Beranda blog Halaman 775

Polisi Masih Lakukan Pemeriksaan Pengendara Moge yang Menyerempet Santri di Ciamis

Polisi-Masih-Lakukan-Pemeriksaan-Pengendara-Moge-Serempet-Santri-di-Ciamis.jpg

harapanrakyat.com,- Polres Ciamis saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap pengendara motor gede (moge) yang diduga menyerempet santri di Ciamis, Jawa Barat.

“Pengendara yang teridentifikasi telah dan sedang kita lakukan pemeriksaan di Polres Ciamis. Jadi semua pengendara sudah teridentifikasi dan sudah kita periksa,” ujar Kasat Lantas Polres Ciamis, AKP Asep Iman Hermawan, Minggu (28/5/2023) di Mapolres Ciamis.

Baca Juga: Seorang Santri di Ciamis Terserempet Rombongan Moge, Korban Alami Luka-luka

Sementara untuk hasil dari pemeriksaan tersebut, pihaknya masih melakukan gelar perkara.

Ia mengatakan, bahwa hasil gelar sendiri, nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan, dan segera akan diinformasikan. 

“Dari pihak HDCI tadi malam juga sudah datang, dan sudah komunikasi dengan pihak pondok pesantren dan juga perwakilan keluarga,” katanya.

Sedangkan untuk kabar terakhir korban berdasarkan informasi yang pihaknya dapatkan, sudah ada kemajuan dan kondisinya semakin membaik.

“Tadi saya dapat info, alhamdulilah ada kemajuan, sudah membaik dan sudah bisa diajak ngobrol,” ucapnya. 

Baca Juga: Moge Diduga Serempet Santri di Ciamis, Pimpinan Ponpes Minta Polisi Tindak Tegas

Asep menegaskan, sampai saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka atas kejadian dugaan moge yang menyerempet santri tersebut.

Pasalnya, saat ini Polres Ciamis masih menghimpun saksi-saksi yang lainnya. “Jadi belum ada penetapan,” tegasnya.

Sementara itu, diberitakan harapanrakyat.com sebelumnya, pengendara moge yang diduga telah serempet sepeda motor yang dikendarai oleh seorang santri di Cihaurbeuti sudah menyerahkan diri ke Polres Ciamis.

Sedangkan untuk korban yang bernama Yayat Riyaduhul Hidayat (23), saat ini masih menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Tasikmalaya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Napak Tilas, Mengungkap Misteri Petilasan Eyang Singaperbaya Gunung Sangkur Kota Banjar

Napak-Tilas-Gunung-Sangkur-1.jpg

harapanrakyat.com,- Laskar Balapati Maung Bodas Cakra Buana Keraton Kasepuhan Cirebon wilayah Ciamis, melakukan napak tilas misteri petilasan Eyang Singaperbaya di Gunung Sangkur Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu (28/05/2023).

Panglima besar pasukan Laskar Adat Maung Bodas Cakra Buana Hataswara mengatakan, lokasi petilasan tersebut tak jauh dari Situs Batu Kasur.

Situs yang diyakini sebagai tempat yang pernah disinggahi oleh Eyang Singaperberbaya itu berbentuk batu.

Misteri petilasan Eyang Singaperbaya menurut riwayat merupakan tempat Sunan Gunung Jati untuk mengajar mengaji.

Menurut keyakinan masyarakat, Eyang Singaperbaya sendiri sebagai sosok punggawa yang menjaga kawasan Situs Batu Kasur dan situs lainnya di Gunung Sangkur.

Baca Juga: Cerita Batu Kasur di Gunung Sangkur Kota Banjar, Sosok Berjubah Putih hingga Pesantren Gaib

“Singaperbaya dipercaya para punggawa yang menjaga tempat tersebut ketika Sunan Gunung Jati mengajar ngaji,” terang Hata kepada harapanrakyat.com, Minggu (28/05/2023).

Tujuan Napak Tilas Petilasan Eyang Singaperbaya di Kota Banjar

Lanjutnya menjelaskan, napak tilas dan kunjungan silaturahmi tersebut bertujuan untuk memetakan lahan-lahan adat yang pada zaman dahulu merupakan wilayah Kasepuhan Cirebon.

Sehingga, lahan-lahan adat kawasan Gunung Sangkur yang pada zaman dahulu merupakan wilayah Kasepuhan Cirebon dapat terjaga. Sekaligus bisa menjadi warisan sejarah bagi generasi selanjutnya.

“Kami napak tilas jejak Eyang Sinuwun Kanjeng Sunan Gunung Jati. Kita berharap semua jejak sejarah yang ada di Gunung Sangkur bisa lebih terjaga dan terawat,” katanya.

Seperti kejadian yang telah lalu, saat perjalanan napak tilas tersebut salah satu anggota sempat ada yang mengalami kejadian ganjil tiba-tiba hilang kesadaran.

Misteri petilasan Eyang Singaperbaya, Hata menyebutkan, anggota yang hilang kesadaran itu seperti mendapat pesan. Namun pesannya baik agar senantiasa menjaga sholat lima waktu dan menjaga sholawat.

“Saat perjalanan kita di petilasan Eyang Singaperberbaya ada kejadian aneh. Tiba-tiba bau wangi. Lalu salah satu anggota kehilangan kesadaran, tapi ada pesan baik supaya tetap menjaga sholat dan sholawat,” ungkap Hata. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Cerita Situs Banyu Mudal Kota Banjar hingga Mitos Keramat Buta Ijo

Situs-Banyu-Mudal.jpg

harapanrakyat.com,- Keberadaan Situs Banyu Mudal di Dusun Karangsari, RT 12, RW 3, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, hingga kini masih menyimpan segudang kisah menarik yang menjadi cerita warga.

Tak hanya memiliki keunikan karena airnya yang tak pernah kering. Situs yang berada di area persawahan itu pun kerap dikaitkan dengan mitos keramat Kurung Hayam dan Buta Ijo.

Warga setempat Yayan Kardiyanto mengatakan, situs tersebut merupakan salah satu mata air dengan luas sekitar 2 meter persegi. Lokasinya berada di area persawahan warga.

Situs Banyu Mudal menurut para tetua sudah ada sejak zaman dahulu. Banyu sendiri memiliki makna air dan mudal berarti keluar. Sehingga warga memaknai banyu mudal sebagai air yang keluar dari dalam tanah.

“Bayu mudal berarti air yang keluar dari dalam tanah. Itu sudah ada sejak zaman dulu kala di Karangsari,” tutur Yayan kepada harapanrakyat.com, Sabtu (27/05/2023).

Air di Situs Banyu Mudal Kota Banjar Tak Pernah Kering

Baca Juga: Kejadian Aneh Situs Batu Kasur Gunung Sangkur Kota Banjar, Warga Diantar Sosok Gaib Macan Kumbang

Lanjutnya menceritakan, airnya tidak pernah mengering meskipun kondisinya dalam keadaan musim kemarau dan kekurangan air. Air yang keluar juga cukup jernih.

Saat datang musim kemarau panjang, tak sedikit warga yang kerap memanfaatkan air Banyu Mudal itu untuk keperluan sehari-hari.

Bahkan, lanjutnya, pada tahun 2019 lalu warga juga yang memanfaatkan air itu dengan cara membuat saluran atau selang untuk mengalirkan air banyu mudal.

“Dari dulu sampai sekarang nggak pernah kering airnya. Warga juga ada yang membuat saluran buat ambil air kalau sedang musim kemarau,” kata Yayan yang juga Kepala Dusun Karangsari.

“Kami juga nggak tahu bisa seperti itu. Katanya ini masih satu jalur (sambungan) sama air yang di Cibeureum. Walaupun kemarau airnya sama nggak pernah habis,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Cerita Batu Kasur di Gunung Sangkur Kota Banjar, Sosok Berjubah Putih hingga Pesantren Gaib

Mitos Keramat Kurung Hayam dan Buta Ijo

Sedangkan, terkait mitos air Situs Banyu Mudal memiliki tuah tersendiri, semisal bikin awet muda dan membawa berkah. Menurutnya ada juga cerita dari warga luar daerah yang pernah berkunjung.

Namun yang jelas, kata Yayan, warga menganggap air tersebut sebagai keberkahan yang bisa dimanfaatkan warga saat musim kemarau, karena airnya tak pernah mengering.

“Ada juga warga luar daerah yang bercerita seperti itu. Tapi kami warga di sini menganggap itu biasa saja. Yang jelas kata pak kuncen airnya bisa buat langsung diminum,” ungkapnya.

Kemudian, terkait keberadaan mitos keramat Kurung Hayam dan Buta Ijo, menurut Yayan, mitos itu tidak ada.

“Yang jelas ada itu Situs Banyu Mudal. Kalau ada mitos makam keramat besar di atas bukit, itu saya yang warga sini juga nggak tahu untuk mitos maupun cerita itu,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Lahan Sawah Kekeringan, Petani di Banjaranyar Ciamis Terjunkan Pompanisasi

Pompanisasi-Lahan-Sawah-Kekeringan.jpg

harapanrakyat.com,- Lahan sawah kekeringan, para petani di Dusun Pongporang, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terjunkan alat pompanisasi untuk menyelamatkan tanaman padinya.

Ketua Gapoktan Desa Sindangrasa Sahman mengatakan, luas lahan persawahan yang mengalami kekeringan di wilayah tersebut mencapai sekitar 40 hektar.

“Dari 70 hektar luas lahan persawahan, saat ini sudah ada 40 hektar lahan sawah yang kekeringan. Maka dari itu kami para petani sepakat untuk menurunkan pompanisasi. Untuk hari ini kami kembali menurunkan satu unit pompa, jadi semuanya sudah ada dua pompa besar yang saat ini kami operasikan,” katanya kepada harapanrakyat.com, Sabtu (26/05/2023).

Sahman menyebutkan, pengoperasian pompanisasi petani di bawah Gapoktan hanya diminta bantuan tenaga untuk menerjunkan pompanisasi. Serta mengalirkan air ke sejumlah lokasi persawahan.

Baca Juga: Musim Panen Padi, Petani di Pangandaran Keluhkan Harga Gabah

“Alhamdulillah, untuk bahan bakar pompanisasi ini dibiayai oleh desa. Petani sangat merasa terbantu sekali,” ungkap Sahman.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangrasa Egi Suprayoga Samsu mengatakan, untuk memperingan para petani, pihaknya mengeluarkan anggaran stimulan buat biaya pompanisasi.

“Biaya stimulan ini merupakan anggaran yang terkumpul dari iuran para pemilik traktor, yang mana di Desa Sindangrasa ini setiap yang memiliki traktor itu ada iuran wajib setiap musim penggarap. Sehingga dari iuran-iuran ini terkumpul dan bisa kita gunakan untuk kebutuhan para petani,” jelas Egi.

Berdasarkan informasi, puluhan hektar sawah yang terancam kekeringan itu rata-rata dalam usia tanam 1 sampai 2 bulan. (Suherman/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Pelaku Curanmor Beraksi di Cipaku Ciamis, Motor Honda Vario Milik Warga Raib

Motor-Honda-Vario.jpg

harapanrakyat.com,- Diparkir depan rumah, motor Honda Vario dengan Nomor Polisi Z 54 16 TW milik Irfan Fahrudin, warga Dusun Ciawitali, Desa Gereba, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, raib diembat maling.

Peristiwa pencurian sepeda motor tersebut terjadi pada Minggu (28/05/2023), sekitar pukul 16.30 WIB.

Irfan Fahrudin mengatakan, setiap hari motor miliknya sudah terbiasa diparkir depan rumahnya. Namun, pada hari Minggu ini ia tertimpa apes. Karena motor yang ia simpan depan rumahnya malah hilang.

Baca Juga: Warga Desa Jalatrang Ciamis Banyak Jadi Pengusaha Besi dan Bengkel Las, Begini Ceritanya

“Saya mengetahui motor hilang itu sepulang dari acara pengajian tahlilan tetangga sekitar pukul 16.30 WIB,” kata Irfan.

Ia menduga pelaku membawa kabur motor curian itu melaju ke arah Ciakar-Kawali. Dalam melakukan aksinya dapat dipastikan pelaku menggunakan kunci khusus. Karena motor dalam keadaan terkunci.

Irfan menambahkan, atas kejadian hilangnya motor Honda Vario miliknya itu ia mengalami kerugian sekitar Rp 8 jutaan.

Kasus pencurian motor tersebut baru dilaporkan ke pemerintah desa setempat dan diinformasikan melalui media sosial Facebook. (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva) (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Bukan Moge Harley Davidson, Polisi: Laka Lantas di Cikalong Tasikmalaya Ninja vs PCX

Kecelakaan-di-Tasikmalaya.jpg

harapanrakyat.com,- Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di Jalan Raya Cikalong, Desa Kalapagenep, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (28/05/2023), bukan rombongan touring moge Harley Davidson.

Hal itu ditegaskan Kapolres Tasikmalaya AKBP. Suhardi Hery Haryanto, saat dikonfirmasi harapanrakyat.com, terkait laka lantas dua sepeda motor di Cikalong.

“Iya, benar ada kecelakaan di Jalan Raya Cikalong tadi pagi. Tapi bukan rombongan touring moge Harley Davidson melainkan motor Kawasaki Ninja dengan Honda PCX,” kata AKBP. Suhardi, Minggu (28/05/2023).

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP. Abdhi Hendriyatna menerangkan kronologis kecelakaan.

Baca Juga: Terlibat Tabrakan, Seorang Remaja di Kota Banjar Luka pada Bagian Kepala

Awalnya sebuah sepeda motor jenis Kawasaki Ninja yang dikendarai Dika datang dari arah Pangandaran menuju Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

“Setibanya di lokasi kendaraan tersebut bersenggolan dengan motor Honda PCX yang dikendarai Gusmawati. Akibatnya korban (Gusmawati) alami luka sehingga harus mendapatkan perawatan medis,” paparnya.

Akibat dari kejadian kecelakaan itu, lanjut AKP. Abdhi, pengendara sepeda motor Honda PCX mengalami luka-luka dibawa ke Puskesmas Cikalong. Kemudian dirujuk ke RS dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Polisi memastikan bukan moge Harley Davidson yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat bijaksana menanggapi informasi yang menyebar agar tidak termakan isu hoax,” tandasnya. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Wisata Kuliner Pagi GBP Kota Banjar Kembali Bergeliat, Omzet Capai Puluhan Juta

Wisata-Kuliner-Pagi.jpg

harapanrakyat.com,- Kawasan wisata kuliner pagi GBP (Gelora Banjar Patroman) di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, kembali bergeliat pasca libur Lebaran Idul Fitri lalu.

Perputaran uang di tempat kuliner pagi yang buka setiap libur akhir pekan itu diklaim mencapai puluhan juta per bulan.

Ketua PKL GBP Langensari Suharyono mengatakan, pasca libur Lebaran Idul Fitri lalu, gelaran wisata kuliner pagi mulai bergeliat kembali. Pekan ini merupakan yang ke empat setelah libur Idul Fitri.

Menurutnya, meski sudah kembali berjalan, namun hingga pekan ke empat ini gebyarnya masih belum begitu terlihat. Karena sejumlah pedagang banyak yang belum berjualan.

Berbagai kegiatan penunjang yang biasanya mampu menarik para pengunjung, sekarang ini juga baru bisa dilaksanakan lagi.

“Minggu ini memasuki pekan ke empat setelah libur Lebaran. Sudah mulai kembali bergeliat. Cuma pedagangnya agak berkurang,” kata Suharyono kepada harapanrakyat.com, Minggu (28/05/2023).

Lanjutnya menyebutkan, sejak pembukaan hingga berjalan aktif selama 6 bulan lebih, omzet dan perputaran uang di kawasan wisata kuliner pagi GBP Langensari ini cukup signifikan. Sehingga sangat membantu mendongkrak ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Pemkot Bandung Segera Menata PKL Tegalega

Dalam sekali gelaran akhir pekan, kata Suharyono, ketika banyak kegiatan dan banyak pengunjung, perputaran uangnya bisa mencapai Rp 9-12 juta per pekan. Atau sekitar Rp 40 juta dalam satu bulan.

“Kalau lagi ramai pengunjung satu pekan bisa sampai 9 jutaan lebih. Rata-rata pengunjung mencapai 600 orang ketika ada event kegiatan,” terangnya.

Penataan Parkir di Kawasan Wisata Kuliner Pagi GBP Kota Banjar

Kemudian, untuk mendukung keramaian wisata kuliner akhir pekan tersebut, pihak paguyuban pedagang meminta agar pemerintah membuat fasilitas seperti gazebo dan wahana selfie.

Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah melakukan penataan pengelolaan parkir pengunjung. Misalnya, penarikan retribusi parkir dilakukan saat pengunjung akan keluar.

Jadi jangan menarik retribusinya saat masuk ke kawasan wisata kuliner, karena itu sangat berdampak pada pengunjung dan juga berimbas pada omset jualan pedagang.

“Dua itu saja yang ingin kami sampaikan. Keluhan itu kami terima dari teman-teman pedagang di kawasan wisata kuliner pagi GBP. Karena berdampak pada pengunjung dan penjualan,” pungkas Suharyono. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Polisi Olah TKP Kecelakaan Pengendara Moge Serempet Santri di Ciamis

IMG_20230528_170405_CsIV42rd7K_6z46sDSN3W.jpeg

harapanrakyat.com,- Ditlantas Polda Jawa Barat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas pengendara moge yang diduga menyerempet santri di Jalan Raya Nasional Cihaurbeuti-Ciamis, Minggu (28/5/2023).

Olah TKP tersebut dilakukan oleh anggota dari unit Traffic Accident Analysis atau TAA Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Barat. Olah TKP itu menggunakan alat laser 3D.

Saat proses scan, kendaraan dari kedua arah ditutup sementara. Setelah scan selesai arus lalu lintas di jalan tersebut kembali normal.

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar Kompol Herman Junaidi mengatakan, pihaknya melakukan olah TKP dengan menggunakan alat 3D laser scanner.

“Iya hari ini kita lakukan olah TKP, dari Direktorat Polda Jabar itu ada 5 anggota dan dari Polres Ciamis juga kami libatkan,” katanya.

Menurutnya, hasil olah TKP menggunakan 3D scanner tersebut kurang lebih sekitar satu Minggu kemudian.

“Nanti kita tunggu dulu hasil dari kita melakukan scanner TKP. Tunggu kurang lebih satu Minggu kemudian nanti akan kita sampaikan,” tuturnya.

Herman menjelaskan, alat 3D scanner ini mempunyai kegunaan untuk menganalisa terjadinya suatu kecelakaan lalu lintas jalan raya.

Baca Juga: Pengendara Moge yang Serempet Santri di Ciamis Menyerahkan Diri ke Polisi

“Alat 3D ini untuk menganalisa terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan raya,” jelasnya.

Sementara itu, pengendara moge yang terlibat kecelakaan diduga menyerempet seorang santri telah menyerahkan diri ke Polres Ciamis.

Bahkan, saat ini pengendara motor gede tersebut sedang dalam dimintai keterangan oleh petugas dari Polres Ciamis.

“Bersangkutan telah datang sendiri kooperatif ke Polres Ciamis dan saat ini sedang kami mintai keterangan,” ujar Kasat Lantas.

Sementara itu, kondisi Yayat (23) yang merupakan korban yang terserempet pengendara moge saat ini sedang menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Tasikmalaya, Jawa Barat. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Antigen Reaktif, Santri Korban Lakalantas Kesenggol Moge Dirujuk ke RSUD Tasikmalaya

santri.jpg

harapanrakyat.com,- Polres Ciamis mengungkap santri korban lakalantas kesenggol rombongan motor gede (moge) di Ciamis berdasarkan hasil swab antigen menunjukkan reaktif. Sehingga korban akan menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Dokter Soekardjo Tasikmalaya.

Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro menjelaskan, pasca terjadi peristiwa kecelakaan, saat ini korban masih dalam proses observasi oleh dokter.

Sementara untuk penanganan kecelakaan tersebut selain langsung oleh Polres Ciamis, juga Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar yang ikut melakukan penyelidikan. 

Baca juga: Pengendara Moge yang Serempet Santri di Ciamis Menyerahkan Diri ke Polisi

“Untuk korban itu dirujuk ke RSUD Dokter Soekardjo dari RS TMC karena hasil swabnya reaktif,” terangnya, Minggu (28/5/23). 

Sebelumnya, kecelakaan antara rombongan moge dan pengendara motor aerox yang merupakan seorang santri terjadi di jalan Cihaurbeuti, Ciamis sekitar pukul 14.00 WIB. 

Sementara itu, salah satu korban yang bernama Yayat harus mendapatkan penanganan medis karena kecelakaan ini, terlebih korban sempat muntah darah. (Apip/R6/HR-Online/Editor:Muhafid)

Pengendara Moge yang Serempet Santri di Ciamis Menyerahkan Diri ke Polisi

Pengendara-Moge-yang-Serempet-Santri-di-Ciamis-Menyerahkan-Diri-ke-Polisi.jpg

harapanrakyat.com,- Pengendara motor gede (moge) yang diduga menyerempet santri di  Kabupaten Ciamis telah menyerahkan diri ke Polres Ciamis. Korban Yayat (23) mengalami luka hingga muntah darah akibat kecelakaan tersebut.

Kasat Lantas Polres Ciamis, AKP Asep Iman Hermawan membenarkan pengendara motor gede tersebut mendatangi kantor Mako Polres Ciamis.

“Yang bersangkutan sudah datang secara kooperatif dan sekarang sedang kami mintai keterangan. Mohon waktunya sedang proses penyelidikan,” kata Asep melalui pesan singkatnya, Minggu (28/5/2023).

Baca Juga : Pasca Kecelakaan Moge Vs Aerox di Ciamis, Polda Jabar Bentuk Timsus untuk Buru Pelaku

Berita sebelumya, pada hari Sabtu (27/5/2023) telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Nasional Cihaurbeuti – Ciamis, tepatnya di Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti. 

Kecelakaan melibatkan pengendara moge Harley Davidson menyerempet pengendara santri. Akibatnya, korban yang merupakan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Abidin Cihaurbeuti itu harus menjalani perawatan.

Korban mengalami luka-luka dan memar pada wajah, bahkan sampai muntah darah, saat ini menjalani perawatan medis di RS TMC Tasikmalaya. 

Baca Juga : Perwakilan HDCI Tasikmalaya Kunjungi Korban Kecelakaan Moge Vs Aerox di Ciamis

Namun, setelah menyerempet korban pengendara motor yang diduga moge itu tidak berhenti dan melarikan diri. 

Maka dari itu, setelah kejadian pengendara moge menyerempet santri, petugas kepolisian dari Polres Ciamis langsung mendatangi pihak korban. Polisi langsung meminta keterangan dan mendalami peristiwa tersebut. (Ferry/R12/HR-Online/Editor: Rizki)

Recent Posts