suarasubang.com — Manajemen kurban Subang kini memasuki babak baru melalui program peningkatan kapasitas pengurus masjid secara profesional. Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB) bersama komunitas KOMPAK sukses menggelar lokakarya bertajuk “Upgrade Panitia Kurban” di Masjid Jami’ Nurul Amal Islamic Center.
Acara yang berlangsung pada Minggu (10/5/2026) ini mengumpulkan hampir 100 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Mereka datang untuk menyerap ilmu manajemen terbaru guna menyambut Idul Adha 1447 H. Pemerintah Kabupaten Subang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang membangun kemandirian umat ini.
Dukungan Pemerintah dan Visi Transformasi Masjid Berdampak
Pemerintah daerah melihat kegiatan ini sebagai langkah cerdas untuk meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan masyarakat. Asisten Daerah 1 Subang, H. Rahmat Efendi, membuka acara ini dengan pesan penguatan yang sangat mendalam.
Beliau menegaskan bahwa kolaborasi antar pengurus masjid sangat penting untuk menggalang silaturahmi yang nyata. Oleh karena itu, forum ini menjadi wadah strategis untuk membangun sinergi antar tokoh masyarakat setempat. Yayasan BMB juga berkomitmen untuk terus mendukung transformasi peran masjid di era modern ini.
Selanjutnya, Kodar Udoyono selaku perwakilan Yayasan BMB menjelaskan visi besar organisasi dalam memberdayakan umat. Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah ritual semata bagi para jamaahnya. Sebaliknya, masjid harus memberikan program nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan ekonomi.
Melalui KOMPAK, yayasan ingin memastikan setiap pengurus memiliki keahlian manajemen yang mumpuni secara profesional. Pelatihan hari ini merupakan manifestasi dari keinginan kuat untuk mentransformasi peran masjid tersebut.
Edukasi Syariat dan Teknik Sembelih Hewan Halal
Panitia kurban di Subang kini mendapatkan standar edukasi yang lebih tinggi melalui sesi materi teknis. Ketua DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Subang, Andi Subastian Abadi, membedah rahasia penyembelihan yang cepat dan halal. Beliau mengajarkan teknik praktis yang sangat mengedepankan aspek kesejahteraan hewan atau animal welfare.
Selain itu, para peserta juga mempelajari pentingnya menjaga higienitas daging kurban sejak proses awal. Teknik yang tepat akan menjamin kualitas daging tetap sehat dan layak untuk dikonsumsi warga.
Selain aspek teknis penyembelihan, peserta juga mempelajari cara mengoptimalkan nilai manfaat dari ibadah kurban. Ikhsan Nuryamin dari LAZ Assyifa Peduli membagikan trik agar kurban memberikan dampak luas bagi kemakmuran DKM. Beliau menawarkan program kolaborasi yang mampu meningkatkan kas operasional masjid melalui pengelolaan hewan kurban.
Dengan demikian, pengurus masjid dapat memiliki kemandirian finansial untuk menjalankan program sosial lainnya. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem masjid yang lebih berdaya bagi seluruh jamaah.
Harapan untuk Penyelenggaraan Idul Adha 1447 H

Antusiasme peserta pada kegiatan kali ini melanjutkan tren positif dari rangkaian program KOMPAK sebelumnya. Sebelumnya, komunitas ini juga sukses menghadirkan narasumber inspiratif untuk mengubah pola pikir para pengurus DKM. Kini, fokus utama mereka adalah memastikan ibadah kurban tahun ini berjalan minim kesalahan teknis syariat.
Pengurus masjid diharapkan mampu mendistribusikan manfaat kurban secara lebih merata dan transparan bagi masyarakat. Hal ini menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan jamaah terhadap kredibilitas panitia masjid.
Sebagai penutup, gerakan KOMPAK akan terus mendampingi masjid di Subang melalui pendekatan manajemen yang inklusif. Yayasan BMB ingin mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat yang sangat modern dan profesional.
Masyarakat menaruh harapan besar pada hasil pelatihan ini demi kesuksesan hari raya mendatang. Semoga semangat gotong royong ini mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah. Mari kita wujudkan Subang yang lebih religius dan sejahtera melalui pengelolaan masjid yang lebih baik.








