Beranda blog Halaman 922

Bus Rombongan Umroh di Arab Saudi Tabrak Jembatan hingga Terbakar

jpg_20230328_212706_0000.jpg

Bus rombongan umroh di Mekkah Arab Saudi mengalami kecelakaan menabrak jembatan hingga terbakar pada Senin (27/3/2023) waktu setempat. 

Akibatnya 20 orang jemaah tewas dan penumpang lainnya mengalami luka-luka. 

Peristiwa kecelakaan bus itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial dan viral, salah satunya diunggah oleh akun Twitter Arthur Morgan. 

Kronologi Kecelakaan Bus Rombongan Umroh Arab Saudi 

Melansir dari berbagai sumber, kecelakaan bermula saat bus hendak membawa rombongan umrah ke Mekkah.

Pada pukul 16.00 waktu setempat, bus melintasi jalan Aqabat Shaar yang menjadi penghubung Provinsi Asir dengan Kota Abha.

Baca juga: Seorang Pemuda Menggendong Ibunya saat Tawaf Viral, Mirip Kisah Uwais Al Qarni

Jalanan ini  terbentang sepanjang 14 KM membelah pegunungan, dengan 32 jembatan dan 11 terowongan. 

Saat hendak melewati jembatan yang curam, bus mengalami rem blong. 

Kemudian bus dengan kecepatan tinggi hilang kendali dan menabrak jembatan hingga terjungkir dan terbakar. 

Penumpang dari rombongan umrah itu pun terjebak di dalamnya. Mereka kesulitan untuk menyelamatkan diri keluar dari bus.

Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat di wilayah Provinsi Asir. 

Asal Korban Berbeda Negara

Dari 20 orang korban yang tewas dan 29 korban luka-luka, mereka berbeda asal negara. Namun pihak terkait belum bisa merilis keterangan asal kewarganegaraan tersebut.  

Jubir Kemenlu RI Teuku Faizasyah membenarkan adanya peristiwa kecelakaan bus rombongan umrah Arab Saudi. 

Ia telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak yang memiliki otoritas memastikan kemungkinan adanya korban asal WNI. 

Sekedar informasi, kecelakaan bus yang membawa rombongan umroh di Arab Saudi bukan kali pertamanya terjadi.  

Sebelumnya pada tahun lalu bulan Oktober, bus yang di dalamnya membawa jamaah umrah asal Indonesia mengalami kecelakaan maut. 

Kejadian itu mengakibatkan dua jemaah asal Indonesia meninggal dunia. 

Itulah sekilas informasi terkait peristiwa kecelakaan bus rombongan umrah Arab Saudi. (Aji/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Jawa Barat Masih Kekurangan 23 Rumah Sakit

BOR-Rumah-Sakit-Ciamis-Kembali-Tertinggi-di-Jabar.jpg

harapanrakyat.com – Kehadiran RSUD Kertasari di Kabupaten Bandung, sedikit menjawab kebutuhan rumah sakit di Jawa Barat, yang secara keseluruhan butuh tambahan 20 hingga 23 unit.

Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr Siska Gerfianti menjelaskan, apabila melihat rasio perbandingan kebutuhan fasilitas kesehatan dari WHO, yakni satu orang berbanding 500 sampai 1000 bed atau tempat tidur rumah sakit.

Saat ini, kata Sisca, di Jawa Barat masih kekurangan 15 ribu bed.

Baca Juga : RSUD Kertasari Resmi Berdiri, Pemkab Bandung Kerepotan Cari Tenaga Kesehatan

“Ini kita sedang berusaha dengan berbagai skema, apakah greenfield atau brownfield,” ujar Sisca, Rabu (29/3/2023).

Sisca menjelaskan, skema greenfield adalah pembangunan rumah sakit baru. Sedangkan brownfield adalah meningkatkan kapasitas rumah sakit yang sudah ada.

“Yang penting total bed ini terpenuhi,” ungkapnya.

Sebagai informasi sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna belum lama ini meresmikan RSUD Kertasari di Desa Sukapura, Kabupaten Bandung.

RSUD Kertasari ini dibangun di atas lahan seluas 20 ribu meter persegi dengan luas bangunan 3.571 meter persegi. Pembangunan fasilitas kesehatan masyarakat ini menghabiskan biaya Rp 26,8 miliar.

RSUD Kertasari Penuhi Kebutuhan 50 Tempat Tidur Rumah Sakit

Plt Kadinkes Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan, RSUD Kertasari merupakan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan. Rumah sakit ini memiliki kapasitas 50 bed atau tempat tidur rumah sakit.

RSUD Kertasari, kata Marlan, memiliki 12 unit pelayanan kesehatan. Meliputi pelayanan Unit Gawat Darurat, Pelayanan Obstetri Neonatus Emergency Komprehensif, pelayanan kesehatan ibu dan anak yang meliputi pelayanan spesialistik obgyn (obstetri dan ginekologi).

Selain itu, pelayanan kesehatan bayi dan anak, spesialistik internist, spesialistik bedah, ruang operasi, pelayanan radiologi, pelayanan laboratorium, pelayanan intensive care, serta pelayanan kesehatan rujukan lainnya.

Baca Juga : Pemprov Jabar Segera Lakukan Vaksinasi Polio Serentak

Pihaknya berencana untuk mendayagunakan dokter spesialis penyakit dalam, spesialis obgyn, spesialis anak, spesialis bedah, spesialis radiologi, spesialis anestesiologi, dan dokter spesialis patologi klinik.

Marlan menambahkan, RSUD Kertasari merupakan UPTD bersifat khusus di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

Dengan demikian kebutuhan anggaran untuk belanja pegawai, belanja operasional dan belanja alat kesehatan rumah sakit ini, masih mengandalkan dana alokasi umum dinas tersebut. (Atep Kurniawan/R13/HR Online/Editor-Ecep)

RSUD Kertasari Resmi Berdiri, Pemkab Bandung Kerepotan Cari Tenaga Kesehatan

RSUD-Kertasari.jpeg

harapanrakyat.com – Akibat masih kekurangan tenaga medis, RSUD Kertasari Kabupaten Bandung, Jawa Barat, belum bisa beroperasi secara penuh melayani masyarakat.

Sebagai informasi sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna beberapa waktu lalu meresmikan RSUD Kertasari di Desa Sukapura. Biaya pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 26,8 miliar.

Namun setelah peresmian RSUD Kertasari, Pemkab Bandung kerepotan mencari tenaga kesehatan untuk RSUD itu.

Baca Juga : Pemprov Jabar Segera Lakukan Vaksinasi Polio Serentak

Bupati Bandung mengakui, tenaga PNS di lingkungan Pemkab Bandung justru terus berkurang, yang di antaranya karena faktor pensiun. Dengan demikian perlu segera merekrut CPNS.

Bupati pun berencana akan menemui Menteri PAN-RB di Jakarta pada April 2023 untuk membahas kebutuhan pegawai, khususnya terkait RSUD Kertasari.

Dadang mengatakan, sementara ini dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis RSUD Kertasari bisa mengalihkan PNS puskesmas yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Bandung. Termasuk juga mengalihkan tenaga alih daya (outsourcing) dan tenaga ahli.

“Karena tidak bisa rekrutmen pegawai harian, lantaran belum dicabut SK Kementerian yang habis pada bulan November mendatang,” ujar Dadang di Soreang, Rabu (29/3/2023).

Menurutnya, dengan cara itulah pelayanan kesehatan bisa berjalan dan akan segera menindaklanjutinya. Sedangkan untuk kebutuhan alat kesehatan untuk di RSUD itu, ia berharap bisa segera tercukupi.

Baca Juga : Pemprov Jabar Siapkan Anggaran Rp 10 Miliar Gelar Operasi Pasar Murah

Ia mengklaim berdirinya rumah sakit tersebut atas dasar kehendak masyarakat Kecamatan Kertasari dan Pacet, yang jaraknya terlalu jauh ke rumah sakit Baleendah dan Majalaya.

Dadang juga menegaskan, bahwa rumah sakit hanyalah sarana pelayanan sosial semata, bukan tempat untuk mencari keuntungan.

Berdasarkan informasi, RSUD Kertasari ini berdiri di atas lahan seluas 20 ribu meter persegi, dengan luas bangunan 3.571 meter persegi. Biaya pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 26,8 miliar. (Atep Kurniawan/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Wahana Edukasi The Mummy Kota Banjar Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran

Wahana-Edukasi-The-Mummy-Kota-Banjar-Ditargetkan-Rampung-Sebelum-Lebaran.jpg

harapanrakyat.com,- Pembangunan wahana edukasi The Mummy di area Banjar Water Park (BWP) Kota Banjar, Jawa Barat targetnya rampung sebelum lebaran.

Hal itu bertujuan untuk menjadi tempat wisata baru di Kota Banjar sekaligus edukasi bagi masyarakat, terutama anak-anak menjelang libur lebaran mendatang.

“Target kita mudah-mudahan nggak ada halangan, 10 hari atau seminggu sebelum lebaran rencananya akan kita buka,” kata Daskim, Direktur PT Maju Jaya Dwi Vira yang juga pengelola BWP, Selasa (28/3/2023).

Menurutnya, di wisata edukasi tersebut akan ada 16 item replika dan spot untuk para pengunjung berfoto dengan berbagai properti yang tersedia.

“Contohnya seperti mumi dan tongkat firaun, keranjang bayi Nabi Musa AS. Kemudian ada properti untuk berfoto seperti pakaian khas ketimuran,” terangnya.

Ia menjelaskan, terkait tiket masuk ke wahana edukasi itu sampai saat ini pihaknya masih belum bisa menentukan dan akan diperhitungkan.

Baca Juga : Rabbit Town Bandung, Wisata Edukasi yang Unik dengan Spot Foto Keren

“Untuk tiket masuk pengunjung masih kita pikirkan, karena di sisi bisnisnya saya juga harus ada hitungan. Nanti akan kita umumkan sebelum buka,” jelasnya.

Lanjut Daskim, di Jawa Barat wahana edukasi seperti itu terdapat 2 tempat. Lokasi pertama berada di Bandung dan kedua di Kota Banjar.

“Di Bandung dan di sini. Di Bekasi juga ada itu replika pedang nabi, namun itu berbeda konsepnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Kaswad menyampaikan, museum The Mummy tersebut sangat pas untuk wahana edukasi bagi pelajar di Kota Banjar.

“Menurut saya The Mummy ini yang menampilkan beberapa replika sangat pas untuk edukasi. Seperti dalam surah Yunus ayat 92, bahwa Allah SWT menyelamatkan jasad firaun untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang setelahnya,” kata Kaswad. (Sandi/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Seblak Armuna 4 Tasikmalaya, Pedasnya Bisa Request

Seblak-Armuna-4-Tasikmalaya.jpg

Seblak Armuna 4 Tasikmalaya merupakan salah satu kedai favorit mahasiswa yang lokasinya berdekatan dengan kampus. Kedai ini adalah cabang keempat dari Seblak Armuna yang terkenal dengan kuahnya yang pedas dan gurih.

Lokasi kedai beralamat di Jalan Siliwangi 54a, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Karena dekat dengan Universitas Siliwangi dan Universitas Perjuangan, maka kebanyakan pembeli yang datang ke tempat ini adalah mahasiswa.

Meski di sekitar sudah ada beberapa penjual seblak lain, namun kedai hampir tidak pernah sepi. Selain seblaknya yang enak, pembeli bisa meminta level kepedasan dari 0 sampai 5.

Baca Juga: Seblak Zipay Tasikmalaya, Level 3 Aja Bikin Keringetan

Jajan di Seblak Armuna 4 Tasikmalaya

Bagi pecinta pedas, seblak merupakan menu wajib yang menjadi incaran khususnya di siang hari. Masakan Sunda yang terinspirasi dari bumbu khas India ini biasanya menggunakan bumbu halus dari bawang putih dan kencur.

Namun, semakin banyak penjual seblak yang mengembangkan resep sendiri, seperti menambahkan bawang bombay atau daun jeruk.

Dekat Kampus Unper

Kedai seblak Armuna 4 Tasikmalaya yang belum lama buka ini mengambil lokasi tak jauh dari Universitas Perjuangan (Unper). Oleh karena itu, kedai ini akan menjadi ramai saat menginjak jam makan siang.

Akan tetapi, jam operasional kedai adalah mulai dari jam 10.00 hingga 22.00 WIB. Oleh karena itu, beberapa orang memilih datang ke kedai di malam setelah selesai bekerja atau kuliah.

Baca Juga: Kedai Neng Ay Tasikmalaya, Tempatnya Mie Kocok dan Seblak

Tidak jauh berbeda dengan warung seblak lainnya, pembeli memilih sendiri bahan-bahan sesuka hati, kemudian membayarnya di kasir sambil meminta level kepedasan sesuai selera. Namun, topping yang tersedia di kedai ini tampaknya lebih sedikit dibanding cabang Seblak Armuna yang lain.

Cocok untuk Nongkrong

Dengan suasana yang nyaman dan konsep tempat untuk nongkrong, kedai ini akan kedatangan lebih banyak pembeli saat akhir pekan. Selain itu, terdapat alat makan, tisu, dan aneka minuman dingin untuk memenuhi kebutuhan pembeli agar semakin betah makan di tempat.

Kedai ini juga sudah melayani pemesanan lewat aplikasi dengan pilihan harga berkisar dari Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu. Jam kerja di hari Jumat kemungkinan bisa berubah. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Di Balik Nikmatnya Takjil Campur Kolang-kaling, Pengrajin di Tasikmalaya Kesulitan Bahan Baku

Di-Balik-Nikmatnya-Takjil-Campur-Kolang-kaling-Pengrajin-di-Tasikmalaya-Kesulitan-Bahan-Baku.jpg

harapanrakyat.com,- Nikmatnya takjil campur kolang-kaling yang ditunggu saat berbuka puasa, membuat para pengrajin di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat kebanjiran permintaan, bahkan bulan Ramadhan ini naik hingga puluhan ton per hari.

Di balik itu, para pengrajin justru kesulitan mendapat bahan bakunya. Seperti pengrajin di Desa Cisarua, Kecamatan Cineam yang kesulitan mendapat bahan baku lantaran belum tiba masa panen.

Baca Juga : Pembuat Kolang-kaling di Cipaku Ciamis Panen Buah Aren Jelang Ramadhan

Wawan, pengrajin kolang-kaling di Desa Cisarua mengatakan, pendapatan usahanya tahun ini menurun karena Ia kesulitan mendapat bahan baku.

“Bahan kolang-kaling di pohon itu belum masa panen atau masih muda, ada juga yang kelewatan terlalu tua,” Ungkapnya, selasa (29/3/2023).

Walau begitu, lanjutnya, dengan adanya usaha kolang-kaling miliknya, paling tidak bisa menciptakan lapangan kerja bagi ibu-ibu atau tetangga. Sehingga, warga bisa menambah pendapatan.

“Alhamdulillah paling bersyukurnya tetangga di sini bisa bekerja, sedikit sedikit untuk menambah penghasilan untuk keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cineam, Amir Sudyana berharap, adanya produksi kolang kaling dan tingginya permintaan pasar tidak hanya di bulan Ramadhan saja.

Baca Juga : Melintasi Polres Tasikmalaya, Pengendara Dapat Takjil Gratis Setiap Hari

Akan tetapi, bisa laku di bulan-bulan biasa juga dan bisa menjadi produk yang bernilai tinggi.

Terlebih, saat ini kolang-kaling masih menjadi primadona, kebanyakan warga menikmatinya saat berbuka puasa sebagai takjil pada minuman Es campur.

“Semoga lakunya terus bertahan bukan hanya saat bulan Ramadhan saja, melainkan di hari biasa juga kolang-kaling ini terus laku.”  Pungkasnya. (Apip/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Hadir Pilihan Busana Hingga Momen Ramadan, NASL by Nagita Slavina

Screenshot_2023-03-29-15-10-26-382_com.simplemobilephotoresizer_copy_390x261_copy_800x535.jpg

review1st.com – NASL By Nagita Slavina, brand fesyen lokal yang menghadirkan ragam koleksi pakaian dengan karakter khas melalui warna cerah serta pola yang unik untuk setiap perempuan Indonesia.

Memiliki visi untuk mendukung keunikan dan kepercayaan diri para perempuan, serta semangat tinggi dalam menggapai mimpi, NASL dan Shopee Indonesia bersama-sama membantu konsumen mendapatkan koleksi busana dengan lebih mudah.

Yang spesial, memasuki bulan suci Ramadan ini, NASL meluncurkan koleksi terbarunya yakni Raya Collection yang akan hadir secara eksklusif di Shopee pada 29 Maret 2023 dengan ragam penawaran menarik. NASL membawa warna baru dalam industri fesyen Indonesia dengan kualitas tinggi dan beragam model yang dapat dipakai dalam setiap kesempatan.

Hal serupa disampaikan oleh Nagita Slavina, Founder NASL, “NASL sendiri didirikan untuk para perempuan hebat di Indonesia yang memiliki keunikan dari latar belakang mereka yang berbeda untuk dapat tampil dengan percaya diri melalui versi terbaik dirinya.

Untuk mencapai hal tersebut, kami bersama-sama dengan Shopee agar seluruh konsumen bisa mendapatkan produk kami dengan cara yang mudah dan nyaman dan tampil lebih maksimal.”

NASL by Nagita Slavina Mendukung Semua Orang untuk Tampil Maksimal Dengan Versi Diri Sendiri

Setiap koleksi yang dihadirkan oleh NASL memiliki pattern yang khas serta potongan yang unik untuk menggambarkan keunikan dari setiap perempuan Indonesia.

Hal ini juga mendukung bagi setiap orang yang mengenakannya untuk bereksplorasi atau memadupadankan sesuai dengan style masing-masing.

“Semua koleksi NASL, kami buat versatile agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan perempuan yang memiliki peran beragam, mulai dari pelajar, perempuan karir, hingga ibu rumah tangga sekalipun dan tentunya menggunakan bahan yang nyaman dan berkualitas.

Setelah kami mengangkat diagonal print pada koleksi pertama kami, Raya Collection kali ini akan bermain dengan garis dan flora. Bunga iris yang melambangkan harapan, serta stripes yang ada melambangkan jalan serta tujuan kita semua di bulan yang spesial ini.” ucap Ryan Koto, Head of Designer NASL.

Raya Collection: Koleksi Teranyar NASL untuk Keluarga Saat Lebaran Nanti

Pada Februari lalu, NASL telah menghadirkan koleksi Denim di Shopee yang dapat menemani segala aktivitas masyarakat. Dengan antusiasme dan respon positif yang didapatkan melalui koleksi tersebut, kini NASL Shopee meluncurkan Raya Collection perdana di Shopee untuk memeriahkan momen Ramadan yang selalu dinantikan semua orang.

Koleksi terbaru ini memberikan berbagai pilihan busana lebaran untuk perempuan Indonesia dan anggota keluarga lainnya.

Monica Vionna, Head ??of Marketing Growth Shopee Indonesia turut menyampaikan kegembiraannya, “Bulan suci Ramadan ini memang selalu menjadi momen yang tepat untuk memperbaiki diri dan menciptakan momen hangat dengan berkumpul bersama keluarga.

Maka dari itu, melalui kerjasama kami bersama NASL by Nagita Slavina, kami ingin menambah kebahagiaan pengguna dengan berbagai koleksi produk yang unik hingga koleksi terbarunya yaitu Raya Collection yang tersedia di aplikasi Shopee.

Kami memahami bahwa persiapan lebaran tidaklah sedikit, sehingga kami memberikan kemudahan untuk dapat memenuhi kebutuhan fesyen dengan nyaman dan mudah serta dapat dinikmati dengan beragam penawaran menarik.

Selain penawaran yang bisa dimanfaatkan, Shopee juga memiliki Shopee Affiliate Program sebagai wadah bagi pengguna yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan berbagi review dan inspirasi produk fashion bdi bulan Ramadan penuh kebersamaan ini, masyarakat juga bisa mendapat komisi tambahan seperti Nagita Slavina, hanya dengan memberikan rekomendasi produk.”

Raya Collection akan hadir melalui Shopee secara perdana mulai tanggal 29 Maret 2023. Selain itu juga, dalam peluncuran ini, masyarakat bisa mendapatkan koleksi NASL x Mylk untuk kebutuhan fesyen anak-anak yang menawarkan warna cerah dan mampu memberikan kesan ekspresif untuk anak-anak kenakan di momen Lebaran nanti.

Progres Perbaikan Jembatan Baru Kota Banjar Mencapai 70 Persen

Progres-Perbaikan-Jembatan-Baru-Kota-Banjar-Mencapai-70-Persen.jpg

harapanrakyat.com,- Memasuki hari ke 6 bulan Ramadhan, progres perbaikan Jembatan Baru (Jembar) Parunglesang, Kota Banjar, Jawa Barat, mencapai 70 persen.

Hal itu mengingat jembatan baru direncanakan mulai bisa dilalui kendaraan roda empat sebelum mendekati lebaran. Sehingga para pemudik bisa melintasi jalur tersebut.

Site Manager PT Bukaka, Toni mengatakan, saat ini perbaikan jembatan tersebut dilakukan oleh empat tim untuk mempercepat pengerjaan sehingga bisa mencapai target.

“Masih bisa terkejar, kan pembesian sudah siap semua itu, ini tinggal bracing dan pemasangan wide flange iron. Sekarang progres perbaikan jembatan di atas 70 persen, ada empat tim untuk mengerjakannya,” kata Toni, Selasa (28/3/2023).

Baca Juga : Perbaikan Tiang Pancang Jembatan Baru Banjar Ditargetkan Selesai Sebelum Lebaran

Menurutnya, selain melakukan perbaikan pihaknya juga memasang sebanyak 16 tiang pancang tambahan untuk memperkuat daya topang jembatan.

“Itu di luar perbaikan tiang yang 3 itu kan. Posisinya di kanan sama kiri dari pancang sebelumnya, sekarang 12 titik sudah terpasang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kota Banjar, Tommy Subagja, melalui Sekretaris Dinas PUTR, Acep Daryanto mengatakan, perbaikan jembatan tersebut merupakan bantuan dari kementrian dan pengerjaannya oleh PT Bukaka.

“Kebetulan perbaikan jembatan itu kita dapat bantuan dari kementrian, kemarin saya koordinasi dengan pelaksana lapangan terkait progresnya, informasinya selesai sebelum lebaran,” katanya.

Baca Juga : Tiang Pancang Patah, Kementerian PUPR Cek Kelayakan Jembatan Baru Kota Banjar

Acep menjelaskan, dalam pengerjaan perbaikan jembatan ini pemerintah Kota Banjar tidak memiliki kontrak dengan Bukaka.

“Kebetulan kita tidak ada kontrak dengan Bukaka ya, yang jelas itu dia langsung dengan pihak kementrian. Karena ini sifatnya bantuan dari pusat,” jelasnya.

Karena saat ini progres perbaikan jembatan baru sudah 70 persen, Acep berharap bisa segera selesai sesuai target dan kendaraan bisa melaluinya saat arus mudik lebaran. “terminal juga bisa berfungsi maksimal.” Pungkasnya. (Sandi/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Alasan Kenapa Wuling Air ev Pantas Jadi Mobil Listrik Pertama Anda

air-ev-modif-scaled.jpeg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Banyak alasan mengapa mobil listrik Wuling Air ev pantas dijadikan mobil listrik pertama bagi Anda dan keluarga. Pertama tentu adalah harganya yang paling terjangkau dari mobil listrik lain yang ada di pasar Indonesia.

Ya, Wuling Air ev dijual dengan harga yang sangat terjangkau untuk sebuah mobil listrik bahkan menjadi mobil listrik paling murah yang dijual di Tanah Air. Wuling Motors meniagakan mobil listrik ini dengan dua pilihan yaitu Wuling Air ev Standar Range yang dibanderol hanya Rp 238 jutaan dan Wuling Air ev Long Range dengan harga Rp 295 jutaan saja.

Tak cuma itu, Wuling Air ev juga punya kemudahan dalam penggunaannya. Selain bodinya yang kompak dan cocok untuk perkotaan, cara perawatan dan juga penggunaannya juga sangat mudah. Mobil listrik ini bisa diisi ulang baterainya hanya dengan menggunakan listrik rumah.

charge wuling air ev

“Kendaraan listrik Wuling buatan Indonesia ini mengusung kemudahan dari sisi berkendara, penggunaan sehari-hari dan pengisian daya yang bisa dilakukan di rumah. Selain itu, kedua varian Air ev dilengkapi inovasi canggih, perangkat keselamatan lengkap hingga deretan fitur modern,” terang Danang Wiratmoko selaku Product Planning Wuling Motors.

Baca juga: Wuling Air ev Standard Range Cukup Untuk Harian? Intip Sederet Keunggulannya

Wuling Air ev menggunakan baterai lithium ferro-phosphate (LFP) berkapasitas 17,3 kWh untuk tipe Standard Range dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer dan 26,7 kWh untuk tipe Long Range dapat mencakup jarak tempuh hingga 300 kilometer saat terisi penuh.

Kapasitas baterai ini sangat cukup untuk penggunaan di dalam kota. Karena mayoritas pengemudi di Indonesia setiap harinya berkendara untuk perjalanan ke kantor atau ke sekolah dengan membawa maksimal empat penumpang termasuk pengemudi. Selain itu, rata-rata jarak tempuh yang dicapai oleh pengguna kurang dari 50 kilometer per harinya.

alasan wuling air ev jadi mobil listrik pertama

Biaya perawatan lebih murah dari mobil bensin

Berikutnya adalah biaya perawatan yang murah. Berdasarkan tabel yang dirilis oleh Wuling Motors, untuk biaya yang harus dipersiapkan tidak begitu menguras kantong. Mulai dari penggunaan 5.000 kilometer sampai 100.000 kilometer, budget tersebut tidak melebihi biaya perawatan mobil konvensional.

Jika dibandingkan dengan mobil konvensional baik yang berbahan bakar bensin atau diesel, mobil listrik ini jauh lebih hemat. Sebab, tidak ada penggantian oli mesin, penggantian busi serta beberapa hal mekanis lainnya. Dalam hal ini, untuk melakukan servis hanya seputaran pelumas untuk gardan dan beberapa komponen lain.

Menurut Wuling Motors, setiap melakukan servis di bengkel resmi harga perawatan Air ev ini berkisar mulai dari Rp 240 ribuan sampai Rp 559 ribu.

Baca juga: Naksir Wuling Air Ev? Berikut Harga Perawatan yang Harus Dikeluarkannya

interior wuling air ev

Beberapa hal yang dilakukan saat melakukan servis antara lain adalah jasa perbaikan, penggantian oli differential – oli gardan, filter AC, dan minyak rem. Jika diuraikan berdasarkan per item, untuk harga perawatan Air ev tidak ada yang melebihi Rp 200 ribuan. Murah bukan?

Fitur lengkap

Alasan lainnya lagi adalah fitur yang ada di Wuling Air ev membuat konsumen dimanjakan. Berbagai fasilitas modern turut hadir mulai dari Electric Power Window, Multifunction Steering Wheel, hingga USB Charging Port.

Untuk varian Long Range, Wuling menyematkan beberapa tambahan fitur seperti Integrated Floating Widescreen dengan layar meter cluster 10,25 inci dan layar head unit dengan ukuran yang sama, Keyless Entry, Synthetic Leather Seat, Smart Start System, serta Extended Horizon LED DRL.

Tak hanya itu, Wuling juga menyertakan kecanggihan inovasi pintar Internet of Vehicle (IoV) dan Wuling Indonesian Command (WIND) pada Air ev.

alasan wuling air ev jadi mobil listrik pertama

Guna menunjang keselamatan berkendara dengan Air ev, Wuling melengkapi mobil listrik compact ini dengan fitur safety yang lengkap. Terdapat dua airbag yang melindungi pengemudi dan penumpang baris pertama serta rangka yang kokoh.

Baca juga: Ini Jawaban Kenapa Harga Wuling Alvez Bisa Lebih Murah Dari Kompetitornya

Kemudian, sistem pengereman didukung dengan rem cakram pada roda depan dan belakang, ABS, EBD, TPMS, Sound Module for pedestrian Warning serta ISOFIX.

Khusus Wuling Air ev Long Range turut ditambahkan dengan Electronic Stability Control (ESC) dan Electric Parking Brake dengan AVH serta HHC.

tes baterai wuling air ev

Garansi baterai sampai 8 tahun

Alasan terakhir adalah layanan purna jual Air ev yang memberikan garansi untuk komponen inti yang terdiri dari garansi power battery system assembly, drive motor, dan motor controller hingga 8 tahun atau 120.000 kilometer serta garansi reducer, power distribution unit, dan user connection unit sampai dengan 5 tahun atau 100.000 kilometer.

Wuling juga memberikan gratis biaya jasa perawatan berkala bagi konsumen Air ev hingga 2 tahun atau 50.000 kilometer, yang mana tercapai terlebih dahulu.

“Wuling turut menyediakan layanan purna jual yang lengkap untuk setiap konsumen Air ev di Indonesia. Hal ini merupakan komitmen kami dalam rangka memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik pertama dari Wuling untuk Indonesia ini. Dengan demikian, konsumen tidak perlu khawatir untuk memiliki Wuling Air ev,” jelas Maulana Hakim selaku Aftersales Director Wuling Motors.

Sejarah Transmigrasi Orang Jawa Reang ke Pangandaran Abad 19

Sejarah-Transmigrasi-Jawa-Reang-ke-Pangandaran.jpg

Sejarah transmigrasi orang Jawa Reang ke Pangandaran tak lepas dari narasi kolektif leluhur masyarakat daerah Wonoharjo. Konon menurut cerita lampau orang penduduk asli Wonoharjo lah yang merupakan hasil transmigrasi orang Jawa pada abad ke-19.

Mereka meyakini leluhurnya adalah orang Jawa dari daerah Prembun bernama Mbah Boengkoes. Sebetulnya legenda ini terjadi jauh sebelum abad ke-19, sebab legenda Mbah Boengkoes sudah ada sejak masa kejayaan Soekapura awal abad ke-17 masehi.

Kala itu Mbah Boengkoes dipercaya sebagai utusan kerajaan Soekapoera –saat ini Tasikmalaya untuk membuka alas (hutan) keramat di daerah Pangandaran. Perintah itu ia selesaikan dalam waktu yang relevan singkat.

Berdasarkan perjanjian sebelumnya dengan penguasa Soekapoera, siapapun yang bisa membuka hutan yang saat ini menjadi daerah Pangandaran, maka diizinkan anak, cucu, dan keturunan lainnya menempati wilayah tersebut.

Baca Juga: Sejarah Pangandaran Pasca Pendudukan Jepang, Pemerintahan Pindah dari Ciamis ke Cilacap

Dari legenda inilah kemudian banyak orang-orang Jawa Reang mempercayai sosok Mbah Boengkoes sebagai orang Jawa pertama yang tinggal di Pangandaran.

Maka sebagian mempercayai bahwa orang Jawa yang tinggal di Pangandaran adalah keturunan Mbah Boengkoes.

Sejarah Transmigrasi Orang Jawa Reang ke Pangandaran, Mencari Kehidupan

Menurut Indira, dkk dalam jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Unpad berjudul, “Komunitas Jawa di Desa Wonoharjo sebagai Jejak Migrasi Etnis Jawa di Kabupaten Pangandaran” (Vol. 1, (2) April 2019), adanya transmigran orang Jawa Reang di Pangandaran dilatarbelakangi oleh keinginan mencari kehidupan yang layak.

Orang-orang Jawa yang berasal dari daerah Prembun –daerah perbatasan antara Kebumen dan Purworejo ingin mengubah taraf hidupnya menjadi lebih baik lagi. Sebab daerah Prembun dianggap kurang subur sehingga sulit mendapatkan sumber daya alam yang memadai.

Jika kita uji hipotesa ini menggunakan teori toponimi, maka pernyataannya akan relevan dengan asal-usul nama Pangandaran itu sendiri. Sebab nama Pangandaran dipercaya berasal dari dua suku kata bahasa Jawa-Sunda yang memiliki makna yang sama.

Antara lain yaitu berasal dari kata Pangan atau dalam bahasa Jawa: Pangan berarti Makanan dan Daran atau dalam bahasa Sunda: Dahareun berarti Makanan.

Maka dapat disimpulkan asal-usul nama (toponimi) daerah Pangandaran sesuai dengan fakta sosial yang ada: yaitu ditempati oleh dua suku masyarakat yang berbeda –ada Sunda dan Jawa. Kendati demikian hipotesis ini perlu diuji lagi menggunakan riset mendalam.

Adapun jalur transmigrasi daerah Jawa ke Pangandaran semakin kencang pada tahun 1920. Hal ini dikarenakan terdapatnya ladang pekerjaan baru yang disediakan oleh pemerintah kolonial berupa industri kopra.

Baca Juga: Sejarah Pembantaian Tionghoa di Pangandaran, Siasat Adu Domba Sekutu

Nampaknya karena industri kopra ini sukses membuat orang Jawa lainnya datang ke Pangandaran. Mereka menjadi buruh di pabrik kopra, mengabdikan diri untuk industrial Belanda dengan upah yang bisa menghidupinya.

Membentuk Struktur Orang Jawa Baru

Masih menurut Indira dkk, adanya orang Jawa di Pangandaran menimbulkan struktur masyarakat tersebut berbeda dengan aslinya. Mereka telah membentuk struktur orang Jawa Baru yang dikenal dengan istilah orang Jawa Reang.

Hal ini diketahui dari cara mereka memakai bahasa Jawa yang terbilang langka dari aslinya. Banyak kosa-kata Jawa yang bercampur dengan bahasa Sunda. Dari situlah kemudian penduduk Pangandaran menyebutnya dengan istilah Jawa Reang.

Sedangkan menurut Djajasudarma dkk, dalam buku berjudul, “Monograf Diksi Kesantunan dalam Ranah Sosiolinguistik Pembentukan Karakter: Analisis Bahasa Budaya Sunda di Jawa Barat” (2016), konon bahasa Jawa Reang merupakan hasil enkulturasi dari budaya Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Maka dari itu lahir lah kebudayaan baru termasuk bahasa Jawa Reang tadi. Namun meskipun melahirkan persatuan budaya, kehidupan masyarakat Jawa dengan Sunda di Pangandaran selalu terpisah.

Orang Jawa selalu memisahkan diri di daerah mana mereka dekat dengan orang-orang jawa lainnya. Seperti halnya di daerah Wonoharjo. Di sana hampir 90 persen penduduk berbahasa Jawa Reang, 10 persen lainnya berbahasa Sunda.

Uniknya orang-orang berbahasa Jawa Reang di Wonoharjo dianggap aneh oleh orang Prembun. Selain karena sikap budayanya yang homogen, orang-orang Prembun asli kadang tidak mengerti dengan bahasa Jawa orang Pangandaran.

Baca Juga: Sejarah Kelapa Pendek di Pangandaran, Tumbuhan Langka Ditemukan Pensiunan ABRI

Pangandaran: Daerah Multi Etnis yang Penuh dengan Toleransi

Walaupun struktur masyarakat Jawa Reang senang berpisah dari lingkungan suku Sunda di Pangandaran, menurut riset yang dilakukan oleh dua peneliti linguistik dari UNPAD di atas tadi menggambarkan jika Pangandaran merupakan daerah multi etnis yang penuh dengan toleransi.

Sebab selain adanya suku Jawa di daerah Pangandaran juga terdapat suku Sumatera Barat (Padang) dan Tionghoa. Mereka hidup rukun dengan masyarakat sekitar, bergaul bersama dan menjalin komunikasi yang harmonis.

Meskipun berbeda agama, suku, dan budaya, orang-orang Pangandaran yang multi etnis tetap bersatu dalam kebahagiaan. Mereka rukun bertetangga, tak jarang membantu satu sama lain dalam kerja bakti, hajatan, dan gotong royong pembangunan rumah.

Keadaan rukun, guyub, dan toleransi itu bahkan telah terjadi sejak dulu hingga saat ini. Namun seiring berjalannya waktu keadaan tersebut harus dipertahankan, mengingat Pangandaran telah jadi kota wisata yang bisa menyebabkan tumbuh suburnya perasaan acuh tak acuh (apatisme) yang kuat. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts