Beranda blog Halaman 123

35 Rumah Panggung Gratis Dibangun di Subang, Kolaborasi PKP dan Unhan Tanpa APBN

rumah panggung gratis di Subang
Foto: Kompas.com

Subang – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Bersama Universitas Pertahanan (Unhan), mereka akan membangun 35 rumah panggung di kawasan pesisir Subang, Jawa Barat.

Menariknya, proyek ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Rumah-rumah tersebut akan dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang memang layak menerima bantuan.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan kabar ini saat menerima kunjungan Rektor Unhan, Letjen TNI (Purn) Jonni Mahroza, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025). Menurut Maruarar, langkah ini merupakan kelanjutan dari pembangunan serupa yang sebelumnya telah dilakukan di Muara Angke, Jakarta Utara.

“Kami bekerja sama dengan Unhan dan PT Harum Energy yang menyalurkan dana CSR untuk pembangunan 35 rumah panggung. Rumah ini akan diberikan secara gratis kepada masyarakat yang berhak,” jelas Maruarar dalam unggahan resmi Kementerian PKP di Instagram.

Rektor Unhan, Jonni Mahroza, menegaskan bahwa proyek ini sepenuhnya dibiayai oleh dana non-APBN. Ia juga mengingatkan keberhasilan proyek serupa di Muara Angke, di mana 30 rumah telah dibangun sebagai kelanjutan dari 200 rumah yang sebelumnya diinisiasi oleh Prabowo Subianto sebelum menjadi Presiden.

Kolaborasi lintas institusi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta mampu menciptakan dampak sosial tanpa membebani negara.



Subang Menuju Masa Depan: RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026 Resmi Dimatangkan

RPJMD Subang 2025–2029
Foto: subang.go.id

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang mulai menyusun langkah strategis untuk pembangunan lima tahun ke depan. Pada Senin (21/04), Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026. Acara ini berlangsung di Aula Pemda Subang.

Forum ini menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan. Pelaksanaannya mengacu pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, khususnya Pasal 48 dan Pasal 80, yang mengamanatkan pelibatan aktif berbagai pihak dalam penyempurnaan dokumen perencanaan daerah.

Kepala BP4D Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, menyampaikan bahwa tujuan utama forum ini adalah merumuskan arah, tujuan, dan sasaran pembangunan yang tepat. Forum juga menjadi pedoman bagi penyusunan rencana kerja perangkat daerah pada tahun 2026.

Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana Abdurachman, menekankan bahwa forum ini merupakan ruang strategis untuk berdialog secara terbuka dan setara. Ia menegaskan DPRD siap menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah.

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menyampaikan bahwa forum ini adalah momentum menyatukan visi dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia mendorong percepatan penyusunan dokumen agar mampu menjawab tantangan pembangunan secara tepat dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, Kang Rey mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk berpikir terbuka dan inovatif. Ia menekankan pentingnya integrasi lintas sektor dalam setiap tahap perencanaan.

Visi besar RPJMD Subang 2025–2029 pun diperkenalkan: “Terwujudnya Kabupaten Subang yang unggul, maju dan kompetitif dalam bingkai karya nyata pembangunan berkelanjutan menuju masyarakat yang adil, sejahtera, demokratis dan religius.” Visi tersebut didukung oleh delapan misi, delapan tujuan, 24 target, delapan indikator makro, dan 58 indikator kinerja utama kepala daerah.

Kang Rey menutup sambutannya dengan ajakan untuk mengutamakan kepentingan bersama. Ia menekankan pentingnya pembangunan yang adil dan berkelanjutan, tanpa terjebak pada kepentingan sektoral.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting daerah. Di antaranya Ketua DPRD dan fraksi-fraksi, Sekda Subang, perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Barat, para kepala OPD, pimpinan lembaga vertikal dan BUMD, serta seluruh camat se-Kabupaten Subang.


BYD Bangun Pabrik di Subang, Siap Serap 18 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Pabrik mobil listrik BYD di Subang
Foto: kalteng.antaranews.com

Subang – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, resmi memulai pembangunan pabrik barunya di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Proyek besar ini digadang-gadang akan membuka hingga 18 ribu lapangan kerja, terutama bagi masyarakat lokal.

Pabrik ini akan berdiri di atas lahan seluas 108 hektare di kawasan Fase 2 Subang Metropolitan. Rencananya, proses produksi mobil listrik di fasilitas tersebut akan dimulai pada awal 2026.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa saat ini proyek pembangunan pabrik tengah berada dalam tahap pembebasan lahan. Ia juga menyampaikan niatnya untuk memanggil pihak perusahaan guna mempercepat proses tersebut.

Menurut Dedi, percepatan pembangunan penting dilakukan demi memastikan penyerapan tenaga kerja yang optimal, khususnya dari warga Subang. Ia pun meminta kepastian jumlah tenaga kerja yang akan direkrut.

“BYD sudah berjalan, tinggal pembebasan tanah. Minggu depan kami undang pihak terkait supaya prosesnya cepat. Katanya 18 ribu tenaga kerja, tapi nanti kita pastikan lagi,” ujar Dedi pada Senin (21/4/2025).

Meski demikian, Dedi menyimpan kekhawatiran. Di tengah pesatnya adopsi teknologi, ia berharap janji penyerapan tenaga kerja tetap realistis. Menurutnya, di era kecerdasan buatan dan otomasi, banyak pabrik mulai mengganti tenaga manusia dengan mesin.

Ia menekankan pentingnya transparansi dari pihak BYD mengenai jumlah pasti tenaga kerja yang dibutuhkan. Selain itu, ia berharap tenaga kerja yang direkrut benar-benar berasal dari daerah setempat.

“Kalau sekarang zamannya robot dan AI, tentu tidak semua pekerjaan dilakukan manusia. Maka, angka 18 ribu itu harus dianalisis lebih lanjut,” jelas Dedi.

Kendati begitu, ia tetap menegaskan bahwa prioritas utama adalah membuka peluang sebesar-besarnya bagi tenaga kerja lokal yang terampil.

Seniman Ini Puas! Kapolres Subang Ungkap Fakta Mengejutkan

Kapolres Subang tangani oknum polisi
Artis Senior Asal Subang Raka AB. (Foto : RRI/Ruslan Effendi).

Subang – Artis senior asal Subang, Joni Januar atau yang akrab disapa Raka AB, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah melalui proses yang cukup menyita perhatian, Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu turun tangan langsung menjelaskan penanganan kasus oknum anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kalijati yang menyita perhatian para seniman.

Menurut Raka AB, sebelumnya sempat terjadi ketidakpuasan dari kalangan seniman Subang. Hal ini terjadi saat proses klarifikasi di hadapan Propam Polres Subang pada Sabtu malam, 19 April 2025.

“Alhamdulillah, Pak Kapolres telah menjelaskan secara terbuka kepada teman-teman seniman Subang. Beliau menguraikan kronologis kejadian, termasuk alasan mengapa saat klarifikasi hanya saya yang hadir,” ujar Raka AB saat ditemui RRI Subang, Senin (21/4/2025).

Kapolres, lanjut Raka AB, menyampaikan bahwa kehadirannya secara tunggal dalam klarifikasi tersebut dilakukan demi menjaga kondusivitas situasi.

Tak hanya itu, Raka AB juga menegaskan bahwa Kapolres menunjukkan sikap serius dalam menangani persoalan ini. Proses hukum akan terus berjalan sesuai aturan yang berlaku, tanpa pandang bulu.

“Pak Kapolres menegaskan, jika terbukti bersalah, pelaku tak hanya akan dicopot dari jabatannya sebagai anggota bhabinkamtibmas. Ia juga bisa dijebloskan ke sel. Ini bukti bahwa Polres Subang menjunjung tinggi supremasi hukum,” tambahnya.

Raka AB pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang ditunjukkan oleh Kapolres Subang. Ia menilai, langkah cepat dan terbuka tersebut telah meredam potensi gejolak yang lebih besar.

“Kami sangat menghargai gerak cepat bapak Kapolres yang langsung mengundang kami untuk berdiskusi. Ini menunjukkan komitmen beliau dalam menjaga kepercayaan publik,” ungkapnya.

Frasa Kunci Utama:
Kapolres Subang tangani oknum polisi

Deskripsi Meta:

Tag:

IDI Subang Ingatkan Dokter Jaga Etika dan Hormati Pasien

Etika dokter Subang
Foto: lampuhijau.com

Subang – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Subang menegaskan pentingnya menjunjung tinggi Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) serta sumpah dokter dalam menjalankan profesi. Imbauan ini muncul menyusul adanya dugaan kasus pelecehan seksual oleh seorang oknum dokter di luar daerah.

Ketua IDI Cabang Subang, dr. Maxi, S.H., M.H.Kes, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia berharap insiden serupa tidak terjadi di Kabupaten Subang.

“Dokter memiliki standar profesi yang tinggi. KODEKI dan sumpah dokter adalah pedoman utama yang wajib dijunjung oleh setiap tenaga medis,” tegas dr. Maxi.

Menurutnya, standar etik yang dimiliki dokter seharusnya menjadi tameng untuk mencegah tindakan tercela, terlebih yang mencoreng profesi dan menyakiti pasien.

“Kita sangat menyayangkan perbuatan oknum tersebut. Ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota IDI untuk menjaga sikap dan menjauhi perilaku menyimpang,” tambahnya.

Dr. Maxi juga mengingatkan pentingnya memperlakukan pasien dengan penuh hormat dan etika. Dalam etika kedokteran, pasien adalah subjek yang harus dilayani dengan empati, bukan objek perlakuan sewenang-wenang.

IDI Cabang Subang menegaskan komitmennya untuk memberikan sanksi tegas jika ada dokter di wilayahnya yang melanggar hukum, terutama jika berkaitan dengan tindakan kriminal terhadap pasien.

“Kalau ada dokter yang terbukti melakukan pidana, kami tidak akan melindungi. Proses hukum harus ditegakkan. Kami sudah punya pedoman untuk itu,” tutupnya.
kode etik kedokteran, dokter Subang, IDI Subang, pelecehan seksual dokter, etika profesi medis

Pabrik BYD di Subang Dihantui Premanisme, Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Premanisme ganggu pabrik BYD di Subang
Foto: dok. BYD

Subang – Pembangunan pabrik otomotif raksasa asal Tiongkok, BYD, di Subang, Jawa Barat, menuai kendala serius. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengungkapkan bahwa proyek strategis ini terganggu oleh aksi premanisme yang melibatkan organisasi massa (ormas).

Informasi tersebut ia peroleh saat menghadiri undangan Pemerintah Tiongkok dalam kunjungan resminya ke Shenzhen. Dalam keterangannya yang diunggah di akun Instagram pada Minggu (20/4/2025), Eddy menegaskan pentingnya ketegasan pemerintah menghadapi situasi ini.

“Ada permasalahan premanisme dan gangguan dari ormas terhadap pembangunan fasilitas produksi BYD. Pemerintah harus bersikap tegas dalam menangani masalah ini,” ujarnya, sumber dari detikOto.

Eddy menambahkan, jaminan keamanan adalah hal mendasar yang harus terpenuhi haknya kepada para investor asing. Tanpa kepastian tersebut, kepercayaan dunia usaha untuk berinvestasi di Indonesia bisa terganggu.

“Investor datang ke Indonesia dengan harapan mendapatkan jaminan keamanan. Jika itu tak terpenuhi, ini akan berdampak besar bagi iklim investasi nasional,” jelas politikus PAN itu.

Sementara itu, pihak PT BYD Motor Indonesia belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi kepada Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, belum membuahkan hasil.

Mengenal Pabrik BYD

BYD Co. Ltd atau Build Your Dreams merupakan perusahaan teknologi asal Shenzhen, Tiongkok, yang terkenal luas di industri otomotif dan teknologi baterai. Perusahaan ini memulai perjalanannya pada Februari 1995 dengan memproduksi baterai untuk ponsel.

Seiring waktu, BYD berkembang pesat dan kini memiliki puluhan kawasan industri di berbagai negara. Di Indonesia, pabrik mereka besar harapan akan menjadi fasilitas produksi otomotif terbesar se-Asia Tenggara.

Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pabrik BYD di Subang saat ini berdiri di atas lahan seluas 108 hektare. Rencana ekspansi ke 126 hektare juga telah disiapkan.

Tak hanya dari sisi luas lahan, jumlah tenaga kerja pun akan melonjak tajam. Dari semula 8.700 orang, akan menjadi lebih dari 18.800 orang. Targetnya Produksi komersial mulai awal 2026.

Subang Leucir Dimulai! Kang Rey Tinjau Jalan Baru di Compreng

Subang leucir
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita atau yang akrab disapa Kang Rey, meninjau langsung progres pembangunan jalan kabupaten di Kampung Tanjungbaru, Desa Sukadana, Kecamatan Compreng, Minggu (20/04/2025).

Peninjauan ini dilakukan bersama Plt. Kepala Dinas PUPR Subang, H. Heri Sopandi, S.Sos., MM.Pd. Mereka menyusuri ruas jalan yang dibangun sepanjang 1,2 kilometer dan lebar 3 meter.

Kang Rey menegaskan pentingnya kualitas pembangunan infrastruktur. Jalan yang dibangun harus memenuhi standar, agar masyarakat tidak hanya menikmati jalan yang mulus, tapi juga awet dan tahan lama.

Masyarakat sekitar tampak antusias menyambut jalan baru ini. Setelah puluhan tahun bergelut dengan jalan rusak, kini mereka bisa menikmati akses yang nyaman dan aman.

“Ini anggaran murni dari APBD 2024. Jalan sudah dibeton. Kita percepat semuanya,” ujar Kang Rey. Ia menyebut proyek ini sebagai langkah awal dari ratusan kilometer perbaikan jalan yang direncanakan selama masa kepemimpinannya.

Dalam berbagai kesempatan, Kang Rey kerap menyuarakan visi Subang Leucir 2027—sebuah komitmen untuk memperbaiki infrastruktur secara menyeluruh. Ia mengajak masyarakat untuk turut mengawasi, memahami proses, dan bersabar.

“Semuanya butuh proses. Tapi ini salah satu yang sudah direalisasikan. Masih banyak lagi jalan yang akan kita bangun,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan jalan akan terus berjalan dengan dukungan dan doa dari masyarakat. “Pokoknya tahun ieu mulai dirasakan jalan marulus,” ujarnya dengan semangat.

Mengakhiri kunjungannya, Kang Rey bersama rombongan menjajal langsung jalan baru dengan sepeda motor, merasakan sendiri hasil kerja nyata menuju Subang Leucir yang Ia cita-citakan.

Gaya Tegas Dedi Mulyadi: ASN Rajin Harus Dihargai, Bukan Dimarahi

kedisiplinan ASN Jawa Barat
Foto: radarbogor.jawapos.com

suarasubang.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mencuri perhatian lewat pernyataannya yang blak-blakan soal kedisiplinan ASN. Dalam sebuah pertemuan, ia menegaskan bahwa semua pegawai negeri harus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

Dengan nada santai namun tegas, Dedi mengungkapkan alasan mengapa ia jarang memimpin apel pagi. Menurutnya, kegiatan apel sering kali tidak efektif karena banyak pegawai yang justru tidak hadir.

“Apel setahun sekali cukup lah, pas Agustusan aja. Kenapa? Karena yang datang cuma 30, padahal pegawainya 60,” ujar Dedi Mulyadi di hadapan para ASN.

Lebih lanjut, ia menyoroti kebiasaan pejabat yang justru marah-marah di hadapan pegawai yang rajin hadir. “Kepala dinasnya malah pidato sejam setengah di depan 30 orang yang hadir. Yang harusnya dimarahi itu yang tidak datang,” tegasnya.

Dedi menyayangkan budaya kerja yang sering kali tak adil. Ia menyindir, yang rajin justru sering dimarahi, sementara yang malas dibiarkan begitu saja.

Ia meminta sistem seperti itu dihentikan dan memerintahkan Sekda Jawa Barat untuk mengambil langkah tegas. Dedi mengusulkan cara yang unik namun penuh pesan: pasang papan nama besar di kantor. Di sebelah kanan tertulis “Pegawai Paling Rajin”, di sebelah kiri “Pegawai Paling Kedul”.

Bukan hanya simbolik, ia juga mengancam pemotongan tunjangan bagi ASN yang malas. “Itu gampang, motong tunjangan mah. Tapi naik-naik terus, tiap naik langsung top up,” sindirnya soal sistem tunjangan ASN.

Tak berhenti di situ, Dedi juga menyentil gaya hidup ASN yang menurutnya luar biasa. “Ada yang gajinya tinggal Rp200 ribu, tapi tiap hari bisa beli skincare, anaknya sekolah di kedokteran. Malah ada yang gayanya melebihi saya,” ucapnya sambil tertawa.

Meski terdengar nyeleneh, Dedi ingin mengingatkan bahwa rezeki tidak hanya datang dari tempat kerja. “Yang sayang sama kita belum tentu yang kita bantu. Rezeki bisa datang dari arah yang tak disangka-sangka,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Dedi mengajak ASN untuk tidak berharap balasan dari setiap kebaikan. “Apa yang kita lakukan belum tentu dibalas. Tapi bisa jadi kita dibalas dari apa yang tidak kita lakukan,” tutupnya bijak.



Majasari Gelar Aksi Beberesih Serentak, Wujud Nyata Sinergi Warga dan Pemerintah

Bakti sosial Majasari
Foto: www.jabarpress.com

Subang – Pemerintah Desa Majasari, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, menggelar kegiatan bakti sosial serentak pada Minggu (20/4/2025). Aksi kebersihan ini melibatkan seluruh lingkungan RW, halaman rumah warga, hingga sepanjang jalan kabupaten. Titik kumpul utama berada di halaman kantor desa.

Kepala Desa Majasari, Hatayudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kebersihan rutin yang sudah menjadi agenda mingguan desa. Setiap hari Minggu, warga bersama perangkat desa bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Hatayudin, program ini tidak hanya digelar secara internal, tetapi melibatkan seluruh unsur masyarakat. Mulai dari BPD, LPM, para kepala dusun, RT, RW, hingga karang taruna desa turut serta dalam kegiatan ini. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Aksi ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menciptakan lingkungan bersih. Hatayudin menyebut, melalui kegiatan ini, ikatan sosial antarwarga dan perangkat desa juga semakin erat. Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini menjadi ajang menyapa warga dan mendengar aspirasi mereka secara langsung.

Harapannya, kegiatan bersih-bersih ini terus berlanjut dan mampu menciptakan desa yang sehat, bersih, dan harmonis. Kolaborasi antara warga dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan sinergis antara pemerintah desa dan masyarakat.




Dedi Mulyadi Tertibkan Bangunan Liar, Bantu Ibu Penjual Gorengan di Subang

Penertiban bangunan liar Subang oleh Dedi Mulyadi
Foto: YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Subang – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali turun tangan menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas tanah milik pemerintah. Kali ini, penertiban dilakukan di wilayah Kabupaten Subang.

Salah satu bangunan yang ditertibkan adalah milik seorang ibu penjual gorengan. Ia membangun warung sekaligus tempat tinggal di atas lahan milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jawa Barat, tanpa izin resmi.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dedi terlihat bertanya langsung kepada ibu tersebut mengenai izin pendirian bangunannya. Ibu asal Cikawali, Subang itu mengakui, bangunan tersebut didirikan tanpa izin dan belum pernah mendapat teguran dari pemerintah setempat.

“Kalau ditotal, habis Rp 45 juta. Sedikit-sedikit pasang listrik, gali sumur. Saya tidur di sini juga,” ucap ibu tersebut lirih. Ia mengaku tidak memiliki rumah, sehingga memilih tinggal dan berjualan di tempat itu.

Saat Dedi bertanya apakah ada petugas yang menegur, sang ibu menjawab, “Gak ada, Pak. Gak pernah ada yang negur.”

Berbeda dengan pengakuan ibu itu, pihak Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat menyatakan bahwa mereka sudah memberi peringatan dengan memasang plang di lokasi. Namun, Dedi menilai hal itu tidak cukup.

“Hanya dipasangi plang itu tidak membuat orang jera. Ini akibat dari pembiaran yang terlalu lama. Sekarang kasihan, tapi tetap harus ditertibkan,” tegas Dedi.

Dedi menambahkan bahwa penertiban seperti ini sudah lama ia inginkan. Namun, baru bisa dilakukan saat ia menjabat sebagai Gubernur, karena sebelumnya tidak memiliki wewenang.

Usai mendengar kisah sang ibu, Dedi memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 5 juta. Bantuan itu diberikan sebagai biaya hidup sementara selama penertiban berlangsung.

“Terima kasih, Pak. Makasih ya Allah,” ucap ibu itu terharu. Dedi kemudian menanyakan kabar pendidikan anak-anaknya.

Sang ibu mengungkapkan bahwa salah satu anaknya baru lulus SD dan akan melanjutkan ke SMP. Sementara anak lainnya, yang mondok di pesantren tingkat SMP, belum bisa melanjutkan ke SMA karena ijazahnya masih ditahan akibat tunggakan biaya.

Mendengar hal tersebut, Dedi langsung meminta Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, yang ikut mendampingi, untuk menyelesaikan persoalan ijazah itu secepatnya.

“Nanti hari Senin, diambilin sama Pak Bupati,” ujar Dedi. Sang ibu pun tampak sangat lega mendengar janji tersebut.

Tak hanya itu, Dedi juga memberikan tambahan bantuan untuk biaya sekolah anak-anaknya. Sang ibu tak kuasa menahan haru, bahkan sampai bersujud syukur di hadapan Dedi Mulyadi.

“Nuhun ya Allah, nuhun,” ucapnya penuh rasa syukur.



Recent Posts