Beranda blog Halaman 1158

Tebing Longsor di Jatinagara Ciamis, 4 Rumah Warga Rusak

Longsor-1.jpg

harapanrakyat.com,- Tebing longsor di Jatinagara, tepatnya di Dusun Mekarsari, Desa Mulyasari, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat hujan deras mengguyur pada Sabtu (21/01/2023) sore.

Bencana tebing longsor yang terjadi di wilayah tersebut mengakibatkan empat rumah milik warga rusak. Satu diantaranya rusak parah.

Kasi Pemerintahan Desa Mulyasari, Anda Sanjaya membenarkan adanya bencana tebing setinggi 15 meter yang longsor menimpa empat rumah milik warga.

Ia menyebutkan, keempat rumah itu milik Titin, Cicih, Masruri, dan rumah Aj Mamad, warga RT 03/07, Dusun Mekarsari, Desa Mulyasari, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Ruas Jalan di Desa Mekarbuana Ciamis Alami Longsor, Warga Tak Bisa Beraktivitas

“Dari keempat rumah tersebut, rumah milik Aj Mamad mengalami kerusakan paling parah. Bagian dinding ruangan dapur rumahnya jebol, material longsoran tebing berupa tanah masuk ke dalam ruangan,” terang Anda kepada harapanrakyat.com.

Ia juga menjelaskan, bencana tebing longsor terjadi pada Sabtu sore tadi sekitar pukul 15.30 WIB, ketika hujan deras mengguyur.

Atas peristiwa tersebut, pemerintah desa sedang menginventarisir kerugian warga yang rumahnya terdampak longsoran tebing.

Untuk mengantisipasi adanya longsor susulan, keempat keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya masing-masing yang lebih aman.

“Alhamdulillah, pasca adanya laporan bencana tebing setinggi 15 meter longsor, semua Muspika Kecamatan Jatinagara langsung mendatangi lokasi kejadian,” pungkas Anda Sanjaya. (Dji/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Objek Wisata Curug Dengdeng Tasikmalaya, Air Terjun Pahatan Alam

Objek-Wisata-Curug-Dengdeng-Tasikmalaya.jpeg

Curug Dengdeng Tasikmalaya adalah objek wisata air terjun yang memiliki keindahan alam dari bentuknya yang persis mirip pahatan. Mirip dengan Curug Cileutak yang punya pesona bagai Niagara. Namun, Curug Dengdeng memiliki area yang lebih luas dan ada lesehan Sunda dengan menu hidangan lengkap.

Lokasi berada di Kampung Cirerese, Desa Tawang, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Jika mengambil rute dari pusat Kota Tasikmalaya, maka Anda akan menempuh perjalanan sekitar 2 jam lamanya.

Baca Juga: Curug Cileutak Tasikmalaya, Bagai Air Terjun Niagara

Sebagai petunjuk, ambil arah ke Desa Cikawung Gading, kemudian masuk ke area Kampung Caringin. Selanjutnya Anda akan menemukan petunjuk menuju Curug Dengdeng Tasikmalaya. Berikut poin-poin menarik yang perlu Anda ketahui sebelum berkunjung.

Pesona Objek Wisata Curug Dengdeng Tasikmalaya

Nama “dengdeng” berasal dari Bahasa Sunda artinya “memahat”. Benar saja, karena apabila kita melihat dari kejauhan, bentuk air terjunnya mirip seperti hasil pahatan dengan ketinggian yang sama di kedua sisi. Oleh karena itu, banyak wisatawan memberi julukan Niagara-nya Jawa Barat.

Ada Lesehan Masakan Sunda

Untuk memasuki objek wisata Curug Dengdeng Tasikmalaya, pengunjung perlu membayar tiket sebesar Rp 5.000 per orang. Rute menuju area parkir bisa diakses oleh mobil ataupun motor, meski medannya cukup terjal. Kebanyakan pengunjung lebih suka datang menggunakan motor agar mudah melewati jalan yang sempit.

Di dekat air terjun, ada lesehan atau rumah makan tradisional dengan menu masakan yang lumayan lengkap. Pengunjung bisa pesan nasi liwet, ikan bakar, mendoan, sambal, hingga lalapan. Saat pesanan datang, pengunjung bisa menikmati hidangan dengan view curug.

Baca Juga: Curug Dengdeng di Tasikmalaya Miliki Spot Foto yang Instagramable

Mitos dan Sejarah Curug Dengdeng

Menurut cerita sejarah, umat Muslim meyakini bahwa Nabi Daud pernah singgah ke Curug Dengdeng untuk berwudhu sebelum mengumandangkan adzan. Karena suara lantunan yang sangat merdu, maka alam sekitar curug menjadi lebih indah dari sebelumnya.

Oleh karena itu, warga sekitar pun percaya apabila ada orang yang mandi atau berendam di curug tingkatan pertama, maka suaranya akan menjadi lebih merdu.

Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa curug tingkatan paling atas adalah tempat bertarung dua pangeran.

Kedua pangeran yang dimaksud adalah Jaya Laksana dan Jaya Nalangsa. Mereka bertarung hingga salah satunya wafat, dan dimakamkan di curug tingkatan paling bawah. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Kofchi Korean Fried Chicken Tasikmalaya, Ayam Berapi Khas Korea

Kofchi-Korean-Fried-Chicken.jpeg

Kofchi Korean Fried Chicken Tasikmalaya adalah tempat makan cepat saji yang menyediakan olahan ayam goreng dengan tepung khas Korea. Tempat ini juga menjadi rekomendasi bagi penggiat kuliner yang hobi menyantap makanan pedas.

Nama ‘Kofchi’ merupakan kependekan dari Korean Fried Chicken, sehingga masyarakat sudah bisa membayangkan menu andalan dari brand tersebut.

Lokasi kedai Kofchi beralamat di Jalan Cilolohan nomor 7, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Agar lebih mudah mencarinya, orang-orang bisa menemukan kedai yang berada di depan SDN Cilolohan 2.

Baca Juga: Gildak Asia Plaza Tasikmalaya, Korean Street Food Mulai dari 18K

Jika Anda sering menonton drama Korea, pasti selalu ada adegan di salah satu episode yang memperlihatkan karakter utamanya makan ayam goreng.

Oleh karena itu, fried chicken khas Korea menjadi jenis kuliner yang tren di kalangan pecinta drakor. Berikut adalah rekomendasi menu terenak yang bisa kita temukan di Kofchi.

Menu Best Seller Kofchi Korean Fried Chicken Tasikmalaya

Ayam goreng selalu menjadi teman nasi yang pas untuk makan siang dan makan malam. Namun, ayam goreng produk Kofchi menyajikan rasa yang unik berkat resep khas Korea sehingga punya keunggulan tersendiri.

Chicken Bulgogi

Di Korea, bulgogi adalah olahan daging sapi yang menggunakan bumbu campuran kecap asin, gula, dan rempah-rempah. Akan tetapi, Anda bisa menikmati bulgogi versi ekonomis dengan ayam goreng. Taburan biji wijen di atasnya membuat Chicken Bulgogi selalu berhasil membangkitkan selera.

Sementara itu, Kofchi Korean Fried Chicken Tasikmalaya juga menyediakan varian lain untuk ayam goreng. Ada varian original, geprek, black pepper, barbeque, yang-nyeom dan buldak. Pelanggan juga bisa minta tambah saus keju untuk menambahkan rasa asin dan creamy pada chicken yang pedas.

Baca Juga: Eonni Sakura Tasikmalaya, Tempat Makan ala Korea

Ramen Buldak

Hidangan mie sudah menjadi makanan favorit di segala kondisi, karena proses penyajiannya yang cepat dan terasa kenyal di lidah. Di Kofchi Korean Fried Chicken Tasikmalaya, Anda bisa mencoba kombinasi ramen dan chicken buldak.

Dalam bahasa Korea, buldak artinya “ayam berapi” atau sajian ayam dengan bumbu pedas yang biasanya menggunakan pasta cabai gochujang. Ayam pedas ini akan lebih enak apabila Anda menyantapnya bersama ramen bumbu keju. Perpaduan rasa pedas, manis, gurih, dan sedikit asin ini membuat lidah bergoyang.

Rate harga makanan di Kofchi berkisar antara Rp 9.000 hingga Rp 21.000 per item. Mengingat kisaran harga yang terjangkau, kedai ini menjadi tempat tujuan bagi anak kost untuk makan sehari-hari. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Gildak Asia Plaza Tasikmalaya, Korean Street Foof Mulai dari 18K

Gildak-Asia-Plaza-Tasikmalaya.jpeg

Gildak Asia Plaza Tasikmalaya merupakan outlet yang menyediakan Korean Street Food atau makanan pinggir jalan khas Korea. Saat ini, Gildak telah memiliki lebih dari 91 ribu pengikut Instagram dan sekitar 100 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.

Lokasi outlet beralamat di Ruko C-04 Asia Plaza, Jalan HZ Mustofa nomor 326, Tuguraja, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Kawasan mall Asia Plaza sangat luas, namun orang-orang bisa menemukan outlet Gildak di samping Malatang Hotpot Golden Monkey.

Baca Juga: Eonni Sakura Tasikmalaya, Tempat Makan ala Korea

Ulasan Gildak Asia Plaza Tasikmalaya

Korean street food atau makanan pinggir jalan khas Korea biasanya ada di pasar malam. Namun, Gildak buka dari pukul 10 pagi sehingga penggemar drama korea dan kpop bisa datang berkunjung lebih awal.

Rate harga menu makanan dan minuman berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 66.000 per item. Berikut ini adalah menu best seller yang bisa kita temukan di outlet.

Ayam Goreng Bumbu Pedas

Menu andalan Gildak Asia Plaza Tasikmalaya adalah olahan ayam goreng tepung dengan berbagai varian rasa. Setiap rasa menggunakan nama-nama kota yang ada di Korea, yaitu Gimpo, Itaewon, Seoul, dan Busan.

Gimpo Chicken punya rasa manis pedas, sedangkan Itaewon Chicken lebih crispy dan gurih. Ayam goreng dari outlet ini juga bisa menjadi teman makan nasi agar lebih kenyang.

Tteokbokki dan Odeng

Sementara itu, tteokbokki sudah menjadi jajanan yang populer di Korea. Cemilan yang terbuat dari tepung beras ini memiliki bentuk bulat memanjang dan menggunakan bumbu saus gochujang.

Gildak Asia Plaza Tasikmalaya kemudian menyajikan tteokbokki sepaket dengan odeng, olahan ikan yang gurih. Menu ini disebut Busan Obokki (odeng tteokbokki). Selain enak sebagai camilan, orang-orang jugabisa menyantap Obokki dengan ramen.

Baca Juga: Topoci Yudanegara Tasikmalaya, Angkringan Asli Korea

Ada Minuman Boba

Generasi milenial dan Gen Z sudah tidak asing lagi dengan minuman boba kekinian. Untungnya, Gildak Asia Plaza Tasikmalaya juga berkolaborasi dengan Street Boba.

Campuran susu segar dan gula aren pada Shibuya Fresh Milk memberikan kesegaran yang tidak ada duanya.

Apabila mencari minuman pembangkit mood, ada Hokkaido Choco yang merupakan olahan coklat dengan gula aren. Sensasi kenyal dari boba pun menambah kenikmatan dari minuman yang membuat Street Boba semakin banyak dikenal. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Lazada Perkenalkan KeLaz Belajar untuk UMKM Indonesia

KeLaz-Belajar-3_800x508.jpeg

review1st.com – Lazada Indonesia (Lazada) baru-baru ini memperkenalkan KeLaz Belajar (18/1), sebuah pusat pelatihan bagi para penjual di Lazada.

Kehadiran KeLaz Belajar yang berlokasi di Tamansari, Bandung, Jawa Barat ini ditujukan untuk mendukung para penjual di Lazada terus belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam membangun bisnis online yang berkelanjutan di Lazada dan bisa #NaikKelaz.

Berbagai fasilitas dihadirkan di KeLaz Belajar ini untuk mendorong peningkatan cuan yang bisa diraih penjual. 

Pemberdayaan penjual sejak lama menjadi salah satu fokus Lazada seiring dengan komitmen perusahaan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

“Dinamisnya industri digital ditambah dengan kompetisi bisnis yang semakin ketat membuat pelaku bisnis harus terus meningkatkan ilmu dan kemampuan kewirausahaan digitalnya agar bisa selalu bertumbuh.

“Kami menghadirkan KeLaz Belajar beserta berbagai fasilitas pendukungnya untuk bisa membantu para penjual yang ingin berkembang di dunia digital dan mendapatkan lebih banyak penjualan,” ujar Head of Business Development & Seller Engagement Lazada Indonesia Fitri Karnadi, yang akrab disapa Riri. 

Lazada Perkenalkan KeLaz Belajar untuk UMKM Indonesia

Untuk mendukung proses pembelajaran, KeLaz Belajar menyediakan berbagai fasilitas yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan para penjual.

Kelas pengembangan bisnis, misalnya, akan dilaksanakan secara rutin di KeLaz Belajar dan menyediakan berbagai materi pembelajaran seperti kiat berjualan di e-commerce untuk pemula, kiat foto produk yang menarik, cara live streaming untuk menarik pelanggan, mengenal fitur Lazada untuk tingkatkan cuan, dan masih banyak lagi materi lainnya.

Pelatihan inkubasi untuk penjual baru di Lazada serta pelatihan persiapan menghadapi festival belanja juga akan dilakukan di KeLaz Belajar ini. 

Selain itu, Kelaz Belajar juga menyediakan photo product corner dan livestream corner yang dilengkapi dengan studio mini lengkap dengan maneken (boneka peraga), sistem pencahayaan, serta tripod yang bisa langsung digunakan penjual untuk belajar memfoto produk yang baik serta mencoba melakukan livestream yang bisa menarik perhatian pembeli.

Semua fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis oleh para penjual di Lazada, setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 12.00 -18.00 WIB. 

“Kehadiran KeLaz Belajar membantu kami para penjual untuk menambah pengetahuan dan wawasan kami mengenai bisnis online. Kami juga bisa memanfaatkan KeLaz Belajar bila ingin berkumpul dan mengadakan acara komunitas bersama Lazada Club Bandung, untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.

“Harapannya, saya dan teman-teman penjual lainnya bisa makin semangat belajar bersama dan semakin berkembang di platform digital,” ujar Nuraeni, salah seorang pemilik toko di Lazada. 

Lazada memang berkomitmen menyediakan ekosistem yang menyeluruh serta mudah diakses dan digunakan para penjual. “KeLaz Belajar memang menjadi sarana yang melengkapi ekosistem pembelajaran kami di Lazada dan diharapkan menjadi solusi yang bisa mendorong penjual #TambahYakin untuk terus belajar dan bertumbuh bersama Lazada.

“Kami memang berfokus untuk memberdayakan para penjual yang memang serius ingin berkembang di platform digital,” tambah Riri. 

Berbagai komitmen pemberdayaan penjual dilakukan Lazada di bawah payung Gerakan Akselerasi Karya Rakyat Digital Indonesia (Gerakan AKAR Digital Indonesia) melalui program edukasi di dalam Lazada University ataupun pembelajaran berbasis komunitas Lazada Club.

Tersedia di 34 kota di Indonesia, termasuk kota Bandung, anggota Lazada Club aktif berbagi pengetahuan dan informasi kepada sesama anggota dengan harapan bisa saling mendorong pertumbuhan bisnis masing-masing, baik melalui kelas pelatihan maupun sesi ngobrol santai. 

“Kami berharap bisa terus berkontribusi kepada pengembangan para penjual lokal dan akan terus menghadirkan program dan fasilitas yang bisa menjadi penyemangat mereka untuk terus belajar dan mengembangkan bisnis.

“Untuk yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya, silakan datang ke KeLaz Belajar Bandung dan  manfaatkan seluruh fasilitas yang ada. Mari belajar dan tumbuh bersama Lazada!” ajak Riri. 

Informasi lebih lanjut mengenai cara menjadi penjual di Lazada dapat ditemukan di link Yuk Jualan Online. Sementara bagi penjual di Lazada yang ingin mengikuti kelas pengembangan bisnis, daftar segera di link Kelaz Belajar.

Warga Banjar Sukses Budi Daya Ikan Nila Bioflok Jumbo, Omzet Capai Puluhan Juta

IMG_20230121_210358_28iyqhDW4v_dSLjuIqv6X.jpeg

harapanrakyat.com,- Kisah inspiratif datang dari seorang warga lingkungan Randegan, Desa Raharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Hendy Ruhaedy (39) yang sukses budi daya ikan nila dengan sistem bioflok jumbo.

Ukuran bioflok yang digunakan berukuran 6 meter sampai 15 meter. Hendy mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya dari hasil budi daya tersebut.

Hendy mulai menekuni budi daya ikan nila menggunakan sistem bioflok sejak 2017 lalu. Namun baru sekarang ini menggunakan bioflok berukuran jumbo. Budi daya ikan nila yang Hendy kembangkan berjumlah sekitar 29 unit yang terbagi di dua titik lokasi.

“Semuanya ada 29 bioflok. Untuk yang ukuran jumbo itu ada 8 unit,” kata Hendy kepada harapanrakyat.com, Sabtu (21/1/2023).

Budi daya yang Hendy lakukan mulai dari pembibitan hingga pembesaran atau konsumsi. Adapun ikan nila yang ia budi daya, jenis sultana, nirwana dan kekar. Tiga jenis ikan nila tersebut menurutnya merupakan jenis yang paling banyak dikembangkan. Pertumbuhannya lebih cepat besar dan juga lebih tahan dari serangan penyakit.

Baca Juga: Warga Banjar Bisa Hasilkan Cuan dari Budi Daya Madu Trigona

“Saya nggak cuma buat konsumsi atau pembesaran saja tapi juga untuk pembibitan juga ada. Dan saya pilih tiga jenis ikan nila ini karena lebih cepat besar dan lebih tahan dari serangan penyakit sehingga bisa meminimalisir resiko kerugian,” katanya.

Budi Daya Ikan Nila Bioflok Jumbo Hasilkan 3 Ton Ikan

Satu bioflok berukuran jumbo mampu menampung sekitar 15 ribu ekor bibit ikan nila dengan ukuran sebesar dua jari tangan. Dari satu bioflok tersebut, Hendy mampu menghasilkan 2,5-3 ton saat panen. Adapun jarak antara masa pembesaran dengan masa panen yaitu 2-3 bulan.

“Masa panen dari proses pembesaran itu 2-3 bulan. Kebetulan sudah simultan setiap bulan sekitar 2,5-3 ton per bulan,” kata Hendy yang juga guru Olahraga SDN 2 Mekarharja.

Selama ini hasil panen ikan nila milik Hendy untuk memenuhi kebutuhan ikan di Pasar Banjar. Sedangkan untuk bibit ikan, Hendy biasa menjualnya kepada sesama petani ikan. Harga jual ikan nila yaitu berkisar antara Rp 25 ribu sampai Rp 26 ribu per kilogram.

Meski begitu, Hendy mengaku dalam budi daya ikan nila dengan sistem bioflok ini juga tak lepas dari mengalami kendala. Salah satunya harga pakan ikan yang cukup mahal dan memangkas biaya produksi.

“Saya masih ada kendala terutama untuk pakan,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Operasi Gabungan Pencarian Korban Tenggelam di Kota Banjar Resmi Ditutup

Operasi-Gabungan.jpg

harapanrakyat.com,- Operasi gabungan pencarian orang korban tenggelam di Sungai Citanduy, Kota Banjar, Jawa Barat, resmi ditutup. Penutupan operasi gabungan dilakukan setelah apel dan evaluasi di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Sabtu (21/01/2023).

Koordinasi Pos SAR Tasikmalaya Bagus Prayogo mengatakan, penutupan operasi pencarian dilakukan setelah kedua jenazah korban tenggelam berhasil ditemukan.

“Hari ini pukul 09.15 WIB operasi gabungan pencarian korban tenggelam resmi kita akhiri setelah kedua korban berhasil ditemukan,” kata Bagus Prayogo, saat apel penutupan Opsar.

Petugas gabungan berhasil menemukan kedua korban dalam keadaan meninggal dunia di Bendungan Manganti, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

“Pertama kita mendapat informasi penemuan korban bernama Eris Sanjaya. Kemudian selang beberapa jam korban bernama Ade Mulyana juga ditemukan,” terangnya.

Baca Juga: 2 Jenazah Korban Tenggelam di Kota Banjar Ditemukan di Bendungan Manganti

Bagus menjelaskan, berdasarkan evaluasi pencarian korban tenggelam di Sungai Citanduy, petugas mengalami beberapa kendala.

Salah satu kendalanya adalah cuaca, karena beberapa hari terakhir terjadi hujan. Kemudian arus sungai yang tidak bisa diprediksi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Kusnadi, menyampaikan apresiasi kepada petugas yang terlibat dalam operasi gabungan pencarian korban tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian korban. Semoga menjadi amal kebaikan,” ucapnya.

Kusnadi menambahkan, pihaknya sudah menyerahkan kedua jenazah korban kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

“Tadi kita sudah menyerahkan kedua jenazah kepada masing-masing keluarga untuk dimakamkan. Kami seluruh petugas memohon maaf apabila ada kekurangan atau perilaku yang kurang berkenan selama proses pencarian,” pungkasnya. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Eonni Sakura Tasikmalaya, Tempat Makan ala Korea

Eonni-Sakura-Tasikmalaya.jpeg

Eonni Sakura Tasikmalaya adalah tempat makan yang menyediakan menu Korea dengan rasa enak dan harga terjangkau. Tempat ini memiliki suasana yang pas untuk nongkrong bareng bestie karena ada banyak spot foto menarik dengan nuansa merah muda.

Lokasi beralamat di Ruko Permadi, Jalan Batara, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Eonni Sakura ada di lantai 2, di atas Little Sakura-ku Body Spa.

Baca Juga: Topoci Yudanegara Tasikmalaya, Angkringan Asli Korea

Untuk harga makanan berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 60.000 per item. Sedangkan beberapa menu terlaris di antaranya jjangmyeon, rabokki, dan bibimbap. Berikut ini poin-poin menarik yang bisa menyita perhatian pengunjung.

Ulasan Eonni Sakura Tasikmalaya

Tempat makan ala Korea semakin menjamur berkat pengaruh drama korea (drakor) dan kpop. Oleh karena itu, semakin banyak penggemar drakor yang tergoda untuk mencoba kuliner dari negeri ginseng tersebut.

Ada Jjangmyeon, Rabokki, dan Bibimbap

Biasanya ada adegan di drakor yang memperlihatkan tokoh utama memakan mie hitam. Di Korea Selatan, mie hitam disebut jjangmyeon. Warna hitam pada bumbu mie berasal dari saus pasta kedelai yang memberi rasa asin, manis, dan gurih. 

Selain itu, Eonni Sakura Tasikmalaya juga menyediakan rabokki (ramyeon tteokbokki). Ramyeon adalah makanan berbahan dasar mie dengan kuah atau tanpa kuah. Rasanya akan semakin lezat apabila ditambah dengan tteokbokki yang manis dan pedas.

Apabila sedang mencari makanan bergizi, maka cobalah Bibimbap. Dalam satu mangkuk terdapat nasi putih dengan aneka lauk pauk, mencakup daging sapi, sayuran, dan telur setengah matang di bagian tengah. Agar lebih mantul, orang-orang menyantap bibimbap dengan saus pedas gochujang.

Baca Juga: Day’s Bakery Tasikmalaya, Ada si Manis Macaron

Tempat Nongkrong Nuansa Pink

Interior Eonni Sakura Tasikmalaya memilih warna pink atau merah muda yang menciptakan suasana santai dan ceria. Ada banyak spot foto menarik yang seru untuk dieksplorasi, sehingga kulineran makanan Korea jadi makin berkesan.

Tak hanya makanan, kuliner ala Korea juga harus ada minumannya. Biasanya orang-orang Korea memiliki tradisi minum alkohol yang sudah lumrah, sehingga hampir tiap warung menjual soju. Untungnya, soju di Eonni Sakura adalah soju bebas alkohol sehingga tetap halal dan tidak menyebabkan mabuk. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Pelantikan PPDI Pamarican Ciamis Hanya Dihadiri 30 Persen Anggota

Pelantikan-PPDI-Pamarican-Ciamis.jpg

harapanrakyat.com,- Pengukuhan dan pelantikan PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat hanya dihadiri 30 persen anggota, Sabtu (21/1/2023. 

Anggota yang hadir hanya 56 orang, sementara jumlah anggota PPDI mencapai ratusan. Selain itu pengukuhan pengurus tersebut juga dihadiri Ketua PPDI Ciamis Toto Suryanto, serta pengurus APDESI Kecamatan Pamarican dan Muspika.

Ketua PPDI Kecamatan Pamarican Nurkholis mengaku kecewa dengan tidak hadirnya 70 persen anggota. Nurkholis mengaku sudah mengirim undangan ke seluruh anggota sebelum kegiatan pelantikan tersebut digelar di Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican.

“Ya begitulah, entah apa alasan mereka tidak bisa hadir saat pengukuhan dan pelantikan pengurus yang baru ini,” katanya selepas acara kegiatan, Sabtu (21/01/2023).

Baca Juga: 8 Desa Binaan PKM Pamarican Ciamis Sudah Berstatus Desa ODF

Lanjut Nurkholis, pihaknya sengaja menggelar pelantikan PPDI Pamarican pada hari libur. Tujuannya, agar tidak mengganggu pelayanan masyarakat. Selain itu, agar waktunya leluasa.

“Mudah-mudahan ke depannya semua anggota bisa kompak. Karena organisasi besar ini dibentuk semata-mata untuk peningkatan kapasitas serta edukasi bagi perangkat desa,” katanya.

Nurkholis menambahkan, PPDI bukan sekedar organisasi, namun juga tempat diskusi dalam rangka meningkatkan kapasitas sebagai abdi masyarakat. 

“Bukan hanya tentang berorganisasi. Namun, wadah ini sebagai sarana dalam berdiskusi dalam upaya peningkatan kapasitas serta kemampuan dalam tugas sebagai abdi masyarakat,” terangnya.

Pantauan harapanrakyat.com, meski tingkat kehadiran anggota minim, namun gelaran acara pengukuhan dan pelantikan pengurus PPDI Kecamatan Pamarican berjalan lancar hingga selesai. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Warga Ciamis Utara Ini Tak Setuju Masa Jabatan Kades 9 Tahun, Kenapa?

Perpanjangan-Masa-Jabatan-Kades-9-Tahun.jpg

harapanrakyat.com,- Viral di media sosial sejumlah Kepala Desa (Kades) dari berbagai daerah berunjuk rasa menuntut perpanjangan masa jabatan menjadi 9 tahun di Gedung DPR beberapa waktu lalu.

Hal itu mendapat respon dari warga Ciamis Utara. Salah satunya Usman, warga Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Usman mengatakan, masa jabatan Kades sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jabatan Kades juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Baca Juga: Oknum Kades Ancam Parpol yang Tolak Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun

Usman menjelaskan, dalam pasal 39 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 disebutkan masa jabatan kepala desa selama 6 tahun dihitung sejak tanggal pelantikan.

Kepala Desa dapat menjabat maksimal tiga kali masa jabatan berturut-turut maupun tidak secara berturut turut.

“Adanya tuntutan perpanjangan masa jabatan, maka sangat tidak setuju karena dengan aturan yang ada pun sudah cukup untuk membangun desa,” ujar Usman kepada harapanrakyat.com, Sabtu (21/1/2023).

Usman menambahkan, Kades yang menuntut masa jabatan 9 tahun jangan menyebut atas keinginan masyarakat.

“Tuntutan perpanjangan masa jabatan jangan sebut dan menjual atas keinginan masyarakat,” katanya.

Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun Mencederai Demokrasi

Warga Ciamis Utara lainnya, Rusmana dari Desa Sagalaherang Kecamatan Panawangan, mengatakan, tuntutan perpanjangan masa jabatan Kades merupakan hal yang wajar.

“Namun bagaimanapun sudah mencederai demokrasi. Meski merupakan hal yang wajar adanya tuntutan perpanjangan masa jabatan, terus terang sangat tidak setuju,” katanya.

Apalagi, lanjut Rusmana, apabila tuntutan perpanjangan masa jabatan Kades tersebut dikaitkan dengan biaya Pilkades.

“Jika dikaitkan dengan biaya Pilkades tidak masuk akal, sebab biaya Pilkades ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten dan di APBDes sendiri dicadangkan untuk anggaran Pilkades setiap tahunnya,” katanya.

Sementara itu, Suherlin, warga Kecamatan lainnya punya pendapat yang berbeda. Suherlin setuju dengan perpanjangan masa jabatan Kades jadi 9 tahun.

“Setuju sepanjang maksud dan tujuan untuk hal yang positif. Tapi bagaimanapun, Kepala Desa merupakan jabatan politik karena dipilih oleh masyarakat. Maka dalam hal ini Pemerintah harus lebih bijak melihatnya, karena menyangkut seluruh wilayah Indonesia,” katanya. (Edji/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts