Beranda Berita Subang RBI Populerkan Makanan Olahan Tempe di Negari Sakura

RBI Populerkan Makanan Olahan Tempe di Negari Sakura

273f48bcabe1dfcf51de8ed81df938be.jpg

KBRN, Bandung: Rumah Budaya Indonesia (RBI) di Tokyo Jepang, mengenalkan makanan khas Indonesia yaitu tempe, dengan variasi masakan hingga sejarah makanan tempe, melalui penyelenggaraan lokakarya tentang tempe kepada masyarakat Tokyo.

Istri Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nuning Wahyuniati berharap, ke depan semakin banyak orang yang mempopulerkan tempe di Negeri Sakura itu. 

“Saya rasa orang Jepang yang sudah sering pergi ke Indonesia atau sering makan masakan Indonesia sudah tahu tentang tempe. Hari ini kita akan belajar sejarah dan pembuatan tempe bersama narasumber kita Miyazaki Taiki, dan saya berharap kita dapat lebih memopulerkan tempe di Jepang,” ucap Nuning, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (18/9/2021).

BACA JUGA:  Ramai Alih fungsi Lahan di Selatan, DPRD Subang Usul Raperda Induk Pembangunan Pariwisata

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Yusli Wardiatno menyampaikan bahwa tema acara bulanan tentang tempe adalah bagian dari upaya KBRI untuk terus mempromosikan kuliner Indonesia kepada masyarakat Jepang.

“Semoga pandemi bisa cepat selesai sehingga rencana KBRI mempertemukan Forum Tempe Indonesia dan The Tempe Society of Japan dapat dilaksanakan. Saya yakin pertemuan semacam itu sangat strategis, baik dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan terkait tempe maupun dari sudut pandang budaya,” terang Yusli.

BACA JUGA:  Nyaris Lumpuh, Tenun Sutra Cipondok, Tasikmalaya Bangkit ditengah Pandemi Covid-19

Acara lokakarya Tempe yang dihadiri 103 peserta daring ini terasa semakin meriah, karena dihadiri oleh pakar tempe, yakni Made Astawan selaku Ketua Forum Tempe Indonesia dan Rustono, yang dikenal dengan sebutan ‘Raja Tempe’ di Jepang.

Rustono membuat tempe sejak 20 tahun lalu dengan label Rusto’s Tempeh. Pabriknya terletak di Shiga Jepang,  dikelilingi alam yang indah dan air yang murni yang turut memberikan andil dalam pembuatan tempenya. Dengan jumlah produksi mencapai 10.000 buah, Rusto’s Tempeh dijual ke seluruh Jepang, bahkan ke negara-negara lain. 

BACA JUGA:  Pemda Subang Sampaikan Alasan Sering Defisit, Ternyata Sangat Tergantung Dana Transfer Pusat

Lokakarya tersebut dilanjutkan dengan demo masak keringan tempe teri kacang oleh Ibu Ai dan Ibu Tini. Selain mendapatkan resep keringan tempe tersebut, peserta juga mendapat bahan resep Tempe Mendoan dari Ibu Nuning dilengkapi dengan daftar produk tempe yang bisa dibeli di Jepang. 

“Jangan jadikan tempe sebagai bahan konsumsi saja tapi mari kita promosikan tempe di Jepang sebagai bentuk kecintaan kita terhadap budaya Indonesia,” imbau Nuning.