Beranda blog Halaman 1093

Viral Warga Tangkap Pelaku Penculikan di Bekasi, Ini Penjelasan Polisi

Viral-Warga-Tangkap-Pelaku-Penculikan-di-Bekasi.jpg

harapanrakyat.com,- Penangkapan pelaku penculikan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat oleh sejumlah warga pada Minggu (6/2/2023) menjadi viral di media sosial.

Adapun orang yang dituduh melakukan penculikan adalah seorang wanita penarik amal jariyah, di Jalan Raya Sukatani Kampung, Srengseng, RT 01/01, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan, bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika seorang wanita yang dituduh menculik anak sedang meminta amal jariyah ke sejumlah warga. Saat meminta amal jariyah, wanita itu menggunakan mobil Carry berwarna hijau.

Baca Juga: Polisi Ringkus Pelaku Ganjal ATM di Bekasi

Ketika melintas di lokasi, warga dengan menggunakan sepeda motor mengejar mobil tersebut. Pasalnya, jelas Kapolres Metro Bekasi, warga yang mengejar menuduh wanita itu sebagai pelaku penculikan terhadap anak. Dan anak tersebut ada di dalam mobil Carry.

“Saat mobil berhenti, seorang ibu turun dari mobil sambil menggendong anak. Ibu itu menjelaskan, kalau anak tersebut adalah anaknya yang ia ajak mencari amal jariyah,” jelas Twedi melalui keterangan tertulis, Senin (6/2/2023).

Baca Juga: Tak Ada Kapoknya! Sempat Kepergok Emak-emak Komplek di Bekasi, Maling Motor Beraksi di Tempat Lain

Setelah mendapat penjelasan tersebut, lanjut Twedi, kemudian warga yang mengejar memahami dan membubarkan diri.

Namun menurut Twedi, saat kejadian berlangsung, seorang warga merekamnya dan menguploadnya ke media sosial hingga viral.

“Kemudian ada salah satu warga mengupload dan menyebarluaskan ke medsos, dengan tuduhan pelaku penculikan anak,” pungkas Kapolres Metro Bekasi. (Setiawan/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Selain Ujang Endin, Istri Bupati Jeje Nyatakan Siap Maju di Pilkada Pangandaran 2024, Asal…

Selain-Ujang-Endin-Istri-Bupati-Jeje-Nyatakan-Siap-Maju-di-Pilkada-Pangandaran-2024-Asal....jpeg

harapanrakyat.com,- Istri Bupati Pangandaran, Jabar, Ida Nurlaela Wiradinata menyatakan siap maju di Pilkada Pangandaran, jika ditugaskan oleh partai.

Hal itu Ida sampaikan, saat ditanya wartawan beberapa waktu lalu. Baliho bergambar dirinya pun kini tersebar di berbagai wilayah di Pangandaran.

Sebagai istri Bupati Pangandaran (Jeje Wiradinata), Ida Nurlaela memang kerap diperbincangkan dan masuk bursa untuk Pilkada 2024 mendatang.

Ida menyatakan, sebagai kader PDIP Ia siap maju di Pilkada Pangandaran.

“Kalau partai menugaskan maju, jadi apapun saya siap,” ujar Ida Kamis (2/2/2023).

Ia menyebut, baliho yang tersebar itu hanya sebagai testimoni saja dan itu merupakan baliho dari partai. “Terlepas nanti saya akan dimajukan untuk menjadi apa, itu kewenangan internal partai,” katanya.

Baca juga: Akui Kader PDI Perjuangan, Ujang Endin Siap Diberi Mandat Maju di Pilkada Pangandaran

Adapun di baliho Ida Nurlaela yang tersebar bertuliskan “Pilih Jika Bermanfaat”.  Selain foto dirinya, di baliho juga terdapat foto Ir Soekarno, Ketum PDIP Megawati, Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono, dan Ketua DPC PDIP Pangandaran, Jeje Wiradinata.

Sementara itu, Jeje Wiradinata Ketua DPC PDIP Pangandaran menyebut, saat ini belum bisa memutuskan siapa yang akan maju  untuk Pilkada Pangandaran tahun 2024.

“Istri saya belum dikasih tahu, apakah Pilkada atau Pileg, masih rahasia,” katanya.

Ia menegaskan, PDIP Pangandaran tidak akan menyebutkan nama-nama yang akan maju di Pilkada 2024.

“Tapi yang jelasnya dari kader (kita),” pungkas Jeje.

Selain Ida Nurlaela, sebelumnya sudah muncul nama-nama untuk maju di Pilkada Pangandaran dari PDIP, yakni Wabup Pangandaran Ujang Endin dan Ketua DPRD Asep Noordin.

Ujang Endin pun sebelumnya menyatakan siap maju di Pilkada Pangandaran 2024 dari PDIP. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Kisah Pengusaha Warnet di Ciamis, Dulu Sehari Dapat 1,3 Juta Sekarang Hanya 100 Ribu

Kisah-Pengusaha-Warnet-di-Ciamis-Dulu-Sehari-Dapat-13-Juta-Sekarang-Hanya-100-Ribu.jpg

harapanrakyat.com,- Pengusaha warnet (warung internet) di Ciamis, Jawa Barat, mulai kelabakan. Hal ini lantaran sepinya jumlah konsumen yang merental ke warnet.

Salah seorang pengusaha warnet di jalan Kaum, Tedi membenarkan warnet kini mulai tersisihkan.

“Dulu jumlah warnet di wilayah perkotaan Ciamis ada 10, sekarang hanya tinggal 3 saja,” ujar Tedi Senin (6/2/2023).

Ia mengaku memulai usaha warnet sejak tahun 2008 silam. Sempat mengalami kejayaan, kini masa-masa itu hanyalah tinggal kenangan.

“Dulu pendapatan sehari antara Rp 800 ribu bisa sampai Rp 1,3 juta,” katanya.

Namun sekarang, pendapatan dari warnet hanya Rp 100 sampai 200 ribu per hari. “Itu pun bukan sepenuhnya dari sewa komputer warnet. Tapi dari jasa lainnya, seperti cetak foto, scan, print dokumen dan lainnya,” ungkap Tedi.

Baca juga: DPMD Sebut Siltap Perangkat Desa di Ciamis Tiap Bulan Cair

Lanjut Tedi, usaha warnet di Ciamis mulai meredup sejak tahun 2019. Kemudian diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 tahun 2020.

Kata dia, dulu yang menjadi andalan warnet adalah gaming online. Namun saat ini, mereka yang suka game beralih ke smartphone.

“Sempat upgrade PC dengan spesifikasi yang mumpuni untuk game online. Bahkan biaya perakitan 1 unit PC cukup mahal, tapi ya begitu, kini masyarakat lebih memilih bermain game di HP,” ucapnya.

Tedi mengaku tetap mempertahankan usaha warnet di Ciamis, lantaran masih ada pelanggan setia meski jumlahnya sedikit. Selain itu, belum ada usaha pengganti jika warnetnya tutup.

“Sekarang mulai usaha kuliner dengan sistem DO, kalau nanti ini berjalan lancar dan warnet semakin sepi, mungkin warnetnya akan tutup,” pungkasnya. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Polres Sukabumi Kota Hadirkan Tim Patroli Presisi

IMG_20230206_111058.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUKABUMI – Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY. Zainal Abidin mengukuhkan tim Patroli Presisi di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Senin (6/2/2023).

Pengukuhan tim Patroli Presisi tersebut merupakan implementasi Polres Sukabumi Kota terhadap amanat Undang-undang mengenai harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat).

“Ini merupakan tindak lanjut dari amanat undang-undang yang tercantum dalam pasal 19 ayat (2) Undang-undang tahun 2022 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY. Zainal Abidin saat mengukuhkan tim Patroli Presisi.

“Mendasari data gangguan kamtibmas dan pola kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, maka kita membutuhkan sebuah tim Patroli yang dapat bergerak dengan cepat untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” sambungnya.

Ia juga mengatakan, launching tim Patroli Presisi diselenggarakan untuk menjawab tantangan tugas dan harapan masyarakat yang menginginkan rasa aman saat beraktifitas di wilayah Kota Sukabumi.

“Ini adalah salah satu masukan dari masyarakat yang kita dapatkan saat kita melakukan dialog yang dibungkus dalam program Jum’at curhat. Mereka menginginkan sebuah tim Patroli yang bisa terlihat dan dirasakan masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” kata AKBP SY. Zainal Abidin.

“Saya mengharapkan kepada rekan-rekan untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan patroli Polsek Jajaran. Keberadaan rekan-rekan harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kedepankan sikap humanis, metode komunikasi lainnya pada saat melakukan patroli. Jangan segan untuk berhenti dan berdialog dengan masyarakat sambil menyerap informasi.” pungkasnya. (Eka Lesmana)

Polisi di Sukabumi Raih Kenaikan Pangkat Pengabdian Setelah 36 Tahun Tunjukan Kinerja Terbaik

polres-sukabumi.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUKABUMI – Polres Sukabumi Kota menyelenggarakan upacara kenaikan pangkat pengabdian bagi Ipda Asep Wawan Sosiawan di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Senin (6/2/2023) pagi.

Upacara tersebut dipimpin Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY. Zainal Abidin dan dihadiri pejabat utama serta personel Polri dan ASN Polres Sukabumi Kota.

Dalam sambutannya, AKBP SY. Zainal Abidin menyebut pemberian kenaikan pangkat pengabdian merupakan salah satu cara institusi Polri dalam merawat personel.

“Ini merupakan salah satu upaya dari organisasi untuk merawat personel yang ada di organisasinya karena salah satu komponen sebuah organisasi yang memiliki nilai strategis adalah personelnya,” sebut AKBP SY. Zainal Abidin.

Ia juga menerangkan, kenaikan pangkat pengabdian diberikan kepada personel Polri dan ASN Polri yang telah menunjukan dedikasi dan kinerja terbaik di setiap pelaksanaan tugas.

“Salah satu wujud penghargaan adalah diberikan pangkat pengabdian kepada personel yang memiliki persyaratan, salah satunya kepada Ipda Asep Wawan Sosiawan yang telah menunjukan dedikasi, kinerja dan prilaku baiknya selama kurang lebih 36 tahun 3 bulan,” terang AKBP SY. Zainal Abidin.

“Pangkat pengabdian ini diberikan kepada seluruh personel baik personel Polri maupun PNS Polri yang telah mengabdikan dirinya kepada institusi Polri tanpa cela dan cacat sampai menjelang masa pensiunnya,” ucapnya.

“Saya mewakili seluruh keluarga besar Polres Sukabumi Kota mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih ini dan saya mengharapkan ini menjadi sebuah kebanggaan buat pak Wawan dan keluarga.” ucapnya.

Diketahui, terhitung mulai 1 Februari 2023, Ipda Asep Wawan Sosiawan dinaikan pangkatnya menjadi Ipda sesuai dengan Keputusan Kapolri nomor : 1743/XII/2022, tanggal 22 Desember 2022. (Eka Lesmana)

Viral, Emak-emak di Tulungagung Lindungi Anaknya yang Dikeroyok

Viral-Emak-emak-di-Tulungagung-Lindungi-Anaknya-yang-Dikeroyok.jpeg

harapanrakyat.com,- Seorang Emak-emak di Tulungagung, Jawa Timur, mendadak viral lantaran berusaha melindungi anaknya yang dikeroyok sekelompok pemuda.

Video detik-detik pengeroyokan itu beredar di media sosial, Senin (6/2/2023). Diduga, insiden yang terjadi pada Minggu (5/2/2023) berawal dari tawuran dua kelompok perguruan silat.

Dalam video yang diunggah akun instagram @andreli_48, sejumlah pemuda mengeroyok satu orang. Namun seorang Emak-emak yang merupakan ibu kandung dari pemuda yang dikeroyok itu, berusaha melindungi anaknya.

Bukannya menghentikan aksi main hakim sendiri, namun para pemuda di Tulungagung itu malah terus menghakimi korban, sampai sampai Emak-emak yang melindungi anaknya mengalami luka.

Tampak juga seorang pemuda berkaos putih, menendang si Ibu dengan cukup keras.

Baca juga: Kepsek di Tulungagung Tewas Usai Check In, Guru Selingkuhannya Terancam Dipecat

Peristiwa Emak-emak di Tulungagung yang menjadi korban pengeroyokan itu mendapat berbagai komentar. Banyak netizen yang murka dengan aksi sekelompok pemuda di Tulungagung itu.

“Tangkap aja pemuda seperti itu. Sudah tidak ada sopan santun sama orang tua, meresahkan masyarakat,” tulis komentar @_inialim.

“Tolong yang hodie putih, siapapun yang menemukan dia, injak injak lehernya sampai pingsan,” balas komentar @farid_ardyansyah.

“Yang nendang fix lahir dari baru bukan dari seorang ibu,” komentar @ikbalmaulana533.

“Ya Allah nangis banegt liatnya. Ibunya memohon mohon agar anaknya gak diamukin. Berusaha melindungi anaknya, bahkan sampai ikut jadi amukan,”komentar @siska_okky_melandy.

Selain video Emak-emak di Tulungagung dikeroyok para pemuda, sebelumnya ada juga video tawuran dua kelompok pemuda di daerah yang sama. Belum diketahui kronologi tawuran itu. Hanya saja, banyak sumber menyebut tawuran terjadi antar 2 kelompok perguruan silat. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Bawa Miras, Pengendara Sedan di Tasikmalaya Hampir Tabrak Polisi

Bawa-Miras-Pengendara-Sedan-di-Tasikmalaya-Hampir-Tabrak-Polisi.jpg

harapanrakyat.com,- Diduga mabuk dan bawa minuman keras (miras), pengendara mobil sedan di Tasikmalaya, Jabar, hampir tabrak polisi Sabtu (4/2/2023).

Melansir kapol.id jaringan suara.com, peristiwa itu terjadi saat Polsek Tawang dan Tim Maung Galunggung melaksanakan razia.

Ketika diperiksa, di dalam kendaraan sedan tersebut terdapat 3 orang remaja laki-laki dan 1 remaja perempuan.

Dari dalam mobil tersebut, polisi juga menemukan miras dan penyalahgunaan obat.

Ipda Wawan Setiawan, Kapolsek Tawang mencurigai pengemudi sedan itu. Benar saja, dari dalam mobil itu petugas menemukan 4 botol minuman keras dan obat obatan terlarang.

“Kita temukan 4 botol arak, tiga tablet tramadol dan satu lembar obat saledril,” ujar Ipda Wawan.

Baca juga: Peracik Miras Oplosan Maut di Tasikmalaya Ngaku Hanya Coba-coba

Kata Kapolsek, pengendara mobil sedan itu hampir menabrak salah satu anggota polisi, saat akan meninggalkan lokasi razia.

Para remaja itu lanjut Wawan, hendak akan melanjutkan pesta miras, usai mabuk-mabukan dari wilayah Ciamis.

Keempat remaja itu berinisial RD (19), SS (19), MA (21) dan DD (20). “Keempatnya langsung dibawa ke Mako Polres Tasikmalaya Kota,” kata Wawan.

Berdasarkan keterangan yang didapat petugas, mereka menggunakan obat terlarang itu untuk konsumsi sendiri.

“Namun kita akan selidiki lebih lanjut, karena selain konsumsi miras mereka juga menyalahgunakan obat-obatan terlarang,” pungkas Kapolsek Tawang, Kota Tasikmalaya. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Mengharap Berkah 1 Abad NU, Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

PKB-Harlah-NU.jpg

harapanrakyat.com,- Mengharap berkah 1 abad NU (Nahdlatul Ulama), DPC PKB Kota Banjar, Jawa Barat, mengadakan istighosah dan doa bersama, serta santunan kepada anak yatim.

Doa bersama, istighosah dan santunan anak yatim sebagai ungkapan syukur atas hari lahir NU tersebut berlangsung di Kantor DPC PKB Kota Banjar, Jalan M. Hamim, Kecamatan Banjar, Minggu (05/02/2023).

Ketua DPC PKB Kota Banjar Gun Gun Gunawan Abdul Jawad mengatakan, istighatsah dan doa bersama merupakan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat dalam mengkhidmati peringatan harlah 1 abad NU.

Doa bersama juga dimaksudkan sebagai ikhtiar yang bersifat batiniah. Agar kedepan PKB bisa memberikan kontribusi yang lebih baik kepada bangsa dan masyarakat.

“Doa bersama ini serentak di seluruh Indonesia. Semoga dengan ikhtiar batiniah ini, usia NU ke 100 tahun kita bisa berkontribusi pada bangsa yang lebih baik,” kata Gunakan Abdul Jawad, Senin (07/02/2023).

Baca Juga: Harlah 1 Abad NU di Kota Banjar Meriah, Ada Parade Marching Band dan Bazar UMKM

Sebagai partai yang terlahir dari rahim NU, dan tentunya sebagai anak, lanjutnya, maka wajib hukumnya bagi PKB untuk selalu berkhidmat dan mengabdi pada orang tuanya. Dalam hal ini Nahdlatul Ulama.

Selain itu, dengan pengabdian tersebut pihaknya berharap dapat menjalankan wejangan Hasyim Asyari selaku pendiri NU. Tentunya berharap berkah 1 abad NU bagi PKB.

“Kami berharap menjadi santri mbah Hasyim, bahwa siapa yang memakmurkan ulama akan menjadi santri beliau dan didoakan masuk surga,” ucapnya.

Gunakan Abdul Jawad menambahkan, selain istighosah doa bersama. Pada kesempatan ini juga pihaknya memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu di lingkungan Kantor DPC PKB.

“Kami berikan santunan yatim piatu di lingkungan sebagai komitmen kami membantu mereka mendapatkan pendidikan yang layak,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Tetangga Ungkap Keseharian Budi, Otak Pembunuhan Kuswanto di Kota Banjar

Pembunuhan-Kuswanto.jpg

harapanrakyat.com,- Soal otak di balik pembunuhan Kuswanto di Kota Banjar, Jawa Barat, tepatnya di Dusun Sidamulya, RT 3, RW 8, Desa Langensari, Kecamatan Langensari, dibongkar tetangga sekitar rumah pelaku Budi.

Salah seorang warga sekitar, Ahmad Sobari mengatakan kalau dirinya sudah menyimpan kecurigaan bahwa Budi yang menjadi otak di balik pembunuhan berencana terhadap Kuswanto.

Pasalnya, tetangga mengenal Budi sebagai orang yang tidak pernah bergaul dengan masyarakat sekitar rumahnya.

“Karena dulunya ada permasalahan terkait pembagian harta warisan Kusmirah, kakak kandung Kuswanto yang menikah dengan Budi,” ungkap Ahmad Sobari, Minggu (05/02/2023).

Ia menyebutkan, harta warisan peninggalan Kusmirah itu di antaranya sebidang tanah, bangunan rumah, dan satu unit sepeda motor.

Baca Juga: Dugaan Penyebab Pembunuhan Kuswanto Warga Kota Banjar, Dendam Kesumat Kakak Ipar

“Dulu harta warisan ini mau di atas namakan Budi. Tapi nggak jadi, saya atas namakan anak angkatnya saja Anisa,” terangnya.

Kemudian, permasalahan baru muncul saat Budi berniat untuk menikahi Sinta anak Kuswanto. Kuat dugaan Budi ingin menguasai harta Kuswanto dengan cara menikahi anak perempuan satu-satunya itu.

Rencana Budi untuk menikahi anak Kuswanto itu membuat korban emosi dan memarahi Budi.

Kemungkinan Budi tidak terima dengan perkataan Kuswanto, dan menjadi dendam kesumat. Hal ini menjadi salah satu penyebab Budi bersama Enjun merencanakan pembunuhan terhadap Kuswanto.

Selain itu, lanjut Ahmad Sobari, pelaku Budi juga tidak pernah bertegur sapa atau bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

“Karena Budi-nya itu dengan masyarakat nggak baik lah, nggak pernah mau nanya kalau ketemu tetangga juga,” pungkasnya. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Harlah 1 Abad NU di Kota Banjar Meriah, Ada Parade Marching Band dan Bazar UMKM

Harlah-NU.jpg

harapanrakyat.com,- Harlah 1 abad NU (Nahdlatul Ulama) di Kota Banjar, Jawa Barat berlangsung meriah. Acara yang digelar di area Sport Centre, Kecamatan Langensari, pada Minggu (05/02/2023) dimeriahkan parade marching band dan bazar produk UMKM.

Melalui momentum 1 abad NU tersebut, masyarakat khususnya warga Nahdliyin diajak untuk memeriahkan dengan mengikuti berbagai kegiatan yang telah diagendakan.

Ketua Panitia Harlah Seabad Nahdlatul Ulama Kota Banjar H. Mujamil mengatakan, rangkaian perayaan hari hari jadi 1 abad NU akan berlangsung selama tujuh hari, mulai tanggal 5-12 Februari mendatang.

Adapun beberapa kegiatan kemeriahan harlah 1 abad NU ini di antaranya festival seni dan budaya. Kemudian, lomba mewarnai tingkat PAUD, TK, lomba hadroh dan gema sholawat.

Selain itu, juga gebyar pameran atau bazar produk-produk UMKM dari pelaku usaha warga Nahdliyyin, serta berbagai kegiatan lainnya.

Baca Juga: Bazar UMKM Sekolah, Cara SMK Maarif NU Kota Banjar Meriahkan Hari Santri

“Pada puncak perayaan satu abad NU akan menggelar pengajian dan gema sholawat,” kata Mujamil kepada harapanrakyat.com, Senin (06/02/2023).

Selain itu, budayawan yang akrab dipanggil Ki Zastrow bersama kelompok musik akulturatif religius asal Yogyakarta, Ki Ageng Ganjur, juga bakal mengisi acara puncak harlah 1 abad NU pada tanggal 12 Februari mendatang.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Banjar KH. Roidi Al Farizi mengatakan, melalui momentum 1 abad NU, ia mengajak warga Nahdliyin untuk saling menghormati perbedaan. Membangkitkan perjuangan ulama nusantara, dan bisa memberikan suri tauladan bagi sesama umat.

Ia juga meminta warga Nahdliyin berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara, karena NU bagian dari NKRI. Sejak dulu NU selalu berperan dalam memperjuangkan bangsa ini.

“Kita harus saling menghormati perbedaan dan bersama-sama memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan pembangunan bangsa ini,” katanya.

“Seluruh badan otonom, pondok pesantren dan lembaga yang ada di bawah naungan NU akan terus melakukan dakwah hal dan mal yang bersifat sosial,” ucapnya menambahkan. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Recent Posts