Beranda Berita Subang Wakil Ketua MPR RI; Keberhasilan PTM, Tentukan Pola Pendidikan Pasca Pandemi

Wakil Ketua MPR RI; Keberhasilan PTM, Tentukan Pola Pendidikan Pasca Pandemi

ef98dc5bfe3ad7bf15a89f12af8696dc.jpeg

KBRN, Bandung: Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan,  keberhasilan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada masa pandemi Covid-19 saat ini, merupakan barometer dan menentukan masa depan Indonesia. Pasalnya,  para pelajar yang saat ini mengeyam pendidikan, nantinya bakal memasuki dunia kerja dan menjadi usia produktif.

“Mereka yang saat ini belajar di tahun 2035 akan memasuki usia produktif. Karena itu masa depan Indonesia akan ditentukan oleh keberhasilan pendidikan tatap muka hari ini,”ucap Ahmad Muzani disela Diskusi Kelompok Terpumpum (FGD) Pola Pendidikan Pasca Pandemi, yang diinisiasi Yayasan  Darul Hikam, di kampus 2 SMA Darul Hikam Kota Bandung Selasa, (21/9/2021).

Ahmad Muzani optimis, meski PTM ditengah pandemi saat ini masih banyak permasalahan, dapat diatasi apabila semua elemen bahu membahu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

BACA JUGA:  Jumat Bersih, Polres Majalengka Laksanakan Giat Corve di Lingkungan Mako Polres

“Ini problem, karena saya kira Bandung tingkat vaksinasinya sudah cukup tinggi diatas 50 persen. Saya bergeser ke Lampung, tingkat vaksinasinya masih belasan persen belum 20 persen. Kemarin saya ke Riau, masih 25 persen. Jadi ini yang saya maksud tujuan pendidikan itu bukan untuk satu kelompok, tapi kita ingin menciptakan suatu keadilan sosial. Kepintaran bersama, kecerdasan bersama dan kemapanan bersama,”papar dia.

Ia menambahkan, pandemi jangan akhirnya menimbulkan kesenjangan yang semakin tinggi.

“Jangan ada orang yang tidak bisa menikmati sekolah gara-gara pandemi. Ini kewajiban kami sebagai penyelenggara negara untuk mensuport bagaimana proses bernegara ini bisa bersama-sama kita rasakan,”tegasnya.

BACA JUGA:  Dukung Program Stunting, PT. Tirta Investama AQUA Bantu Asupan Gizi Anak – anak Subang

Kesempatan yang sama Ketua Yayasan  Darul Hikam Sodik Mudjahid mengatakan, ada beberapa aspek penting sebagai masukan kepada pemerintah  dalam menghadapi pola pendidikan pasca pandemi. 

“Ada tiga rumusan. Ada tatap muka, ada jarak jauh dan pola hybrid. Tampaknya ini harus diakomodasi lewat perundang-undangan dengan bagus. Pola belajar jarak jauh sudah ada landasan hukumnya dengan sekolah terbuka,”ungkap Sodik yang juga anggota Komisi II DPR RI ini.

Ia juga menambahkan, ada beberapa masukan dari hasil FGD Pola Pendidikan Pasca Pandemi, mulai dari revisi perundang-undangan, keberpihakan politik, road map, standarisasi guru, digitalisasi pendidikan serta standarisasi komponen pendidikan. Sodik juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dengan memanfaatkan alam  dan masyarakat sebagai media pembelajaran serta memanfaatkan IT secara optimal.

BACA JUGA:  Rumah Babeh Jadi 'Kompor' Diskusi Publik di Subang

“Ini adalah tuntutan bagi pemerintah untuk memperluas sarana pendidikan. Ada juga masukan membangun  menumbuhkan  karakter iman dan taqwa. Belajar dari kasus pandemi, tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan prokes dan ilmu saja.  Dan juga pendidikan ahlak untuk membangun  toleransi, solidaritas. Terakhir, semua stakeholder pendidikan diminta untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyelenggarakan pendidikan,”jelas dia.

“Jadi ada perubahan dalam sistem pendidikan, banyak elemen. Dan terutama adalah perubahan di dalam pola pendidikan, pola pembelajaran,”pungkas dia.