Beranda blog Halaman 45

Bupati Subang Tindak Tegas Truk Tambang yang Melanggar Aturan Operasional

Truk tambang Subang

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra kembali turun langsung ke lapangan menindaklanjuti aduan masyarakat terkait masih adanya truk tambang yang beroperasi di luar ketentuan. Dalam inspeksi tersebut, ia menemukan aktivitas truk di sejumlah wilayah, termasuk Kalijati, Purwadadi, Patokbeusi, dan sekitarnya.

Reynaldy menegaskan, truk tambang dilarang beroperasi di Kabupaten Subang pada akhir pekan dan Hari Libur Nasional mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB. Kebijakan ini dibuat demi menjaga kenyamanan serta keselamatan masyarakat di sekitar jalur lintasan truk.
“Beberapa galian yang melanggar telah kami tutup sementara, dan saya sudah menginstruksikan penutupan sementara akses keluar-masuk. Izin penambangannya akan dievaluasi ulang,” tegasnya.

Prihatin Dampak Lingkungan dan Sosial

Bupati menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan yang terdampak akibat aktivitas penambangan. Ia menyoroti alam yang terus dikeruk, jalanan berdebu dan berlubang, hingga terganggunya kenyamanan masyarakat.
“Saya prihatin melihat alam yang terus dikeruk, jalan berdebu dan berlubang, serta masyarakat terganggu. Namun InsyaAllah saya tidak akan berhenti mencari solusi. Demi keamanan dan keselamatan warga, saya mohon doa serta dukungan dari seluruh masyarakat Subang,” ujarnya.

Komitmen Penegakan Aturan

Inspeksi kali ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pemkab Subang dalam menertibkan kendaraan bertonase besar. Sebelumnya, Reynaldy juga melakukan sidak ke perusahaan ekspedisi air minum galon di Kasomalang yang melanggar jam operasional.

Dengan berbagai upaya tegas tersebut, ia berharap para pelaku usaha di Subang semakin patuh terhadap aturan.
“Aturan ini bukan sekadar regulasi, tapi demi kepentingan dan kenyamanan masyarakat Subang secara keseluruhan,” pungkasnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Hadiri Perkemahan KKRI Batch 2 di Subang

Perkemahan KKRI Subang

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR, S.IP bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si menghadiri kegiatan Perkemahan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Batch 2. Acara tersebut digelar di Lanud R. Suryadi Suryadarma, Kecamatan Kalijati, pada Minggu (29/9/2025) dan turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kegiatan ini diikuti 1.000 siswa dari sejumlah SMK di Kabupaten Subang. Dari jumlah tersebut, 93 siswa terpilih akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti defile pada perayaan HUT TNI ke-80, 5 Oktober 2025 mendatang.

Adapun sekolah yang berpartisipasi meliputi SMK Angkasa 1 (250 siswa), SMK Angkasa 2 (60 siswa), SMK YADIKA (100 siswa), SMK Al Mufti (270 siswa), SMK Cipeundeuy (270 siswa), dan SMK PGRI Subang (50 siswa).

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kasih sayang orang tua dalam membentuk karakter anak.
“Yang hilang dari anak-anak hari ini adalah kasih sayang dari orang tua. Mereka berpikir bahwa dengan memberi uang, semua masalah akan selesai,” ungkap Kang Dedi.

Ia menambahkan, kurangnya perhatian emosional dapat menimbulkan kegelisahan pada anak sehingga mencari pelarian yang berisiko membawa mereka pada pergaulan bebas.
“Ada yang pengembaraannya positif, seperti musik dan olahraga. Tapi ada juga yang negatif, seperti minum-minum, motor brong, dan berkelahi,” jelasnya.

Kang Dedi juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi Indonesia sebagai negara kaya sumber daya alam.
“Masih banyak pihak yang ingin negeri ini tidak diisi oleh orang-orang pintar, sholeh, dan hebat. Tetapi justru diisi oleh orang-orang yang mudah diajak bekerja sama untuk menghisap kekayaan alamnya,” tegasnya.

Menurutnya, perkemahan ini menjadi salah satu cara mengembalikan jati diri anak bangsa.
“Program ini sesungguhnya bagian dari mengembalikan jati diri kita sebagai manusia ke alam healing, traveling, dan menjadi eling,” ujarnya.

Ia pun berencana menginisiasi kegiatan serupa di berbagai kompleks militer se-Jawa Barat agar siswa dapat memanfaatkan hari libur dengan aktivitas positif.
“Nantinya kita akan buat secara kompak se-Provinsi Jawa Barat, setiap kompleks militer TNI AD, TNI AU, dan TNI AL dapat diisi oleh anak-anak sekolah dengan kegiatan bermanfaat seperti ini,” pungkasnya.

Bupati Subang Lepas Atlet Peparpeda IV Jabar 2025 dan Kontingen BK Porprov

Atlet Subang Peparpeda 2025

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, melepas atlet Kabupaten Subang yang akan berlaga pada Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) IV Tingkat Jawa Barat 2025 di Kota Bandung. Acara pelepasan berlangsung saat apel pagi di Halaman Kantor Bupati Subang, Senin (29/9/2025).

Pada kesempatan yang sama, Bupati yang akrab disapa Kang Rey juga melepas kontingen Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat 2025 yang akan diikuti 15 cabang olahraga.

Dalam amanatnya, Kang Rey memberikan motivasi khusus kepada para atlet agar menjadikan ajang ini sebagai momentum pembuktian diri.

“Jadikan pertandingan ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan, melainkan sumber kekuatan dan inspirasi,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar seluruh atlet menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Bertandinglah dengan jujur, tunjukkan semangat pantang menyerah, dan buktikan bahwa atlet Subang mampu meraih prestasi terbaik,” tambahnya.

Peparpeda merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjamin kesetaraan hak olahraga bagi semua warga, termasuk penyandang disabilitas. Ajang multi-event ini menjadi wadah terbesar di tingkat daerah untuk pelajar disabilitas dalam mengasah keterampilan, menggali potensi, serta menumbuhkan sportivitas dan kebersamaan.

Peparpeda IV Jabar 2025 digelar di Kota Bandung pada September ini dan menjadi bagian dari seleksi menuju Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) 2025 di Jakarta pada awal November mendatang. Jawa Barat menargetkan mempertahankan posisi runner-up nasional seperti pada Peparpenas X/2023 di Palembang.

Tahun ini, Peparpeda mempertandingkan empat cabang olahraga: para bulu tangkis, para tenis meja, para atletik, dan para renang. Awalnya ada lima cabang, namun boccia ditiadakan sesuai keputusan nasional. Peserta terdiri dari kategori dengan hambatan fisik, intelektual, dan penglihatan.

Pemkab Subang Siapkan 2.000 Kuota BPJS Ketenagakerjaan Gratis untuk Pekerja Informal

BPJS Ketenagakerjaan Gratis Subang

Subang – Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menyiapkan kuota bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 2.000 pekerja informal dan masyarakat berpenghasilan rendah pada tahun ini. Program ini diberikan secara gratis agar pekerja yang belum terlindungi dapat memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyampaikan hal tersebut usai berbincang dengan sejumlah pekerja informal seperti juru parkir dan pedagang di Warung Timbel Mang Ateng, Kamis (25/9).

“Mereka adalah para pekerja informal yang hingga kini belum terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya program ini, mereka akan lebih tenang dalam bekerja karena memiliki perlindungan saat terjadi risiko kerja,” ujar Kang Rey.

Program ini memberikan sejumlah manfaat, di antaranya perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan biaya perawatan medis ditanggung penuh, Jaminan Kematian (JKM) berupa santunan bagi ahli waris, Jaminan Hari Tua (JHT) sebagai tabungan jangka panjang, serta rasa aman dan tenang karena terlindungi dari risiko kerja.

Kang Rey menegaskan, Pemkab Subang berkomitmen meningkatkan kuota bantuan ini di masa mendatang agar semakin banyak pekerja informal merasakan manfaat perlindungan sosial secara merata.

“Insya Allah ke depan kuota ini akan terus ditingkatkan agar semakin banyak pekerja informal di Subang yang bisa menikmati manfaat perlindungan sosial,” tegasnya.

World Rabies Day 2025, Disnakeswan Subang Tekankan Pentingnya Vaksinasi Hewan

Pencegahan Rabies Subang 2025

Subang – Dalam rangka memperingati World Rabies Day 2025, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Subang menggelar talkshow di Studio Radio Benpas pada Kamis (25/9). Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni drh. Sukiman (Medik Veteriner) dan drh. Wina (Ahli Muda).

Dalam pemaparannya, drh. Wina menegaskan bahwa pencegahan rabies membutuhkan sinergi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Ia mengingatkan agar hewan peliharaan tidak dibiarkan berkeliaran bebas untuk menghindari risiko penularan dari hewan liar.

“Apabila seseorang tergigit hewan yang berpotensi terjangkit rabies, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencuci luka dengan air mengalir, lalu segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk observasi dan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, drh. Sukiman mengungkapkan bahwa hingga kini tercatat 30 kasus rabies di Kabupaten Subang. Mayoritas kasus disebabkan gigitan hewan yang belum divaksin.

“Kita harus bertindak sekarang, jangan sampai menunggu ada kasus terlebih dahulu baru bergerak,” tegasnya.

Ia menambahkan, rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan vaksinasi hewan peliharaan masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, peran komunitas pecinta hewan sangat penting untuk memberikan edukasi tentang bahaya rabies dan pentingnya langkah pencegahan sejak dini.

“Jika vaksinasi dilakukan secara rutin, kasus rabies dapat dicegah, dan target Indonesia bebas rabies pada 2030 bisa tercapai,” tambahnya.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan World Rabies Day 2025, Disnakeswan Subang juga akan menggelar kegiatan khusus pada 27 September 2025 di halaman kantor Disnakeswan.

TNI Periksa Makanan Bergizi di SMP Negeri 2 Pringkasap untuk Cegah Keracunan

Pemeriksaan Makanan Bergizi Subang

Subang – Aparat TNI melakukan pemeriksaan ketat terhadap makanan bergizi (MBG) sebelum dibagikan kepada siswa SMP Negeri 2 Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (26/9/2025).

Pemeriksaan dilakukan satu per satu pada paket makanan bergizi yang dikemas dalam wadah stainless. Aspek kebersihan hingga jenis masakan menjadi fokus utama. Langkah ini diambil menyusul maraknya kasus keracunan makanan di sejumlah daerah di Indonesia.

“Sedikitnya 464 siswa SMP Negeri 2 Pabuaran menerima makanan bergizi. Pemeriksaan ini untuk memastikan makanan yang dibagikan aman dikonsumsi,” kata Danramil Pabuaran, Letu Inf Odiyarto kepada TINTAHIJAU.COM.

Ia menambahkan, pengawalan distribusi makanan bergizi gratis merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas program pemerintah pusat dalam meningkatkan gizi anak sekolah.

“Kebersihan dan sterilisasi makanan harus benar-benar diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami pastikan pendistribusian makanan bergizi di sekolah berjalan aman,” tegasnya.

Hingga kini, siswa di wilayah Kecamatan Pabuaran tetap aman saat mengonsumsi makanan bergizi gratis tersebut. Meski demikian, pengawasan ketat mulai dari pengolahan hingga distribusi terus ditekankan agar program benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan dan kecerdasan siswa.

Pelantikan Pejabat Subang Digelar di Jalan Rusak, Kang Rey Angkat Isu Sampah dan Infrastruktur

Pelantikan Pejabat Subang Jalupang

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi melaksanakan rotasi, mutasi, dan promosi pejabat di lingkungan Pemkab Subang pada Jumat (26/09/2025). Sebanyak 162 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional dilantik di Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati.

Ada yang berbeda dari prosesi kali ini. Pelantikan tidak digelar di gedung megah, melainkan di ruas jalan rusak Desa Jalupang. Menurut Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang, pilihan lokasi tersebut adalah pesan simbolis yang mencerminkan persoalan klasik Subang: jalan rusak, sampah, dan sarana pendidikan yang butuh perhatian serius.

“Tadinya saya mau ke TPA Jalupang, tapi saya pilih di Jalupang agar bisa melihat faktual. Sampah, infrastruktur jalan, dan sarana pendidikan masih harus dirumuskan. Ini PR kita bersama,” ujar Kang Rey.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan visinya terkait pengelolaan sampah. Ia menargetkan pada 2026 masalah sampah dapat ditangani langsung di tingkat desa, sehingga tidak lagi membebani TPA Jalupang.

“Ke depan, tahun 2026, sampah bisa selesai di desa masing-masing sehingga tidak terlalu membebani TPA Jalupang,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Kang Rey merumuskan lima langkah strategis. Pertama, pengelolaan TPA Jalupang dengan konsep sanitary landfill agar lebih ramah lingkungan. Kedua, pengadaan kontainer sampah untuk mempermudah distribusi dari TPS ke TPA. Ketiga, pembangunan TPS 3R secara bertahap di seluruh kecamatan. Keempat, pengadaan armada pengangkut sampah baru. Kelima, pelatihan dan edukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah.

Kang Rey menekankan, persoalan sampah tidak bisa hanya diatasi dengan menambah armada atau membangun TPS baru. Diperlukan strategi terpadu yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Ini pekerjaan bersama. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan infrastruktur, masyarakat ikut menjaga kesadaran lingkungan. Kalau ini berjalan beriringan, Subang bisa bebas dari darurat sampah,” pungkasnya.

Pemkab Subang Lantik 126 Pejabat Baru, 12 Camat Resmi Berganti

Rotasi Mutasi Pejabat Subang

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang melantik 126 pejabat dalam rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di lingkungan Pemkab Subang. Prosesi pelantikan berlangsung di Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang.

Dalam acara ini, sejumlah jabatan strategis resmi berganti, mulai dari camat, lurah, sekretaris dinas, hingga kepala bagian.

Sebanyak 12 camat baru dilantik. Mereka adalah Drs. Vino Subriadi (Camat Serangpanjang), Bambang Edi Purwanto, S.Sos., M.M. (Camat Pamanukan), Sumardi, S.STP., M.AP (Camat Subang), Drs. Aet Rudiatna, M.Si (Camat Cisalak), Ubi Kartubi, AKS., M.Si (Camat Sukasari), Alex Nursalam, SSTP (Camat Ciater), Agus Hermawan, S.STP (Camat Pusakanagara), Drs. Rahmat Hidayat, M.Si (Camat Sagalaherang), Wawan Hermawan, S.STP., M.AP (Camat Pagaden), Suangsih, S.Pd., M.AP (Camat Binong), Dadi Iskandar, S.STP (Camat Pagaden Barat), dan Dadang Kosasih, S.Sos., M.Si (Camat Pusakajaya).

Selain itu, tiga lurah baru juga mendapatkan amanah, yaitu Sri Bagus Handoko, S.STP., M.AP (Lurah Pasirkareumbi), Ajit Sugiantoro, S.AN., M.M (Lurah Dangdeur), serta Anas Hamzah, S.AN (Lurah Sukamelang).

Untuk jajaran sekretaris dinas, terdapat tiga pejabat baru: Hj. Ega Agustins, S.Kep., Ners., M.Kep (Sekretaris Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga), Luluk Dwi Wulan Andarini, SE, MM (Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan), serta H. Kanca Saputra, S.Sos., M.Si (Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan).

Empat kepala bagian juga resmi dilantik. Mereka adalah Nurudin, S.Sos., M.Si (Kepala Bagian Organisasi Setda), Ahmad Septembro Mandilaga, M.AP., S.MB. (Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda), Arie Ardiansyah, S.Kep., Ners., M.Si (Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD), serta Nugraha Wibawa, SP., M.M (Kepala Bagian Program dan Keuangan Sekretariat DPRD).

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan bahwa rotasi dan mutasi adalah hal wajar dalam birokrasi. Menurutnya, hal ini juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi pemerintahan.

“Mutasi dan promosi ini bukan hanya kebutuhan organisasi, tetapi juga bentuk penyegaran dan penyesuaian agar kinerja pemerintahan semakin optimal dalam melayani masyarakat Subang,” ujar Kang Rey.

Dengan pelantikan ini, pejabat baru diharapkan segera beradaptasi dengan tugas barunya dan membawa energi positif bagi pembangunan Kabupaten Subang.

DPRD Subang Sahkan Perubahan Susunan Perangkat Daerah, Bupati Reynaldy Optimistis Tingkatkan Kinerja Pemerintahan

Perubahan susunan perangkat daerah Subang

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang di Ruang Rapat Paripurna, Kamis (25/9/2025). Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana Abdurrachman, S.H., membahas perubahan susunan perangkat daerah melalui Raperda Perubahan Kelima atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016.

Dalam laporan Panitia Khusus, terdapat dua perubahan penting. Pertama, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida). Kedua, pemisahan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan Pemadam Kebakaran.

Perubahan ini diharapkan membawa manfaat, seperti penguatan fungsi perencanaan berbasis riset, efisiensi pelayanan publik, peningkatan akuntabilitas, penguatan kapasitas SDM, serta sinergi antarlembaga.

Setelah laporan pansus, DPRD menetapkan Raperda Perubahan Kelima atas Perda Nomor 7 Tahun 2016 untuk diajukan evaluasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bupati Reynaldy, yang akrab disapa Kang Rey, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung proses pengesahan.

“Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Subang pada hari ini disetujui untuk dilakukan permohonan evaluasi ke Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Kang Rey optimistis transformasi BP4D menjadi Baperida serta pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan akan membantu menyelesaikan berbagai persoalan daerah.

“Dengan bertransformasinya BP4D menjadi Baperida, serta pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan hasil pemisahan dari Satpol PP, berbagai permasalahan di Kabupaten Subang dapat segera diatasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, fungsi riset dalam Baperida akan mendukung lahirnya ide dan inovasi baru, terutama dalam menyongsong era industrialisasi Subang.

“Adanya fungsi riset akan membantu mengembangkan potensi yang ada agar ke depan lahir banyak ide dan gagasan baru untuk menciptakan Subang yang lebih baik. Ditambah Subang yang tengah bergerak menuju kawasan industri, kita perlu satuan pemadam kebakaran yang bekerja lebih optimal,” jelasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut anggota DPRD Subang, Forkopimda, Asisten Daerah, Kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

11 Siswa SD Rawalele Subang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis

keracunan makanan SD Rawalele Subang

Subang – Sebanyak 11 siswa SD Rawalele, Subang, Jawa Barat, mengalami mual dan muntah setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah, Kamis (25/9/2025). Mereka mulai menunjukkan gejala sekitar satu jam setelah makan.

Kepala SD Rawalele, Yanti Malam, membenarkan peristiwa tersebut saat ditemui di Puskesmas Rawalele ketika mendampingi siswa yang mendapat perawatan.

“MBG datang jam setengah delapan pagi, kami tidak pernah berlama-lama takut makanan basi jadi setengah sembilan udah beres,” ujarnya.

Dari total 420 siswa penerima MBG, hanya 11 siswa yang mengalami gejala mual dan muntah. Siswa yang terdampak berasal dari kelas 1 dan kelas 6.

“Sekitar jam 10-an, anak bergejala muntah, ada juga orang melihat temennya jadi muntah juga. Kami cepat bawa ke sini hubungi kades untuk tindak lanjut, 420 siswa, gejala 11 orang, kelas 1 dan kelas 6,” katanya.

Menu MBG hari itu terdiri dari nasi, ikan dori, sayur tahu, dan tempe.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Maxi, menyatakan pihaknya akan mengambil sampel makanan untuk memastikan penyebab gejala yang dialami para siswa.

“Puskesmas Rawalele menerima beberapa anak dari SD Rawalele yang mengeluh mual muntah di sekolahnya. Tentunya kita akan melihat ambil sampel apa betul dari MBG atau hal lain,” ucap Maxi.

Ia menjelaskan, dari 11 siswa yang terdampak, hanya dua yang perlu menjalani perawatan medis lebih lanjut.

“Ada 11 orang gejala yang sama tapi beda kelas, kelas 1 dan kelas 6, masih di observasi dua orang mereka hanya mual dan muntah gejala hilang tanda dehidrasi, gejala ringan, kita harus melihat lagi kalo ambil sampel makanan untuk mengetahui apa penyebabnya,” pungkasnya.

Recent Posts