Beranda blog Halaman 46

Subang Wajib “Ngapak T”, Bupati Tegaskan Kendaraan Usaha Harus Gunakan Plat Nomor Asli Subang

plat nomor T Subang

Kabupaten Subang kini lagi tegas-tegasnya.

Semua kendaraan usaha yang beroperasi di wilayahnya wajib pakai plat nomor “T” Subang, bukan plat dari daerah tetangga.

Langkah ini bukan sekadar urusan pelat besi di bemper, tapi tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 151/PM.06/PEREK tertanggal 23 Oktober 2025 yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

Dalam surat itu, ditegaskan adanya masalah serius: truk angkutan barang, terutama air minum dalam kemasan (AMDK), sering kelebihan muatan. Dampaknya? Jalan rusak, udara kotor, dan macet yang bikin warga Subang geleng kepala.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR menegaskan bahwa perusahaan dan ekspedisi harus segera menyesuaikan aturan itu.

Surat edaran Gubernur, dalam waktu dekat harus segera dievaluasi oleh PT. Tirta Investama, dan pihak ekspedisinya, untuk segera menyesuaikan surat edaran tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).

Ia menambahkan, kebijakan soal jam operasional kendaraan angkutan juga bukan keputusan sepihak.
Saya membuat aturan jam operasional, bukan keinginan saya sendiri, tetapi hasil keputusan bersama dengan Pak Gubernur juga,” tegasnya.

Dalam aturan itu, ada ketentuan jelas: lebar kendaraan maksimal 2.100 mm, berat total 8 ton, dan muatan sumbu terberat (MST) juga 8 ton.

Namun ternyata, laporan masyarakat justru menunjukkan banyak pelanggaran jam operasional oleh kendaraan berat.
Hampir 80 persen laporan masyarakat yang saya terima itu, kaitannya dengan truk yang melanggar jam operasional,” ungkapnya.

Reynaldy pun menegaskan bahwa keselamatan warga Subang adalah prioritas.
Jangan sampai terjadi kebijakan yang lebih ekstrem dari ini. Karena keselamatan masyarakat kami nomor satu,” ujarnya mantap.

Tak cuma untuk truk air minum, kebijakan ini juga berlaku bagi semua jenis angkutan berat—termasuk pengangkut galian.
Bukan hanya pengangkut air saja, tetapi galian juga saya terapkan. Saya tidak pandang bulu, semua ekspedisi pengangkutan yang melewati Subang, harus mentaati aturan tersebut,” katanya tegas.

Sebagai penutup, ia mengingatkan seluruh perusahaan agar segera mengganti plat kendaraannya dengan “T” khas Subang.
Tolong perhatikan juga plat nomornya. Jangan sampai perusahaan bapak di Subang, ambil airnya di Subang, tetapi plat nomornya diregistrasikan di Bekasi. Tolong plat nomornya dialihkan ke plat Subang,” tandasnya.

Langit Subang kini tak hanya diawasi dari cuaca, tapi juga dari nomor kendaraan. Karena buat Bupati, taat aturan bukan sekadar formalitas, tapi bentuk cinta pada tanah kelahiran.

Awan Hitam Terbang di Langit Subang, Eh… Ternyata Busa Misterius!

busa hitam di langit Subang

Langit Patokbeusi, Subang, mendadak jadi bahan gosip nasional.

Bukan karena hujan deras atau pelangi ganda, tapi karena ada busa hitam yang melayang di udara—mirip awan gelap yang sedang kebingungan mencari hujan.

Warga awalnya cuek, mengira itu sekadar awan mendung. Tapi begitu “awan” itu jatuh ke tanah dan menyapa hidung, semua langsung sadar: ini bukan awan, ini aroma “pabrik edition”.

Busa, bau, awas beracun. Busa ini!” seru seorang warga, sambil menjauh setengah langkah tapi tetap merekam—karena, tentu saja, kamera HP harus tetap on.

Video itu pun langsung melesat ke media sosial, menari-nari di timeline warganet. Dalam rekaman, terlihat gumpalan busa hitam keabu-abuan bergerak acak di langit, seperti kapas gosong yang tersesat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat pun tak tinggal diam. Kepala DLH, Ai Saadiyah Dwidaningsih, mengonfirmasi bahwa timnya sudah turun tangan.

Masih dicek oleh Tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup (PPLH),” ujar Ai dengan nada tegas namun tetap penuh tanda tanya, Rabu (29/10/2025).

Kini publik menanti: apakah ini ulah pabrik nakal, fenomena langka, atau busa sabun yang kehilangan arah? Yang jelas, langit Patokbeusi sedang jadi panggung drama paling “berbusa” minggu ini.

Ega Anjani Pantau Pemeriksaan Mata Pelajar Subang, Bagikan 1000 Kacamata Gratis

pemeriksaan mata pelajar Subang

Kabupaten Subang — Suasana Puskesmas Cikalapa, Senin (27/10/2025), tampak lebih semarak dari biasanya.
Bukan karena ada bazar atau lomba, tapi karena ratusan siswa dari berbagai sekolah tampak antre dengan senyum malu-malu untuk diperiksa matanya.

Ya, hari itu Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, S.IP, turun langsung memantau kegiatan pemeriksaan mata bagi pelajar.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif TP PKK Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Jabar.

Tujuannya sederhana tapi berdampak besar: mendeteksi dini gangguan penglihatan pada siswa SD, SMP, dan SMA, sekaligus membagikan 1000 kacamata gratis bagi mereka yang membutuhkan.
Langkah kecil dengan pandangan besar — agar anak-anak bisa melihat masa depannya dengan lebih jelas, bukan buram karena rabun.

Di Subang sendiri, kegiatan ini digelar berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Subang, dr. Indriati Utama, menjelaskan bahwa screening hari itu diikuti sekitar 140 siswa dari tujuh wilayah kerja puskesmas: Cikalapa, Sukarahayu, Tanjungwangi, Cibogo, Rawalele, Ciasem, dan satu wilayah tambahan di sekitarnya.

“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PKK, Dinas Kesehatan, dan IROPIN. Kami men-screening anak-anak untuk mendeteksi gangguan penglihatan. Nantinya, siswa yang memerlukan alat bantu akan difasilitasi kacamata oleh TP PKK Provinsi Jawa Barat,” ujar dr. Indriati.

Tak berhenti di Cikalapa, program ini juga akan menyambangi lima titik lainnya: Puskesmas Patokbeusi, Pagaden, Pamanukan, Kalijati, dan Purwadadi.
Mata sehat, belajar pun semangat!

Sementara itu, Ega Anjani Reynaldy tampak menyapa dan berbincang hangat dengan para siswa yang tengah diperiksa.
Beliau tidak hanya datang untuk memantau, tapi juga memberi motivasi dengan gaya khasnya yang lembut namun tegas.

“Jagalah mata kalian, jangan terlalu lama menatap layar handphone, dan biasakan membaca dengan pencahayaan yang cukup. Kesehatan mata penting agar kalian bisa terus belajar dengan semangat dan nyaman,” tutur Ega Anjani dengan penuh perhatian.

Hari itu, Subang tidak hanya berbicara soal visi, tapi benar-benar melihat masa depan — lewat sepasang mata anak-anak yang kini bisa menatap dunia dengan lebih terang.

Media Patriot Nasional Buka Lowongan Wartawan Lokal di Subang

lowongan wartawan lokal Subang

Kabupaten Subang, Jawa Barat — Ada kabar menggembirakan bagi warga Subang yang gemar menulis dan punya jiwa kepo terhadap isu publik!
Media Patriot Nasional resmi membuka pintu lebar-lebar bagi calon wartawan daerah yang ingin menjadi bagian dari jantung informasi di Subang dan sekitarnya.

Langkah ini bukan sekadar rekrutmen, tapi misi memperkuat jaringan redaksi daerah agar setiap denyut peristiwa—dari sosial, ekonomi, budaya, hingga pemerintahan—bisa tersampaikan secara aktual dan berimbang kepada masyarakat.
Ya, kehadiran jurnalis lokal ibarat mata elang dan telinga tajam publik di lapangan.

Calon wartawan yang bergabung akan memegang peran penting: meliput kegiatan pemerintahan, sosial, pendidikan, dan budaya di wilayah Subang.
Tentu saja, semua tulisan wajib berdasarkan fakta lapangan dan mengikuti kaidah jurnalistik yang benar.

Integritas dan objektivitas jadi harga mati!
Para wartawan juga akan berkoordinasi dengan redaksi pusat untuk proses verifikasi berita sebelum tayang ke publik.

Bagaimana dengan kriterianya?
Cukup sederhana—domisili di Subang atau sekitarnya, punya ketertarikan di dunia jurnalistik, mampu menggunakan ponsel pintar, aktif di media sosial, serta disiplin dan komunikatif.
Pengalaman menulis boleh jadi nilai tambah, tapi tidak wajib kok!

Media Patriot Nasional juga menyiapkan pembekalan dasar tentang teknik peliputan, penulisan berita, dan etika jurnalistik.
Sistem kerjanya fleksibel, dengan pola kontribusi sesuai kemampuan dan wilayah liputan masing-masing.

Program ini bukan sekadar lowongan, tapi gerakan: menghidupkan jurnalisme lokal di Subang.
Media Patriot Nasional berkomitmen menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik, sekaligus menumbuhkan semangat warga untuk menjadi penyambung suara masyarakat Jawa Barat.

Bagi yang merasa terpanggil, segera hubungi redaksi melalui tautan WhatsApp di bawah untuk mendapatkan panduan pendaftaran dan tahapan seleksinya.
Siapa tahu, pena dan ponselmu jadi alat perubahan di kampung halaman!

BYD Bangun Pabrik Raksasa di Subang, Siap Guncang Industri Mobil Listrik Indonesia

pabrik mobil listrik BYD Subang

Subang, bersiaplah jadi pusat gebrakan otomotif masa depan!
Pabrikan mobil listrik asal China, BYD, tengah menyiapkan pabrik perakitan superbesar yang ditargetkan mulai beroperasi awal 2026.

Fasilitas anyar ini bukan sekadar pabrik—ini bakal jadi dapur utama produksi kendaraan listrik BYD di Indonesia.
Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengungkap bahwa pembangunan sudah mencapai lebih dari 75 persen.

“Target sesuai komitmen (akhir tahun rampung). Sesuai dengan target bisnis kita tentunya di momen di saat kita sudah diharapkan berkomitmen produksi, ya kita harus produksi, karena ini soal menjaga kepercayaan dari customer,” kata Luther saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).

Bayangkan, Subang bakal jadi arena tempat lahirnya mobil-mobil listrik keren seperti M6, Dolphin, Seal, Atto 3, dan Atto 1.
Meski model pertama yang akan dirakit belum diumumkan, BYD berharap semuanya bisa diproduksi di tanah air.

“Belum secara pasti kita tentukan (model pertama yang diproduksi), namun yang pasti produk yang kita bawa kita harapkan bisa diproduksi di Indonesia,” ujar Luther, sembari tersenyum penuh optimisme.

Tak tanggung-tanggung, pabrik BYD di Kawasan Industri Subang Smartpolitan ini akan merekrut hingga 18.000 tenaga kerja!
Bayangkan, satu kota kecil penuh tenaga ahli baru, semua sibuk merakit masa depan yang ramah lingkungan.

Luas lahannya pun bikin tercengang—lebih dari 108 hektar!
Ini bukan sekadar investasi besar, tapi juga suntikan energi baru untuk perekonomian lokal dan peluang teknologi hijau di Indonesia.

Keberadaan pabrik ini diyakini akan membawa efek domino: lapangan kerja meningkat, ekonomi sekitar menggeliat, dan pengetahuan tentang mobil listrik pun mengalir deras.
Ya, Subang tak lagi hanya dikenal dengan nanas manisnya—tapi juga mobil listrik canggih buatan BYD!

Dishub Subang Gerak Cepat Perbaiki Lampu Jalan Padam di KH Agus Salim–Cigadung

perbaikan lampu jalan Subang

SUBANG — Malam kembali terang di ruas Jalan KH Agus Salim–Cigadung, setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Subang turun tangan memperbaiki lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sempat padam.

Semua bermula dari laporan warga yang disampaikan lewat kanal media sosial Bupati Subang dengan tagar #LaporKangRey.
Tak butuh waktu lama, laporan itu langsung ditindaklanjuti. Tim teknis Dishub Subang pun bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memperbaiki jaringan PJU yang bermasalah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Indri Tandia, menegaskan bahwa Dishub berkomitmen menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Perbaikan dan pemeliharaan PJU di Jalan KH Agus Salim telah selesai dilakukan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di malam hari,” ujarnya.

Kini, jalan yang sebelumnya gelap gulita kembali bersinar terang, memberi rasa aman bagi pengendara maupun pejalan kaki.
Langkah cepat Dishub Subang ini menjadi bukti nyata bahwa laporan warga tidak hanya dibaca, tetapi benar-benar ditindak.

Respons tangkas ini juga diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik, khususnya dalam pemanfaatan kanal digital aduan Pemkab Subang.
Dari tagar hingga tindakan — pelayanan publik pun kini makin terang benderang, sama seperti lampu jalannya.

Semangat “Subang Ngabret” Membara di Jambore Pemuda 2025

Jambore Pemuda Subang 2025

Subang — Udara sejuk di Camping Area Cadika Subang mendadak terasa penuh semangat dan tawa muda.
Sebanyak 100 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan dari 30 kecamatan se-Kabupaten Subang berkumpul dalam Jambore Pemuda Tahun 2025, yang digelar pada 27–28 Oktober 2025.

Mengusung tema “Pemuda Bergerak, Subang Ngabret,” kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa semangat anak muda Subang bukan hanya berapi-api, tapi juga siap bergerak nyata.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang, Nenden Setiawati, berharap jambore ini menjadi momentum kebangkitan bagi pemuda Subang.
“Jambore ini menjadi sarana memperkuat kebersamaan, jiwa kepemimpinan, nilai sportivitas, dan cinta tanah air. Diharapkan pula menjadi momen kebangkitan pemuda Kabupaten Subang untuk bergerak maju,” ujar Nenden, Senin (27/10/2025).

Nenden menambahkan, selama dua hari kegiatan, para peserta akan mengikuti berbagai agenda pembinaan dan pengembangan diri.
Tujuannya jelas: agar pemuda Subang semakin tangguh, berkualitas, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin tali persaudaraan dan kolaborasi di antara pemuda. Pemuda harus menjadi agen perubahan menuju Subang Ngabret,” tegasnya penuh semangat.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi — atau akrab disapa Kang Akur — juga turut hadir memberi motivasi di hadapan para peserta.
“Saya bangga bisa berdiri di hadapan pemuda pilihan dari seluruh wilayah Kabupaten Subang. In syaa Allah mereka punya semangat perubahan dan mimpi besar untuk menjadi yang terbaik serta bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Agus.

Namun Kang Akur mengingatkan, Jambore ini bukan sekadar acara perkemahan yang diisi api unggun dan nyanyian malam.
“Bukan sekadar kemah, tetapi bagaimana ada transfer pengetahuan, pengalaman, kepemimpinan, dan meningkatnya kolaborasi antar pemuda,” jelasnya.

Agus juga menegaskan pentingnya semangat Subang Ngabret dalam menghadapi transformasi daerah menuju kawasan industri.
“Pemuda di Kabupaten Subang harus semakin Ngabret. Sekitar 45 persen penduduk Subang adalah pemuda, dan ini menjadi modal besar dalam era industrialisasi dan digitalisasi,” katanya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, lanjutnya, berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan daerah dengan menggandeng kreativitas dan semangat generasi muda.
Pemuda, menurutnya, harus menjadi pembeda—bukan pengeluh, tapi penggerak perubahan.

“Indonesia Emas 2045 adalah milik para pemuda, dan dari Subang semangat itu harus terus menyala,” pungkas Kang Akur, disambut tepuk tangan para peserta yang malam itu benar-benar ngabret dalam semangat kebersamaan.

Isu Aqua di Subang Dinilai Alihkan Sorotan dari Kasus Dana Pemda

isu Aqua Subang dan dana Pemda

Subang — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah jadi perbincangan hangat.
Bukan hanya karena aksi inspeksi mendadaknya (sidak) ke pabrik Aqua di Subang yang viral, tapi karena langkah itu dinilai sebagian pihak sebagai upaya mengalihkan fokus publik dari isu lain yang lebih serius.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa sorotan publik terhadap kasus dana pemerintah daerah yang mengendap di bank tampak meredup setelah video sidak Dedi Mulyadi menyebar di media sosial.
“Kasus dana mengendap di bank dan kas daerah terkesan tenggelam oleh isu Aqua di Subang,” kata Jamiluddin, dikutip dari RMOL, Jumat (24/10/2025).

Menurut Jamiluddin, isu yang diangkat terkait pabrik Aqua di Subang belum memiliki bukti kuat mengenai tudingan penggunaan sumber air dari sumur bor.
“Apakah kasus Aqua di Subang sengaja dilontarkan untuk menutupi isu menumpuknya dana milik Pemda di bank dan kas daerah?” ujarnya dengan nada mempertanyakan.

Ia menambahkan, munculnya isu Aqua seolah menjadi kabut yang menutupi pembahasan soal dana daerah mengendap—padahal keduanya sama pentingnya.
“Padahal persoalan dana daerah mengendap tak kalah pentingnya dengan kasus Aqua di Subang. Sebab, dana tersebut menyangkut pembangunan daerah,” pungkas Jamiluddin.

Publik pun kini dibuat bertanya-tanya: apakah ini sekadar kebetulan waktu, atau strategi komunikasi yang disengaja?
Yang jelas, dua isu besar sedang bersaing merebut panggung perhatian masyarakat Jawa Barat.

Judul:Jawa Barat Raih Predikat Belanja Terbaik, Setiap Rupiah Harus Berfaedah!

Pengelolaan Keuangan Jawa Barat

suarasubang.com — Kabar baik datang dari Tanah Pasundan.
Pemerintah Provinsi Jaw,,a Barat kembali unjuk gigi di panggung nasional setelah dinobatkan sebagai provinsi dengan belanja terbaik di Indonesia, versi Kementerian Dalam Negeri.

Tak hanya unggul dalam pendapatan, belanja daerah Jabar juga dinilai tinggi, produktif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Singkatnya, uang rakyat di Jawa Barat bukan sekadar “keluar,” tapi benar-benar “bekerja.”

Meski demikian, ada juga dana yang terlihat “nongkrong sementara” di kas daerah dalam bentuk giro.
Tapi tunggu dulu, itu bukan dana mengendap.
Menurut penjelasan pejabat Pemprov Jabar, uang tersebut merupakan mekanisme pembayaran proyek yang dilakukan bertahap, bukan sekaligus.

Bayangkan proyek pembangunan jalan senilai Rp1 triliun.
Pembayarannya dibagi tiga termin:
termin pertama 20–30 persen setelah pekerjaan awal rampung,
termin kedua dan ketiga menyusul sesuai progres di lapangan.

Strategi ini bukan tanpa alasan.
Tujuannya agar pekerjaan tetap terkendali, sesuai target fisik, dan terhindar dari potensi penyalahgunaan anggaran.
“Kalau uang diberikan langsung seluruhnya di awal, sementara pekerjaan belum berjalan, justru bisa menimbulkan masalah hukum bagi penyelenggara kegiatan,” jelasnya.

Selain giro, sebagian dana kas daerah juga disimpan dalam deposito on call, yakni deposito jangka pendek yang bisa dicairkan sewaktu-waktu.
Langkah ini membuat uang daerah tetap produktif karena bunganya menjadi pendapatan resmi daerah, bukan milik pribadi.

“Tidak ada uang daerah yang dinikmati secara pribadi. Semua pendapatan bunga disetorkan kembali ke kas daerah,” tegasnya lagi.

Menariknya, seluruh dana itu hanya ditempatkan di Bank Jabar Banten (BJB) sebagai bank kas daerah.
Dengan begitu, semua transaksi dilakukan transparan, terpantau, dan sesuai aturan.

Pemprov Jabar menegaskan, ukuran keberhasilan keuangan bukan seberapa cepat anggaran habis, tapi seberapa besar manfaatnya bagi rakyat.
“Kalau anggaran hanya dihabiskan untuk perjalanan dinas, seminar, atau belanja rutin tanpa memberi manfaat langsung bagi masyarakat, itu tidak efektif,” ujarnya lugas.

Maka dari itu, belanja daerah difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik yang nyata terasa dampaknya.
Hingga saat ini, saldo kas daerah Jawa Barat tercatat sekitar Rp2,5 triliun.
Namun, angka ini akan terus menurun seiring pembayaran berbagai proyek hingga akhir tahun.

Targetnya jelas dan menantang:
pada 30 Desember nanti, saldo kas diupayakan turun di bawah Rp50 miliar, bahkan kalau bisa, nol rupiah.

“Semakin kecil saldo di akhir tahun berarti semakin optimal dana daerah dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat,” tutupnya dengan yakin.

Dengan pola belanja yang terukur, akuntabel, dan berpihak pada publik, Jawa Barat membuktikan satu hal penting — pengelolaan keuangan terbaik bukan yang tercepat menghabiskan anggaran, tapi yang paling banyak menebar manfaat.

Subang Siap Pesta Literasi! Festival Literasi Subang 2025 Segera Digelar

Festival Literasi Subang 2025

Subang — Siap-siap, Sobat Literasi! Kabupaten Subang akan berguncang dengan semangat membaca, menulis, dan berbagi inspirasi lewat Festival Literasi Subang 2025.

Acara akbar yang digagas Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Subang ini mengusung tema: “Membangun Literasi Bersama Rakyat Demi Subang yang Unggul, Maju, dan Kompetitif.”

Festival ini terbuka untuk umum dan dijadwalkan berlangsung 11–13 November 2025 di Halaman Gedung Layanan Perpustakaan, Jalan Jenderal Achmad Yani, Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang.
Tiga hari yang dijamin penuh kejutan, edukasi, dan inspirasi!

Nama-nama besar akan hadir meramaikan panggung literasi.
Mulai dari Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR, S.IP, Bunda Literasi Subang Ny. Ega Anjani Reynaldy, S.IP, hingga Kepala Disarpus Subang Drs. Iwan Rudianto, M.Si.
Tak ketinggalan, bintang-bintang literasi nasional seperti Gol A Gong, Maman Suherman, Trias Tatanka, dan Ari Keling juga siap berbagi cerita dan motivasi.

Bukan sekadar festival, ini adalah pesta ide dan imajinasi!
Rangkaian acaranya pun variatif — mulai dari Pelantikan Bunda Literasi, Gelar Wicara dan Bedah Buku, Launching Buku dan SIPERKAPEN (Sistem Perpustakaan Kabupaten), hingga Lomba Mewarnai untuk anak-anak.
Masih kurang seru? Tenang, ada juga Pameran Buku Murah, produk TPBIS dan UMKM, plus hiburan Live Music yang bakal bikin suasana makin hidup.

Kepala Disarpus Subang, Drs. Iwan Rudianto, M.Si., menegaskan semangat di balik gelaran ini.
“Kami ingin literasi menjadi kebiasaan baru masyarakat Subang. Tidak hanya membaca buku, tapi juga membangun cara berpikir kritis dan kreatif,” ujarnya mantap.

Festival Literasi Subang 2025 bukan hanya agenda, tapi juga gerakan.
Gerakan untuk menyalakan kembali api keingintahuan, membangkitkan daya pikir, dan menjadikan membaca sebagai gaya hidup keren anak Subang.

Jadi, tandai tanggalnya dan kosongkan jadwalmu!
📅 11–13 November 2025
📍 Halaman Gedung Layanan Perpustakaan Subang

Karena literasi bukan sekadar membaca, tapi juga membuka jalan menuju Subang yang unggul dan berdaya saing!

Recent Posts