nanotech.

Di samping itu, salah satu bahan baku yang membuat produk ini begitu mumpuni untuk MPV yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp 419 jutaan telah dibekali dengan Silica Compound di mana mampu memberikan rolling resistance yang rendah dan menghadirkan tapak 3D sehingga dapat mencegah hydroplaning.

“GT Radial Champiro Luxe hadir dalam 5 ukuran, yaitu; 205/65 R16, 205/55 R16, 215/55 R17, 225/55 R17, 225/50 ZR17 dan ditujukan untuk memenuhi pasar ban mobil di kategori medium to premium MPV & Sedan,” jelas Leonard Gozali, HOD Marketing PT Gajah Tunggal Tbk.

Sementara itu untuk mendapatkan ban tersebut, konsumen yang ingin melakukan penggantian ban dengan model ini, mereka bisa mendapatkannya melalui jaringan toko retail TIREZONE serta di jaringan toko – toko resmi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Tumbuhkan Minat Baca, GLN Jabar Sosialisasikan Program Gercep

GLN-Jabar.jpeg

harapanrakyat.com,- Menumbuhkan minat membaca, Gerakan Literasi Nasional (GLN) Gareulis Jawa Barat, mulai mensosialisasikan program Gerakan Keluarga Jabar Mendongeng Cerita Edukatif dan Produktif (Gercep).

Sosialisasi program ini, berawal dari lingkungan keluarga sebagai aspek penting peningkatan ketertarikan literasi kepada anak-anak.

Ketua GLN Gareulis Jawa Barat, Yulia Yulianti mengatakan, program Gercep ini merupakan bagian dari bentuk kepedulian GLN. Tentunya, lanjut Yulia, dalam aspek pendidikan melalui edukasi positif dari lingkungan keluarga.

“Melalui program ini, kami mengharapkan dapat menunjang pendidikan, khususnya dalam bentuk literasi di lingkungan keluarga,” ungkap Yulia di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023).

Baca Juga : 4 Daerah Terpadat di Jawa Barat Menurut BPS, Mana Saja?

Yulia menambahkan, peran serta orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan literasi.

“Misalnya mendongeng. Dengan rajin membacakan dongeng edukatif kepada sang buah hati, kami mengharapkan dapat merangsang tumbuh kembangnya minat baca mulai dari lingkungan keluarga,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Yulia, sosialisasi program Gercep ini juga dalam rangka mendukung program pendidikan di Jawa Barat. Termasuk juga peningkatan implementasi literasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Bahwa keluarga menjadi lingkungan terdekat untuk mengasah ketertarikan anak-anak terhadap literasi. Tentunya akan berdampak terhadap pendidikan formal anak-anak,” ucapnya.

Sementara itu, Pembina GLN Gareulis Jabar, Syahrir mengatakan, program Gercep menjadi salah satu bagian kegiatan berkesinambungan di Jawa Barat.

Sebagai langkah awal, lanjut Syahrir, GLN Jawa Barat menyumbangkan sejumlah buku bacaan khususnya untuk anak-anak.

Baca Juga : Berkas Dugaan Korupsi BPR Indramayu Segera Disidangkan

Pasalnya, selain untuk menarik minat membaca, juga untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang tangguh pada masa yang akan datang.

Tentunya, kata Syahrir, untuk mewujudkan daerah yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, harus ditopang SDM yang lebih baik,

“Karena itu, kita harus persiapkan dari sekarang agar mereka kelak bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa ini,” ucap Syahrir. (Ecep/R13/HR-Online)

Jangkau Konsumen Lebih Luas, DFSK Hadirkan Flight Service

rockomotif-dfsk-flight-service.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Demi menjaga kepuasan kepada konsumen, DFSK Flight Service resmi beroperasi untuk menjangkau mereka yang berada di luar radius outlet atau dealer resmi. Melalui kehadiran program ini, diharapkan dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dalam melakukan perbaikan mobil kesayangan mereka.

Hal ini menjadi salah satu nilai yang tetap dipegang teguh oleh brand asal Tiongkok ini, di mana kepuasan pelanggan adalah sebuah hal yang patut dijaga untuk memberikan stigma positif perusahaan.

Melalui keterangan resminya, Achmad Rofiqi, selaku Marketing Head PT Sokonindo Automobile, menjelaskan lewat program DFSK Flight Service mampu memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin melakukan perawatan berkala untuk kendaraan mereka.

“Sudah berjalan sejak 2018 hingga saat ini, dan terbukti berhasil memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin melakukan servis kendaraannya di tengah kondisi yang sibuk serta tidak sempat untuk berkunjung ke bengkel resmi,” jelas Achmad Rofiqi.

Saat ini, DFSK Flight Service sudah berada di 18 titik yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, serta Sulawesi. Dalam satu tahun ke depan, pabrikan ini juga tengah mempersiapkan lokasi baru untuk bisa menjangkau dan memberikan kemudahan bagi konsumen di seluruh Indonesia.

Dalam DFSK Flight Service ini dealer akan menyiapkan tim yang terdiri dari teknisi profesional beserta peralatan dan suku cadang, yang nantinya akan bertugas di lokasi. Hal ini tentu akan mempermudah konsumen yang ingin melakukan perawatan berkala atau memperbaiki kendaraannya.

“Kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen dengan mengoptimalkan kinerja purna jual demi kepuasan pelanggan,” tandas Rofiqi.

Promo Rosin Resto Subang, Transaksi Minimal Rp 150 Ribu Dapat Jus Buah Naga Gratis

IMG_20230130_170728.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Rosin Resto Subang memberikan promo menu sehat, transaksi apapun minimal Rp 150 ribu langsung mendapatkan jus buah naga gratis.

Berdasarkan kandungan nutrisinya ada beberapa manfaat kesehatan yang dapat didapatkan dari buah naga merah. Salah satunya adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh, sebab kandungan vitamin C dan karotenoid pada buah naga dapat menetralkan radikal bebas dan mempertahankan sel darah putih dari bahaya.

Menurut Marcomm Rosin, Mey Merliana, bahwa promo free jus buah naga dengan minimal transaksi Rp 150 ribu ini tanpa syarat apapun.

“Promo ini berlaku untuk karyawan maupun customer umum,” kata Mey Merliana kepada mediajabar.com pada Senin (30/1/2023).

Lebih lanjut Mey Merlina menjelaskan bahwa Rosin Resto Subang juga dapat melayani reservasi room mulai harga Rp 300 ribuan per jam untuk acara rapat, arisan, pengajian, training, gathering, ulang tahun, maupun pernikahan.

Fasilitas sangat lengkap dengan ruangan yang nyaman full AC LCD, disediakan juga sound system microphone wireless dan pelayanan yang baik oleh waiters dan rossion resort Subang.

“Untuk pemesanan bisa langsung kunjungi Rose in Subang rest area di Jalan Otto Iskandardinata Subang atau dapat menghubungi WhatsApp center di 081567707077, untuk dapatkan cashback nya Rosin Resto Subang, solusi tepat makan hemat,” pungkasnya.

Memasuki Tahun Politik, DMI Ciamis: Tidak Boleh Kampanye di Masjid

Memasuki-Tahun-Politik-DMI-Ciamis-Tidak-Boleh-Kampanye-di-Masjid.jpg

harapanrakyat.com,- Memasuki tahun politik saat ini, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melarang untuk melakukan kegiatan kampanye di masjid. 

Hal tersebut diungkapkan oleh, Ketua DMI Kabupaten Ciamis, Syarief Nurhidayat, setelah menghadiri kegiatan forum konsultasi publik RKPD tahun 2024, di Aula Bappeda Ciamis, Senin (30/1/2023).

Menurut Syarif, kalau misalkan dari KPU atau Bawaslu melakukan sosialisasi terkait Pemilu tempatnya di masjid, itu tidak apa-apa.

Baca Juga: Akademisi Unigal Ciamis: Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Bukti Kemunduran Demokrasi

Pasalnya, masjid itu bukan hanya tempat ibadah saja, akan tetapi bisa juga dipakai kegiatan lain.

“Kalau untuk sosialisasi itu boleh-boleh saja, dan saya tidak akan melarang. Karena masjid itu bukan hanya untuk tempat ibadah saja, tapi juga bisa untuk kegiatan lainnya,” ujarnya.

Syarief menjelaskan, yang tidak boleh itu, jika ada salah satu calon yang ikut pemilihan baik legislatif maupun yang lainnya, melakukan kampanye di masjid.

“Itu baru tidak boleh. Karena itu sudah jelas aturannya,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Herdiat Ajak Warga Ciamis Lupakan Perbedaan saat Pemilu

Lanjut Syarief menambahkan, kepengurusan baru DMI Ciamis memang saat ini baru dilantik beberapa waktu yang lalu. Akan tetapi, saat ini juga sudah melakukan berbagai program kerja.

“Salah satunya sesuai keinginan Bupati Ciamis, untuk kembali menghidupkan lagi program Magrib mengaji. Saat ini kita juga sudah mulai menggalakkan kembali,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Lagi, Temu Mayat di Sungai Garut, Kali Ini Korban Seorang Perempuan

Lagi-Temu-Mayat-di-Sungai-Garut-Kali-Ini-Korban-Seorang-Perempuan.jpg

harapanrakyat.com,- Temu mayat di sungai kembali terjadi di Garut, Jawa Barat pada Senin (30/1/2023). Kali ini, warga menemukan mayat seorang perempuan di Sungai Cipancar, Kampung Ciawi, Desa Lingkungpasir, Kecamatan Cibiuk.

Kondisi mayat pun sudah mulai mengeluarkan bau tak sedap, polisi kini melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah.

Kapolsek Cibiuk, Iptu Gopar Suryadi mengatakan, warga menemukan mayat dalam kondisi mengambang dan tertelungkup.

“Penemuan sekitar pukul 11.00 WIB, petugas menerima laporan melalui Handphone, ada warga yang menemukan mayat perempuan di sungai Cipancar,” katanya, Senin (30/1/2023).

Baca Juga : Sosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cimanuk Garut

Petugas pun sudah mengetahui identitas korban bernama Isah, usia 65 tahun, warga Kampung Keramat Kidul, Desa Tanggulun, Kecamatan Kadungora.

Gopar mengungkapkan, Isah merupakan korban yang hanyut di sungai Tonjong Paranje pada Kamis (26/1/2023) sekitar pukul 18.30 WIB.

“Korban sedang mencari cucunya, namun diduga korban terpeleset sehingga terbawa arus sungai Tonjong Paranje,” ungkapnya.

Saat ini, polisi telah mengevakuasi jenazah dari sungai. Pihak keluarga pun telah berkoordinasi dengan petugas dan akan langsung membawa korban ke rumah duka.

“Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk otopsi.” Pungkasnya. (Pikpik/R12/HR-Online/Editor-Rizki).

2 Pelajar di Kota Banjar Jadi Korban Tipu Gelap OTK

2-Pelajar-di-Kota-Banjar-Jadi-Korban-Tipu-Gelap-OTK.jpg

harapanrakyat.com,- Tiga orang pelajar di Kota Banjar, Jawa Barat, menjadi korban tipu gelap orang tak dikenal (OTK).

Peristiwa penipuan dan penggelapan itu terjadi pada Minggu (29/1/2023), sekitar pukul 13.30 WIB. Akibatnya korban mengalami kerugian materi.

Kronologi kejadian berawal saat kedua korban bernama Albian Lutfiana (15), dan Fahri (13), sedang bermain di area Alun-alun Kota Banjar.

Kemudian, ada seorang pria menggunakan sepeda motor matic menghampiri dua pelajar itu. Pria tak dikenal tersebut meminta bantuan kepada korban untuk mengantarkan ketring.

Orang tua Albian, Andri mengatakan, saat itu pelaku mengajak anaknya dengan mengiming-imingi uang Rp 20 ribu.

“Pelaku minta antar buat nganterin makanan, dan akan memberikan upah sebesar Rp 20 ribu, untuk anak saya sama temannya,” kata Andri kepada harapanrakyat.com, Senin (30/1/2023).

Menurutnya, karena tidak merasa curiga kedua korban mau diajak untuk mengantarkan makanan.

Baca Juga: Modus Penipuan Minta Pulsa Gunakan Foto Kades Kujangsari Kota Banjar

Setelah itu, pelaku membawa korban menuju ke simpang Pasar Banjar. Salah satu korban tipu gelap OTK bernama Albian Lutfiana, diturunkan di dekat Simpang Tiga Pegadaian.

“Anak saya diturunkan dekat toko Dollar, terus temannya di tempat yang lain. Kemudian nganterin temannya ke dekat tugu pompa pasar,” terangnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan cerita dari anaknya, setelah mengantarkan Fahri, pelaku kembali menghampiri Albian Lutfiana.

“Pelaku meminjam handphone anak saya Oppo A54 untuk menelpon, dan spontan langsung meminjamkannya,” jelasnya.

Sedangkan, handphone milik Fahri yang oleh pelaku ambil adalah Realme. Kemudian kedua korban tipu gelap OTK ditinggalkan di tempat yang berbeda.

Korban bisa kembali pulang pada sore hari, setelah orang tua Albian Lutfiana dan Fahri  melakukan upaya pencarian.

Atas kejadian tersebut, kedua korban tipu gelap OTK mengalami kerugian materi masing-masing Rp 2,5 juta dan Rp 1,2 juta. (Sandi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Sosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cimanuk Garut

Sosok-Mayat-Pria-Tanpa-Identitas-Ditemukan-di-Sungai-Cimanuk-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Sosok mayat pria tanpa identitas ditemukan di Sungai Cimanuk, tepatnya di Wilayah Desa Surabaya, Limbangan, Garut, Jawa Barat pada Senin (30/1/2023) sekitar pukul 08.00 WIB.

Polisi langsung mengevakuasi jenazah tersebut ke RSUD Dr Slamet Garut, untuk proses identifikasi. 

Kapolsek Limbangan, Kompol Remi Eka mengatakan, polisi tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Penemuan mayat di sungai Cimanuk, polisi sedang olah TKP,” katanya, Senin (30/1/2023).

Baca Juga : Isu 2 Anak di Garut Jadi Korban Penculikan, Polisi: Tidak Benar

Remi melanjutkan, ciri-ciri mayat berusia sekitar lebih dari 50 tahun, panjang rambut sekitar 5 cm, badan gempal dan kulit sawo matang.

“Kemudian, tinggi kurang lebih 165 cm dan berkaos motif belang krem hitam sebatas leher,” tambahnya.

Menurut Remi, saat ini anggota Polsek Limbangan sudah berhasil mengevakuasi sosok mayat pria tanpa identitas tersebut.

“Selanjutnya tim Identifikasi Polres Garut akan melakukan pemeriksaan di RSUD Dokter Slamet.” Pungkasnya. (Pikpik/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Tim PH Eks Ketua DPRD Jabar Minta Hakim Bebaskan Terdakwa dari Tuntutan JPU

pledoi-irfan-suryanagara.jpg

harapanrakyat.com,- Tim penasehat hukum (PH) terdakwa Irfan Suryanagara dan Endang Kusumawaty, meminta majelis hakim PN Bale Bandung membebaskan terdakwa dari segala tuntutan jaksa.

Selain itu, tim PH juga meminta putusan majelis hakim agar memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengembalikan seluruh aset terdakwa yang disita, termasuk memulihkan nama baik, harkat, dan martabat para terdakwa.

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan pembacaan nota pembelaan (pledoi) eks Ketua DPRD Jawa Barat dan istrinya itu di PN Bale Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023).

Penasihat hukum terdakwa Irfan dan Endang beranggapan, bahwa tuntutan JPU kepada terdakwa, sangat berlebihan dan imajinatif. Sebab, tuntutan tersebut tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan.

Sebelumnya, JPU menuntut eks Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara dan istrinya Endang Kusumawaty, dengan hukuman penjara selama 12 tahun. Selain itu, JPU juga menuntut denda kepada terdakwa dengan denda sebesar Rp 2 miliar subsider 6 bulan penjara.

Baca Juga : Sidang Eks Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, JPU Tuntut 12 Tahun Penjara

“Intinya, kami menolak segala tuntutan JPU yang tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. Banyak hal dalam tuntutan jaksa itu imajinatif, misalnya terungkap bahwa saksi korban (Stelly Gandawijaya) yang sebenarnya sering mendatangi kepada klien kami, bukan sebaliknya,” tutur Rendra T. Putra, salah satu tim penasehat hukum terdakwa seusai persidangan.

Rendra juga menyoroti mengenai keterangan para saksi ahli dan saksi lainnya di persidangan yang menyatakan, kasus ini berawal dari urusan bisnis. Dengan demikian, lanjut Rendra, kasus ini merupakan kasus perdata, bukan pidana seperti dakwakan JPU.

“Beberapa saksi mengatakan ada urusan bisnis, ada pinjam-meminjam, dana talangan. Sesuai keterangan ahli di persidangan, ini perdata bukan unsur pidana. Tetapi oleh pelapor ke Bareskrim dan dilanjutkan kepada jaksa menjadi suatu perbuatan pidana. Itu yang saya kira tidak tepat,” ucapnya.

Terdakwa Irfan Turut Bacakan Pledoi Pribadinya

Selain tim PH, terdakwa Irfan juga turut membacakan isi nota pembelaan pribadi yang dibacakan langsung terdakwa.

Dalam pledoi, tim PH menjelaskan, dari keterangan saksi korban Stelly Gandawidjaja baik dalam berita acara pemeriksaan (BAP) maupun keterangan saat persidangan, banyak saling bertentangan. Sehingga, keterangan saksi Stelly itu tidak memiliki nilai pembuktian.

Demikian halnya juga dengan tuntutan jaksa yang mendakwa adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU). Tim PH menilai, dalam kasus ini tidak terbukti adanya TPPU.

Terungkap dalam fakta persidangan, lanjut tim penasihat hukum, hubungan hukum antara terdakwa Irfan dengan saksi Stelly merupakan hubungan keperdataan berupa persekutuan perdata.

Baca Juga : Mantan Ketua DPRD Jabar Ungkap Kasus Lahan SPBU

“Mengutip keterangan saksi ahli Widiada Gunakaya saat memberikan penjelasannya di persidangan bahwa tindak pidana asal wajib dibuktikan sebelum membuktikan TPPU-nya. Jika pidana asalnya tidak terbukti, maka pembuktian TPPU menjadi tidak relevan lagi,” ucap tim penasehat hukum.

Menanggapi pledoi tersebut, JPU akan mengajukan replik atau tanggapan atas nota pembelaan terdakwa tersebut. JPU akan mempelajari pledoi yang disampaikan, baik dari penasihat hukum maupun terdakwa Irfan.

“Nanti kita tanggapi juga pledoi ini melalui replik dari kami (JPU). Kalau kesan tuntutan kami imajinatif, itu kan hak mereka (penasehat hukum dan terdakwa). Semua pertimbangan itu kan majelis hakim yang menentukan. Selaku jaksa, kami harus yakin dan membuktikan apa yang kami dakwakan,” ungkap salah satu JPU, Yendri. (Ecep/R13/HR-Online)

Cara Rakernas AFPI 2023 Wujudkan Penguatan Ekonomi Digital

Foto-Rekarnas-AFPI-1_800x500.jpeg

review1st.com – Rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) 2023 kali ini mengusung perkuatan ekonomi digital melalui kolaborasi antara pelaku industri fintech, yakni dengan integrasi antara AFPI dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan Rakernas AFPI 2023 yang mengambil tema â€œConnecting with Ecosystem and Opportunities to thrive Forward” yang berfokus pada kolaborasi antara pelaku industri dan regulator guna dapat menghadapi tantangan secara bersama kedepannya bagi industri Fintech di Tanah Air.

“Sebagai wujud dari kolaborasi antar pelaku industri Fintech, AFPI dan AFTECH telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU untuk melakukan integrasi.

“Integrasi ini disambut baik oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Bapak Mahendra Siregar saat acara di Bali 10 November 2022 lalu. Disitulah gagasan integrasi AFPI dan AFTECH diformalkan dan sejak itu sudah langsung membentuk tim teknis menyiapkan roadmap penyatuan,” kata Adrian dalam acara Rakernas 2023 AFPI yang diselenggarakan secara online zoom, Kamis (26/1/2023).

Integrasi AFPI dan AFTECH ini untuk memperkuat sinergi, membentuk satu ekosistem fintech di Indonesia jauh lebih kuat dan terintegrasi, dimana dari sisi bisnisnya, AFPI dan AFTECH ini ada irisan, sehingga integrasi akan memberikan benefit untuk industri fintech di Indonesia.

Integrasi AFPI – AFTECH ini direncanakan untuk dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah integrasi beberapa fungsi non-market conduct AFPI, sedangkan tahap kedua akan direncanakan bersama Panitia Teknis.

Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir pada kesempatan yang sama menambahkan latar belakang integrasi AFPI – AFTECH yakni disahkannya Undang-Undang (UU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK).

Dengan adanya UU PPSK ini perlu menambah aligment, dimana pada presidensi G20 aligment salah satunya integrasi AFPI – AFTECH untuk kerjasama lebih baik untuk  keuangan digital Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK).

“Kita harus bisa menjembatani antara pelaku usaha dan regulator. Dari integasi ini benefitnya seperti servis lebih paripurna dan luas. Kita sudah dianggap positif untuk 2023.

“Bagaimana memperkuat system governance di industri, mengintegrasikan komunikasinya. Urusan integrasi ini akan menambah efisiensi dan daya saing sesama pelaku industri fintech, yakni mencapai profitabilitas yang berkelanjutan.

“Kerja dengan niat dan hati yang baik untuk mencapai result yang baik,” ujar Pandu.

Dikesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Ogi Prastomiyono mengatakan Rakernas AFPI ini menjadi momentum penting untuk kolaborasi dengan ekosistem fintech agar memberikan akses lebih luas ke masyarakat Indonesia.

Dimana akses terhadap produk jasa keuangan dibutuhkan masyarakat untuk kebutuhan finansial pribadi maupun usaha.

“Salah satu yang patut disyukuri adalah pemanfaatan Teknologi Informasi yang intensif oleh penduduk Indonesia. Berdasarkan data APJII 2022, tingkat penetrasi internet sebesar 77,02% naik dibanding pre-pandemi yang masih 73%.

“Sehingga semakin banyak penduduk terkoneksi dengan internet dan digital platform untuk memenuhi kebutuhan keuangannya. Layanan keuangan ini perlu dioptimalkan oleh pelaku Industri Jasa Keuangan yang lebih baik, lebih cepat, lebih luas,” ucap Ogi.

Ogi menambahkan, OJK mengapresiasi kinerja Fintech P2P Lending yang terus tumbuh selama pandemi sehingga memberikan akses kemudahan keuangan masyarakat saat pembatasan mobilitas.

Per akhir Desember 2022, outstanding pembiayaan tumbuh double digit yakni 71,09% yoy hingga Rp51,12 Triliun dengan kualitas pembiayaan relatif bagus di 2,78%.

“OJK apresiasi Fintech P2P Lending mengisi pendanaan untuk sektor produktif, UMKM yang terkendala akses kredit dari pelaku jasa keuangan. Ini terbukti kontribusi produktif dari fintech lending yang meningkat dari 29,8% dari total outstanding 2019, menjadi 46,63% pada 2022.

Fintech lending juga berkontribusi mewujudkan pemerataan ekonomi nasional. Proporsi pendanaan luar Pulau Jawa meningkat 14,66% dari total penyaluran pinjaman pada 2019, dan pada 2022 menjadi 18,6% walaupun kinerja penyaluran fintech lending masih terus perbaikan,” tambah Ogi.

Kinerja Fintech Lending

Adrian menambahkan AFPI sebagai asosiasi yang menaungi Penyelenggara Fintech Lending atau fintech pendanaan bersama telah memiliki pertumbuhan yang  sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini.

AFPI mencatat, sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh 990 ribu pemberi pinjaman atau lender kepada 93,15 juta penerima pinjaman atau borrower.

Setiap tahun, penyaluran ini bertumbuh signifikan, pada tahun 2021 tumbuh 112%, sedangkan di 2020 tumbuh 25% secara tahunan. Sementara itu pertumbuhan YoY per November 2022 mencapai 45%.

Saat ini terdapat sekitar 102 Penyelenggara Fintech Lending anggota AFPI yang terdiri dari tiga klaster, yaitu klaster pendanaan produktif, multiguna dan syariah yang terdaftar dan diawasi OJK.

Berdiri sejak tahun 2018, AFPI telah mencapai banyak hal dalam perkembangannya untuk memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan industri.

Diantaranya dengan membangun pusat data teknologi finansial atau Fintech Data Center (“FDC”) untuk pelaku usaha Fintech Lending yang melakukan penilaian kredit atau credit assessment terhadap para peminjam sehingga bisnis fintech lending di Tanah Air dapat tumbuh dengan sehat.

AFPI juga terus mengupayakan peningkatan literasi keuangan seperti melalui seminar, baik secara online maupun secara langsung, dengan melibatkan berbagai pihak seperti regulator, akademisi, dan kelompok-kelompok masyarakat demi tercapainya pemahaman akan kemudahan akses keuangan melalui fintech lending.

AFPI juga gencar memberikan sertifikasi kepada pelaku industri, dimana hingga Oktober 2022 tercatat sudah 100% agen penagihan memperoleh sertifikasi dari AFPI.

Total akumulasi pelatihan dan sertifikasi yang dilakukan AFPI hingga akhir 2022 tercatat 14.356 peserta dari 88 batch pelaksanaan. Tujuannya untuk memperkuat penerapan SOP sesuai dengan regulasi dan pedoman perilaku industri Fintech Lending.

Dari sisi bidang usaha pendukung AFPI, sudah berkolaborasi dengan lebih 50 anggota diantaranya  sudah ada Bank Negara Indonesia (BNI) yang menjadi anggota pendukung AFPI.

“Perlunya mengintegrasikan peranan ekosistem pendukung agar lebih solid, skala bisnis lebih terjangkau untuk mengoptimalisasi komersial bisnis masing-masing.

“Dengan kolaborasi salah satunya harga layanan lebih murah, biaya operasional efektif. Untuk itulah, kehadiran fintech lending menjadi semakin strategis dengan cita-cita besar mengisi kesenjangan pembiayaan,” ujar Adrian.

Recent Posts