Beranda blog Halaman 103

Gagal Sembunyi di Lemari, 21 Gram Sabu Bikin Warga Rancadaka Dijemput Polisi

pengedar sabu di Subang ditangkap
Foto: lampuhijau.co.id

Subang – Sebuah lemari pakaian di Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, mendadak jadi sorotan. Bukan karena koleksi baju branded atau tumpukan celana jeans lawas, tapi karena isinya yang nyeleneh: sabu seberat 21,87 gram, timbangan digital, microtube, dan satu unit handphone. Waduh!

Rabu sore, 11 Juni 2025, pukul 17.00 WIB, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Subang melakukan penggerebekan yang cukup bikin jantung dag-dig-dug. Seorang pria berinisial AT ditangkap di rumahnya, setelah ketahuan menyimpan barang haram di tempat yang—katanya—paling aman: lemari.

“Barang-barang tersebut ditemukan tersimpan rapi di dalam lemari pakaian di kediaman tersangka,” ujar AKP Udiyanto, S.H., M.H., Kepala Satresnarkoba Polres Subang, dalam rilis resminya. Nah lho, rapi bukan berarti suci, Bung!

AT, yang tampaknya lebih lihai dalam menyusun plastik klip daripada menyusun alibi, mengaku bahwa sabu tersebut ia dapat dari seorang yang berinisial TM. Sayangnya (atau untungnya buat TM), yang satu ini masih buron alias DPO. Polisi pun kini sedang memburu si TM ke mana pun angin berhembus.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan narkotika. Penindakan tegas akan terus kami lakukan demi menjaga generasi muda Kabupaten Subang dari bahaya narkoba,” tegas AKP Udiyanto. Kalimatnya tegas, pesannya jelas: jangan main-main sama narkoba!

Kini, AT harus bersiap-siap untuk menghadapi proses hukum yang nggak sesingkat urusan tukar tambah handphone. Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya? Di atas lima tahun penjara, Sob.

Berita ini sudah dimuat di portal berita lampuhijau.co.id dengan judul asli “Polres Subang Tangkap Pengedar Sabu di Desa Rancadaka”

Pelantikan Bergelombang di Jalan Bergelombang: 110 Pejabat Subang Resmi Dilantik di Atas Aspal Berlubang

pelantikan pejabat Subang di jalan rusak
Foto: inijabar.com

SUBANG — Di tengah semilir angin dan aroma aspal retak yang menguar manja, sebuah momen pelantikan terjadi di tempat yang tak biasa: jalan rusak Desa Jatiragas Hilir, Kecamatan Patokbeusi. Jumat pagi (13/6/2025), sebanyak 110 pejabat Administrator dan Pengawas resmi dilantik. Lokasinya? Bukan di aula ber-AC, tapi di atas jalan berlubang yang penuh pesan tersirat.

Bupati Subang Reynaldi Putra hadir lengkap dengan semangat “turun langsung ke lapangan.” Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemilihan lokasi pelantikan bukanlah sekadar ide iseng atau konten sosial media. “Pelantikan ini menjadi pengingat, bahwa jabatan adalah amanah dan tugas utama kita adalah melayani masyarakat dengan cepat dan jujur,” ucap Rey dengan nada yang tidak main-main, meski tempat berdirinya bisa jadi bikin sepatu kotor.

Pelantikan di atas jalan rusak ini seolah ingin menyapa batin para pejabat yang baru saja sah naik jabatan. Pesannya sederhana namun menohok: jangan hanya duduk nyaman di kantor ber-AC, tapi turunlah ke lapangan, tempat rakyat merintih dan jalan menganga.

Secara resmi, berikut rincian detil para pejabat yang dilantik:

  • Eselon III.a: 25 mutasi, 6 promosi
  • Eselon III.b: 30 mutasi, 11 promosi
  • Eselon IV.a: 22 mutasi, 13 promosi
  • Eselon IV.b: 1 mutasi, 2 promosi

Dengan begitu, tercatat 78 pejabat mengalami mutasi bak catur berpindah petak, dan 32 lainnya naik level dalam tangga birokrasi. Mereka kini menduduki posisi strategis di berbagai lini—mulai dari kecamatan, dinas, bagian sekretariat daerah, hingga unit pelayanan teknis. Semua serba formal, meski dilakukan di atas aspal yang tak lagi mulus.

Reynaldi pun mengingatkan bahwa promosi dan mutasi ini bukan hasil dari “bisik-bisik tetangga” atau lobi-lobi sembunyi. Ia menyatakan dengan mantap bahwa prinsip meritokrasi adalah harga mati. “Saya tegaskan, tidak ada jual beli jabatan di Kabupaten Subang. Siapa pun yang terbukti terlibat, baik yang memberi maupun menerima, akan saya tindak tegas,” tandasnya, seraya menatap serius para pejabat yang mungkin diam-diam mencoba berdiri seimbang di permukaan jalan tak rata.

Meski suasana pelantikan tidak semewah biasanya, tapi barangkali justru itulah simbol paling jujur dari pesan yang ingin disampaikan: bahwa pelayanan publik bukanlah panggung glamor, melainkan medan perjuangan yang berliku—kadang seberliku jalan tempat mereka dilantik.

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber dari inijabar.com, dengan judul “Bupati Subang Lantik 110 Pejabat Di Lokasi Jalan Rusak”

realme P3 5G Mendarat di Indonesia: Si Tangguh Rp3 Jutaan yang Bikin Gamer Senyum-Senyum

Suarasubang.com — Kabar gembira buat kamu yang hobi multitasking, doyan gaming, tapi dompet tetap ingin damai. realme resmi meluncurkan jagoan barunya di Indonesia: realme P3 5G. Ponsel yang satu ini digadang-gadang jadi “Long-Play Performer” dan siap jadi jawara performa di kelas Rp3 jutaan. Tahan banting, ngebut, dan cakep pula tampilannya. Kombinasi yang susah ditolak!

realme P3 5G Indonesia

Dan yang bikin makin seru, realme P3 5G ini hadir eksklusif online! Kamu bisa dapetin dengan harga spesial Rp3.799.000 cuma di Shopee saat Shopee Brand Day tanggal 16 sampai 18 Juni 2025. Setelah itu, mulai 19 Juni, kamu bisa juga buru di TikTok Shop by Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Akulaku dengan harga normal Rp3.999.000. Siapa cepat, dia dapat bonus potongan dan voucher MAP juga, lho!

Krisva Angnieszca, sang Public Relations Lead realme Indonesia, menyebut bahwa ini bagian dari strategi online eksklusif realme. “realme P3 5G menjadi pelopor lini produk online eksklusif dari realme yang menawarkan spesifikasi unggulan dan harga kompetitif. Strategi ini selaras dengan misi realme dalam menjadikan teknologi lebih mudah diakses oleh anak muda di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Mari kita kupas kehebatannya. Di jantung pacu, realme P3 5G membawa Snapdragon® 6 Gen 4 — chipset 4nm yang punya skor AnTuTu sampai 760.000! Mau ngegas main Mobile Legends, Free Fire, atau Honor of Kings? Hayuk! Bahkan bisa 120FPS, loh! RAM-nya 12GB, plus dynamic RAM sampai 26GB, bikin buka 40 aplikasi serentak bukan lagi mimpi. Dan Free Fire cuma butuh 3,4 detik buat loading? Seriusan!

Baterai 6000mAh yang dikasih julukan Titan ini juga bukan kaleng-kaleng. Disokong fast charging 45W Super Flash Charge dan teknologi Bypass Charging, bikin baterai adem dan awet sampai lima tahun. Mau maraton game? Silakan! Ada sistem pendingin AeroSpace VC 6050mm² yang siap jaga suhu biar tetap adem, bahkan saat kamu nge-rank sepanjang malam.

realme P3 5G Indonesia

Tahan banting juga bukan sekadar jargon. realme P3 5G sudah bersertifikat IP66, IP68, dan IP69. Artinya? Kena debu, air, bahkan disemprot pakai air tekanan tinggi pun dia tetap anteng. Dan buat yang doyan foto-foto, kamera belakangnya 50MP AI dengan OIS, ditemani kamera depan Sony 16MP yang siap bikin selfie-mu kinclong meski cuma di dapur.

Desainnya? Ultra slim cuma 7,97mm, tapi tetap muat baterai 6000mAh. Warna? Futuristik banget: Comet Grey dan Starlight Green. Cocok buat kamu yang suka tampil beda di tongkrongan.

Untuk visual, layar AMOLED 6,67 inci 120Hz siap manjain mata. Dengan kecerahan 2000 nits dan dukungan Pro-XDR, kamu tetap bisa nonton drakor di bawah terik matahari. Dan gamer wajib coba GT Boost, lengkap dengan AI Motion Control dan AI Ultra Touch Control — serasa main konsol!

Yang paling kekinian, sistem operasinya sudah pakai realme UI 6.0 berbasis Android 15. Ada fitur NEXT AI seperti Live Alerts, AI Recording Summary, sampai Circle to Search yang bisa nyari apapun cukup lingkarin layar. Serius, ini Android rasa masa depan.

Jadi, buat kamu yang cari smartphone tangguh, performa ngebut, tahan air, baterai awet, kamera jernih, dan harga masih masuk akal… realme P3 5G kayaknya sah jadi kandidat kuat di wishlist kamu!

Duh! Kades dan Direktur BUMDes di Subang Tersandung Korupsi Pasar Rp1,5 Miliar

korupsi pengelolaan Pasar Kalijati Timur
foto: www.lampusatu.com

Subang — Ada yang kisruh di balik meja pengelolaan Pasar Desa Kalijati Timur, Subang. Bukan soal harga cabai atau bawang naik, tapi aroma tak sedap dari praktik korupsi yang bikin dompet negara jebol sampai Rp1,5 miliar lebih. Ya, Anda tidak salah dengar. Uang sebanyak itu raib entah ke mana, dan kini dua tokoh desa harus berurusan dengan hukum.

Sebut saja mereka: Ahadiyat Amaludin, sang Kepala Desa Kalijati Timur, dan Sutisna, Direktur BUMDes Makmur Lestari tahun 2024. Keduanya tak sedang mencalonkan diri jadi pasangan duet penyanyi dangdut, melainkan duet tersangka korupsi yang resmi diumumkan oleh Kejaksaan Negeri Subang. Wah, bukan duet impian masyarakat, ya!

Kepala Kejaksaan Negeri Subang, Bambang Winarno, menyampaikan langsung kabar mengejutkan ini dalam konferensi pers pada Rabu (11/6/2025). “Dalam proses penyidikan yang kami lakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor PRINT-02/M.2.28/Fd.1/05/2025 tanggal 23 Mei 2025, ditemukan adanya tindakan melawan hukum dalam pengelolaan Pasar Desa Kalijati Timur. Tindakan tersebut mengarah pada upaya memperkaya diri sendiri atau orang lain, yang berdampak langsung terhadap keuangan negara,” ujarnya tegas seperti dikutip dari INews.com.

Nah, kalau Anda berpikir kasus ini hanya sekadar salah kelola dana parkir, Anda keliru. Kajari menyebut, penyimpangan yang terjadi pada tahun 2022 hingga 2024 itu cukup sistematis. Saking seriusnya, kerugian negara ditaksir tembus miliaran rupiah. Jumlah yang cukup untuk beli sekampung tahu bulat, plus bonus mobil keliling.

Ahadiyat dan Sutisna pun tak hanya dilirik, tapi juga langsung digiring ke Lapas Kelas IIB Subang. Mereka kini resmi mengenakan “seragam baru” berupa rompi tahanan, dengan wajah tertunduk yang entah karena menyesal atau silau lampu kamera wartawan. Yang jelas, mereka ditahan selama 20 hari demi memudahkan penyidikan lanjutan.

Keduanya dijerat pasal yang bukan main-main: Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, yang telah diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Kalau itu belum cukup serem, masih ada jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, atau sebagai alternatif, Pasal 3 jo Pasal 18 UU yang sama. Pokoknya, lengkap seperti paket kombo nasi ayam geprek level 5.

Kajari Subang menegaskan ini bukan akhir cerita. “Kami tegaskan bahwa penyidikan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, kami juga akan melakukan penyelidikan terhadap pasar-pasar lain yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah di Kabupaten Subang. Ini sebagai bentuk komitmen kami dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang merugikan masyarakat,” tegasnya lagi. Hayo, pasar lain jangan keburu santai!

Dengan langkah ini, Kejari Subang seolah memberi sinyal keras: uang rakyat bukan untuk dijadikan dompet pribadi. Transparansi dan akuntabilitas bukan slogan semata, tapi harga mati. Dan bagi masyarakat, semoga ini jadi pengingat agar tak lengah dalam mengawasi pengelolaan dana publik, meski cuma soal pasar tradisional.

Sumber berita ini telah dimuat sebelumnya di www.lampusatu.com dengan judul asli “Kejari Subang Tetapkan Kades Kalijati Timur Tersangka Dugaan Korupsi Pengelolaan Pasar Rp.1,5 Miliar”

Smash Silaturahmi! Polsek Sagalaherang Gelar Turnamen Bulu Tangkis Antar Instansi

Turnamen bulu tangkis antar instansi Polsek Sagalaherang
foto: lampuhijau.com

suarasubang.com Smash! Bukan Sembarangan Smash—Ini Smash Persaudaraan

Ada yang seru di Kecamatan Sagalaherang! Bukan demo, bukan dangdutan, tapi turnamen bulu tangkis antar instansi yang bikin keringat netes tapi hati adem.

Polsek Sagalaherang Polres Subang sedang dalam mode “sportif dan solid” menyambut Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025. Bertempat di GOR PGRI Kecamatan Sagalaherang, sebanyak 21 tim dari berbagai instansi berkumpul bukan untuk sidang atau rapat dinas, tapi untuk menyabet Piala Kapolsek!

Kapolsek Bersuara, Shuttlecock Terbang di Udara

Kapolsek Sagalaherang Polres Subang, AKP H. Irpan Taufik Firmansyah S.Pd., M.M. angkat bicara (dan bukan cuma raket), menyampaikan bahwa turnamen ini digelar selama sepuluh hari. Mulainya? Selasa, 10 Juni 2025 kemarin. Finalnya? Tunggu dulu, masih Selasa depan!

Beliau menjelaskan dengan tenang, tapi penuh makna (kayak smash yang masuk garis):
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dan instansi pemerintah khususnya di Kecamatan Sagalaherang dan Serangpanjang,” ujar mantan Kasie Dokkes Polres Subang ini dengan semangat yang tak kalah dari servis pertama.

Bulu Tangkis Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Jurus Jitu Jaga Kamtibmas

Tak cuma buat ngilangin pegal atau nguras semangat kompetitif, turnamen ini juga punya misi mulia. Masih menurut AKP Irpan—yang tampaknya tahu betul jurus menyatukan dari balik net:
“Turnamen bulu tangkis ini diharapkan menjadi wadah positif dalam menjalin kebersamaan, meningkatkan sportifitas dan memperkuat sinergi dalam rangka menjaga kamtibmas.”

Jadi, bukan cuma bola yang melesat cepat, tapi juga semangat kolaborasi yang makin melekat!

GOR PGRI Kini Jadi Arena Kolaborasi, Bukan Sekadar Kompetisi

Dengan atmosfer yang penuh tawa, tepuk tangan, dan—tentu saja—teriakan “out!” atau “masuk!”, GOR PGRI Sagalaherang menjelma jadi panggung adu teknik sekaligus ruang silaturahmi yang tak biasa.

Tak ada sekat dinas, tak ada pangkat. Yang ada hanya raket, semangat, dan mungkin sedikit pegal otot. Tapi bukankah itulah indahnya kebersamaan dalam rangka Bhayangkara?

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber dari lampuhijau.co.id dengan judul asli “Polsek Sagalaherang Polres Subang Gelar Turnamen Bulu Tangkis Antar Instansi.”

Rakor Serius Tapi Santai: Polres Subang dan Kemenko Polkam Kompak Bahas Stabilitas Nasional

Rakor Polres Subang dan Kemenko Polkam
foto: jabarpress.com

Subang, Jabarpress.com – Kalau biasanya aula dipakai buat seminar atau ujian skripsi, kali ini Aula Patriatama Polres Subang berubah jadi medan diskusi nasional! Para petinggi berseragam dan bersetelan rapi tumplek blek dalam Rapat Koordinasi alias Rakor antara Polres Subang dengan Staf Ahli Kemenko Polkam RI.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 13.00 WIB ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ini bagian dari kunjungan kerja yang punya misi besar: memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan pengawasan implementasi program prioritas nasional. Yup, berat tapi penting, apalagi buat daerah sekelas Subang yang kini makin seksi di mata investor.

Yang jadi bintang utama? Marskal Muda TNI Oka Prawira, M.Si., Han., Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional. Didampingi oleh PLH Kapolres Subang, KOMPOL Endar Supriyatna, S.Kom., S.I.K., serta sejumlah tokoh penting macam Irjen Pol Desman S Tarigan, S.H., dan Irjen Pol Dr. Toni Hermawan, S.I.K., M.Sos. Rasanya kalau aula itu punya nyawa, dia pasti deg-degan.

PLH Kapolres Subang tampil percaya diri dalam sambutannya. Ia menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di Subang relatif kondusif. Tapi jangan salah, premanisme tetap jadi musuh bersama. Solusinya? Posko anti-premanisme di Kawasan Industri Suryacipta pun didirikan. Preman-preman auto ciut!

Sementara itu, Irjen Pol Dr. Toni Hermawan membawa angin segar dengan semangat sinergi TNI/Polri. Ia menyampaikan pentingnya Forkopimda dalam mendukung program strategis nasional. “Visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden harus kita kawal bersama,” tegasnya sambil menjelaskan struktur Kemenko Polhukam yang rumit tapi strategis.

Lanjut ke Marskal Muda Oka Prawira yang tampil seperti guru besar di depan mahasiswa. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menjalankan program nasional. Fokusnya? Target pelaksanaan SPPG dan menciptakan iklim investasi yang adem dan nyaman, bukan bikin investor lari terbirit-birit.

Tak kalah penting, Irjen Pol Desman S Tarigan memaparkan betapa vitalnya peran intelijen dan data yang valid. “Jangan reaktif hanya karena sesuatu viral, kita harus tetap preventif,” katanya bijak. Ia juga menyentil perlunya pemetaan ormas dan perusahaan di Subang.

Setelah otak dijejali info berat, acara berlanjut dengan sesi tanya jawab yang lebih santai, disusul dengan coaching and counseling—versi serius dari ‘curhat profesional’. Plakat pun diberikan sebagai bentuk apresiasi, lalu ditutup dengan foto bareng. Karena ya, tak ada rapat hebat tanpa foto bersama, bukan?

Kegiatan berakhir sore hari dengan suasana yang adem dan penuh komitmen. Sinergi antar instansi? Check. Koordinasi kuat? Check. Stabilitas nasional? Bismillah, semoga terjaga!

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber: www.jabarpress.com dengan judul asli “Polres Subang Gelar Rakor Bersama Staf Ahli Kemenko Polkam RI”

Subang Ngabret! SIC 2025, Ajang Adu Ide yang Bikin Otak Meletup-letup

Subang Innovation Challenge 2025
foto: www.tintahijau.com

SUBANG – Pernah bayangin Subang jadi sarang inovasi? Bukan mimpi, tapi kenyataan! Rabu, 11 Juni 2025, Pemerintah Kabupaten Subang resmi menyalakan mesin ide lewat peluncuran Subang Innovation Challenge (SIC) 2025. Acaranya? Bukan sekadar seremoni potong pita dan tumpengan—ini tempat di mana ide-ide “anti-mainstream” bertarung dengan elegan.

Acara ini diprakarsai oleh BP4D Subang bareng The Local Enablers. Kolaborasi yang bisa dibilang seperti duet maut antara otak strategis pemerintah dan penggerak inovasi yang penuh kejutan. Semua ini bagian dari euforia Subang Innovation Festival 2025, sebuah festival yang nggak hanya berpesta, tapi juga berpikir.

Di bawah komando Bupati H. Reynaldy Arifin dan Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, SIC hadir sebagai pelatuk percepatan menuju Subang Ngabret—bukan lari sembarangan, tapi lari penuh gagasan cemerlang.

Kepala BP4D, Iwan Syahrul Anwar, dengan ekspresi serius tapi visioner, menekankan bahwa zaman sudah berubah. Pelayanan publik tak bisa lagi jalan lambat seperti keong yang ngantuk. “Kami mengusung tema Akselerasi Inovasi untuk Kesejahteraan Masyarakat karena inovasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Kebutuhan masyarakat semakin kompleks, dan layanan publik harus adaptif serta relevan,” ucapnya.

Dari balik meja panitia, sudah ada lebih dari 100 proposal yang masuk. Tapi hanya 50 inovator super terpilih yang mendapat golden ticket untuk tampil di SIC. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia… eh, Subang maksudnya—mulai dari pegawai pemerintah, pebisnis, akademisi, sampai komunitas yang punya semangat lokal tapi cita rasa global.

Tapi tunggu dulu, SIC bukan cuma soal lomba ide. Ada juga sesi diskusi ciamik yang mempertemukan narasumber dari perangkat daerah dengan fasilitator dari The Local Enablers. Di sini, teori nggak cuma jadi pajangan, tapi harus adu kuat dengan kenyataan. Itulah momen ketika ide dan realita saling menantang, kayak duel intelektual penuh adrenalin.

Fun fact: Kabupaten Subang sudah punya 221 inovasi resmi yang tercatat dalam SK Bupati. Tapi, Iwan nggak mau puas begitu saja. “Melalui SIC, kami ingin melihat kembali relevansi inovasi-inovasi yang sudah ada. Apakah masih sesuai dengan tantangan zaman, ataukah kita perlu membuat lompatan baru,” katanya dengan nada penuh evaluasi tapi juga semangat petualangan.

Dan tentu saja, semua ini bukan ngasal. SIC berdiri kokoh di atas landasan hukum yang sahih: Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Aturannya jelas—pemerintah harus terus bergerak dan berinovasi demi pelayanan publik yang semakin kece dan berdaya guna.

Akhir kata, SIC bukan cuma ajang pamer ide. Ia adalah panggung kolaborasi lintas sektor yang diharapkan mampu menjadi bahan bakar perubahan di Subang. “Harapan kami, ini jadi ruang bersama untuk menciptakan solusi yang betul-betul berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Iwan, dengan semangat yang mungkin bisa membuat lampu jalan menyala lebih terang.

Dimuat dari www.tintahijau.com dengan judul asli “Gaas Wujudkan Subang Ngabret, 50 Inovator Adu Ide Out of the Box di SIC 2025”

Mahasiswa UIN Siap “Turun Gunung” ke Subang, Kang Akur Minta Jangan Asal Nyemplung!

KKN Orda Mitra Pemda Subang
Foto: rii.co.id


SUBANG — Ada kabar segar dan sedikit beraroma perjuangan dari Ruang Kerja Wakil Bupati Subang, Rabu (11/6/2025). Wakil Bupati Subang, Kang Akur—sapaan khas Agus Masykur Rosyadi—ditemui para pendekar muda dari Himpunan Mahasiswa Kabupaten Subang (Himkas) yang datang bukan untuk sekadar basa-basi.

Didampingi oleh Dindin Firmansyah dari jajaran fungsional hukum (yang sepertinya diam-diam jadi bodyguard legal), audiensi ini membahas topik yang hangat-hangat mendidik: Kuliah Kerja Nyata (KKN) Orda Mitra Pemda dan segala tetek-bengek tentang pembangunan daerah.

Ketua Himkas, M. Nabiel, tampil dengan semangat 45, mempresentasikan program KKN kolaborasi antara UIN Sunan Gunungjati Bandung dan Pemda Subang. Dengan gaya lugas tapi berisi, Nabiel bilang, “Program KKN Orda Mitra Pemda yang baru dikeluarkan oleh kampus UIN.”

Dan ini bukan sekadar KKN iseng-iseng. Rencananya, sebanyak 90 mahasiswa akan membanjiri dua desa pilihan di Subang, yakni Desa Ciater dan Palasari. Misi mereka? Mengabdi! Dan tentu saja, sambil membawa nama harum almamater—dan mungkin sedikit oleh-oleh khas desa.

“Ingin mewadahi putra-putri daerah, khususnya dari UIN Bandung,” ujar Nabiel penuh harap.

Lebih lanjut, Nabiel juga menyisipkan kabar bahwa Himkas sudah punya “bakti desa” yang mirip-mirip KKN, dan itu sudah jadi agenda rutin tahunan. Jadi, ini bukan proyek coba-coba. Ini semacam “season lanjutan” dari serial pengabdian mereka.

Setelah proposal resmi mendarat manis di tangan Kang Akur, sang Wabup pun menanggapi dengan gaya khas pemimpin berwawasan hukum. Ia menegaskan: “Program KKN Orda Mitra Pemda harus dilakukan secara formal.”

Maksudnya? Harus ada MoU, Bung! Memorandum of Understanding. Ini bukan cuma buat gaya-gayaan tanda tangan, tapi sebagai payung hukum biar semua sah dan tak tergelincir ke ranah “ilegalitas administratif”.

“Ada dasar hukum yang menguatkan kerjasama antara kampus dengan Pemerintah Daerah,” kata Kang Akur.

Tak berhenti sampai situ, Kang Akur juga mengingatkan: Himkas jangan jadi penonton! Harus ikut serta aktif, terutama karena program ini melibatkan mahasiswa Subang untuk membangun… ya Subang juga. Simpel tapi sarat makna.

“Peserta KKN yang ke Subang itu, mahasiswa asal Subang,” ujarnya, menegaskan nuansa “dari rakyat untuk rakyat”.

Akhirnya, Kang Akur menutup obrolan dengan harapan bahwa program KKN ini kudu nyambung—eh, tersinkronisasi—dengan rencana pembangunan daerah. Jadi bukan asal datang, bikin taman, terus pulang. Harus terarah dan tepat guna.

“Nanti disinkronkan dengan BP4D, tentang apa saja yang bisa dilakukan oleh peserta KKN,” tutupnya, mengunci pertemuan dengan nada strategis.

Berita ini dimuat berdasarkan sumber dari Rii.co.id dengan judul asli “Wabup Minta Mahasiswa Asal Subang Turut Dorong Pembangunan.”

Pedagang Protes, Kang Rey Angkat Suara: “Sabar, Uang Duduk Segera Cair!”

Demo Pedagang Jalancagak Subang
Foto: kotasubang.com

SUBANG – Di tengah panasnya terik Subang, tiba-tiba Bunderan Tugu Nanas di Jalancagak mendadak jadi pusat perhatian. Bukan karena nanas raksasanya mengeluarkan aroma, tapi karena massa Paguyuban Pedagang Mikro Kecil Menengah (PPMKM) menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (10/6/2025).

Para pedagang ini bukan sedang liburan atau jalan-jalan sore. Mereka menuntut kejelasan nasib. Sudah hampir sebulan mereka tak punya penghasilan, sejak kios-kios mereka dibongkar. Lapar tak bisa ditunda, apalagi janji!

“Kami tidak sedang meminta-minta. Tapi ini janji yang disampaikan sendiri oleh Kang Dedi Mulyadi. Janji itu mencakup uang ganti rugi dagangan, uang tunggu dua bulan, sembako seperti beras dan telur, serta pembangunan tempat baru untuk para pedagang,” tegas Husni, salah satu koordinator aksi dengan nada yang lebih tajam dari cabe rawit.

Namun, angin dari sisi pemerintahan pun berembus. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita—yang lebih akrab dipanggil Kang Rey—tidak tinggal diam. Lewat akun Instagram resminya, beliau menyampaikan perasaannya dengan nada yang tak kalah ‘adem panas’.

“Untuk para pedagang di Jalancagak yang saya dengar hari ini melakukan unjuk rasa ke Kantor Pak Gubernur, Saya sangat menyayangkan dan ingin mencoba memberikan pandangan dan berharap para pedagang ini jangan mau Terprovokasi, mau di hasut, mau diadu dombakan dengan Pemerintah Daerah oleh oknum-oknum tertentu,” ujar Kang Rey.

Lebih lanjut, Kang Rey menyoroti soal siapa sebenarnya ‘sutradara’ di balik demo ini.

“Kenapa saya bilang jangan mau di politisasi, karena bisa kita lihat dari izin yang mereka sampaikan ingin mendemo, itu kordinatornya sama sekali orang-orangnya tidak ada yang pedagang disitu… ada dari oknum ormas dan LSM, kita bisa sama-sama menilai itu,” katanya, sambil menyelipkan tanda tanya besar dalam benak publik.

Kang Rey kemudian mengimbau dengan penuh harap: jangan terbakar hasutan, sabar sebentar lagi, uang duduk dua bulan itu sedang disiapkan.

“Intinya Sabar, uang dagangan sudah kita ganti, sekarang tinggal uang duduk dua bulan. Jujur, uang duduk dua bulan itu akan kita berikan di minggu-minggu ini rencananya… tapi begitu ada kejadian ini, ternyata ko pedagang mau di hasut dan di provokasi, maka saya dan pak gubernur akan menunggu akan seperti apa,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, Kang Rey juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melayani pedagang yang mau diurus. Istilahnya, yang nyambung frekuensi.

“Jadi kalau pedagangnya tidak mau di urus, tidak mau ditata, tidak mau berkalaborasi… ya silahkan nanti uang ganti rugi, penempatan lagi berdagangnya, mintanya ke koordinator-koordintor yang mengajak para pedagang pergi ke Gedung Sate hari ini,” ungkapnya, setengah geram setengah nyindir.

Dalam penutupannya, Kang Rey menyelipkan untaian kata yang cukup dalam: “Seharusnya itu salah, tapi bayangkan, gak yang salahpun kita mencoba mencari kebaikan di dalamnya…”

Dengan gaya puitis administratif itu, Kang Rey berharap masyarakat sabar dan jangan tergoda provokasi. Pemerintah katanya tetap hadir, asal yang diurus juga mau diurus. Kalau tidak, ya jangan salahkan kalau bantuan berubah jadi wacana.

Berita ini telah dimuat berdasarkan laporan dari KOTASUBANG.com.

Operasi Palsu Regent! Polisi Subang Bongkar Dapur Rahasia Si ‘Ahli Campur’ Pestisida

pemalsuan pestisida di Subang
Foto: indometro.id

SUBANG – Ada-ada saja kelakuan manusia zaman sekarang. Kalau biasanya dapur jadi tempat ibu masak rendang, nah yang ini justru jadi “laboratorium dadakan” buat nyampur pestisida! Tapi jangan salah, ini bukan eksperimen sains—melainkan pemalsuan kelas berat yang berhasil diungkap Polres Subang.

Kejadian ini terkuak di Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang. Dalam konferensi pers yang digelar Senin, 9 Juni 2025, Plh. Kapolres Subang, Kompol Endar Supriyatna, S.Kom., S.I.K., menyampaikan bahwa pelaku berinisial BMG (46 tahun), warga Binong, diduga mengoplos pestisida merek Regent asli dengan… tadaa!… air 20 liter, pewarna makanan, dan cairan kimia lainnya.

Modusnya? Aduh, jangan ditiru. Campuran cairan itu dikemas ulang ke dalam botol bekas aneka merek pestisida, disegel ulang dengan lem dan solder (iya, solder!), lalu ditempeli label palsu. Kalau dilihat sekilas, mungkin lebih rapi dari kemasan asli. Tapi ingat, cantik di luar belum tentu aman di ladang!

“Campuran tersebut dikemas ulang ke dalam botol bekas pestisida berbagai merek yang disegel ulang menggunakan lem dan solder, lalu ditempeli label palsu,” katanya, dengan nada tegas.

Dari dapur mini si pelaku, polisi mengamankan 198 botol Regent palsu (500 ml) yang sudah siap edar, 95 botol Virtako (50 ml) dalam tahap produksi, plus satu jerigen cairan kimia yang entah berasal dari planet mana. Tak ketinggalan, 316 botol kosong, 430 tutup botol, dua bundel stiker palsu, dan satu set alat produksi lengkap mulai dari setrika sampai lakban. Duh, lengkap banget kayak lagi mau buka stan pameran.

Tapi ya, sepintar-pintarnya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Kini BMG harus berhadapan dengan Pasal 123 Jo Pasal 77 Ayat (1) UU No. 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan/atau Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) huruf e UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumannya? Penjara maksimal 7 tahun atau denda sampai Rp5 miliar! Gagal panen, gagal kaya.

Berita ini telah tayang di portal berita indometro.id dengan judul asli “Polres Subang Ringkus Pelaku Pemalsuan Obat-obatan Pertanian, Regent dan Virtako.”

Recent Posts