Beranda blog Halaman 714

Harga Dan Spesifikasi TECNO Seri SPARK 10 NFC

Screenshot_2023-06-26-07-57-05-297_com.simplemobilephotoresizer_copy_640x425.jpg

review1st.com – TECNO Indonesia menghadirkan varian baru dengan memori yang lebih besar pada seri SPARK 10 NFC yang telah meluncur pada Maret lalu. Jika sebelumnya hanya tersedia dengan RAM 4+4GB, kini RAM nya sudah sama dengan varian “Pro” yaitu 8+8GB.

Selain itu, TECNO juga memboyong varian terbaru SPARK 10C NFC untuk melengkapi lini produk “SPARK 10” di Indonesia. Tidak hanya varian baru, TECNO juga menambahkan pilihan desain yang lebih stylish & trendy ke jajaran seri SPARK 10 NFC di Indonesia melalui “Magic Skin Edition”.

Seri Magic Skin ini menggabungkan desain material yang inovatif dengan performa produk entry-level yang luar biasa. Tersedia di SPARK 10 Pro, SPARK 10, dan varian terbaru SPARK 10C, edisi khusus ini memungkinkan para kaum trendsetter muda untuk mengekspresikan diri mereka dengan cara baru sambil menikmati pengalaman pengguna produk yang luar biasa dan menyeluruh.

Sambil merasakan tekstur halus pada tampilan dan nuansa kulit asli yang tahan lama dan tidak mudah meninggalkan sidik jari serta mudah dibersihkan

Bahan ini juga memberikan ketahanan material terhadap sidik jari, ketahanan terhadap korosi, dan ketahanan terhadap sinar UV, sehingga pengguna dapat merasa tenang karena ponsel mereka dapat mengatasi kerasnya kehidupan sehari-hari.

Desain material ini juga mencakup kualitas kulit silikon yang ramah lingkungan sebagai alternatif dari kain berlapis tradisional. Dengan proses produksi hemat energi yang meminimalkan polusi, Magic Skin Edition hadir untuk konsumen yang peduli akan lingkungan.

“Lini TECNO SPARK 10 NFC ini tentu siap bersaing dan akan memberikan pilihan untuk konsumen pada pasar entry level di Indonesia dengan membawa fitur Memori Raksasa, Kamera Glowing merupakan kelebihan yang ditawarkan untuk mereka yang berjiwa muda dan mewujudkan mimpi – mimpi mereka.

Preferensi memori besar dan harga terjangkau untuk menunjang kegiatan sehari-hari ini-lah yang menjadi fokus kami pada seri SPARK 10 NFC di Indonesia” ujar Public Relations Manager TECNO Indonesia, Anthoni Roderick.

Pilihan Terbaik untuk Produk Entry Level Pada varian TECNO SPARK 10 NFC selain RAM baru yang lebih besar 8+8GB dan pilihan ruang penyimpanan 128GB, juga masih menggunakan layar HD+ 6,56 inci, serta kapasitas baterai besar 5.000mAh dengan kemampuan pengisian cepat 18W, menjanjikan masa pakai baterai yang tahan lama.

Konfigurasi kameranya pun masih dengan kamera utama 50 MP yang didukung oleh mode ASD dan teknologi 3D LUT, menghadirkan bidikan alami yang disesuaikan sepenuhnya dengan warna kulit, serta kamera selfie 8 MP yang dilengkapi dual flash light dan juga Intelligent Beauty Mode.

Seri SPARK 10 mampu menghadirkan foto potret yang sempurna dan menakjubkan. SPARK 10 dan SPARK 10 Pro Magic Skin Edition sendiri akan hadir di bulan Juli mendatang.

TECNO SPARK 10C NFC Terbaru Untuk varian terbaru selanjutnya, SPARK 10C NFC dilengkapi dengan chipset yang sudah octa core, RAM cukup besar 4+4GB, ROM 64GB, kamera utama 16 MP, dan kamera depan 8 MP.

Dari sisi layar dan baterai, SPARK 10C memiliki layar besar 6,56inch HD+ 90Hz refresh rate serta baterai 5,000 mAh dengan 18W fast charge. Tidak lupa dengan fitur NFC yang masih disematkan pada produk ini.

SPARK 10C NFC akan tersedia di akhir bulan Juni di berbagai platform e-commerce TECNO Official Shop maupun jaringan toko offline yang bekerjasama dengan TECNO seperti Erafone dan lainnya.

Free Extended warranty SPARK 10 Series NFC Untuk menambah kenyamanan konsumen, TECNO Indonesia juga memberikan secara gratis tambahan kartu garansi selama 365 hari untuk setiap pembelian varian dan warna SPARK 10 NFC & SPARK 10 Pro NFC.

Kartu garansi ini memberikan perlindungan tambahan bagi konsumen terhadap kerusakan atau masalah yang mungkin terjadi pada ponsel selama periode tersebut.

Dengan kartu garansi ini, konsumen memperoleh layanan perbaikan atau penggantian jika terjadi masalah dengan ponsel mereka selama dua tahun setelah pembelian.

Harga dan ketersediaan

Hadir dalam kapasitas RAM terbaru, SPARK 10 dan SPARK 10C NFC hadir dengan harga sangat kompetitif dan terjangkau:

  1. SPARK 10 NFC varian 8+8GB/128GB sudah tersedia platform online dan offline dengan harga Rp1,799,000,-
  2. SPARK 10C NFC varian 4+4GB/64GB bisa didapatkan mulai tanggal 23 Juni dengan harga spesial Rp 1,299,000,-
  3. SPARK 10 & SPARK 10 Pro NFC Magic Skin Edition akan hadir di bulan Juli 2023

Warung Patil Lele Hadir di Subang, Usung Konsep Pecel Lele Naik Kelas

Warung Patil Lele Hadir di Subang, Usung Konsep Pecel Lele Naik Kelas

suarasubang.com – Ide mengembangkan warung pecel lele dengan konsep resto membawa Yogi Indrayana (43) meluncurkan Warung Patil Lele (Patilele) di Subang, Jawa Barat pada Jumat (23/06) lalu. Sang chef menggambarkannya sebagai warung pecel lele yang naik kelas.

Lalu, seperti apa apa sih konsep resto pecel lele yang diusung pria asal Bandung ini? Tim suarasubang.com yang penasaran akhirnya berkunjung untuk menjumpainya di resto Warung Patil Lele yang berlokasi di jalan Letnan Jenderal S Parman, Pasirkareumbi, Kecamatan Subang.

resto pecel lele di subang
Warung Patil Lele, Subang

Konsep Warung Pecel Lele yang Naik Kelas

Yogi adalah alumni Masterchef Indonesia Season 8 yang ditayangkan oleh RCTI 2021 lalu. Kala mengikuti Masterchef, ia didampingi dewan juri seperti Juna Rorimpandey, Arnold Poernomo, dan Renatta Moeloek.

Meskipun pada akhirnya ia ter-eliminasi dan menempati posisi 12 besar, namun kemampuannya dalam memasak tidak bisa diragukan lagi. Pasalnya, untuk berhasil lolos audisi, para chef wajib memiliki skill dan background memasak yang baik.

Tak heran, kehadiran Warung Patil Lele dengan menu hasil racikan chef Yogi ini membuat warga Subang penasaran. Cita rasa serta kemampuannya dalam mengolah masakan menjadi kekuatan tersendiri di resto ini. Jaminan pecel lele enak Subang.

yogi indrayana dan selebgram subang
Yogi Indrayana, Chef Warung Patilele (kiri), Yona, selebgram Subang (kanan)

Terkait konsep Warung Patil Lele ini, Yogi mengaku memang ingin membawa makanan yang diminati di kaki lima. Utamanya konsep warung pecel lele yang sering kita jumpai di pinggir jalan.

Bedanya, ia membawa konsep pecel lele pinggir jalan ini ke dalam sebuah konsep resto. Selain memberikan suasana tempat makan yang lebih nyaman ada beberapa nilai lebih yang ditawarkan.

“Kita membawa konsep pecel lele pinggir jalan ke dalam konsep resto yang prosesnya lebih higienis. Secara rasa, bahan (minyak goreng misalnya) lebih berkualitas dan terjaga pastinya.”

Ia menambahkan, soal harga pun tidak kalah bersaing dibandingkan dengan kaki lima. Hal lain yang membedakan dan menjadi nilai tambah, bukan hanya lele dengan sambel tradisionalnya saja yang disajikan di Warung Patil Lele.

“Di sini, olahannya bukan cuma lele dengan sambel saja yang umum ada di pedagang kaki lima. Ada beberapa varian bumbu tambahan, semisal sambel matah sambel woku hingga sambel bawang,” ujarnya.

Tapi juga, lanjutnya, ia juga tidak menghilangkan rasa otentik atau ciri khas warung pecel lele kaki lima. Antara lain dengan menyediakan sambel pecel original. Juga tak menghilangkan makanan tradisional yang bisa dinikmati setiap hari, seperti tahu dan tempe.

Rumah makan ini sendiri tak hanya menyediakan menu lele saja sebagai andalan. Yogi ingin mengakomodasi konsumen lain yang juga menyukai kuliner olahan lain yang banyak disukai masyarakat. Terutama yang sesuai dan familiar dengan lidah orang Indonesia.

menu warung patil lele
Olahan makanan yang diracik dengan variasi sambel

“Selain olahan lele, ada juga olahan ayam, ikan seperti nila hingga bebek. Jadi kami menyajikan menu sesuai selera konsumen. Yang membedakan nantinya adalah topping sambalnya.”

Menariknya, Yogi mengaku jika paket makanan yang paling diminati dan menjadi best seller adalah yang dipadukan dengan sambal matah. Entah menu utamanya lele, ikan, ayam atau bebek.

Membidik Semua Segmen Pembeli

“Bahkan harga kita bisa dibilang sama dengan harga di kaki lima. Tapi secara kualitas rasa, kualitas produk dan tempat kita mungkin lebih unggul dari produk kaki lima, terutama dari segi kebersihan.”

Terkait target market yang dibidik Warung Patil Lele, Yogi mengaku resto yang dikelolanya bisa menyasar semua kalangan. Pasalnya untuk harga, masih sesuai untuk kalangan menengah bawah sampai atas.

Tak heran, banyak yang datang dari kalangan menengah atas karena ingin menikmati kenyamanan resto. Di sisi lain, kalangan middle low pun masih cocok dengan harga yang ditawarkan.

“Tidak usah takut harganya mahal, karena malah kadang harga tak jauh berbeda dengan kaki lima. Misalkan saja, olahan lele kami jual dengan harga 12 ribu rupiah,” tegas Yogi.

Selain menyediakan menu yang ditawarkan dalam satu paket dengan nasi dan lain-lain, resto juga menyediakan olahan yang bisa dipesan satuan. “Untuk pesanan nasi box kita juga siap.”

Selain penjualan offline langsung di resto, imbuhnya, sebentar lagi pihaknya pun akan tersedia secara online. “Kita juga akan hadir di Grab dan Gofood.”

lokasi resto

Lokasi Strategis Dengan Parkir Luas, Buka Setiap Hari

Lokasi resto ini sendiri terbilang mudah diakses karena berada di jalur jalan utama, tepatnya di seberang Benteng Pancasila Subang. Area parkir resto ini cukup luas untuk mobil maupun motor.

Harus diakui terkadang parkir merupakan kendala bagi sebagian pengunjung. Untung saja, Warung Patil Lele memiliki lahan luas di bagian belakangnya untuk mempermudah konsumen atau pelanggan yang berkunjung, terutama mereka yang membawa mobil.

Dengan penataan ruang sedemikian rupa, pengunjung bisa bebas memilih tempat duduk, baik di area dalam ataupun di area terbuka. Ruangannya sendiri mampu menampung cukup banyak tamu.

Tak heran, jika Warung Patil Lele ini juga bisa dimanfaatkan untuk meeting skala kecil buat instansi pemerintahan maupun perusahaan. Cocok juga untuk kumpul ibu-ibu arisan atau komunitas.

“Kalau ada yang mau reservasi tempat, silahkan,” ujar Yogi. Terkait jam buka, ia mengungkapkan jika Warung Patil Lele buka setiap hari dari pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam.

Cabluk Berserakan di Pintu Keluar Tol Gate Pangandaran Ganggu Wisatawan

20230625_173744.jpg

harapanrakyat.com,- Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, bersihkan cabluk yang berserakan di pintu keluar tol gate. Banyaknya cabluk yang berserakan akibat adanya proyek pengurugan sekitar pintu masuk tol atau depan Masjid Agung Pangandaran.

Koordinator TRC BPBD Bidang Darurat dan Logistik Kabupaten Pangandaran Erik Wahyono mengatakan, untuk membersihkan cabluk, pihaknya menerjunkan satu unit mobil tanki air.

“Ada laporan dari wisatawan dan masyarakat bahwa jalan menjadi ngebul karena banyak cabluk bereserakan,” katanya, Minggu (25/06/2023) sore.

Erik menyebutkan, ada dua titik target pengerjaan pembersihan cabluk. Pertama di Jalan Babakan, dan yang kedua di pintu keluar tol gate depan Masjid Agung Pangandaran.

Baca Juga: Pohon Durian Menimpa Rumah Warga Karangkamiri Pangandaran saat Hujan Angin

Sementara itu, Kasatlantas Polres Pangandaran AKP. Asep Nugraha mengatakan, pihaknya sudah mengimbau pelaksana proyek pengarugan agar kendaraan pengangkut cabluk tidak meninggalkan kotoran di jalan raya.

“Kita sudah mengimbau kepada pihak pelaksana proyek supaya kendaraan pengangkut cabluk dibersihkan dulu agar tidak meninggalkan kotoran di jalan,” katanya.

Lanjut Asep Nugraha, pihaknya juga sangat mendukung dengan adanya pembangunan tersebut. Namun, laporan dari masyarakat pun harus dihargai.

“Ya, tentunya kita sangat mendukung adanya pembangunan asal tidak menimbulkan komplen dari masyarakat. Sudah kita imbau dan terima kasih masukannya dari masyarkat,” pungkasnya. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Mengenal Sejarah Suku Jawa Pertama di Pangandaran

Silsilah-Suku-Jawa-2.jpg

harapanrakyat.com,- Bagi sebagian orang, khususnya warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mungkin belum mengetahui sejarah Suku Jawa pertama di Pangandaran. Konon katanya orang orang Jawa datang ke Pangandaran ketika ada proyek rel kereta api sekitar tahun 1900.

Dede Supratman, salah seorang keturunan Jawa asal Kebumen yang kini tinggal di Pangandaran mengaku keturunan ketiga dari leluhurnya yang tinggal menetap di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Ia menjelaskan, orang Jawa Kebumen berbatasan dengan Purworejo punya ciri akhiran katanya semua ‘o’. Sedangkan yang berbatasan dengan Banyumas, Cilacap akhirannya ‘a’. Dede Supratman sendiri berasal dari keturunan Kebumen Purworejo.

Dede pun menceritakan sepenggal sejarah Suku Jawa pertama di Pangandaran, bahwa menurut cerita leluhur, dulu waktu zaman Belanda di Pangandaran ada proyek pembangunan rel kereta api.

“Adanya proyek tersebut menjadi salah satu faktor orang Jawa datang ke Pangandaran untuk bekerja menjadi kuli, yaitu sekitar tahun 1900-an,” ungkap Dede Supratman kepada harapanrakyat.com, Jumat (23/06/2023).

Selain itu, ada juga yang datang ke Pangandaran menjadi pedagang dan nelayan. Mereka  biasanya berasal dari daerah pesisir Jawa Cilacap dan lainnya yang bersandar di Pangandaran. Namun mereka belum menetap karena populasinya masih sedikit.

Baca Juga: Tempat Pesugihan di Indonesia Paling Fenomenal, Dipercaya Bikin Cepat Kaya

“Merangkum dari cerita leluhur asal Jawa wilayah Kebumen seperti buyutnya Ibu Susi Pudjiastuti, waktu ibu saya datang ke Pangandaran masih sedikit masyarakatnya,” ujar Dede.

Sejarah Suku Jawa Pertama di Pangandaran dan Penyebarannya

Lanjutnya menuturkan, kala itu di Pangandaran juga terdapat perkebunan PTPN atau Star Trust yang mana pegawainya kebanyakan dari Jawa asal Kebumen.

Dengan adanya proyek pembangunan rel kereta dan proyek lainnya, Suku Jawa pun menyebar di wilayah Kecamatan Pangandaran, Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, dan Sidamulih.

Sedangkan, Suku Jawa yang tersebar di Cimerak, Legok Jawa dan Kertamukti awalnya nelayan dari daerah pesisir.

“Ada juga cerita sejarah Suku Jawa pertama di Pangandaran dari versi kerajaan, yaitu hijrahnya tentara Mataram. Tapi literaturnya minim jadi saya kurang tahu. Cuma memang ada peninggalan petilasan seperti makam Sembah Agung, Gedeng Mataram dan lainnya,” ungkap Dede.

Cerita tersebut berdasarkan pitutur cerita rakyat yang lewat dan berinteraksi dengan masyarakat kala itu.

Baca Juga: Tiket Gratis Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Bupati Hengky Kurniawan: Mulai Agustus 2023

Kemudian, kuliner asal Suku Jawa yang sampai saat ini ada di Pangandaran seperti pecel, kaprok, sayur lodeh dan jenang. Jenis-jenis makanan tersebut sering tersaji dalam acara hajatan.

“Selain kuliner khas Jawa, ada juga kesenian seperti wayang kulit dan kuda lumping,” kata Dede Supratman.

Paguyuban Sentono Wonoyudo Data Silsilah Orang Jawa di Pangandaran

Sementara itu, Wawan Irawan, Ketua Paguyuban Sentono Wonoyudo (PSW) yang pusatnya di Kebumen, Jawa Tengah, mengatakan, dirinya adalah keturunan Jawa yang saat ini tinggal di Pangandaran.

Ia menjelaskan, perkumpulan tersebut beberapa kali ganti nama. Pernah bernama Rukun Sentono dan terakhir Paguyuban Sentono Wonoyudo (PSW).

“Saat ini paguyuban masih berjalan. Dulu zaman DI TII sebelum pemberontakan Kartosuwiryo sekitar tahun 1948, orang Kebumen banyak yang mengembara mencari daerah yang aman dari gerombolan. Mereka pun mengungsi ke Jawa Barat,” tuturnya.

Baca Juga: Wisata Petik Anggur Impor di Pangandaran, Ada 30 Varian dari Berbagai Negara

Wawan Irawan juga menceritakan, konon orang Suku Jawa yang pertama kali membuka pemukiman di wilayah Pangandaran adalah Mbah Bungkus, yakni sekitar tahun 1850-an.

Jadi, Mbah Bungkus lebih awal dari orang-orang Jawa lainnya yang mengungsi mencari aman dari gerombolan kala itu. Hingga sekarang Suku Jawa sudah banyak menyebar di Kabupaten Pangandaran.

“Suku Jawa di Kabupaten Pangandaran hampir penyebar di jalur Selatan, termasuk Legokjawa. Saat ini PSW pusat di Kebumen sedang melakukan pendataan silsilah orang Jawa Tengah yang banyak di Pangandaran. Mencari data yang akurat dan saat ini belum dibukukan, masih dalam penyusunan harus dilihat silsilahnya,” papar Wawan.

Pendataan Silsilah

Ia menyebutkan, dalam sejarah Suku Jawa pertama di Pangandaran, terakhir sampai Mbah Bungkus tidak ada dokumen yang lengkap turun temurun. Mulai ada pendataan silsilah lagi ketika Wawan masih kecil.

Menurut Wawan, PSW masih belum memiliki data valid. Keberadaan suku Jawa di Kabupaten Pangandaran mayoritas ada di Desa Wonoharjo, Sidomulyo, Purbahayu, Pananjung dan sekitarnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pangandaran, warga yang terdata di Pemerintah Kabupaten Pangandaran berasal dari Sunda, Jawa, Madura, Jawa Timuran, Papua, Minang/Padang, Bugis/Sulawesi, NTB, Batak, dan Tionghoa.

Jika dipersentasekan Suku Sunda mendominasi, yaitu ada 80 persen, Suku Jawa 15 persen, dan dari suku lainnya 5 persen.

Saat ini Bakesbangpol Pangandaran masih melakukan proses penyempurnaan data, sehingga belum bisa tersusun secara detail. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Polemik Ajaran Sesat di Al Zaytun, Ulama Tasikmalaya Minta Percayakan Penanganannya pada Polisi

Kapolres-Tasikmalaya-dan-Ulama.jpg

harapanrakyat.com,– Polemik dugaan ajaran sesat di Al Zaytun, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terus menjadi sorotan masyarakat. Terkait permasalahan yang terjadi di Pondok Pesantren Al Zaytun pun menjadi perhatian Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH. Atam Rustam, meminta kepada pemerintah untuk segera mengambil sikap. Karena selain dianggap menodai ajaran agama Islam, Nahdlatul Ulama juga sudah meyakini kesesatannya.

Meski begitu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap kondusif menyikapi permasalahan tersebut. Tidak melakukan tindakan reaktif apalagi main hakim sendiri. Kasusnya harus diserahkan pada pihak kepolisian.

“Masalah Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, kalau melihat berbagai pernyataannya itu yakin sudah sesat dan menodai ajaran agama. NU sudah menyatakan hal tersebut dari hasil Bahtsul Masailnya. Oleh sebab itu pemerintah harus segera mengambil sikap,” kata KH. Atam Rustam, Minggu (25/06/2023).

Baca Juga: Polres Tasikmalaya Kukuhkan 605 Polisi RW, Ini Tugasnya

Menurutnya, lebih baik Panji Gumilang sebagai pimpinan ponpes Al Zaytun diamankan dan tidak terus berkomentar. Karena akan meresahkan masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya, AKBP. Suhardi Hery Haryanto, terus menjalin silaturahmi dengan tokoh ulama di Tasikmalaya, terkait polemik di Al Zaytun.

Selain mendatangi pengasuh pondok pesantren, ia juga juga menjalin silaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tasikmalaya dan ormas keagamaan.

Terkait dengan adanya polemik atas dugaan ajaran sesat di Al Zaytun, pihaknya mengajak masyarakat Kabupaten Tasikmalaya untuk mempercayakan penangananya kepada pemerintah. Apabila terdapat unsur pidana, maka kepolisian akan segera menanganinya. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Hadiri Harlah ke-77 Muslimat NU di Ciamis, Ini Pesan Wakil Ketua Lazisnu PBNU

Rina-Saadah-1.jpg

harapanrakyat.com,- Wakil Ketua Lazisnu PBNU, Rina Saadah, menghadiri kegiatan silaturahmi dan Harlah ke-77 Muslimat NU di Gedung KH. Irfan Hielmy, Komplek Islamic Center, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (25/06/2023).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Muslimat NU Kabupaten Ciamis ini dihadiri kurang lebih sebanyak 5.000 orang.

Pada kesempatan tersebut Rina Saadah mengatakan, selama 77 tahun semenjak berdiri tanggal 29 Maret 1946 silam, Muslimat NU menjadi Garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Image yang dibangun Muslimat NU bahwa perempuan pun bisa khidmat untuk agama, bangsa dan negara,” katanya.

Rina yang juga sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Jabar X ini mengungkapkan, kontrak politik sebenarnya tidak hanya pada momentum pesta rakyat seperti sekarang ini.

Tapi sebelum tahun politik para Muslimat NU dan juga dirinya sebagai kader NU senantiasa terus mendukung apa yang menjadi cita-cita program-program unggulan dari NU itu sendiri. Khususnya di Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Majalah Al-Mawaidz, Inspirasi NU Tasikmalaya Dirikan Pesantren Modern

“Tadi yang saya sampaikan pertama itu terkait stunting. Ini merupakan PR besar kita sekarang. Khususnya terhadap ibu-ibu bagi pertumbuhan tumbuh kembang anak, jadi itu dari segi kesehatan,” katanya.

Lanjut Rina, dari sektor ekonomi yang mana muslimat berdaya. Dalam hal ini berdaya dari sisi bagaimana ibu-ibu yang mayoritas pelaku UMKM bisa lebih mudah mengakses bantuan permodalan, dan akses pasar.

Kemudian yang ketiga, bagaimana perempuan bisa mempunyai akses terhadap pendidikan. Menurut Rina, sekarang bisa lihat bahwa masyarakat Indonesia pendidikannya paling rendah se-Asia Tengah.

“Ini menjadi PR penting bagi kita, khususnya kalangan perempuan bisa berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini bisa kita mulai dari rumah,” ujarnya.

Harlah ke-77 Muslimat NU di Ciamis Harus Kompak

Dalam kesempatan itu, Rina juga berpesan kepada Muslimat NU khususnya di Kabupaten Ciamis agar semakin kompak, berkah. Serta selalu semangat mengabdi untuk agama, bangsa dan negara melalui program-program yang terus berjalan.

Baca Juga: Kang Agun Optimis Partai Golkar Ciamis Bangkit di Pemilu 2024

Pada kegiatan Harlah ke-77 Muslimat NU ini juga, Rina Saadah memberikan hewan kurban dua ekor sapi kepada Muslimat NU Ciamis dan juga PCNU Kabupaten Ciamis.

Sementara itu, Ketua PCNU Ciamis Arif Ismail Chowas berharap agar jangan memilih partai dan kandidat atau calon-calon legislatif yang bertentangan. Apalagi tidak suka dengan Nahdlatul Ulama.

“Jangan pilih partai termasuk kandidat politik yang tidak suka dengan Nahdlatul Ulama, apalagi mencaci maki NU,” katanya.

Arif juga mengatakan, untuk sama-sama membangun dan melaksanakan tugas dari visi Nahdlatul Ulama, Rina Saadah harus kontrak politik dengan Muslimat NU.

“Mudah kalau kita punya wakil atau yang mewakili kita semua, yang penting kontrak, berpikir untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan perorangan,” tandasnya. 

Arif Ismail Chowas menambahkan, Rina Saadah bukan butuh urusan kekayaan karena ia merupakan Staf Presiden RI bersama Moeldoko. Sekaligus juga sebagai Komisaris BRI Agro.

“Jadi uangnya tidak berseri, dan Ibu Rina siap berjuang dan datang ke PCNU,” pungkasnya. (Feri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Paranet Corner di Kota Banjar Jadi Wadah Kaula Muda Ekspresikan Kreativitas Seni

Paranet-Corner.jpg

harapanrakyat.com,- Paranet Corner di Kota Banjar, Jawa Barat, menjadi wadah bagi kaula muda yang ingin mengekspresikan kreativitas mereka dalam bidang seni, khususnya seni musik. Paranet Corner ini lokasinya di Jalan Dr. Husein Kartasasmita, No. 79-81, Kelurahan/Kecamatan Banjar.

Salah satu acara menarik yang ada di Paranet Corner adalah konser musik dengan tema “100% Para Jiwa Indonesia Tahun 90-an”. Seperti yang berlangsung pada Sabtu (24/06/2023) malam.

Konser musik tersebut dimeriahkan oleh beberapa grup band lokal ternama di Kota Banjar. Selain menikmati penampilan musik, para pengunjung juga berkesempatan untuk berpartisipasi dalam beberapa kuis yang diadakan oleh panitia dengan hadiah menarik. Seperti minuman kopi gratis.

Ketua Paranet Corner Kota Banjar Erman Hendrawan mengatakan, tempat tersebut berdiri pada tanggal 10 Februari 2023.

Ia mengaku ide untuk mendirikan Paranet Corner ini muncul dari dirinya dan sejumlah rekannya. Termasuk pemilik Janji Jiwa dan Hungry Bank.

“Saya, Pak Heru, Dedi Bule bersama dengan pemilik Janji Jiwa dan Hungry Bank adalah penggagas Paranet Corner. Ini tercetus setelah Piala Dunia pada bulan Februari 2023, tepatnya tanggal 10,” ungkap Erman kepada harapanrakyat.com, Sabtu (24/06/2023).

Baca Juga: War Tiket Konser Coldplay Capai 1,5 Juta, Sandiaga Uno Ikutan Rebutan

Paranet Corner di Kota Banjar Miliki Konsep Istimewa

Ia menjelaskan, tema acara “100% Para Jiwa Indonesia Tahun 90-an” merupakan konsep yang istimewa dan berbeda dari acara reguler yang ada setiap akhir pekannya.

Karena acara khusus tersebut hanya berlangsung sekali dalam sebulan, yakni pada akhir bulan dengan konsep yang berbeda setiap bulannya.

Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali kenangan dan rasa rindu (nostalgia) para pengunjung terhadap lagu-lagu tahun 90-an. Sambil memberikan hiburan yang menyatu dengan jiwa para pengunjung.

“Kami menyajikan lagu-lagu lama dengan aransemen yang berbeda agar dapat menghibur para pengunjung yang memiliki jiwa yang sejalan,” kata Erman.

Ia berharap kehadiran Paranet Corner di Kota Banjar dapat mempererat silaturahmi antara pemusik. Serta mendorong perkembangan kreativitas dan kemajuan band-band lokal.

Paranet Corner memberikan ruang bagi para pemuda dan pemudi kreatif untuk mengekspresikan bakat mereka dalam seni musik, maupun bidang seni lainnya.

Melalui konser musik bertema “100% Para Jiwa Indonesia Tahun 90-an”, dan acara-acara lainnya, Paranet Corner di Kota Banjar ini menjadi tempat di mana kolaborasi seniman terjadi.

“Ide-ide segar muncul, dan band-band lokal tumbuh berkembang dengan baik,” pungkas Erman. (Ala/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Saluran Irigasi Cipisitan di Cipaku Rusak, Warga Berharap Perbaikan dari Pemkab Ciamis

Saluran-Irigasi.jpg

harapanrakyat.com,- Akibat saluran irigasi Cipisitan rusak, pasokan air yang mengairi areal persawahan di Dusun Cicurug, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi tidak normal.

Hamim Mulyana, warga Dusun Cicurug, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mengatakan, kondisi saluran irigasi yang berada di wilayahnya sudah lama rusak.

“Sepanjang saluran sudah pada rombeng. Kalau musim hujan air membanjir areal persawahan, sedangkan saat musim kemarau pasokan air menjadi berkurang. Karena disepanjangnya sudah pada bocor,” ungkapnya kepada harapanrakyat.com, Minggu (25/06/2023).

Menurut Hamim, pasokan air dari saluran irigasi Cipisitan tidak hanya mengairi areal persawahan dan kolam di wilayah Desa Mekarsari, tapi juga yang ada di Blok Budur wilayah Desa Muktisari.

Baca Juga: Banyak Aset Tanah Pemkab di Kelurahan Ciamis Jadi Pemukiman Warga

Apabila  tidak secepatnya mendapat perbaikan, lanjut Hamim, dapat dipastikan pasokan air tidak akan sampai ke Blok Budur. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan di wilayah setempat pun akan berkurang atau kesulitan.

“Untuk mengantisipasi agar air bisa normal, masyarakat dan pemerintah desa sudah memperbaikinya dengan menggunakan tumpukan karung berisi tanah. Namun upaya tersebut tidak kuat bertahan lama. Kita sudah berulang kali melakukan hal itu,” terang Hamim.

Oleh sebab itu, masyarakat dan pemerintah desa setempat berharap agar Pemkab Ciamis melalui instansi terkait dapat segera melakukan perbaikan saluran irigasi Cipisitan, sebelum kerusakannya semakin melebar dan bertambah parah.

“Ya, kalau tidak secepatnya mendapat perbaikan, tidak menutup kemungkinan bila hujan deras terjadi bisa menimbulkan banjir. Sedangkan, saat musim kemarau saluran irigasi mengering karena sepanjang salurannya banyak yang bocor,” pungkas Hamim Mulyana. (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Kemenko Polhukam dan Komisi Kejaksaan Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bandung

Surat-dari-Komisi-Kejaksaan.jpg

harapanrakyat.com,- Kemenko Polhukam RI dan Komisi Kejaksaan menindaklanjuti laporan dari KPK Jawa Barat atas adanya dugaan korupsi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ketua Komisi Pencegahan Korupsi (KPK) Jabar Piar Pratama mengatakan, pihaknya telah menerima surat jawaban dari Kemenko Polhukam dan Komisi Kejaksaan.

Surat tersebut merupakan tindak lanjut atas laporannya terkait dugaan korupsi di Pemkab Bandung.

“Surat dari Komisi Kejaksaan yang saya terima terkait laporan dugaan korupsi kini sudah ditangani,” kata Piar kepada harapanrakyat.com, Sabtu (24/06/2023).

Baca Juga: PBH Anti Korupsi Jabar Soroti Dugaan Korupsi di Pemkab Bandung yang Kian Meruncing

Lebih lanjut Piar mengatakan, pihaknya mengapresiasi Kementerian Polhukam, Komisi Kejaksaan, Jaksa Agung maupun KPK RI. Karena telah merespon laporan dari KPK Jawa Barat.

Untuk mengusut tuntas dugaan korupsi di Kabupaten Bandung, khususnya yang terjadi di Dinas PUTR yang melibatkan oknum anggota DPRD. Maka pihaknya pun mengajak masyarakat supaya memberikan dukungan terhadap aparat penegak hukum.

Diberitakan sebelumnya, KPK Jawa Barat melaporkan kepada KPK RI soal adanya dugaan kasus gratifikasi/korupsi. Dalam dugaan kasus tersebut melibatkan Dadang Supriatna sebagai Bupati Bandung.

Selain itu, Piar juga menyerahkan bukti tambahan terkait kasus dugaan korupsi di Dinas PUTR Kabupaten Bandung. (Eva/R3/HR-Online)

5 Anak Digulung Ombak Pantai Sindangkerta Tasikmalaya, 1 Meninggal Dunia

Tenggelam-1.jpg

harapanrakyat.com,- Lima orang anak terbawa gelombang ombak Pantai Sindangkerta, Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (25/06/2023).

Dari kelima korban tersebut, satu orang inisial D (14), warga Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia. Sedangkan 4 korban lainnya berhasil diselamatkan.

Iptu. Tono Suherman, Kapolsek Cipatujah, mengatakan, berdasarkan keterangan dari beberapa orang saksi, korban D bersama teman lainnya berenang di Pantai Sindangkerta setelah sebelumnya berolahraga bersama.

Namun tiba-tiba datang ombak yang cukup besar sehingga korban D hanyut terbawa arus dan tenggelam. Pada saat itu ia berenang paling depan sehingga tergulung oleh gelombang ombak.

Baca Juga: 3 Pelajar Tenggelam di Area Kampung Turis Pangandaran, 2 Tewas dan 1 dalam Pencarian

“Iya, ada satu anak yang hanyut dan ditemukan meninggal dunia setelah terbawa ombak di Pantai Sindangkerta,” ungkapnya saat dihubungi harapanrakyat.com, Minggu (25/06/2023).

Saat itu teman korban yang selamat langsung meminta bantuan. Sedangkan jasad korban ditemukan tidak jauh dari lokasi pertama kali digulung ombak Pantai Sindangkerta.

“Setelah jenazah korban ditemukan, pihak keluarga langsung membawanya ke rumah duka. Pihak keluarga meminta korban untuk tidak dibawa ke Puskesmas karena sudah memastikan kalau anak tersebut tidak dapat tertolong,” terang Tono Suherman.

Polisi Polsek Cipatujah, Polres Tasikmalaya mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat berenang di Pantai Sindangkerta. Apalagi sekarang musim libur sekolah sudah tiba. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Recent Posts