Beranda blog Halaman 86

VinFast Siap Gas Produksi EV di Subang Akhir 2025, Target 50 Ribu Unit dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

pabrik VinFast Subang

SUBANG — Pabrikan mobil listrik asal Vietnam, VinFast, tampaknya tidak mau setengah-setengah dalam menancapkan kukunya di Indonesia. Lewat pabrik barunya yang tengah dibangun di Subang, Jawa Barat, VinFast siap memacu produksi kendaraan listrik mulai Desember 2025.

Dalam sebuah sesi eksklusif di ajang GIIAS pada Kamis (24/7/2025), CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto—yang akrab disapa Kerry—menegaskan bahwa pembangunan pabrik berjalan mulus, tanpa drama berarti.

“Pabrik sesuai rencana, ngga terkendala signifikan, kita buka mulai Desember merakit VF3 lalu model berikutnya kita lagi studi. Kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun, lalu fase kedua dan ketiga bisa bertambah,” ujar Kerry penuh optimisme.

Model pertama yang akan dilahirkan dari rahim pabrik Subang ini adalah VF3—mobil mungil ramah lingkungan yang siap wara-wiri di jalanan Indonesia. Namun jangan salah, pabrik ini bukan cuma buat pasar lokal. VinFast punya visi ekspor, apalagi pabrik ini didesain khusus untuk produksi kendaraan setir kanan. Sebuah langkah yang melengkapi pabrik Vietnam yang fokus pada setir kiri.

Lebih lanjut, Kerry menjelaskan bahwa kehadiran VinFast di Indonesia juga diselaraskan dengan program BEV (Battery Electric Vehicle). Di bawah skema ini, VinFast mendapatkan keringanan pajak dan bea masuk—tapi dengan satu syarat penting: harus mencapai 40% Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Ada keinginan Indonesia menjadi basis produksi setir kanan. Saat ini semua masih impor tapi sudah ikut program BEV jadi harga sama bebas bea masuk dan pajak barang mewah karena bisa buktikan pabrik jalan dan ada bank garansi juga. Target 40% TKDN itu harus kalau gak ya ga bisa ikut program BEV,” beber Kerry.

Tak main-main, fase pertama pembangunan ini digelontor investasi sebesar USD 200 juta. VinFast tak hanya datang membawa teknologi, tapi juga peluang kerja. Fase awal direncanakan menyerap 1.000 tenaga kerja langsung—belum termasuk para pekerja dari rantai pasok.

“Nilai investasi 200 juta US untuk fase pertama. Rencananya menyerap 1.000 tenaga kerja yang langsung, belum dengan supplier. Tahap awal 50 ribu per tahun tapi bisa bertambah shift tiap tahun. Luas lahan 170 hektare di fase 1, ini baru sebagian,” tambah Kerry.

Dengan lahan seluas 170 hektare yang masih bisa diekspansi, VinFast membuka jalan untuk pertumbuhan industri EV yang lebih besar. Rencana jangka panjangnya melibatkan penambahan shift, perluasan kapasitas, serta kolaborasi dengan para pemasok lokal—yang artinya, multiplier effect-nya bukan main.

Pabrik ini diprediksi menjadi langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di panggung otomotif Asia Tenggara, khususnya dalam kategori kendaraan listrik. Dengan kata lain: dari Subang, Indonesia siap melaju ke masa depan yang lebih hijau dan bertenaga.

Situ Kuta Jangkar Disorot Bupati Subang, Siap Jadi Wisata Andalan di Selatan

Wisata Situ Kuta Jangkar Subang

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, melanjutkan kegiatan Saba Desa dengan menyambangi wilayah Subang bagian selatan, tepatnya di Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Jumat (25/7/2025). Salah satu fokus utama kunjungan ini adalah meninjau langsung potensi wisata Situ Kuta Jangkar.

Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang, menegaskan bahwa Saba Desa tidak hanya menyentuh persoalan infrastruktur dan layanan publik, tetapi juga bertujuan menggali potensi daerah secara langsung tanpa seremoni. Ia ingin menyerap aspirasi warga dan melihat sendiri kekayaan alam yang belum banyak diketahui publik.

Camat Sagalaherang, Agus Hermawan, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Situ Kuta Jangkar telah memiliki Kelompok Sadar Wisata yang siap bekerja sama secara kolaboratif dengan berbagai pihak. “Alhamdulillah ini salah satu potensi wisata luar biasa dan sudah dibentuk kelompok sadar wisata. Kami akan terus dorong kolaborasi dengan dinas terkait untuk terwujudnya sarana pendukung,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Kang Rey turut menikmati langsung keindahan Situ Kuta Jangkar yang menawarkan udara sejuk dan air jernih. Ia menyatakan komitmennya untuk mempercepat pengembangan kawasan ini agar menjadi destinasi wisata unggulan Subang.

“Situ ini belum banyak yang tahu. Ke depan akan kita perbaiki sehingga potensi wisatanya bisa dikembangkan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa eksplorasi potensi wisata menjadi bagian penting dari Saba Desa, terutama untuk wilayah selatan Subang yang memiliki banyak lokasi eksotis namun belum tergarap optimal. “Saba Desa di selatan kan bukan hanya infrastruktur, tapi juga potensi wisata. Tadi kita ke Curug Sadim dan lanjut ke Situ Kuta Jangkar,” jelas Kang Rey.

Menurutnya, jika kawasan wisata seperti Situ Kuta Jangkar dikembangkan dengan baik, masyarakat Subang akan memiliki pilihan rekreasi yang dekat sekaligus membuka peluang ekonomi dari sektor pariwisata.

“Nanti kalau masyarakat Kabupaten Subang mau liburan ini bisa jadi alternatif karena akan kita tata untuk lebih baik dan lebih cantik lagi,” pungkasnya.

Meski masih dalam tahap pengembangan, kawasan Situ Kuta Jangkar sudah mulai menarik perhatian masyarakat yang datang untuk menikmati alamnya. Pemerintah berharap, tempat ini bisa menjadi ikon baru wisata Subang di masa mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan ini para Kepala OPD, Camat Sagalaherang, serta masyarakat sekitar yang menunjukkan antusiasme tinggi menyambut kehadiran Kang Rey.

Bupati Subang Tinjau Sagalaherang dengan Sepeda Motor, Dekatkan Diri ke Warga dan Kembangkan Wisata

Bupati Subang kunjungi Sagalaherang

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau yang akrab disapa Kang Rey, melanjutkan program Saba Desa dengan menyambangi Kecamatan Sagalaherang pada Jumat, 25 Juli 2025. Dalam kunjungan kali ini, Kang Rey memilih menunggangi sepeda motor agar lebih leluasa menyusuri desa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Langkah ini memungkinkan Kang Rey untuk melihat kondisi di lapangan secara dekat. Ia mengunjungi beberapa desa seperti Curug Agung, Dayeuhkolot, Sukamandi, hingga Cicadas. Di sana, ia meninjau infrastruktur jalan yang rusak dan menyampaikan komitmennya untuk mempercepat proses perbaikan.

Selain fokus pada pembangunan, Kang Rey juga menyoroti potensi wisata di Sagalaherang. Ia meninjau dua lokasi andalan, yaitu Curug Sadim dan Situ Kuta Jangkar. Menurutnya, kedua tempat tersebut memiliki nilai strategis sebagai destinasi rekreasi sekaligus penggerak roda ekonomi lokal.

Kunjungan ditutup dengan kegiatan yang membangun keakraban. Kang Rey ikut serta dalam pertandingan sepak bola persahabatan di Lapangan Tenggeragung, Desa Sagalaherang Kidul. Pertandingan ini mempertemukan tim Subang Ngabret yang dipimpin Kang Rey, melawan Forkopimcam Sagalaherang. Hasil akhir, tim Subang Ngabret menang telak dengan skor 8-1.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah kepala OPD, Camat Sagalaherang, unsur Forkopimcam, dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas saat menyambut kehadiran pemimpin daerah mereka secara langsung dan hangat.

BULOG Subang Menang Voli, Siap Serap Jagung!

BULOG Subang juara voli

SUBANG — Di tengah hiruk-pikuk urusan logistik pangan, BULOG Subang ternyata tak hanya jago urus beras dan jagung, tapi juga piawai mengolah bola voli! Jumat pagi (25/7/2025), aroma semangat dan persaingan bersahabat tercium di Lapang Voli Bulog Subang saat dua tim beda dunia—BULOG Subang dan Wartawan Subang—beradu smash dalam laga persahabatan yang penuh energi.

Tim BULOG, yang dipimpin langsung oleh sang jenderal lapangan sekaligus Pimpinan Cabang, Djoko Purnomo, tampil ciamik. Sementara di sisi seberang net, tim Wartawan Subang yang diperkuat para punggawa berita, dikomandani oleh Elan dari Brita Satu, tak mau kalah gaya.

Pertandingan berlangsung ketat dan seru. Di set pertama, Elan dan pasukannya tampil menyengat. Tak hanya jago nulis, mereka juga cukup menyulitkan pertahanan BULOG lewat smash-smash tajam yang membuat net seolah ikut deg-degan.

Namun BULOG menunjukkan bahwa logistik dan olahraga bisa sejalan. Mereka bangkit, menyusun strategi, dan menggempur dengan rally point yang bikin jantung deg-degan—bukan karena berita breaking, tapi karena poin tipis!

Akhirnya, setelah duel panas dan keringat bertebaran, BULOG berhasil menundukkan tim Wartawan dengan skor 2-1. Meski kalah, tim Wartawan tetap menyumbang suasana hangat. Gelak tawa dan obrolan santai terdengar hingga ke pinggir lapang, menandakan bahwa ini lebih dari sekadar pertandingan—ini ajang silaturahmi.

Usai laga, Djoko Purnomo tak hanya menyinggung kemenangan. Ia juga menyampaikan misi penting BULOG Subang ke depan. Selain urusan beras, BULOG siap menyerap hasil panen jagung petani Subang.

“Bulog Subang mendukung program 1 juta hektar jagung dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada jagung nasional sebagaimana dicita-citakan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Dengan menggandeng Polri, BULOG siap menyerap jagung petani. Jadi, sambil main voli dan jaga stamina, BULOG juga terus menanam semangat untuk ketahanan pangan bangsa.

Niat Baik Berujung Tragis: Kisah Uwa Ano dan Serangan Tawon Legon Sari

tawon vespa Subang

SUBANG — Sebuah kisah tragis namun sarat pelajaran datang dari Desa Karang Mulya, Kecamatan Legon Sari, Subang. Seorang pria paruh baya bernama Warno alias Ano, 55 tahun, meninggal dunia usai diserbu ratusan pasukan bersayap—tawon vespa, bukan drone apalagi tawon madu yang bersahabat.

Awalnya, rumah seorang warga dihuni oleh “tamu tak diundang” yang membangun markas di atapnya—yakni sarang tawon. Warga sudah bertindak sesuai SOP: lapor ke BPBD dan Damkar. Tapi, sosok pemberani bernama Ano merasa bisa menangani urusan ini seperti sedang menangkapi layangan putus.

“Katanya mau ada tim damkar ke rumah mau evakuasi sarang tawon, terus ada warga nyari tangga. Kemudian ada almarhum bilang ah kecil itu mah saya udah biasa, saya udah bilang ada petugas mau datang. Uwa malah langsung naik lewat dalam (rumah) tapi gak bisa, kirain gak melanjutkan dia naik dari luar,” jelas Wahidin, kerabat korban.

Dengan percaya diri, Ano meminta karung—bukan untuk belanja di pasar, tapi untuk membungkus sarang tawon. Sayangnya, bukan sarang yang masuk karung, tapi justru dirinya yang masuk daftar serangan tawon.

“Kata uwa, mana karung tapi sarang enggak masuk ke karung, terus tangan uwa coba gapai sarang tawon. Tapi tangan uwa langsung dikerubutin tawon, luka dan badan penuh tawon,” lanjut Wahidin.

Aksi nekat ini berakhir dramatis. Ano mencoba turun lewat tangga, tapi kehilangan keseimbangan. Ia terjatuh dan pingsan. Warga sekitar, meski ingin menolong, harus berpikir dua kali—karena siapa pun yang berani mendekat, risikonya bisa ikut masuk ke “daftar hitam” tawon.

“Wa Ano udah pingsan dibawa, terus dibawa ke rumah sakit, sempat dirawat tapi tidak bisa tertolong, meninggal dunia,” kata Wahidin dengan suara berat.

Kepala Desa Karang Mulya, Rodid Saeful Alam, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, Ano sudah dalam kondisi kritis saat tiba di fasilitas kesehatan.

“Betul ada rumah warga yang ada sarang tawonnya… karena memang mungkin kecil sarangnya makanya almarhum berusaha untuk memusnahkan sendiri, almarhum tersengat hampir seluruh tubuhnya diserang tawon tersebut, kemudian dibawa ke rumah sakit kondisi sudah kritis tadi malam korban meninggal,” terang Rodid.

Jenazah Ano tiba di rumah duka diantar mobil ambulans. Tangis keluarga pecah. Uwa yang dikenal ringan tangan dan pemberani itu, kini hanya tinggal kenangan.

Tak lama setelah insiden, tim BPBD dan Damkar Subang pun turun ke lokasi. Mereka langsung membasmi sarang yang jadi biang kerok tragedi ini. Padahal sebelumnya, tim memang berencana evakuasi sarang tersebut malam harinya—karena saat itulah tawon biasanya “clock out” dari aktivitas terbang.

Kisah ini bukan hanya tentang tragedi. Tapi juga tentang pentingnya menahan diri dan mempercayakan urusan ke ahlinya. Apalagi kalau sudah melibatkan hewan bersengat dan bersayap.

Bupati Subang Kukuhkan ADAB, Tegaskan Pembangunan Berbasis Budaya Lokal

pengukuhan ADAB Subang

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., resmi mengukuhkan Pengurus Aliansi Dewan Adat dan Budaya (ADAB) Kabupaten Subang dalam acara puncak Milangkala ke-57 Kecamatan Purwadadi, Kamis, 24 Mei 2025. Didampingi Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, pengukuhan berlangsung meriah di Alun-Alun Purwadadi.

Kegiatan ini mengusung tema “Adat dijaga, budaya dirumat, balik ka sarakan Padjadjaran,” dan disambut antusias oleh warga. Acara dibuka dengan tarian Lisung oleh Ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu, diikuti rajah bubuka dari budayawan Abah Ayi, serta pertunjukan seni dari pelajar setempat.

Camat Purwadadi, Andri Darmawan, S.STP., M.M., menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah bagi penguatan budaya Subang.
“Acara hari ini bukan sekadar seremonial, ini sejarah bagi penguatan adat dan budaya Kabupaten Subang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Reynaldy menekankan pentingnya keberadaan ADAB sebagai garda terdepan pelestarian tradisi, sekaligus strategi pembangunan jangka panjang.

“Kebudayaan adalah jati diri bangsa. Saya berharap setelah dikukuhkan, ADAB betul-betul menjadi penjaga nilai-nilai adat Subang dan memberi solusi konkret bagi arah pembangunan yang berakar pada budaya lokal,” ucapnya.

Ia mengapresiasi masih aktifnya lembaga-lembaga adat yang menjaga warisan leluhur. Menurutnya, budaya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan bekal penting bagi generasi mendatang.

“Bangsa besar adalah bangsa yang tidak melupakan adat dan budayanya. Kita harus bersyukur masih ada lembaga adat yang menjaga warisan leluhur, agar anak cucu kita masih bisa mengenal dan mempelajarinya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menyampaikan bahwa visi pembangunan Subang sejalan dengan arah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Dedi Mulyadi, yaitu daerah yang kuat secara karakter dan budaya.

“Kami ingin pembangunan Subang tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membentuk karakter daerah berbasis budaya. Karena hanya dengan itu Subang bisa punya jati diri,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, ia mengumumkan rencana mempercantik setiap pintu masuk Kabupaten Subang dengan arsitektur khas lokal, agar identitas budaya langsung terasa bagi siapa pun yang masuk.

“Setiap perbatasan akan dibuat secantik mungkin dengan ornamen budaya lokal, supaya orang tahu: ini Subang, ini lemah cai urang,” katanya.

Kang Rey juga menegaskan bahwa pembangunan berbasis budaya membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.
“Saya titip komitmen ini harus jadi komitmen kolektif. Pembangunan berbasis budaya tidak bisa dikerjakan sendirian oleh pemerintah. Butuh kolaborasi dari seluruh unsur masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai simbol pengukuhan, Bupati Subang menyematkan pin kujang kepada para pengurus ADAB Kabupaten Subang.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, kepala OPD, Camat Purwadadi, Forkopimcam, para tokoh adat, dan ratusan warga yang memenuhi alun-alun.

DPRD Subang Sahkan KUA-PPAS 2025, Bupati Optimis Pembangunan Lebih Terarah

pengesahan KUA-PPAS 2025 Subang

Subang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda). Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna pada Kamis, 24 Juli 2025.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Subang, H. Victor Wirabuana. Sebelum pengesahan, rapat diawali dengan penyampaian laporan Badan Anggaran terkait perubahan terhadap dokumen KUA-PPAS 2025.

Sebelumnya, masing-masing fraksi telah menyampaikan sikap dan pandangannya mengenai substansi Raperda. Meski terdapat perbedaan pendapat, akhirnya seluruh pihak menyetujui pengesahan Raperda KUA-PPAS menjadi Perda.

“Proses selanjutnya kami serahkan kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Ketua DPRD Victor Wirabuana dalam sambutannya.

Bupati Subang, H. Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara legislatif dan eksekutif dalam penyusunan perubahan KUA-PPAS 2025.

“Saya optimis, apa yang tertuang dalam KUA-PPAS 2025 sudah sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Kabupaten Subang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kesamaan pandangan ini menjadi modal penting dalam merancang pembangunan Subang yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Ada kesamaan pandangan dalam perubahan kebijakan umum ini. Saya berharap, KUA-PPAS 2025 yang telah kita sepakati ini nantinya berlanjut dengan persetujuan pada Raperda APBD Perubahan 2025,” tambahnya.

Dengan disahkannya KUA-PPAS 2025, Pemerintah Kabupaten Subang siap melangkah ke tahapan berikutnya dalam siklus penganggaran untuk memastikan kelanjutan pembangunan daerah.

Dukung Kemandirian Disabilitas, PT Dahana Serahkan Mesin Obras untuk Usaha Jahit

bantuan mesin obras untuk disabilitas

Subang – PT Dahana kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kelompok rentan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, bantuan diberikan kepada Suryadi, penyandang disabilitas asal Subang, berupa satu unit mesin obras untuk mendukung usaha jahit rumahan yang digelutinya.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Manajer TJSL PT Dahana, Neni Sumarni, pada Rabu, 23 Juli 2025. Menurut Neni, pemberian bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas.

“Salah satu fokus kami dalam program TJSL adalah peningkatan kapasitas masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat usaha rumahan yang dijalankan oleh Suryadi, sekaligus mendorong produktivitas dan keberlanjutan usahanya,” ujar Neni.

Ia menambahkan bahwa program TJSL Dahana selaras dengan Pilar Ekonomi dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8, yang berfokus pada pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Tujuannya adalah memberikan akses setara bagi semua kalangan, termasuk disabilitas, agar dapat berperan aktif sebagai pelaku ekonomi yang mandiri.

“Melalui bantuan seperti ini, kami ingin memastikan penyandang disabilitas memiliki akses terhadap peluang usaha dan dapat berperan aktif sebagai pelaku ekonomi yang mandiri dan setara,” lanjutnya.

Suryadi menyambut bantuan tersebut dengan penuh syukur. Ia menyatakan bahwa mesin obras sangat penting dalam menunjang kegiatan produksinya, yang kini dapat berjalan lebih efisien dan menghasilkan jahitan berkualitas.

“Mesin obras ini sangat penting bagi pekerjaan saya. Alhamdulillah saya merasa terbantu. Terima kasih PT Dahana atas bantuannya. Semoga semakin sukses dan terus peduli terhadap masyarakat,” ungkap Suryadi.

Melalui berbagai program TJSL, PT Dahana bertekad terus berkontribusi dalam menciptakan pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan, terutama di wilayah Subang dan sekitarnya.

Subang Siap Menyambut Investor: Polisi Tancap Gas Usir Preman

Subang ramah investasi

Subang – Kabupaten Subang kini bukan hanya terkenal dengan nanas dan pantainya, tapi juga mulai menebar pesona sebagai surganya investasi. Dalam sebuah kunjungan yang bisa dibilang bak “tur inspeksi penuh wibawa”, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D.—gelar segudang, tanggung jawab pun sebanding—menegaskan bahwa Subang adalah wilayah yang aman, nyaman, dan tentu saja, ramah investor.

Kamis pagi (24/7/2025) itu, AKBP Dony bersama rombongan menyambangi kawasan industri Suryacipta, tepatnya di Desa Sawangan, Kecamatan Cipeundeuy. Di sanalah PT BYD—perusahaan otomotif asal Tiongkok yang namanya sedang naik daun itu—sedang membangun pabrik. Bukan pabrik tahu bulat, tapi investasi strategis berskala internasional.

Rombongan yang hadir tak kalah lengkap dengan susunan acara pernikahan. Ada Pejabat Utama Polres Subang, Kapolsek setempat, unsur Muspika, aparatur desa, hingga manajemen PT BYD dan PT Integritas Perkasa Konstruksi, sang kontraktor yang kini sedang berjibaku membangun masa depan Subang.

Perwakilan PT BYD menyampaikan rasa terima kasih yang sehangat tahu goreng pagi-pagi. Mereka memuji pengawalan yang diberikan oleh Polres Subang dalam mendampingi pembangunan proyek. Harapannya sederhana tapi berat: sinergi antara polisi, pemerintah, dan masyarakat bisa menciptakan tempat kerja yang aman, produktif, dan penuh kolaborasi—ibarat nonton bola tapi semua main di satu tim.

Kapolres pun menjawab dengan garang tapi menyejukkan, seperti teh panas yang baru dituang. Ia menegaskan tak akan memberi ruang sedikit pun bagi premanisme, pemalakan, atau gangguan lain yang bisa merusak mood para investor. “Subang harus jadi daerah yang ramah investasi dan aman bagi seluruh pelaku usaha,” ujarnya tegas, penuh semangat nasionalisme bertabur profesionalisme.

Kapolres juga berharap, kehadiran PT BYD tak hanya membawa logo baru di pintu gerbang kawasan industri, tapi juga memberi napas segar bagi ekonomi Subang: tenaga kerja terserap, pendapatan daerah meningkat, dan sektor industri makin mantap berdiri di atas kaki sendiri.

Setelah pidato penuh makna, AKBP Dony tak langsung balik ke kantor. Beliau blusukan, meninjau pos keamanan proyek, dan bercengkerama dengan para petugas lapangan. Arahan teknis pun diluncurkan demi memperkuat deteksi dini dan mencegah gangguan yang bisa muncul mendadak, seperti mantan di tengah malam.

Pembangunan pabrik ini bukan proyek ecek-ecek. PT BYD disebut-sebut sebagai investasi strategis yang mendapat atensi nasional. Subang pun digadang-gadang jadi motor penggerak pertumbuhan industri di kawasan Rebana Metropolitan. Bukan cuma rebana yang ditabuh, tapi semangat kemajuan yang ditaburkan!

Dengan pengamanan yang prima dan dukungan semua pihak, harapannya satu: proyek berjalan lancar, manfaatnya meluber, dan Subang makin cemerlang di peta ekonomi Indonesia.

Polres Subang Siap Bangun 132 Sentra Gizi Dukung Program MBG Nasional

pembangunan SPPG Polres Subang

Subang – Polres Subang bergerak cepat mendukung program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo. Dalam rapat kesiapan pembangunan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Polres Jajaran Polda Jabar menggelar pertemuan virtual melalui Zoom dari Aula Patriatama Polres Subang pada Selasa, 16 Juli 2025.

Rapat ini dihadiri oleh Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D, Tim SPPG dari Tasikmalaya, pejabat utama dan perwira Polres Subang, jajaran personel, serta perwakilan Bhayangkari.

Dimulai pukul 07.30 WIB, rapat dibuka dengan pemaparan dari Itwasda Polda Jabar. Fokus pembahasan mencakup strategi optimalisasi program MBG Polri, termasuk pendataan sasaran penerima, pemilihan lokasi SPPG, hingga skema pembiayaan dari hibah maupun kerja sama pihak ketiga.

Salah satu poin penting adalah penetapan waktu distribusi makanan maksimal 20 menit agar kualitas gizi tetap terjaga. Selain itu, prosedur legalitas Yayasan Kemala Bhayangkari sebagai mitra resmi BGN juga dibahas. Penekanan khusus diberikan agar ASN dan anggota Polri tidak ditunjuk sebagai penanggung jawab yayasan.

Diskusi berlanjut dengan sesi tanya jawab dan koordinasi teknis terkait pelaksanaan pembangunan. Dalam paparannya, Kapolres Subang menyatakan, “Terdapat 132 SPPG yang akan dibangun di Kabupaten Subang. Pembangunan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional Presiden Prabowo yaitu MBG dan akan dijalankan oleh Bhayangkari.”

Rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan minggu depan. Target penyelesaian pembangunan adalah 45 hari.

Tim SPPG Tasik Kota menambahkan bahwa bantuan administratif akan diberikan. Estimasi kebutuhan bulanan MBG untuk jenjang SD hingga SMA di Kabupaten Subang mencapai Rp 905 juta.

Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung ke lokasi yang direncanakan sebagai titik pembangunan SPPG.

Recent Posts