Beranda blog Halaman 121

Subang Siapkan SDM Lokal dengan Pelatihan Bahasa Mandarin Sambut Kehadiran Pabrik BYD

pelatihan bahasa Mandarin Subang
Foto: investor.id

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang tengah serius mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal menyambut hadirnya pabrik mobil listrik asal Tiongkok, BYD. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Subang, pelatihan bahasa Mandarin khusus diselenggarakan bagi warga setempat.

Pelatihan ini bukan sekadar program biasa. Kepala UPTD Disnakertrans Subang, Ucu Kuswandi, menyebutkan bahwa inisiatif ini menjadi langkah strategis agar masyarakat Subang mampu bersaing dalam proses rekrutmen kerja pabrik BYD nantinya.

Minat masyarakat cukup tinggi. Ratusan warga mendaftar pelatihan ini secara online. Namun, hanya 32 orang terpilih setelah melewati serangkaian tahap seleksi ketat. Mereka inilah yang kini mendapat kesempatan belajar langsung bahasa Mandarin.

Salah satu peserta, Sehril, menyatakan optimisme dan harapannya terhadap pelatihan ini. Ia yakin, kemampuan bahasa Mandarin akan menjadi modal penting untuk bisa bergabung di pabrik BYD.

“Ini peluang besar. Saya berharap bisa kerja di BYD dan menguasai bahasa Mandarin,” ujar Sehril penuh semangat.

Kehadiran pabrik BYD di Subang bukan hal kecil. Dengan nilai investasi mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun, proyek ini menjadi salah satu investasi asing terbesar di Jawa Barat. Saat ini, pembangunan pabrik sudah mencapai 30%.

Pabrik tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026. Tak tanggung-tanggung, sekitar 18.000 lowongan pekerjaan akan dibuka, menjadi peluang besar bagi tenaga kerja lokal yang siap bersaing.

Subang Siap Jadi Kawasan Ramah Investasi: Kang Rey Jamin Keamanan Investor

investasi aman di Subang
Foto: www.mediajabar.com

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, yang akrab disapa Kang Rey, menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan berinvestasi di wilayahnya. Komitmen ini ditegaskan usai penandatanganan nota kesepakatan bersama Kapolres Subang mengenai sinergi keamanan dan ketertiban.

Penandatanganan ini berlangsung pada Jumat (16/5/2025) di Gedung Pakuan, Bandung, dalam Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Daerah dan Kapolres se-Jawa Barat. Kesepakatan serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat serta pelaku usaha.

“Tak ada keberhasilan yang bisa diraih sendirian. Kolaborasi adalah kunci dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif,” ujar Rudi.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto mengutip filosofi Jawa “Toto Tentrem Kerto Raharjo”, yang berarti tertib dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menambahkan pentingnya penanganan persoalan sosial sejak dini. Ia menyoroti masalah lingkungan, kenakalan remaja, dan lalu lintas sebagai faktor penting dalam membangun masyarakat produktif.

“Kalau masyarakat tetap konsumtif, kita bisa kehilangan generasi. Harus ada perubahan mindset menuju produktivitas,” tegas KDM.

Bupati Kang Rey menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menyebut MoU ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat stabilitas daerah sekaligus menarik minat investor.

“Sinergi dengan kepolisian sangat penting. Rasa aman adalah syarat utama tumbuhnya investasi. Ini bukan hanya untuk masyarakat, tapi juga demi ekonomi daerah,” jelas Kang Rey.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang siap memberikan jaminan keamanan bagi investor. Langkah tegas akan diambil terhadap pihak-pihak yang berusaha mengganggu stabilitas investasi.

“Saya pastikan Subang aman dan nyaman. Saya dan Pak Kapolres siap bertindak terhadap siapa saja yang mencoba mengganggu investasi,” pungkasnya.

Acara penting ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, jajaran Kepala OPD, serta pejabat tinggi dari berbagai instansi di Jawa Barat.

Aksi Bersih Irigasi di Subang, Kolaborasi Nyata Demi Kelestarian Air

bersih-bersih irigasi Subang
Foto: www.indometro.id

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bersama Pemerintah Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, dan Tim Lapangan OP DI BBWS, dilakukan kegiatan bersih-bersih di daerah irigasi SS Cabang Bungur, Pamanukan seksi Binong.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 55 orang. Mereka membersihkan gulma seperti eceng gondok dan tanaman liar lainnya menggunakan alat caduk serta mesin rumput. Fokus pembersihan adalah badan saluran sekunder dan sempadan irigasi.

Tujuannya jelas: memastikan kelancaran aliran air menuju lahan pertanian di wilayah Sukasari, Anggasari, dan Tegalurung. Total luas sawah yang bergantung pada aliran ini mencapai sekitar 5.725 hektar.

Arsa, petugas lapangan dari BBWS, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama lintas instansi ini. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi di lapangan antara DLH, kecamatan, dan desa menjadi langkah positif untuk menjaga keberlanjutan irigasi.

“Kami juga berterima kasih kepada Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) yang ikut terlibat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan kami siap berkoordinasi ke depannya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Cece Rahman dari DLH Subang menyampaikan ajakan kepada seluruh pegawai BBWS dan masyarakat untuk bergerak cepat dalam menjaga lingkungan.

“Ngabret dalam aksi nyata bersih sungai, irigasi, dan pantai di Subang utara agar wilayah kita bersih dan lestari,” tegasnya.

PELITA: Menanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini Lewat Pendidikan yang Relevan

program PELITA pendidikan lingkungan anak
Foto: www.ruangenergi.com

Subang – Suara riang anak-anak berpadu dengan dentingan botol plastik dan gemerisik kardus bekas. Suasana pagi di lapangan sekolah ini bukan sekadar ceria, tapi juga sarat makna. Di sinilah semangat belajar yang mencintai bumi tumbuh subur, berkat Program Pendidikan Lingkungan untuk Anak (PELITA).

Diluncurkan pada 2017 oleh Pertamina EP Subang Field Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, PELITA menjadi pelopor pendidikan lingkungan sejak usia dini. Dimulai dari PAUD di Desa Muktijaya, Karawang, program ini terus berkembang hingga menjangkau lebih dari 1.600 sekolah. Kurikulum tematik pengelolaan sampah kini menjadi muatan lokal yang diadopsi secara luas, berkat dukungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karawang.

Tak berhenti di pendidikan formal, PELITA menjangkau lembaga keagamaan dan pendidikan di berbagai daerah seperti Majalengka, Bekasi, Depok, Purwakarta, Subang, dan Indramayu. Hingga 2024, program ini telah hadir di 40 lembaga lintas kabupaten, menegaskan komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan merata.

Lebih dari sekadar edukasi, PELITA mendorong perubahan perilaku terhadap pengelolaan sampah. Berbagai inovasi pun lahir, seperti replikasi kurikulum PAUD Al Firdaus ke PAUD lainnya, seminar daring saat pandemi, kerja sama dengan SEAMEO CECCEP, hingga pembelajaran jarak jauh.

Puncaknya, pada 2020 PELITA mencetak rekor MURI sebagai Program Pendidikan Pengelolaan Sampah Pertama di satuan PAUD. Sebuah pengakuan atas pendekatan pendidikan kontekstual yang berdampak nyata.

Menurut Wazirul Luthfi, Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP area Jawa bagian barat, PELITA membuktikan bahwa pendidikan tidak harus mahal untuk memberikan dampak besar. Program ini tak hanya membentuk anak peduli lingkungan, tapi juga memberdayakan keluarga dan menumbuhkan harapan dari hal-hal sederhana seperti memanfaatkan sampah rumah tangga.

Pada Hari Pendidikan Nasional, komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan kembali ditegaskan. Melalui PELITA, Pertamina EP Subang mewujudkan Pendidikan Berkualitas, tujuan keempat dari SDGs. Pendidikan bukan sekadar ruang kelas, melainkan perjalanan kolektif menuju perubahan sosial dan masa depan bumi yang lebih baik.

Grand Opening PKU 2025: Subang Siapkan Ulama Muda Hadapi Era Global

Pendidikan Kader Ulama Subang 2025
Foto: www.subang.go.id

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan komitmennya dalam mencetak ulama muda berkualitas melalui Grand Opening Pendidikan Kader Ulama (PKU) 2025. Acara ini digelar pada Jumat, 16 Mei 2025 di Pondok Pesantren At-Tawajun II, Kalijati.

Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi atau yang akrab disapa Kang Akur, hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut secara resmi. Ia menekankan pentingnya regenerasi ulama dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

PKU 2025 mengusung tema “Membangun Kader Ulama Muda Kabupaten Subang di Era Global”. Program ini menjadi wadah pengkaderan untuk mempersiapkan ulama masa depan yang tangguh dalam ilmu, iman, dan takwa.

Dalam sambutannya, Kang Akur mengajak para peserta untuk mengikuti PKU dengan serius. Ia menyebutkan bahwa proses tholabul ilmi harus dijalani secara sungguh-sungguh demi hasil maksimal.

Ia juga mengingatkan bahwa geliat industrialisasi di Subang bisa memunculkan berbagai paham yang menyimpang. Untuk itu, ulama perlu memiliki fondasi keimanan dan ketakwaan yang kuat agar mampu menjadi benteng masyarakat.

Lebih lanjut, Kang Akur menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur dan ekonomi. Aspek mental dan spiritual masyarakat juga harus diberdayakan secara seimbang.

Dalam visi besarnya, Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan pembangunan yang unggul, maju, dan kompetitif, menuju masyarakat yang adil, sejahtera, demokratis, serta religius.

Kang Akur juga mendorong terjalinnya sinergi erat antara pemerintah daerah dan para ulama. Menurutnya, kekuatan kolaborasi antara pemimpin dan tokoh agama sangat dibutuhkan dalam membangun Subang secara utuh.

“Pembangunan harus menyentuh aspek ruhiyah. Ulama dan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter umat,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Kang Akur mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dalam menyelesaikan persoalan umat yang kian kompleks di era globalisasi.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh K.H Musfiq, Ketua Baznas Kabupaten Subang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren At-Tawajun.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, tokoh nasional Dr. (H.C) KH. Zulfa Mustofa, Ketua MUI Kabupaten Subang, Asisten Daerah III, Kabag Kesra, Muspika Kecamatan Kalijati, pimpinan ormas Islam, Direktur PKU, dan seluruh peserta kader ulama muda.

Frasa Kunci Utama: Deskripsi Meta:

Tag:

Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kebun Mangga, Seorang Pria Diduga Korban Pembunuhan

penemuan mayat pria di kebun mangga
Foto: aceh.tribunnews.com

Subang – Seorang pria ditemukan tewas di area kebun mangga dekat pintu air Bendungan Salamdarma, yang berada di perbatasan Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, dan Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Rabu (14/5/2025) sore.

Penemuan jasad tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Korban ditemukan bersimbah darah dengan luka di leher dan punggung, memperkuat dugaan bahwa ia menjadi korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar, kemarin sore kami mendapat laporan penemuan mayat pria di Kebun Mangga Kampung Karangsari, Desa Jatisari, Kecamatan Compreng,” ujarnya, Kamis (15/5/2025) pagi.

Tim INAFIS dan Satreskrim Polres Subang langsung melakukan olah TKP. Di lokasi kejadian juga ditemukan sebuah motor matic bernopol E 2270 TV yang diduga milik korban.

Korban diketahui bernama Amsori (50), warga Kampung Karanganyar, Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Ia bekerja sebagai petugas bank keliling.

Saat ditemukan, Amsori mengenakan sweater lengan panjang warna hitam, kaus dalam putih, celana katun hitam, sabuk cokelat, dan sepatu pantofel hitam. Ia berambut cepak dan bertubuh gemuk.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan ada sejumlah luka akibat benda tajam di bagian leher dan punggung,” ungkap AKP Bagus.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, jasad korban dibawa ke RS Polri Sartika Asih, Bandung, untuk keperluan autopsi.

Polisi telah memeriksa beberapa saksi dan terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif di balik kematian Amsori.

“Kami imbau masyarakat dan keluarga korban untuk tidak menyebarkan opini atau informasi yang belum jelas di media sosial. Kami akan bekerja semaksimal mungkin,” tegas AKP Bagus.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan informasi mengenai identitas pelaku maupun motif pembunuhan. “Mohon bersabar, jika sudah terungkap, akan kami sampaikan dalam konferensi pers,” pungkasnya.

Frasa kunci utama:

Deskripsi meta:

Tag:

Klinik Jadi Garda Terdepan, Pemkab Subang Dorong Transformasi Layanan Kesehatan

peran klinik dalam sistem kesehatan Subang
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, menegaskan pentingnya peran klinik dalam sistem kesehatan daerah saat menghadiri Rapat Koordinasi Cabang (Rakercab) Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Cabang Subang di Aula Grand House, Kamis (15/5/2025). Menurutnya, klinik harus tampil sebagai layanan kesehatan terdepan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.

Agus mengungkapkan, saat ini Kabupaten Subang memiliki lebih dari 2.200 fasilitas layanan kesehatan. Fasilitas tersebut terdiri dari rumah sakit, puskesmas, posyandu, hingga klinik yang melayani sekitar 1,6 juta penduduk.

Pemkab Subang juga tengah merencanakan pembangunan RSUD baru yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Proyek ini menjadi bagian dari strategi memperkuat infrastruktur dan sistem kesehatan lokal.

ASKLIN diharapkan melahirkan program strategis yang mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Agus menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan stakeholder kesehatan, termasuk klinik swasta, sangat krusial untuk mewujudkan Subang yang sehat, maju, dan kompetitif.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, menyoroti pentingnya kualitas pelayanan klinik. Pelayanan yang baik, menurutnya, menjadi kunci keberlanjutan dan peningkatan akses, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Rakercab juga menjadi momentum penandatanganan nota kesepakatan antara Bank BJB Cabang Subang dan ASKLIN Subang. Kerja sama ini mencakup pemanfaatan produk dan jasa layanan kesehatan guna memperluas akses dan efisiensi layanan klinik.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus ASKLIN Jawa Barat, Ketua ASKLIN Subang, pimpinan BJB, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Subang, serta para pemilik dan pengelola klinik se-Kabupaten Subang.

Travel Gathering 2025: Subang Siap Sambut 400 Agen Perjalanan

Travel Gathering Subang 2025
Foto: www.kotasubang.com

Subang – Subang bersiap menjadi tuan rumah ajang besar bertajuk Travel Gathering 2025 yang akan digelar pada September mendatang. Acara ini akan menghadirkan 400 agen perjalanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini digagas oleh pengelola wisata Bukit Dewi Manggung dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.

Rencana besar ini dibahas dalam rapat koordinasi di HD Pulle Kafe Subang pada Kamis (15/5/2025). Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari BP4D, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Disparpora, Pemcam Tanjungsiang, PLUT KUMKM Subang, serta Bidang Kebudayaan Disdikbud Subang.

Acara Travel Gathering akan dimeriahkan dengan Pameran Wisata dan Expo UMKM. Tujuannya untuk mengenalkan ragam destinasi wisata di Subang dan sekitarnya serta menampilkan beragam produk unggulan UMKM lokal.

Tak hanya itu, seni budaya khas daerah juga akan ditampilkan dalam bentuk pertunjukan. Para peserta juga dijadwalkan mengunjungi destinasi wisata pilihan di Kabupaten Subang.

Agar pengalaman para agen perjalanan lebih maksimal, mereka akan diinapkan di berbagai homestay dan penginapan di wilayah Tanjungsiang dan sekitarnya.

Owner Bukit Dewi Manggung, Nimung Sukmamurti, menekankan pentingnya pemetaan masalah kepariwisataan Subang sebelum acara digelar. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai kendala saat pelaksanaan.

Sementara itu, Kepala BP4D Subang, Iwan Syahrul Anwar, S.STP, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebutkan bahwa momen ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan Subang dari sisi pariwisata dan potensi ekonomi kreatifnya.

Selain agenda utama, pertemuan juga membahas kolaborasi pengembangan ekonomi berbasis potensi wilayah. Kecamatan Tanjungsiang pun dipilih sebagai proyek percontohan dalam program tersebut.

Preman Viral Pemalak Sopir Truk di Subang Ditangkap Polisi

penangkapan preman Subang
Foto: tribratanews.jabar.polri.go.id

Subang – Dua preman yang sempat viral karena melakukan pemalakan dan penganiayaan terhadap sopir truk di Subang, akhirnya diringkus jajaran Polsek Cikaum, Polres Subang. Penangkapan ini berlangsung cepat berkat laporan masyarakat dan kesigapan aparat.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, melalui Kapolsek Cikaum AKP Doni Kustiawan, menjelaskan bahwa peristiwa pertama terjadi di Kampung Kalipace, Desa Parapatan, Kecamatan Purwadadi, pada Rabu (14/5/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban saat itu sedang mengendarai truk bersama kernetnya.

Tiba-tiba, dua pelaku menjatuhkan diri di depan truk dan memaksa korban turun. Dengan nada kasar, mereka meminta uang ganti rugi. Salah satu pelaku, Andika Saputra alias Andi Tato (36), bahkan memukul korban di bagian telinga kiri.

Meski korban sempat menyerahkan uang Rp20.000, pelaku tetap memaksa hingga akhirnya korban memberikan total Rp200.000. Tidak lama berselang, insiden kedua terjadi di Kampung Sayuran, Desa Cikaum Barat, Kecamatan Cikaum, sekitar pukul 18.30 WIB.

Di lokasi kedua, pelaku kembali menghentikan truk korban dan menuduh korban mengambil ponselnya. Tak hanya itu, kernet kembali dipukul di bagian telinga kiri oleh Andi Tato.

Merasa terancam dan dirugikan secara materi, korban segera melapor ke Polsek Cikaum. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap Andi Tato di rumah kakaknya di Kampung Wanaraja, Desa Purwadadi Timur, pada Kamis dini hari.

Pelaku kedua, Edi Junaedi alias Baron (39), diamankan di rumah orang tuanya. Edi diketahui berprofesi sebagai wiraswasta. Dari tangan pelaku, polisi menyita ponsel merek Infinix dan sepeda motor PCX sebagai barang bukti.

Keduanya kini ditahan di Mapolsek Cikaum untuk menjalani proses hukum. Mereka terancam Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Pihak kepolisian juga mengapresiasi bantuan masyarakat yang turut berperan aktif dalam pengungkapan kasus ini.

Subang dan Palembang Perkuat Kolaborasi Kendalikan Inflasi

kerja sama pengendalian inflasi Subang Palembang
Foto: Asda II Setda Kabupaten Subang Hidayat saat menerima rombongan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Foto : RRI/Ruslan Effendi)

Subang – Kabupaten Subang dan Kota Palembang menjalin sinergi baru dalam upaya pengendalian inflasi. Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Subang, Hidayat, di Ruang Rapat Bupati II, Kamis (15/5/2025).

Dalam forum tersebut, Hidayat memaparkan kekuatan strategis Subang. Ia menyoroti potensi geografis, sektor pertanian dan peternakan, serta produktivitas masyarakat yang menjadi fondasi kuat kerja sama antardaerah.

“Kolaborasi seperti ini penting agar petani kita makin semangat dan tidak selalu bergantung pada pasar luar,” ungkap Hidayat.

Ia menekankan perlunya distribusi komoditas pangan yang lebih merata dan efisien. Menurutnya, kerja sama lintas wilayah akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga.

Pemerintah Kota Palembang pun menyambut baik langkah ini. Isnaini Madani, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Palembang, mengapresiasi sambutan hangat dari jajaran Subang.

“Kami berharap, pertemuan ini menjadi pintu untuk diskusi lebih luas soal strategi pengendalian inflasi dan distribusi pangan,” ujar Isnaini.

Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi intensif antara kedua pihak. Topik yang dibahas mencakup peluang distribusi bahan pokok, penguatan basis data pasar, serta pengembangan kebijakan pengendalian inflasi berbasis potensi lokal.

Recent Posts