Lapas Kelas IIA Subang melaksanakan kegiatan pemeliharaan senjata api dinas untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, jajaran Lapas Subang menggandeng personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0605 Subang. Kemudian, kegiatan operasional ini berlangsung secara terpusat di area joglo Lapas. Secara spesifik, pelaksanaan acara ini dijadwalkan pada hari Jumat, 25 September 2026.
Kegiatan rutin ini bertujuan untuk menunjang kelancaran proses pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Lebih lanjut, agenda ini juga menjadi bagian penting dari koordinasi keamanan antarinstansi. Kolaborasi ini melibatkan pengamanan internal Lapas dan satuan militer TNI di wilayah Subang.
Tahapan Pemeliharaan Fisik Senjata Api
Proses perawatan instrumen keamanan ini berfokus pada beberapa tahapan teknis. Petugas memulai kegiatan dengan proses pembersihan komponen fisik senjata.
Selanjutnya, mereka melakukan pelumasan secara menyeluruh pada setiap bagian mekanis. Pada akhirnya, tim gabungan melakukan pemeriksaan fungsi untuk memastikan kelayakan kondisi senjata api dinas.
Kepala Lapas Subang, Gatot Harisaputro, memberikan penegasan terkait kegiatan operasional ini. Ia menyatakan bahwa langkah perawatan ini bertujuan untuk mempertahankan kondisi sarana prasarana. Tentu saja, sarana prasarana tersebut sangat vital sebagai penunjang utama keamanan Lapas Subang.
“Perawatan senjata api ini adalah langkah preventif yang krusial. Kami harus memastikan bahwa seluruh instrumen penunjang keamanan dalam kondisi siap pakai kapan pun dibutuhkan. Sinergi bersama TNI ini menegaskan komitmen kami dalam menjaga situasi di Lapas Subang tetap kondusif,” ujar Gatot Harisaputro.
Asistensi Teknis dari Personel Kodim 0605 Subang
Serka Iskandar mewakili Kodim Subang dan turut terlibat aktif dalam kegiatan perawatan ini. Beliau menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang diambil oleh pihak Lapas. Secara teknis, Iskandar menyoroti pentingnya perawatan khusus agar mekanisme senjata tetap presisi.
“Senjata api memerlukan perawatan khusus agar mekanismenya tetap presisi. Melalui asistensi teknis ini, kami memastikan personel Lapas memiliki dukungan penuh dalam hal kesiapan prasarana keamanan. Kami berharap kolaborasi dan komunikasi antara Kodim dan Lapas Subang tetap berjalan solid demi mendukung penegakan hukum yang prima,” ujar Serka Iskandar.
Sejalan dengan hal tersebut, Serka Surasmanto yang juga hadir sebagai anggota Kodim Subang memberikan pandangannya. Ia secara khusus menekankan pentingnya kesiapan tingkat operasional. Tentu saja, kesiapan petugas ini harus selalu didukung oleh kelayakan perangkat kerja.
“Kegiatan bersama ini memberikan rasa aman lebih bagi petugas yang berdinas, karena didukung oleh peralatan yang fungsional dan terawat dengan baik. Ke depan, kami berharap kegiatan pemeliharaan terpadu seperti ini dapat menjadi agenda berkala yang berkelanjutan,” harap Serka Surasmanto.
Prosedur Deteksi Dini Gangguan Keamanan
Wahyudin Suhendi menjabat sebagai Kasubsi Keamanan Lapas Subang. Pada kesempatan yang sama, ia menyatakan bahwa pemeliharaan berkala terhadap senjata api merupakan aspek krusial. Kegiatan ini sangat penting dalam rangka mendukung sistem pengamanan di lingkungan Lapas secara keseluruhan.
“Pengecekan intensif ini memastikan bahwa tidak ada kendala teknis pada senjata api. Ini merupakan bagian dari SOP dalam mendeteksi dini potensi gangguan Kamtib di lingkungan Lapas. Kami berharap seluruh jajaran pengamanan semakin disiplin dan bertanggung jawab dalam merawat aset vital negara yang dipercayakan kepada mereka,” ujar Wahyudin Suhendi.
Pemahaman Prosedur Perawatan Bagi Petugas
Salah satu petugas pengamanan Lapas Subang, Harfiansah, turut berpartisipasi dalam agenda operasional tersebut. Ia menambahkan bahwa kegiatan pendampingan dari personel Kodim sangat membantu tugas lapangan mereka. Melalui asistensi ini, para petugas Lapas dapat lebih memahami tata cara perawatan senjata secara benar.
“Melalui proses pembersihan dan pelumasan ini, senjata dipastikan bebas dari karat dan fungsi mekanis penembakannya tetap terjaga. Dengan kondisi senjata yang selalu prima, kami dapat melaksanakan tugas pengamanan berlapis dengan tingkat kepercayaan diri serta kesiapsiagaan yang lebih tinggi dalam menghadapi situasi darurat,” jelas Harfiansah.








