Beranda blog Halaman 85

Ekologi dan AI Bertemu di Subang: Guru Biologi Belajar Pakai Laptop, Sumpit, dan… Gelas Plastik?!

pelatihan guru biologi Subang

Subang — Ada yang berbeda di SMAN 1 Subang hari itu. Bukan karena kantinnya kasih diskon atau muridnya mendadak rajin, tapi karena guru-guru biologi se-Kabupaten Subang sedang upgrade ilmu! Institut Teknologi Bandung (ITB), melalui Kelompok Keahlian Ekologi dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), datang membawa kabar baik—dan ilmu segar.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Pemahaman Ekologi dan Keanekaragaman Hayati bagi Para Guru Mata Pelajaran Biologi di Subang” ini bukan sekadar seminar ngantuk yang penuh slide. Ini adalah kolaborasi antara akademisi keren dan guru-guru tangguh, yang diadakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat oleh ITB.

“Guru itu ujung tombak generasi emas. Maka, biar tombaknya tajam, ya diasah dong,” tutur Dr. Ardhiani Kurnia Hidayanti, dosen ITB sekaligus Ketua Panitia acara, dengan semangat seperti habis minum teh tarik dua gelas. Ia menekankan pentingnya pemahaman guru terhadap keanekaragaman hayati dan metode ekologi—baik yang simpel buat praktik di sekolah, maupun yang modern seperti pemodelan berbasis AI.

Sementara itu, Prof. Dr. Tati Suryati Syamsudin, Ketua KK Ekologi SITH ITB, mengingatkan bahwa belajar biologi itu tak bisa cuma modal buku. “Referensi biologi kita kebanyakan dari negeri empat musim. Padahal, Indonesia ini surganya biodiversitas! Masak iya nggak kita eksplorasi?” katanya dalam sambutannya yang bikin para guru makin sumringah.

Para guru pun diberi sajian materi yang wah! dari para ilmuwan. Mulai dari pencuplikan dan preservasi hewan, pengenalan karakter tumbuhan dan kunci determinasi, hingga pemodelan distribusi spesies berbasis AI. Ya, betul. Kegiatan yang awalnya terdengar seperti piknik ilmiah ini berubah jadi petualangan digital.

Program MaxEnt (Maximum Entropy), misalnya, bikin para guru duduk manis di depan laptop sambil ngutak-ngatik peta distribusi spesies. Anisa Kirana Dini Ary, guru dari SMAIT As Syifa Jalancagak, berhasil menjalankannya dengan lancar. “Yang penting laptop kita sudah terinstal JAVA,” ujarnya. Tapi jangan bayangkan ngopi ya—ini JAVA yang coding, bukan kopi!

Bukan cuma di kelas, para guru juga diajak praktik langsung di lapangan. Salah satunya, mencuplik fauna tanah pakai metode pitfall trap. Alatnya? Gelas plastik, sumpit, dan papan bekas. Kombinasi yang mungkin lebih sering dipakai anak kos buat makan mi instan, kini jadi senjata ilmiah tangkap serangga.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 guru dari berbagai SMA di Kabupaten Subang. Ikut hadir pula Ibu Saribanon, Kepala SMAN 1 Subang yang juga Wakil Ketua MKKS Subang, serta Pak Dadang Rosada, Ketua MGMP Biologi Subang. Semuanya kompak mendukung—karena saat guru semangat belajar, murid juga pasti ikut terinspirasi!

Dengan perpaduan antara ilmu modern, alat sederhana, dan semangat luar biasa, kegiatan ini bukan hanya menambah pengetahuan, tapi juga menyulut kembali semangat mengajar para guru biologi. Dari AI hingga alat-alat seadanya, semua bisa jadi jembatan menuju masa depan pendidikan ekologi yang lebih segar dan membumi.

Kang Akur Tinjau Normalisasi Saluran Air ke PT Taekwang, Ajak Warga Jaga Lingkungan

normalisasi saluran air Subang

Subang – Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., meninjau langsung proses normalisasi saluran air menuju PT. Taekwang pada Minggu, 27 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang, sebagai respons atas keluhan warga terkait banjir yang melanda wilayah Rawabadak.

Banjir tersebut disebabkan oleh saluran air yang tersumbat, sehingga menghambat aliran menuju Situ Belendung dan Situ Cinangsi. Penumpukan sampah dan endapan menjadi salah satu faktor utama penyumbatan, yang berpotensi memperparah genangan air di wilayah permukiman.

Wakil Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Akur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah terlibat dalam upaya penanganan banjir melalui kegiatan gotong royong. “Saya atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada PJT II, Taekwang, warga masyarakat Kelurahan Karanganyar, dan seluruh warga yang terlibat menyelesaikan masalah ini melalui gotong royong,” ujarnya.

Kang Akur juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air. Ia mengingatkan bahwa upaya fisik seperti normalisasi saluran akan sia-sia jika masyarakat masih membuang sampah sembarangan.

“Dengan semangat gotong royong, Insha Allah, ke depan tidak banjir lagi, dengan syarat tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama. “Ayo kita pelihara, kita jaga lingkungan kita supaya tidak banjir, karena tumpukan sampah yang mengalir ke sungai itu menjadi penyebab utama,” ajaknya.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Subang dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan responsif terhadap keluhan warga.

Dahana Bantu Penyandang Disabilitas dengan Mesin Obras untuk Usaha Mandiri

bantuan usaha disabilitas Dahana

Subang – PT Dahana menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi kelompok rentan dengan menyerahkan bantuan mesin obras kepada Suryadi, seorang penyandang disabilitas. Bantuan ini diberikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada Rabu, 23 Juli 2025.

Manajer TJSL PT Dahana, Neni Sumarni, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari fokus perusahaan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. “Salah satu fokus kami dalam program TJSL adalah peningkatan kapasitas masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat usaha rumahan yang dijalankan oleh Suryadi, sekaligus mendorong produktivitas dan keberlanjutan usaha bagi penyandang disabilitas,” ujar Neni.

Ia menambahkan bahwa program ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya Pilar Ekonomi TPB 8 yaitu “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi”. Dahana berharap penyandang disabilitas dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap peluang usaha serta menjadi pelaku ekonomi yang setara dan mandiri.

Suryadi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PT Dahana atas bantuan yang sangat bermanfaat tersebut. “Saya merasa sangat terbantu. Mesin obras ini sangat penting untuk menunjang pekerjaan saya. Terima kasih kepada PT Dahana atas perhatiannya. Semoga Dahana semakin sukses dan terus membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

PT Dahana melalui program TJSL terus berkomitmen memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di sekitar lingkungan operasional perusahaan.

21 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Subang, Dinkes Soroti Lambatnya Penanganan Rumah Sakit

kematian ibu melahirkan Subang

Subang – Hingga pekan ketiga Juli 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mencatat 21 kasus kematian ibu saat melahirkan. Angka ini mendekati total kasus tahun sebelumnya yang mencapai 30 kematian. Dinkes Subang menyoroti lambatnya penanganan medis di rumah sakit sebagai penyebab utama.

Kepala Dinas Kesehatan Subang, dr. Maxi, mengungkapkan data ini saat berdialog dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui video yang ditayangkan di kanal YouTube @lemburpakuanchannel pada Sabtu (26/7/2025) malam. “Tahun kemarin sekitar 30-an,” ujarnya. Ia menambahkan, “(pada tahun ini) sampai hari ini ada 21 yang sudah meninggal.”

Mayoritas Kasus Terjadi di Rumah Sakit

Menurut dr. Maxi, sekitar 80 persen dari total kematian ibu melahirkan terjadi di rumah sakit. “Hasil analisa kami di kabupaten, ternyata yang 80 persen meninggal di rumah sakit itu karena memang terlambat penanganan,” jelasnya.

Secara teori, rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan seharusnya menyediakan dokter spesialis kandungan dan kebidanan (ObGyn) secara penuh, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Namun, kenyataannya tak selalu demikian.

Emergensi yang Tidak Ditangani Secara Emergensi

dr. Maxi menyoroti praktik di lapangan yang tidak mencerminkan penanganan kegawatdaruratan. Ia memberi contoh, “Jadi dirujuk dari pihak puskesmas dalam keadaan emergensi, tapi perlakuan di rumah sakit tidak emergensi.”

Kondisi ini menunjukkan adanya celah serius dalam manajemen layanan medis, terutama saat pasien ibu hamil dalam kondisi kritis. Keterlambatan penanganan medis menyebabkan kehilangan nyawa yang seharusnya bisa dicegah.

Dorongan Evaluasi Pelayanan Kesehatan

Untuk menekan angka kematian ibu saat melahirkan, dr. Maxi menegaskan perlunya rumah sakit memastikan kehadiran dokter ObGyn secara onsite dan siap setiap saat, terutama dalam kasus persalinan gawat darurat. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Subang.

Seleksi Direksi dan Komisaris PT Subang Sejahtera Segera Ditutup

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang resmi membuka peluang bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengisi jabatan direksi dan komisaris di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Subang Sejahtera. Namun, waktu pendaftaran tinggal hitungan hari sebelum resmi ditutup.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Subang, Muhammad Khairil Syahdu Mukhtar, menginformasikan bahwa pendaftaran akan ditutup pada Selasa, 29 Juli 2025, pukul 15.00 WIB. “Sudah banyak yang bertanya-tanya juga, tapi ingat pendaftaran akan ditutup pada jam 15.00 sore, pada tanggal 29 Juli 2025. Setelah itu tidak ada toleransi lagi dan penyerahan berkas pun tidak akan diterima,” tegas Khairil saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini, delapan orang telah mendaftar untuk posisi direksi, sementara enam kandidat lainnya bersaing memperebutkan kursi komisaris. Antusiasme ini mencerminkan tingginya minat terhadap peran strategis BUMD dalam mendukung pembangunan daerah.

Formasi yang dibuka mencakup posisi Direktur Utama, Direktur Keuangan, dan Direktur Operasional untuk jajaran direksi. Sementara untuk dewan komisaris, dibutuhkan dua orang komisaris.

Nama-nama peserta yang berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya akan diumumkan secara resmi oleh Pemkab Subang pada 4 Agustus 2025. Proses seleksi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan BUMD.

Dengan seleksi yang ketat dan transparan, Pemkab Subang berharap bisa menghadirkan figur-figur kompeten yang mampu membawa PT Subang Sejahtera menjadi BUMD yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Festival 7 Sungai ke-10: Simfoni Budaya dan Lingkungan dari Desa Cibuluh

Festival 7 Sungai Subang

Subang – Festival 7 Sungai ke-10 kembali digelar dengan semarak di Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, pada Minggu (27/07/2025). Mengusung tema “Riksa Cai Walagri Nagri”, festival ini menjadi ajang kolaboratif masyarakat untuk merawat kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan yang sehat dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., MM., atau yang akrab disapa Kang Akur, hadir langsung untuk menyemarakkan perhelatan yang telah menjadi ikon tahunan ini. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan festival selama satu dekade sebagai bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Ini menjadi kali ketiga saya menghadiri festival ikonik ini. Selain pentas budaya, festival ini juga mengusung pelestarian lingkungan, khususnya menjaga kelestarian sungai,” ungkap Kang Akur.

Rangkaian acara berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan seperti Syukur Sungai, Sarasehan Sungai, Workshop, Pameran, Residensi Sungai, Akurasi Budaya Sungai, hingga pertunjukan hiburan rakyat. Semua dirancang untuk mengedukasi sekaligus menghibur warga dari berbagai penjuru Subang.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Subang, Dra. Nenden Setiawati, M.Si., menambahkan bahwa gelaran serupa juga telah dilaksanakan di Kecamatan Kasomalang, Ciater, dan Tanjungsiang. Setiap desa mengangkat kekayaan budaya lokal masing-masing sebagai daya tarik wisata.

“Melalui sinergi antara masyarakat desa, kecamatan, dan Dinas Pariwisata, gelaran ini menjadi langkah strategis dalam mengenalkan potensi wisata khususnya di Tanjungsiang,” ujar Nenden. Ia turut mendorong desa-desa lain untuk aktif mempromosikan kekayaan daerah guna menarik wisatawan dari Jawa Barat hingga tingkat nasional.

Kang Akur juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai dari hulu hingga hilir. “Menjaga sungai bukan hanya tugas Desa Cibuluh, tapi juga tanggung jawab desa-desa lain untuk memastikan sungai tetap bersih dan tidak tercemar,” tegasnya.

Lebih dari sekadar festival budaya, kegiatan ini juga menghadirkan aksi nyata pelestarian lingkungan. Penanaman 3.000 pohon randu, penebaran 200 kilogram bibit ikan, dan pertunjukan budaya penangkapan ikan tradisional menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam.

Sebagai penutup, Kang Akur menyoroti potensi sejarah Tanjungsiang, seperti keberadaan Tugu Perjuangan ’45 yang menjadi saksi bisu perjuangan bangsa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam memajukan sektor pariwisata berbasis budaya dan lingkungan.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Sekda Kabupaten Subang, Asda I dan II, para kepala dinas terkait, Wakil Ketua TP PKK, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Tanjungsiang.

Coach Indra Sjafri Hadir di Subang, Transfer Ilmu dan Karakter Lewat Coaching Clinic Sepak Bola Anak

Subang – ehadiran pelatih nasional Coach Indra Sjafri menjadi pusat perhatian dalam kegiatan Coaching Clinic Pelatihan Sepak Bola Anak yang digelar di GOR Gotong Royong Subang, Sabtu (26/07/2025). Acara ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, yang menyampaikan kebanggaannya atas momentum luar biasa ini bagi dunia olahraga Subang.

“Alhamdulillah hari ini adalah kebanggaan ganda bagi saya pribadi. Tadi malam kita menyaksikan Timnas U23 Indonesia lolos ke final Mandiri Cup. Dan hari ini, kita kedatangan salah satu pelatih hebat Indonesia, Coach Indra Sjafri, yang telah membawa Indonesia juara AFF U-19 2013, U-22 tahun 2019, dan medali emas SEA Games 2023,” ujar Wabup.

Menurutnya, kehadiran Coach Indra bukan hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi sebagai pemantik perubahan dalam pembinaan sepak bola anak di Subang. Transfer ilmu yang diberikan mencakup aspek teknis, spiritualitas, hingga sportivitas, yang menjadi ciri khas sang pelatih.

“Saya tahu betul bagaimana anak-anak asuhan beliau selalu merayakan gol dengan sujud syukur. Itu bukan sekadar simbol. Itu pendidikan karakter. Saya yakin dari sinilah akan lahir pemain Subang yang tidak hanya hebat tekniknya, tapi juga punya mental dan akhlak juara,” tegas Agus.

Kegiatan ini digagas oleh Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) dan MGMP PJOK se-Kabupaten Subang. Sekitar 300 guru PJOK dan pelatih dari 70 persen kecamatan hadir, serta 50 siswa dari Sekolah Dasar dan Sekolah Sepak Bola ikut terlibat aktif.

Peserta mendapatkan pelatihan dasar teknik, pedagogi olahraga anak, perlindungan anak dalam sepak bola, hingga pembentukan sistem Sekolah Sepak Bola (SSB) berbasis lokal. Semua materi disiapkan untuk memperkuat pondasi sepak bola usia dini yang berkarakter dan berkualitas.

Wakil Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi Kabupaten Subang dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi di bidang olahraga.

Bupati Subang Dorong Generasi Muda Jadi Motor Perubahan dan Pelaku Industri Masa Depan

Taman Bacaan Sumurama Subang

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia berharap anak-anak muda Subang mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah transformasi besar yang sedang berlangsung di wilayahnya.

“Saya berharap anak-anak muda di Kabupaten Subang dapat berkembang. Hari ini anak-anak muda memiliki kesempatan yang besar. Saya harap anak muda harus tetap mempertahankan idealismenya sebagai anak-anak muda, sehingga ke depannya Kabupaten Subang dapat diisi oleh generasi muda yang hebat,” ungkap Kang Rey—sapaan akrab Bupati Subang—dalam sambutannya saat menutup Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IX BPC HIPMI Subang Tahun 2025, Jumat (25/7/2025) di Sari Alam Hot Spring & Resort, Kecamatan Ciater.

Dalam acara yang dihadiri para pelaku usaha muda tersebut, Kang Rey juga mengajak HIPMI Subang untuk terus menyesuaikan diri dengan arah pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Subang kini sedang bersiap menjadi salah satu kawasan industri strategis di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan bisa mengikuti arah dan arus perkembangan di Kabupaten Subang, di mana hari ini kita sedang beralih menuju Kabupaten yang memiliki kawasan industri yang luar biasa,” ujarnya.

Dengan semangat ini, pemerintah daerah berharap generasi muda, termasuk para pengusaha muda HIPMI, dapat mengambil peran lebih besar dalam membentuk masa depan Subang yang lebih maju, berdaya saing, dan inovatif.

Polres Subang Gelar Operasi Cipta Kondisi, Tekan Aksi Kriminalitas Jalanan

Operasi Cipta Kondisi Polres Subang

Subang – Polres Subang melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka Operasi Cipta Kondisi Gabungan pada Sabtu malam (26/7/2025). Operasi ini menyasar kendaraan tanpa kelengkapan surat, hasil curian, serta upaya pencegahan kejahatan C3 (curat, curas, dan curanmor) di wilayah hukum Polres Subang.

Kegiatan dimulai pukul 21.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Subang, Kompol Endar Supriyatna. Apel pratugas digelar di beberapa wilayah, dengan Kompol Endar memimpin langsung di jalur Kota, sementara jalur Tengah, Selatan, dan Utara dipimpin para Kapolsek setempat.

“Patroli dilakukan menyusuri sejumlah titik rawan kriminalitas di wilayah Kota Subang, antara lain dari Mako Polres Subang menuju Simpang GOW, Jl. KS Tubun, Jl. Darmodiharjo, Terminal Subang, Simpang Pondok Dewi, Jl. Otista, hingga Simpang Wisma Karya,” ungkap Kompol Endar.

Selain patroli, jajaran Polres Subang juga melakukan razia kendaraan yang melintas dan memberikan imbauan kepada masyarakat. Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan seperti tawuran, balap liar, hingga konsumsi miras.

“Kegiatan ini juga difokuskan pada upaya penanggulangan terhadap potensi kejahatan jalanan, geng motor, serta peningkatan kehadiran polisi di tengah masyarakat, guna menciptakan rasa aman,” imbuhnya.

Kompol Endar menyebut seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. “Hasil yang dicapai menunjukkan terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Subang,” ujarnya.

Tag:

Frasa kunci utama:

Deskripsi meta: Polres Subang melaksanakan Operasi Cipta Kondisi Gabungan dengan menyasar kendaraan tanpa surat, kejahatan C3, dan geng motor, demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

LDII Subang dan Kemenag Perkuat Sinergi Dakwah Moderat Lewat Pembekalan Da’i

LDII Subang dan Kemenag Subang

Subang – Pengurus DPD LDII Kabupaten Subang melakukan kunjungan silaturrahim ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang pada Senin (21/7). Pertemuan ini menjadi langkah awal kerja sama dalam pembekalan da’i dan da’iyah di lingkungan LDII.

Ketua DPD LDII, Ipa Slamet, menjelaskan sejumlah program kerja yang tengah dijalankan LDII, khususnya dalam bidang dakwah, pendidikan, dan penguatan karakter masyarakat.

“Kami berharap silaturrahim ini dapat mempererat hubungan kelembagaan antara LDII dan Kemenag, khususnya dalam hal pelatihan umat dan pengembangan SDM di bidang dakwah,” ujar Ipa Slamet.

Kepala Kemenag Subang, Badruzaman, memberikan apresiasi atas peran LDII di tengah masyarakat. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama, termasuk keterlibatan sebagai narasumber dalam pembekalan etika dakwah.

“Kami menyambut baik inisiatif LDII dan siap bersinergi dalam program-program pembinaan keagamaan di Kabupaten Subang,” kata Badruzaman.

Program pembekalan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para da’i dan da’iyah LDII agar mampu menyampaikan pesan dakwah dengan santun, etis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih jauh, kerja sama ini juga diharapkan memperkuat pembinaan umat yang berlandaskan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan wawasan kebangsaan.

Recent Posts