Beranda blog Halaman 1299

Jelang Nataru, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Pasar Banjar Merangkak Naik

Jelang-Nataru-Harga-Sejumlah-Kebutuhan-Pokok-di-Pasar-Banjar-Merangkak-Naik.jpg

harapanrakyat.com,- Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Banjar, Jawa Barat, menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru) yang tinggal menyisakan dua pekan lagi mulai merangkak naik, Senin (12/12/22).

Tak hanya itu, harga cabai-cabaian dan sejumlah aneka sayuran juga mengalami kenaikan, dibandingkan saat awal pekan lalu.

Salah seorang pedagang, Nana (30) mengatakan, pada awal pekan ini harga cabai rawit naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Sebelumnya, satu minggu yang lalu harga cabai rawit merah kisaran harga Rp 45-50 ribu per kilogram.

Baca Juga: Telur Ayam Ras Tembus Rp 32 Ribu Perkilo, Peternak di Kota Banjar Untung Kecil

Selain itu, harga cabai merah keriting juga naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram, cabai merah lokal Rp 40 ribu per kilogram.

Sedangkan bumbu dapur untuk bawang merah yang mengalami kenaikan yaitu Rp 34 ribu per kilogram, dan minyak curah Rp 16 ribu per kilogram.

“Cabai rawit merah saya jual sekarang ini Rp 60 ribu per kilogram. Ada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok kalau dibandingkan satu minggu yang lalu,” kata Nana kepada harapanrakyat.com, Senin (12/12/2022).

Lanjutnya menyebutkan, selain cabai-cabaian, sejumlah aneka sayuran juga mengalami kenaikan. Seperti terong ungu, sekarang ini Rp 12 ribu per kilogram. Kemudian, tomat sayur Rp 16 ribu, kentang Rp 13 ribu, dan telur ayam ras Rp 32 ribu per kilogram.

Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan pokok dan aneka sayuran tersebut masih akan mengalami kenaikan. Terlebih sekarang ini mulai memasuki momen perayaan hari natal dan tahun baru.

“Biasanya kalau mau akhir tahun memang harga-harga mengalami kenaikan. Kemungkinan nanti bisa naik lagi kalau sudah mendekati libur akhir tahun,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok Terbaru di Pasar Banjar, Telur Lebih Mahal dari Daging Ayam

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan untuk harga daging ayam pada awal pekan ini naik sekitar Rp 2 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Sedangkan telur ayam ras rata-rata berada di kisaran Rp 30-32 ribu per kilogram.

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Pasar Banjar Naik, Ini Tanggapan DKUKMP

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Banjar, Edi Herdianto mengatakan, untuk sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, kedelai impor, gula pasir masih sama dengan harga satu minggu yang lalu atau tidak mengalami kenaikan. 

Hanya, komoditas seperti telur ayam ras, daging ayam, aneka sayuran dan cabai-cabaian yang terjadi kenaikan. Dan itu pun menurutnya masih stabil, karena untuk komoditas tersebut harganya memang fluktuatif.

“Sejauh ini masih stabil. Hanya komoditas telur ayam, daging dan cabai-cabaian yang ada kenaikan. Tapi itu wajar karena untuk komoditas tersebut memang naik turun,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Identitas Digital Jadi Gerbang UMKM Capai Integrasi Digital

wp-1670766734989.jpg

review1st.com – UMKM merupakan penggerak ekonomi dengan persentase kontribusi terbesar di Indonesia. Itu sebabnya daya sektor UMKM dalam mendorong perekonomian nasional dijadikan salah satu prioritas pemerintah dalam mencapai target inklusi keuangan Indonesia menjadi 90% di tahun 2024, yang diwujudkan lewat berbagai program digitalisasi.

Dengan bergabung ke dalam ekosistem digital, pelaku industri UMKM kini mendapatkan keleluasaan transaksi jual beli yang lebih, baik dalam aspek kuantitas maupun jangkauan yang tidak terbatas secara fisik. 

Namun di satu sisi, kebebasan transaksi dalam ekosistem digital masih sering kali menimbulkan potensi kerugian yang mengancam berbagai pihak di dalamnya.

Identity fraud dan pengambilalihan akun kerap terjadi dan menimbulkan keraguan di benak para pelaku usaha khususnya UMKM untuk bergabung dalam ekosistem digital melalui program digitalisasi.

Berkaitan dengan hal ini, di Indonesia, sekitar 71% dari pekerja sektor informal menganggap bahwa risiko keamanan dan penipuan dirasa menjadi penghalang mereka untuk menggunakan teknologi digital seperti fintech.

Tubagus Fiki Chikara Satari, Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, KemenkopUKM mengatakan “Berdasarkan survei yang telah dilakukan KemenkopUKM, didapati bahwa success rate UMKM onboarding di e-commerce sangatlah rendah, yakni hanya 4% dari 1000.

“Berarti hanya 400 yang berhasil masuk dan kemudian, hanya 40 yang berhasil melakukan transaksi perdana”. Angka ini sangatlah kecil dibandingkan dengan potensi digitalisasi bagi pengembangan usaha UMKM.

“Laporan e-Conomy Southeast Asia (SEA) dari kolaborasi Google, Temasek and Bain & Company mencatat ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai gross merchandise value (GMV) senilai US$ 77 miliar pada 2022, dan pada 2025 akan mencapai US$ 130 miliar, yang utamanya didorong oleh transaksi pada e-commerce dan layanan pengantaran makanan online. 

Pada proses digitalisasi UMKM, identitas digital menjadi kunci UMKM dalam mengakses berbagai layanan platform digital.

Beberapa kendala yang ada dalam penerapan identitas digital pada dasarnya dapat diselesaikan dengan menilik aspek-aspek mendasar seperti keamanan dan kenyamanan.

Maka dari itu, keberadaan layanan penyedia identitas digital yang aman dan nyaman menjadi elemen yang perlu ada dalam mendorong kesuksesan integrasi digital UMKM, terutama di tengah target Pemerintah untuk mencapai 30 juta UMKM go-digital pada 2024.  

Sati Rasuanto, Co-Founder dan CEO VIDA menyatakan “Terkadang terdapat saat dimana kita perlu memilih antara keamanan dan kenyaman.

“Dengan teknologi yang canggih, VIDA berfokus pada bagaimana caranya supaya tidak hanya aman, namun juga nyaman dan dapat digunakan secara inklusif berbagai kalangan.

“Melalui teknologi liveness detection dalam sistem analisa biometrik, VIDA memprioritas identitas digital yang dapat mengotentikasi, mengamankan data dan menjadi alat anti nirsangkal dalam verifikasi identitas”

Dalam pelaksanaannya, pelindungan data konsumen juga memerlukan keterlibatan regulator. Di Indonesia sendiri, pihak-pihak regulator bagi penyelenggara identitas digital adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Otoritas Jasa Keuangan.

“Kita tahu, bisnis kalau tanpa trust tidak akan bagus. Kalau kita bicara peranan penyelenggara yang bergerak di bidang digital identity, itu meliputi bagaimana memperkuat proses customer due diligence-nya.”, ujar Ridiani Kurnia, Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Sebagai salah satu pemain terdepan dalam industri identitas digital di Indonesia, VIDA turut mempertimbangkan aspek tersebut.

VIDA merupakan Penyelenggara Sertifikat Elektronik berinduk Kominfo dan juga tercatat sebagai penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD) pada OJK, di dua klaster, yakni e-KYC (Know Your Consumer) dan RegTech (Regulatory Technology).

Tidak hanya terbatas pada Kominfo dan OJK, VIDA juga menjadi PSrE non-instansi pertama yang telah tersertifikasi dari WebTrust, yang merupakan auditor keamanan tertinggi di industri pada level global.

Dengan menerapkan beyond compliance, prinsip seperti inilah yang merupakan penerapan riil dari aspek inovasi penyelenggara identitas digital.

Penerapan layanan identitas digital dengan karakteristik yang aman dan nyaman serta didukung pengadaannya oleh audit eksternal sejatinya sudah terbukti secara aktual, misalnya yang terjadi di kalangan pengusaha toko online.

“Pengadaan digital identity kami dilakukan dengan kerja sama bersama VIDA.

“Kami sadar di dalam aplikasi Lummo itu terjadi jutaan transaksi setiap hari.

“Kenyamanan mereka dalam memverifikasi itu sangat penting.

“Sekarang, untuk UMKM yang bergabung di Lummo, mereka cuma perlu selfie aja, semuanya terdeteksi. Kemudahan verifikasi ini sangat diharapkan oleh pembeli.”, ujar Fuad Aziz, Operations Lead, Lummo.

Adanya kesadaran akan aspek penting dalam pengembangan layanan digital khususnya identitas digital yang aman dan nyaman digunakan oleh berbagai kalangan menunjukan tren positif yang dapat mendorong target digitalisasi UMKM.

“Melalui adaptasi penggunaan identitas digital, UMKM mendapatkan peluang yang lebih besar dari sebelumnya. VIDA mendukung inklusi ekonomi digital di Indonesia melalui integrasi UMKM dalam ekosistem digital dan optimis pada akhir tahun depan, angka UMKM yang sudah go digital mencapai 30 juta UMKM”, pungkas Sati.

LGBT di Garut Makin Marak, Tokoh Ponpes Minta DPRD Mengambil Sikap

LGBT-di-Garut-Makin-Marak-Tokoh-Ponpes-Minta-DPRD-Mengambil-Sikap.jpg

harapanrakyat.com,- Sejumlah tokoh pondok pesantren (Ponpes) di Garut, Jawa Barat, mendesak dan menuntut agar DPRD mengambil sikap pengawasan terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Garut yang makin marak.

Hal itu diungkapkan Aliansi Umat Islam (AUI) Garut, saat menggelat audiensi ke kantor DPRD Garut, Senin (12/12/2022).

AUI menyatakan kaum LGBT di Garut sesuai pendataan di lapangan, mencatat ada 3000 orang. Bahkan komunitas tersebut sudah tak malu-malu melakukan kegiatan di muka umum atau publik.

“Kita fokus ke LGBT-nya. Karena kawan-kawan di lapangan sudah mendeteksi ada 3000 orang,” kata Kordinator AUI Garut, Ustad Ceng Aam, Senin (12/12/2022).

Baca Juga: Antisipasi LGBT, Disdikpora Pangandaran Ajak Sekolah Perkuat Kegiatan Keagamaan

“Bahkan di media-media sosial seperti Facebook, LGBT di Garut makin marak lebih dari 3000 orang,” imbuhnya.

Wawan Sutiawan, salah seorang anggota DPRD Garut Komisi 4 yang menerima audensi para tokoh Ponpes ini, berjanji akan melakukan langkah lanjutan bersama pimpinan dan komisi lain.

Wawan juga mengakui bahwa di media sosial sudah jelas ada ribuan grup LGBT Garut. “Jangan sampai bencana gara-gara LGBT semua terkena azabnya,” ujar Wawan.

Baca Juga: Unjuk Rasa di DPRD, GMBI Ciamis Desak Delik Perzinahan pada RUU KUHP Jerat LGBT

Intinya, sambung Wawan, pihaknya mengusulkan agar Perda Anti Maksiat, berperan dan mengusulkan imbauan atau spanduk penolakan LGBT sampai ke kampung-kampung.

Perkara komunitas kaum LGBT di Garut yang makin marak dalam beberapa tahun terakhir ini, memang bukan kasus baru.

Meski begitu, para tokoh Ponpes di Garut mendesak agar pihak terkait mengambil langkah serius untuk mencegah berkembangnya komunitas yang tak lazim dalam norma dan agama ini. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor-Adi)

SPK Mencapai 1.300 Unit, Toyota Kewalahan Penuhi Pesanan bZ4X

F2EFB171-3C13-46DC-8C50-0759A676443F-scaled.jpeg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Mobil listrik murni bertenaga baterai yang pertama dijual oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) yaitu bZ4X ternyata mendapat respon yang sangat baik dari konsumen. Bahkan TAM mengakui jika pihaknya kewalahan untuk memenuhi kuota pesanan yang masuk.

Dalam waktu satu bulan sejak peluncuran resminya, mobil listrik bZ4X ini sudah mendapat SPK sebanyak 1.300 unit. Padahal harga mobil ini lumayan lho, mencapai Rp 1,9 miliar.

Nah, TAM sendiri masih mengajukan penambahan kuota ke prinsipalnya di Jepang. Pasalnya Indonesia hanya kebagian kuota 50 unit sampai akhir 2022 ini. Belum lagi, yang 41 unit awal sudah digunakan untuk kendaraan KTT G20 bulan November kemarin.

Menurut penjelasan Direktur Marketing TAM, Anton Jimmi Suwandy, pihaknya tengah berdiskusi dengan prinsipal untuk mempercepat pengiriman. Mobil tanpa emisi ini memang masih diimpor utuh alias CBU dari Jepang.

Baca juga: Kuota Terbatas, Toyota Pastikan Bakal Jual bZ4X Bekas KTT G20

Toyota bz4x ktt g20

“Sedang kami bicarakan dengan prinsipal. Sekarang masih diskusi untuk percepatan pengiriman bZ4X. Kuota untuk bZ4X ini, Indonesia hanya mendapat 50 unit untuk November dan Desember. Dari 50 unit itu, 41 unit juga sempat dipinjamkan untuk mendukung perhelatan KTT G20 di Bali, meskipun akhirnya setelah selesai unitnya kita jual kembali,” beber Anton saat ditemui di Senayan, Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Sayangnya Anton juga belum berani menyebutkan berapa lama konsumen harus menunggu unit bZ4X ini dengan SPK yang sudah terpesan sebanyak 1.300 unit.

“Kita akan penuhi semua permintaan konsumen secepatnya. Kami akan berikan yang terbaik untuk konsumen bZ4x di Indonesia ini,” pungkas Anton.

Toyota bZ4X dibekali dengan baterai Lithium-ion dengan kapasitas 71,4 kWh. Baterai ini memiliki jarak tempuh hingga 500 km tanpa menghasilkan emisi sama sekali.

Motor listriknya tersedia di roda depan dang mampu menghasilkan tenaga mencapai 204 HP dan torsi 266 Nm.

Ular Piton di Masjid Maroko Garut Bikin Geger Warga

Ular-Piton-di-Masjid-Maroko-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Ular Piton yang bersembunyi di teras masjid bikin geger warga sekitar Kampung Batu Numpang, Desa Maroko, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ular yang warga temukan tersebut memiliki panjang sekitar tiga meter.

Mulyana, salah seorang warga Kampung Batu Numpang, membenarkan temuan ular piton itu.

Ia menceritakan, awalnya akan melaksanakan salat subuh di masjid. Namun, tiba-tiba ada seekor ular berada di teras masjid yang membuatnya kaget.

“Warga yang mau melaksanakan ibadah salat subuh panik seketika. Ternyata benar ada seekor ular ada di sela-sela teras dekat WC masjid,” katanya kepada harapanrakyat.com, Senin (12/12/2022).

Baca Juga: Pria di Ciamis Menangkap Ular Sanca 3 Meter dengan Tangan Kosong

Lebih lanjut Mulyana menambahkan, beberapa warga sempat berusaha menangkap ular itu dengan alat seadanya. Bahkan, untuk menangkap ular piton itu memerlukan 6 orang.

Akhirnya warga berhasil menangkap dan mengevakuasinya, dengan menyumpal serta membungkus kepala piton yang memiliki panjang 3 meter itu ke dalam karung.

Baca Juga: Ngeri, Ular Sanca Sepanjang 2,5 Meter Berhasil Ditangkap Damkar Ciamis

Mulyana mengatakan, penemuan ular piton di teras masjid ini sempat menggegerkan masyarakat sekitar.

“Ular tersebut masih kita amankan dan belum tahu mau di kemanakan. Syukur kalau ada yang mau beli,” pungkasnya. (Putri Nanda Lestari/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Jelang Tahun Baru, Harga Sayuran di Pasar Manis Ciamis Merangkak Naik 

Jelang-Tahun-Baru-Harga-Sayuran-di-Pasar-Manis-Ciamis-Merangkak-Naik.jpg

harapanrakyat.com,- Harga sayuran dan sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Manis Ciamis, Jawa Barat, menjelang Tahun Baru 2023 dan perayaan Natal merangkak naik, Senin (12/12/2022). 

Adapun harga kebutuhan pokok yang saat ini merangkak naik, yakni cabe rawit, cabe hijau, cabe rawit domba, kentang dan juga terong.

Baca Juga: Harga Telur Ayam Melonjak, di Pasar Manis Ciamis Tembus Rp 32 Ribu Perkilo

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Manis Ciamis Blok A, Herdi mengatakan, ada beberapa kebutuhan pokok saat ini ada yang naik harganya. 

Seperti halnya cabe hijau yang saat ini harganya Rp 70 ribu per kilogramnya, dari sebelumnya Rp 40 ribu. Kemudian cabe rawit Rp 60 ribu, dari yang tadinya Rp 30 ribu per kilogramnya.

Terus, cabe rawit domba Rp 80 ribu, yang tadinya Rp 50 ribu per kilogramnya. Kemudian kentang Rp 16 ribu yang tadinya Rp 13 ribu.

“Dan harga sayuran di Pasar Manis Ciamis yang naik adalah terong lalapan Rp 16 ribu, yang tadinya Rp 10 ribu,” katanya.

Herdi menjelaskan, kenaikan harga ini mungkin karena faktor cuaca yang saat ini musim hujan. “Kemudian jelang tahun baru dan juga perayaan Natal,” jelasnya.

Baca Juga: Sejumlah Pedagang Tahu dan Tempe di Pasar Manis Ciamis Kembali Jualan

Menurutnya, dengan naiknya harga sayuran dan beberapa kebutuhan pokok, membuat omset penjualannya dan beberapa pedagang Pasar Manis Ciamis sedikit menurun. Pasalnya, para pembeli mengurangi belanjaannya. 

“Kalau pembeli masih ada. Hanya karena harganya naik, jadi yang biasanya beli satu kilogram menjadi setengah kilogram,” tuturnya.

Herdi berharap kepada pemerintah, agar dapat menstabilkan harga, supaya penjualannya bisa kembali normal lagi. 

“Harapan kami selaku pedagang yang ingin harga normal lagi. Omset juga jadi naik lagi,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor-Adi)

The Harvest Tasikmalaya, Surganya Pecinta Kue

The-Harvest-Tasikmalaya.jpeg

The Harvest Tasikmalaya telah dibuka pada Jumat, 14 Oktober 2022 lalu yang bertempat di Jalan HZ Mustofa, Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Kehadiran store ke-77 ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada para pecinta kue di wilayah Priangan Timur.

Melansir situs resminya, The Harvest adalah toko kue dan roti terbesar di Indonesia yang menggunakan konsep Eropa dalam teknik penyajian maupun arsitekturnya.

Pengunjung bisa mencoba kue potong atau Slice Cake mulai dari Rp 20 ribu. Selain itu, store ini juga menyediakan kopi dan aneka minuman lainnya.

Minat terhadap kue di kalangan masyarakat Jawa Barat memang cukup tinggi, karena selain makanan pedas, orang Sunda juga menyukai kudapan manis.

Baca Juga: Caspia Cafe Tasikmalaya, Serasa Rumah Kedua

Untuk kamu yang penasaran ingin berkunjung ke The Harvest Tasikmalaya, berikut ini pengalaman harapanrakyat.com nongkrong di tempat.

Nongkrong di The Harvest Tasikmalaya

Sebagai cakes and pastry store terkemuka, The Harvest memiliki data tarik tersendiri yang membuat warga setempat penasaran untuk berkunjung. Mulai dari tampilan bangunan yang menarik hingga aneka kue dan roti yang menggugah selera.

Area Store yang Ramah Anak

Saat memasuki area store, ada banyak display roti di bagian tengah sehingga pengunjung bisa memilih sendiri. Di sekelilingnya penuh dengan etalase yang memajang hampers, merchandise, dan yoghurt dengan aneka rasa. Sedangkan untuk cake-nya sendiri harus memesan langsung dari etalase bagian kasir.

Untuk pengunjung yang membawa anak-anak, The Harvest Tasikmalaya juga memiliki es krim yang tersedia dalam berbagai varian. Selain itu, tersedia tempat duduk yang membuat pengunjung merasa nyaman untuk makan kue dan roti di store tersebut.

Salah satu pengunjung, Kevin Liem (29) membagikan pendapatnya. “Tempatnya nyaman, oke buat daily dan harga cocok di kantong,” ungkapnya kepada harapanrakyat.com pada Selasa (6/12/2022) lalu.

Baca Juga: Pull and Shot Coffee Tasikmalaya dengan Pemandangan Terbaik

Ada Kue, Roti, dan Masih Banyak Lagi

Pengunjung bisa memesan Whole Cake atau satu kue secara menyeluruh untuk merayakan hari spesial, dengan kisaran harga Rp 88.000 hingga 2.090.000 tergantung varian dan ukuran yang dipesan. Sedangkan untuk Slice Cake, harga berkisar Rp 20.000 hingga 42.000 per potong yang sesuai untuk porsi per orangan.

Di The Harvest Tasikmalaya, pengunjung bisa menemukan kue yang paling terkenal di Jawa Barat namun dengan citarasa khas, yaitu Lapis Legit.

Kemudian, pengunjung juga bisa mencoba kue potong Chocolate Tiramisu atau Red Velvet untuk mendapatkan pengalaman kuliner yang berbeda. Sedangkan untuk rotinya dibandrol dengan harga bervariasi mulai dari Rp 15 ribu (sewaktu-waktu bisa berubah). (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

GoTo Financial Menangkan Dua Penghargaan Di Ajang The Asian Banker

wp-1670761524714.png

review1st.com – GoTo Financial (GTF), perusahaan penyedia jasa keuangan digital  yang memiliki layanan untuk mendukung aktivitas keuangan masyarakat serta pelaku usaha, bagian dari GoTo Group, berhasil memenangkan 2 penghargaan dari di ajang yang bertajuk Excellence and Strongest Banks in Asia Awards 2022. 

Diadakan oleh The Asian Banker yang merupakan sebuah platform terkemuka di industri perbankan dan jasa keuangan yang berbasis di Singapura, penghargaan ini diberikan kepada 22 bank terkuat di tahun 2022 setelah menganalisis data dari 500 bank dari kawasan Asia, Timur Tengah, dan Afrika.

Penghargaan pertama yang diterima adalah Best Digital Wallet in Indonesia (Dompet Digital Terbaik di Indonesia) untuk GoPay.

Sebagai platform e-wallet terbesar di Indonesia, GoPay menyediakan sistem pembayaran sekali klik, transfer dengan mudah, dan solusi pembayaran dalam ekosistem GoTo dan juga penyedia lainnya.

Hal ini antara lain merupakan faktor utama dalam penilaian bagi penghargaan di ajang ini.

Lebih dari sekedar alat pembayaran, GoPay membantu pengguna untuk mengelola keuangan mereka lewat fitur riwayat transaksi, paylater, hingga investasi.

Menurut riset dari InsightAsia yang dilakukan di bulan Oktober 2022, GoPay menjadi pemimpin pasar e-wallet di Indonesia dengan lebih dari 71 persen pengguna yang setia menggunakan sejak lebih dari 5 tahun terakhir.

GoTo Financial Menangkan Dua Penghargaan Di Ajang The Asian Banker

Lewat konsistensi dalam menyediakan layanan terbaik untuk pengguna, GoPay berhasil meraih kepercayaan tertinggi dari konsumen dengan tingkat kepuasan di angka 84% dari pengguna. 

Sudhanshu Raheja, Head of Consumer Payments, GoTo Financial mengatakan, “Sebagai salah satu brand dompet digital yang pertama hadir di Indonesia, kami bangga dapat terus menyaksikan transformasi pembayaran digital hingga titik ini.

“Sejalan dengan misi GoTo Financial, kami harap maraknya penggunaan pembayaran digital termasuk e-wallet dapat membuka akses masyarakat menuju layanan keuangan lainnya.”

Penghargaan berikutnya diraih diraih Midtrans, solusi bisnis dari GoTo Financial, sebagai Best Merchant Service in Indonesia (Layanan Usaha Terbaik di Indonesia).

GoTo Financial Menangkan Dua Penghargaan Di Ajang The Asian Banker

Sebagai layanan payment gateway yang berizin dan diawasi Bank Indonesia, Midtrans senantiasa mendukung pelaku bisnis mengembangkan bisnis mereka.

Dengan akses ke  25 metode pembayaran, termasuk GoPay dan uang elektronik lainnya, transfer bank, kartu debit, kartu kredit, akun virtual, QRIS, dan pembayaran di minimarket, Midtrans hadir untuk membantu pelaku usaha dapat dengan mudah memproses transaksi dan memudahkan proses verifikasi pembayaran, sehingga merchant dapat fokus dalam ekspansi bisnisnya.

Riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Universitas Indonesia di tahun 2021 yang berjudul “Peran GoTo Financial terhadap Inklusi Keuangan Indonesia” membuktikan bahwa solusi bisnis GoTo Financial memberikan dampak positif terhadap UMKM lewat peningkatan skala usaha dan efisiensi operasional.

Lewat riset ini, diketahui bahwa mayoritas UMKM menggunakan produk GoTo Financial, termasuk Midtrans, sebagai platform digital untuk membantu mereka berjualan online pertama kalinya

“Sebagai bagian dari GoTo Financial, Midtrans terus berkomitmen untuk mendukung pelaku bisnis mengembangkan usaha mereka. Teknologi Midtrans memungkinkan bisnis untuk dapat memproses transaksi online dengan mudah, aman, dan cepat, sehingga pengelolaan usaha menjadi semakin efisien.

“Kami bangga atas pencapaian ini dan tentunya penghargaan ini akan terus memotivasi kami untuk memberikan layanan terbaik bagi semua pengguna”, ujar Pratyush Prasanna, Head of Merchant Payments, GoTo Financial.

Pada kesempatan yang sama, The Asian Banker turut membagikan pandangannya terhadap perkembangan layanan perbankan di Asia, khususnya perbankan digital.

Di dekade ini, industri jasa keuangan secara keseluruhan dapat dikatakan telah menghadapi perubahan yang paling mendalam. Sejalan dengan hasil temuan Google, Temasek, serta Bain & Company melalui report The e-Conomy SEA 2022, perkembangan kegiatan ekonomi digital di Asia meningkat hingga 2x sejak 2019 hingga 2022, dan memberikan banyak kesempatan baru untuk transformasi oleh perusahaan perbankan.

Dell Technologies: Resolusi 2023, melihat peluang di era multicloud

images-2_copy_800x526.jpeg

review1st.com – Dell Technologies baru-baru ini menyelenggarakan acara media briefing virtual yang dihadiri media dari kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ), bertajuk “Resolusi 2023” yang menghadirkan Amit Midha, Presiden, Asia-Pasifik & Jepang dan Global Digital Cities, dan John Roese, Global Chief Technology Officer.

Kedua eksekutif Dell membahas sejumlah resolusi menjelang tahun baru yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan/organisasi agar mereka dapat meraih manfaat maksimal dari teknologi-teknologi yang berkembang pada tahun 2023. Keduanya juga menekankan bahwa solusi digital akan menentukan masa depan masyarakat di APJ.

“Dinamika pada tahun 2022 telah menunjukkan bagaimana transformasi dan inovasi digital memainkan peranan yang sangat penting dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dengan sejumlah industri beralih dan menerapkan arsitektur multicloud pada tahun 2022, Dell berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami yang terus berkembang dan tujuan transformasi digital mereka yang lebih luas,” ucap Midha.

Mengelola biaya jangka panjang cloud dan memutuskan arsitektur multicloud edge yang tepat adalah beberapa prioritas teratas Chief Information Officer (CIO) pada tahun 2023

Roese memaparkan beberapa teknologi baru yang akan berkembang dan di mana para CIO bisa mengambil keputusan terkait teknologi tersebut tahun depan.

Ia menekankan bahwa pelanggan tidak lagi bisa menanggung risiko pembengkakan anggaran (over budget) yang disebabkan oleh distribusi kemampuan TI yang tidak efisien di cloud dan bahwa pelanggan harus memahami perhitungan biaya jangka panjang.

“Sangatlah penting bagi perusahaan modern untuk mengadopsi pendekatan multicloud yang memungkinkan mereka memiliki kendali penuh atas data dan aplikasi perusahaan, di mana pun lokasi data dan aplikasi tersebut. Pendekatan multicloud itu juga harus lebih hemat biaya dan bisa mengurangi kompleksitas cloud secara keseluruhan,” kata Roese.

Roese juga menggarisbawahi pentingnya mendukung pelanggan dan mitra untuk memutuskan bagaimana arsitektur multicloud edge yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam jangka panjang.

“Tahun 2023, dunia nyata akan semakin banyak membutuhkan data dan pemrosesan data. Saat ini, edge ada di mana-mana dan edge computing memiliki peluang tak terbatas.

Jika perusahaan/organisasi tidak membuat keputusan tentang arsitektur edge yang mereka inginkan dalam jangka panjang, maka kemungkinan besar mereka akan berakhir dengan beberapa platform edge,” tambah Roese.

“Kita harus memiliki perspektif strategis saat mengambil keputusan tentang arsitektur (TI) kita. Jadi, evaluasi model-model yang digunakan saat ini dan identifikasi arsitektur yang paling tepat untuk mengelola dan mengatur data serta beban kerja di seluruh cloud tanpa kerumitan tambahan dan biaya tersembunyi.”

Memberdayakan pelanggan dan mitra untuk menyelaraskan strategi keamanan siber mereka di seluruh pusat data, cloud, dan di edge

Roese menekankan pentingnya mendefinisikan kendali Zero Trust perusahaan/organisasi untuk mewujudkan manajemen identitas, manajemen kebijakan, dan manajemen ancaman yang konsisten di seluruh arsitektur enterprise TI.

Dalam dunia multicloud yang sangat terdistribusi dan terhubung, Zero Trust akan menjadi landasan penting untuk memastikan data aman dan bisa dipercaya.

Midha menyatakan bahwa seiring percepatan transformasi digital yang dilakukan ekonomi global, potensi titik masuk serangan siber akan semakin meningkat. Berdasarkan Global Data Protection Index (GDPI) 2022 dari Dell Technologies, 74 persen responden APJ (tidak termasuk Cina) khawatir mereka akan mengalami gangguan dalam 12 bulan ke depan.

”Kami bekerja sama dengan para pelanggan dan mitra kami untuk membantu menyederhanakan transformasi keamanan mereka dan membekali mereka dengan strategi yang tepat untuk bisa melindungi data mereka dengan lebih baik, di mana pun lokasi data tersebut,” ujar Midha.

Tentukan risiko kriptografi keamanan kuantum untuk perusahaan dan segera bangun keahlian awal untuk meraih manfaat dari komputasi kuantum

“Komputasi kuantum semakin nyata. Dalam beberapa tahun ke depan, kita akan bisa memiliki akses ke sistem kuantum yang cukup besar, yang artinya data terenkripsi di seluruh jaringan publik akan menghadapi risiko keamanan yang signifikan.

Kendati demikian, perusahaan/organisasi kini juga telah memiliki cara untuk melindungi data kuantum mereka,” ujar Roese. Pertama-tama, perusahaan perlu melakukan inventarisasi aset-aset kriptografi yang ada di seluruh perusahaan dan mengidentifikasi ancaman yang mereka hadapi.

Kemudian, perusahaan perlu melakukan investasi simulasi kuantum dan memberdayakan tim data science dan AI mereka untuk mempelajari bahasa dan kemampuan kuantum tersebut agar siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Teknologi tetap akan menjadi kunci untuk mendorong masa depan masyarakat di APJ

“Teknologi tetap menjadi kunci transformasi, keseragaman digital, dan untuk mendorong kemajuan manusia. Pertumbuhan ekonomi di APJ diharapkan akan terus berlanjut di tengah ketidakpastian iklim makroekonomi dan populasi yang terus meningkat.

Kita perlu meningkatkan cara kita berpikir tentang teknologi untuk bisa memanfaatkannya dengan lebih baik. Dengan demikian, kita akan bisa menjalani dan membentuk masa depan masyarakat,” ungkap Midha.

“Solusi digital sangatlah penting untuk mendorong kemajuan manusia, termasuk mempercepat terwujudnya kota-kota berkelanjutan pada masa depan,” tambah Midha.

Dengan teknologi seperti digital twin, kota-kota di dunia bisa mewujudkan tujuan berkelanjutan dan iklim mereka dengan membangun model dan memahami pola konsumsi energi dan emisi dengan lebih baik.Terakhir, Midha menyatakan bahwa teknologi memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan ekonomi.

Ia menggarisbawahi pentingnya menciptakan masyarakat yang saling terhubung dan didukung secara digital untuk kepentingan bersama, berdasarkan keseragaman digital, bukan pendekatan digital yang berbeda-beda.

Untuk itu, perlu adanya integrasi digital dan pemberdayaan generasi berikutnya untuk bisa menemukan dan mengembangkan potensi karena merekalah yang akan menjadi kekuatan pendorong teknologi di industri dan dunia kerja.

“Dengan keunggulan kompetitif Dell yang telah teruji dan strategi unik yang fokus untuk mendorong kemajuan manusia, saya menantikan apa yang akan terjadi pada tahun 2023.

Saya percaya kawasan APJ akan terus maju dan bertransformasi seiring upaya kami memanfaatkan teknologi digital untuk membangun masa depan masyarakat dan mendorong keseragaman digital,” tutup Midha.

AFPI Kluster Syariah Teken MoU Dengan BPRS Asbisindo

wp-1670760737448.jpg

review1st.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) kluster syariah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan kompartemen Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) untuk meningkatkan kerjasama anggota kedua asosiasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami bersyukur adanya penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan BPRS Asbisindo ini merupakan bukti konsistensi industri fintech lending untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penciptaan ekosistem antara perbankan syariah dan fintech syariah.

“Hal ini mengingat keunggulan BPRS yang tersebar di seluruh Indonesia, dapat menjadi sumber pendanaan bagi fintech lending termasuk dengan pola channeling,” kata Ketua Klaster Pendanaan Syariah AFPI, Lutfi Adhiansyah yang mewakili AFPI saat penandatanganan di Denpasar, Bali, Jumat (9/12).

AFPI Kluster Syariah Teken MoU Dengan BPRS Asbisindo

Lutfi menjelaskan ada 6 poin tujuan dari  kerjasama dengan BPRS, yakni:

Pertama, Peningkatan akselerasi pendanaan Fintech Lending ke daerah.

Kedua, Peningkatan kualitas asesmen risiko bagi BPRS dan kualitas debitur bagi Fintech Lending.

Ketiga, Kemudahan akuisisi nasabah bagi BPRS.

Keempat, Perluasan target pasar bagi BPRS melalui teknologi informasi di Fintech Lending.

Kelima, Value Chain Financing dalam ekosistem ekonomi digital, dan

Keenam, Penambahan sumber pemodal dan peningkatan fee-based income.

Melalui kerjasama ini Fintech Lending syariah agar bertugas untuk Pertama, melakukan akuisisi potensial debitur. Kedua, melakukan proses kredit yang mencakup: menerima registrasi dan dokumentasi melalui Aplikasi Platform, KYC, proses seleksi nasabah, penagihan pinjaman. Ketiga, menerima pembayaran debitur (payment collection) untuk diteruskan kepada BPR.

Adapun BPRS berfungsi sebagai: Pertama, bertindak sebagai Penyedia Dana/ Super Lender (Kreditur yang memberikan kredit kepada debitur). Kedua, menentukan Syarat dan Kriteria (Risk Acceptance Criteria-RAC) terhadap debitur. Ketiga, melakukan pencairan pinjaman ke debitur.

Ketua Umum Kompartemen BPRS Asbisindo, Cahyo Kartiko yang mewakili saat penandatanganan nota kesepahaman menyambut positif kerjasama dengan fintech syariah yang tergabung dalam AFPI kluster syariah.

“Ini merupakan kerjasama yang saling menguntungkan dan menjadi langkah BPRS untuk memperluas jaringan, pemasaran dan pemanfaatan teknologi dalam bidang keuangan yang adaptif.

Kerjasama ini sekaligus sebagai bagian dari efisiensi operasional seiring kelebihan dari fintech lending yang memiliki adaptasi teknologi lebih cepat dengan model transaksi yang fleksibel, mengingat proses adaptasi teknologi di BPRS relatif membutuhkan waktu panjang,” kata Cahyo.

Cahyo menambahkan kerjasama dengan fintech syariah ini menjadi upaya saling melengkapi. Asbisindo pun sangat mendukung semakin banyaknya anggota Asbisindo kompartemen BPRS yang berkolaborasi dengan fintech syariah. 

Dalam penandatanganan nota kesepahaman ini, dari AFPI juga dihadiri oleh Chairul Aslam, Wakil Ketua Klaster Pendanaan Syariah sekaligus Komisaris Duha Syariah; Widji Adhi, Anggota TaskForce Syariah AFPI  sekaligus dari Ammana dan Sekretariat AFPI.

Hingga September 2022, ada tujuh (7) penyelenggara fintech syariah anggota AFPI klaster syariah dari 102 anggota AFPI.

Adapun akumulasi pendanaan klaster syariah di periode ini mencapai Rp 7,16 triliun, dengan rincian, pada Desember 2020 masih sebesar Rp 484 miliar, Desember 2021 Rp 1,1 triliun dan September 2022 Rp 5,5 triliun.

Luthfi menambahkan perkembangan fintech lending yang demikian pesat tidak lepas dari kolaborasi dengan ekosistem keuangan khususnya dengan lembaga jasa keuangan lainnya seperti BPRS ini. 

“Porsi pendanaan klaster syariah terhadap pendanaan sektor produktif  fintech lending pada 2022 masih 8%, maka dari itu, masih besar peluang untuk dapat dimaksimalkan.

“Dengan kolaborasi efektif inilah, maka penyelenggara fintech lending dapat menjangkau pembiayaan ke lebih banyak masyarakat unbanked dan underserved di Tanah Air,” ujar Luthfi.

Recent Posts