Beranda blog Halaman 1572

Cegah Penyebaran PMK, Kang Akur Bersama HA IPB Subang Inisiasi Gerakan Partisipasi Pemberdayaan 1000 Petani Ternak Kab. Subang

HA-IPB-SUBANG.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Dewan Pengurus Cabang Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (DPC HA IPB) Kab. Subang menginisiasi Gerakan Partisipasi Pemberdayaan 1000 Petani Ternak se-Kabupaten Subang, dalam pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di kabupaten Subang. Gerakan ini dimulai dari desa Wanasari Kecamatan Cipunagara Selasa (21/6/2022) dipimpin oleh Wakil Bupati Subang sekaligus Ketua DPC HA IPB Kabupaten Subang Agus Masykur Rosyadi.

Hadir dalam kegiatan tersebut berbagai pihak yang peduli terhadap para petani ternak di Kabupaten Subang dengan adanya penyebaran PMK ini. Diantaranya dari PT Global Dairy Alami, PT Suri Nusantara Jaya, DPD HA IPB Jabar, Keluarga Himpunan Alumni IPB (KAMIPB), Tani Center IPB University, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat, Dinas Peternakan Kabupaten Subang, Pemerintah Kecamatan Cipunagara, Pemerintah Desa Wanasari, Karang Taruna dan warga masyarakat.

Kades Wanasari, Dede Krisna Syafa’at menyampaikan bahwa dirinya dan jajaran siap menyambut baik program gerakan partisipasi pemberdayaan. Dirinya berharap Desa Wanasari mampu berkolaborasi dan menjadi desa Binaan DPC HA IPB Kab. Subang.

Disampaikan pula Laporan Ketua Pelaksana, Deni Nurhadiansyah, sebagai alumni IPB yang menyampaikan merasa terpanggil bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) di kab. Subang. Deni mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut berpatisipasi dalam kegiatan ini.

Sekretaris DPD HA IPB Jawa Barat Asep Kayana dalam sambutannya mengucapkan apresiasinya atas kegiatan yang dilaksanakan DPC HA IPB Subang. Menurutnya HA IPB Subang merupakan DPC yang paling aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Subang, Bambang Suhendar, S.IP dalam sambutannya menyatakan bahwa kondisi PMK harus disikapi dengan baik dan khususnya kasus PMK di kec. Cipunaga sampai saat ini zero kasus.

Bambang Suhendar juga menekankan bahwa Ternak harus dipelihara dengan baik, tentu dengan konsultasi bersama tenaga medis yang mumpuni. Tak lupa dirinya mengucapkan apresiasi dan terimakasih atas inisiasi DPC HA IPB yang telah menyelengarakan kegiatan ini.

Workshop terkait PMK

Selain dari itu disampaikan pula sambutan PDHI Cabang Jabar VIII, drh. Sri Wuryasturati yang menuturkan pula rasa bangsa dan apresiasi dapat berkolaborasi demi kebermanfaatan untuk masyarakat, tentu berkah kerja keras DPC HA IPB Kab. Subang.

“Saya kira gerakan yang dilakukan oleh teman-teman HA IPB di Subang ini patut dicontoh dan ditularkan ke daerah lain,” ujarnya.

drh. Sri Wuryasturati juga menyampaikan bahwa PMK merupakan penyakit yang tidak menular kepada manusia. Menghadapi momen Idul adha, dirinya meminta untuk disiasati dengan serius, agar tidak terjadi penularan, yang pada akhirnya harus merumuskan solusi apa yang harus dilakukan dalam menghadapi virus PMK demi melindungi peternak.

Dalam hal ini, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, S.Si., MM yang juga ketua DPC HA IPB Kab. Subang menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan kegiatan tersebut.

Kang Akur juga menyampaikan apa yang sudah disampaikan oleh Presiden dalam sidang kabinet Paripurna di Istana kepresidenan pada hari senin kemarin yang mengingatkan agar menyelesaikan Masalah penyakit mulut dan kuku (PMK) layaknya seperti menangani masalah pandemi Covid-19.

Kang Akur juga menegaskan bahwa Kabupaten Subang sendiri merupakan Daerah transit dan titik distribusi dari lalu lintas ternak, sehingga untuk mengantisipasi wabah tersebut, pemerintah daerah bekerjasama dengan berbagai pihak telah mengambil Beberapa langkah antisipasi.

“Saya minta, terus lakukan kolaborasi, bersinergi, bangun kerjasama dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Peternakan dan kesehatan hewan kabupaten Subang, agar penyelenggaraan kegiatan ini berjalan lancar dan tepat sasaran.” katanya.

Dirinya mengapresiasi hadirnya berbagai unsur pentahelix dari Akademisi, Bisnis, Pemerintah, Komunitas dan Media yang berpartisipasi dalam penanganan PMK yang diinisiasi DPC HA IPB Kabupaten Subang ini.

Acara perdana Gerakan Partisipasi Pemberdayaan 1000 Petani Ternak se-Kabupaten Subang ini diisi pula  dengan workshop dan pembagian buku saku terkait pencegahan dan pengananan PMK oleh DPC HA IPB Kabupaten Subang.

 

Bupati Ciamis Sampaikan Keberrpihakan Terhadap Tenaga Honorer di Hadapan Anggota DPRD

b1a438b70f050a5e2b0fc1ee6d5b7e8b.jpg

KBRN, Ciamis : Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyampaikan keberpihakannya dan kepedulian terhadap para tenaga honorer. Hal itu Herdiat sampaikan saat rapat paripurna lanjutan jawaban terhadap pandangan Fraksi-fraksi DPRD, perihal Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Ciamis tahun anggaran 2021, di Gedung DPRD, Selasa (21/6/2022).

Herdiat mengatakan, saat ini permasalahan tenaga honorer menjadi isu penting. Pasalnya, surat edaran Kementerian PAN-RB tentang penghapusan tenaga honorer membuat pemerintah daerah meradang.

“Tentunya surat edaran itu berdampak terhadap para tenaga honorer di lingkungan Pemkab Ciamis,” ujar Herdiat.

Sebagai bentuk memperjuangkan tenaga honorer, Herdiat akan berkonsultasi dengan Pemerintah pusat, agar mendapat solusi terbaik dengan permasalahan itu.

“Keberadaan tenaga honorer ini harus kita hargai dan pertimbangkan, apalagi yang sudah mengabdi lebih dari 5 tahun,” katanya.

Saat ini lanjut Bupati, Pemkab Ciamis kekurangan tenaga ASN. Terutama tenaga administrasi, tenaga guru dan kesehatan.

Kurangnya ASN di lingkungan Pemkab Ciamis, terjadi lantaran banyaknya ASN yang pensiun, meninggal dunia dan pindah tugas. Sementara rekrutmen ASN setiap tahunnya minim.

“Keberadaan tenaga honorer selama ini membantu kekurangan ASN tersebut,” jelas Bupati.

vivo Perkenalkan vivo X Fold, Smartphone Lipat Profesional

image004-2_copy_800x449.jpg

review1st.com – vivo telah melakukan terobosan baru dengan memperkenalkan vivo X Fold sebagai smartphone lipat profesional pertamanya di pasar Tiongkok. 

Smartphone ini secara khusus diciptakan dengan mengintegrasikan berbagai teknologi dan inovasi lewat performa yang unggul, layar lebar, serta hinge yang lebih durable dan optimal.

vivo akan membawa inovasi vivo X Fold ini bersama dengan deretan produk inovatif terbaru lainnya pada acara “vivo Technology Week: Unfold Excellence” yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2022 mendatang.

“Pengembangan fungsi smartphone dan perangkat pintar telah menjadi bagian dari perjalanan panjang vivo. Bukan hanya itu, vivo juga senantiasa berkomitmen menghadirkan inovasi terbaik dari seri produknya agar tetap kompetitif di berbagai kategori produk dan pasar.

Di pasar Tiongkok, vivo telah meluncurkan foldable smartphone pertamanya, vivo X Fold, untuk menjawab kebutuhan pasar akan smartphone dengan layar yang lebar dan visual yang lebih nyata,“ jelas Hadie Mandala, Product Manager vivo Indonesia.

vivo X Fold merupakan smartphone flagship pertama yang disokong dengan teknologi profesional folding screen dan memiliki kinerja yang komprehensif.

Secara matang vivo menyusun hinge multi-dimensi yang tahan lama dan andal, serta dapat menahan 300.000 lipatan[1]

Smartphone ini menggunakan bahan premium yang hadir menggunakan komponen Sixfold Aerospaceyang dipadukan dengan Zirconium Alloys Flexibel Mid-plate dan FS53 Aviation-level High Strength Steel.

Perpaduan ini bertujuan untuk memenuhi standar sertifikasi kualitas ketahanan perangkat dan kinerja keseluruhan smartphone

vivo X Fold juga menyuguhkan pengoptimalan tampilan layar yang lebih besar sehingga mampu memberikan pengalaman visual terbaik di kelasnya agar pengguna dapat menikmati setiap hasil tangkapan layar dengan detail gambar lebih nyata.

Tampil dengan desain compact dan hinge, smartphone ini dibalut dengan tampilan premium dan elegan yang dapat menunjang tampilan serta kenyamanan penggunanya.

vivo X Fold menjadi smartphone lipat pertama di dunia yang memiliki sistem 3D Ultrasonic Dual Fingerprint Sensors di kedua layarnya.

Lewat terbosan tersebut, smartphone ini memiliki akurasi sensor hampir 100% dan kecepatan membuka kunci 38,7% lebih tinggi dibandingkan sensor sidik jari fotolistrik tradisional.

Sedangkan untuk software-nya, vivo X Fold menyuguhkan Quantum Kit, Amber Scan, role-based recording, free-stop watching, free-stop calling, dan free-stop input pada 60° hingga 120° guna menunjang kesempurnaan aktivitas pengguna lebih optimal.

Selain itu, vivo X Fold juga disempurnakan dengan baterai tahan lama berkapasitas 4600mAh, yang dapat mendukung hingga 20,55 jam panggilan non-stop, 12 jam konferensi video, dan 8 jam aktivitas gaming. Lebih lagi, vivo X Fold juga diperkuat dengan66W Dual-cellFlashCharge yang dapat mengisi daya baterai smartphone hingga 50% hanya dalam 17 menit.

Smartphone ini juga dapat menggunakan dukungan 50W Wireless FlashCharge yang mampu mengisi daya hingga 10% dalam 5 menit, atau bisa terisi penuh 100% hanya dalam 53 menit saja.

Daya baterai pada vivo X Fold dihadirkan untuk menyeimbangkan kinerja sehingga pengguna dapat menikmati penggunaan smartphone dengan melakukan berbagai aktivitas berat sekalipun.

Pada modul kamera, vivo X Fold memaksimalkan pengalaman fotografi layaknya profesional lewat teknologi ZEISS Optics dengan teknologi T* Coating. 

Teknologi ini memungkinkan smartphone meningkatkan kinerja lensa secara menyeluruh, mengatasi pembiasan cahaya dengan kemampuan anti silau yang kuat, memiliki kinerja sensor dengan resolusi tinggi, serta menghasilkan tangkapan yang fokus pada objek dengan efek cahaya dan bayangan lebih tajam.

Smartphone ini juga dibekali dengan pengaturan ZEISS Quad Camera dan ZEISS Portrait Effects seperti ZEISS Natural Color, ZEISS Superb Night Camera serta ZEISS Superb Portrait guna memenuhi kebutuhan pengguna di semua skenario fotografi. 

Smartphone ini pun mampu mengambil bidikan dengan hasil yang jelas secara nyata dan natural, dari jarak dekat maupun jauh sekalipun.

Lebih lanjut, modul kamera pada vivo X Fold dilengkapi oleh AI Group Portrait yang mampu mengoptimalkan wajah subjek untuk mengambil foto bersama gruphingga 30 orang dan memastikan hasil tangkapan gambar yang disajikan dalam kualitas terbaik.

Selain itu, terdapat fitur terkini lainnya yang disematkan, yaitu Waist Level View Finder (WLVF) dan Hover Photography Mode yang akan menghadirkan pengalaman fotografi yang unik dan menarik bagi konsumen.

vivo Techology Week: Unfold Excellence – Ajak Konsumen Mengenal Inovasi vivo Lebih Dalam

vivo X Fold hanya diperjualbelikan di pasar Tiongkok, namun bagi masyarakat Indonesia yang ingin melihat dan mencoba teknologi smartphone ini secara langsung bisa mengunjungi pameran vivo Technology Week: Unfold Excellence di Central Park Mall, Jakarta pada tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2022 mendatang.

Selain vivo X Fold, pada acaraini vivo ingin menjajak konsumen setianya untuk menjelajahi deretan produk inovatif serta teknologi terbarunya seperti vivo Pad, vivo WATCH 2 dan vivo V1+ Chip.

“vivo memahami antusiasme masyarakat Indonesia untuk mengenal lebih jauh tentang smartphone, perangkat pintar, dan teknologi serta inovasi terbaru dari kami. Oleh karena itu, jangan sampai terlewatkan kesempatan menghadiri acara vivo Technology Week: Unfold Excellence ini untuk merasakan teknologi yang vivo kembangkan,” tutup Hadie.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai vivo X Fold dan vivo Technology Week: Unfold Excellence dan keterangan lainnya, Anda dapat mengunjungi website vivo Indonesia dan media sosial resmi vivo pada Instagram, YouTube, Twitter, dan Facebook.

Persiapan Porprov XIV, KONI Subang Kunjungi KONI Kabupaten Bandung

koni-subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Jajaran pengurus harian KONI Kabupaten Subang mulai roadshow ke sembilan kabupaten di Jawa Barat. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah KONI Kabupaten Bandung, Selasa (21/6/2022).

Kedatangan pengurus KONI Subang disambut hangat oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung H Herda M Gani beserta jajaran pengurus dan selanjutnya dilangsungkan dialog.

Ketua Umum KONI Subang, Asep Rochman Dimyati, SH.,MH, yang akrab disapa ARD, mengatakan, kunjungannya ke KONI Kabupaten Bandung sebagai kunjungan balasan atas kunjungan sebelumnya ke KONI Subang.

“Ini kunjungan balasan kami yang kemarin KONI Kabupaten Bandung sudah berkunjung, selain itu kami juga ingjn mencari informasi mengenai kebutuhan Kontingen atlit kami untuk kejuaraan Porprov Jawa Barat di bulan November nanti,” ujar ARD.

Selain meninjau Venue, kedatangan KONI Subang untuk belajar bagaimana pengelolaan Kabupaten Bandung bisa meningkatkan prestasi para atlitnya dengan anggaran yang tepat sasaran.

Rahasia Foto Terang di Wisata Malam

wp-1655815493574.jpg

review1st.com – Wisata pelesiran akhir pekan memang waktu yang tepat untuk melepaskan penat setelah sibuk berkutat dengan pekerjaan selama sepekan. Tak ayal, mal selalu menjadi pilihan yang kerap dikunjungi orang ketimbang wisata alam.

Berwisata di luar ruang di saat akhir pekan selain dianggap terlalu butuh ekstra tenaga dan energi jika karena jalanan yang macet.

Tidak heran banyak destinasi pelesir di wilayah sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) yang membuka wisata malam dengan menyuguhkan panorama indah.

Balutan instalasi lampu yang didekorasi sedemikian rupa di lokasi wisata malam hari secara visual akan menarik pengunjung dengan membawa kesan hangat, gemerlap, dan Instagrammable.

Pengambilan foto saat malam hari di tempat low light atau minim cahaya terbilang tricky.

Hasil foto akan sangat ciamik di tangan fotografer kreatif yang mengetahui cara memaksimalkan kondisi minim cahaya.

Tak jarang kondisi pencahayaan temaram membuat fotografer menyerah dan lebih memilih untuk tidak mengabadikan momen seperti di lokasi wisata malam.

Namun kamu tak perlu khawatir mengenai hal ini. Ponsel cerdas seperti OPPO Reno7 sudah menyematkan fitur yang mendukung setiap orang untuk tetap bisa mengabadikan momen berharga meski kondisi sekitar kurang mendukung dalam hal pencahayaan.

OPPO Reno7 memiliki algoritma yang secara otomatis dapat meminimalisir latar belakang dengan potensi menimbulkan backlight.

Di sisi lain, Reno7 mempertahankan detail objek seperti warna kulit sehingga menghasilkan foto portrait dengan detail yang lebih jelas.

Selain itu, fitur Selfie HDR juga dapat menghasilkan foto jernih pada lingkungan kurang cahaya atau bahkan sebaliknya cahaya berlatar kuat.

Dengan Ultra-Sensing Selfie melalui sensor IMX709, OPPO menerapkannya pada OPPO Reno7 di Indonesia untuk bisa menghasilkan swafoto menawan.

amera depan Reno7 yang digunakan untuk berswafoto telah disematkan sensor RGBW (Red, Green, Blue, White). Dibandingkan dengan sensor RGGB standar, sensor RGBW generasi baru ini memperkenalkan piksel putih yang lebih sensitif terhadap cahaya, sehingga bisa menangkap 60% lebih banyak cahaya. Berkat algoritma Quadra Binning. Sensor ini sekaligus mengurangi noise hingga 35%, sehingga memberikan gambar yang lebih jelas dan lebih cerah pada kondisi minim pencahayaan saat traveling di destinasi wisata malam.

Nah, hanya dengan mengandalkan smartphone yang memiliki kemampuan kamera andal seperti OPPO Reno7, kamu bisa mengabadikan momen-momen indah saat pelesiran di wisata malam akhir pekan. Kini apakah kamu sudah menentukan destinasi wisata malam sembari memotret momen-momen seru dengan telepon seluler OPPO Reno7?

ODGJ Ditemukan Sakit, Polisi di Subang Lakukan Ini

ODGJ-di-subang.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Personil Polsek Subang Kota menemukan diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) sedang mengalami sakit yang berada di Pinggir Sekolah SMPN 1 Subang pada Selasa (21/6/2022).

Menurut Kapolsek Subang Kota, Kompol Yayah Rokayah, bahwa yang diduga ODGJ tersebut bernama Aan Anengsih (30), warga Kasomalang, berstatus lajang, meninggalkan rumah di Kasomalang karena sakit wasir yang dideritanya dan tidak nyaman tinggal bersama ibunya yang sudah tua dan ayah tirinya yang masih muda.

“Yang bersangkutan ini suka menginap di sekitaran SMPN 1 Subang atau dibangunan Subang Plaza, saat wasirnya kumat dan mengeluarkan darah sementara yang bersangkutan tidak bisa duduk ataupun berdiri , hanya bisa nungging dengan kepala ditempelkan ke tanah,” kata Kompol Yayah Rokayah.

Lebih lanjut Kapolsek Subang Kota menjelaskan, bahwa dirinya disaat patroli ke wilayah tersebut bersama piket patroli, Bhabinkamtibmas dan Panit 2 Binmas menemukan Adanya yang bersangkutan dalam posisi nungging dan disekitar yang bersangkutan tersebut berserakan baju dan celana yang berlumuran darah.

“Kami Polsek Subang berencana membawa yang bersangkutan ke rumah sakit, namun yang bersangkutan menolak dan meminta diantarkan langsung ke rumah, tidak mau menggunakan mobil patroli Polsek Subang ataupun mobil ambulance, tp minta diantarkan oleh angkot, sehingga Kami jajaran polsek subang menyewakan angkot akhirnya Yang bersangkutan bisa pulang ke kasomalang dengan ditemani oleh sodara Wira seorang pencari rongsok yang merupakan temannya,” tutupnya.

Waspada Puncak Covid-19, Dinkes Kota Tasikmalaya : Kami Siapkan Antisipasi

9af53f6bc836b5bd138e503a7d838c13.jpg

KBRN, Tasikmalaya :  Pemerintah memprediksi puncak kasus Covid-19, akan kembali terjadi di bulan Juli 2022 mendatang.

Guna mengantisipasi hal, ini Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya terus melakukan antisipasi.

“Ya untuk tracing, tetap gencar kami lakukan. Bahkan ditiap Puskesmas ada target untuk tracing,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra kepada RRI, Selasa (21/6/2022).

Tidak hanya tracing, pihaknya lanjut Asep juga telah melakukan inventarisasi, baik obat atau vitamin yang tersedia.

“Termasuk tenaga kesehatan juga siaga. Alat kesehatan  juga disiagakan,” tambahnya.

Asep juga mengatakan, pihaknya gencar melaksanakan vaksinasi booster, untuk meningkat kekebalan komunal.

“kami dorong agar masyarakat  menyelesaikan dosis vaksinasi. Stok kita aman. Tinggal masyarakat datang ke Puskesmas, kami layani,” imbuhnya.

Asep juga berharap, masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Saat ini masyarakat tengah asik bebas  masker di luar ruang, sehingga merasa sudah tidak ada lagi Covid-19,” pungkasnya.

Ini Kriteria Utama untuk Menjadi Capres PDIP

0fce91c24357e39cc02daa504d5a3b3e.jpg

KBRN, Jakarta: Kriteria utama capres yang akan diusung PDI Perjuangan adalah aspek ideologi. Meski dalam Rakernas II PDIP yang sedang berlangsung (21-23 Juni 2022) tidak akan mengumumkan nama capres, demikian pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristyanto. 

“Pemimpin itu harus kokoh dalam prinsip. Misal tadi Pak Jokowi menyampaikan subsidi BBM 567 T.  Seorang pemimpin yang tidak berani mengambil sikap tentu saja melihat hal tersebut sebagai beban. Tapi seorang pemimpin akan memperhitungkan keputusan meskipun itu pil pahit itu akan diambil. Inilah (ideologi) yang sedang dipertimbangkan betul oleh Ketua Umum (Megawati),” kata Hasto sembari memberi contoh sambutan Presiden Jokowi pada pembukaan Rakernas.  

Hasto menyebut Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP masih mempertimbangkan dan melakukan kajian.

“Pada momentum tepat beliau akan menyampaikannya,” ujar Hasto di sela-sela kegiatan Rakernas II PDI Perjuangan di Jakarta Selatan. “Momentum tepat kapan, bisa tiga bulan lagi bisa lima bulan lagi bisa juga beberapa hari lagi. Tetapi itu semua ada dalam kajian Ibu Ketua Umum dan beliaulah yang akan menyampaikan hal itu.”

SIC 2022 Berikan Pelatihan Coding 1.000 Siswa

wp-1655814094137.png

review1st.com – Samsung Innovation Campus (SIC), inisiatif Corporate Citizenship dari Samsung yang mempunyai misi mencetak generasi digital yang siap kerja dan mampu menjawab tantangan Industri 4.0, baru saja menyelesaikan program Student Coding & Innovation Training.

Pelatihan tahap kedua dalam SIC Batch 3 2021/2022 ini menekankan pengembangan keterampilan siswa sekolah vokasi dalam hal problem solving dan merumuskan solusi atas masalah sosial dan lingkungan yang ada, serta dasar-dasar pemrograman Python yang populer.

Teknologi dan digitalisasi adalah komponen penting dalam Industri 4.0.

Selain kesiapan infrastruktur, Indonesia juga terus mengejar kesiapan SDM dengan meningkatkan literasi dan keterampilan digital masyarakat.

Hal itu guna dapat memanfaatkan teknologi dan digital untuk memecahkan masalah, memaksimalkan kesempatan, berpikir kritis, dan mengasah kreativitas untuk terus berinovasi.

Berdasarkan data dari Kominfo, Indonesia diperkirakan akan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga tahun 2030 dalam mempersiapkan Industri 4.0.

Artinya, ada kebutuhan 600 ribu talenta digital per tahun.

Pemerintah telah menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan mampu memanfaatkan digital dengan sebaik-baiknya.

Korporasi diminta aktif dan mengerahkan potensinya untuk menghasilkan talenta-talenta digital dan mengembangkan kompetensi yang ada.

Apalagi Indonesia masih menempati peringkat 87 dari 132 negara dalam Global Innovation Index 2021, yang menandakan Indonesia masih perlu terus mendorong bertumbuhnya inovasi.

Melihat kebutuhan itu, Samsung melalui SIC menggelar tiga tahapan program, diantaranya Pelatihan Guru (Program Training of Trainers), Pelatihan Coding & Inovasi, dan pelatihan IoT Pengembangan Produk.

Ada 1.000 siswa yang dibagi menjadi 250 tim yang lolos ke Tahap 2 SIC Batch 3 2021/2022, dimana ada 360 siswa berasal dari MA/MAK dan 640 siswa dari SMK yang sudah menjadi partner Samsung dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia mengatakan, “Program SIC adalah komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan kesuksesan inovasi yang menjadi tantangan sistem pendidikan Indonesia dan mencetak talenta-talenta digital yang dibutuhkan industri.

“Program ini juga dirancang untuk membantu siswa di sekolah vokasi, menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan di era Industri 4.0 dan mendapatkan bekal keahlian digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Kami juga mengapresiasi peran guru dan mentor yang telah menjadi motor penggerak para siswa dalam menyelesaikan tugasnya hingga tahap akhir dan mengarahkan mereka merancang desain produk yang inovatif, sehingga siswa merasa percaya diri dalam menjalani proses pembelajaran.”

Program Coding & Innovation Training ini menantang para siswa untuk mengembangkan soft skill dan menemukan ide-ide solusi untuk memecahkan masalah di komunitas atau lingkungan sekitar mereka.

Penyampaian materinya sendiri dibagi dalam dua tahap, yaitu:

  • 4 sesi webinar mengenai Problem Definition – Explore (mengeksplorasi solusi dan peluang serta menampung aspirasi), Ideation dan Experiment (mengembangkan dan membangun ide solusi IoT), Prototyping – Imagine (menterjemahkan ide ke dalam prototype), sampai dengan Pitching – Storytell (mempresentasikan masalah dan solusi).
  • 5 sesi webinar dan pembelajaran daring mengenai bahasa pemrograman Python, meliputi Python Dasar, Python Intermediate, dan Algorithm & Data Structures (Konsep dasar & algoritma Python, mempelajari dan menerapkan struktur data inti dan analisa data Python).

Python dipilih sebagai bahasa pemrograman ini adalah salah satu yang paling populer di dunia saat ini.

Permintaan para profesional untuk membangun program-program yang menerapkan dasar-dasar Python berada di ranking paling atas.

Program-program ini diyakini mampu mendorong solusi bisnis di seluruh industri. Python sendiri banyak digunakan untuk pembuatan program yang umum, seperti aplikasi pada smartphone, IoT, games, dan website.

Dari survei yang dilakukan terhadap siswa, 68,6% siswa berpartisipasi dalam program SIC karena tertarik untuk mempelajari coding, programming, IoT, dan AI.

Para siswa juga merasakan peningkatan keterampilan setelah training. Sebanyak 55,8% mengatakan keterampilan Design Thinking-nya meningkat dan 52,9% mengalami peningkatan keterampilan Python dasar.

Sebanyak 44% mengatakan kemampuan pitching mereka jadi lebih baik.

Berbagai ide mengenai solusi teknologi praktis mereka cetuskan, mulai dari teknologi regulator pendeteksi kebocoran gas, penyortir buah yang canggih, sampai dengan pendeteksi level bumbu dapur dalam masakan.

Salah satu siswa yang mengikuti pelatihan, Nur Aulia Sabrina dari SMK Negeri 6 Kota Bekasi, mengatakan “Pelatihan yang didapatkan membuat saya bisa lebih menguasai keterampilan yang dibutuhkan oleh industri.

“Saya mengusulkan ide project Automatic Package Storage (APS) dengan alasan saya ingin membantu orang-orang yang sering berbelanja secara online, agar bisa memberikan mereka rasa aman dengan barang yang mereka pesan, dengan menyimpannya ke dalam alat tersebut,” jelas Nur Aulia Sabrina mengenai ide projek yang sedang digarapnya.

Ia berharap kedepannya Samsung dapat mendukung pengembangan prototipe produk yang dia desain.

SIC adalah inisiatif Corporate Citizenship dari Samsung yang dimulai sejak tahun 2019, sebagai bentuk kontribusi nyata untuk pertumbuhan digitalisasi di Indonesia dan bertujuan mencetak generasi muda siap menghadapi tantangan industri 4.0 melalui pembekalan keahlian digital.

SIC bekerjasama dengan Skilvul, sebuah platform pendidikan teknologi yang menyediakan konten pelajaran digital skill, dengan menyediakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan digital sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Lebih lanjut mengenai Corporate Social Responsibility Samsung, bisa dilihat di http://csr.samsung.com atau dapat mengunjungi news.samsung.com/id.

Inspiratif, Kisah Polisi Subang Berdayakan UMKM dan Lestarikan Budaya Sunda

polisi-inspiratif-polres-subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Namanya AIPTU M. Komarudin Nur, sebelum mengenal nama ini dan mengetahui bahwa dia seorang Polisi, penulis lebih mengenalnya dengan sapaan akrabnya yaitu kang Komeng seorang pengrajin golok khas Subang. Ketika itu dirinya mengikuti pameran di gedung PLUT KUMKM Subang sekira tahun 2016. Baru pada pertemuan-pertemuan berikutnya saya baru mengetahui bahwa dirinya juga bertugas sebagai Polisi di Polres Subang.

Kang Komeng alias AIPTU M. Komarudin Nur selalu bersemangat mengenalkan golok hasil karya inovasinya yang kemudian ia perkenalkan sebagai golok seni ukir solder khas Subang.

Memberdayakan UMKM

Ternyata ada cerita di balik golok tersebut. Kang Komeng alias AIPTU M. Komarudin, ketika itu tergerak untuk memberdayakan pengrajin yang belum meningkat perekonomiannya. Dirinya juga sangat mencintai seni budaya, sehingga kemudian ia  memiliki ide untuk meningkatkan kualitas produksi golok dan membuat hal yang berbeda dengan golok yang telah ada, yaitu memadukan pembuatan golok dengan seni ukir solder khas Subang.

Disela waktu liburnya dari tempat dinasnya sebagai Bimas di Polsek Binong AIPTU M. Komarudin mengkaji agar produk golok atau kujang Kabupaten Subang dapat diterima dikalangan bawah, menengah dan atas dengan mendatangi para pengrajin yang ada di Subang. Akhirnya dirinya mendapat pemikiran untuk memadukan hasil karya pandai besi, pembuat sarung dan handle golok, pengukir dan tukang solder untuk menghasilkan karya golok dengan kualitas terbaik sehingga tercipta golok seni ukir solder khas Subang.

Untuk membuat golok seni ukir ini, dirinya memberdayakan pengrajin dari berbagai wilayah yaitu pandai besi dan tukang maranggi (pembuat sarung dan gagang golok) di kampung Cikadu, Kecamatan Tanjung Siang, pengrajin ukiran di Kecamatan Pagaden dan seniman ukir solder di Kecamatan Cijambe dan Binong.

Kini golek seni ukir solder khas Subang ini sudah dikenal ke berbagai daerah di Indonesia pemesannya hingga ke Papua. Bahkan dirinya seringkali menerima pesanan dari mancanegara diantaranya dari Australia, Malaysia, Taiwan hingga Inggris. Bahkan pelanggannya dari Inggris sudah memesan beberapa kali.

Selain memberdayakan pengrajin golok, dirinya kemudian juga berupaya untuk memberdayakan pengrajin lainnya seperti pembuat patung, pengrajin miniatur hewan dan wayang golek. Ia menggagas komunitas pengrajin Manggala Jati Diri yang beranggotakan belasan pengrajin dari berbagai daerah di Kabupaten Subang.

Jelang Porprov ke-XIV di Subang, dirinya saat ini juga tengah menyiapkan souvenir untuk event olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut tentunya dengan memberdayakan para pengrajin.

Mencintai Seni Budaya

Kecintaannya terhadap seni budaya tak berhenti sampai di situ. Pria yang memiliki ciri khas ikat kepala sunda ini tak lupa mengenalkan budaya sunda dalam tugasnya sebagai Binmas di Polsek Binong. Dirinya kerap membawa Wayang Golek sebagai sarana untuk mensosialisasikan berbagai hal terkait kepolisian terutama kepada kalangan pelajar.

Ia kerap membawa sekitar 10 wayang golek dan tentunya batang pisang dalam setiap kunjungannya ke sekolah untuk mensosialisasikan bahaya narkoba hingga tertib berlalu lintas. Inovasi yang dilakukannya tentunya disukai para pelajar, mereka dapat menerima informasi penting dengan antusias.

Dengan cara seperti ini, dirinya juga berharap generasi muda Subang bisa lebih mencintai seni budaya, salah satunya Wayang Golek ini yang memang saat ini sudah semakin jarang digelar di Kabupaten Subang. Dengan demikian dirinya juga bisa turut melestarikan budaya sunda.

Mendirikan Perguruan Pencak Silat Binaan Polsek Binong

Bukan itu saja masih ada hal lain yang patut diapresiasi dari kiprahnya sebagai Polisi. Ia juga menginisiasi pendirian perguruan silat binaan Polsek Binong, yaitu PPS Satria Taruna Bhayangkara tahun 2016 lalu.

Ia kemudian mengajak rekan kerjanya Aipda Donny Rissono yang juga memiliki keahlian Pencak Silat untuk membimbing para pelajar sekitar Polsek Binong untuk belajar Pencak Silat. Tak tangung-tanggung murid PPS Satria Taruna Bhayangkara bahkan pernah mencapai ribuan yang merupakan siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Binong dan sekitarnya.

Namun sayang, AIPTU M. Komarudin kemudian didiagnosa penyakit jantung dan harus menjalankan operasi, sehingga ia tak bisa lagi melanjutkan untuk mengajar Pencak Silat. Perjuangan untuk membumikan Pencak Silat tetap dilanjutkan oleh rekannya Aipda Donny Rissono. Berbagai prestasi pencak Silat telah diraih mulai dari juara daerah, nasional hingga mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional melalui anak didiknya yang menjadi juara dalam sebuah kejuaraan tingkat Asia di Tahiland.

Dalam keterbatasan fisiknya, AIPTU M. Komarudin terus bersemangat dalam memberdayakan UMKM dan melestarikan seni budaya di sela tugasnya sebagai aparat Kepolisian Republik Indonesia.

Dalam pandangan saya sebagai penulis, AIPTU M. Komarudin tentunya menjadi sosok inspiratif bagi insan POLRI maupun bangsa Indonesia pada umumnya.

Dirgahayu POLRI !

 

 

 

 

Recent Posts