Beranda blog Halaman 1612

Kebebasan Media Sosial Jadi Tantangan Penguatan Pancasila

35cce85a6aaddec21feb3d9535f660b3.jpeg

KBRN, Jakarta: Era kebebasan media sosial (medsos) dewasa ini dinilai menjadi tantangan bagaimana melakukan penguatan sekaligus pembumian Pancasila.

Paham-paham berseberangan dengan Pancasila bertebaran di medsos berusaha mempengaruhi pikiran-pikiran para netizen (para pengguna medsos).

Dengan demikian, informasi di era ini dinilai menjadi sangat personal, sehingga nantinya hanya individu berkepribadian serta berkarakter kuat saja dapat menyaring setiap informasi yang beredar.

“Para kaum radikal mengumpulkan pengikut lewat media sosial. Bahkan para penganut gaya hidup liberal, pergaulan bebas, hingga individualistik juga menggunakan medsos sebagai media propaganda,” papar Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko, dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Klaten, Senin (28/3/2022).

Saat informasi sudah berada di dunia maya, praktis tak ada kontrol atau pengawasan.

“Bahkan orang tua tidak pernah tahu anak-anak mereka mengakses informasi apa saja. Tokoh agama juga jauh dari tatap muka,” ujarnya.

Solusi masalah di atas menurutnya adalah peningkatan sosialisasi Empat Pilar, yakni Ideologi Pancasila, Undang Undang Dasar 1945 (UUD 45), kesepahaman akan Bhinneka Tunggal Ika, dan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Terutama di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi, sebagaimana dahulu pernah dilakukan pemerintah. Kenapa harus begitu? Sebab minimnya pemahaman nilai-nilai Pancasila diyakini bakal menggerus kepribadian bangsa,” ucapnya.

Jika pengaruh medsos tidak terkontrol, masyarakat terpolarisasi dalam dua kutub, yaitu ekstrem kanan, kaum intoleran dan orang-orang berbeda pemahaman.

“Menganut hidup bebas, mementingkan diri sendiri dan golongan, serta tak peduli dengan masalah bangsa atau penderitaan orang lain, menjadi ancaman,” imbuhnya. 

Sekarang saatnya melakukan penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila.

Orang tua dan para guru, sampai dosen, mesti bahu membahu melakukannya.

“Saran untuk orang tua, jangan menyerahkan pengasuhan anak kepada gadget. Anak rewel jangan diberi ponsel. Bila terbiasa dengan ponsel otomatis mereka juga akan mengakses media sosial. Dari situlah mereka mengakses informasi tanpa memilah-milah,” katanya menambahkan.

Senada dengan Singgih, salah satu pembicara sosialisasi empat pilar Stevano Davi menyatakan, membumikan Pancasila sejatinya terus-menerus dilakukan. 

“Masyarakat bahkan hafal dengan baik Pancasila, karena begitu sering mendengarkan sila-sila. Persoalannya adalah, bagaimana mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya. 

Tanpa memahami nilai-nilai Pancasila, membuat seseorang kehilangan panduan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Ia berharap para orang tua mampu memberi contoh kepada anak-anaknya bagaimana bersikap toleran, saling menghargai.

Disdik Jabar Siapkan Program Pelajar di Bulan Ramadan

85cf9cf50f8cd87d5c382796d58b21c2.jpg

KBRN, Bandung: Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dedi Supandi bersama Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Masa Khidmat 2022-2024 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandung, Jalan Raya Cipadung No. 57, Kota Bandung.

Kadisdik menyampaikan, sudah muncul di tiap kantor cabang dinas ada beberapa pelantikan IRMA. 

“Pelantikan pengurus IRMA wilayah akan diikuti menjadi pengurus IRMA di tiap kabupaten/kota, yang ke depannya kita berharap pemanfaatan program ini akan dibutuhkan di bulan suci Ramadan,” tutur Kadisdik, melalui keterangan resmi Disdik Jabar, Selasa (29/3/2022).

Satu bulan ke depan, lanjut Kadisdik, pihaknya memiliki beberapa program. Mulai dari program Rantang Siswa, Ajengan Masuk Sekolah, Milenial Smart Tren Ramadan, dan lainnya.

“Termasuk, ada juga penulisan mushaf Al-Qur’an yang akan kita gelar selama satu bulan. Di agenda pertama bulan suci Ramadan, ads Milenial Smart Tren Ramadan. Nanti, di akhir ada program buka bersama “On The Screen”. Seluruh siswa akan membagikan hasil masakannya kepada masyarakat ataupun yang membutuhkan,” jelas Kadisdik.

Ia menambahkan, ada satu program baru di tahun ini, yaitu selama satu bulan siswa dibudayakan menabung di tabungan atau celengan masing-masing.

“Tabungan tersebut untuk infak. Nanti, setiap hari perkembangannya dicatat. Sebelum akhir puasa, hasil tabungan tersebut akan diinfakkan,” pungkasnya.

Kegiatan ini pun dihadiri Kepala Cabang Pendidikan Wilayah VII, Firman Oktora serta tamu undangan lainnya.

Ikuti Briefing Bersama Kepala OPD, Ketua TP2D Sampaikan Tupoksi dan Cara Kerja TP2D

Briefing-TP2D.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) mengikuti briefing staff perdana yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni S.Sos, M.Si bersama seluruh kepala OPD Kabupaten Subang yang dilaksanakan secara langsung dan juga virtual, bertempat di Ruang Rapat Bupati II, Senin (28/3/2022).

Dalam kesempatan tersebut Ketua TP2D Dr. (Cand) Gugyh Susandy, SE., M.Si memaparkan rincian juga visi misi dan cara kerja TP2D yang nantinya akan memberikan pertimbangan, saran dan masukan terkait strategi dan kebijakan dalam rangka percepatan pembangunan Kabupaten Subang. Beberapa penyampaian terhadap Raperda-Raperda yang harus menunjang untuk percepatan pembangunan daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Asep Nuroni membuka rapat sekaligus memberikan himbauan kepada Camat masing-masing daerah untuk memasang umbul-umbul maupun atribut untuk menyambut hari jadi Kabupaten Subang yang akan jatuh pada 5 April, dan Kang Asep pun menyampaikan bahwa briefing staff ini merupakan briefing Staff terakhir sebelum bulan Ramadhan.

Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa briefing staff di setiap senin ini menjadi indikator untuk evaluasi kinerja dan juga sarana yang bernilai dalam penacapaian kerja pada setiap OPD.

Kang Asep Nuroni mengingatkan bahwa mulai sekarang hingga tahun depan mulai memasuki akhir masa jabatan kepemimpinan Jimat-Akur maka untuk itu Kang Asep Nuroni berpesan untuk meningkatkan kinerja pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Subang sehingga diharapkan dapat memberikan kesan berharga dan baik dalam kepemimpinan Jimat-Akur.

Selanjutnya Diskominfo melaporkan progress Dashboard Subang Command Center dan Subang Information Center, mengenai Subang Dashboard Center merupakan salah satu indikator penilaian SPBS Kabupaten Subang. Data dari setiap OPD maupun Kecamatan akan masuk kedalam Dashboard ini, diharapkan 31 OPD dapat meng-input data nya untuk ditampilkan dalam Dashboard Subang Command Center.

Asisten Bidang Administrasi Umum H. Ahmad Sobari menyampaik terkait persiapan Milangkala ke-74 Kabupaten Subang dan penyambutan Bulan Ramdahan, terdapat rangkaian kegiatan untuk hari jadi Kabupaten Subang, diantaranya :

1. Penilaian kebersihan yang dilaksanakan 22 Maret-31 Maret di setiap OPD
2. Penyelenggaraan Khitanan Massal yang akan dilaksanakan Selasa 29 Maret 2022 di Aula Pemda Subang
3. Kemudian pada hari Jumat tanggal 1 April 2022 akan dilaksanakan Riung Mungpulung dan Tasyakur.
4. Selasa 5 April 2022 diawali dengan Ziarah Kubur makam Pahlawan Cidongkol pada pagi hari
5. Upacara Puncak Hari Jadi Kabupaten Subang yang akan di gelar di halaman Kantor Bupati Subang
6. Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Subang.

 

 

Kuota Streaming Tri Buat Apa Saja Sih?

kuota-streaming-tri.png

review1st.com – Cukup banyak pengguna kartu Tri yang belum mengetahui tentang bagaimana cara menggunakan kuota streaming Tri atau bahkan banyak yang belum mengerti kuota streaming 3 untuk apa dan syarat ketentuannya.

Kali ini kami akan memberikan ulasan penting untuk kamu tentang Kuota streaming 3 secara lengkap dan sederhana!

Apa itu Kuota Streaming 3?

Apa sih kuota streaming 3? Kuota streaming kartu tri adalah kuota data yang bisa digunakan oleh para pelanggan untuk menikmati berbagai macam video melalui sejumlah aplikasi streaming saat ini.

Sebenarnya kamu bisa memanfaatkan kuota khusus ini untuk menonton video secara daring dengan menggunakan aplikasi-aplikasi video-on-demand yang meliputi YouTube, Netflix, VIU, Genflix, dan KlikFilm.

Meskipun semua pelanggan AON (tidak termasuk Unlimited AON) akan memperolehnya sebagai tambahan, namun besar kuota streaming yang akan diterima jumlahnya berbeda-beda tergantung jenis paket AON yang dimiliki.

Cara Beli Kuota Streaming Tri

Untuk melakukan pembelian kuota ini bisa dilakukan dengan 2 cara seperti biasa yaitu:

  • Via Aplikasi Bima+ (Baik itu Bima+ Apps maupun di website Bima tri.co.id).
  • Via Kode Dial di *248# dan cari kuota MovieMax Plus.
  • Namun sangat direkomendasikan belinya via aplikasi Bima+saja supaya lebih detail infonya.

Nantinya kuota yang kamu dapatkan akan terbagi misalnya kamu beli paket yang 2.75 GB Moviemax Plus VIU, maka akan dibagi menjadi (750MB 2G/3G/4G/+ 2GB 4G).

Info ini akan muncul saat di halaman checkout kuota di Bima+ sekaligus info seperti masa berlaku akses nonton filmnya berapa hari, syarat dan ketentuan dan lain sebagainya.

Cara Menggunakan Kuota Streaming Kartu 3

Seperti apa yang kami sampaikan sebelumnya, kuota streaming ini memiliki syarat dan ketentuan sangat berbeda jika dibandingkan layanan sejenis dari kebanyakan operator lain.

Yang mana dalam hal ini, kuota streaming kartu Tri akan terpakai dengan urutan paling akhir sesudah kuota reguler, lokal, maupun kuota++ (kuota AON) benar-benar habis atau menunjukkan data 0 MB.

Oleh karena itu, kamu yang ingin menikmati kuota streaming perlu menghabiskan terlebih dulu semua kuota lain dalam kartu 3 sebelum masa aktif bonus data untuk menonton video daring tersebut terlewatkan.

Cara Cek Masa Aktif Sisa Kuota Streaming Kartu Tri

Tri untungnya memberikan beberapa metode pengecekan sisa kuota dan masa aktif yang mudah digunakan oleh pelanggan. Ada dua cara dalam hal ini, salah satunya dengan menggunakan aplikasi Bima+.

Selain itu, kamu pun bisa mengecek sisa kuota dan masa aktif dengan mengirimkan SMS berformat INFO<spasi>KUOTA ke nomor 234. Perlu diingat, ganti <spasi> dengan menekan tombol Spasi di HP Android kalian.

HUT ke-74, Pemda Subang Gelar Khitanan Massal

IMG-20220329-WA0005.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang melalui Kabag Kesra menggelar acara khitanan massal yang diikuti oleh 150 peserta anak yatim di Kabupaten Subang pada Selasa (29/3/2022) di Aula Kantor Bupati Subang.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-74 Kabupaten Subang.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Subang, Iwan Rudianto melalui Widyaswari Irfan Tozein, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Kesra Setda Kabupaten Subang, mengatakan, kegiatan khitanan massal ini merupakan rangkaian dari kegiatan hari ulang tahun Kabupaten Subang merupakan program dari Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.

“Kegiatan khitanan massal ini salah satu rangkaian HUT kabupaten Subang ke 74 tahun 2022, untuk anak yatim piatu keluarga miskin dan anak terlantar yaitu untuk mewujudkan salah satu program dari Pak Bupati dan wabup terpilih, dan kalau jumlah anak sunat kita untuk tahun ini seluruhnya ada 500 anak, cuman yang kita laksanakan sekarang di hari ulang tahun Kabupaten Subang Ini untuk Kecamatan Subang sebanyak 150 anak terus selanjutnya kita akan bagi nanti setelah lebaran Insya Allah di beberapa titik karena kan harus tersebar untuk seluruh kabupaten Subang,” kata Widyaswari.

Lebih lanjut Widyaswari menjelaskan bahwa kegiatan Khitanan massal ini tujuannya untuk semua masyarakat dan membantu masyarakat yang ada di Kabupaten Subang, yang nantinya akan dilanjutuan kembali setelah lebaran di beberapa titik yang ada di kabupaten Subang.

“Kegiatan ini akan ditentukan Mungkin setelah lebaran Insya Allah kenapa tidak langsung sekarang karena satu titiknya itu belum ditentukan dan harus tersebar ke seluruh di wilayang kabupaten Subang, yang kedua juga kita kan masih dalam pandemi jadi tidak bisa hari ini langsung 500 di tempat ini, dan juga khitanan ini untuk para perserta akan di berikan uang kadedeh dari pemkab per peserta sebesar Rp 250 ribu rupiah,” mbuhnya.

Presiden Apresiasi Peran Perangkat Desa Tangani Covid-19

bfd78ebd947e59f35d02d48742533af1.jpg

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran perangkat pemerintah desa dalam penanganan pandemi Covid-19.

Kepala Negara mengapresiasi karena perangkat desa dinilai ikut andil dalam mensukseskan program vaksinasi nasional yang masih terus berjalan hingga kini.

“Tadi siang, saya telepon. Berapa kemarin sore? 2.700. Alhamdulillah, dari 64.700 turun menjadi 2.700. Ini juga berkat kerja keras bapak ibu semua, dalam memberi tahu masyarakat, menganjurkan masyarakat untuk vaksinasi, pakai masker, menjaga jarak, cuci tangan, peran bapak ibu sekalian,” tutur Presiden Jokowi dalam sambutannya di acara Silaturahmi Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Tahun 2022 di Istora Senayan Jakarta Selasa (29/03/2022). 

Menurut Presiden, dengan kehadiran pemerintah desa beserta perangkatnya, penanganan pandemi Covid-19 menjadi hal unik yang dimiliki Indonesia. 

“Enggak ada di negara lain. Mereka terkonsentrasi penyelesaiannya di rumah sakit. Kita ini tidak, gotong royong sampai di jajaran paling bawah,” jelas Kepala Negara. 

Ciri khas dari gotong royong dan peran aktif perangkat desa menurut Presiden Jokowi telah banyak membantu tercapainya jumlah vaksinasi sebanyak 374 dosis vaksinasi Covid-19 yang sudah disuntikkan kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia saat ini. 

“Itu juga berkat bapak ibu semua dalam mengajak masyarakat divaksin. 374 juta itu bukan angka kecil lho! Menyuntikkan 374 kali itu bukan gampang, tapi kita bisa melakukan ini, karena sekali lagi, gotong royong kita,” ungkap Presiden Jokowi. 

Karenanya, Presiden juga berpesan kepada segenap kepala dan perangkat desa yang hadir dalam Silatnas tersebut untuk melanjutkan peran aktifnya dalam mendorong peningkatan vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster. 

“Saya titip, untuk yang bisa vaksin booster ini masih di angka 9,6 persen. Baru 20 juta. Mari kita dorong lagi masyarakat untuk ikut vaksin booster, agar apa, memproteksi, melindungi rakyat kita dari Covid, dari varian-varian baru yang ada. Kalau sudah booster, itu kala kena pun ringan, bahkan banyak yang tidak berasa kena padahal dia kena,” papar Presiden.  

Sebagai informasi, pada kesempatan itu Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. 

Polres Subang Berkomitmen Jaga Stabilitas Kamtibmas Selama Ramadan

7c084cebca5692d880c83a14fdb2de78.jpg

KBRN, Subang: Kapolres Subang AKBP Sumarni menegaskan, dalam mewujudkan kondusifitas kamtibmas selama bulan Ramadan, Polres Subang  harus bersinergi dengan unsur terkait lainnya.  Agar masyarakat khusuk dan khidmat dalam menjalankan ibadah puasa nanti. 

“Kami berkomitmen, untuk tetap menjaga kondusifitas kamtibmas di Wilayah Hukum Polres Subang, yang cukup luas dengan tentunya bersinergi dengan unsur terkait lainnya dan peran aktif masyarakat,” ujar AKBP Sumarni kepada RRI di Subang, Selasa (29/3/2022).

Dalam menjalankan kegiatan kamtibmas tersebut kata Kapolres, tindakan yang dilakukan berupa preemtif seperti kegiatan penyuluhan, dikmas, dan kegiatan lainnya. Sementara untuk tindakan preventif, yang dilakukan melalui kegiatan pengaturan, Penjagaan, patroli, pengawalan dan lainnya. 

“Dalam pelaksanaannya kami juga didukung Command Center, yang bisa memantau keberadaan petugas, dan mobil patroli kami pada saat jam jam rawan, dan lokasi lokasi rawan. Jika masyarakat ingin menyampaikan ingormasi, kejadian dan lainnya bisa menghubungi layanan 110 kami. Jika teman-teman yang melihat adanya aktivitas anak-anak, yang mencurigakan atau adanya gank motor bisa menginformasikan ke kami, bisa ke nomor handphone saya, atau bisa ke call center kami 110,” imbuhnya.

Selain itu upaya yang sudah di lakukan Polres Subang selama ini lanjut Sumarni, yakni melakukan pembinaan, dan sudah memanggil kelompok-kelompok anggota gank motor, serta meminta mereka untuk hijrah tidak melakukan tindakan-tindakan negatif.

Ia menambahkan, dari hasil Anev kegiatan di tahun sebelumnya, saat menjelang ramadan, tidak ada gangguan yang signifikan, yang terjadi di wilayah hukum Polres Subang. 

“Namun seperti tempat lainnya, kita juga tetap harus mengantisipasi kejadian C3 ( Curanmor, Curas, Curat), dan juga perlu mengantisipasi kegiatan masyarakat saat sahur, jangan sampai ada konvoy, dan juga perlu antisipasi munculnya kerumunan jelang berbuka puasa, terutama di tempat yang menjual kue dan makanan lainnya. Untuk itu agar seluruh masyarakat dapat tetap disiplin menerapkan Prokes dalam setiap berkegiatan,” jelas Sumarni.

“Peran serta masyarakat sangat kami butuhkan, untuk menjadi Polisi bagi dirinya sendiri, mampu menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggalnya, kontribusi dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif,” tegasnya. 

Terkait kegiatan vaksinasi selama Ramdan, Polres Subang bekerja sama dengan Dinas kesehatan, Kodim 0605 Subang, dan Lanud Suryadarma, serta berkolaborasi untuk mensukseskan akselerasi vaksinasi di Kabupaten Subang.

Sumarni mengungkapkan, untuk Dokes Polres Subang  di bagi menjadi 4 tim ,setiap harinya berputar dari pagi siang sore sampai dengan malam hari, dan tidak hanya stasioner, tetapi juga door to door dari rumah ke rumah, dari kampung ke kampung, dari desa ke desa.

“Kami ingatkan kembali kepada warga masyarakat, untuk menjaga keselamatan warga masyarakat dari paparan Covid-19 dengan tetap menerapkan Prokes.” tutur Sumarni.

Kapolres menghimbau, Bagi warga masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Kamtibmas di lingkungan masing-masing. Kemudian juga penerapan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan, yang laksanakan. Agar  terhindar dari paparan covid -19.Selain itu juga, harus dilengkapi dengan vaksinasi lengkap.

Harapannya, semoga masyarakat Subang saat menjelang bulan suci Ramadhan ini, tetap bisa bekerja dengan baik, dan khusuk dalam melaksanakan ibadah, baik ibadah puasa maupun salat wajib, dan salat sunah lainnya, yang dikerjakan di bulan Ramadan.

“Kemudian menjelang idul fitri nanti, kita juga bisa bercengkrama dengan keluarga yang merayakan Idul Fitri nanti, semua kita harapkan sehat dan tidak terpapar covid-19, ayo kita jadikan Kabupaten Subang Ini kabupaten yang maju kabupaten yang Jawara,” tandas Kapolres Subang.

Dies Natalis ke-68, GmnI Subang Potong Tumpeng Bersama Kaum Marhaen

gmni-subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Minggu, 27 Maret 2022 GmnI Subang menggelar Refleksi Dies Natalis GMNI Subang Ke-68 yang mengusung tema : Mempertajam Gerakan Reinassance Pedagogie Demi Kejayaan Nusantara. Dalam dies natalis kali ini GmnI Subang mengundang beberapa perwakilan kaum marhaen yang terdiri dari petani yaitu Uju, perwakilan serikat nelayan Subang Samsul, Perwakilan buruh Subang dari KASBI Edi Junaedi, OKP Cipayung Plus, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Subang H. Adik Lf Solihin serta para OKP lainnya.

Ketua Pelaksana Dies Natalis GmnI Subang, Angga Ahmad Ridho menyampaikan bahwasannya kegiatan ini merupakan inisiasi dari kawan-kawan untuk tetap konsen memperjuangkan marhaenisme.

Presiden BEM Universitas Subang yang merupakan kader GMNI Subang mengatakan, Ia melihat GMNI sebagai Kawah Candradimuka, GMNI merupakan tempat dimana ia digembleng dari yang tidak tahu bisa menjadi tahu banyak hal.

“Di dalam GMNI inilah saya banyak belajar, tentang bagaimana manejerial gerakan. Bagaimana menjadi seorang pemimpin, maka beruntunglah saya sebagai kader dilahirkan di dalam organisasi ini,” Imbuhnya.

Perwakilan Buruh Subang, Edi Junaedi memaparkan bahwa per hari ini GMNI harus ikut serta mengawal para buruh di kabupaten Subang, dimana banyak sekali problem yang belum terselesaikannya baik itu perda ketenagakerjaan, Omnibuslaw yang in-konstitusional ataupun hak-hak buruh yang lain.

Sementara, perwakilan serikat nelayan Subang, mengapresiasi kegiatan yang diusung oleh kawan-kawan GmnI. Mengingat sangat jarang momen seperti ini, dimana para buruh, nelayan, dan petani hadir dalam satu waktu yang sama.

“Namun sangat menyayangkan ketidak hadiran eksekutif didalam kegiatan ini, dimana kami para nelayan ingin menanyakan perhatian dari pemkab Subang terhadap kami para kaum nelayan. Dimana kami tidak bisa melaut, karena berdirinya perusahaan-perusahaan akibat adanya pelabuhan Patimban. Bahkan jaring-jaring yang kami pasang pun malah rusak tertabrak oleh kapal yang berlalu-lalan,”ungkapnya.

Sedangkan perwakilan petani sendiri menginginkan agar para mahasiswa yang tergabung dalam GMNI ini, selalu berjuang atas kepentingan rakyat bawah, kami juga sangat membutuhkan kawan-kawan mahasiswa untuk dapat menyuarakan apa yang menjadi masalah bagi para petani.

Ketua DPC GMNI Subang, sebagai penanggungjawab dalam kegiatan ini, Fernando Manggala dalam sambutannya menyampaikan bahwa GMNI sudah memasuki usia ke 68 Tahun, merupakan usia yang cukup matang sebagai organisasi pengkaderan. Dimana ketidakhadirannya ekseskutif dalam kegiatan ini, bukanlah hal yang harus dikhawatirkan.

“Justru kita lebih khawatir apabila perwakilan para marhaen inilah yang tidak hadir. Karena GmnI berdiri dengan Usia menginjak Ke-68 Tahun, bukan karena hadir atau tidaknya pejabat pemerintah dalam setiap kegiatannya, melainkan karena adanya rakyat marhaen. Karena kita memiliki spirit perjuang marhaenisme, dengan salam perjuangan marhaen menang. Namun realita hari ini, kaum marhaen ini belum menang,” katanya.

“Kita sebagai DPC GmnI Subang, mendorong pemerintah kabupaten Subang agar segera dibuatkannya Payung Hukum bagi para kaum marhaen. Dimana per hari ini, kita belum memiliki perda perlingdungan petani, yang dimana kita merupakan lumbung pangan terbesar ketiga di Jawa Barat, kita juga belum memiliki Perda perlindungan Nelayan, yang saat ini sudah berdirinya Pelabuhan Internasional Patimban, Dan kita juga belum memiliki Perda Ketenagakerjaan, padahal kita memiliki Ratusan Pabrik dikabupaten Subang, sedangkan perdanya belum dibuat,” lanjut Nando.

Sekretaris DPC PA GmnI Subang, Darmawan Santosa S.H., mengungkapkan GmnI dengan Usia 68 Tahun secara Nasional, dan 12 Tahun secara lokal berdiri di Subang. Sudah saatnya untuk menjalankan hal-hal yang kongkret yang harus mementingkan kepentingan berbangsa dan bernegara, mementingkan kepentingan masyarakat marhaen serta rakyat miskin kota.

“Karena kita sebagai penerus gagasan bung Karno harus tetap setia berada didalam rel perjuangan. Selama masih ada ratap tangis digubuk derita, GMNI harus berada paling depan dalam memperjuangkan kepentingan kaum marhaen,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Subang, H. Adik LF Solihin menyampaikan akan meneruskan apa yang menjadi problem para kaum marhaen apalagi dalam hal Perda, mudah-mudahan dapat segera disahkan perda-perda yang tadi disampaikan oleh perwakilan nelayan, buruh, petani dan kawan-kawan GMNI.

Kegiatan Dies Natalis ini, dihadiri pula oleh Niko Rinaldo, M.Ikom yang merupakan Alumni GmnI Subang serta Tokoh Muda Kabupaten Subang. Ia mengatakan dalam sambutannya, Meski GmnI di Subang baru berusia 12 tahun, kalau kita analogikan dengan Orang mungkin sedang labil-labilnya.

“Tetapi saya berharap sebagai orang yang dilahirkan di GmnI. GMNI harus mempunyai Grand Design yang Genuine, harus tetap membumikan Pancasila ditengah tantangan zaman seperti saat sekarang ini. Serta harus mampu melahirkan kader yang mampu survive di era di gitalisasi seperti sekarang,” katanya.

Sedangkan dihubungi secara terpisah Ketua DPC Persatuan Alumni GMNI Subang Ugi berharap para mahasiswa khususnya kader GMNI Subang agar terus menjadi garda terdepan dalam mengawal Pemerintahan, serta menjadi agen perubahan khususnya di Kabupaten Subang.

“Masih banyak problematika yang masih perlu di benahi, tugas kita mengawal jangan sampai yang menjadi kebutuhan rakyat bawah tidak terakomodir dengan baik. GMNI harus bergerak maju untuk Kabupaten Subang,” pungkasnya.

Jaga Lingkungan Hidup, DLH Subang Sarankan Tanam Pohon Hias dan Buah-buahan

dc1bb1430fe40b0bdfd01970700faae9.jpg

KBRN, Subang : Dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Subang, dilakukan secara pentahelix, atau melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha unsur pelajar dan media massa.

Penanganan lingkungan hidup itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang Hidayat, dengan cara menanam ribuan tanaman hias, dan tanamam buah-buahan. 

Dengan menanam pohon buah-buahan itu kata Hidayat, Subang kedepan bisa menjadi sentra buah mangga. Karena pohon mangga yang di tanam di sepanjang bantaran sungai, dikelola oleh kelompok tani, dan masyarakat sekitar.

“Kita hanya melakukan penanaman pohon, selanjutnya pohon dipelihara dan di rawat oleh kelompok tani dan masyarakat sekitar. Sehingga nanti hasilnya, dapat diambil oleh kelompok tani dan masyarakat,” ujar Hidayat kepada RRI di Subang, Selasa (29/3/2022).

Hidayat mengungkapkan, target tanaman buah-buahan yang di tanam itu tidak kurang dari 50 ribu pohon, pengadaannya bekerjasama dengan Dishutbun Provinsi Jawa Barat.

Untuk 50 ribu pohon buah-buahan tersebut lanjut Hidayat, di tanam mulai dari wilayah selatan sampai dengan wilayah pantura.

“Di selatan kita tanam di daerah yang rawan longsor, sedangkan di tengah dan pantura kita tanam di sejumlah bantaran sungai, tujuannya untuk meminimalisir terjadinya banjir,” jelasnya.

Untuk tanaman hias berupa pohon hanjuan, sudah di tanam di sepanjang jalan di jalur wisata, termasuk  masuk di wilayah kota. 

“Karena wilayah selatan merupakan jalur wisata, kita hijaukan dengan tanaman hias, termasuk di wilayah Subang kota,” imbuh Hidayat.

Sementara itu untuk di pesisir pantai, penghiajauan itu LH Subang bekerjasama dengan Perum Perhutani, terkait pengadaan pohon mangroove, bertujuan untuk menahan abrasi pantai dari bencana air ROB.

“Untuk di wilayah pesisir pantai, kita juga bekerjasama dengan pihak Perum Perhutani, dalam menghijaukan pantai dengan pohon mangroove,” terangnya.

Lebih lanjut Hidayat menyebutkan, dengan penanaman pohon hias dan buah-buahan tersebut, tidak hanya sebagai upaya meminimalisir bencana alam, mulai dari longsor, banjir bandang, dan krisis air bersih, serta bencana banjir pantura. Tetapi juga pohon yang di tanam itu, dapat mengurangi pemcemaran emisi udara, yang diakibatkan polusi udara, dari kendaraan dan industri.

“Mudah-mudahan saja kita, terhindar dari berbagai ancaman bencana, tetapi kita juga dati upaya ini, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, dari sentra buah-buahan nanti,” pungkas Hidayat.

Presiden Akan Naikkan Dana Desa Tahun 2023

9b306d9cb0417c2572666abe6098dcb2.jpg

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo berencana menaikkan anggaran Dana Desa di tahun 2023 nanti.

“Tahun depan insyaallah, (Dana Desa) dikembalikan atau dinaikkan,” katanya saat memberi sambutan di Silaturahmi Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Tahun 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Meski belum menyebutkan berapa nilai kenaikannya, pernyataan Presiden Jokowi ini pun langsung disambut tepuk tangan para perangkat desa yang hadir.

Baca juga: Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan Desa

Presiden mengatakan, dirinya sempat ingin menambah besaran Dana Desa di tahun 2020. Namun niat tersebut terpaksa urung dilakukan karena Pemerintah harus mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Saya sudah berpikir akan menambah, melompatkan anggaran desa lebih besar lagi. Tapi Tuhan belum mengizinkan, karena uang yang dipakai untuk Covid-19 pada tahun 2020 Rp690 triliun. Besar sekali. Pada tahun 2021, sebesar Rp740 triliun, besar sekali,” tutur Presiden. 

Karenanya Kepala Negara menjelaskan, pemerintah pusat harus memotong anggaran dari kementerian/lembaga dan juga Dana Desa untuk penanganan Covid-19 sejak tahun 2020 hingga tahun 2022. 

Untuk diketahui, Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp68 triliun di tahun 2022. Angka tersebut turun sebesar Rp4 triliun bila dibandingkan dengan anggaran di tahun 2021. 

“Dana desa kami potong. Sedikit lho ya. Tidak banyak,” jelas Presiden. 

Secara keseluruhan, Presiden Jokowi mengungkapkan, Pemerintah telah mengeluarkan Dana Desa sebesar Rp468 triliun. 

“Dana yang disalurkan untuk desa itu Rp 468 triliun. Jangan dipikir uang kecil. Ini uang gede sekali, besar sekali,” tandas Presiden. 

Dia pun berpesan agar Dana Desa yang disalurkan digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan desa dan masyarakat pedesaan.

Misalkan untuk pembangunan infrastruktur dasar desa seperti jalan, embung, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. 

Recent Posts