Beranda blog Halaman 39

LABINOV Subang Raih Hak Cipta, Bukti Nyata Ekosistem Inovasi Daerah yang Hidup

Subang – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang mencatat sejarah baru. Inovasi unggulan mereka, Laboratorium Inovasi Daerah Kabupaten Subang atau LABINOV Subang, resmi memperoleh pengakuan Hak Cipta pada 29 Oktober 2025.

Pengakuan tersebut tertuang dalam Surat Pencatatan Ciptaan Nomor EC002025166183 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.

Platform Pembelajaran Inovasi yang Berdampak

LABINOV Subang diluncurkan pada 29 Juni 2021 melalui kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Program ini menjadi wadah pembelajaran, pendampingan, dan fasilitasi pengembangan inovasi yang dikelola BP4D Kabupaten Subang.

Sasarannya meliputi seluruh perangkat daerah, unit kerja pemerintah, desa dan kelurahan, satuan pendidikan formal maupun nonformal, hingga masyarakat umum. Berbagai kegiatan seperti coaching clinic, workshop, pendampingan, fasilitasi, serta monitoring dan evaluasi rutin digelar. Puncaknya adalah kompetisi tahunan Subang Innovation Festival, yang telah berlangsung dua tahun berturut-turut.

Dari 221 Inovasi hingga Apresiasi Nasional

Sejak berdiri, LABINOV Subang telah melahirkan 221 inovasi yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati. Beberapa inovasi bahkan berhasil menembus ajang Top Inovasi KIJB (Kompetisi Inovasi Jawa Barat) dan meraih penghargaan bergengsi.

Konsistensi Pemerintah Kabupaten Subang dalam menumbuhkan budaya inovasi juga mendapat apresiasi nasional. Pada tahun 2022, Pemda Subang menerima Penghargaan INAGARA (Inovasi Administrasi Negara) dari LAN RI.

Dorong Peningkatan Indeks Inovasi Daerah

Kepala BP4D Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, S.STP, menegaskan bahwa pencapaian Hak Cipta ini menjadi bukti nyata kinerja BP4D dalam menumbuhkan ekosistem inovasi di daerah.

“Kami berharap, momentum ini menjadi pemicu untuk lebih meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Subang yang pada tahun 2024 berada pada skor 52,65 dengan predikat Inovatif, menuju predikat yang lebih tinggi, yaitu Sangat Inovatif,” ujar Iwan.

Ia juga menyampaikan bahwa BP4D akan segera bertransformasi menjadi BAPPERIDA (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah).

“Tentunya riset dan inovasi akan menjadi arus utama, yang memberikan warna pada perencanaan pembangunan di Kabupaten Subang,” tegasnya.

Lindungi Inovator dengan Hak Kekayaan Intelektual

BP4D berkomitmen untuk terus melindungi hasil karya inovator daerah. Ke depan, instansi ini akan memfasilitasi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi inovasi yang lahir dari LABINOV Subang, termasuk karya dari kompetisi inovasi tahunan.

Langkah ini menjadi bentuk apresiasi terhadap para inovator lokal sekaligus dorongan agar inovasi di Kabupaten Subang terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pemuda Subang Bergerak, Indonesia Bersatu di Peringatan Sumpah Pemuda ke-97

Sumpah Pemuda Subang 2025

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tingkat Kabupaten Subang yang digelar di Halaman Kantor Bupati Subang, Selasa (28/10/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Dalam upacara tersebut, Kurniawan, siswa SMAN 1 Purwadadi, membacakan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Sementara itu, mahasiswa Politeknik Maritim Eka Utama Subang membacakan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928.

Peserta upacara terdiri dari berbagai unsur, seperti BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Tagana, PGRI Subang, pelajar, mahasiswa, dan 100 peserta Jambore Pemuda 2025 yang sebelumnya melakukan long march dari Gedung Cadika menuju Halaman Kantor Bupati Subang.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Dalam amanat itu disebutkan bahwa momen Sumpah Pemuda adalah titik kesadaran nasional ketika pemuda dari berbagai daerah menyadari mereka memiliki tujuan yang sama.

“Sebuah momen bersejarah yang menandai lahirnya kesadaran nasional bahwa pemuda dari berbagai daerah, suku, dan bahasa memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan bersatu,” tegasnya.

Ia menambahkan, Sumpah Pemuda bukan sekadar deretan kata, tetapi semangat persatuan yang tetap relevan hingga kini.

“Ikrar yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 bukan sekadar kata-kata, melainkan semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekad, dan semangat itu masih relevan hingga hari ini, ketika kita menghadapi berbagai tantangan baru di era globalisasi dan kemajuan teknologi,” lanjutnya.

Tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai dengan kolaborasi generasi muda.

“Kemajuan bangsa tidak akan terjadi tanpa partisipasi aktif dari generasi muda. Pemuda dan pemudi Indonesia harus terus bergerak, berkarya, serta berinovasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” sambungnya.

Menpora RI juga berpesan agar para pemuda terus menjaga persatuan untuk masa depan yang cerah, karena masa depan bangsa berada di tangan generasi muda.

Setelah upacara, dilakukan penyerahan berbagai penghargaan. Di antaranya, Genrengers Award dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga kepada Muhammad Sahlim, S.Pd., MH., Juara Lomba Pertukaran Pelajar Antarprovinsi kepada Eri Eryanto, serta Juara 1 Senam Waringkas pada Festival Senam Hari Olahraga Nasional 2025 tingkat Jawa Barat.

Kegiatan ditutup dengan refleksi Sumpah Pemuda oleh Bidang Kepemudaan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Subang. Turut hadir Forkopimda Kabupaten Subang, para Asisten Daerah, Kepala OPD, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, serta tamu undangan lainnya.

Subang Wajib “Ngapak T”, Bupati Tegaskan Kendaraan Usaha Harus Gunakan Plat Nomor Asli Subang

plat nomor T Subang

Kabupaten Subang kini lagi tegas-tegasnya.

Semua kendaraan usaha yang beroperasi di wilayahnya wajib pakai plat nomor “T” Subang, bukan plat dari daerah tetangga.

Langkah ini bukan sekadar urusan pelat besi di bemper, tapi tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 151/PM.06/PEREK tertanggal 23 Oktober 2025 yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

Dalam surat itu, ditegaskan adanya masalah serius: truk angkutan barang, terutama air minum dalam kemasan (AMDK), sering kelebihan muatan. Dampaknya? Jalan rusak, udara kotor, dan macet yang bikin warga Subang geleng kepala.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR menegaskan bahwa perusahaan dan ekspedisi harus segera menyesuaikan aturan itu.

Surat edaran Gubernur, dalam waktu dekat harus segera dievaluasi oleh PT. Tirta Investama, dan pihak ekspedisinya, untuk segera menyesuaikan surat edaran tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).

Ia menambahkan, kebijakan soal jam operasional kendaraan angkutan juga bukan keputusan sepihak.
Saya membuat aturan jam operasional, bukan keinginan saya sendiri, tetapi hasil keputusan bersama dengan Pak Gubernur juga,” tegasnya.

Dalam aturan itu, ada ketentuan jelas: lebar kendaraan maksimal 2.100 mm, berat total 8 ton, dan muatan sumbu terberat (MST) juga 8 ton.

Namun ternyata, laporan masyarakat justru menunjukkan banyak pelanggaran jam operasional oleh kendaraan berat.
Hampir 80 persen laporan masyarakat yang saya terima itu, kaitannya dengan truk yang melanggar jam operasional,” ungkapnya.

Reynaldy pun menegaskan bahwa keselamatan warga Subang adalah prioritas.
Jangan sampai terjadi kebijakan yang lebih ekstrem dari ini. Karena keselamatan masyarakat kami nomor satu,” ujarnya mantap.

Tak cuma untuk truk air minum, kebijakan ini juga berlaku bagi semua jenis angkutan berat—termasuk pengangkut galian.
Bukan hanya pengangkut air saja, tetapi galian juga saya terapkan. Saya tidak pandang bulu, semua ekspedisi pengangkutan yang melewati Subang, harus mentaati aturan tersebut,” katanya tegas.

Sebagai penutup, ia mengingatkan seluruh perusahaan agar segera mengganti plat kendaraannya dengan “T” khas Subang.
Tolong perhatikan juga plat nomornya. Jangan sampai perusahaan bapak di Subang, ambil airnya di Subang, tetapi plat nomornya diregistrasikan di Bekasi. Tolong plat nomornya dialihkan ke plat Subang,” tandasnya.

Langit Subang kini tak hanya diawasi dari cuaca, tapi juga dari nomor kendaraan. Karena buat Bupati, taat aturan bukan sekadar formalitas, tapi bentuk cinta pada tanah kelahiran.

Awan Hitam Terbang di Langit Subang, Eh… Ternyata Busa Misterius!

busa hitam di langit Subang

Langit Patokbeusi, Subang, mendadak jadi bahan gosip nasional.

Bukan karena hujan deras atau pelangi ganda, tapi karena ada busa hitam yang melayang di udara—mirip awan gelap yang sedang kebingungan mencari hujan.

Warga awalnya cuek, mengira itu sekadar awan mendung. Tapi begitu “awan” itu jatuh ke tanah dan menyapa hidung, semua langsung sadar: ini bukan awan, ini aroma “pabrik edition”.

Busa, bau, awas beracun. Busa ini!” seru seorang warga, sambil menjauh setengah langkah tapi tetap merekam—karena, tentu saja, kamera HP harus tetap on.

Video itu pun langsung melesat ke media sosial, menari-nari di timeline warganet. Dalam rekaman, terlihat gumpalan busa hitam keabu-abuan bergerak acak di langit, seperti kapas gosong yang tersesat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat pun tak tinggal diam. Kepala DLH, Ai Saadiyah Dwidaningsih, mengonfirmasi bahwa timnya sudah turun tangan.

Masih dicek oleh Tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup (PPLH),” ujar Ai dengan nada tegas namun tetap penuh tanda tanya, Rabu (29/10/2025).

Kini publik menanti: apakah ini ulah pabrik nakal, fenomena langka, atau busa sabun yang kehilangan arah? Yang jelas, langit Patokbeusi sedang jadi panggung drama paling “berbusa” minggu ini.

Ega Anjani Pantau Pemeriksaan Mata Pelajar Subang, Bagikan 1000 Kacamata Gratis

pemeriksaan mata pelajar Subang

Kabupaten Subang — Suasana Puskesmas Cikalapa, Senin (27/10/2025), tampak lebih semarak dari biasanya.
Bukan karena ada bazar atau lomba, tapi karena ratusan siswa dari berbagai sekolah tampak antre dengan senyum malu-malu untuk diperiksa matanya.

Ya, hari itu Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, S.IP, turun langsung memantau kegiatan pemeriksaan mata bagi pelajar.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif TP PKK Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Jabar.

Tujuannya sederhana tapi berdampak besar: mendeteksi dini gangguan penglihatan pada siswa SD, SMP, dan SMA, sekaligus membagikan 1000 kacamata gratis bagi mereka yang membutuhkan.
Langkah kecil dengan pandangan besar — agar anak-anak bisa melihat masa depannya dengan lebih jelas, bukan buram karena rabun.

Di Subang sendiri, kegiatan ini digelar berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Subang, dr. Indriati Utama, menjelaskan bahwa screening hari itu diikuti sekitar 140 siswa dari tujuh wilayah kerja puskesmas: Cikalapa, Sukarahayu, Tanjungwangi, Cibogo, Rawalele, Ciasem, dan satu wilayah tambahan di sekitarnya.

“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PKK, Dinas Kesehatan, dan IROPIN. Kami men-screening anak-anak untuk mendeteksi gangguan penglihatan. Nantinya, siswa yang memerlukan alat bantu akan difasilitasi kacamata oleh TP PKK Provinsi Jawa Barat,” ujar dr. Indriati.

Tak berhenti di Cikalapa, program ini juga akan menyambangi lima titik lainnya: Puskesmas Patokbeusi, Pagaden, Pamanukan, Kalijati, dan Purwadadi.
Mata sehat, belajar pun semangat!

Sementara itu, Ega Anjani Reynaldy tampak menyapa dan berbincang hangat dengan para siswa yang tengah diperiksa.
Beliau tidak hanya datang untuk memantau, tapi juga memberi motivasi dengan gaya khasnya yang lembut namun tegas.

“Jagalah mata kalian, jangan terlalu lama menatap layar handphone, dan biasakan membaca dengan pencahayaan yang cukup. Kesehatan mata penting agar kalian bisa terus belajar dengan semangat dan nyaman,” tutur Ega Anjani dengan penuh perhatian.

Hari itu, Subang tidak hanya berbicara soal visi, tapi benar-benar melihat masa depan — lewat sepasang mata anak-anak yang kini bisa menatap dunia dengan lebih terang.

Media Patriot Nasional Buka Lowongan Wartawan Lokal di Subang

lowongan wartawan lokal Subang

Kabupaten Subang, Jawa Barat — Ada kabar menggembirakan bagi warga Subang yang gemar menulis dan punya jiwa kepo terhadap isu publik!
Media Patriot Nasional resmi membuka pintu lebar-lebar bagi calon wartawan daerah yang ingin menjadi bagian dari jantung informasi di Subang dan sekitarnya.

Langkah ini bukan sekadar rekrutmen, tapi misi memperkuat jaringan redaksi daerah agar setiap denyut peristiwa—dari sosial, ekonomi, budaya, hingga pemerintahan—bisa tersampaikan secara aktual dan berimbang kepada masyarakat.
Ya, kehadiran jurnalis lokal ibarat mata elang dan telinga tajam publik di lapangan.

Calon wartawan yang bergabung akan memegang peran penting: meliput kegiatan pemerintahan, sosial, pendidikan, dan budaya di wilayah Subang.
Tentu saja, semua tulisan wajib berdasarkan fakta lapangan dan mengikuti kaidah jurnalistik yang benar.

Integritas dan objektivitas jadi harga mati!
Para wartawan juga akan berkoordinasi dengan redaksi pusat untuk proses verifikasi berita sebelum tayang ke publik.

Bagaimana dengan kriterianya?
Cukup sederhana—domisili di Subang atau sekitarnya, punya ketertarikan di dunia jurnalistik, mampu menggunakan ponsel pintar, aktif di media sosial, serta disiplin dan komunikatif.
Pengalaman menulis boleh jadi nilai tambah, tapi tidak wajib kok!

Media Patriot Nasional juga menyiapkan pembekalan dasar tentang teknik peliputan, penulisan berita, dan etika jurnalistik.
Sistem kerjanya fleksibel, dengan pola kontribusi sesuai kemampuan dan wilayah liputan masing-masing.

Program ini bukan sekadar lowongan, tapi gerakan: menghidupkan jurnalisme lokal di Subang.
Media Patriot Nasional berkomitmen menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik, sekaligus menumbuhkan semangat warga untuk menjadi penyambung suara masyarakat Jawa Barat.

Bagi yang merasa terpanggil, segera hubungi redaksi melalui tautan WhatsApp di bawah untuk mendapatkan panduan pendaftaran dan tahapan seleksinya.
Siapa tahu, pena dan ponselmu jadi alat perubahan di kampung halaman!

BYD Bangun Pabrik Raksasa di Subang, Siap Guncang Industri Mobil Listrik Indonesia

pabrik mobil listrik BYD Subang

Subang, bersiaplah jadi pusat gebrakan otomotif masa depan!
Pabrikan mobil listrik asal China, BYD, tengah menyiapkan pabrik perakitan superbesar yang ditargetkan mulai beroperasi awal 2026.

Fasilitas anyar ini bukan sekadar pabrik—ini bakal jadi dapur utama produksi kendaraan listrik BYD di Indonesia.
Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengungkap bahwa pembangunan sudah mencapai lebih dari 75 persen.

“Target sesuai komitmen (akhir tahun rampung). Sesuai dengan target bisnis kita tentunya di momen di saat kita sudah diharapkan berkomitmen produksi, ya kita harus produksi, karena ini soal menjaga kepercayaan dari customer,” kata Luther saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).

Bayangkan, Subang bakal jadi arena tempat lahirnya mobil-mobil listrik keren seperti M6, Dolphin, Seal, Atto 3, dan Atto 1.
Meski model pertama yang akan dirakit belum diumumkan, BYD berharap semuanya bisa diproduksi di tanah air.

“Belum secara pasti kita tentukan (model pertama yang diproduksi), namun yang pasti produk yang kita bawa kita harapkan bisa diproduksi di Indonesia,” ujar Luther, sembari tersenyum penuh optimisme.

Tak tanggung-tanggung, pabrik BYD di Kawasan Industri Subang Smartpolitan ini akan merekrut hingga 18.000 tenaga kerja!
Bayangkan, satu kota kecil penuh tenaga ahli baru, semua sibuk merakit masa depan yang ramah lingkungan.

Luas lahannya pun bikin tercengang—lebih dari 108 hektar!
Ini bukan sekadar investasi besar, tapi juga suntikan energi baru untuk perekonomian lokal dan peluang teknologi hijau di Indonesia.

Keberadaan pabrik ini diyakini akan membawa efek domino: lapangan kerja meningkat, ekonomi sekitar menggeliat, dan pengetahuan tentang mobil listrik pun mengalir deras.
Ya, Subang tak lagi hanya dikenal dengan nanas manisnya—tapi juga mobil listrik canggih buatan BYD!

Dishub Subang Gerak Cepat Perbaiki Lampu Jalan Padam di KH Agus Salim–Cigadung

perbaikan lampu jalan Subang

SUBANG — Malam kembali terang di ruas Jalan KH Agus Salim–Cigadung, setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Subang turun tangan memperbaiki lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sempat padam.

Semua bermula dari laporan warga yang disampaikan lewat kanal media sosial Bupati Subang dengan tagar #LaporKangRey.
Tak butuh waktu lama, laporan itu langsung ditindaklanjuti. Tim teknis Dishub Subang pun bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memperbaiki jaringan PJU yang bermasalah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Indri Tandia, menegaskan bahwa Dishub berkomitmen menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Perbaikan dan pemeliharaan PJU di Jalan KH Agus Salim telah selesai dilakukan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di malam hari,” ujarnya.

Kini, jalan yang sebelumnya gelap gulita kembali bersinar terang, memberi rasa aman bagi pengendara maupun pejalan kaki.
Langkah cepat Dishub Subang ini menjadi bukti nyata bahwa laporan warga tidak hanya dibaca, tetapi benar-benar ditindak.

Respons tangkas ini juga diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik, khususnya dalam pemanfaatan kanal digital aduan Pemkab Subang.
Dari tagar hingga tindakan — pelayanan publik pun kini makin terang benderang, sama seperti lampu jalannya.

Semangat “Subang Ngabret” Membara di Jambore Pemuda 2025

Jambore Pemuda Subang 2025

Subang — Udara sejuk di Camping Area Cadika Subang mendadak terasa penuh semangat dan tawa muda.
Sebanyak 100 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan dari 30 kecamatan se-Kabupaten Subang berkumpul dalam Jambore Pemuda Tahun 2025, yang digelar pada 27–28 Oktober 2025.

Mengusung tema “Pemuda Bergerak, Subang Ngabret,” kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa semangat anak muda Subang bukan hanya berapi-api, tapi juga siap bergerak nyata.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang, Nenden Setiawati, berharap jambore ini menjadi momentum kebangkitan bagi pemuda Subang.
“Jambore ini menjadi sarana memperkuat kebersamaan, jiwa kepemimpinan, nilai sportivitas, dan cinta tanah air. Diharapkan pula menjadi momen kebangkitan pemuda Kabupaten Subang untuk bergerak maju,” ujar Nenden, Senin (27/10/2025).

Nenden menambahkan, selama dua hari kegiatan, para peserta akan mengikuti berbagai agenda pembinaan dan pengembangan diri.
Tujuannya jelas: agar pemuda Subang semakin tangguh, berkualitas, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin tali persaudaraan dan kolaborasi di antara pemuda. Pemuda harus menjadi agen perubahan menuju Subang Ngabret,” tegasnya penuh semangat.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi — atau akrab disapa Kang Akur — juga turut hadir memberi motivasi di hadapan para peserta.
“Saya bangga bisa berdiri di hadapan pemuda pilihan dari seluruh wilayah Kabupaten Subang. In syaa Allah mereka punya semangat perubahan dan mimpi besar untuk menjadi yang terbaik serta bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Agus.

Namun Kang Akur mengingatkan, Jambore ini bukan sekadar acara perkemahan yang diisi api unggun dan nyanyian malam.
“Bukan sekadar kemah, tetapi bagaimana ada transfer pengetahuan, pengalaman, kepemimpinan, dan meningkatnya kolaborasi antar pemuda,” jelasnya.

Agus juga menegaskan pentingnya semangat Subang Ngabret dalam menghadapi transformasi daerah menuju kawasan industri.
“Pemuda di Kabupaten Subang harus semakin Ngabret. Sekitar 45 persen penduduk Subang adalah pemuda, dan ini menjadi modal besar dalam era industrialisasi dan digitalisasi,” katanya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, lanjutnya, berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan daerah dengan menggandeng kreativitas dan semangat generasi muda.
Pemuda, menurutnya, harus menjadi pembeda—bukan pengeluh, tapi penggerak perubahan.

“Indonesia Emas 2045 adalah milik para pemuda, dan dari Subang semangat itu harus terus menyala,” pungkas Kang Akur, disambut tepuk tangan para peserta yang malam itu benar-benar ngabret dalam semangat kebersamaan.

Isu Aqua di Subang Dinilai Alihkan Sorotan dari Kasus Dana Pemda

isu Aqua Subang dan dana Pemda

Subang — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah jadi perbincangan hangat.
Bukan hanya karena aksi inspeksi mendadaknya (sidak) ke pabrik Aqua di Subang yang viral, tapi karena langkah itu dinilai sebagian pihak sebagai upaya mengalihkan fokus publik dari isu lain yang lebih serius.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa sorotan publik terhadap kasus dana pemerintah daerah yang mengendap di bank tampak meredup setelah video sidak Dedi Mulyadi menyebar di media sosial.
“Kasus dana mengendap di bank dan kas daerah terkesan tenggelam oleh isu Aqua di Subang,” kata Jamiluddin, dikutip dari RMOL, Jumat (24/10/2025).

Menurut Jamiluddin, isu yang diangkat terkait pabrik Aqua di Subang belum memiliki bukti kuat mengenai tudingan penggunaan sumber air dari sumur bor.
“Apakah kasus Aqua di Subang sengaja dilontarkan untuk menutupi isu menumpuknya dana milik Pemda di bank dan kas daerah?” ujarnya dengan nada mempertanyakan.

Ia menambahkan, munculnya isu Aqua seolah menjadi kabut yang menutupi pembahasan soal dana daerah mengendap—padahal keduanya sama pentingnya.
“Padahal persoalan dana daerah mengendap tak kalah pentingnya dengan kasus Aqua di Subang. Sebab, dana tersebut menyangkut pembangunan daerah,” pungkas Jamiluddin.

Publik pun kini dibuat bertanya-tanya: apakah ini sekadar kebetulan waktu, atau strategi komunikasi yang disengaja?
Yang jelas, dua isu besar sedang bersaing merebut panggung perhatian masyarakat Jawa Barat.

Recent Posts