Beranda Berita Subang Cara Pupuk Kujang Bantu Petani Subang dari Serangan Wereng

Cara Pupuk Kujang Bantu Petani Subang dari Serangan Wereng

IMG-20211014-WA0035.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Petani Subang merasa terbantu dengan adanya Pupuk Kujang. Serangan wereng yang menjadi momok menakutkan bagi petani dapat dihalau.

Petani asal Ciasem Subang bernafas lega karena akhirnya sawah mereka selamat dari serangan wereng.

Saat padi yang mereka tanam berumur 38 hari, wereng dan penggerek batang datang dengan culas, mengancam padi yang mereka rawat dan tanam dengan penuh kasih sayang.

“Awalnya sempat khawatir karena wereng adalah ancaman nyata, namun berkat bantuan dari tim Makmur Pupuk Kujang, serangan hama bisa ditanggulangi, dan padi tumbuh baik hingga saat ini,” kata Nursoleh, Ketua BUMDES Ciasem, Subang, Kamis (14/10/2021).

Nursoleh paham betul kondisi sawah para peserta program Makmur di Ciasem. Sebab, BUMDES berperan sebagai collective agent saat panen di lapangan. Selain itu, BUMDES diberi peran sebagai verifikator saat pengumpulan data, sosialisasi, pembagian pupuk dan biaya tanam.

BACA JUGA:  DPRD Subang Gelar Paripurna KUA PPAS APBD Perusahaan Tahun 2021

Nursoleh bercerita, sawah yang selamat tersebut adalah sawah milik H Muhidin, salahseorang petani peserta program Makmur di Ciasem, Subang. Sawah seluas 2 hektare miliknya digarap bersama Tim Makmur Pupuk Kujang.

Menanam padi jenis Pandan Wangi sejak 3 bulan lalu, saat ini kondisi tanaman terpantau baik. Sebab, di sawah tersebut diaplikasikan berbagai nutrisi tanaman non subsidi yang terbukti bisa meningkatkan hasil panen.

Dia menuturkan, di sawah H Muhidin, Tim Makmur mengaplikasikan pupuk Nitrea, NPK 30-6-8 Pupuk Kujang yang legendaris dan KCL.

BACA JUGA:  Sah ! Nenden Setiawati Jabat Kadis Pertanian Subang

“Dengan berbagai pupuk non subsidi tersebut, tanaman padi terpantau tumbuh lebih baik dari sebelumnya saat petani di sini menggunakan pupuk subsidi,” katanya.

Saat ini, secara kasat mata, padi di sawah tersebut rumpunnya tumbuh lebih banyak, jumlah malai bercabang banyak sangat merunduk karena bulir-bulir padi tumbuh dengan montok dan nampak berisi.

“Bulir tumbuh hingga punduk malai. Kalau padi terlihat tumbuh sebaik ini, kami optimistis hasil panen akan sangat baik,” katanya.

Melihat tanaman padi di sawah H Muhidin yang tumbuh baik, sejumlah petani lain di Ciasem mulai menunjukkan ketertarikan kepada program Makmur. Nursoleh menuturkan, setidaknya sudah ada sejumlah petani dengan luas 20 hektare sawah berminat ikut program Makmur.

BACA JUGA:  Kang Jimat Ingin Tanaman Porang dan Stevia Dikembangkan di Subang

“Ketertarikan itu muncul setelah petani melihat padi di sawah peserta program Makmur yang tumbuh baik,” kata Nursoleh.

“Karena petani itu biasanya semakin percaya setelah melihat bukti. Makanya jelang panen saat ini, para petani memperhatikan betul hasil panen para peserta program Makmur,” tambahnya.

Program Makmur yang diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir merupakan upaya peningkatan kesejahteraan petani yang dijalankan Pupuk Indonesia bersama seluruh anak perusahaannya, termasuk Pupuk Kujang. Sebelumnya, program tersebut bernama Agrosolution.