Beranda blog Halaman 92

Raisya Kecil, Bocah Tangguh dari Subang yang Dapat Kunjungan Spesial dari Kadinkes

bantuan untuk Raisya Subang

SUBANG – Di balik gemerlap cahaya kota dan hiruk pikuk rutinitas, ada kisah hangat dari sebuah desa di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Seorang bayi perempuan berusia 8 bulan bernama Raisya mencuri perhatian Kadinkes Subang, dr Maxi, S.H, M.H.Kes, yang langsung datang menjenguk dan memberi bantuan pada Selasa, 24 Juni 2025.

Anak dari pasangan Rasidin (55 tahun) dan Naisah (47 tahun) ini bukan bayi biasa. Raisya adalah pejuang cilik yang tengah bergulat dengan kondisi down syndrome, infeksi paru-paru, dan kebocoran jantung. Meski tubuhnya kecil, perjuangannya besar, dan perhatian pun datang dari para petinggi daerah.

Kunjungan Kadinkes ini bukan dadakan seperti hujan sore hari yang tak diundang. Beliau datang sesuai arahan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi. Misinya jelas: memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat, termasuk Raisya yang sedang bertarung dengan kondisi medisnya.

Saat menjenguk, dr Maxi memberikan kabar baik. Raisya sudah ditangani dengan baik oleh tim medis di RSHS Bandung dan akan kembali kontrol ke sana keesokan harinya. Supaya Raisya dan orang tuanya tidak mondar-mandir capek di jalan, mereka juga difasilitasi Rumah Singgah Kabupaten Subang yang letaknya tak jauh dari rumah sakit.

Namun perjuangan Raisya belum selesai. RSHS Bandung berencana merujuknya ke RS Harapan Kita di Jakarta karena kondisi kebocoran jantungnya cukup signifikan. Tapi tenang, Raisya tak akan berjuang sendiri—bantuan dan fasilitas tetap mengiringi langkah kecilnya.

Di sela-sela suasana haru, Kadinkes menyuntikkan semangat untuk kedua orang tua Raisya. “Ibu jangan putus asa, bapak terus semangat. Mudah-mudahan Raisya bisa sehat dan besar,” ujarnya penuh empati. Kalimat sederhana, tapi bisa jadi bahan bakar semangat bagi orang tua yang tengah diuji.

Sang ibu, Naisah, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih kepada Kadinkes dan jajaran Puskesmas Pusakanagara. “Kami sangat ingin punya anak perempuan. Terima kasih bapak dan ibu telah jenguk dan beri bantuan,” ucapnya penuh haru.

Dari balik rumah sederhana di Desa Kalentambo, semangat hidup terus menyala. Raisya mungkin masih bayi, tapi kisahnya sudah mengajarkan kita satu hal: bahwa harapan tak pernah kehilangan tempatnya, selama ada kepedulian dan cinta yang menyertainya.

Subang Bersatu: Dari Donor Darah hingga Donasi Miliaran untuk Palestina!

Subang Bela Palestina

SUBANG — Kalau hari Minggu biasanya jadi waktu rebahan nasional, beda halnya dengan ribuan warga Subang pada 22 Juni 2025 lalu. Mereka tumpah ruah di Alun-alun Subang, bukan untuk nonton konser biasa, tapi untuk aksi yang luar biasa: “Subang Bersatu untuk Palestina Merdeka”.

Diiringi semangat kemanusiaan dan irama khas Wali Band, kegiatan ini jadi kombinasi unik antara aksi damai dan konser amal. Dan bukan cuma nyanyi-nyanyi saja, lho. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Subang pun ikut tampil, bukan dengan gitar, tapi dengan kantong darah!

“Kami berhasil mengumpulkan 51 kantong darah dari 60 pendaftar. Sembilan orang nggak bisa donor karena alasan medis, salah satunya hipertensi,” ungkap H. Dally Kardilan, Kepala Markas PMI Subang, mewakili Kepala UTD PMI Subang dr. Achmad Nasuhi.

Kalau darahnya dibikin komposisi seperti es campur, isinya lengkap juga: 19 kantong golongan A, 12 B, 14 O, dan 6 AB. Lengkap, tinggal dikasih es batu aja—eh, maksudnya siap disalurkan ke yang membutuhkan.

Tidak berhenti di urusan donor, suasana haru juga terasa saat Dally mengabarkan hasil penggalangan dana, “Alhamdulillah, terkumpul donasi Rp1.140.110.743,00 dan logam mulia 2,5 gram. Semoga semua yang hadir dan berdonasi dicatat sebagai amal ibadah.” Aamiin ya robbal alamin!

Kegiatan ini sudah heboh bahkan sebelum ayam berkokok. Massa aksi berdatangan sejak pukul 04.00 WIB. Mereka shalat subuh berjamaah, berdzikir, hingga sarapan bareng. Subang pagi itu bukan hanya adem karena angin pagi, tapi juga karena hangatnya solidaritas.

Sebagai bentuk penolakan terhadap genosida yang dilakukan Israel di Palestina, aksi ini diwarnai dengan penggalangan dana secara door to door. Petugas menyusuri kerumunan, membawa kencleng, dan tak lupa tiap stand UMKM pun diberi kotak amal.

Dan hasilnya? Fantastis! Donasi mencapai angka Rp1.120.000.000. Ternyata, kalau solidaritas dibumbui kreativitas, hasilnya bisa setajir itu!


Frasa kunci utama:
Deskripsi meta: Aksi damai dan konser amal di Subang berhasil kumpulkan donasi Rp1,1 miliar dan 51 kantong darah. Warga tumpah ruah bela Palestina bersama PMI dan Wali Band.

Tag: Subang Bela Palestina, konser amal Wali Band, PMI Subang donor darah, donasi Palestina, aksi kemanusiaan Subang

Kapolres Subang Pulang dari Tanah Suci, Disambut Apel dengan Aroma Haru dan Loyalitas Tingkat Dewa

Kapolres Subang

SUBANG — Pagi yang cerah di Lapangan Apel Tatag Trawang Tungga, Senin (23/6/2025), bukan hanya tentang deretan seragam rapi dan barisan tegap. Ada yang lebih hangat dari matahari—sambutan para personel Polres Subang untuk Kapolres mereka, AKBP Ariek Indra Sentanu, yang baru saja menuntaskan ibadah di tanah suci.

Tak kurang dari 250 personel hadir. Mulai dari Wakapolres, PJU, Kapolsek seantero jagat Subang, perwira, hingga para penjaga garda terdepan. Suasana apel pun berubah jadi semacam reuni akbar dengan suasana kekeluargaan yang manis—semanis kurma di Madinah.

Dengan suara mantap dan gaya khasnya yang bersahaja namun berwibawa, Kapolres Ariek menyampaikan rasa terima kasih tulus. Katanya, selama beliau beribadah, situasi di wilayah hukum Polres Subang tetap adem-ayem, tak ada huru-hara, tak ada ribut-ribut—semua tetap kondusif.

“Saya ingin berterima kasih, kepada rekan-rekan semua, karena selama saya melaksanakan ibadah di tanah suci, wilayah hukum Polres Subang dalam keadaan aman dan kondusif. Ini semua berkat kerja sama dari seluruh personel,” ujar AKBP Ariek.

Tak cuma soal rasa syukur, Kapolres juga menyelipkan pesan yang menusuk tapi menyejukkan: pentingnya loyalitas! Bukan cuma loyal ke bos atau ke institusi, tapi juga ke diri sendiri dan pekerjaan. Bahasa sederhananya: jangan cuma rajin kalau dilihat atasan, tapi tetap tulus meski tak terlihat.

“Saya mengucapkan terima kasih, karena rekan-rekan telah menunjukkan loyalitas kepada pribadi saya, kepada pimpinan, dan kepada pekerjaan masing-masing,” tambahnya.

Nah, karena masa tugasnya tak lama lagi akan berganti halaman, Kapolres Ariek pun menabur pesan perpisahan. Tapi jangan salah, ini bukan tangisan ala sinetron. Ini semacam nasihat hangat dari seorang pemimpin yang ingin meninggalkan jejak bukan hanya di jabatan, tapi di hati.

“Apa yang baik dari saya, silakan dilaksanakan. Jika ada yang kurang baik, tidak perlu diikuti. Siapapun nanti yang menjabat sebagai Kapolres, jaga terus kekompakan,” tutupnya.

Sebuah apel yang bukan sekadar formalitas, tapi perayaan diam-diam tentang dedikasi, ketulusan, dan ikatan yang tidak dibuat-buat. Polres Subang, tampaknya, tidak hanya kuat di lapangan, tapi juga solid di hati.

Subang Berkah Prestasi! Bupati Hadiahi Kafilah MTQH dengan Uang Kadedeuh

Kafilah MTQH Subang 2025

Subang – Subang kembali bersinar, bukan karena matahari, tapi karena cahaya prestasi anak-anak Qur’ani! Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-XXXIX tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025, kafilah dari Kabupaten Subang sukses menorehkan prestasi gemilang.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP.—yang biasa tampil kalem tapi penuh semangat ini—langsung menyerahkan penghargaan kepada para juara. Acaranya berlangsung pada Senin, 23 Juni 2025, di ruang kerja Bupati. Momen ini tak ubahnya seperti seremoni Oscar versi Qur’ani, lengkap dengan tepuk tangan dan senyum bangga.

“Prestasi ini bukan sulap bukan sihir. Ini hasil dari dedikasi, latihan konsisten, dan kerja sama tim yang kompak!” ujar Bupati Reynaldy, penuh haru tapi tetap kece.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Daerah Subang membagikan uang pembinaan alias kadedeuh. Moh. Aryadi yang meraih Juara II Kaligrafi Kontemporer langsung diganjar Rp20 juta. Uangnya asli, bukan gambar di kaligrafinya!

Sementara itu, trio hebat—Ahmad Subhani (Kaligrafi Digital Putra), Iffah Nurhalimmah (Kaligrafi Digital Putri), dan Anisa Febriani (Hadits 100 dengan Sanad)—masing-masing mendapat Rp10 juta. Cuan dan Qur’an, ternyata bisa akur!

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd., juga hadir meramaikan. Beliau tidak hanya senyum-senyum, tapi juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas dukungan Pemda. “Capaian ini adalah awal yang baik. Kita harus terus menjaga semangat pembinaan,” katanya sambil membakar semangat hadirin.

Peringkat ke-11 dari 27 kabupaten/kota memang belum podium utama, tapi ini sudah seperti naik kelas dari bangku belakang ke baris tengah. Dan kata Pak Badruzaman, Subang siap naik panggung besar MTQH berikutnya!

Acara ini juga dihadiri para pengurus LPTQ Kabupaten Subang. Jangan bayangkan rapat kaku—suasana penuh semangat, layaknya briefing tim futsal sebelum final.

Dengan kolaborasi manis antara Pemda, Kemenag, dan LPTQ, mimpi Subang untuk jadi gudang generasi Qur’ani unggul makin terang. Semoga ke depan, Subang tak hanya harum oleh nanas, tapi juga oleh prestasi anak-anak Qur’an!

50 Remaja Subang “Digembleng” di Lanud Suryadarma: Bukan Hukuman, Tapi Awal Perubahan!

pelatihan karakter siswa Subang

Subang — Senin pagi yang biasanya hanya diiringi kopi dan kabut tipis, kali ini berubah jadi panggung semangat dan harapan baru. Sebanyak 50 siswa SMP dari Kabupaten Subang resmi diberangkatkan ke Lanud Suryadarma Kalijati. Tapi tunggu dulu, ini bukan kirim-kirim sembako atau kunjungan wisata, ya. Mereka akan mengikuti program pelatihan karakter dan bela negara. Serius, bukan main!

Apel pagi yang mengawal keberangkatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi—alias Kang Dedi—di halaman Kantor Bupati Subang, Senin (23/06/2025). Yang hadir? Lengkap! ASN, pejabat, TNI-Polri, dan tentu saja, para calon peserta pelatihan yang wajahnya campur aduk antara grogi dan penasaran.

Di tengah deretan barisan, digelar juga penandatanganan Berita Acara Serah Terima Peserta Didik antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang dan Lanud Suryadarma. Yang bertandatangan? Tak tanggung-tanggung—ada Bupati Subang Kang Rey alias Reynaldy Putra Andita, Kepala Dinas Pendidikan Ibu Nunung Suryani, serta Komandan Lanud Suryadarma. Serius dan sah, bukan sekadar basa-basi.

Kang Dedi, dalam amanatnya yang tajam tapi tetap dengan gaya khasnya yang suka nyelekit, menyuarakan kegelisahan. “Anak sekarang lebih dekat dengan HP daripada orang tuanya,” cetus beliau. Waduh, kena semua nih! Kalau dibiarkan, kata Kang Dedi, masa depan bangsa bisa tergerus bukan oleh badai, tapi oleh scrolling TikTok tanpa henti.

Tak cuma itu, struktur birokrasi pemerintahan juga kena semprot. Terlalu gemuk, kata beliau, dan kebanyakan anggaran habis di kertas, bukan rakyat. Lalu, Kang Dedi angkat topi—secara verbal—untuk Lanud Suryadarma yang dianggap bisa bersih, tertib, dan disiplin tanpa embel-embel dana jumbo. “Yang penting itu keteladanan, bukan anggaran,” katanya. Nyess!

Usai apel, suasana jadi hangat dan penuh haru. Kang Dedi mendekati satu per satu siswa. Dialog pun mengalir. Ada yang ngaku pernah tawuran, ada yang spesialis bolos, bahkan ada yang keasikan main HP di… makam! Wah, level rebahan mereka bukan main.

Namun, momen ini justru jadi titik balik. Kang Dedi menegaskan, “Anak-anak ini bukan dikirim untuk dihukum, tapi untuk dididik.” Ini bukan reality show bertahan hidup, tapi investasi sosial untuk masa depan. Ia juga menyampaikan bahwa perubahan butuh kerjasama: guru, orang tua, dan pemerintah harus satu frekuensi.

Bupati Subang, Kang Rey, menyambut program ini dengan tangan terbuka dan hati penuh harap. Ia percaya bahwa meski latar belakang anak-anak ini berwarna-warni seperti pelangi, mereka semua pantas dapat kesempatan kedua. “Mereka semua punya masa depan,” ujarnya mantap.

Dan tentu, pendidikan karakter bukan urusan sekolah semata. “Ini kerja bareng, tanggung jawab kita semua,” pesan Kang Rey, mengingatkan bahwa mendidik anak bukan seperti kirim paket J&T—setelah diantar, langsung lepas tangan.

Program ini adalah harapan, bukan hukuman. Dan siapa tahu, dari Lanud Suryadarma, kelak lahir generasi emas yang bisa membuat Indonesia bangga, bukan sekadar trending di media sosial.

120 Mahasiswa IPB “Turun Gunung” ke Subang, KKN Tematik Bawa Misi Inovasi dan Kehangatan Sosial!

KKN Tematik IPB Subang

SUBANG – Ada yang rame-rame di Subang nih! Bukan pasar malam, bukan pula konser dadakan. Tapi, rombongan 120 mahasiswa IPB University yang datang dengan semangat membara, siap membaur dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi. Bukan sekadar magang atau piknik akademik, tapi ini serius—mereka membawa tema kece: Pengembangan Berkelanjutan Agromaritim, untuk Mencapai Sosio Resilience.

Lokasinya? Tiga kecamatan jadi panggung utama: Pagaden, Pagaden Barat, dan Cisalak. Dengan 15 desa yang siap jadi ladang inovasi, para mahasiswa dibagi menjadi kelompok kecil berisi delapan orang dari jurusan berbeda. Jadi, bukan cuma kerja tim, tapi juga kerja lintas fakultas—semacam Avengers, tapi versi kampus pertanian!

Dr. Erianto Indra Putra, sang dosen pembimbing lapangan, menegaskan bahwa misi mereka tak sebatas ngejalanin program. Lebih dari itu, katanya, “Harapan kami, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat, bisa memberikan pemanfaatan yang unggul dan membekas.” Alias, jangan cuma datang, foto-foto, terus pulang. Tapi benar-benar memberi kesan dan manfaat!

Nah, sambutan hangat juga datang dari Wakil Bupati Subang, Kang Akur. Sosok yang sudah langganan nyambut mahasiswa IPB sejak 2018 ini bilang, “Ini bentuk kemitraan yang konsisten, dan patut kita jaga.” Waduh, jadi makin romantis ya hubungan IPB dan Subang—kayak pasangan yang setia sejak kuliah!

Tapi Kang Akur nggak cuma senyum-senyum manis. Beliau juga nitip pesan penting: mahasiswa harus nyetel alias adaptif sama kondisi sosial dan budaya setempat. Jangan sok ilmuwan tapi nggak nyambung sama warga. Karena, katanya, “Subang hari ini sedang bergerak menuju industrialisasi, namun tetap menjaga posisinya sebagai lumbung padi nasional.”

Dan yang bikin hati makin hangat, di akhir sambutannya, Kang Akur melempar petuah ala motivator level kabupaten, “Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Jangan hanya hadir secara fisik, tapi hadir juga secara emosional dan sosial.” Duh, meleleh, Kang…

Acara ini ditutup secara resmi lewat penandatanganan serah terima peserta KKN dari pihak kampus ke pemerintah daerah. Di sana juga hadir Kepala BP4D Subang dan jajaran OPD terkait—lengkap seperti nasi liwet pakai sambel terasi dan tahu goreng!

Ketua DPRD Subang Kutuk Zionis, Serukan Boikot Produk Israel:

suarasubang.com – Ketua DPRD Kabupaten Subang, H. Victor Wirabuana, menyampaikan pernyataan tegas mengutuk kekejaman Zionis Israel dalam aksi Bela Palestina dan Konser Amal yang digelar di Alun-alun Pemkab Subang, Minggu, 22 Juni 2025. Dalam orasinya yang menggugah, Victor menegaskan bahwa penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina adalah kejahatan kemanusiaan yang harus dilawan secara konsisten.

Dalam kesempatan tersebut, Victor menyuarakan sikap resmi lembaga legislatif tertinggi di Kabupaten Subang, bahwa pihaknya akan terus berdiri bersama rakyat Palestina.

“Kami dari DPRD Kabupaten Subang menyatakan sikap tegas: akan selalu membersamai perjuangan rakyat Palestina. Tidak hanya hari ini, tetapi selama penjajahan itu masih berlangsung,” tegasnya di hadapan ribuan peserta yang hadir.

Ia menambahkan bahwa tragedi kemanusiaan di Gaza bukan sekadar konflik geopolitik, melainkan bentuk nyata pelanggaran hak asasi manusia dan amanat konstitusi yang harus diperjuangkan.

Poin penting dalam orasi Ketua DPRD Subang ini adalah seruan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Zionis Israel. Menurut Victor, langkah sederhana seperti kesadaran dalam berbelanja dapat menjadi bentuk nyata perlawanan sipil.

“Kita bisa mulai dari kesadaran belanja sehari-hari. Jangan dukung ekonomi yang menopang penjajahan. Ini bentuk kecil tapi bermakna dari solidaritas kita,” ujarnya.

Aksi yang digagas oleh Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB) ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya:

  • Bupati Subang Reynaldy Putra Andita
  • Anggota DPR RI Elita Budiarti dan Ateng Sutisna
  • Konser Amal bersama Wali Band yang turut menyuarakan solidaritas kemanusiaan.

Acara ini juga menayangkan dokumenter kekejaman Zionis Israel dan melakukan penggalangan dana kemanusiaan, yang hingga siang hari telah mengumpulkan donasi sementara sebesar Rp1,1 miliar, serta 2,5 gram logam mulia, yang akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan terpercaya untuk rakyat Palestina.

Victor menutup orasinya dengan seruan moral:

“Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Ini amanat konstitusi, ini perintah kemanusiaan. Kita tidak bisa diam melihat pembantaian terhadap anak-anak dan warga sipil tak bersenjata. Ini bukan konflik, ini kejahatan,” pungkasnya.

Subang Bersatu, Sampah Tersapu: Aksi Bela Palestina + Konser Amal + Pasukan Orange = Kombinasi Epik!

Aksi Bela Palestina Subang
Foto: lampusatu.com

SUBANG – Ribuan warga Subang tumpah ruah di Alun-alun Subang, Minggu pagi nan penuh semangat (22/6/2025), untuk mengikuti Aksi Damai Bela Palestina plus konser amal bareng Wali Band. Tema acaranya bikin dada berdebar nasionalis: “Subang Bersatu untuk Palestina Merdeka”. Dari lantunan dzikir hingga lantunan lagu, dari sholat subuh berjamaah hingga sarapan bareng, suasananya seperti reuni akbar warga penuh semangat kemanusiaan.

Tapi tunggu dulu, euforia massa biasanya berbanding lurus dengan jejak-jejak sisa bungkus makanan dan plastik bekas minuman. Nah, di sinilah muncul pahlawan tak pakai jubah: pasukan oranye DLH Kabupaten Subang!

Tanpa perlu aba-aba panjang, Dinas Lingkungan Hidup langsung gercep (gerak cepat) menurunkan Tim Saber Sampah. Yaya Sunarya alias Ogi, sang koordinator tim, tampil bak kapten regu pembersih semesta. Katanya, “Iya alhamdulillah jadi kami (DLH Subang) Kolaborasi dengan panitia event. Jadi kami ada persiapkan baik tim dan sarananya.”

Ogi menjelaskan kalau koordinasi dilakukan sejak seminggu sebelumnya. Jadi, timnya sudah siap siaga dengan 2 cator (motor pengangkut sampah), 15 petugas bersemangat, trashbag jumbo, dan senjata pamungkas: sapu lidi sakti mandraguna.

“Sehingga event peduli dan kemerdekaan untuk Palestina dari Subang tidak menyisakan sampah berserakan. Karena tim kami sigap dan langsung bekerja setelah event selesai,” lanjutnya. Kalau saja ada lomba kebersihan pasca-keramaian, DLH Subang bisa boyong piala!

Plt Kadis LH Subang, Iwan Rudianto, juga ikut angkat topi (secara virtual) kepada timnya. Ia menyebutkan bahwa dalam waktu 30 menit saja—yep, hanya setengah jam!—sampah-sampah dari ratusan ribu pengunjung sudah bersih tanpa sisa. Lebih cepat dari mie instan dua porsi.

Aksi bela Palestina kali ini memang bukan sembarang aksi. Dari pukul 4 pagi, masyarakat sudah datang, ikut sholat subuh berjamaah, dzikir bareng, hingga sarapan damai. Semua bersatu menyuarakan penolakan terhadap genosida Israel atas Palestina, dengan harapan doa dan solidaritas bisa menembus batas-batas benua.

Yang tak kalah membanggakan, aksi ini juga menjadi konser amal yang berhasil menggugah dompet-dompet warga. Petugas keliling bagai “sales sedekah” dan kotak amal berjajar di seluruh stand UMKM. Hasilnya? Fantastis. Donasi mencapai Rp1,12 miliar! Iya, M-I-L-I-A-R, bukan typo.

Dari konser hingga kebersihan, dari sholat subuh hingga gotong royong, acara ini bukan cuma jadi penggerak nurani, tapi juga bukti bahwa solidaritas tak pernah kehabisan energi—apalagi kalau diiringi sapu lidi dan semangat persatuan.

Berita ini telah dimuat di lampusatu.com dengan judul “Pasukan ‘Orange’ DLH Subang Langsung Gercep Sapu Bersih Sampah Usai Aksi Bela Palestina dan Konser Amal di Alun-Alun Subang”.

Subang Serius Jadi Lumbung Padi: “Kang Akur” Tanam Padi Bareng Alumni IPB, Pakai Alat Canggih!

Contract Farming Subang 2025
Foto: bewara.co.id

SUBANG – Kalau biasanya tanam padi pakai caping dan lumpur di kaki, kali ini beda, Sobat Tani! Di Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, ada aksi tanam padi yang lebih kekinian—bukan cuma karena teknologinya, tapi juga karena kolaborasinya yang aduhai! Sabtu, 21 Juni 2025, Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi alias Kang Akur, turun langsung ke sawah dalam Program Contract Farming 2025. Serius, tapi santai. Santai, tapi berdampak!

Aksi ini bukan sekadar cangkul-cangkulan. Ini bagian dari gebrakan pertanian modern di Kampung Inovasi IPB, yang sejak 2019 sudah digodok matang oleh para alumni IPB. Bahkan, kata Prof. Suryo Wiyono, Dekan Fakultas Pertanian IPB, program ini sudah melewati tiga level jurus: integrasi, pembentukan kawasan, dan—yang paling keren—penerapan teknologi.

“Kerja sama, sinergi, dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, SBN, dan para petani kami harapkan dapat mendorong pengembangan Kampung Inovasi IPB agar semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat secara luas,” ujar Prof. Suryo.

Nah, makin seru lagi ketika PT Food Station Tjipinang Jaya nimbrung bawa program andalan mereka: Contract Farming. Menurut Direktur PT Food Station, Ir. Karyawan Sunarso, program ini sudah menjalar ke banyak daerah, dan kini Subang jadi bintangnya. Lahan 750 hektare di Kiarasari jadi ladang eksperimen yang menjanjikan!

Subang dipilih bukan karena asal tebak. Tapi karena punya lahan yang menggoda iman—luas, produktif, dan penuh harapan. Makanya, SBN (bukan stasiun TV ya, tapi mitra produksi lokal) dipasangkan sebagai rekan kerja utama.

Kang Akur sendiri nggak ketinggalan menyuarakan rasa syukurnya. “Terima kasih yang sebesar-besarnya tentu yang pertama kepada himpunan alumni IPB yang sudah terus-terusan melakukan inovasi untuk pembangunan di bidang pertanian,” ucapnya penuh semangat. Katanya lagi, para alumni ini sudah ngoprek urusan tani sejak berdiri, dan sekarang makin eksis serta berdampak nyata. Bukan cuma teori, tapi aplikatif dan produktif!

Beliau juga berpesan: jangan puas dulu. “Saya harap inovasi ini bisa direplikasi kepada desa-desa lain… mudah-mudahan nanti di desa lainnya untuk menopang pertahanan pangan sehingga Subang siap terus menjadi lumbung padi nasional ketiga yang akan bisa mengejar Karawang dan Indramayu,” tegasnya.

Tanam padinya nggak pake manual lagi, lho. Kang Akur dan tim tanam bareng pakai mesin transplanter, alias alat tanam padi canggih yang bisa bikin petani tersenyum lebih lebar. Turut hadir pula rombongan penting: dari Kementerian Pertanian, KADIN Jakarta dan Subang, Bulog, TNI-Polri, sampai Kepala Sekolah SMK Pertanian Compreng. Lengkap seperti nasi uduk dengan lauknya!

Jadi, kalau biasanya tanam padi cuma jadi rutinitas, kali ini menjadi panggung inovasi. Dan Subang pun melaju, siap bersaing dengan raksasa pangan nasional lainnya. Jangan heran kalau sebentar lagi ada slogan baru: “Padi Subang, untuk Indonesia Kenyang!”

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber asli dari bewara.co.id dengan judul “Wakil Bupati Subang, Tanam Padi Dalam Program Contrack Farming 2025 di Kampung Inovasi IPB.”

Dari Subang Menggema ke Gaza: Aksi Bela Palestina Tembus Rp1,12 Miliar, Musik Wali Ikut Menggetarkan

Donasi Aksi Bela Palestina Subang
Foto: tintahijau.com

SUBANG — Ada yang luar biasa mengguncang Alun-Alun Pemkab Subang akhir pekan lalu. Bukan konser K-Pop, bukan pula diskon besar-besaran. Tapi… gelombang cinta dan kepedulian untuk Palestina yang bikin hati merinding!

Yup, Aksi Bela Palestina yang digelar Minggu (22/6/2025) itu sukses mengumpulkan donasi fantastis: Rp1,12 miliar! Iya, benar, bukan salah ketik. Angka ini melejit jauh dari sebelumnya yang “hanya” Rp600 juta. Warga Subang, dari yang tua hingga yang muda, dari sekolah hingga perusahaan, rame-rame patungan empati.

“Ini bukan hanya tentang jumlah rupiah. Ini adalah simbol kekuatan empati masyarakat Subang. Dari desa hingga kota, dari anak-anak sekolah hingga para pengusaha, semua menyumbang sesuai kemampuan mereka. Ini luar biasa,” tutur Ketua Panitia, Kodar Udoyono, penuh semangat.

Sejak pagi, ribuan massa datang memadati alun-alun. Poster, bendera Palestina, hingga teriakan “Bebaskan Palestina!” bersahut-sahutan. Rasanya bukan demo biasa, tapi semacam festival kemanusiaan yang bikin merinding sekaligus bangga jadi orang Subang.

Yang bikin suasana makin panas (secara emosional, ya!), adalah kehadiran para tokoh penting: Bupati Reynaldy Putra, Ketua DPRD H. Victor Wirabuana, hingga anggota DPR RI seperti Elita Budiarti dan Ateng Sutisna. Mereka semua menyampaikan orasi lantang: “Subang menolak penjajahan!”

Tapi tunggu dulu, belum selesai… Aksi ini juga dibumbui irama dan lantunan dari Wali Band! Mereka bukan cuma nyanyi manis di atas panggung, tapi juga ikut menyerukan semangat kemanusiaan yang bikin air mata hampir jatuh karena bangga.

“Kami hadir bukan sekadar bernyanyi. Kami ingin menjadi bagian dari gerakan besar rakyat Indonesia yang menolak kezaliman dan membela kemanusiaan,” kata Faank, vokalis Wali band.

Donasi jumbo ini terkumpul dari berbagai cara: konser amal, kotak infak, lelang donasi, hingga transfer-transfer penuh cinta. Dan tenang, duitnya enggak nginep lama-lama. Panitia sudah siap menyalurkannya ke lembaga resmi yang akan memastikan bantuan sampai ke tangan rakyat Gaza — mulai dari makanan, obat, perlengkapan bayi, hingga trauma healing buat para korban.

Semangat warga Subang pun belum akan padam. Posko donasi tetap dibuka di sekolah, masjid, dan kantor-kantor. Masih ada banyak hati yang ingin memberi dan telapak tangan yang siap menyalurkan.

“Kita ingin menjaga semangat ini. Solidaritas terhadap Palestina bukan hanya hari ini, tapi harus menjadi komitmen jangka panjang,” tegas Kodar, tak ingin semangat ini cuma jadi tren TikTok sesaat.

Dengan lantang warga Subang berseru: “Dari Subang untuk Palestina!” Sebuah kabupaten di Jawa Barat menunjukkan, suara kecil pun bisa menggema hingga ke ujung dunia.

Berita ini telah dimuat di tintahijau.com dengan judul “Total Donasi Aksi Bela Palestina di Subang Tembus Rp1,12 Miliar”

Recent Posts