Beranda blog Halaman 864

Tiga Wisatawan Pantai Santolo Keroyok Anggota Polres Garut Hingga Terluka

Pelaku-Pengeroyokan-Anggota-Polisi.jpg

harapanrakyat.com,- Tiga orang wisatawan asal Majalaya, Bandung, mengeroyok anggota polisi Polres Garut. Insiden penganiayaan terhadap aparat itu terjadi di objek wisata Pantai Santolo, Garut, Jawa Barat, Senin (24/04/2023).

Anggota Polres Garut yang menjadi korban pengeroyokan bernama Briptu. Rangga Adi Tubagus. Ia mengalami luka cukup serius dan harus ditangani secara medis.

Tiga pemuda yang melakukan pengeroyokan itu masing-masing berinisial RE, DLS, dan AA, semuanya warga Majalaya, Bandung. Ketiga wisatawan ini nekad menganiaya anggota polisi berseragam lengkap.

Sementara, korban Briptu. Rangga Adi Tubagus berdinas di Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Garut, yang bermarkas di Pantai Santolo.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran, KAI Daop 2 Bandung Mulai Rasakan Lonjakan Penumpang Kereta Api

AKBP. Rio Wahyu Anggoro, Kapolres Garut menjelaskan, insiden itu terjadi pada Senin tanggal 24 April 2023. Saat itu korban berniat melerai keributan para pelaku dengan pemilik toko yang ada di kawasan Pantai Santolo.

“Korban berusaha melerai keributan ketiga pria ini. Namun bukan menurut saat akan didamaikan, mereka malah menganiaya anggota kami,” kata Rio Wahyu Anggoro, Rabu (26/04/2023), di Mapolres Garut.

Ia juga menjelaskan, ketiga pelaku tersebut dalam pengaruh alkohol. Pihaknya pun tetap memproses atas penganiayaan ini dengan pasal berlapis.

“Saat kejadian ketiga pelaku mabuk dalam pengaruh alkohol. Kita jerat pasal berlapis dan melawan terhadap penegak hukum dengan ancaman 7 tahun penjara,” jelasnya.

Korban kini masih menjalani perawatan medis. Sementara ketiga pelaku mau tak mau harus bermalam di balik jeruji besi Mapolres Garut. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Ini Jalur Bebas Macet Menuju Obwis Pangandaran Saat Libur Lebaran

Jalur-Bebas-Macet.jpg

harapanrakyat.com,- Untuk menghindari kepadatan kendaraan menuju objek wisata di Pangandaran saat libur Lebaran, ada beberapa jalur bebas macet yang dapat dilalui oleh wisatawan.

Setiap momen libur seperti Lebaran, beberapa objek wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, selalu dipadati wisatawan. Karena itu, untuk menghindari kemacetan, wisatawan bisa menggunakan jalur alternatif.

Kasat Lantas Polres Pangandaran AKP. Asep Nugraha mengatakan, wisatawan yang datang dari Tasikmalaya, Ciamis dan Bandung bisa menggunakan jalur bebas macet melalui Jalan Raya Banjarsari.

Kemudian masuk dari pertigaan Cikohkol menuju arah Langkaplancar, Bunguraya. Lalu masuk ke Jalan Raya Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, selanjutnya masuk ke Jalan Raya Cijulang-Pangandaran.

“Dari pertigaan Cikohkol Banjarsari belok kanan ke arah Langkaplancar. Nantinya tembus ke wilayah Selasari dan masuk lagi Jalan Raya Cijulang-Pangandaran,” terang Asep Nugraha, Rabu (26/04/2023).

Baca Juga: Kebun Binatang Bandung Hadirkan Fasilitas Baru Khusus Libur Lebaran

Beberapa Jalur Bebas Macet Menuju Pangandaran

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Cecep mengatakan, jalur alternatif bukan hanya jalur Banjarsari-Cikohkol saja. Namun, ada beberapa jalur bebas macet lainnya untuk menuju Kabupaten Pangandaran.

“Bisa masuk melalui Jalan Raya Manonjaya-Cineam via Gunung Singkup, Desa Bojongkondang. Lalu masuk ke Jalan Raya Cigugur dan akan tembus ke Jalan Raya Cijulang-Pangandaran nantinya,” kata Cecep.

Atau, lanjutnya, bisa juga masuk dari Kecamatan Salopa Tasikmalaya ke arah Jayasari via Desa Pangkalan. Nanti muaranya masuk ke Jalan Raya Cijulang-Pangandaran.

Menurut Cecep, ada beberapa keuntungan bagi wisatawan yang menggunakan jalur tersebut. Selain bebas macet, wisatawan atau pengendara juga bisa menikmati indahnya alam perbukitan yang masih sangat alami.

“Wisatawan yang lewat jalur alternatif atau jalur bebas macet ini bisa sekalian menikmati indahnya alam perbukitan. Selain itu, kondisi jalannya juga sudah bagus meski ukurannya tidak terlalu lebar,” imbuhnya.

Namun, kata Cecep, yang bisa menggunakan jalur ini hanya kendaraan kecil dan sedang saja. Sedangkan untuk kendaraan ukuran besar seperti bis belum bisa lewat. Jika tidak mau antri atau kena macet, bisa coba lewat jalur alternatif tersebut. (Ceng/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Soal PTSL di Ciamis, Oih; Jika Dipungut Lebih dari Rp 150 Ribu, Laporkan! 

Oih-Burhanudin.jpg

Anggota Komisi A DPRD Ciamis, Oih Burhanudin, mengaku siap menampung aspirasi dari warga jika ada pungutan biaya program PTSL di Ciamis lebih dari Rp. 150 ribu.

“Kalau ada, kami siap menampung aspirasi masyarakat, memanggil pemerintah desa ataupun Kantor ATR/ BPN Ciamis untuk melakukan klarifikasi,” katanya.

Oih menjelaskan, PTSL merupakan program sertifikasi tanah gratis dari pemerintah. Akan tetapi, berdasarkan SKB tiga menteri, ada batas maksimal biaya yang dipatok untuk pengurusan Pra-PTSL.

“Sesuai SKB tiga menteri, untuk Jawa-Bali memang sudah paling murah, yakni Rp. 150 ribu,” katanya, Rabu (26/04/2023). 

Sebelumnya, Oih Kantor ATR/ BPN atau Pemerintah Desa atau panitia sebagai pelaksana di lapangan, harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu. 

Menurut Oih, panitia pelaksana juga harus memberikan informasi yang jelas dan detail kepada warga pemohon tentang penggunaan uang Rp. 150 ribu tersebut.

“Panitia wajib mensosialisasikan secara rinci, uang Rp. 150 ribu itu dipake kegiatan apa saja, sehingga tidak ada miskomunikasi,” tuturnya. 

Merujuk pada ketentuan yang ada, Oih menambahkan, uang Rp. 150 ribu tersebut digunakan untuk membiayai panitia dalam proses penyiapan atau Pra-PTSL.

“Mulai dari pengadaan patok, dokumen dan operasional petugas di desa atau kelurahan. Biaya selain itu, ditanggung pemerintah,” katanya. (Fahmi/R4/HR-Online)

Bupati dan Wakil Bupati Laksanakan Salat Idul Fitri Tingkat Kabupaten Subang Bersama Ratusan Warga

Bupati dan Wakil Bupati Laksanakan Salat Idul Fitri Tingkat Kabupaten Subang Bersama Ratusan Warga

Pemerintah Kabupaten Subang menyelenggarakan sholat Idul Fitri 1444 H Tingkat Kabupaten Subang pada Sabtu (22/4) bertempat di Lapang Sepak Bola Rosela Indah Kelurahan Cigadung. Sholat idul fitri dihadiri langsung oleh Bupati Subang, H. Ruhimat yang didampingi oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi dan Sekretari Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si.

Rangkaian kegiatan sholat idul fitri diawali dengan mengumandangkan takbir yang diiringi rampak bedug dari Kecamatan Purwadadi. Sebelumnya telah diselenggarakan lomba festival rampak bedug di Kecamatan Purwadadi yang diikuti oleh 14 kelompok peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Subang.

Tak hanya itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang menyampaikan laporan pengelolaan sementara zakat, infak dan sedekah BAZNAS Kabupaten Subang periode Januari sampai dengan April tahun 2023.

Selanjutnya Bupati Subang memberikan sambutan sebelum dilaksanakan sholat idul fitri. Diawal sambutannya ia menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi dan pemerintah daerah Kabupaten Subang terkait hal-hal yang belum sepenuhnya tuntas.

“Luhur cita-cita kami untuk dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Kami sadari begitu banyak harapan yang belum terwujud, tugas menanti untuk dituntaskan dan mimpi yang igin digapai. Atas nama Pemerintah Kabupaten Subang kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas hal yang belum tercapai di masa kepemimpinan kami,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi masyarakat Kabupaten Subang yang turut memajukan serta mewujudkan Subang Jaya, Istimewa, Sejahtera kepada seluruh pihak yang turut mewujudkan pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan yang aman dan nyaman.

Pada kesempatan tersebut bertindak selaku khatib idul fitri Ketua MUI Kabupaten Subang KH. Abdu Manaf, S.Ag., selaku imam sholat yakni Penyuluh Agaman Kemenag Subang Saepul Malik, S.Ag., dan bertindak selaku bilal H. Dede Rohaedi, S.An yang merupakan pengurus DKM Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang.

Hadiri Lomba Bedug Ke-21 Masjid Besar Baiturrohman, Bupati Subang: Jadikan Sebagai Sarana Syiar Islam

Hadiri Lomba Bedug Ke-21 Masjid Besar Baiturrohman, Bupati Subang: Jadikan Sebagai Sarana Syiar Islam

Bupati Subang H. Ruhimat, menghadiri Grand Final Lomba Bedug ke-21 Masjid Besar Baiturrohman, bertempat di Masjid Besar Baiturrohman, Kecamatan Purwadadi. Selasa, (18/4).

Lomba Bedug ke-21 Masjid Besar Baiturrohman, diikuti oleh 14 Kelompok Peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Subang, dan terbagi dalam 2 kategori, yaitu 5 Kelompok peserta kategori anak-anak, dan 9 Kelompok peserta kategori Dewasa. Untuk Grand Final ini sendiri, telah lolos 4 kelompok peserta dari kedua kategori, sehingga total peserta berjumlah 8 kelompok peserta.

Camat Purwadadi Andri Darmawan, S.STP., MM. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bahagianya, karena kegiatan Lomba Bedug tersebut didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Subang, terbukti dengan hadirnya Bupati pada Grand Final dan Wakil Bupati pada pembukaan.

Andri juga menyatakan rasa syukur atas terlaksananya Lomba Bedug, dimana warga Purwadadi merindukan kegiatan tersebut, terbukti dengan ramainya warga yang menyaksikan Grand Final Lomba Bedug tersebut.

Agenda dilanjutkan dengan Penyerahan secara simbolis hadiah tambahan sejumlah Rp. 8.000.000, dari Bupati Subang, sebagai wujud dukungan dari dirinya terhadap pelaksanaan lomba.

Selanjutnya Bupati Subang H. Ruhimat mengungkapkan rasa bangga atas berlangsungnya kegiatan lomba bedug tersebut.

"Saya betul betul bangga terkait kegiatan lomba ketangkasan menabuh bedug ini." Ungkapnya.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh panitia dan semua unsur yang mendukung terselenggaranya kegiatan Lomba Bedug tersebut.

"Saya atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten Subang, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia, kemudian pengurus DKM serta muspika Kecamatan purwadadi yang bisa menyelenggarakan kegiatan seperti ini." Ujar Bupati Subang.

Selanjutnya, Kang Jimat pun menyatakan bahwa kegiatan Lomba Bedug ini merupakan kegiatan yang positif serta dapat menjadi salah satu sarana syiar agama.

"Tentunya bagi anak-anak maupun yang dewasa, ini sebuah kegiatan yang sangat positif, yang tadinya mungkin tidak karuan dengan adanya kegiatan seperti ini akan melakukan latihan untuk syiar islam." Ujarnya.

Obwis di Kota Banjar Belum Jadi Wisata Alternatif Saat Libur Lebaran, Kenapa?

Objek-Wisata-Lembah-Pajamben-1.jpg

harapanrakyat.com,- Sejumlah objek wisata di Kota Banjar, Jawa Barat, rupanya belum menjadi destinasi wisata alternatif bagi para pengunjung atau wisatawan yang tengah melakukan aktivitas mudik menikmati suasana libur Lebaran Idulfitri 1444 H. 

Beberapa destinasi wisata yang ada di Kota Banjar seperti Situ Leutik di Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, dan Lembah Pajamben di Desa Binangun, Kecamatan Pataruman masih sepi pengunjung. Baik wisatawan lokal maupun dari luar daerah.

Pantauan harapanrakyat.com, Selasa (25/04/2023), hanya terdapat beberapa pengunjung yang masuk ke obyek wisata Situ Leutik. Begitupun dengan obyek wisata Lembah Pajamben, belum ada lonjakan wisatawan yang signifikan.

Kepala Desa Binangun Bubun Sabyan Farid mengatakan, saat libur Lebaran ini belum ada peningkatan signifikan untuk jumlah pengunjung di obyek wisata Lembah Pajamben.

Baca Juga: Terbatas Anggaran, Obwis Situ Leutik Banjar Belum Bisa Tambah Fasilitas Baru

Hanya sekitar 200 pengunjung yang menikmati liburan di lokasi wisata tersebut. Kebanyakan wisatawan yang datang dari lokal daerah. Tempat wisata di Kota Banjar belum menjadi destinasi wisata alternatif bagi pengunjung luar daerah.

“Pengunjung belum begitu signifikan. Paling sekitar 200 orang, rata-rata pengunjung lokal Banjar,” kata Bubun kepada harapanrakyat.com, Selasa (25/04/2023).

Lanjutnya menyebutkan, untuk tiket masuk ke wisata Lembah Pajamben belum ada perubahan dari tarif sebelumnya, yaitu Rp 2.000 untuk anak-anak, dan Rp 3.000 untuk dewasa.

Selain itu, kata Bubun, untuk saat ini juga belum ada penambahan spot wisata terbaru. Hanya penambahan kawasan wisata agro berupa tanaman dan buah.

“Sementara belum ada penambahan spot wahana wisata. Paling penambahan wisata agro atau pertanian seperti buah alpukat dan durian,” jelasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Perahu Pesiar Wisata di Pangandaran Karam Dihantam Ombak, 10 Warga Tasikmalaya Jadi Korban

Perahu-Pesiar-Wisata-di-Pangandaran.jpg

harapanrakyat.com,- Perahu Pesiar Wisata di Pangandaran, Jawa Barat, karam dihantam ombak. Sebanyak 10 orang penumpang asal Tasikmalaya syok.

Peristiwa kecelakaan laut (laka laut) itu terjadi di sekitar perairan objek wisata Pantai Barat Pangandaran, tepatnya Pos 4, Selasa (25/04/2023), sekitar pukul 11.15 WIB.

Kapolres Pangandaran AKBP. Hidayat mengatakan, kronologis kejadiannya sewaktu Perahu Pesiar Sari Laut yang membawa wisatawan dari arah Pantai Pasir Putih menuju pesisir Pantai Barat Pangandaran.

Baca Juga: Puluhan Anak Tersesat di Pantai Barat Pangandaran

“Ketika sekitar kurang lebih 50 meter akan tiba di pesisir, tiba-tiba dari arah belakang perahu datang ombak setinggi kurang lebih 2 meter menghantam bagian belakang perahu. Akibatnya perahu karam dan 10 orang penumpangnya panik,” terang AKBP. Hidayat di Pos Terpadu Poslantas Pangandaran.

Beruntung semua penumpang Perahu Pesiar Wisata di Pangandaran yang karam itu selamat. Petugas gabungan dari Satpolairud Polres Pangandaran, Basarnas, BKO Dit Polairud Polda Jawa Barat, Balawista, nelayan. Serta masyarakat pesisir Pantai Barat Pangandaran berhasil mengevakuasi semua korban.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian laka laut tersebut. Korban yang terdiri dari 4 orang dewasa dan 6 anak-anak kembali ke penginapannya,” jelas AKBP. Hidayat. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Pesta Ngubyag di Panjalu Ciamis, Ajang Silaturahmi dan Hiburan Lebaran

Pesta-Ngubyag.jpg

harapanrakyat.com,- Pesta ngubyag di Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang digelar warga pemudik dari luar daerah dengan masyarakat pada H+4 Lebaran Idulfitri 1444 H setempat berlangsung meriah.

Kegiatan menangkap ikan di kolam tanpa menggunakan alat itu berlangsung di Dusun Citaman, RT 24/10, Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Selasa (25/04/2023).

Atong Hidayat, tokoh masyarakat Desa Sandingtaman mengatakan, untuk mempererat tali silaturahmi antara warga yang mudik dari luar kota dengan masyarakat setempat, pada H+4 Lebaran ini di Dusun Citaman menggelar pesta gubyag. Yaitu menangkap ikan di kolam dengan tangan kosong.

“Pesta gubyag tidak semata-mata untuk mendapatkan ikan. Namun hal yang lebih pentingnya yaitu untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat Dusun Citaman yang datang dari luar kota dengan warga setempat,” terang Atong kepada harapanrakyat.com, Selasa (25/04/2023).

Baca Juga: Mobil Boks Pengangkut Air Mineral Terguling ke Sawah di Ciamis

Pesta ngubyag di Panjalu, tepatnya di Dusun Citaman sudah menjadi kegiatan rutin tahunan pada momen-momen tertentu. Termasuk dalam mengisi hiburan Lebaran Idulfitri.

Dengan adanya pesta gubyag, lanjut Atong, suasana Lebaran Idulfitri 1444 H betul-betul terasa meriah. Sebab semua kalangan, baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa turun ke kolam untuk berebut menangkap ikan.

“Membaurnya masyarakat setempat dengan warga yang mudik dari luar daerah membuat rasa kekeluargaan dan persaudaraan semakin terjaga dengan baik. Pesta ngubyag selain sebagai hiburan, masyarakat juga dapat bersilaturahmi sambil berebut ikan,” pungkas Atong Hidayat. (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Bapenda Ciamis Pantau Sumber Pendapatan Daerah saat Momen Lebaran

IMG_20230425_205303_yYRIK3Kr7O_BCtpdpmv34.jpeg

harapanrakyat.com,- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ciamis terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Ciamis. Salah satunya dengan memantau potensi sejumlah sumber pendapatan daerah. Mulai dari rumah makan, restoran, hotel hingga destinasi wisata.

Pemantauan itu dilakukan langsung oleh Kepala Bapenda Ciamis Aef Saefulloh bersama seluruh jajarannya sejak H+1 lebaran. Ada pun tempat yang jadi sasaran pantauan mulai dari Situs Budaya Karangkamulyan, Obyek Wisata Situ Wangi Kawali hingga Situ Lengkong Panjalu.

“Dalam rangka momen menyambut Idul Fitri ini, merupakan program kami dalam upaya peningkatan pendapatan daerah Ciamis. Dari mulai H+1 kami melakukan pemantauan potensi sumber pendapatan daerah Ciamis,” ujar Aef, Selasa (25/4/2023).

Aef mengatakan beberapa tempat yang menjadi konsentrasi pemantauan adalah destinasi wisata dan rumah makan. Dalam momen lebaran ini, banyak masyarakat yang menghabiskan liburan dengan berwisata dan makan-makan.

“Kami Bapenda merupakan koordinator retribusi daerah di Ciamis. Dengan kegiatan pemantauan ini kami berupaya terus untuk meningkatkan pendapatan Ciamis,” kata Aef.

Baca Juga: Upaya Bapenda Ciamis Dekatkan Layanan untuk Masyarakat

Tujuan lain dari pemantauan ini dalam rangka bersilaturahmi dengan para wajib pajak. Meski dari hasil pantauan, masih ada beberapa rumah makan yang masih tutup. Namun banyak juga rumah makan pinggir jalan yang telah buka untuk menyambut para pebalik.

“Mereka rumah makan yang buka untuk menyambut pelaku perjalanan yang akan kembali ke daerahnya. Mereka istirahat dan makan di rumah makan di wilayah Ciamis,” ucapnya.

Destinasi Wisata Jadi Sumber Potensi Pendapatan Daerah

Mengenai potensi dari destinasi wisata, pihaknya optimis pendapatan daerah dari sektor tersebut akan mengalami peningkatan. Pada momen lebaran ini sejumlah destinasi wisata banyak dikunjungi baik wisatawan lokal maupun warga pemudik yang pulang ke Ciamis.

“Seperti di cagar budaya Karangkamulyan. Saya lihat banyak pengunjung yang sengaja singgah untuk istirahat sambil melihat wisata. Ada juga wisatawan lokal yang memang datang bersana keluarga untuk makan-makan bawa timbel,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Situ Wangi Kawali yang semakin banyak pengunjungnya pasca direvitalisasi. Selanjutnya Situ Lengkong Panjalu juga terpantau pengunjung cukup membludak.

“Satu per satu tempat ditata dalam upaya meningkatkan kunjungan yang tentunya akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah. Saya ucapkan terima kasih kepada pengunjung yang telah menikmati rekreasi di tempat wisata Ciamis. Ini juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Arus Balik Gelombang Kedua, Garut Arah Bandung Malam Ini Padat

Arus-Balik.jpg

harapanrakyat.com,- Puncak arus balik gelombang kedua terjadi di jalur Selatan Garut, Jawa Barat, pada Selasa (25/04/2023) malam ini. Kepadatan terjadi di wilayah Bunderan Tarogong hingga Leles-Kadungora mengarah ke Bandung.

Tingginya volume kendaraan di jalur ini mengingat ASN harus segera sampai ibu kota karena hari Rabu (26/04/2023) besok harus sudah masuk kerja.

Arus pulang wisata dan arus balik yang terjadi membuat jalur Tarogong sempat tak bergerak. Polisi sudah menerapkan dua kali sistem satu arah atau one way sepenggal ke arah Nagreg, Bandung.

KBO Lantas Polres Garut Iptu. Sunarna mengatakan, saat ini sedang dilakukan penarikan kiriman kendaraan dari Tarogong menuju Bandung.

Baca Juga: Koboi Jalanan Acungkan Sajam Saat Arus Mudik di Jalur Nasional Limbangan Garut

“Penarikan di Kadungora supaya kendaraan tetap berjalan. Memang padat, tapi kendaraan berjalan,” katanya, Selasa (25/04/2023) malam.

Ia menyebutkan, pada puncak arus balik gelombang kedua ini kendaraan yang melintas wilayah Garut didominasi roda empat pribadi. Meski ada pemotor, namun mereka terjebak macet di Tarogong, dan menepi karena hujan lebat.

Polisi telah menerapkan sistem one way sebanyak dua kali di jalur tersebut. Kemudian malam ini akan kembali dilakukan one way. Mengingat jalur menuju arah Nagreg, Bandung masih padat.

“Sudah dua kali one way, sebentar lagi kita one way lagi,” imbuh Iptu. Sunarna.

Tingginya volume kendaraan di jalur ini akan masih terjadi hingga dini hari nanti. Petugas gabungan telah mempersiapkan untuk mengatasi terjadinya lonjakan kendaraan. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Recent Posts