Beranda blog Halaman 761

Dear Pemilik Tuyul, Mohon Kesadaran Jangan Beraksi di Burujul Tasikmalaya

Spanduk-Tuyul.jpg

harapanrakyat.com,- Heboh, sebuah spanduk bertuliskan himbauan kepada pemilik tuyul dipasang oleh warga Kampung Burujul, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (03/06/2023).

Dalam spanduk dengan latar warna biru dan gambar tuyul bertaring itu dilengkapi tulisan “Mohon Kesadaran Kepada Pemilik Tuyul Jangan Lagi Beraksi di Daerah Burujul Perbuatan Anda Dosa besar”.

Spanduk tersebut sengaja dipasang karena sejumlah warga kesal sering kehilangan uang tanpa sebab.

Tak hanya uang hasil berdagang, uang pajak titipan masyarakat juga hilang tanpa sebab. Padahal, laci lemari dalam keadaan terkunci rapat.

Baca Juga: Detik-detik Pencuri Helm Beraksi di Toko Pakaian Tasikmalaya Terekam CCTV

“Jadi karena memang uang sering hilang, baik itu uang dagangan hingga uang pajak warga. Hilangnya itu kadang 100 ribu, kadang 200 ribu. Makanya kakak saya inisiatif pasang spanduk ini. Bukan menuduh ini mah, tapi untuk menyadarkan aja,” kata Euis Karsusi, Ketua RT setempat, Sabtu (03/06/2023).

Euis menjelaskan, alasan memasang spanduk itu untuk menyadarkan pemilik tuyul agar tidak beraksi lagi di kampungnya.

“Itu supaya sadar saja, karena perbuatan itu dosa, dengan usaha mengambil uang orang lain lewat tuyul. Sekali lagi tidak menuduh siapapun yah,” tandasnya.

Euis juga mengungkapkan, uang yang hilang mulai hasil jual beras, arisan hingga uang pajak warga yang ia kumpulkan.

“Capek saya pak, hilang terus uang tiap pagi, saya harus ganti uang orang tanpa saya pakai,” ungkapnya sambil menangis.

Bahkan saking ketakutan hilang lagi, Euis mengaku selalu membawa tas berisi uang kemanapun ia pergi.

“Mandi saja saya bawa tasnya dan saya gantungin. Kalau kemana-mana saya bawa ini uang pakai tas,” pungkasnya. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Jelang Idul Adha Peternak Sapi di Kota Banjar Was-was Penyakit PMK

Peternak-Sapi.jpg

harapanrakyat.com,- Menjelang Lebaran Idul Adha 1444 H, pengusaha dan peternak sapi di Kota Banjar, Jawa, masih was-was dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternaknya.

Pasalnya, penyakit yang menyerang ternak sapi itu bisa mempengaruhi omset penjualannya menurun hingga 70 persen.

Seperti yang dialami Enceng, peternak sapi asal Dusun Parung, RT 41, RW 1, Desa Balokang, Kecamatan Banjar.

Ia mengaku mendekati Lebaran Idul Adha ini omset jualannya belum ada tanda-tanda mengalami peningkatan. Bahkan menurun drastis hingga sekitar 70 persen. 

Omset penjualan ternak sapi miliknya tersebut menurun jika dibandingkan tahun lalu. Saat itu sebanyak 60 ekor lebih laku terjual. Namun, menjelang Idul Adha tahun ini baru beberapa ekor yang sudah terjual.

Menurutnya, penyebab omset penjualan menurun lantaran masih adanya wabah penyakit mulut dan kuku, serta dampak ekonomi pasca pandemi Covid-19. Belum lagi sekarang ada penyakit benjolan pada kulit sapi (Lumpy Skin Disease).

“Penjualan sekarang merosot. Tahun lalu saya 60 ekor lebih, sekarang mah 30 ekor juga belum laku. Baru beberapa yang sudah pesan,” ungkap Enceng kepada wartawan, Sabtu (03/06/2023).

Baca Juga: Idul Adha 2023, Peternak Domba dan Kambing di Ciamis Siap-Siap Raup Cuan

Peternak Sapi di Kota Banjar Jual Sapi Lokal

Lanjutnya menyebutkan, untuk menghindari penyakit mulut dan kuku dan antisipasi kerugian, tahun ini ia hanya menjual sapi dari peternak lokal.

“Punya saya sapi lokal semua. Nggak ambil dari Jawa takut kena PMK, kayak tahun kemarin sapi saya ada yang mati kena virus,” katanya.

Enceng juga menjelaskan, jenis sapi lokal yang ia stok dan sudah dalam kondisi siap jual yaitu sapi silangan Limousin, Simental, dan Sapi Ongole.

Adapun bobot satu ekor sapi mencapai rata-rata 8 kuintal. Harga jual untuk satu ekor sapi berkisar Rp 35 jutaan, dan pembelinya kebanyakan dari Banjar.

Semua ternak sapinya itu dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit, dan sudah menjalani pemeriksaan petugas kesehatan hewan.

“Sekarang stok yang ada 30 ekor. Belum ada penambahan stok kecuali ada pesanan lagi dari pembeli,” pungkas Enceng, salah seorang peternak sapi di Kota Banjar. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Kasus Pencurian BH di Ciamis Diselesaikan secara Kekeluargaan

Pencurian-BH-1.jpg

harapanrakyat.com,- Kasus pencurian BH yang terjadi di lingkungan Perum Kota Galuh, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, telah diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Kapolsek Ciamis Kompol. Ismet Inono mengatakan, pihak keluarga korban tidak menginginkan kasus tersebut diperpanjang. Sehingga untuk penyelesaiannya dilakukan dengan perdamaian dari kedua belah pihak.

“Iya betul sudah clear kasusnya waktu itu juga. Keluarga pelaku sudah meminta maaf kepada korban. Jadi, kedua belah pihak sudah melakukan pernyataan berdamai. Harapannya kejadian ini jangan terulang lagi,” terang Ismet, Sabtu (03/06/2023).

Baca Juga: Pencurian BH Terekam CCTV Gegerkan Warga Ciamis, Polisi: Motif Pelaku untuk Masturbasi

Sebelumnya pencurian BH membuat geger warga lingkungan Perum Kota Galuh, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.

Dalam video yang diunggah oleh akun @ciamis.info itu terlihat seorang pria sedang mengambil pakaian dalam wanita yakni BH yang sedang dijemur di salah satu rumah warga.

Rekaman video CCTV itu terlihat tanggal kejadiannya pada 31 Mei 2023, sekitar jam 04.21 WIB.

Kapolsek Ciamis Kompol Ismet Inono membenarkan adanya kasus pencurian BH. Pelakunya berinisial TN, sedangkan motif pelaku untuk masturbasi. (Feri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Pencurian BH Terekam CCTV Gegerkan Warga Ciamis, Polisi: Motif Pelaku untuk Masturbasi

Pencurian-BH.jpg

harapanrakyat.com,- Pelaku pencurian BH terekam CCTV gegerkan warga lingkungan Perum Kota Galuh, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Sebelumnya warga di lingkungan tersebut sempat heboh dengan hilangnya pakaian dalam wanita yakni bra atau BH saat dijemur.

Namun, misteri hilangnya BH itu terungkap setelah adanya rekaman kamera CCTV di salah satu rumah warga.

Dalam rekaman yang diunggah akun @ciamis info itu memperlihatkan seorang pria sedang mengambil BH yang dijemur di luar rumah. 

Rekaman video CCTV itu terlihat tanggal kejadian pada 31 Mei 2023, sekitar pukul 04.21 WIB lalu. Atas adanya kejadian tersebut, korban pun langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

Baca Juga: Terekam CCTV, Seorang Pria Berpeci Diduga Maling Motor di Unigal Ciamis

Kapolsek Ciamis Kompol. Ismet Inono membenarkan adanya pencurian BH yang terekam CCTV. Pencurian itu terjadi di salah satu perumahan di daerah Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.

“Iya betul ada kejadian pencurian BH. Pelakunya berinisial TN, motifnya untuk masturbasi,” terangnya, Sabtu (03/06/2023).

Namun, lanjut Ismet, kasus pencurian itu telah diselesaikan secara kekeluargaan dari kedua belah pihak. Karena, keluarga dari pihak korban juga tidak ingin memperpanjang kasus tersebut.

“Waktu itu juga sudah clear kasusnya. Keluarga pelaku juga sudah minta maaf kepada korban, dan kedua belah pihak telah melakukan pernyataan untuk berdamai dengan harapan kejadian tersebut tidak terulang lagi,” pungkasnya. (Feri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Rumah Kuno di Cimari Ciamis Berusia 100 Tahun Masih Kokoh, Ternyata Pernah Jadi Markas Belanda

Rumah-Kuno-di-Cimari-Ciamis.jpg

harapanrakyat.com – Di Kabupaten Ciamis ternyata masih terdapat bangunan rumah kuno, salah satunya di Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng. Ada 5 bangunan rumah kuno yang usianya lebih dari 100 tahun, namun kontruksi bangunan masih kokoh dan sangat terawat.

Tidak hanya itu, ada salah satu rumah di Dusun Desa Kulon, Desa Cimari ini yang pernah menjadi markas tentara Belanda pada zaman penjajahan.

Kepala Desa Cimari, Ricy Aryana mengatakan, di Desa Cimari ini terdapat 5 bangunan rumah kuno yang memiliki arsitektur dengan motif seperti bangunan Eropa. Kondisinya masih terawat, bahkan konstruksi bangunannya juga sejak dulu masih tetap sama, hanya ada perawatan pada bagian warna catnya saja.

“Iya ada 5 rumah kuno, itu usianya ada yang lebih dari 100 tahun. Namun untuk konstruksinya masih sama seperti dulu tidak ada perubahan. Paling yang berubah itu cuma catnya saja yang lainnya masih tetap sama,” katanya, Sabtu (3/6/2023).

Rumah Kuno di Cimari Ciamis Milik Pribadi

Menurut Riky, kelima rumah kuno tersebut rinciannya, satu rumah milik pasangan H. Mh Machdi dan Hj Juhana yang ditandai dengan tulisan pada dinding dengan tahun 1901.

Kemudian tiga rumah kuno lainnya milik anak dan cucu H. Mh Machdi dan Hj Jugana di Dusun Desa Kulon. Terakhir, satu rumah lagi milik Juragan Demang Karnabrata di Dusun Ranjirata.

Salah satu rumah kuno di Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis yang masih kokoh berdiri. Foto: Feri/HR

“Kalau H. Mh Machdi itu merupakan warga biasa, itu rumahnya dulu pernah dijadikan markas tentara Belanda. Kini rumahnya kosong karena keluarganya berada di Bandung. Tapi kalau hari raya Lebaran mereka suka datang dan mengisi rumah tersebut,” tuturnya.

Baca Juga: Melihat Terowongan Air Mak Rodiah 140 Meter di Ciamis yang Pernah Raih Kalpataru

“Sedangkan untuk rumah milik Juragan Demang Karnabrata ini adalah rumah yang paling pertama berdiri di Desa Cimari jadi paling tua. Juragan Demang ini juga adalah Kepala Desa Cimari pertama. Kini rumahnya masih kokoh, keluarganya juga masih ada, tapi hanya setahun sekali datang ke rumah tersebut,” tambahnya.

Ricy menambahkan, untuk pemeliharaannya itu masih sama keluarga. Ini menjadi motivasi bagi pihak desa Cimari Ciamis untuk mengelola dan mendata secara detail tentang sejarah rumah kuno peninggalan Belanda tersebut.

“Karena ini merupakan warisan leluhur, warisan budaya, mudah-mudahan saja ini bisa bertahan dan diketahui khalayak. Bagaimana sih bangunan ini? Karena sampai sekarang belum ada renovasi dan sebagainya terhadap rumah-rumah kuno tersebut,” terangnya.

Penggiat Budaya: Banyak Rumah Kuno di Ciamis

Sementara itu, Penggiat Budaya Ciamis, Ilham Purwa mengatakan, keberadaan rumah kuno yang dibangun pada masa kolonial di Kabupaten Ciamis itu terbilang banyak. Rumah kuno yang terdata sekitar 20 rumah lebih. Pendataan rumah kuno tersebut mulai dari spesifikasi bangunan hingga status rumah apakah milik pribadi atau umum.

“Bangunan pribadi itu yang berbentuk bangunan rumah yang sekarang fungsionalnya sebagai rumah pribadi, sedangkan bangunan publish biasanya itu merupakan gedung atau pabrik. Sekarang rata-rata yang bangunannya publish itu terbengkalai atau kurang perhatian, tapi yang statusnya pribadi rata-rata terpelihara karena ada penghuninya yang memelihara,” katanya.

Rumah Kuno di Cimari Ciamis
Rumah kuno di Cimari Ciamis yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Foto: Feri/HR

Menurut Ilham, sebaran bangunan-bangunan rumah kuno itu berada di titik-titik sentral ketika masa kolonial, contohnya di wilayah Maleber, Cimari dan pusat Kota Ciamis.

“Kenapa di Maleber, karena dulu pada masa tahun 1800 awal, era Bupati Adipati Adikusuma Ciamis Utara itu masuk pada residenan Cirebon. Nah barulah kesini-kesininya masuk Ciamis dan notabane dulu itu masih Kabupaten Galuh,” tuturnya.

Ilham menambahkan, Cimari, Wanasigra dan Cikoneng itu dulunya adalah wilayah perindustrian. Dulu sentralnya batik, rempah-rempah dan bahkan sampai sekarang identik dengan perindustrian seperti kerupuk dan komoditi lainnya. Maka di titik-titik itulah banyak ditemui bangunan kolonial.

“Saya berharap bangunan kolonial ini dapat terpelihara baik oleh pribadi maupun pemerintah. Karena beberapa bangunan kolonial memiliki nilai sejarah yang memang tidak bisa diukur oleh finansial. Oleh karena itu harus bisa dilestarikan dan dirawat untuk menyampaikan sejarah ke generasi selanjutnya,” tegasnya.

Rumah Kuno di Cimari Ciamis Aset yang Harus Dipelihara

Muharam Ahmad Zajuli selaku Kabid Kebudayaan pada Disbudpora Ciamis mengatakan, keberadaan bangunan-bangunan rumah kuno di Cimari merupakan aset yang tetap terpelihara dan bisa dipelihara.

“Artinya dari sisi struktur tidak membahayakan, kemudian dari sisi struktur juga bisa kita pertahankan keberadaannya dimana itu merupakan salah satu langkah-langkah kami dalam amanat UU nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya,” katanya.

Menurutnya, selama ini Pemerintah Kabupaten Ciamis sedang melakukan inventarisasi tentang benda-benda atau situs cagar budaya.

Salah satunya Disbudpora Ciamis telah menginventarisir jumlah situs. Selanjutnya Disbudpora Ciamis akan menginventarisir benda cagar budaya atau benda yang diduga cagar budaya.

“Karena ini merupakan tanggung jawab kita, tanggung jawab pemerintah dan negara. Bahwa bangunan kuno atau situs yang ada di kita itu perlu dikelola oleh masyarakat untuk dilindungi, untuk dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai benda cagar budaya,” tuturnya.

Terkait banyaknya rumah kuno di Ciamis, Muharam mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga dan memelihara bangunan tersebut.

“Kepemilikan memang milik mereka, mau digimana kan itu tergantung yang punya. Namun kita mengajak untuk menjaga, melindungi dan memeliharanya dengan baik,” terangnya.

“Karena nantinya juga bisa dikembangkan seperti pengetahuan seperti sejarahnya atau heritage, dan untuk bisnis juga bisa seperti cafe, dan foto prewedding dan lain-lainnya,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Erick Thohir Janjikan Kurnia Meiga Jadi Pengusaha Usai Bantu Pengobatan

Erick-Thohir-Janjikan-Kurnia-Meiga.jpg

Erick Thohir janjikan Kurnia Meiga jadi pengusaha usai bantu pengobatan. Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI tersebut akan membantu perekonomian sang mantan kiper Timnas Indonesia. Ia akan menjadikannya pengusaha dalam bidang franchise. 

Hal itu ia sampaikan langsung oleh Erick Thohir saat bertemu dengan mantan kiper sepak bola Timnas, sebagaimana unggahan dari akun pribadi @erickthohir.

Kurnia Meiga adalah salah satu pahlawan yang pernah membela Timnas Indonesia. Sayangnya mantan kiper tersebut terpaksa berhenti di puncak karirnya sebab memiliki gangguan di matanya. 

Bahkan, belum lama ini pahlawan Timnas itu berniat untuk menjual medali yang pernah dia dapatkan semasa karirnya di dunia sepak bola. Hal itu demi biaya pengobatanya. 

Baca juga: Erick Thohir Ulang Tahun ke-53, Dapat Kejutan Kedatangan 5 Legenda Sepak Bola Dunia

Tidak berselang lama dari berita tersebut beredar, Erick Thohir selaku ketua PSSI langsung bertindak untuk membantu pengobatan Kurnia Meiga. 

Ketua PSSI itu juga mendatangkan sejumlah dokter untuk pemeriksaan awal Kurnia Meiga di  kediamannya beberapa minggu yang lalu. 

Belum lama ini, Erick Thohir juga telah bertemu secara langsung dengan Kurnia Meiga usai pemeriksaan di salah satu rumah sakit. 

Komitmen Erick Thohir Janjikan Kurnia Meiga

Ketua umum PSSI, Erick Thohir memang telah memberikan bantuan pada salah satu pahlawan Timnas Indonesia itu. 

Bahkan, ia mendatangkan dokter ke kediaman Kurnia Meiga, membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Tak hanya itu, ia juga mencarikan alat bantu untuk penglihatan Kurnia Meiga. 

Bahkan, Erick Thohir juga akan membantu perekonomian sang mantan kiper Timnas tersebut dengan menjanjikan Kurnia Meiga jadi pengusaha dengan bantuan modal darinya. 

“Saya bersepakat Insya Allah kita bantu jadi pengusaha,” janji Erick Thohir. 

Sebagai gantinya, Erick Thohir meminta bantuan kepada mantan kiper Arema FC serta Timnas itu untuk memberi motivasi pada pemain-pemain muda sepak bola. 

“Sekali-kali Meiga janjikan bantu saya, ketemu pemain-pemain muda, memberikan motivasi dan kisah hidup baik yang bagus maupun yang buruk,” Ujar Erick Thohir. 

Selain menjanjikan Kurnia Meiga menjadi pengusaha, Erick Thohir juga akan tetap membantu sang pahlawan Timnas tersebut untuk mencari alat bantu penglihatannya. (Fatmawati/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Polisi Masih Mencari Sopir Mobil Pickup Pelaku Tabrak Lari yang Menewaskan Warga Kota Banjar

sopir-mobil-pickup-pelaku-tabrak-lari-di-kota-banjar.jpg

harapanrakyat.com,- Polisi dari Unit Gakkum Satlantas Polres Kota Banjar masih mencari sopir mobil pickup yang tabrak lari pengendara sepeda motor Honda Beat di Jalan Nasional Siliwangi, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.

Kasat Lantas Polres Banjar AKP Yudiono, melalui Kanit Gakkum Iptu. Eko mengatakan, saat ini pihaknya mencari data pendukung untuk menemukan pelaku tabrak lari itu.

“Untuk perkembangan, kami dari Unit Gakkum masih mencari data pendukung kamera CCTV yang ada di sekitar Kota Banjar,” kata Eko, Jumat (2/6/2023).

Baca Juga: Jadi Korban Tabrak Lari, Seorang Pria di Kota Banjar Alami Luka Serius

Ia menyebutkan, pihaknya juga masih mencari informasi dari pengurus kendaraan angkutan. Namun, sampai saat ini belum ada titik terang.

“Kami juga mencari informasi dari pengurus-pengurus kendaraan angkutan. Tetapi belum ada titik terang identitas kendaraan yang melarikan diri itu,” terangnya.

Lanjut Eko, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan hingga sopir mobil pickup pelaku tabrak lari itu bisa ditemukan.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa kecelakaan itu terjadi di Jalan Nasional Siliwangi, pada (25/5/2023), dan menewaskan pria bernama Odih, seorang pengendara sepeda motor Honda Beat.

Sampai saat ini, pengemudi mobil pickup yang menyenggol korban melarikan diri dan belum ditemukan. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Long Weekend, Okupansi Hotel di Pangandaran Meningkat

Okupansi-Hotel-di-Pangandaran.jpg

harapanrakyat.com,- Berbagai fasilitas penginapan di Pangandaran dalam momentum long weekend dan libur sekolah mengalami peningkatan pengunjung. Bahkan tingkat kenaikan okupansi hotel di Pangandaran mencapai 40 persen dari hari biasanya. 

Iwan Krisna, salah satu manajer hotel mengaku saat ini pengunjung banyak yang menggunakan penginapan selama berlibur di lokasi wisata Pangandaran

Bahkan, kata Krisna, yang menginap di hotelnya meningkat hingga 40 persen dari biasanya. 

Baca juga: Polres Pangandaran Dorong Pengusaha Rental Maksimalkan SOP Sewa Kendaraan Wisata

“Alhamdulillah momen libur anak sekolah dan long weekend ada peningkatan dari hari biasanya. Kalau soal harga kamar masih relatif terjangkau,” ujarnya, Jumat (2/6/23). 

Senada juga diungkapkan Heri, salah seorang pegawai hotel Pantai Indah Timur. Ia menyebut banyak pengunjung yang sudah memesan penginapan jauh-jauh hari.

“Sekarang hotelnya penuh, Alhamdulillah,” ujarnya.

Meski harga penginapan di Pangandaran terjangkau, lanjutnya, namun pihaknya akan memberikan pelayanan maksimal ke tamu. Hal tersebut agar mereka betah dan bisa kembali lagi ke Pangandaran. (Entang/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Disdukcapil Berencana Gunakan Bangunan Eks Puskesmas Ciamis, untuk Apa?

Bangunan-Eks-Puskesmas-Ciamis.jpg

harapanrakyat.com,- Disdukcapil Ciamis merencanakan penggunaan bangunan eks UPTD Puskesmas Ciamis sebagai tempat pelayanan masyarakat membuat KTP dan KK.

Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah Ciamis Muhammad Juanda menilai penggunaan bangunan tersebut bagus untuk pelayanan masyarakat. 

Selain bangunannya yang masih layak, kata Muhammad, juga sangat sesuai untuk melayani masyarakat yang ingin membuat KTP maupun KK.

Baca juga: Pos Pelayanan Disdukcapil Ciamis Diserbu Pengunjung Ngarak Pataka

“Bagus kalau mau ada yang menggunakannya. Sehingga gedung utama tidak terganggu, terlebih kantor Capilduk sangat sibuk dalam melayani administrasi kependudukan,” ujarnya, Jumat (2/6/23). 

Ia menambahkan, kondisi saat ini masyarakat yang ingin membuat administrasi kependudukan harus ke satu tempat, yakni Kantor Capilduk. Sehingga seringkali membludak dan memerlukan kantor baru. 

Karena itu, bangunna eks Puskesmas itu cocok untuk pelayanan agar lebih maksimal lagi. Apalagi, selain lahan parkir memadai, lokasinya juga berada di jalan satu jalur, sehingga aman.

“Terus tempat antrian warga juga sudah tersedia, ruangan tunggunya di luar dan di dalam. Sehingga dengan menggunakan bangunan tersebut pelayanan bisa maksimal,” jelasnya. (Es/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Fakta Oknum Guru Ngaji di Garut yang Jadi Tersangka Predator 17 Anak

Oknum-Guru-Ngaji.jpg

harapanrakyat.com,- Oknum Guru ngaji  yang menjadi tersangka predator 17 anak laki-laki di Garut makin terungkap. Pelaku yang berinisial AS (51) itu ternyata seorang duda tua yang merupakan pendatang di lingkungan tempat tinggal saat ini. 

Berdasarkan informasi, AS merupakan seorang petani. Namun di kampung para korban banyak orang tua mempercayainya untuk mengajar ngaji anak-anak mereka. 

Di hadapan petugas, AS mengaku baru setahun mengajar ngaji. Namun hasrat menyukai anak-anak itu baru sebulan terakhir.

Baca juga: Polda Hingga Mabes Ikut Tangani 17 Korban Predator Anak di Garut

Bahkan, lanjutnya, AS melakukan aksinya itu disaksikan korban lainnya.

“Ada yang dua kali, ada juga yang baru sekali. Tempatnya ya di rumah, kadang ada yang dipegang-pegang, dicium, ada juga yang di mainin alat kelaminya, juga ada yang ditindih (sodomi, red),” jelasnya.

Oknum Guru Ngaji AS Sering Ceramah

Sementara itu, Syarif, tetangga pelaku mengungkapkan, AS merupakan pendatang asal Cisurupan, Garut. Ia tak menyangka AS nekat berbuat seperti itu kepada korban.

“Sebagai pendatang, ya bermukim di sini sudah ada 10 tahun, karena menikah dengan orang sini,” Syarif, tetangga pelaku. Jumat (2/6/2023) di rumahnya.

Baca juga: Kasus Sodomi Anak di Garut, Kemenag: Penyimpangan Seksual Berkedok Guru Ngaji

Menurutnya, AS sering ceramah di masjid. Bahkan sering membahas masalah azab kaum Nabi Luth.

“Sering ceramah di masjid. Bahkan pembahasannya juga terkait azab kaum Nabi Luth. Ya bagus ceramahnya, tapi nggak nyangka juga,” jelasnya.

Tak hanya itu, oknum guru ngaji tersebut juga terkenal baik oleh tetangga sekitar. Namun, karena kasus ini banyak yang tidak menyangka atas kelakukan bejatnya itu.

Keluarga Korban Mulai Terbuka

Berdasarkan keterangan orang tua korban, Mamang (bukan nama sebenarnya), pelaku kerap mengajar ngaji kepada korban mulai usai shalat magrib. Awalnya, mereka mempercayakan anak-anaknya ke pelaku karena tidak ada pungutan biaya. 

“Dia mengajarnya usai shalat magrib sampai isya. Banyak orang tua anak-anak di sini yang titip ngaji ke dia karena tidak dipungut bayaran,” katanya.

Ia menceritakan, para orang tua korban awalnya tak mau melapor atas perbuatan pelaku. Namun usai musyawarah dengan tokoh lain, akhirnya orang tua lain pun ikut melapor ke polisi.

“Tadinya saya merasa senang karena anak saya mau ikutan ngaji di pelaku. Jadi awal ngaji itu pas bulan ramadhan. Tapi seiring berjalannya waktu, anak saya cerita ke mamahnya mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya,” tambahnya.

Usai insiden mengerikan itu, korban pun berubah menjadi pemarah, bahkan memvonis sang guru ngaji sebagai iblis.

“Anak saya jadi berubah. Biasanya nurut kalo saya suruh mandi, justru malah jadi pemarah. Kaya sekolah, sekarang jadi gak mau sekolah, malu katanya. Dia sempat bilang guru ngajinya memiliki perbuatan iblis,” imbuhnya.

Atas perbuatan tersebut, para orang tua korban menyatakan tak ikhlas anaknya telah menjadi korban predator AS. 

Bahkan, saat ini para orang tua korban merasa terpukul dan was-was dengan kondisi anaknya.

“Saya nggak ridho anak saya jadi korban. Istri saya jadi nggak nyaman, sulit tidur. Tadinya saya simpati kepada pelaku, ternyata bejat,” tutupnya.

Saat ini penangan korban datang dari berbagai pihak. Bahkan, Polda dan Mabes Polri harus menurunkan dokter psikiater dan psikolog guna trauma healing. (Pikpik/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Recent Posts