Beranda Berita Subang Pembangunan Sekolah Rakyat Subang Menanti Pusat

Pembangunan Sekolah Rakyat Subang Menanti Pusat

suarasubang.com – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat Subang hingga saat ini masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat. Meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang telah mengusulkan dua lokasi potensial, Kementerian Sosial (Kemensos) masih terus melakukan kajian teknis. Akibatnya, titik koordinat utama untuk memulai konstruksi fisik belum dapat ditetapkan oleh pemerintah pusat secara resmi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Saeful Arifin, menyatakan bahwa pihaknya merekomendasikan kawasan Islamic Centre dan wilayah Ranggawulung sebagai lokasi layak. Selain itu, pemerintah daerah berencana menjajaki peluang kerja sama dengan pihak PTPN untuk penyediaan lahan alternatif di masa mendatang. Saeful menegaskan bahwa hingga komunikasi terakhir dengan Kemensos, belum ada kesepakatan tertulis mengenai lokasi mana yang akan digunakan.

BACA JUGA:  Air Bersih Subang: Strategi Perumda TRS Penuhi Hak Warga

Kehadiran Sekolah Rakyat sangat dinantikan oleh masyarakat, khususnya bagi keluarga dengan kategori miskin ekstrem. Program unggulan Kemensos ini menyediakan fasilitas pendidikan gratis berasrama untuk anak yatim piatu, anak jalanan, hingga mereka yang putus sekolah. Di samping pendidikan formal SD hingga SMA, sekolah ini juga memfokuskan kegiatannya pada pembangunan karakter dan keterampilan hidup bagi para siswanya.

BACA JUGA:  Identitas Mayat di Selokan Garut Ternyata Warga Subang

Pemerintah pusat juga telah mengambil langkah konkret dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memadai. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebutkan bahwa proses rekrutmen PPPK untuk ribuan guru telah dibuka secara resmi. Sebanyak 5.127 formasi tersedia guna mendukung kelancaran operasional program pendidikan ini di seluruh Indonesia. Pendaftaran seleksi tersebut sudah berjalan sejak tanggal 8 hingga 14 Juni 2026.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memaparkan bahwa progres pembangunan secara nasional telah menyentuh angka 78 persen. Pihaknya merasa optimis bahwa gedung sekolah setidaknya bisa digunakan secara fungsional pada tahun ajaran baru di bulan Juli mendatang. Namun, tantangan utama di lapangan sering kali berupa akses jalan yang tidak layak bagi kendaraan alat berat proyek.

BACA JUGA:  PT Dahana Tawarkan Layanan Disposal di IPA Convex 2026

Oleh karena itu, para kontraktor harus memberikan upaya ekstra untuk memperbaiki infrastruktur jalan terlebih dahulu. Hal ini penting agar distribusi material bangunan dapat berjalan lancar ke titik lokasi proyek. Dengan persiapan SDM dan infrastruktur yang matang, diharapkan Sekolah Rakyat dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat Subang.