Beranda blog Halaman 325

Pemkot Bandung Jamin Perlindungan Hak Penyandang Disabilitas

Kadinsos-Kota-Bandung-Sony-Bakhtiyar.jpg

harapanrakyat.com – Pada periode 2023, jumlah penyandang disabilitas di Kota Bandung, Jawa Barat, sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) mencapai 6.062 orang.

Pemkot Bandung mengaku, hingga saat ini telah menerbitkan berbagai regulasi agar para penyandang disabilitas ini tetap bisa memperoleh haknya. Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Seperti informasi, untuk lebih mengukuhkan perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, Pemkot Bandung telah menerbitkan Perda Nomor 15 tahun 2019.

Baca Juga : Mensos Beberkan Komitmen Indonesia Hapus Diskriminasi Terhadap Penyandang Disabilitas

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Sony Bakhtiyar mengatakan, pihaknya ingin melibatkan para penyandang disabilitas ini secara aktif dan kolaboratif. Tentunya, kata Sony, dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Kota Bandung.

“Kami (pemkot) telah menerbitkan berbagai regulasi yang menyangkut perlindungan para penyandang disabilitas ini. Hal itu agar hak perlindungan bagi para penyandang disabilitas tetap terpenuhi,” ungkap Sony, Senin (11/12/2023).

Menurutnya, pemenuhan hak tersebut seperti untuk pendidikan karena penyandang disabilitas berhak mengenyam wajib belajar selama sembilan tahun. Dengan demikian, menjadi prioritas dalam penerimaan peserta didik baru lewat jalur afirmasi.

Hal tersebut, telah tertuang dalam Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.

Sedangkan di bidang kesehatan, lanjut Kepala Dinas Sosial Pemkot Bandung ini, para penyandang disabilitas berhak menerima layanan medis ramah disabilitas. Hal itu pun merupakan bagian dari program Universal Health Coverage (UHC).

Terkait infrastruktur ramah disabilitas, lanjutnya, ia telah mengimbau pengelola gedung-gedung komersil hingga tempat peribadatan, harus ramah terhadap para penyandang disabilitas.

Baca Juga : Pasutri Penyandang Disabilitas di Pangandaran Dapat Bantuan Rutilahu

Dalam bidang ketenagakerjaan, kata Sony, Pemkot Bandung telah mengeluarkan regulasi agar para pengusaha untuk wajib mempekerjakan 1 persen kaum disabilitas. Aturan tersebut sebagaimana yang tercantum di Perda Nomor 14 tahun 2018.

“Kota Bandung juga menyelenggarakan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, perlindungan sosial, dan pemberdayaan sosial,” ucapnya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Peringatan Hari HAM ke-75, Menteri Yasonna: Harmoni dalam Keberagaman

Yasonna.jpeg

harapanrakyat.com,- Peringatan Hari HAM (Hak Asasi Manusia) menjadi momentum untuk merefleksikan prinsip-prinsip HAM, serta merenungkan kembali perjalanan dari Universal Declaration og Human Right.

Hal itu dikatakan MenkumHAM RI Yasonna H Laoly saat memperingati Hari HAM Sedunia ke-75 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (10/12/2023).

Menurut Yasonna, peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia yang bertema “Harmoni dalam Keberagaman” ini relevan dan penting.

Harmoni dalam keberagaman jadi pengingat akan pentingnya menghormati, mengakui, dan merayakan keberagaman Indonesia yang berlimpah.

“Mempromosikan keharmonisan dalam keberagaman itu berarti memerangi diskriminasi, intoleransi, prasangka, dan ketidaksetaraan,” terangnya.

Sejalan dengan hal tersebut, lanjut Yasonna, KemenkumHAM sudah melaksanakan sejumlah program dalam bidang HAM.

Baca Juga: Jokowi Kembali Tegaskan ASN Jaga Netralitas di Pemilu 2024

Program ini menyasar instansi pemerintah dan pelaku bisnis, seperti RANHAM (Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia). Serta Stranas BHAM (Strategi Nasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia).

Terbaru, kata Yasonna, KemenkumHAM sudah menyusun IHAMI (Indeks HAM Indonesia) yang nantinya akan menjadi alat ukur implementasi HAM di Indonesia.

Dalam momen peringatan Hari HAM Sedunia kali ini, Yasonna pun mengimbau kepada semua pihak agar bisa menjaga keharmonisan. Khususnya keberagaman dalam pandangan politik menjelang Pemilu 2024.

“Menyukseskan Pemilu serentak yang damai dan selalu mengedepankan nilai-nilai HAM adalah komitmen pemerintah,” tandas Yasonna.

Peringatan Hari HAM Sedunia Berlangsung Spesial

Baca Juga: Polri Harus Netral di Pemilu 2024, Ini Alasannya

Sementara itu, Dirjen HAM Dhahana Putra menambahkan, pelaksanaan puncak peringatan Hari HAM Sedunia tahun ini berlangsung spesial. Karena untuk pertama kalinya KemenkumHAM berkolaborasi dengan Komnas HAM menggelar puncak acara Hari HAM.

Sebelumnya, panitia gabungan dan Kemenkum HAM beserta Komnas HAM sudah menggelar beberapa kegiatan yang melibatkan masyarakat umum.

“Kami harapkan dengan penyelenggaraan kegiatan ini dapat mendekatkan nilai-nilai hak asasi manusia kepada masyarakat. Gaungkan pesan-pesan sebagaimana tema peringatan Hari HAM kali ini mampu dicerna oleh public dengan baik,” ujarnya.

Dalam momen peringatan hari HAM ke-75 ini, lima kabupaten/kota menerima penghargaan dari MenkumHAM RI atas capaian terbaiknya pada program KKPHAM (Kabupaten/Kota Peduli HAM).

Kelima kabupaten/kota yang mendapat perhargaan yaitu Kabupaten Tapin, Kabupaten Purworejo, Kota Mojokerto, Kota Tasikmalaya, serta Kota Jakarta Timur. (Eva/R3/HR-Online)

Cafe Unik di Depok yang Menarik dan Juga Nyaman

Cafe-Unik-di-Depok-yang-Menarik-dan-Juga-Nyaman.jpg

Cafe unik di Depok berikut ini pastinya sangat menarik. Jika Anda ingin refreshing di daerah Depok, cafe yang unik ini bisa jadi pilihan. Sebab selain menyajikan makanan khas, cafe berikut ini juga memang terlihat unik dan menarik sehingga mampu menenangkan pikiran kita.

Apalagi dengan variasi makanan maupun minumannya yang beragam dan cita rasanya pun lezat. Sehingga Anda bisa memanjakan lidah dengan cita rasa kuliner yang sangat enak. Karena itu, cafe ini juga akan sangat cocok menjadi tempat nongkrong bersama teman-teman sembari mencicipi hidangannya.

Baca Juga: Chinese Food Enak di Depok, Berikut Beberapa Restorannya

Bahkan, Anda bisa memanfaatkan cafe ini sebagai tempat nugas ketika bosan di rumah. Selain itu, Anda pun dapat mengajak keluarga untuk makan di cafe yang menawarkan suasana cozy ini. Baik itu makan-makan biasa maupun bersantap untuk merayakan momen tertentu, seperti ulang tahun atau anniversary.

Cafe Unik di Depok yang Patut Anda Kunjungi

Ada banyak cafe menarik yang bisa Anda kunjungi bersama teman maupun keluarga. Berikut adalah beberapa cafe yang menarik dan nyaman di daerah Depok yang dapat Anda kunjungi:

Louis Cafe

Cafe Unik di Depok
Foto: Instagram @louiscafedepok

Pertama terdapat Louis Cafe yang menawarkan suasana nyaman seperti di rumah sendiri. Tempat ini juga recommended untuk dipilih sebagai restoran keluarga di Depok. Sebab, bangunan cafe ini memang seperti bangunan rumah biasa yang bergaya zaman dulu. Uniknya, meja kursinya berbentuk menyerupai kayu dengan warna coklat yang terlihat alami.

Tersedia pula area indoor maupun outdoor yang pastinya sangat nyaman dan tampak estetik. Di sini, Anda bisa memesan aneka kopi, cheese cake, cheese bread dan beragam menu lainnya. Untuk alamatnya sendiri berada di Jalan Mawar  No, 22, Depok, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Cafe Unik di Depok, The Manor Cafe

Foto: Instagram @themanor.cafe

Berikutnya terdapat The Manor Cafe yang mengusung konsep cafe tradisional ala Paris. Bangunannya terlihat menawan dan luas sehingga mampu menampung banyak pengunjung. Menariknya, tersedia lahan terbuka hijau untuk menghadirkan suasana piknik yang menyenangkan.

Baca Juga: Cafe Korelasi Garut, Sensasi Makan Ramen di Hutan Tropis

Anda juga bisa menggunakan tempat ini untuk menyelenggarakan berbagai acara seperti ulang tahun. Menu yang tersedia juga sangat beragam baik menu dalam negeri maupun luar negeri. Cafe yang indah ini terletak di Jalan Ibnu Armah No 8, Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok.

Kopi Nako

Foto: Instagram @kopinakodepok

Berikutnya ada Kopi Nako yang terlihat sangat istimewa karena menggunakan bangunan berdominasi kaca. Lingkungan sekitarnya juga sangat asri dan nyaman karena banyak pepohonan hijau. Cafe unik di Depok ini juga luas baik indoor maupun outdoor dengan tempat duduk yang nyaman.

Jika memilih duduk di dalam, Anda bisa melihat pemandangan luar berkat dinding kacanya. Area outdoor-nya juga tidak kalah nyaman untuk bersantai dan mengobrol bersama teman-teman. Ketika malam hari, cafe ini juga terlihat semakin cantik berkat lampu-lampu yang tergantung.

Baca Juga: Chill Out di Cafe Tepi Pangandaran, Nikmati Kopi dan Es Krim Pinggir Laut

Anda pun bisa menikmati suasana yang romantis dan nyaman bersama orang tersayang. Menunya yang tersedia juga beragam seperti aneka kopi, teh, nasi ulam, nasi rawon, tahu walik, pisang nugget dan lainnya. Untuk alamat cafe ini berada di Jalan Margonda Raya nomor 38, Depok.

Itulah beberapa cafe unik di Depok yang bisa Anda kunjungi. Cafe tersebut sangat menarik bukan? (R10/HR-Online)

Penuh Rasa Haru, Bupati Subang Tegaskan Kegiatan “Doa dan Aksi” Bela Palestina Merupakan Wujud Kepedulian Masyarakat Subang

Penuh Rasa Haru, Bupati Subang Tegaskan Kegiatan “Doa dan Aksi” Bela Palestina Merupakan Wujud Kepedulian Masyarakat Subang

Bupati Subang, H. Ruhimat pimpin aksi Donasi "Doa dan Aksi" from subang to palestina yang bertempat di lapang Bintang. Minggu, (10/12/2023).

Dalam sambutannya Bupati Subang, H. Ruhimat mengungkapkan bahwa tragedi yang terjadi di Palestina, mengguncang sorotan publik seluruh dunia sehingga panggilan kemanusiaan begitu deras. Ia pun menegaskan bahwa konfil yang terjadi merupakan konflik kemanusiaan bukan konflik agama.

Ia mengapresiasi bahwa aksi donasi tersebut merupkan wujud nyat kepedulian masyarakat Subang untuk tragedi yang ada di Palestina.

Selain itu H. Ruhimat juga mengungkapkan bahwa tragedi di Palestina jangan sampai terjadi di Indonesia, sehingga diperlukan upaya bersama dalam merawat keutuhan dan persatuan masyarakat Indonesia.  

"Amit amit ya Allah, dari pada terjadi di negara kita, lebih baik kita membantu dan menyumbang" tuturnya sembari isak tangis

Atas kejadian yang terus berlarut tersebut, Bupati Subang dengan tegas dan haru menyatakan Pemerintah Kabupaten Subang menolak tragedi kekerasan yang terjadi di Palestina

"Pemerintah Daerah Kab. Subang menolak apa yang dilakukan oleh zionis." Tegasnya.

Sebagai penutup ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah hadir mengikuti aksi donasi, dan dengan penuh rasa ikhlas Bupati Subang mengajak masyarakat Subang untuk terus mendukung kemerdekaan palestina melalui sikap arif dalam mengedukasi masyarakat serta terus menggalakan kegiatan donasi kemanusiaan untuk meringankan beban saudara kita di Palestina.

Juga ia pun berharap konflik yang terjadi di Palestina tersebut bisa segera selesai dan Palestina berhak mendapatkan kemerdekaan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan orasi oleh para tokoh agama.

Turut hadir dalam agenda tersebut unsur Forkopimda Kab. Subang, Sekretaris Daerah Kab. Subang, Ketua TP. PKK Kab  Subang, Para Asda Lingkup Setda Kab. Subang, Para Kepala OPD Kab. Subang, Kepala Kemenag Kab. Subang, Ketua MUI Kab. Subang, Ketua Baznas Kab. Subang, Ketua FKUB Kab. Subang, Ketua MT MUI Kab. Subang, Ketua Ormas Islam, Ketua OKP Se kab. Subang , Ormas Profesi, Tokoh Agama Budha, Kristen dan Hindu serta Seluruh Peserta Aksi Donasi yang hadir secara langsung

Makanan Khas Sumedang, Emplod hingga Asinan Sukasari

Makanan-Khas-Sumedang-Emplod-hingga-Asinan-Sukasari.jpg

Makanan khas Sumedang memiliki cita rasa yang unik. Selain disantap sebagai cemilan atau teman minum kopi dan teh, makanan khas dari Sumedang seringkali dijadikan oleh-oleh. Rasanya yang enak dan lezat, tidak jauh berbeda dengan makanan khas Sunda lainnya.

Makanan Khas Sumedang yang Wajib Anda Coba

Kabupaten Sumedang memiliki berbagai macam makanan khas yang memanjakan lidah. Berikut ini beberapa diantaranya.

1. Emplod

Makanan Khas Sumedang
Foto: Instagram @ngemil_raos

Mungkin sebagian orang masih kurang familiar dengan emplod. Padahal, emplod adalah salah satu kuliner yang wajib Anda cicipi saat berkunjung ke Sumedang.

Baca Juga: Kuliner Nasi Liwet, Asal Usul dan Cara Membuatnya yang Enak

Makanan khas ini memiliki cita rasa yang gurih dan lembut. Emplod terbuat dari bahan dasar singkong dan parutan kelapa.

Selain Anda santap sebagai cemilan pendamping secangkir teh atau kopi, emplod juga cocok untuk sarapan. Singkong sebagai bahan utamanya, bisa menjadi asupan karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energi.

2. Peuyeum Gantung

Foto: Youtube @Dapur Leony

Peuyeum gantung merupakan makanan khas Sumedang yang menggunakan bahan dasar singkong. Singkong yang telah berubah menjadi peuyeum melalui proses fermentasi.

Karena sedikit mengandung air, peuyeum gantung memiliki daya simpan yang cukup lama. Meskipun Anda simpan selama beberapa hari, tidak akan mudah basi alias awet.

Hal inilah yang membedakan peuyeum dengan tape. Tape cenderung lebih basah, sehingga tidak memiliki daya simpan yang lama.

Sesuai dengan namanya, makanan khas ini diperjual belikan dengan cara menggantungnya menggunakan tali rafia di balik sebuah etalase warung pinggir jalan.

Tidak sulit untuk mendapatkan peuyeum gantung, karena sudah banyak warung-warung pinggir jalan yang menjajakannya. Selain itu, harganya pun sangat terjangkau, yakni sekitar Rp 15.000.  

3. Opak Ketan

Foto: Youtube @TRANS7 OFFICIAL

Opak Ketan merupakan cemilan khas Sumedang yang memiliki banyak penggemar. Baik anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia, menyukai makanan khas yang satu ini.

Karena terbuat dari beras ketan, menghasilkan rasa gurih yang nikmat. Untuk mendapatkannya Anda bisa mengunjungi pusatnya langsung, yakni di Desa Conggeang.

Opak ketan sudah menjadi simbol kekayaan kuliner di desa tersebut. Bahkan, Anda bisa melihat tugu opak di Desa Conggeang.

4. Ubi Cilembu

Makanan Khas Sumedang
Foto: Youtube @EKPUT Channel

Salah satu makanan khas yang terkenal di Sumedang, yakni ubi Cilembu. Terkait bentuk dan ukurannya, ubi Cilembu tidak jauh berbeda dengan jenis ubi lainnya.

Namun soal rasa, ubi Cilembu memiliki rasa yang khas. Ubi ini bisa Anda olah menjadi berbagai macam makanan.

Cara masak yang paling populer adalah dengan memegangnya. Ketika ubi Cilembu dipanggang, akan mengeluarkan cairan berwarna kecoklatan seperti madu dan rasanya manis.

Selain dipanggang, Anda juga bisa merebus atau mengukusnya. Akan tetapi, cairan mirip madu yang terkandung dalam ubi Cilembu dapat berkurang.

Karena kandungan gulanya yang cukup tinggi, saat mengolah ubi Cilembu perlu kehati-hatian. Hal ini bertujuan untuk mencegahnya cepat gosong.

Baca Juga: Nasi Timbel Komplit Khas Sunda dengan Citarasa yang Menggoda

Anda bisa membeli ubi Cilembu yang sudah diolah atau masih mentah. Ubi Cilembu yang sudah matang, biasanya dijual per paket. Sedangkan ubi Cilembu yang masih mentah dijual dalam bentuk kiloan.

Ubi Cilembu cocok Anda sajikan bersama teh panas pahit. Kenikmatannya semakin sempurna, jika Anda mengonsumsinya selagi panas atau hangat.

5. Asinan Sukasari

Foto: Instagram @go_war

Makanan khas Sumedang lainnya yang tak boleh Anda lewatkan, yakni asinan Sukasari. Biasanya, asinan Sukasari berisikan campuran sayuran dan buah-buahan yang segar. Mulai dari kedondong, mentimun, dan aneka buah maupun sayur lainnya.

Makanan khas ini cocok Anda santap saat cuaca sedang terik-teriknya. Selain disantap untuk menunda rasa lapar, asinan Sukasari menjadi sumber vitamin dan mineral yang cukup baik.

6. Tahu Sumedang

Foto: Instagram @tahusmdrenyah

Tahu Sumedang menjadi cemilan yang sangat populer karena rasanya yang gurih dan harganya pun juga terjangkau. Pada bagian luarnya, memiliki tekstur yang garing dan renyah.

Setelah digigit, dalamnya terasa empuk dan lembut. Hal ini merupakan perpaduan rasa yang sangat sempurna.

Baca Juga: Makanan Tradisional Sunda yang Pasti Bikin Ngiler, Cek Daftarnya Di Sini!

Bahan dasar pembuatannya adalah kedelai yang dibungkus dengan anyaman bambu berlapis daun pisang. Selain Anda makan secara langsung, tahu Sumedang bisa Anda santap dengan cabe rawit, sambal, saus, hingga kecap. Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan selera.

Itulah tadi beberapa makanan khas Sumedang yang wajib Anda cicipi saat berkunjung. Karena harganya yang terjangkau, tidak membuat kantong kering meskipun membelinya dalam porsi banyak. (R10/HR-Online)

Taman Hutan Raya Djuanda Wisata Populer di Kota Bandung

Taman-Hutan-Raya-Djuanda-Wisata-Populer-di-Kota-Bandung.jpg

Taman Hutan Raya Djuanda bisa menjadi destinasi liburan Anda. Tahura Djuanda atau Taman Hutan Raya Djuanda ini merupakan wisata alam yang berada di kota Bandung. Tempat wisata Bandung ini menjadi salah satu tujuan berlibur yang populer di daerah Jawa Barat.

Baca Juga: Kampung Adat Cireundeu, Mutiara Tersembunyi di Kota Cimahi

Selain merupakan kawasan konservasi, wisata ini juga cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi. Bukan hanya itu, Anda juga berkesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan tentang alam dan lingkungan.

Taman Hutan Raya Djuanda, Destinasi Rekreasi Seru

Sesuai dengan namanya, wisata Bandung ini merupakan tempat wisata dengan konsep taman kota. Ukuran luasnya mencapai 590 hektar dan berada di ketinggian 770 sampai 1.330 meter di atas permukaan laut.

Tahura Djuanda berdiri pada tahun 1965 dengan luas 10 hektar saja. Kemudian, memperoleh perluasan dari kawasan Dago Pakar hingga Maribaya Lembang.

Taman hutan dengan luas 526.98 hektar berada di Desa Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung. Sedangkan, sebagian lainnya sudah termasuk kawasan Desa Mekarwangi, Desa Cibodas, Desa Langensari dan Desa Wangunharja, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Destinasi Wisata Taman Djuanda

Selain menawarkan suasana alam yang sejuk dan asri, taman ini turut menyediakan sejumlah destinasi wisata. Mulai dari museum, gua hingga curug.

Untuk bisa sampai ke destinasi-destinasi tersebut, Anda perlu melintasi jalan setapak beralas paving block. Jalanan ini membentang dari gerbang Selatan di Dago Pakar sampai ke gerbang Utara di Maribaya.

Berikut penjelasan lebih lengkap tentang destinasi-destinasi menarik Taman Djuanda:

Gua Belanda

Destinasi Taman Hutan Raya Djuanda yang pertama adalah Gua Belanda. Gua yang merupakan buatan manusia ini berjarak 500 m dari pintu masuk taman.

Baca Juga: Forest Walk Sumedang Jadi Wisata Ramah Lingkungan Baru

Berdiri sejak tahun 1901, gua ini merupakan peninggalan Belanda yang dulunya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air.

Hingga kemudian gua ini terpakai sebagai markas militer, pusat informasi, bahkan penjara oleh militer Belanda.

Curug Omas

Curug Omas menyajikan pemandangan air terjun yang jernih dengan suasana alam yang asri. Area sekitar curug yang sejuk, membuatnya sebuah tempat bersantai yang paling tepat.

Anda bahkan bisa berkunjung ke curug lain yang lokasinya tidak jauh dari Curug Omas.

Tebing Keraton

Tebing Keraton menjadi destinasi Taman Hutan Raya Djuanda yang populer di kalangan anak-anak muda. Destinasi yang berada di ketinggian 1.200 mdpl ini menyuguhkan pemandangan hijaunya Tahura Djuanda dengan hamparan yang luas.

Konon katanya, waktu terbaik untuk menikmati keindahan taman dari tebing ini adalah pada saat matahari terbit dan tenggelam. Pada dua waktu tersebut Anda bisa menyaksikan suasana alam dengan lanskap cahaya matahari.

Tebing Keraton juga sering disebut dengan “Bukit Instagram”. Karena banyaknya pengguna aplikasi medsos tersebut yang mengunggah foto dengan latar belakang panorama Tebing Keraton.

Baca Juga: Kawah Wayang Pangalengan, Pesona Tersembunyi di Bandung Selatan

Itulah pembahasan seputar Taman Hutan Raya Djuanda lengkap dengan destinasi wisata yang ditawarkannya.  Taman ini menawarkan pemandangan alam yang asri sehingga sesuai untuk tempat berlibur di akhir pekan. Selain itu, Tahura Djuanda dapat Anda jadikan sebagai tempat rekreasi sekaligus edukasi ketika berlibur bersama anak-anak. (R10/HR-Online)

Siswa SMKN Karangjaya Tasikmalaya Tanam Buah Melon Golden, Sekali Panen Dapat 3 Ton

Melon.jpg

harapanrakyat.com,- Siswa SMKN Karangjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil budidaya tanaman buah melon golden. Dalam sekali panen dapat 3 ton melon golden.

Budidaya buah melon yang ditanam pada lahan bekas persawahan di Kampung Cisarana, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya itu, para siswa bekerja sama dengan Pemuda Tani Mekarsari.

Meski begitu, dari awal penanaman, yaitu mulai pencarian bibit, cara perawatan, hingga mencari pelanggan atau konsumen, mereka lakukan secara mandiri.

Saat ini buah melon golden belum bisa dipanen, meskipun sudah terlihat besar dan menguning. Untuk bisa panennya beberapa pekan kedepan dengan cara menjualnya kepada konsumen secara petik langsung.

Baca Juga: Beli Melon Golden di Tasikmalaya Bisa Petik Langsung dari Pohonnya

“Jadi nantinya para siswa bisa memanfaatkan ketika mereka lulus sekolah. Pengembangan budidaya buah melon golden ini dikelola oleh para murid, bekerja sama dengan para pemuda setempat,” terang Asep Sahril, guru SMKN Karangjaya, Minggu (10/12/2023).

Lanjutnya mengatakan, penanaman melon tersebut sudah berlangsung 1 tahun dan sudah 3 kali panen. Dari estimasi 2 ribu pohon bisa menghasilkan 3 ton dalam sekali panen.

“Kami memilih bertanam golden melon ini karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Sehingga nantinya para siswa bisa termotivasi untuk mengembangkan ketika sudah lulus sekolah,” harap Asep Sahril.

Sementara itu salah seorang siswa, Heru Setiawan, mengaku mendapatkan pengalaman baru cara menanam buah melon golden. Bahkan ia sendiri sudah bisa menanam melon sendiri.

“Melon golden ini bisa panen setelah 60 hari. Kalau sekarang baru menguning, dan nanti ketika panen masyarakat yang mau beli bisa memetik langsung di kebunnya,” katanya. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Ulama di Tasikmalaya Geram, Kontrakan Dekat Masjid Jadi Pemasok Miras

Ulama-di-Tasikmalaya-Geram-Kontrakan-Dekat-Masjid-Jadi-Pemasok-Miras.jpg

harapanrakyat.com,- Ulama di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat geram, setelah mengetahui kontrakan di dekat Masjid Jami Al Barokah menjadi pemasok minuman keras (miras).

Penemuan miras di sebuah kontrakan dekat masjid yang ada di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung tersebut, saat razia pada Kamis (7/12/2023) malam.

Diduga 638 botol yang isinya miras berbagai merek tersebut, akan diedarkan. Namun keburu terkena razia petugas dari polisi, TNI, Satpol PP dan ormas Islam.

Sebagian miras hasil razia tersebut ditumpahkan di halaman kontrakan oleh ormas Islam yang geram. Sedangkan sebagiannya lagi petugas angkut ke markas Satpol PP Kota Tasikmalaya.

Ulama Kota Tasikmalaya, Ustaz Yanyan Albayani, mengaku geram. Lantaran rumah kontaran yang jaraknya beberapa meter dari masjid Jami Al Barokah, disulap menjadi gudang atau tempat pemasok miras.

Selain itu, pihaknya juga mengecam keras penghuni kontrakan yang sudah membuat lingkungan sekitar masjid menjadi kotor.

“Temuan itu jelas-jelas merusak kesucian dari masjid,” tegasnya kepada harapanrakyat.com, Minggu (10/12/2023).

Ustadz Yanyan pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada tempat yang dicurigai menjadi gudang miras, untuk segera melaporkan kepada aparat.

“Kemudian kami juga meminta kepada aparat untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat,” katanya.

Bukan hanya ulama di Kota Tasikmalaya saja yang geram dengan penemuan kontrakan di dekat masjid menjadi pemasok miras. Camat Cihideung, Soni, juga sangat geram.

Ia mengaku prihatin, kontrakan yang dekat denganMasjid Jami Al Barokah menjadi gudang penyimpanan ratusan botol berisi miras.

“Kedepan, mudah-mudahan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Cihideung untuk lebih waspada dengan peredaran miras. Terlebih saat ini menjelang natal serta tahun baru,” katanya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Curhat Pedagang Taman Surawisesa Ciamis Jualannya Sepi Pembeli

Pedagang-Taman-Surawisesa.jpeg

harapanrakyat.com,- Pengunjung Taman Surawisesa, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meningkat pada akhir pekan Sabtu-Minggu (9-10/12/2023). Namun ramainya pengunjung tak berdampak pada para pedagang sekitar Taman Surawisesa. Mereka mengaku jualannya sepi pembeli.

Dadi, warga Kawali membenarkan, sejak dua hari terakhir Taman Surawisesa ramai pengunjung. Peningkatan itu terjadi karena sedang ada event kejuaraan tinju di halaman Kantor Kecamatan Kawali tak jauh dari Taman Surawisesa Ciamis.

“Sedang ada kejuaraan tinju jadi ramai, juga kan sekarang hari libur sekolah dan cuacanya sangat mendukung, tidak hujan,” ujar Dadi, Minggu (10/12/2023).

Dadi menyebut, pengunjung yang datang tidak hanya dari wilayah Kawali saja namun juga dari luar daerah Ciamis lainnya. Namun menurut Dadi, para pedagang sekitar taman terlihat lesu karena sepinya pembeli.

“Pengunjung banyak tapi pedagang sekitar taman mengaku penjualannya sepi,” ungkapnya.

Baca Juga: Disbudpora Ciamis Gelar Kejuaraan Tinju Amatir Antar Sasana di Kawali

Sementara itu, Yani, seorang pedagang makanan membenarkan sejak dua hari terakhir terjadi peningkatan jumlah pengunjung ke Taman Surawisesa Ciamis. Hanya saja menurutnya kondisi itu tidak membuat dagangannya laris. Menurut Yana para pengunjung lebih memilih jajan di tempat lain.

“Ya, meski pengunjung meningkat pedagang tetap lesu karena sepi pembeli. Banyaknya pengunjung yang datang belum mampu mendongkrak penjualan,” ucapnya.

Yani berharap seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang datang dapat mendorong perekonomian masyarakat para pedagang yang berjualan di sekitar Taman Surawisesa Ciamis. (Dji/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Joget Gemoy Prabowo Subianto Jadi Inspirasi Lomba Bayi Sehat

Lomba.jpg

harapanrakyat.com,- Joget gemoy Prabowo Subianto terus menjadi inspirasi warga. Joget khas salah satu calon presiden  2024 dalam merespon segala bentuk serangan lawan politik terhadapnya itu, kini menjadi inspirasi warga Kampung Pakuan Subang, Jawa Barat, menggelar Lomba Bayi Sehat dan Gemoy.

Lomba yang berlangsung pada Minggu (10/12/2023) pagi itu diikuti tak kurang dari 800 peserta. Suasana acara terasa begitu meriah dengan membludaknya pengunjung.

Karena setiap peserta lomba rata-rata diantar minimal tiga orang. Panitia pun tampak mengalami kerepotan menyediakan konsumsi.

“Sebetulnya untuk konsumsi sudah kita antisipasi. Misalnya, karena peserta terdaftar ada 800 orang, maka kita siapkan konsumsi makan itu untuk 1000 orang. Eh ternyata yang datang membludak. Karena tiap peserta diantar minimalnya oleh 3 orang,” kata Pap Godo dari pihak panitia penyelenggara.

Kehadiran pengunjung yang diluar dugaan itu juga mendapat respon oleh salah satu tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, berkat kesigapan panitia semua bisa teratasi. Tidak ada pengunjung yang tak kebagian konsumsi,” katanya.

Dedi yang kini menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerindra itu mengungkapkan rasa senangnya ketika melihat respon masyarakat dari berbagai wilayah di Jawa Barat, antusias datang. Baik sebagai peserta lomba maupun sekedar hadir.

Baca Juga: Capres 2024 Prabowo Subianto Goyang Gemoy Saat Kampanye Perdana di Tasikmalaya

Mereka yang datang diantaranya dari Tasikmalaya, Bandung,  Cirebon, Cikarang, Bekasi dan daerah lainnya.

Dedi Mulyadi Soal Joget Gemoy Prabowo Subianto

Menurut Dedi Mulyadi, banyaknya warga yang hadir dan daftar sebagai peserta salah satunya mungkin karena faktor untuk dapat hadiah besar yang totalnya mencapai Rp 100 juta. Atau mungkin juga sebagian warga ingin liburan sekalian hiburan.

Saat ditanya awak media apakah mungkin tingginya antusiasme warga itu sebagai bentuk dukungan kepada Prabowo karena ada kata gemoynya? Mantan bupati Purwakarta dua periode ini mengaku tak mau berspekulasi terlalu jauh.

“Yang pasti kegiatan ini bukan kampanye capres. Sebagian warga mendaftar karena tertarik ada kata gemoynya yang nota bene identik dengan Prabowo, itu soal lain. Masa orang suka ke Pak Prabowo karena ada gemoynya harus kita larang,” tegasnya.

Baca Juga: Gelar Joget Gemoy, Dedi Mulyadi Sosialisasi Politik Riang Gembira

Lanjut Dedi, jika pun ada unsur kampanyenya, maka yang dimaksud adalah kampanye untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap ancaman gizi buruk buat anak-anaknya. Makanya, yang dilombakan itu adalah Bayi Sehat dan Gemoy.

Menurut Dedi, bisa saja, anak itu gemoy tapi tidak sehat. Atau tak apa-apa gemoy yang penting sehat. “Nah, bagaimana caranya agar anak kita itu sehat, itulah misi utamanya.

Salah satunya dengan mengampanyekan ancaman gizi buruk. Dalam pandangan Dedi, gizi buruk itu bisa macam-macam penyebabnya,

Bisa karena faktor ekonomi, sehingga tak mampu membeli makanan sebagai bahan asupan gizi yang baik. Atau, secara ekonomi mampu, tapi tak mengerti cara mengelola pemberian asupan gizi tersebut. (Eva/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Recent Posts