Beranda blog Halaman 599

Isu Pengkhianat di Tengah Partai Koalisi Anies, NasDem vs Demokrat Memanas?

NasDem-Demokrat.jpg

harapanrakyat.com,- Isu adanya pengkhianat di tengah partai koalisi Anies Baswedan terus bergulir. Sebelumnya Andi Arief, Ketua Bappilu Demokrat, menduga ada partai pengkhianat di tengah Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mendukung Anies sebagai capres.

Hal tersebut menyebabkan di internal Koalisi Perubahan, yakni Partai NasDem dan Partai Demokrat terjadi selisih pendapat.

Meski Andi Arief tidak menyebutkan secara gamblang, namun celetukannya menyebut kalau Demokrat dan PKS tetap kukuh akan memberikan dukungan kepada Anies.

Padahal, dalam Koalisi Perubahan itu ada tiga partai politik, Demokrat, PKS, dan NasDem. Tetapi Andi Arief hanya menyebutkan dua parpol saja.

Pernyataan Ketua Bappilu partai berlogo Mercy itu disampaikan melalui akun Twitter miliknya @Andiarief_, bahwa pihaknya akan terus bersama-sama dengan PKS meskipun satu parpol lainnya mengkhianati koalisi.

Kini publik pun menduga kalau cuitan Andi Arief itu menuding NasDem sebagai partai yang mengkhianati Koalisi Perubahan. Artinya, NasDem bakal meninggalkan Anies.

Baca Juga: Demokrat Kembali Desak Anies Baswedan Segera Deklarasikan Cawapres

NasDem Tegaskan Partai Koalisi Anies Tidak Retak

Sementara itu, adanya dugaan yang menuding partainya sebagai pengkhianat sehingga publik menilai Koalisi Perubahan mulai retak, Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari pun angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa dalam partai koalisi Anies Baswedan (Koalisi Perubahan untuk Persatuan) tidak terjadi keretakan.

Partai NasDem tetap akan mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024 nanti. Karena komitmen Partai NasDem tetap kokoh dan selalu terbukti.

Bahkan Taufik mengklaim, sepanjang sejarah NasDem tidak pernah ingkar janji, apalagi sampai berkhianat terhadap komitmennya.

“Komitmen kita sudah teruji ya. Jadi kita tidak perlu menyampaikan dengan kata-kata, cukup melihat dari bukti. Selama ini kalau NasDem sudah mendukung tokoh tertentu, maka komitmen itu akan kita pegang teguh,” ujarnya, dikutip dari suara.com, Rabu (23/8/2023).

Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Turun, NasDem Undang PKS dan Demokrat

Jadi, kata Taufik, Partai NasDem tidak akan mundur atau berbalik arah dan sebagainya. Selama ini tidak pernah ada bukti yang menunjukan peristiwa tersebut terjadi.

Respon PKS soal Isu Partai Pengkhianat

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menanggapi adanya isu soal pengkhianat di tengah partai koalisi Anies Baswedan, yang membuat perang dingin antara Demokrat dengan NasDem.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera menilai, terjadinya perseteruan itu karena ada pihak yang terburu-buru ingin deklarasi calon wakil presiden (cawapres).

Sementara, pada sisi lainnya ada pihak yang menginginkan agar Anies Baswedan tidak terburu-buru.

Menurut Mardani, fenomena tersebut hanyalah sebuah dinamika politik, dan hal itu lumrah terjadi. (Eva/R3/HR-Online)

Rilis Single Lagu Perdana, Musisi Muda Asal Ciamis Ini Ajak Berani Berkarya

Musisi-Muda.jpg

harapanrakyat.com,- Seorang musisi muda asal Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat baru saja rilis single lagu ciptaanya yang bertajuk Another Time.

Pemuda yang bernama Fathan Mendris (26) itu kini mulai mewujudkan mimpinya di dunia musik di Bandung yang merupakan kota kelahirannya.

Mendris mengaku di halamannya sendiri terkenal sebagai akademisi dan juga pekerja kantoran di sebuah perusahaan.

Namun, kata Mendris, kini ia telah menemukan jalan untuk menggapai mimpinya sebagai seorang pemusik.

“Aku sebenarnya senang main musik dari SD. Hanya saja di kampung aku tidak banyak ikut event-event musik. Karena jarang banget juga di sana. Jadi passion bermusik-ku hanya di acara sekolah atau kampus saja,” kata Mendris kepada harapanrakyat.com, Selasa (22/8/23).

Baca juga: Profil Duta Sheila On 7, Artis yang Bermain Voli dengan Warga

Karena saat ini di Bandung, lanjutnya, ia mengaku lingkungannya sudah tepat untuk mewujudkan mimpinya sejak kecil, yakni bergelut di dunia musik.

Mengawali Karir

Di Bandung, kata musisi muda asal Ciamis ini, ia mengawali karir bermusiknya dengan bergabung komunitas musik. Ia juga bernyanyi dari Cafe satu Cafe lainnya.

Tak hanya itu, ia juga membangun relasi dan membuka diri untuk belajar dengan musisi senior Bandung.

Bahkan, di bulan Juli 2023 lalu ia sempat menjalani debut shownya, karena menjadi bagian dari konser yang bertajuk Balada Cinta Bandung.

“Nah konser itu hasil kolaborasi bersama beberapa seniman dan musisi lain, seperti Ganjar Noor, Budi Dalton, Man Jasad dan lainnya. Jadi ini pengalaman dan permulaan yang berharga,” paparnya.

Mendris menambahkan, selain merilis lagu Another Time pada Minggu (20/8/23) lalu, ia juga akan merilis lagu berjudul Hey Granita pada Oktober 2023 mendatang.

Dua lagu tersebut, lanjutnya, dikemas dengan balutan musik Blues yang ia unggah berbagai digital music platform, seperti YouTube, TikTok dan Instagram.

“Aku harap para pendengar bisa menerima laguku dengan baik. Syukur lagi jika karya pertama ini menjadi motivasi musisi muda di daerah untuk berani muncul dan berkarya di dunia industri musik tanah air,” pungkasnya. (R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Curug Batu Susun Garut, Karya Seni Alamiah yang Memukau

Curug-Batu-Susun-Garut.jpg

Curug Batu Susun merupakan salah satu kawasan air terjun yang terletak di Godog, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Curug ini bukan hanya sekedar air terjun, tetapi juga merupakan sebuah karya seni alamiah yang memukau.

Garut merupakan kawasan dataran tinggi dengan pegunungan dan pesona alamnya yang indah. Oleh karena itu, ada banyak destinasi yang menarik untuk dikunjungi oleh pecinta alam dan wisatawan.

Nama “Batu Susun” merujuk pada susunan batu-batu alami di sekitar curug yang posisinya nampak berurutan, sehingga menciptakan pemandangan indah. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter, dan air yang mengalir jatuh dari atasnya menciptakan gemericik yang menenangkan.

Petualangan Menuju Curug Batu Susun Garut

Perjalanan menuju Curug Batu Susun bisa menjadi pengalaman petualangan tersendiri. Anda akan melewati jalan berliku-liku yang melewati hutan dan lereng pegunungan, sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Perjalanan ini juga memberikan waktu bagi Anda untuk bersatu dengan alam dan merasakan kedamaian. Pengalaman ini hanya dapat ditemukan di tengah hamparan pepohonan hijau dan udara segar.

Kesegaran dan Kesejukan di Sekitar Curug

Setibanya di Curug Batu Susun Garut, Anda akan disambut oleh hembusan angin segar dan kesegaran air yang mengalir. Di sekitar curug terdapat kolam alami yang terbentuk oleh air terjun, tempat di mana Anda bisa berendam atau bahkan berenang.

Baca Juga: Eksplorasi Keindahan Lamping Cirorek Garut, Hidden Gem di Tengah Pegunungan

Kesejukan air dan suara gemericiknya menciptakan suasana yang menenangkan, sehingga cocok untuk melupakan kejenuhan. Berhati-hatilah saat berjalan di sekitar kolam, karena batu-batu pijakan akan terasa licin.

Pemandangan yang menakjubkan dapat ditemukan di berbagai sudut sekitar Curug Batu Susun Garut. Dari bawah curug, Anda dapat mengagumi keindahan air terjun yang jatuh deras, menghasilkan semburan kabut air yang menghiasi udara.

Sementara itu, dari atas curug, Anda dapat melihat pemandangan lembah dan hamparan pepohonan yang tak terhingga.

Menjaga Kelestarian Alam Bersama

Seperti destinasi alam lainnya, menjaga kelestarian Curug Batu Susun adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, pengunjung sebaiknya tidak membuang sampah sembarangan di sekitar area curug agar tidak mencemari lingkungan.

Curug Batu Susun Garut adalah bukti indahnya karya alam yang bisa memberikan pengalaman tak terlupakan. Dengan keindahan alam dan suasana tenang, curug ini menjadi destinasi yang ideal bagi siapa saja yang ingin mencari udara segar. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

5 Cerita Misteri Gunung Salak, Paling Angker di Jawa Barat

Cerita-Misteri-Gunung-Salak.jpg

Cerita misteri Gunung Salak telah menjadi legenda selama bertahun-tahun. Gunung yang memiliki ketinggian 2.211 mdpl ini menjadi salah satu gunung terangker di Jawa Barat.

Terletak di antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Gunung Salak kerap menjadi destinasi favorit bagi para pendaki. Pesona alam dan budayanya membuat gunung ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Akan tetapi, Gunung Salak ternyata menyimpan berbagai cerita mistis yang beredar di kalangan masyarakat hingga kini. Mulai dari kasus orang hilang hingga adanya kerajaan gaib, cerita-cerita tersebut mewarnai gunung tersebut hingga saat ini.

Inilah 5 Cerita Misteri Gunung Salak

Gunung Salak, yang terletak di Jawa Barat, Indonesia, telah menjadi subjek berbagai misteri dan legenda selama bertahun-tahun. Beberapa misteri yang beredar tentang Gunung Salak adalah sebagai berikut.

1. Kasus Orang Hilang

Salah satu cerita misteri Gunung Salak yang paling populer adalah banyaknya pendaki menghilang tanpa jejak. Beberapa orang yang hilang bahkan termasuk para pendaki yang berpengalaman. Meskipun pencarian telah dilakukan, beberapa pendaki masih berstatus hilang hingga saat ini.

2. Pengalaman Gaib

Beberapa pendaki dan warga setempat telah melaporkan pengalaman gaib atau supernatural selama mereka berada di sekitar Gunung Salak. Suara-suara aneh seperti suara gamelan yang datang entah dari mana, adalah contoh pengalaman gaib dari cerita orang.

Baca Juga: Misteri Setan Budeg di Perlintasan Kereta Api, dari Mana Asalnya?

Cerita ini juga membuat orang-orang semakin yakin bahwa Gunung Salak memiliki energi atau aura mistis yang misterius.

3. Kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100

Tidak sedikit orang yang mengaitkan cerita misteri Gunung Salak dengan kecelakaan pesawat Sukhoi Jet 100. Kecelakaan yang terjadi pada tahun 2012 silam itu pun memakan korban jiwa sebanyak 45 orang. Selain itu, tim SAR yang mengevakuasi korban juga mengalami hal-hal aneh di luar nalar.

4. Makam Sunan Salak

Beberapa versi legenda mengatakan bahwa Gunung Salak menjadi tempat makam tokoh-tokoh sejarah, salah satunya Pangeran Raja Depati Kusuma, wali dari kesultanan Kanoman tahun 1706-1719. Banyak peziarah mengunjungi makam untuk wisata spiritual dan memohon berkah.

5. Kerajaan Gaib di Dalam Gunung

Legenda mengatakan bahwa di Gunung Salak terdapat sebuah kerajaan gaib yang berisi makhluk-makhluk supernatural. Konon, orang yang memasuki gunung ini dengan niat baik dapat masuk ke dalam kerajaan ini dan mengalami petualangan yang luar biasa. Namun, jika niatnya buruk, ia dapat tersesat selamanya.

Berbagai cerita misteri Gunung Salak ini merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat sekitar. Meskipun mungkin tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat, cerita-cerita ini tetap berfungsi sebagai bagian penting dari identitas lokal dan pengetahuan tradisional. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Sebanyak 1000 Siswa-siswi PAUD se-Kabupaten Subang Mengikuti Lomba Kolase

Sebanyak 1000 Siswa-siswi PAUD se-Kabupaten Subang Mengikuti Lomba Kolase

Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi menghadiri sekaligus membuka Lomba Kolase tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Subang tahun 2023 yang bertempat di Kolam Renang Ciheuleut. Selasa (22/08).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh UPTD Pengelolaan Kawasan Wisata dan Olahraga Disparpora Kabupaten Subang bekerja sama dengan Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Subang.

Adapun kegiatan lomba kolase dengan Tema "Merdeka Ceria dengan Berkreatifitas Tumbuhkan Rasa Nasionalisme di Usia Dini"

Dalam laporannya, Ketua Panitia Penyelenggara Alit Sugiantoro, S.AN., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 1000 siswa-siswi PAUD dari 4 Kecamatan yaitu, Kecamatan Subang, Kecamatan Dawuan, Kecamatan Cibogo dan Kecamatan Cipunagara.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kreativitas anak dalam rangka memperingati HUT Ke-78 Kemerdekaan RI.

Sementara itu, Ketua Himpaudi Kabupaten Subang Ade Ahmad Ghozali, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan lomba kolase ini memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan anak.

"Manfaat dari kegiatan tersebut untuk mengembangkan motorik anak dan meningkatkan kemampuan mengkoordinasikan tangan dengan pikiran," Tuturnya.

Ia menghimbau kepada seluruh orang tua agar tidak mengintervensi pada pelaksanaan lomba tersebut, supaya anak bisa mengeluarkan kreativitasnya.

Terakhir, ia mengungkapkan bahwa peningkatan mutu edukasi anak-anak harus terus didorong dan kembangkan sesuai potensi yang dimilikinya.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lomba kolase tingkat PAUD seluruh Kabupaten Subang yang diselenggarakan dari hasil kolaborasi.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan lomba kolase ini tidak hanya mendorong kemampuan motorik anak-anak namun juga ada keseimbangan antara perkembangan informasi pada wilayah long term memory.

"Mendidik anak anak kita pada upaya peningkatan kemampuan motorik, juga mensinkronkan antara otak kanan dan kiri," Ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kegiatan ini sangat baik mendorong tumbuh kembang anak pada usia golden age, dengan cara harus dididik dengan cara yang baik antara fisik dan otaknya agar berkembang baik.

Ia juga mengungkapkan bahwa visi kedepan Indonesia maju demi mencapai Indonesia emas di tahun 2045, apabila kurang kegiatan positif maka tahun 2045 harapannya Indonesia maju tidak terpenuhi, diperlukan memberikan efek positif untuk masa depan anak-anak kita.

Diakhir sambutannya, ia berpesan agar berikan anak-anak kita asupan yang bergizi, demi mewujudkan Kabupaten Subang Zero Stunting.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Jajaran Pengurus PD Himpaudi Kab. Subang, Pimpinan Buana Subang Raya serta seluruh orang tua dan peserta lomba kolase.

Cerita Lusi, Korban TPPO asal Cikatomas Tasikmalaya, Bertahan Hidup di Malaysia dengan Cara Ini

Korban-TPPO.jpg

harapanrakyat.com,- Lusi (27), korban TPPO asal Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengaku bertahan hidup di Malaysia dengan berpindah-pindah tempat mencari kerja seadanya.

Ia menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus penyaluran kerja ke Malaysia selama 10 bulan.

“Saya kabur dari penampungan. Saya seperti orang gila aja, cuma bawa baju satu yang saya pakai. Untung ada yang baik, saya dikasih makan dan dikerjakan dua minggu. Sampai saya kerja pindah pindah tempat untuk bertahan hidup agar bisa makan selama di sana,” tutur Lusi di Mako Polres Tasikmalaya, Selasa (22/8/2023).

Korban TPPO asal Cikatomas ini mengaku sebelumnya ia memang tergiur bekerja di Malaysia karena upahnya besar. Bahkan, ia dijanjikan akan bekerja sebagai petugas kebersihan.

Baca Juga: Wanita Asal Tasikmalaya Hampir Setahun Jadi Korban TPPO di Malaysia

Gajinya sebesar 1.300 ringgit atau setara Rp 3,9 juta per bulan. Namun, bukanya uang yang ia dapatkan, Lusi justru malah disekap.

“Saya asalnya dijanjikan dapat upah 1.300 ringgit jadi petugas kebersihan. Eh taunya saya malah kena tipu bahkan disekap.Saya kerja juga gak mendapat bayaran,” ungkapnya.

Korban TPPO asal Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya ini mengaku sangat senang bisa kembali ke Indonesia, dan berkumpul dengan keluarganya. Lusi juga kapok dan tidak akan pernah mau jadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal.

“Terima kasih Pak Kapolres Tasikmalaya dan Pak Kasatnya, saya bisa selamat dan lolos, bisa balik lagi ke Tasikmalaya. Sekali lagi terima kasih pak polisi,” ucap Lusi. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Sejarah Jatuhnya Galuh ke Mataram, Cikal Bakal Lahirnya Kabupaten Ciamis

Sejarah-Jatuhnya-Galuh-ke-Mataram.jpg

harapanrakyat.com,- Sejumlah literasi sejarah Indonesia menyebut jatuhnya kerajaan Galuh ke Mataram tahun 1595 menjadi cikal bakal berubahnya nama Galuh menjadi Ciamis.

Perubahan nama Galuh menjadi Ciamis oleh pemerintahan Mataram tak lepas dari adanya kepentingan politik. Kerajaan Mataram ingin menguasai wilayah Galuh dengan cara mematikan sejarah dan garis keturunannya.

Sebelum kerajaan Mataram menguasai Galuh, kerajaan orang Sunda yang paling dikagumi se-Priangan Timur ini berada di daerah Kawali. Namun setelah Mataram menguasai Galuh, pusat kerajaan tersebut mengalami perpindahan beberapa kali.

Perpindahan tersebut antara lain terdiri dari daerah Cineam, Calincing, Panyingkiran, Imbanagara, dan Cibatu pada tahun 1815.

Tidak menetapnya pusat kerajaan karena semakin luasnya wilayah kekuasaan Galuh ke daerah Selatan. Kendati mengalami perpindahan pusat pemerintahan, daerah Imbanagara lah yang menjadi basis Galuh sesungguhnya.

Baca Juga: Jejak Eksodus Kerajaan Galuh ke Gunung Ciremai, Terasing dan Akhirnya Lenyap

Maka hingga detik ini masyarakat Ciamis menyakini hari lahirnya Galuh –yang juga diperingati dengan hari jadi Kabupaten Ciamis, disamakan dengan berpindahnya pusat kerajaan Galuh dari Panyingkiran ke Imbanagara pada tanggal 12 Juni 1642.

Sejarah Jatuhnya Galuh ke Kerajaan Mataram Mendominasi, Galuh Ganti Nama Jadi Ciamis

Menurut tayangan sejarah dalam kanal YouTube channel @ASALUSULCHANNELYOUTUBE berjudul, “Asal-usul Kota Ciamis Jawa Barat”, dominasi kerajaan Mataram semakin kuat untuk mengganti nama Galuh jadi Ciamis terjadi pada tahun 1915-1935.

Lebih tepatnya ketika daerah Galuh dikuasai seorang bupati yang congkak bernama R.A.A. Sastrawinata. Semenjak kerajaan Mataram menguasai Galuh, tatanan birokrasi daerah tersebut berganti statusnya dari kerajaan menjadi kabupaten.

Begitupun pada masa R.A.A. Sastrawinata, Galuh yang dahulu terkenal sebagai kerajaan anti kolonial mendadak tunduk menjadi daerah yang menurut pada setiap perintah Belanda.

Akibatnya Galuh menjadi lemah, apalagi setelah R.A.A. Sastrawinata meresmikan namanya berganti jadi Ciamis. Trah Galuh tidak bisa mengganggu gugat ketidaksetujuannya, sebab R.A.A. Sastrawinata telah “mencoret” Galuh dari kamus sejarah kerajaan Sunda.

Ketika pemerintah kolonial lebih mendominasi kekuasaan di wilayah Ciamis, rakyat Galuh semakin menderita. Pasalnya pendapatan daerah di Ciamis yang bisa memberikan kesejahteraan penduduknya berpangkal ke penguasa Mataram untuk selanjutnya dibagi dua dengan pemerintah kolonial Belanda.

R.A.A. Sastrawinata, Bupati Ciamis Pemuja Mataram, Dihormati Belanda

Menurut surat kabar kolonial yang terbit pada tanggal 3 Agustus 1915 bertajuk, “De Sumatera Post”, Bupati Ciamis, R.A.A. Sastrawinata terkenal sebagai seorang penguasa regional eks-kerajaan Galuh yang sangat memuja trah Mataram.

Selain itu R.A.A. Sastrawinata juga dihormati oleh pemerintah kolonial Belanda karena diberikan hak istimewa oleh Raja Jawa karena telah sukses menaklukan Galuh sebagai salah satu kerajaan termegah di tanah Pasundan.

Sejumlah literatur lain mengatakan R.A.A. Sastrawinata merupakan orang pertama yang nekad menghapus sejarah Galuh. Ia juga ditugaskan oleh Mataram untuk memutuskan tali persaudaraan pewaris Galuh agar R.A.A. Sastrawinata bisa berkuasa sepenuhnya di wilayah tersebut.

Karena kejeniusan ini R.A.A. Sastrawinata banyak dilibatkan oleh Mataram sebagai delegasi wakilnya rapat dan berdiskusi dengan pemerintah kolonial. Dari sinilah jaringan relasi kekuasaan Sastrawinata terbentuk.

Ketika ia dipilih lagi sebanyak 3 kali jadi bupati Ciamis, orang-orang Belanda memberikan ucapan selamat. Bahkan menurut koran Belanda yang terbit pada tahun 1920-an menyebut R.A.A. Sastrawinata sebagai bupati pertama di tanah Sunda yang sering menerima bunga penghormatan dari orang Belanda.

Kerajaan Mataram Mengkontaminasi Budaya Sunda

Ketika Mataram resmi menguasai Galuh, nampaknya kerajaan yang berpusat di tengah pulau Jawa itu telah mengkontaminasi budaya Sunda.

Pasalnya para bupati utusan Mataram yang memerintah Galuh kala itu menerapkan beberapa tradisi orang Jawa dalam pemerintahannya. Adapun yang paling terlihat dari adanya kontaminasi budaya tersebut antara lain dari sebuah bahasa.

Baca Juga: Sejarah Perubahan Galuh Jadi Ciamis, Apa Motif Bupati Sastrawinata?

Mataram telah menggantikan bahasa Sunda asli dengan bahasa Sunda Mataraman. Beberapa contoh bahasa Sunda Mataraman yaitu seperti istilah-istilah bahasa Sunda yang saat ini orang Sunda pakai sehari-hari.

Seperti dahar (makan), gentos (ganti), manawi atau menawi dalam bahasa Jawa (apabila), dan lain sebagainya.

Pembentukan bahasa Sunda Mataraman seperti ini membuat budaya Sunda asli jadi tenggelam. Sebagian ahli melihat fenomena ini sebagai cara Mataram menyelaraskan budaya mereka di tanah Sunda. Intinya Mataram ingin menghilangkan tradisi Sunda dengan cara perlahan.

Tujuannya agar orang Sunda kehilangan identitasnya sendiri. Supaya ketika mereka kehilangan identitas budaya,  maka generasi penerusnya hanya akan mengenal budaya yang saat itu mendominasinya. Budaya siapakah itu? Tentu saja budaya Jawa warisan Mataram. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Indodana Ajak Generasi Muda di Labuan Bajo Belajar Bijak Pakai Layanan Fintech

SosialisasiLabuanBajo1_copy_800x534.jpg

review1st.com – Dalam rangka mendukung peningkatan literasi keuangan di Indonesia, Indodana sebagai perusahaan Fintech Lending turut aktif dalam memberikan edukasi layanan keuangan yang kini telah mengalami transformasi digital pada generasi muda.

Langkah ini dilakukan supaya  generasi muda menjadi “melek” akan perkembangan keuangan digital dan bijak dalam menggunakannya.

Indodana Ajak Generasi Muda di Labuan Bajo Belajar Bijak Pakai Layanan Fintech

Hal tersebut disampaikan, Compliance Manager Indodana, Okkie Armando Saragih, dalam acara NEXT GEN – FINTECH bertema “Menuju Keuangan Digital Inklusi Keuangan bersama Indonesia Timur” di Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Pada acara yang dihadiri komunitas dan mahasiswa di Labuan Bajo tersebut, Indodana mengajak generasi muda agar paham dan dapat beradaptasi dengan layanan keuangan berbasis digital yang disediakan oleh Fintech Lending.

“Indodana sebagai Fintech Lending platform ingin mengajak anak – anak muda Labuan Bajo untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan layanan keuangan berbasis digitalisasi sekaligus mendorong peningkatan literasi keuangan pada sektor fintech.

Di samping literasi digitalisasi layanan keuangan, edukasi keuangan juga menjadi sangat penting bagi anak muda agar tidak salah dalam mengambil keputusan dalam menggunakan layanan jasa keuangan,” kata Armando.

Ia menambahkan, dalam upaya peningkatan literasi dan edukasi keuangan ini, peserta yang hadir diajak untuk dapat  menempatkan diri sesuai dengan kemampuan masing – masing dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Langkah ini sekaligus mengajarkan  mereka supaya bisa lebih cermat dalam mengelola keuangan sejak muda, sehingga dapat memberikan dampak baik di masa yang akan datang. 

“Kemampuan finansial dan perhitungan risiko yang memadai menjadi hal penting dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan untuk  menggunakan layanan platform digital jasa keuangan.

Setelah segala aspek risiko telah dipertimbangkan, alangkah baiknya jika pemanfaatan dana pinjaman digunakan sesuai dengan kebutuhan atau digunakan untuk suatu hal yang menguntungkan dalam  panjang, seperti tambahan modal usaha.

Tingkat pendapatan juga dapat menjadi tolak ukur tanggung jawab dan bijak dalam mengembalikan pinjaman agar tidak bermasalah di kemudian hari,” tambah Armando.

Berdasarkan Data dan Statistik Fintech Lending periode Mei 2023, masyarakat berusia 19 – 34 tahun baik laki – laki maupun perempuan mengalami outstanding pinjaman hingga Rp26 miliar, sedangkan pinjaman perseorangan lancar atau dibayar dalam 30 hari, sebesar Rp23 miliar.

Hal ini menunjukkan masih banyak generasi muda yang masuk dalam kategori Gen Z dan milenial dinilai belum lancar dalam melakukan pembayaran di dalam penggunaan  layanan keuangan fintech lending.

Sebagai Fintech Lending platform, Indodana telah memberikan akses kepada masyarakat underbanked dalam mengakses produk keuangan lebih luas sejak didirikan dan telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Mei 2020, melalui layanan kredit online dan PayLater.

Saat ini, Indodana telah memiliki lebih dari 20.000 merchant/outlet rekanan offline maupun online yang tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Dengan rekanan yang bisa dijangkau luas tersebut, masyarakat bisa memanfaatkan untuk mendapatkan berbagai keperluan seperti gadget & electronic, fashion & lifestyle, furniture, travel & digital, groceries dan marketplace untuk memenuhi kebutuhan. 

GameHers Inisiasi Perayaan Keberadaan Tokoh Perempuan Esports Tanah Air

Foto1.GameHersInisiasiPerayaanKeberadaanTokohPerempuanEsportsTanahAir_copy_800x450.jpg

review1st.com – UniPin sebagai perusahaan penyedia layanan hiburan digital terkemuka di Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung setiap gerakan dan kampanye kesetaraan gender, terutama di bidang esports.

Pada 12 Agustus kemarin, UniPin bekerja sama dengan Samsung Odyssey dan Circle Luna Nera dalam menggelar acara bertajuk GameHers di NARA Senopati, Jakarta Selatan.

GameHers Inisiasi Perayaan Keberadaan Tokoh Perempuan Esports Tanah Air

Tak bisa dipungkiri, esports dan gaming adalah industri yang didominasi oleh laki-laki. Pada gelaran GameHers ini, UniPin, Samsung Odyssey, dan Luna Nera mengundang perempuan-perempuan yang aktif di industri esports untuk sesi sharing dan berkoneksi, merayakan keberadaan mereka sebagai perempuan dalam esports.

Hadir dalam gelaran ini adalah Debora Imanuella selaku pendiri dari Luna Nera dan SVP UniPin Global Esports & Community, Ivan Adiwibowo selaku Product Manager dari PT Samsung Electronics Indonesia, juga tokoh-tokoh perempuan berpengaruh di dunia digital di Indonesia seperti Shinta ‘Shintabubu’ Witoyo selaku pemilik dari Bubu.com dan founder Esports Morph Team, Revie Sylviana selaku Global Partnerships Meta Southeast Asia, Yosephine Andjani selaku Esports Ecosystem Manager MOONTON Indonesia, Elvarica Noviyanti selaku Country Manager Tencent Game (Ragnarok), Diana Sutrisno selaku Board Member dari IESF, dan Anisa Rahim sebagai Brand Ambassador dari ONIC Esports.

GameHers adalah sebuah inisiatif untuk mendobrak batasan dan membuat sebuah ruang aman bagi perempuan untuk berkumpul dan merencanakan kegiatan-kegiatan yang membuat pengaruh besar bagi seluruh perempuan di industri ini.

GameHers bukan sebatas makan siang biasa; kegiatan ini akan berlanjut pada kegiatan selanjutnya di Oktober mendatang.

Debora Imanuella menjelaskan bahwa dirinya bersama UniPin dan Luna Nera mendukung penuh kegiatan-kegiatan emansipasi wanita di bidang esports, salah satunya melalui GameHers.

“Ini adalah gerakan permulaan sebelum kegiatan-kegiatan lainnya, di mana kita akan mengumpulkan seluruh gamers perempuan dan komunitasnya untuk saling berbagi, bertukar ide, dan berkolaborasi dalam menghasilkan sebuah karya yang berdampak,” ujarnya. 

Veronica Huang dari TikTok Live Indonesia juga antusias menanggapi gelaran acara ini yang bertujuan agar para gamers perempuan dapat saling dukung, tidak hanya in-game saja, tetapi dalam banyak hal lainnya.

“Aku merasa gaming scene itu memang butuh sosok perempuan. Menanggapi itu, di tahun ini, TikTok lebih berkomitmen lagi mendukung perempuan-perempuan di gaming scene salah satunya dengan menmbuat tagar yang digunakan secara global yaitu #WomenInGaming.

Ini adalah Intelectual Property (IP) terbesar kami setelah tagar #GamingOnTikTok yang kami keluarkan tahun lalu,” ujar Veronica.

Mila Likumahua selaku Marketing Communication Manager PT Samsung Electronics Indonesia juga menyatakan dukungannya untuk para perempuan di ekosistem gaming dan esports untuk terus maju dan meraih pencapaian yang luar biasa.

“Gamers seringkali diasosiasikan dengan gender laki-laki. Namun, kali ini, kami dari Samsung Odyssey ingin memberikan dukungan penuh untuk para perempuan bisa mendapatkan pengakuan yang sama di industri ini; agar sama-sama kita bisa berprestasi dan meraih pencapaian-pencapaian hebat tanpa batasan dan diskriminasi,” tutup Mila.

Kelas Pintar Kampanyekan #StudyLifeBalance, Bantu Siswa Meraih Mimpi

SAVE_20230822_142630_copy_800x533.jpg

review1st.com – Study-life balance adalah konsep penting yang mengacu pada mencari keseimbangan antara waktu yang dihabiskan untuk belajar atau akademis dengan waktu untuk kegiatan pribadi, keluarga, dan rekreasi. Dalam konteks anak, study-life balance membantu menjaga kesejahteraan emosional dan mental mereka.

“Keseimbangan antara kehidupan belajar dan kehidupan pribadi itu penting. Karena menjadi seorang siswa bukanlah status melainkan sebuah fase.

Kelas Pintar Kampanyekan #StudyLifeBalance, Bantu Siswa Meraih Mimpi

Fase di mana anak-anak memerlukan kebebasan untuk menjelajahi kehidupan dan menemukan apa yang mereka sukai baik di dalam maupun di luar sekolah,” jelas Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar saat membuka media Talkshow dengan tema Study Life Balance.

Namun faktanya, jumlah waktu yang harus dihabiskan para siswa untuk belajar di sekolah dan di rumah menjadi masalah, mereka menjadi lelah dan juga memerlukan lebih banyak waktu untuk menjelajahi apa yang mereka sukai di luar aspek akademis.

“Anak-anak yang mengalami tekanan berlebihan dalam belajar tanpa cukup waktu untuk beristirahat dan bermain, mungkin mengalami kelelahan fisik dan mental.

Keseimbangan yang buruk tersebut dapat berdampak pada stres, kecemasan, penurunan motivasi dalam belajar, hingga depresi,” terang Caesilia Ika W, S.Psi., M.Psi – Psikolog Pendidikan – Konselor Anak dan Remaja. 

Di sisi lain, orang tua dan guru kadang-kadang tidak dapat memberikan anak-anak cukup kebebasan dan peluang untuk menjelajahi potensi-potensi lain karena mereka khawatir bahwa waktu yang dihabiskan anak-anak untuk belajar masih belum cukup untuk membuat mereka unggul dalam hidup.

Untuk itu, penting bagi anak untuk bisa belajar dengan efektif dan efisien, sehingga mereka tidak harus menghabiskan seluruh waktu mereka hanya untuk belajar. 

“Ketika anak-anak dapat berhasil dalam studi mereka, maka orang tua dan guru akan membiarkan mereka menjelajahi kehidupan dengan bebas, pada saat itu dapat dikatakan bahwa mereka mencapai keseimbangan antara kehidupan belajar dan pribadi,” ucap Ellenduani Aprila – Head Of Marketing Communication Kelas Pintar. 

Menurut wanita yang akrab disapa Duan ini, tugas penyedia solusi berbasis teknologi seperti Kelas Pintar adalah bagaimana membantu siswa untuk bisa belajar secara efektif dan efisien, sehingga bisa meminimalisir kelelahan dikarenakan waktu belajar yang berlebih. 

“Kami di Kelas Pintar terus berinovasi, salah satunya adalah dengan menghadirkan antarmuka baru yang didesain untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” terang Duan.

Dengan pembaruan antarmuka, Kelas Pintar berharap bisa membuat proses pembelajaran di Kelas Pintar menjadi lebih efektif dan efisian, baik secara upaya maupun waktu.

“Selanjutnya adalah bagaimana kami membawa “kesenangan” para siswa ke dalam aktivitas di Kelas Pintar. Salah satunya adalah dengan meluncurkan point system, dalam upaya mendekatkan para siswa pada impian yang ingin mereka capai melalui perjalanan akademis yang lancar atau tanpa hambatan,” ujar Duan.

Point system sendiri pada prinsipnya merupakan sebuah bentuk apresiasi Kelas Pintar kepada para siswa yang melakukan perjalanan akademisnya dengan Kelas Pintar. Para siswa akan mendapatkan poin untuk setiap aktivitas yang mereka lakukan.

Selanjutnya, poin tersebut akan terlihat dalam leaderboard, dimana siswa yang berada pada posisi tertinggi di setiap bulannya akan mendapatkan hadiah untuk membantu mengeksplorasi potensinya.

“Hadiah yang kami siapkan cukup beragam, mulai dari yang terkait dengan hobi, cita-cita, hingga pengalaman hidup.

Jadi, jika ada siswa yang bermimpi jadi YouTuber, Gamers, Beauty Blogger dan lain sebagainya, dapat terfasilitasi oleh Kelas Pintar. Dan puncaknya adalah paket liburan GRATIS di penghujung tahun ajaran,” pungkas Duan.

Sebagai informasi, Kelas Pintar juga akan melakukan roadshow ke sekolah-sekolah untuk mengkampanyekan #StudyLifeBalance dan mengedukasi para siswa maupun stake holder terkait akan pentingnya kesimbangan antara kehidupan belajar dengan kehidupan pribadi.

Recent Posts