Beranda Berita Subang Warung Patil Lele Hadir di Subang, Usung Konsep Pecel Lele Naik Kelas

Warung Patil Lele Hadir di Subang, Usung Konsep Pecel Lele Naik Kelas

Warung Patil Lele Hadir di Subang, Usung Konsep Pecel Lele Naik Kelas

suarasubang.com – Ide mengembangkan warung pecel lele dengan konsep resto membawa Yogi Indrayana (43) meluncurkan Warung Patil Lele (Patilele) di Subang, Jawa Barat pada Jumat (23/06) lalu. Sang chef menggambarkannya sebagai warung pecel lele yang naik kelas.

Lalu, seperti apa apa sih konsep resto pecel lele yang diusung pria asal Bandung ini? Tim suarasubang.com yang penasaran akhirnya berkunjung untuk menjumpainya di resto Warung Patil Lele yang berlokasi di jalan Letnan Jenderal S Parman, Pasirkareumbi, Kecamatan Subang.

resto pecel lele di subang
Warung Patil Lele, Subang

Konsep Warung Pecel Lele yang Naik Kelas

Yogi adalah alumni Masterchef Indonesia Season 8 yang ditayangkan oleh RCTI 2021 lalu. Kala mengikuti Masterchef, ia didampingi dewan juri seperti Juna Rorimpandey, Arnold Poernomo, dan Renatta Moeloek.

Meskipun pada akhirnya ia ter-eliminasi dan menempati posisi 12 besar, namun kemampuannya dalam memasak tidak bisa diragukan lagi. Pasalnya, untuk berhasil lolos audisi, para chef wajib memiliki skill dan background memasak yang baik.

Tak heran, kehadiran Warung Patil Lele dengan menu hasil racikan chef Yogi ini membuat warga Subang penasaran. Cita rasa serta kemampuannya dalam mengolah masakan menjadi kekuatan tersendiri di resto ini. Jaminan pecel lele enak Subang.

yogi indrayana dan selebgram subang
Yogi Indrayana, Chef Warung Patilele (kiri), Yona, selebgram Subang (kanan)

Terkait konsep Warung Patil Lele ini, Yogi mengaku memang ingin membawa makanan yang diminati di kaki lima. Utamanya konsep warung pecel lele yang sering kita jumpai di pinggir jalan.

BACA JUGA:  DPRD Subang Tetapkan Raperda Bantuan Hukum dan Usulan Penyelenggaraan Pendidikan

Bedanya, ia membawa konsep pecel lele pinggir jalan ini ke dalam sebuah konsep resto. Selain memberikan suasana tempat makan yang lebih nyaman ada beberapa nilai lebih yang ditawarkan.

“Kita membawa konsep pecel lele pinggir jalan ke dalam konsep resto yang prosesnya lebih higienis. Secara rasa, bahan (minyak goreng misalnya) lebih berkualitas dan terjaga pastinya.”

Ia menambahkan, soal harga pun tidak kalah bersaing dibandingkan dengan kaki lima. Hal lain yang membedakan dan menjadi nilai tambah, bukan hanya lele dengan sambel tradisionalnya saja yang disajikan di Warung Patil Lele.

“Di sini, olahannya bukan cuma lele dengan sambel saja yang umum ada di pedagang kaki lima. Ada beberapa varian bumbu tambahan, semisal sambel matah sambel woku hingga sambel bawang,” ujarnya.

Tapi juga, lanjutnya, ia juga tidak menghilangkan rasa otentik atau ciri khas warung pecel lele kaki lima. Antara lain dengan menyediakan sambel pecel original. Juga tak menghilangkan makanan tradisional yang bisa dinikmati setiap hari, seperti tahu dan tempe.

Rumah makan ini sendiri tak hanya menyediakan menu lele saja sebagai andalan. Yogi ingin mengakomodasi konsumen lain yang juga menyukai kuliner olahan lain yang banyak disukai masyarakat. Terutama yang sesuai dan familiar dengan lidah orang Indonesia.

menu warung patil lele
Olahan makanan yang diracik dengan variasi sambel

“Selain olahan lele, ada juga olahan ayam, ikan seperti nila hingga bebek. Jadi kami menyajikan menu sesuai selera konsumen. Yang membedakan nantinya adalah topping sambalnya.”

BACA JUGA:  Indra Zaenal Ingin Perbaiki Pelayanan Publik dan Birokrasi di Subang

Menariknya, Yogi mengaku jika paket makanan yang paling diminati dan menjadi best seller adalah yang dipadukan dengan sambal matah. Entah menu utamanya lele, ikan, ayam atau bebek.

Membidik Semua Segmen Pembeli

“Bahkan harga kita bisa dibilang sama dengan harga di kaki lima. Tapi secara kualitas rasa, kualitas produk dan tempat kita mungkin lebih unggul dari produk kaki lima, terutama dari segi kebersihan.”

Terkait target market yang dibidik Warung Patil Lele, Yogi mengaku resto yang dikelolanya bisa menyasar semua kalangan. Pasalnya untuk harga, masih sesuai untuk kalangan menengah bawah sampai atas.

Tak heran, banyak yang datang dari kalangan menengah atas karena ingin menikmati kenyamanan resto. Di sisi lain, kalangan middle low pun masih cocok dengan harga yang ditawarkan.

“Tidak usah takut harganya mahal, karena malah kadang harga tak jauh berbeda dengan kaki lima. Misalkan saja, olahan lele kami jual dengan harga 12 ribu rupiah,” tegas Yogi.

Selain menyediakan menu yang ditawarkan dalam satu paket dengan nasi dan lain-lain, resto juga menyediakan olahan yang bisa dipesan satuan. “Untuk pesanan nasi box kita juga siap.”

BACA JUGA:  LSM AKSI Apresiasi Keputusan PJ Bupati Subang Cabut SK Relokasi Pasar Pujasera

Selain penjualan offline langsung di resto, imbuhnya, sebentar lagi pihaknya pun akan tersedia secara online. “Kita juga akan hadir di Grab dan Gofood.”

lokasi resto

Lokasi Strategis Dengan Parkir Luas, Buka Setiap Hari

Lokasi resto ini sendiri terbilang mudah diakses karena berada di jalur jalan utama, tepatnya di seberang Benteng Pancasila Subang. Area parkir resto ini cukup luas untuk mobil maupun motor.

Harus diakui terkadang parkir merupakan kendala bagi sebagian pengunjung. Untung saja, Warung Patil Lele memiliki lahan luas di bagian belakangnya untuk mempermudah konsumen atau pelanggan yang berkunjung, terutama mereka yang membawa mobil.

Dengan penataan ruang sedemikian rupa, pengunjung bisa bebas memilih tempat duduk, baik di area dalam ataupun di area terbuka. Ruangannya sendiri mampu menampung cukup banyak tamu.

Tak heran, jika Warung Patil Lele ini juga bisa dimanfaatkan untuk meeting skala kecil buat instansi pemerintahan maupun perusahaan. Cocok juga untuk kumpul ibu-ibu arisan atau komunitas.

“Kalau ada yang mau reservasi tempat, silahkan,” ujar Yogi. Terkait jam buka, ia mengungkapkan jika Warung Patil Lele buka setiap hari dari pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam.