Beranda blog Halaman 260

Kurangi Timbunan Sampah Organik, Ini Imbauan Sekda Bandung!

Maggotisasi-Sampah-Organik.jpg

harapanrakyat.com – Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, meminta restoran-restoran dan kafe mendistribusikan sampah organik ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gedebage.

Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna mengharapkan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bandung mengarahkan restoran di Kota Bandung mengirim sampah organik ke TPST tersebut. Imbauan serupa pun ia sampaikan kepada Asosiasi Kafe dan Resto (AKAR) Bandung.

“Semua restoran dan kafe yang ada di Kota Bandung membuang sampah organiknya (ke TPST Gedebage). Ini tentu luar biasa,” ungkapnya di Kota Bandung, Kamis (4/1/2023).

Baca Juga : Pemkot Bandung Perlu Terapkan Sanksi Tegas Bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Selain restoran dan kafe, pihaknya juga mendorong hal serupa untuk pengelola pasar tradisional untuk mendistribusikan sampah organik ke TPST Gedebage. Beberapa pasar tradisional itu di antaranya Pasar Kiaracondong, Pasar Gedebage, Pasar Kordon dan Pasar Ciwastra.

Menurutnya, pengolahan sampah organik dengan maggot sudah berlangsung di level kelurahan di Kota Bandung. Sehingga, kata ia, maggot yang ada di TPST Gedebage pun kekurangan suplai makanan.

Ia menerangkan pihaknya terus berupaya TPST Gedebage untuk lebih optimal dalam menangani sampah, khususnya sampah organik. Mengingat saat ini, TPST tersebut baru bisa mengolah sekitar 15 ton sampah dari target 60 ton sampah.

Lebih jauh, untuk sampah anorganik di TPST Gedebage kemudian pihaknya distribusikan ke TPST Cicukang Holis. Selanjutnya, Pemkot Bandung juga akan bekerja sama dengan offtaker (pemasok kebutuhan industri) untuk mengolah sampah anorganik.

Baca Juga : 64 Ton Timbunan Sampah Malam Tahun Baru 2024 di Kota Bandung

“Jadi ada offtaker di Rancaekek, dan kami sedang proses kerja sama. Lalu di Palimanan juga, itu sedang proses perjanjian kerja sama. Maka nanti sampah organik selesai dengan maggot sedangkan yang anorganiknya selesai dengan offtaker,” ucap Sekda Kota Bandung itu. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)

1 Rumah di Bandung Barat Nyaris Ambruk Diduga Dampak Guncangan Gempa Sumedang

Rumah-Warga-Akibat-Guncangan-Gempa.jpg

harapanrakyat.com – Rumah milik Karwati (76) di Kampung Jambudipa, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengalami rusak cukup parah diduga dampak guncangan gempa bumi susulan di Sumedang. Kuatnya getaran gempa yang terjadi pada awal 2024 itu, rupanya terasakan hingga wilayah Bandung Barat.

Akibat kuatnya guncangan gempa, dinding rumah Karwati pun mengalami retak-retak. Namun, petugas BPBD Bandung Barat baru mendapat laporan kerusakan rumah Karwati pada Kamis (4/1/2024). Petugas pun langsung memeriksa kondisi di lapangan.

“Kami menduga rumah itu rusak akibat guncangan gempa susulan yang terjadi di Kabupaten Sumedang dengan magnitudo 4.5 pada Senin sekitar pukul 20.46 WIB,” kata Kasi Kedaruratan BPBD KBB, Amas Winata.

Baca Juga : Dampak Gempa Bumi Sumedang, 1136 Rumah Warga Rusak

Amas mengatakan, berdasar keterangan sejumlah warga dan juga pemilik rumah, mereka merasakan guncangan gempa pada hari dan jam yang sama dengan kejadian gempa bumi di Kabupaten Sumedang.

“Berdasarkan keterangan pemilik rumah dan warga setempat, memang satu unit rumah itu rusak setelah terjadinya gempa di Sumedang,” ucapnya.

Amas juga menjelaskan, rumah itu mengalami kerusakan cukup besar di bagian dapur dan dinding kamar. Bahkan, kata ia, dapat berpotensi ambruk jika ada gempa susulan lagi.

“Kondisi bangunan rumahnya pun sudah tua dan lapuk. Jadi (kerusakan rumah) bukan lantaran karena guncangan gempa saja, tapi juga kondisi rumahnya (sudah tua),” ucapnya.

Ia pun mengimbau agar seluruh penghuni rumah itu agar mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Sebab, kata Amar, rumah tersebut berisiko ambruk jika ada lagi guncangan gempa di kemudian hari.

“Dari hasil asesmen lapangan, rumah itu memiliki risiko ambruk sangat besar. Jadi kami imbau pemiliknya mengungsi sementara, sambil memperbaiki kondisi rumah,” ujarnya. (Juhaeri/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Dinas Kesehatan Cimahi Waspadai Melonjaknya Kasus DBD

Kabid-P2P-Dinas-Kesehatan-Cimahi-Mohamad-Dwihadi-Isnaini.jpg

harapanrakyat.com – Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kota Cimahi Jawa Barat, mengantisipasi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mohamad Dwihadi Isnaini membenarkan saat ini sudah ada beberapa kasus DBD. Meski demikian, ia tidak merinci detail angka kasus penyakit yang ditimbulkan nyamuk aedes aegypti itu.

“Untuk kasus DBD itu memang relatif cukup tinggi pada tahun 2023 mencapai 286 kasus. Memang untuk tahun ini (2024) sudah ada beberapa kasus,” ungkapnya, Kamis (4/1/2024).

Baca Juga : Waduh, KPU Cimahi Potong Honor Petugas Sorlip Surat Suara Pemilu

Untuk mengantisipasi melonjaknya kasus DBD ini, pihaknya mengimbau masyarakat melakukan langkah 3M, yakni membersihkan, menutup, dan mengubur tempat yang bisa menampung air. Pasalnya, nyamuk senantiasa berkembangbiak di tempat-tempat yang bisa menampung air.

Selain itu, Dwihadi menyarankan, masyarakat Cimahi memasang kelambu di rumahnya masing-masing untuk meminimalisir gigitan nyamuk yang menyebabkan kasus DBD ini.

“Intinya sih, rutin untuk lakukan 3M. Periksa bibit jentik di wilayahnya masing-masing. Misalnya, kalau ada menemukan kaleng, ban, atau ember bekas yang ada airnya, usahakan langsung membuang airnya,” katanya.

Dwihadi menegaskan, fogging (pengasapan) juga merupakan salah satu alternatif terakhir namun bukan merupakan yang utama. Lantaran, kata ia, langkah-langkah utama cegah DBD adalah 3M agar tidak ada jentik nyamuk.

Baca Juga : Penanganan Banjir Bandung Selatan, Genangan Berkurang 81 Persen

Terkait nyamuk dewasa, ia memberi penjelasan, jika radius terbang nyamuk itu dapat mencapai 200 meter persegi. Sehingga, Kabid P2L Dinas Kesehatan Cimahi ini memastikan jika di satu tempat terdapat suatu kasus DBD, maka nyamuk tersebut bisa terbang kemana-mana.

“Nyamuk yang membawa virus dengue ini bisa dengan mudah terbang ke tempat lain. Nyamuk dewasa memang dapat kita basmi dengan fogging. Demikian halnya juga dengan jentiknya (nyamuk). Sehingga kasus DBD di Cimahi dapat teratasi,” tuturnya. (Juhaeri/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Sahabat Rina Saadah AMINKeun Ciamis

Sahabat-Rina-Saadah.jpeg

harapanrakyat.com,- Sahabat Rina Saadah (Sarasa) Kabupaten Ciamis kompak sambut kedatangan Calon Presiden (Capres) Indonesia, Anies Rasyid Baswedan ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kunjungan calon Presiden nomor urut 01 itu berlangsung di Gedung KH Irfan Hielmy Komplek Islamic Center Ciamis, Kamis (4/1/2024).

Pada kesempatan tersebut, Sahabat Rina Saadah siap mendukung program-program Capres nomor urut 01, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Mereka juga siap memenangkan AMIN di Kabupaten Ciamis.

Rina Saadah sendiri merupakan calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat X yang meliputi Kabupaten Kuningan, Ciamis, Pangandaran dan Kota Banjar.

“Kami siap mendukung dan memenangkan AMIN jadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Juga siap memenangkan Rina Saadah sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jabar X,” ujar Ketua Tim Pemenangan Rina Saadah, Aji Andika Muhti.

Menurutnya, dukungan tersebut pihaknya buktikan dengan datangnya tim dan relawan Sahabat Rina Saadah untuk menyambut kunjungan Anies Baswedan di Ciamis.

“Alhamdulilah, tim dan relawan di Kabupaten Ciamis dengan kompaknya datang di Gedung ini untuk mendukung AMIN,” tuturnya.

Sementara itu, dalam sambutanya Anies Baswedan menyebut perjumpaan kali ini di Ciamis adalah perjumpaan yang akan menguatkan perubahan bagi Indonesia.

Baca Juga: Muslimat NU Ciamis Konsolidasi untuk Kemenangan Rina Saadah

“Alhamdulilah kita bisa kembali ke Ciamis dan bisa bersilaturahmi bersama dengan masyarakat Kabupaten Ciamis dengan sehat dan penuh semangat,” katanya.

Menurutnya, ketika mengatakan perubahan, banyak sekali orang mengatakan, Pak orang tidak mau perubahan!, Pak orang tidak berminat dengan kata perubahan!.

“Ketika kita bicara perubahan banyak sekali yang bilang jangan. Yang respon perubahan adalah yang lemah, yang tersingkirkan dan terkalahkan. Karena semua melihat perubahan itu adalah sebuah harapan,” pungkasnya. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Rumah Lansia di Cikaso Ciamis Ambruk Usai Diguyur Hujan Deras

rumah-lansia-ambruk.jpeg

harapanrakyat.com,- Hujan deras Mengguyur wilayah Dusun Sukapura, Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (4/1/2024). Akibatnya satu rumah milik seorang lansia di daerah tersebut ambruk.

Rumah tersebut milik Nenek Narsih (65). Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di masjid untuk mengikuti pengajian mingguan.

Narsih pun mengaku kaget dan syok ketika anaknya memberikan kabar rumah miliknya ambruk.

“Tadi itu saya sedang pengajian di masjid, sekitar pukul 14:30 WIB, anak saya tiba-tiba menemui saya dan memberikan kabar jika rumah saya ambruk. Saya pun lantas bergegas pulang dan benar saja rumah saya ambruk dan tidak bisa untuk dihuni lagi,” ujar Narsih kepada harapanrakyat.com.

Menurut Narsih, rumah miliknya tersebut sudah lama tidak direnovasi. Kondisinya seluruh kayu bagian atap dalam kondisi lapuk.

“Boro-boro buat renovasi rumah, buat makan saja saya ngandelin bansos dari pemerintah. Jika belum ada bansos saya dapat bantuan sama anak atau tetangga,” terangnya.

Narsih berharap dengan kondisi rumahnya yang sudah ambruk tersebut, Pemerintah kabupaten Ciamis bisa memberikan bantuan untuk perbaikan.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Tiang Telepon Roboh Tutup Jalan di Banjaranyar Ciamis

Pantauan harapanrakyat.com, seluruh atap rumah milik Narsih ambruk dan tak bisa untuk dimanfaatkan. Narsih kini tidak bisa untuk menempati rumahnya yang telah ambruk. Ia pun terpaksa harus tinggal dengan anaknya untuk sementara waktu.

Sementara itu, Perangkat Desa Cikaso bersama Babinsa dan Binmas juga Relawan Ciamis Selatan (RCS) datang ke lokasi kejadian. Mereka memberikan bantuan evakuasi puing-puing rumah milik Lansia yang ambruk. (Suherman/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Pj Walikota Banjar Minta PDAM Perbaiki Pompa dan Pipa Bocor

PDAM-Perbaiki-Pompa.jpg

harapanrakyat.com,- Pj Walikota Ida Wahida Hidayati merespon soal kondisi dua unit pompa penyedot air milik Perumda Tirta Anom di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Balokang Patrol yang sudah tidak berfungsi sejak akhir November 2023.

Ida mengatakan, terkait kondisi tersebut menurutnya harus segera mendapatkan perbaikan. Hal itu agar distribusi air bersih bisa tetap mengalir ke sambungan rumah warga.

Selain itu, kata Ida, kualitas air dari instalasi pengolahan juga harus meningkat. Tentunya agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal. Bahkan, pipa-pipa distribusi yang bocor ia minta agar segera diperbaiki. 

“Kita ingin memperbaiki ke depan pipa-pipa yang bocor agar airnya bisa sampai ke masyarakat. Namun, kita juga perlu melihat kemampuan anggaran,” kata Ida, Rabu (3/1/2024).

Terkait evaluasi terhadap capaian kinerja Perumda Tira Anom pada tahun 2023, ia menilai capaian kinerjanya sudah berjalan cukup baik. 

Hanya saja, tinggal meningkatkan jumlah pelanggan baru di tahun 2024 supaya cakupan distribusi air bersih lebih merata ke masyarakat dan harganya terjangkau.

“Capaian evaluasi sudah baik, tinggal meningkatkan jumlah pelanggan-pelanggan baru,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Temui Ulama di Garut, Muhaimin Iskandar Singgung Utang Pemerintah 70 Triliun untuk Pertahanan

Utang-pemerintah.jpg

harapanrakyat.com,- Cawapres Muhaimin Iskandar menemui ratusan pengasuh pondok pesantren di Garut, Jawa Barat. Dalam pertemuan itu, Gus Imin kembali bermanuver menyinggung soal utang pemerintah. 

Gus Imin, sapaan akrabnya, menyebut pemerintah nekat berhutang sebesar Rp 70 triliun untuk kepentingan pertahanan. Nilai itu menurut Gus Imin tak sebanding dengan pembinaan kepada petani.

Apalagi, ia ingin melakukan perubahan, dengan mementingkan skala prioritas yang ada di depan mata. 

“Kebutuhan mendasar lebih utama dari proyek mimpi yang tidak berpihak kepada rakyat.” katanya saat sambutan di Pesantren Darul Muwahhidin, Kampung Babakan Manggung, Sukajaya, Tarogong Kidul.

Menurutnya, hutang sebesar itu untuk pertahanan negara tidak seimbang dengan pertahanan masyarakat, terutama di bidang pertanian untuk kepentingan pembinaan dan pengembangan. 

Baca juga: Gus Imin Sebut Oknum Satpol PP Garut yang Dukung Gibran adalah Korban

Selain tentara, kata Gus Imin, petani juga merupakan ujung tombak yang memenuhi kebutuhan pertahanan. Sebab, katanya, apabila tak ada pangan, maka indonesia akan sulit bertahan.

“Perlu dicatat, pertahanan nasional itu ada dua, tentara dan petani. Mana bisa perang kalau pangan tidak ada. Mana mungkin bisa bertahan kalo pangan tidak tersedia,” tegasnya. 

Sementara itu, panitia deklarasi pemenangan Amin bersama ajengan dan alim ulama se Kabupaten Garut, KH Abdurrohman Al Qudsi menitipkan kehormatan melalui sebuah gelar. 

Lantaran Gus Imin sedang di Garut dan supaya lebih akrab, maka panggilannya menjadi Ceng Muhaimin atau Ceng Imin. 

“Ceng itu nama kehormatan di Garut. Kami titip Pak Anies dan Ceng Muhaimin jadi Presiden dan Wapres 2024 dan membawa perubahan untuk semuanya,” katanya. (Pikpik/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Harga Tiket Masuk Objek Wisata di Pangandaran Berubah 5 Januari, Ini Rinciannya!

Harga-Tiket-Masuk-Pangandaran.jpg

harapanrakyat.com,- Harga tiket masuk ke objek wisata di Kabupaten Pangandaran, akan berubah mulai tanggal 5 Januari 2024. Nantinya, harga tiket akan berlaku per orang, tidak lagi berlaku bagi per kendaraan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran Tonton Guntari mengatakan, saat ini belum ada penetapan Peraturan Bupati (Perbup) mengenai perubahaan ini. 

“Masih di provinsi. Kemungkinan tanggal 5 Januari sudah ada penetapannya,” kata Tonton. 

Dengan adanya perubahan tersebut, lanjut Tonton, harga tiket per orang ini akan menjadi beberapa kelas. Adapun rinciannya seperti di bawah ini: 

Untuk kelas I masuk ke Pantai Pangandaran dan Batu Hiu tarifnya Rp 20 ribu per orang. Sedangkan kelas II untuk ke Pantai Batu Karas dan Madasari tarifnya Rp 15 ribu per orang. 

Sedangkan untuk kelas III, untuk masuk Green Canyon masuk tarifnya Rp 10 ribu per orang. Adapun untuk kelas III Pantai Karapyak masuk kelas IV dengan tarif  Rp 6.000 per orang.

“Aturan tersebut sesuai Perda Nomor 8 tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah,” tegasnya. 

Ia pun menegaskan, jika wisatawan sudah membeli tiket di Pantai Pangandaran, maka tidak perlu lagi membeli tiket jika masuk ke Pantai Batu Hiu.

“Karena itu dalam satu kawasan atau kelas. Begitu juga di kawasan lain. Pemberlakuan tarif baru ini akan bertahap, tidak akan sekaligus,” pungkasnya. (Jujang/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Sambangi Relawan di Ciamis, Capres Anies Baswedan Optimis Menang di Jabar 

Relawan-Anies.jpg

harapanrakyat.com,- Capres No 1 Anies Baswedan menemui para relawan Gerak Bersama Jangkau Semua Aminkan Ciamis di Gedung KH irfan Hielmy, Kamis (4/1/24). 

Anies mengatakan, ia merasa senang ketika berkunjung Ciamis. Pasalnya, antusias masyarakatnya begitu besar.

“Saya datang ke Ciamis sudah sekian kalinya dan sambutan mereka masih tetap sama, mendukung konsep perubahan,” terangnya.

Karena itu, ia pun merasa optimis di Jawa Barat, khususnya di Priangan Timur bakal mendapat suara besar dalam Pemilu 2024 yang menginginkan perubahan. 

“Perubahan yang kita gagas di sini seperti halnya biaya hidup lebih murah, lapangan pekerjaan lebih mudah, pupuk untuk petani lebih mudah dan solar bagi para nelayan murah,” kata Anies. 

Maka dari itu, kata Anies, untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya perjuangan bersama dalam gerakan perubahan. 

Bahkan, ia menegaskan gagasan perubahan tersebut jangan sampai jadi harapan saja, tapi harus terwujud. 

“Masyarakat harus bersatu dan memenangkan Amin untuk pilpres tahun 2024. Sebab, masa depan bangsa indonesia ada di tangan kalian bersama. Mari dukung konsep perubahan ini dengan meraih suara 80% di Jawa Barat,” pungkasnya. (Fahmi/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Pendaftar Pengawas TPS di Pamarican Ciamis Sepi Peminat, Kok Bisa?

Pendaftar-Pengawas-TPS.jpg

harapanrakyat.com,- Hari pertama Pendaftaran Pengawas TPS di wilayah Kecamatan Pamarican masih minim peminat. Hal itu terlihat saat seleksi di kantor Panwascam Pamarican yang tidak begitu ramai.

Berdasarkan informasi, dari jumlah 218 TPS yang tersebar di 14 desa, Panwascam baru menerima pendaftaran calon panwas TPS sebanyak 96 orang.

Ketua Panwascam Pamarican Ana Suryana mengatakan, pendaftaran Panwas TPS yang baru dibuka per Rabu (3/1/24) kemarin tercatat baru 96 orang yang mendaftar. 

Jumlah tersebut, kata Ana, masih jauh dari kebutuhan yang mana totalnya 218 petugas. 

Karena kondisi tersebut, pihaknya pun memperpanjang waktu pendaftaran agar kuotanya terpenuhi. 

“Mudah mudahan hari ini jumlah kebutuhan petugas Panwas TPS bisa terpenuhi. Kami juga saat ini tengah terus gencar melakukan perekrutan di masing masing desa,” terangnya.

Ana menambahkan, sebagai informasi kepada masyarakat, pihaknya pun merinci jumlah kebutuhan dan pendaftar, seperti Bangunsari butuh 24 baru ada 1 pendaftar, Bantarsari 8 baru ada 7, Kertahayu 25 baru ada 23, Margajaya dari 13 belum ada satupun pendaftar. 

Sementara itu, untuk Mekarmulya dari 11 baru 8, Neglasari dari 21 baru 16, Pamarican dari 19 baru 7, Pasirnagara dari 11 baru 5, Sidaharja dari 12 baru 2. 

Adapun untuk Sukajadi dari 19 baru ada 7, Sukajaya 13 baru ada 12, Sukamukti 15 belum ada yang mendaftar sama sekali.

“Semoga saja semuanya bisa terisi dan sesuai persyaratan yang berlaku,” pungkasnya. (Suherman/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Recent Posts