Beranda blog Halaman 1101

Viral Video Polisi Bagi-bagi Martabak untuk Narapidana, Netizen Puji Kebaikannya

Viral-Video-Polisi-Bagi-bagi-Martabak-untuk-Narapidana-Netizen-Puji-Kebaikannya.jpeg

Viral video polisi bagi-bagi martabak untuk para tahanan. Melalui akun TikTok miliknya, @pakpol39 kerap membuat konten berbagi makanan dengan narapidana (napi).

Seperti yang baru-baru ini beredar, video tersebut viral pada Jumat (03/02/2023).

Dalam video terbarunya, polisi mengunggah konten berbagi martabak. Video tersebut sudah ditonton lebih dari 4,8 juta warganet. Sontak saja, netizen ramai mengomentari unggahan akun TikTok tersebut.

“Halo teman-teman, jadi malam ini saya piket dan kami sedang memeriksa ruang tahanan. Sekarang jam sembilan malam. Nah, karena kebetulan sekarang saya lapar, jadi saya mau keluar mencari martabak dan saya ingin membeli beberapa untuk para tahanan,” katanya dalam video.

Pemilik akun yang akrab disapa Ismail Syarifudin itu mengatakan, meski para napi pernah melakukan kesalahan di masa lalu, bukan berarti ia harus memperlakukan mereka dengan buruk.

Tak lama setelah itu, Pak polisi ini yang kerap dipanggil Mail langsung bergegas ke penjual martabak yang tak jauh dari penjara. Mail kemudian membeli 7 bungkus rasa kacang. Martabak itu nantinya akan dibagikan ke empat blok.

“Mereka tidak suka rasa keju guys. Dan agar semua orang bisa mendapatkannya, saya memesan 7 bungkus untuk mereka. Sekarang, saya membayar hampir 200 ribu,” katanya saat merekam video.

Sesampainya di lapas, anggota polisi berparas tampan ini langsung membagikan martabak kacang itu ke setiap blok, tiga blok masing-masing 2 bungkus dan satu bungkus lagi kepada satu blok yang didiami oleh napi perempuan.

“Jadi per blok saya kasih dua bungkus. Nah, karena di dalam ada 4 blok, jadi untuk masing-masing 3 blok itu saya kasih 2 bungkus ya guys. Sekarang sudah langsung makan, senang sekali,” lanjutnya.

Baca juga: Viral Video Pengendara Mobil Sebar Uang di Jalanan, Warga Dapat 2 Juta

Polisi yang Bagikan Martabak Tuai Pujian Netizen

Mengetahui konten tersebut, netizen ramai mengapresiasi kebaikan Mail, apalagi hal ini belum pernah dilakukannya sekali dua kali.

Beberapa netizen mengaku sangat iri dengan apa yang dilakukan seorang polisi membagikan martabak ke narapidana.

“Aku iri dengan orang yang sering berbagi seperti ini, semoga sukses selalu ya pak,” komentar salah satu netizen.

“Definisi memanusiakan manusia. Mereka jauh dari perhatian keluarganya, tapi mendapat perhatian khusus dari kepolisian,” tulis netizen.

Berdasarkan penelusuran, ternyata polisi yang bagi-bagi martabak ini memiliki pengikut di akun tiktoknya mencapai 3,8 juta orang. (Revi/R8/HR Online/Editor Jujang)

Jaga Kelestarian Alam, Kader PKK di Pamarican Ciamis Galakan Tanam Pohon Picung

Jaga-Kelestarian-Alam-Kader-PKK-di-Pamarican-Ciamis-Galakan-Tanam-Pohon-Picung.jpg

harapanrakyat.com,- Jaga kelestarian alam, terutama untuk pencadangan air di masa depan, Pokja III PKK Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, galakan tanam pohon picung Jumat (3/2/2023).

Penanaman puluhan pohon picung tersebut, dilakukan di sepanjang saluran anak sungai yang terbentang di bawah kaki gunung Geger Bentang.

Anggota Pokja III PKK Desa Sukajadi, Nurjanah mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian para Ibu Ibu PKK dalam memelihara alam untuk masa depan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program nasional gerakan perempuan yaitu tanam, tebar, dan pelihara pohon. Untuk mengantisipasi dampak akibat perubahan iklim, yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga serta menjaga kelestarian hutan,” ujar Nurjanah.

Baca juga: Ihhh Takut, Biawak Besar Masuk Rumah Warga Banjarsari Ciamis

Adapun lanjut Nurjanah, pohon yang ia tanam merupakan jenis pohon picung.

Pihaknya melaksanakan tanam pohon picung, bersama kelompok Permata Gagayunan di sepanjang saluran sumber mata air yang ada di wilayah hutan Gunung Geger Bentang.

Pihaknya berharap, dengan upaya penanaman pohon picung ini, pasokan serta stok air di wilayah Pamarican khususnya bisa tetap terjaga.

“Sehingga bermanfaat untuk kehidupan masa depan, seperti halnya sebagai pasokan air ke pusat perikanan, pertanian serta untuk kebutuhan kehidupan saat ini dan masa depan,” pungkas Nurjanah. (Suherman/R8/HR Online/Editor Jujang)

Terdakwa Eks Ketua DPRD Jabar Anggap Tuntutan JPU Mengada-ada

pledoi-irfan-suryanagara.jpg

harapanrakyat.com,- Terdakwa dugaan kasus penipuan bisnis SPBU, Irfan Suryanagara kembali membantah isi replik (jawaban atas nota pembelaan terdakwa) jaksa penuntut umum (JPU).

Mantan Ketua DPRD Jawa Barat itu juga membantah pihaknya telah melakukan penipuan bisnis SPBU seperti dakwaan JPU.

Irfan menyampaikan bantahan tersebut dalam pembacaan duplik (jawaban terdakwa atas replik), dalam lanjutan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/2/2023).

Selain itu, Irfan juga menyatakan jika tuntutan JPU kepada ia dan istrinya Endang Kusumawaty, tidak lebih sekedar jiplakan dakwaan yang bersumber dari berita acara pemeriksaan (BAP) saksi pelapor Stelly Gandawidjaja.

Baca Juga : Tim PH Terdakwa Eks Ketua DPRD Jabar: Tuntutan JPU Sampingkan Fakta Persidangan

“Saya melihat di sini, tuntutan JPU terlalu mengada-ada. Dengan tuduhan melakukan penipuan kepada Stelly dan melakukan tindak pidana pencucian uang,” ungkap terdakwa Irfan dalam pembacaan dupliknya.

Irfan menegaskan, terungkap dalam fakta persidangan, bahkan saksi dari pihak JPU pun menyatakan bahwa memang ada hubungan bisnis. Irfan mengaku berniat baik membuka bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Namun justru malah saya yang dilaporkan lantaran melakukan penipuan,” tuturnya.

Dalam persidangan pembacaan nota pembelaan terdakwa atas tuntutan JPU sebelumnya, Irfan mengakui bahwa ia memiliki hutang kepada Stelly sebesar Rp 42 miliar. Namun  dalam perjalanannya, pihaknya telah mengembalikan uang sebesar Rp 5,5 miliar dan menyisakan hutang Rp 37 miliar.

“Tidak ada niat saya untuk tidak membayar hutang itu. Saya telah meminta rinciannya (hutang) kepada Stelly. Namun hingga saat ini, tidak ada penjelasan. Bahkan, angkanya (hutang) yang disampaikan Stelly terus berubah-ubah,” ucapnya.

Baca Juga : Mantan Ketua DPRD Jabar Ungkap Kasus Lahan SPBU

Sebelumnya, JPU menuntut eks Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara dan istrinya Endang Kusumawaty, dengan hukuman penjara selama 12 tahun. Selain itu, JPU juga menuntut denda kepada terdakwa dengan denda sebesar Rp 2 miliar subsider 6 bulan penjara. (Ecep/R13/HR-Online)

Tim PH Terdakwa Eks Ketua DPRD Jabar: Tuntutan JPU Sampingkan Fakta Persidangan

sidang-tuntutan-irfan-suryanagara.jpg

harapanrakyat.com,- Penasihat hukum terdakwa mantan Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, Radhitya Sadiqien mengatakan, replik jaksa penuntut umum (JPU) terhadap pembelaan terdakwa, seharusnya berisi mengenai uraian fakta di dalam pembelaan penasihat hukum.

“Akan tetapi, replik JPU malah menjadi suatu jiplakan dengan kesalahan yang sama, penggunaan sampel yang sama dan tidak mengandung substansi yang menjunjung hukum serta keadilan,” kata Radhitya di PN Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/2/2023).

Seperti halnya dalam kasus ini, lanjut Rhaditya, terdakwa Irfan Suryanagara dianggap melakukan tindak pidana pencucian uang. Padahal, sebenarnya segala perbuatan pidana yang terjadi dalam perkara ini, terdakwa tidak pernah melakukan hal tersebut seperti tuntutan JPU.

Ia juga menyoroti mengenai isi replik JPU yang mengutip perkataan saksi Hinca Panjaitan. Dalam repliknya JPU mengatakan ‘Irfan kembalikanlah uang milik pak Stelly’. Padahal, kalimat tersebut tidak ada dalam fakta persidangan.

Baca Juga : Tim PH Eks Ketua DPRD Jabar Minta Hakim Bebaskan Terdakwa dari Tuntutan JPU

Rhaditya menambahkan, pihaknya menyayangkan JPU tidak dapat membantah dengan tegas dan jelas mengenai sanggahan penasihat hukum terhadap keterangan saksi korban Stelly Gandawidjaja.

“Padahal pada peristiwa itulah rangkaian kebohongan saksi korban (Stelly Gandawidjaja) dalam melaporkan peristiwa ini kepada aparat penegak hukum agar terdakwa bisa terjerat pasal pidana. JPU pun kembali menyampingkan fakta persidangan,” tuturnya.

Penasihat Hukum Soroti Tuntutan JPU Soal TPPU Terdakwa

Penasihat hukum terdakwa lainnya, Rendra T. Putra mengatakan, argumentasi JPU mempertahankan pasal 69 Undang-undang TPPU, semakin memperjelas JPU gagal membuktikan dakwaannya.

Sehingga JPU bertahan pada pendapat tindak pidana asal (TPA) tidak perlu pembuktikan dalam TPPU.

“Penerapan pasal 69 adalah kasuistis terhadap tindak pidana tertentu. Misalnya perjudian, narkoba, teroris, korupsi tidak perlu pembuktian TPA. Sedangkan untuk penipuan dan penggelapan, itu harus ada pembuktian terlebih dahulu TPA-nya,” ucap Rendra.

Baca Juga : Sidang Eks Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, JPU Tuntut 12 Tahun Penjara

Tim PH menilai, dalam kasus ini tidak terbukti adanya TPPU. Terungkap dalam fakta persidangan, lanjut Rendra, hubungan hukum antara terdakwa Irfan dengan saksi Stelly merupakan hubungan keperdataan berupa persekutuan perdata.

Untuk itu, pihaknya meminta putusan majelis hakim agar memerintahkan JPU mengembalikan seluruh aset terdakwa yang disita. Termasuk memulihkan nama baik, harkat, dan martabat terdakwa.

Sebelumnya, JPU menuntut eks Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara dan istrinya Endang Kusumawaty, dengan hukuman penjara selama 12 tahun. Selain itu, JPU juga menuntut denda kepada terdakwa dengan denda sebesar Rp 2 miliar subsider 6 bulan penjara. (Ecep/R13/HR-Online)

Diduga Curi Laptop, Pria Penumpang KRL di Jaksel Diamankan Petugas

Diduga-Curi-Laptop-Pria-Penumpang-KRL-di-Jaksel-Diamankan-Petugas.jpeg

harapanrakyat.com,- Diduga mencuri sebuah laptop, seorang penumpang kereta rel listrik (KRL), diamankan petugas keamanan dalam (PKD) di Stasiun Manggarai, Jaksel, Jumat (3/2/2023).

Dalam video yang beredar, terduga pelaku terlihat memakai jaket hitam. Ia digelandang oleh 3 orang petugas PKD Stasiun Manggarai.

Leza Arlan, Manajer Humas Kereta Commuter Indonesia, membenarkan telah terjadi aksi pencurian laptop di dalam KRL.

“Kejadiannya tadi pagi di KA 4133 Bogor-Jakarta sekitar pukul 09.15 WIB,” ujar Leza.

Baca juga: Perempuan Nyopet di Mall Palembang Viral, Tak Sadar Aksinya Terekam CCTV

Kronologi kejadian kata dia, bermula saat korban melaporkan jika tasnya terbuka ke petugas PKD.

“Tasnya dibuka oleh terduga pelaku, kemudian korban langsung berteriak,” katanya.

Petugas keamanan pun langsung mengamankan terduga pencuri laptop di KRL. Pelaku lanjut Leza, kepada petugas keamanan mengakui jika telah mengambil laptop.

“Saat ini, pelaku sudah diserahkan ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lanjutan,” ungkapnya.

Leza mengimbau kepada para penumpang KRL, agar selalu waspada. Kemudian jangan ragu melapor jika mengalami tindak kejahatan di stasiun.

“Jangan ragu minta bantuan ke petugas, baik di Commuter Line ataupun di stasiun,” ucapnya lagi.

Sementara dari video yang beredar, pelaku pencurian laptop di KRL diboyong oleh 3 petugas keamanan. Beruntung, terduga pelaku tidak sampai menjadi bulan-bulanan massa. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Ini Sumber Penyebab Gempa Garut Bermagnitudo 4,3

Ini-Sumber-Penyebab-Gempa-Garut-Bermagnitudo.jpg

harapanrakyat.com,- Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, mengungkapkan sumber penyebab gempa bermagnitudo 4,3 yang terjadi 1 Februari 2023.

Usai menerima informasi dari BMKG pada Jumat (3/1/2023), gempa yang mengguncang Garut, Jawa Barat tersebut disebabkan pergerakan sesar Garsel.

Adapun dampak dari gempa magnitudo 4,3 itu cukup besar, yang mengakibatkan kerusakan. Daerah di Garut yang paling terkena dampak adalah  Kecamatan Pasirwangi dan Kecamatan Samarang.

Baca Juga: Brimob dan Polres Garut Bantu Evakuasi Reruntuhan Rumah Hancur Pasca Gempa

Sementara dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, setidaknya ada 495 rumah warga yang dinyatakan rusak. Selain itu 1531 jiwa terdampak.

“Gempa bermagnitudo 4,3 magnitudo kemarin berasal dari sesar Garsel,” ungkap Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Jumat (3/2/2023).

Ia menjelaskan, bahwa Sesar Garsel itu berada di wilayah bentangan kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Cisurupan sampai wilayah Selatan Garut, Cisompet dan sekitarnya.

“Nah sesar Garsel ini ujungnya Pasirwangi. Ini kan sudah beberapa kali. Kita juga sudah lakukan edukasi,” kata Helmi Budiman.

Helmi menambahkan, bahwa saat ini Pemerintah Daerah Garut masih menghitung kerugian materi pasca gempa bermagnitudo 4,3. Hal itu peruntukan rencana rekonstruksi instansi terkait, dan untuk pemulihan pemukiman yang terdampak.

Baca Juga: Hasil Evaluasi Data Kerusakan Pasca Gempa Garut, 495 Rumah Rusak

Lanjutnya mengatakan, untuk gempa tersebut tim tindak lanjut sudah ada asesmen kaji cepat. Hasilnya, ada 495 rumah yang mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat.

“Nah data ini masih melakukan validasi, sehingga akan ketemu jumlah kerugian dan juga akan ketemu berapa kita akan melakukan rekonstruksi,” pungkas Helmi.

Pantauan harapanrakyat.com, saat ini tim gabungan masih melakukan evakuasi, pembersihan sisa puing reruntuhan rumah yang rusak.

Tak ada pengungsian maupun korban. Sedangkan warga yang rumahnya rusak berat terdampak gempa Garut bermagnitudo 4,3, harus mengungsi sementara di sanak saudara atau tetangga yang lebih aman. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Tukang Martabak di Lampung Dianiaya Oknum PNS, Gegara Hal Sepele?

Tukang-Martabak-di-Lampung-Dianiaya-Oknum-PNS-Gegara-Hal-Sepele.jpeg

harapanrakyat.com,- Seorang tukang martabak di Bandar Lampung, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang oknum PNS. Peristiwa itu terjadi Senin (30/2/2023) lalu, di Jalan Gajah Mada, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung.

Video penganiayaan terhadap tukang martabak itu viral di media sosial. Berdasarkan informasi, oknum PNS tersebut melakukan tindak penganiayaan lantaran tidak terima saat ditegur pedagang martabak.

Si pedagang martabak awalnya meminta PNS di Lampung itu menggeser mobilnya, lantaran parkir di depan dagangannya.

Namun si PNS tidak terima dan marah-marah. Tak hanya ngomel, si oknum berseragam itu menampar pedagang martabak sebanyak 2 kali.

Kemudian menyerudukan kepalanya ke arah pedagang tersebut. Belum puas, si oknum PNS mengambil sebilah besi dari dalam mobilnya. Lalu memukulkan ke sebuah papan penghalang lapak dagangan.

Baca juga: Viral Usai Pukuli Tukang Parkir, Anak Anggota DPRD Wajo Kini Ditahan

Erwin si pedagang martabak mengaku, jika Ia menegur oknum PNS di Lampung itu, karena kendaraan mobil yang diparkir menghalangi gerobak dagangannya.

“Saya juga kan dagang di depan ruko orang, jadi takut menghalangi pembeli yang akan belanja,” ujar Erwin.

Usai ditegur, oknum PNS itu marah dan mengoceh. “Pipi saya ditampar 2 kali, mengenai pelipis kiri mata saya,” katanya.

Beruntung sejumlah warga mengetahui adanya keributan itu. Warga lalu melerainya.

Video PNS di Lampung aniaya tukang martabak viral di media sosial. Banyak netizen yang murka dan meminta oknum PNS itu mendapat hukuman. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Saat di Banjar, Wagub Jabar Sebut Permasalahan Batas Tanah Kadang Picu Konflik

Wagub-Jabar-Sebut-Permasalahan-Batas-Tanah-Kadang-Picu-Konflik.jpg

harapanrakyat.com,- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menyebut permasalahan pemasangan patok pembatas tanah sangat penting. Karena menurut Wagub Jabar, banyak permasalahan berkaitan dengan batas tanah, yang kadang berujung pada perpecahan.

Hal itu ia katakan kepada wartawan, usai acara pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas, di Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (3/2/23).

Wagub mengatakan, perpecahan karena soal batas tanah tersebut terjadi bukan hanya dengan tetangga, tapi juga terjadi dalam sebuah keluarga. Seperti misalnya berebut masalah warisan.

Baca Juga: Revitalisasi Alun-alun Singaparna Tasikmalaya, Wagub Jabar Ingin Masyarakat Bahagia

Oleh sebab itu, katanya, pemerintah melakukan pencanangan gerakan satu juta patok untuk merespon terhadap keadaan masyarakat terkait permasalahan batas tanah.

“Gerakan pemasangan patok batas tanah Ini penting. Banyak masalah tentang batas tanah di masyarakat, yang berujung pada perpecahan. Bukan hanya dengan tetangga tapi juga dengan keluarga kerap terjadi,” kata Uu Ruzhanul Ulum, Jumat (3/2/23).

Program untuk Mengatasi Permasalahan Batas Tanah

Wagub meminta kepada setiap kepala daerah dan pemerintahan di bawahnya, untuk bersinergi memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat, guna mensukseskan program tersebut.

Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk memberikan legalitas status tanah. Pasalnya, setelah ada pemasangan patok langsung ada progresnya yaitu sertifikat tanah. Sehingga penting untuk masyarakat khususnya kota Banjar dan masyarakat Jawa Barat.

“Apa yang menjadi kebijakan pemerintah ini, tiada lain manfaatnya untuk masyarakat khususnya Banjar dan masyarakat Jabar,” katanya.

“Kami minta masyarakat untuk mensukseskan program satu juta patok. Dan langsung setelah dipatok ini, batasnya langsung ada progresnya yaitu sertifikat,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Tinjau Jalan Rusak di Sukabumi, Wagub Jabar Terharu Dikasih Keripik Singkong

Sementara itu, Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat, Dalu Agung Darmawan mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan pendaftaran sertifikat.

Ia mengatakan, dalam rentang waktu tahun 2017-2022, BPN Jabar telah menyelesaikan 5 juta lebih pendaftaran sertifikat tanah melalui program PTSL.

Adapun pada tahun ini, kata Darmaga, pihaknya menargetkan 1,5 juta bidang tanah, mengikuti program PTSL. Ia juga berharap selesai pada tahun 2024-2025 mendatang.

“Perlu ada peningkatan partisipasi masyarakat, bahwa sertifikat penting sekali untuk tanda bukti hukum. Kemudian untuk pemasangan patok itu, awal dari pendaftaran sertifikat tanah melalui program PTSL,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana mengatakan, banyak manfaat dari pemasangan batas tanah.

Menurutnya, dengan adanya program gerakan pemasangan tanda batas tanah, bisa memberikan kekuatan hukum melalui kepemilikan sertifikat tanah.

Keberadaan batas tanah sangat penting, karena menurutnya, selain aspek hukum juga untuk meminimalisir terjadinya perselisihan atau permasalahan di masyarakat yang memang kadang kerap terjadi.

“Masalah batas tanah kadang bisa jadi cekcok dan perselisihan hanya karena batas tanah yang tidak jelas. Secara hukum dengan adanya batas tanah dan sertifikat hak kepemilikannya menjadi jelas,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Dapat Dukungan Penuh Bupati, HPN 2023 Tingkat Jabar Digelar di Karawang

Dapat-Dukungan-Penuh-Bupati-HPN-2023-Tingkat-Jabar-Digelar-di-Karawang.jpeg

harapanrakyat.com,- Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2023 tingkat Jawa Barat, akan dilaksanakan di Kabupaten Karawang.

Hilman Hidayat, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar, membenarkan hal itu Kamis (2/2/2023).

Kata Hilman, dipilihnya Karawang sebagai tuan rumah HPN tahun 2023 bukan tanpa alasan.

“Pemerintah Kabupaten Karawang mendukung penuh kegiatan peringatan HPN. Kita ucapkan terima kasih kepada Bupati dan jajarannya,” kata Hilman, usai rapat terbatas bersama Bupati Karawang.

Ia menyebut, dalam peringatan Hari Pers Nasional 2023, PWI Jabar akan menggandeng juga organisasi jurnalis dan perusahaan pers lainnya.

“Kita akan laksanakan lomba karya jurnalistik, lomba mars PWI, lomba membuat reels instagram, baksos hingga pagelaran budaya,” ujarnya.

Baca juga: PWI Jabar Juara Umum Porwanas 2022, Amankan Piala Presiden

Sementara untuk puncak HPN 2023 tingkat Jabar, akan dilaksanakan 20-21 Mei 2023.

Sementara terkait tema HPN, PWI Jabar mengacu ke tea HPN tingkat Nasional di Medan yakni  “Pers Merdeka, Demokrasi Bermartabat”.  Pihaknya ingin, Pers di Jabar merdeka, bermartabat dan juga berdaya.

Untuk tema HPN tahun 2023 di Jabar lanjut Hilman, tema yang diusung adalah Pers Berbudaya, Ekonomi Berdaya, Jabar Juara.

Hilman berharap, peringatan HPN tingkat Jabar di Karawang tidak hanya berdampak positif ke insan pers. Namun juga berdampak bagi masyarakat umum lainnya.

“Lewat HPN ini juga kami ingin berkontribusi mempromosikan potensi-potensi yang ada di

Karawang, baik itu dari segi wisatanya, kuliner, budaya maupun potensi lokal yang lainnya,” jelasnya.

Sementara itu Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang, mendukung penuh peringatan HPN tingkat Jabar di Karawang.

Ia mengaku, selama ini kerap bersinergi dengan pers. “Saya berharap, para jurnalis dan perusahaan pers bisa bermartabat, berbudaya dan berdaya,” katanya.

Cellica Nurrachadiana juga berharap, HPN di Karawang bisa menjadi ajang untuk mengenalkan berbagai potensi di kabupaten Karawang. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Rumah Mewah Jadi Kandang Sapi di Madura Viral, Ternyata Ini Alasannya!

Viral-rumah-mewah-jadi-kandang-sapi-di-Madura.jpeg

Rumah mewah jadi kandang sapi viral melalui akun TikTok @leonardyoriko. Pemlik akun mengunggah video tersebut dan kemudian viral pada Jumat (03/02/2023).

Unggahan seorang pria yang memperlihatkan penampakan rumah mewah di Madura, Jawa Timur itu bukan main-main. Rumah tersebut memiliki lantai marmer dengan desain teras yang terlihat begitu megah.

Namun, alih-alih dijadikan tempat tinggal atau mengontrakkan rumah tersebut, sang pemilik lebih memilih rumahnya itu untuk dijadikan kendang sapi. Hal itu yang kemudian membuat cerita ini menjadi viral.

Baca Juga: Viral Acara Pernikahan Tutup Jalan di Ciamis, Ini Faktanya

Tak sedikit netizen yang turut berkomentar dalam unggahan tersebut. Lantas penasaran, seberharga apa sapi itu hingga membuat pemilik rumahnya menghadiahkan rumah mewah tersebut?

Rumah Mewah Jadi Kandang di Madura, Ternyata Ini Bukan Sembarang Sapi!

Seorang laki-laki berkata bahwa sapi yang tinggal di rumah mewah itu bernilai milyaran. Ternyata bukan sembarang sapi, melainkan sapi balap. Hal itu seperti yang tersampaikan melalui video @leonardyoriko beberapa hari lalu.

“Rumahnya memang besar dan bagus. Ternyata isinya sapi, sapi balap. Ini pernah juara, juara berapa kali hingga mampu menghasilkan berapa mobil dan uang puluhan juta,” katanya, seperti terdengar dalam narasi video.

Kemudian dia memberikan pesan yang kuat agar orang kaya tidak usah sombong. Ia mengatakan bahwa masyarakat Madura yang memiliki rumah mewah tidak menjadikan rumah sebagai tempat tinggal, melainkan dijadikan sebagai kandang sapi.

“Jadi jangan bangga jadi orang kaya, apalagi sombong. Orang Madura malah lebih gila lagi. Rumahnya yang bagus buat sapi. Jadi jangan sombong lah karena di atas langit masih ada langit. Cheers,” pungkasnya.

Reaksi netizen

Ternyata rumah tersebut bukan milik pria yang ada dalam video. Leonardyoriko ini hanya menemukan sebuah rumah mewah yang dijadikan kandang saat berkunjung ke Madura. Lantas menyempatkan untuk membuat konten.

“Baru 1 hari ke Madura, saya tidak henti-hentinya terkagum-kagum. Pelosok-pelosok rumah itu gagah dan mewah sekali. Eeehhh, belum selesai, saya kaget ada rumah besar dan mewah penuh dengan sapi. haiyaaaaahhh,” tulisnya

Unggahan tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet yang kagum dengan orang Madura. “Ya wajar dong sapinya di rumah karena sapi ini bisa menghasilkan rumah mobil untuk liburan. Madura keren,” komentar seorang netizen.

“Awalnya orang Madura, pas udah kaya, kaget banget orangnya juga ramah dan sopan, sayang saya tidak paham bahasa Madura,” puji netizen. “Baru kali ini aku iri dengan sapi,” komentar yang lain.

Video viral rumah mewah jadi kandang sapi diunggah di berbagai platform media sosial. Hingga kini, tayangan akun TikTok @Leonardyoriko pun menjadi sorotan warganet. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts