Beranda blog Halaman 1296

Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Saung Gedung Tua Tasikmalaya

Jasad-Pria-Tanpa-Identitas-Ditemukan-di-Saung-Gedung-Tua-Tasikmalaya.jpg

harapanrakyat.com,- Warga Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, geger dengan penemuan jasad pria tanpa identitas. Penemuan mayat oleh warga tersebut di sebuah saung komplek Gedung tua (Engsun), Senin (12/12/2022) malam.

Kapolsek Tawang, Ipda Wawan Setiawan membenarkan adanya penemuan jasad pria tersebut.

Baca Juga: Mayat Misterius Ditemukan di Pantai Cimanuk Tasikmalaya, Kepalanya Hancur

Polsek Tawang bersama tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, pun langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan dari warga.

“Pertama kali jasad pria tanpa identitas ini ditemukan oleh warga, di sebuah saung di dalam gedung tua Engsun,” kata Wawan saat dihubungi harapanrakyat.com, Selasa (13/12/2022).

Baca Juga: Warga Temukan Mayat Bayi Membusuk di Sungai Tasikmalaya, Sempat Dikira Boneka

Sementara dari hasil keterangan saksi, warga yang pertama menemukan mayat Mr X ini posisinya terlentang. Selain itu, kondisi sudah kaku dan mengeluarkan bau tidak sedap.

“Kami tidak menemukan identitas korban. Hanya saja, menemukan sejumlah pakaian yang kita duga milik korban,” ujarnya.

Sampai saat ini pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian dari pria tersebut. Sehingga untuk memastikannya penyebab kematian Mr X itu harus melalui pemeriksaan dokter rumah sakit.

Sehingga, Polsek Tawang dan Polres Tasikmalaya Kota membawa jasad pria tanpa identitas itu ke kamar jenazah RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Hal tersebut untuk pemeriksaan visum dan penyelidikan lebih lanjut. (Apip/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Kadinsos Subang Tegaskan BLT BBM Tidak Ada Potongan oleh Kantor Pos

H.-deden.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Subang, H. Deden Hendriana menegaskan tidak ada pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) dan program keluarga harapan (PKH) oleh Kantor Pos.

Menurutnya, Kantor Pos sebagai pihak yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat tersebut sudah bekerja sesuai ketentuan. Memberikan bantuan sesuai nominal yang diberikan, tanpa ada potongan.

“Tidak ada potongan. Kita sudah koordinasi dengan pihak Kantor Pos, itu tidak benar,” katanya H. Deden kepada mediajabar.com, Selasa (13/12/2022).

H. Deden mengatakan bahwa pemberitaan kunjungan kerja Komisi VIII Anggota DPR RI Kyai Maman Imanulhaq pada Senin (12/12/2022) yang menyebutkan ada potongan itu tidak benar.

“Bantuan diterima keluarga penerima manfaat (KPM) utuh. Kami tahu di lapangan dengan keluarga penerima manfaat tidak ada potongan,” katanya.

H. Deden menjelaskan bahwa ada biaya operasional untuk Kantor Pos. Operasional tersebut langsung dari Kemensos.

“Opersional itu di luar, itu terpisah, tidak memotong dari KPM. Jadi dari Kemensos ke Kantor Pos itu ada biaya penyaluran atau operasional,” katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Pos Subang, Arief Ilman Yusra mengatakan, bahwa Kantor Pos memang menerima biaya operasional dari Kemensos langsung, untuk biaya penyaluran kepada KPM.

“Biaya itu tidak memotong bantuan untuk KPM. Kita tegaskan KPM menerima bantuan utuh sesuai yang diberikan oleh pemerintah,” katanya.

Pertamina Fastron Season of Drive Sambangi Kota Semarang

rockomotif-season-of-drive-01.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Lewat rangkaian Pertamina Season of Drive yang digelar pada 11 Desember 2022 lalu, menjadi ajang pengenalan produk baru Pertamina Lubricants kepada para pecinta modifikasi di Tanah Air.

Rangkaian yang digelar di Semarang ini menjadi kegiatan Road to The Elit Showcase 2023 yang nantinya bakal digelar pada Februari mendatang. Gelaran tersebut akan digelar untuk keempat kalinya di ICE BSD, Tangerang, dengan menampilkan ragam modifikasi terbaik dan terkurasi.

Dalam keterangan resminya, COO The Elite, Riswan Rusdiansyah, menjelaskan perihal pemilihan Kota Semarang sebagai destinasi lantaran wilayah ini menjadi area tengah untuk beberapa area.

“Season of Drive untuk pertama kalinya diadakan di Semarang lantaran lokasinya berada di tengah-tengah, dan bisa dijangkau oleh car enthusiast yang berada di kawasan Jabodetabek, Yogyakarta, Solo dan Surabaya,” jelas Riswan.

Season of Drive jadi ajang pengenalan pelumas Pertamina Fastron ke kalangan modifikasi Tanah Air
Rangkaian ini menjadi road to The Elite Showcase 2023

Riswan bersama tim The Elite melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Semarang pada Sabtu (10/12) dengan memboyong dua unit kendaraan modifikasi yang turut tampil di event Season of Drive.

Di samping itu, melalui rangkaian ini juga dimanfaatkan oleh PT Pertamina Lubricants untuk memperkenalkan kualitas pelumas mereka kepada para pecinta otomotif di Indonesia.

“Selain itu, kegiatan turing dan Season of Drive kali ini juga sekaligus memperkenalkan oli mesin buatan lokal dari Pertamina Fastron Platinum Racing dengan SAE 10-60W yang ditujukan untuk mobil performa tinggi,” jelas Gatot Mulyartho, CEO The Elite.

Sementara itu, Arie Anggoro selaku Vice President Sales & Marketing Domestic Retail Automotive PT Pertamina Lubricants mengutarakan, bahwa kegiatan ini juga menjadi momen yang tepat bagi Pertamina Fastron untuk menunjukkan bahwa anak bangsa punya produk pelumas berteknologi tinggi.

“Teman-teman The Elite ini mempunyai hobi mengutak-atik mobil. Membuat mesin lama menjadi baru dengan lebih high performance, jadi mereka membutuhkan oli-oli yang tidak cepat menguap. Jadi ini cukup menantang bagi kami, sehingga kita mensupport mereka untuk mengenal dan merasakan performa pelumas kita lewat Season of Drive,” tandas Arie Anggoro.

Abrasi Sungai Ciseel Ancam TPU di Kertahayu Ciamis

Abrasi-Sungai-Ciseel-Ancam-TPU-di-Kertahayu-Ciamis.jpg

harapanrakyat.com,- Abrasi Sungai Ciseel mengancam tempat pemakaman umum (TPU) yang ada di Bojongnangka, Dusun Tamansari, RT 13/04, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Pantauan HR Online, tebing sungai sepanjang lebih dari 300 meter tersebut terus tergerus.

Akibatnya, warga sekitar kini merasa resah. Sebab, TPU juga kini terancam terkikis oleh abrasi sungai.

Sekretaris Desa Kertahayu, Kusnadi, membenarkan adanya hal tersebut. Ia mengatakan, longsornya tebing tersebut akibat oleh terjadinya gerusan Sungai Ciseel setiap kali ketika debit air besar.

Baca Juga: Hujan Disertai Angin Kencang, Rumah Warga Pamarican Ciamis Tertimpa Pohon Waru

“Akhir-akhir ini longsoran kian terus berubah, dan membuat warga merasa khawatir dan was was,” katanya kepada HR Online, Selasa (13/12/2022).

Oleh karena itu, pihaknya memohon kepada Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, untuk bisa segera melakukan perbaikan atau pemasangan bronjong.

“Mengingat longsoran karena abrasi sungai Ciseel saat ini terus meluas, dan mengancam lokasi pemakaman umum,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Banjir Luapan Sungai Citarum Kembali Terjang Dayeuhkolot Bandung

13122022-banjir-dakol.jpeg

harapanrakyat.com,- Banjir luapan Sungai Citarum kembali menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Bandung.

Akibatnya, sejumlah area permukiman padat penduduk di Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, tergenangi banjir dengan ketinggian permukaan banjir mencapai 80 sentimeter. Bahkan, beberapa warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Seorang warga terdampak banjir luapan Sungai Citarum, Ana Sopiana (51) mengatakan, banjir luapan Sungai Citarum kembali menyergap permukiman penduduk sejak beberapa hari terakhir. Hal itu menyusul tingginya intensitas hujan belakangan ini sehingga debit air di Sungai Citarum pun kembali meningkat.

Baca Juga : Banjir di Sejumlah Titik, DPRD Kota Bandung Sebut Drainase Sudah Tidak Layak

“Sejak kemarin (Senin, 12 Desember 2022) juga banjir. Khawatir banjir lebih parah karena saat ini masih terus-terusan hujan, kami terpaksa mengungsi,” ungkap Ana kepada harapanrakyat.com saat ditemui, Selasa (13/12/2022).

Ana menuturkan, meski saat ini sudah masih musim hujan yang disusul dengan tingginya debit air di Sungai Citarum, namun hingga saat ini belum ada perhatian serius pemerintah, baik untuk warga yang bertahan di rumah maupun di pengungsian.

Warga mengharapkan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi dari Pemerintah Kabupaten Bandung jika sewaktu-waktu banjir meningkat signifikan.

“Belum ada upaya khusus dari Pemerintah Kabupaten Bandung saat ini jika sewaktu-waktu terjadi banjir. Misalnya menyiapkan kebutuhan warga terdampak banjir di posko pengungsian,” tutur Ana.

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan banjir luapan Sungai Citarum yang menerjang kawasan Kecamatan Dayeuhkolot itu di antaranya terjadi di Leuwi Bandung RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 14 dengan ketinggian banjir mencapai 30 hingga 80 sentimeter.

Akibat genangan banjir tersebut, aktivitas warga menjadi terhambat. Warga terpaksa menerobos genangan banjir yang menggenangi kawasan mereka dengan menggunakan perahu.

BPBD Kabupaten Bandung Lakukan Pendataan Warga Terdampak Banjir Luapan Sungai Citarum

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, selain menggenangi kawasan Leuwi Bandung, banjir juga terjadi di lokasi lainnya.

Sedikitnya 11 RW di Kecamatan Dayeuhkolot terdampak banjir. Saat ini, Anggi menuturkan, pihaknya masih melakukan pendataan korban terdampak banjir Sungai Citarum di wilayah tersebut.

“Di antaranya di Kampung Lamajang RW 5, RW 6, dan RW 7. Kemudian Kampung Lamajang Peuntas RW 16 dan 17, serta di Kampung Sukabirus RW 8 dan RW 13. Semuanya di wilayah Dayeuhkolot,” ucap petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Bandung, Anggi Gunawan.

Anggi menjelaskan, untuk data pengungsi sementara akibat banjir yang tercatat di shelter PMI Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot sebanyak 33 orang. Jumlah tersebut dari 13 keluarga di wilayah terdampak banjir.

“Kami terus melakukan pembaruan data wilayah dan warga terdampak banjir luapan Sungai Citarum,” ucap Anggi. (Ecep/R12/HR-Online)

Banjir Luapan Sungai Citarum Kembali Terjang Dayeuhkolot

13122022-banjir-dakol.jpeg

harapanrakyat.com,- Banjir luapan Sungai Citarum kembali menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Bandung.

Akibatnya, sejumlah area permukiman padat penduduk di Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, tergenangi banjir dengan ketinggian permukaan banjir mencapai 80 sentimeter. Bahkan, beberapa warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Seorang warga terdampak banjir luapan Sungai Citarum, Ana Sopiana (51) mengatakan, banjir luapan Sungai Citarum kembali menyergap permukiman penduduk sejak beberapa hari terakhir. Hal itu menyusul tingginya intensitas hujan belakangan ini sehingga debit air di Sungai Citarum pun kembali meningkat.

Baca Juga : Banjir di Sejumlah Titik, DPRD Kota Bandung Sebut Drainase Sudah Tidak Layak

“Sejak kemarin (Senin, 12 Desember 2022) juga banjir. Khawatir banjir lebih parah karena saat ini masih terus-terusan hujan, kami terpaksa mengungsi,” ungkap Ana kepada harapanrakyat.com saat ditemui, Selasa (13/12/2022).

Ana menuturkan, meski saat ini sudah masih musim hujan yang disusul dengan tingginya debit air di Sungai Citarum, namun hingga saat ini belum ada perhatian serius pemerintah, baik untuk warga yang bertahan di rumah maupun di pengungsian.

Warga mengharapkan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi dari Pemerintah Kabupaten Bandung jika sewaktu-waktu banjir meningkat signifikan.

“Belum ada upaya khusus dari Pemerintah Kabupaten Bandung saat ini jika sewaktu-waktu terjadi banjir. Misalnya menyiapkan kebutuhan warga terdampak banjir di posko pengungsian,” tutur Ana.

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan banjir luapan Sungai Citarum yang menerjang kawasan Kecamatan Dayeuhkolot itu di antaranya terjadi di Leuwi Bandung RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 14 dengan ketinggian banjir mencapai 30 hingga 80 sentimeter.

Akibat genangan banjir tersebut, aktivitas warga menjadi terhambat. Warga terpaksa menerobos genangan banjir yang menggenangi kawasan mereka dengan menggunakan perahu.

BPBD Kabupaten Bandung Lakukan Pendataan Warga Terdampak Banjir Luapan Sungai Citarum

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, selain menggenangi kawasan Leuwi Bandung, banjir juga terjadi di lokasi lainnya.

Sedikitnya 11 RW di Kecamatan Dayeuhkolot terdampak banjir. Saat ini, Anggi menuturkan, pihaknya masih melakukan pendataan korban terdampak banjir Sungai Citarum di wilayah tersebut.

“Di antaranya di Kampung Lamajang RW 5, RW 6, dan RW 7. Kemudian Kampung Lamajang Peuntas RW 16 dan 17, serta di Kampung Sukabirus RW 8 dan RW 13. Semuanya di wilayah Dayeuhkolot,” ucap petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Bandung, Anggi Gunawan.

Anggi menjelaskan, untuk data pengungsi sementara akibat banjir yang tercatat di shelter PMI Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot sebanyak 33 orang. Jumlah tersebut dari 13 keluarga di wilayah terdampak banjir.

“Kami terus melakukan pembaruan data wilayah dan warga terdampak banjir luapan Sungai Citarum,” ucap Anggi. ***

Daftar 5 Kabupaten Tersepi di Jawa Barat, Daerahmu Masuk Nggak?

Kabupaten-Tersepi-di-Jabar.jpg

harapanrakyat.com,- Lima kabupaten tersepi di Jawa Barat ini memiliki jumlah penduduk yang relatif sedikit, dengan kondisi wilayahnya masih banyak persawahan dan hutan. Jawa Barat sendiri merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa. Ibu kota provinsi ini adalah Bandung.

Selain itu, Provinsi Jawa Barat juga terkenal memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat menarik. Beberapa daerah cukup populer dengan destinasi wisatanya, sehingga banyak pengunjung yang datang.

Provinsi ini mencakup 27 kabupaten/kota. Namun, dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat ini, ada 5 daerah yang paling sepi. Lokasinya pun jauh dari jangkauan. Lantas, mana saja lima daerah tersebut itu?

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini lima daerah kabupaten di Jawa Barat yang masuk kategori paling sepi berdasarkan jumlah penduduk, lokasi wilayah. Serta wilayahnya masih didominasi sawah dan hutan.

Ini Daftar 5 Kabupaten Tersepi di Jawa Barat

Baca Juga: Ridwan Kamil Pastikan Ibu Kota Jabar Masih Bandung

Kabupaten Pangandaran

Pangandaran yang merupakan salah satu kabupaten di Jabar ini yang memiliki luas wilayah sekitar kurang lebih 1.011,04 kilometer.

Meski sebagai daerah wisata, Kabupaten Pangandaran ini termasuk daerah paling sepi dengan jumlah penduduknya sekitar 500 ribu jiwa.

Pangandaran ini sebelumnya bagian dari Kabupaten Ciamis, kemudian resmi menjadi daerah otonomi baru dengan 10 kecamatan dan 93 desa. Parigi adalah ibu kota Kabupaten Pangandaran.

Kabupaten Purwakarta

Baca Juga: Wisata Alam Darmacaang Ciamis, Rekomendasi Liburan Keluarga

Selain Pangandaran, Purwakarta juga masuk sebagai kabupaten tersepi di Jawa Barat. Daerahnya memang terlihat padat penduduk, tapi jumlah penduduknya hanya 950 ribu jiwa.

Wilayah Kabupaten Purwakarta juga dikelilingi oleh perbukitan. Kabupaten ini memiliki 17 kecamatan, 183 desa, dan 9 kecamatan. Ibu kotanya adalah Kecamatan Purwakarta.

Kabupaten Kuningan

Selanjutnya ada Kabupaten Kuningan yang juga masuk ke dalam daftar 5 kabupaten tersepi di Jawa Barat.

Secara keseluruhan, daerah ini memiliki jumlah penduduk kurang lebih sekitar 1,1 juta jiwa. Adapun mata pencaharian penduduk Kabupaten Kuningan ini mulai dari bertani sampai nelayan.

Kabupaten Kuningan sebagai salah satu daerah di Jawa Barat ini menaungi 32 kecamatan, 361 desa, dan 15 kelurahan. Ibu kotanya adalah Kecamatan Kuningan.

Baca Juga: Objek Wisata Gunung Putri Lembang Bandung Barat Jawa Barat

Kabupaten Sumedang

Sumedang terkenal dengan makanan khasnya, yaitu tahu yang rasanya sangat lezat. Tak heran, jika banyak masyarakat luar yang menyukai tahu Sumedang dan menjadikannya oleh-oleh setelah berkunjung ke daerah tersebut.

Kabupaten Sumedang masuk dalam daftar kabupaten tersepi di Jawa Barat dengan jumlah penduduknya kurang lebih 1,2 juta jiwa.

Pemerintahan Kabupaten Sumedang menaungi 26 pemerintah kecamatan, 270 pemerintah desa, dan 7 kelurahan. Ibu kotanya adalah Kecamatan Sumedang.

Kabupaten Majalengka

Daerah paling sepi di Provinsi Jawa Barat yang kelima adalah Kabupaten Majalengka. Daerah ini jarang terjamah oleh wisatawan. Jumlah penduduknya hanya sekitar 1,25 juta jiwa.

Kabupaten Majalengka terdiri dari 26 kecamatan, 330 desa, dan 13 kelurahan. Ibu kotanya adalah Kecamatan Majalengka.

Itulah daftar lima kabupaten tersepi di Jawa Barat berdasarkan jumlah penduduk dan kondisi wilayahnya, sebagaimana harapanrakyat.com rangkum dari berbagai sumber. (R3/HR-Online/Editor-Eva)

Kaca Pecah, Kantor Desa di Garut Dilempari Batu OTK

Kantor-Desa-di-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Kantor Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut diserang orang tak dikenal (OTK),Selasa (13/12/2022) pagi. 

Berdasarkan informasi, bagian kaca pintu kantor desa tersebut mengalami kerusakan, yakni kaca kantor pecah akibat lemparan batu. Polisi pun masih menyelidiki motif pelaku yang nekat merusak fasilitas Negara tersebut. 

Kapolsek Karangpawitan Kompol Saifuddin Hamzah membenarkan peristiwa pengrusakan kantor Desa Suci. 

Baca juga: Kades Aktif di Garut Jadi Tersangka Kasus Dana Desa

Ia mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 02.30 WIB.

“Anggota jaga piket melaksanakan giat cek TKP pelemparan batu yang mengenai pintu kaca depan kantor desa,” jelasnya.

Sementara kronologi kejadiannya, kata Saifuddin, saat kejadian ada beberapa perangkat desa yang sedang piket jaga kantor. 

Namun kemudian tiba-tiba ada pemotor dari luar melempar batu dan mengenai kaca pintu dan akhirnya pecah. 

“Berdasarkan keterangan saksi, kita menduga pelaku setelah melempar batu lalu kabur menggunakan motor,” imbuhnya. 

Karena kejadian ini, pihaknya langsung melakukan penyelidikan, termasuk mengamankan sebuah batu dan mengecek CCTV di sekitar kantor desa. (Pikpik/R6/HR-Online)

Seleksi PPK di Ciamis Digelar di Kamar Hotel, Kok Bisa?

Seleksi-PPK-di-Ciamis.jpeg

harapanrakyat.com,- Seleksi PPK di Ciamis yang digelar KPU Ciamis berlangsung di sebuah hotel. Seleksi tersebut mulai 11-13 Desember 2022 di Hotel Priangan. 

Berdasarkan informasi, seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tersebut berlangsung mulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga 22.00 malam di 5 kamar hotel. 

Sementara itu, total peserta mencapai 412 yang mana akan dipilih 135 untuk menjadi PPK di 27 kecamatan di Ciamis. 

Alasan Seleksi PPK di Ciamis di Hotel

Ketua KPU Ciamis Sarno Maulana Rahayu  bersama Kadivsos Parmas dan SDM KPU Muharam Kurnia Drajat membenarkan pihaknya menggelar seleksi PPK di Ciamis tersebut berlangsung di hotel. 

Pemilihan hotel sebagai tempat seleksi tersebut, kata Muharam, lantaran lokasi hotelnya representatif untuk para peserta. 

Baca juga: Begini Komentar ISEI Soal Kegiatan KPU Ciamis di Luar Daerah

“Karena di hotel tidak ada tempat khusus untuk wawancara ini, makanya kita gunakan 5 kamar untuk wawancara. Lima kamar ini sesuai jumlah komisioner yang semuanya ada 5,” kata Muharam, Senin (12/12/22). 

Selain itu, lanjutnya, dalam proses tes wawancara di dalam kamar tersebut komisioner mendapat pendampingan dari pegawai sekretariat KPU dan mendapatkan pengawasan dari TNI dan Polri. Hal itu agar prosesnya berjalan lancar. 

Ia pun mengungkapkan jika seleksi PPK yang berlangsung di hotel bukan hanya di Ciamis. Namun di luar daerah juga ada yang melakukan hal yang sama. 

“KPU Provinsi Jabar sudah tahu kegiatan ini berlangsung di hotel. Sedangkan waktu wawancara tiap peserta mulai dari 7-10 menitan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari para komisioner,” jelasnya. 

Muharam menambahkan, tahapan tes wawancara  ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan PKPU No 8 tahun 2022. Adapun secara regulasi tertuang dalam surat KPU No 476 tahun 2022.

Pihaknya pun berharap hasil tes pemilihan PPK ini bisa menghasilkan para penyelenggara yang kredibel, profesional, berintegritas serta memiliki loyalitas  tinggi terhadap pekerjaan yang  akan mereka emban.

“Kepada para peserta seleksi PPK di Ciamis yang belum berhasil menjadi penyelenggara pemilu jangan sampai berkecil hati. Sebab, kesempatan menjadi penyelenggara pemilu bukan hanya di PPK saja ,” pungkasnya. (Fahmi/R6/HR-Online)

Bupati Pangandaran Kecewa Perangkat Desa Demo Tanpa Pemberitahuan

Perangkat-desa-demo.jpg

harapanrakyat.com,- Bupati Pangandaran kecewa terhadap ratusan perangkat desa yang demo di depan kantornya. Mereka menuntut TPAPD yang belum dibayarkan selama 18 bulan. 

Bupati Jeje Wiradinata menyebut kekecewaan itu lantaran sebelumnya APDESI dan Perwakilan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) sepakat hadir untuk audiensi. Namun ternyata di luar dugaan, karena banyak di luar yang teriak-teriak. 

“Tersinggung kenapa ada di luar. Tidak etis. Mereka kan pamong, tidak melakukan pemberitahuan dulu dan sebagainya. Itu kan ilegal,” kata Jeje usai audiensi, Senin (12/12/22). 

Baca juga: Ratusan Perangkat Desa Geruduk Kantor Bupati Pangandaran, Ada Apa?

Jeje menambahkan, seharusnya para perangkat desa yang berunjuk rasa tersebut melakukan pemberitahuan terlebih dahulu. Sebab, sebelumnya sudah ada jadwal audiensi dengan APDESI dan PPDI. 

“Eh mereka teriak-teriak di luar, ngapain? kenapa tidak memberitahukan dari awal akan datang dan unjuk rasa? APDESI dan perwakilan perangkat desa (PPDI, red) kan kita terima audiensinya,” jelasnya.

Bupati Minta Perangkat Desa yang Demo PBB Jangan Macet

Sementara itu, Jeje mengungkapkan alasan TPAPD tersebut belum terbayarkan semua ke perangkat desa. 

Secara normatif, katanya, Bupati harus membuat kebijakan dalam memperkuat ekonomi desa, penguatan infrastruktur pedesaan serta kelembagaan pedesaan. 

Lantaran fiskalnya belum memungkinkan, sehingga secara perundang-undangan soal tunjangan itu adalah kebijakan kepala daerah yang berpatokan pada 3 penguatan di atas. 

“Tunjangan tahun 2021 tunda saja dulu, kita penuhi yang wajib-wajib saja dulu sampai kemampuan keuangan kembali normal,” tegasnya. 

Sementara di tahun 2022, pihaknya akan mulai membayar 5 bulan dan rencananya akan menambah 2 bulan lagi. Meski begitu, risikonya ada kegiatan lain yang dikurangi. 

Jeje Wiradinata menambahkan, tahun 2023 bisa membayar semua atau 12 bulan. Namun pihaknya mengajukan syarat PBB harus maksimal tidak ada kemacetan.

“Tahun 2021 kemacetan pembayaran PBB sampai 8 miliar dan tahun 2022 kemacetan 6 miliar. Jika semua lancar, maka 2023 tunjangan bisa full 12 bulan,” imbuhnya.

Sampai saat ini, imbuhnya, PBB baru terkumpul 70 persen atau macet sekitar Rp 6 miliar. Karena itu ia meminta kepada semua perangkat desa yang demo dan seluruh desa bisa menarik PPB yang macet.

“Kita belajar disiplin, apakah desa yang PBB-nya bagus nanti tunjangannya juga full? silakan maunya bagaimana?,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)

Recent Posts