suarasubang.com — Sebanyak 5.000 warga di Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, mendesak pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan Ciasem. Jalur tanah sepanjang 3 kilometer tersebut kini kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan warga.
Akses utama ini menghubungkan Dusun Kaliaren di Desa Sukamandi Jaya dengan Dusun Tanjung Asem di Desa Ciasem Tengah. Sayangnya, infrastruktur di pelosok Subang ini masih berupa tanah merah yang menyulitkan mobilitas harian masyarakat.
Lumpuhkan Ekonomi Pertanian
Kondisi jalan yang buruk ini berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian yang menjadi gantungan hidup warga. Saat musim hujan, jalur tersebut berubah menjadi kubangan lumpur licin yang memutus total aktivitas ekonomi.
Sebaliknya, debu pekat menyelimuti pemukiman warga ketika musim kemarau tiba. Oleh sebab itu, masyarakat menagih janji pemerintah untuk menyediakan akses jalan yang layak dan aman.
Desak Perhatian Bupati dan Gubernur
Kepala Dusun Kaliaren, Carmitop, mengungkapkan bahwa usulan perbaikan sudah berulang kali diajukan melalui mekanisme formal. Namun, hingga kini ribuan nyawa di dua desa tersebut masih harus bertaruh nyawa menghadapi medan yang rusak.
Selanjutnya, ia merinci terdapat 5.000 jiwa penduduk aktif yang bergantung sepenuhnya pada keberadaan jalan permanen. Angka tersebut mencakup 3.200 warga Dusun Kaliaren dan 1.800 warga Dusun Tanjung Asem.
Masyarakat sangat berharap Bupati Subang maupun Gubernur Jawa Barat segera mengalokasikan anggaran pembangunan. Perbaikan infrastruktur ini merupakan kebutuhan vital demi menjamin keselamatan dan kepastian ekonomi warga Ciasem.








