Beranda blog Halaman 1515

Wanita Tangguh Asal Rajadesa Ciamis, 37 Tahun Jualan Sayur Keliling

Wanita-Tangguh-Asal-Rajadesa-Ciamis.jpg

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Wanita tangguh, itulah istilah yang tepat untuk Iwin (67), seorang ibu rumah tangga warga Dusun Karanganyar, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Iwin mengaku sudah berjualan sayuran sejak 37 tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tak harus selalu mengandalkan suami.

“Berjualan sayuran atas kehendak sendiri demi menopang kebutuhan hidup sehari-hari, tanpa harus mengandalkan dari suami,” katanya, Rabu (24/8/2022). 

Baca Juga: Guru PNS di Ciamis Ini Sukses Beternak Lebah Klanceng dan Ayam Pelung

Meskipun sibuk jualan sayur keliling, Iwin mengaku tidak lupa kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. 

“Ketika mulai berjualan bisa dibilang tertatih-tatih, namun berkat keuletan dan kesabaran bisa bertahan sampai saat ini,” lanjutnya.

Setiap hari wanita tangguh asal Rajadesa ini menjual sayuran dengan menggunakan sepeda motor. Selain di sekitar Desa Tanjungjaya, Iwin juga kadang berjualan sayur hingga ke luar desa.

“Menjadi pedagang terpenting punya prinsip, ketika berjualan jangan sampai membebani pelanggan biar untung sedikit terpenting lancar. Sebab ketika pedagang mampu membahagiakan pelanggan, maka rezeki pun akan dipermudah,” katanya. 

Selain berkeliling jualan sayuran, Iwin juga menerima pesanan sayuran maupun kebutuhan lainnya

“Kalau ada yang pesan, nanti saya tinggal antar ke rumahnya,” pungkasnya. (Edji/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Purnawirawan TNI di Kota Banjar Sukses Budidaya Melon 

Purnawirawan-TNI-di-Kota-Banjar-Sukses-Budidaya-Melon.jpg

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Solihin, seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat yang berhasil mengembangkan tanaman buah melon di Dusun Randegan, RT 12 RW 5, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.

Ditemui HR-Online di kebun melon miliknya, Solihin mengatakan, ia menggunakan modal pertamanya dari hasil kerja selama menjadi prajurit angkatan darat.

“Pertama saya memanfaatkan hasil jerih payah selama 34 tahun menjadi anggota dan saya dapat dari ASABRI tidak besar. Kemudian digunakan untuk modal usaha,” kata Solihin, Rabu (24/8/2022).

Ia menjelaskan, sejak awal tahun 2022 ada 3 jenis buah melon yang dibudidayakan di kebunnya, yakni jenis melon Pertiwi, My Love, dan Red Aroma.

“Ada tiga jenis melon yang saat ini ditanam dan siap panen. Pertama jenis Pertiwi, My Love, dan Red Aroma,” jelas Solihin.

Baca Juga: Panen Melon di Kota Banjar, Konsumen Bisa Petik Sendiri

Menurutnya, 3 jenis melon yang ditanamnya itu masing-masing memiliki perbedaan diantara dalam pemasaran dan harga jual.

“Perbedaannya pertama tentu dalam hal pemasaran kalau jenis Pertiwi ini kebanyakan pasar lokal, dan My Love biasanya untuk memenuhi kebutuhan supermarket. Sama halnya dengan jenis Red Aroma,” paparnya.

Harga jual, lanjut Solihin, melon jenis Pertiwi dibanderol Rp 15 ribu per kilogramnya. Sedangkan melon jenis My Love Rp 20 ribu per kilogram.

“Tapi harga jual di supermarket untuk melon jenis My Love ini bisa lebih tinggi dari harga di sini,” imbuhnya.

Saat ini, purnawirawan TNI di Kota Banjar ini mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan konsumen lantaran produksinya kurang.

“Untuk pemasaran saat ini kita melalui media sosial dan sudah banyak yang memesan. Sehingga pesanan konsumen juga belum semuanya terpenuhi karena produksinya kurang,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Akibat HP Meledak saat Dicharge, Ibu dan Anak di Tasikmalaya Terbakar

HP-Meledak.jpg

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Diduga akibat HP meledak saat dicharge di kamar, seorang anak bernama Adit (5), dan ibunya bernama Iik, terbakar. Peristiwa HP meledak itu terjadi di kampung Cimerak, Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa  (23/08/2022).

Kalak BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar mengatakan, awalnya BPBD mendapatkan laporan dari warga. Setelah menerima laporan adanya kebakaran, petugas BPBD Kota Tasikmalaya langsung meluncur ke TKP.

Kebakaran pun bisa teratasi dengan cepat sehingga tidak sampai merembet ke pemukiman warga lainnya.

“Kebakaran ini berawal dari seorang anak yang sedang main HP. HP-nya itu sambil dicharge dan ia simpan di atas perutnya. Kemudian meledak dan membakar pakaian anak tersebut. Ibunya langsung menolong, namun ibunya pun ikut terbakar,” terang Ucu Anwar, di lokasi kejadian.

Baca Juga : Ini Sosok Sahrul, Korban Terseret Ombak di Pangandaran Asal Tasikmalaya

Peristiwa kebakaran akibat HP meledak ini menyebabkan anak dan ibunya mengalami luka bakar. Bahkan api hingga merambat ke kasur busa.

Lanjutnya, korban pun sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Soekardjo. Karena kedua korban tersebut mengalami luka bakar serius.

“Kita menerjunkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran. Memang tadi kesulitannya itu jalan menuju ke rumah korban sempit. Jadi susah terjangkau. Tapi bisa teratasi dan petugas berhasil memadamkan api,” kata Ucu Anwar.

Hingga kini petugas kepolisian dari Polsek Cibeureum, Polres Tasikmalaya Kota masih mendalami kasus kebakaran akibat HP meledak saat dicharge tersebut. (Apip/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Sumber Mata Air di Pangandaran Terancam Pembangunan Masif di Pusat Kota Baru

Sumber-Mata-Air-di-Pangandaran-Terancam-Pembangunan-Masif-di-Pusat-Kota-Baru.jpg

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Seorang warga yang juga tokoh publik penggiat pendidikan Multikultural, Ai Nurhidayat, membagikan video tentang sumber mata air yang terancam.

Video yang ia bagian tersebut berjudul Cerita Sumber Daya Air di Desa di Negeriku Dalam 20 Detik.

Dalam unggahan video di akun Instagram Ai Nurhidayat Mars, menceritakan keluhannya, bahwa air di desanya yang ada di Kabupaten Pangandaran sebentar lagi akan habis.

Sumber mata air yang terancam tersebut karena adanya pembangunan kampus, perumahan, dan perkantoran pemerintahan. Menurutnya, pembangunan tersebut semuanya dibangun tanpa Amdal yang jelas. 

“PUPR tolong kami, kami bukan ingin menang lomba, yang kami inginkan negara hadir, ikut menjaga sumber daya air di desaku. PUPR tolong sigap ya…,” katanya dalam video.

“PUPR semoga menjalankan fungsinya dengan baik membangun negeri,” lanjutnya.

Baca Juga: Zeround Edu Park, Tempat Wisata Baru di Pangandaran yang Edukatif

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa harus ada penelusuran yang membuat sumber mata air terancam karena ada laju pembangunan yang Amdalnya susah untuk dimengerti.

“Udah yuk yuk yuk percuma kreatif juga kalo lingkungan hidup hancur,” tegas Ai Nurhidayat dalam akhir videonya.

Kepada HR Online, Ai Nurhidayat membenarkan bahwa ia yang membuat dan menguploadnya ke akun Instagram pribadinya.

Ia menjelaskan, bahwa video itu adalah bentuk keprihatinannya melihat pembangunan yang masif, tetapi mengabaikan keberlangsungan sumber mata air di desanya.

“Didiamkan malahan membiarkan. Kalau tidak ada yang mengkritik, jangan sampai cuma warga lokal yang kena dampaknya,” jelasnya Selasa (23/8/2022).

Lanjutnya menambahkan, bahwa kepedulian tentang lingkungan terutama sumber mata air yang tengah terancam, karena ia warga Kabupaten Pangandaran.

“Saya berdomisili dan memiliki KTP di Desa Cintakarya. Adapun daerah yang terdampak akibat pembangunan yang masif itu, salah satunya Dusun Karangkamulyan, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi. Selain itu juga ada sebagian Dusun Cintaratu,” pungkasnya. (Madlani/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Pemkab Ciamis Peduli terhadap Perkembangan Anak, Ini Buktinya

Pemkab-Ciamis-Peduli-Perkembangan-Anak.jpg

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Pemkab Ciamis, Jawa Barat, bersungguh-sungguh peduli terhadap perkembangan anak. Salah satunya adalah menerbitkan dan menerapkan aturan untuk menjamin terpenuhinya hak anak.

Kepala Bagian Hukum Setda Ciamis, Deni W Hidayat mengatakan, aturan tersebut yaitu Peraturan Bupati Ciamis (Perbup) Nomor 43 Tahun 2021.

“Perbup itu mengatur tentang Rencana Aksi Daerah Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Ciamis Tahun 2020 sampai 2024,” katanya kepada HR Online, Selasa (23/8/2022).

Deni mengungkapkan, bahwa pengembangan KLA merupakan upaya guna menjamin terpenuhinya hak-hak anak secara sungguh-sungguh dari pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Oleh karena itu, Bupati Ciamis mengeluarkan Perbup Nomor 43 Tahun 2021,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan telah ditetapkannya Perbup Nomor 43/2021, menunjukan bahwa Pemkab Ciamis sangat peduli terhadap perkembangan anak.

Ia menjelaskan, bahwa Perbup tersebut tujuan intinya adalah memberikan rasa aman, untuk mengembangkan bakat dan potensi anak. Selain itu juga, mengoptimalkan peran pemkab dalam membangun sarana dan prasarana di Kabupaten Ciamis.

“Peran orang tua sangat dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan dasar, agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.

Baca Juga: LPPNU Dorong Pemkab Ciamis Percepat Pelaksanaan Reforma Agraria

Akan tetapi, sambungnya, untuk menunjang sarana prasarananya, Pemkab Ciamis perlu mempunyai pedoman dalam rangka menyusun program kerja. “Dan juga kegiatan dalam mewujudkan KLA di Kabupaten Ciamis,” ucapnya.

Bentuk kepedulian lain dalam perkembangan anak, beberapa SKPD di Pemkab Ciamis terus melakukan upaya dalam mensosialisasikan kepada masyarakat.

Hal tersebut sesuai dengan pedoman Nomor 43 Tahun 2021, yaitu salah satunya  dengan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), dalam pemenuhan hak-Hak anak.

“Ini merupakan salah satu gambaran upaya Pemkab Ciamis kepada orang tua dalam pembuatan KIA, yang dikhususkan untuk anak berusia kurang dari 17 tahun. Dan KIA ini sama dengan fungsi KTP dewasa,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Terkendala Pasar, HIPMI Kota Banjar Perlu Dukungan Pemerintah Agar UMKM Naik Kelas

UMKM-Naik-Kelas.jpg

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Banjar, Jawa Barat, memberikan pandangannya agar produk usaha pelaku UMKM naik kelas dan bisa merambah ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar modern.

Sebelumnya, dua pelaku UKM mengeluhkan kendala pemasaran dan izin edar produk usaha.

Menurut Ketua HIPMI Kota Banjar, Aep Saepul Hijbi, untuk memajukan produk UMKM para pelaku usaha harus mendapat dukungan dari pemerintah melalui kebijakan.

Dukungan tersebut, kata Aep, seperti memfasilitasi pelaku usaha untuk memperoleh izin yang jelas.

Sebab, hal itu akan menunjang kelayakan produk dan berkaitan dengan keselamatan pembeli.

Hak cipta pemilik untuk branding, kata Aep, juga harus mendapat perhatian. Selain itu, izin edar kelayakan produk hingga kelayakan tempat usaha untuk menjamin agar nantinya produk usaha dapat memenuhi standar pasar.

“Pemerintah harus mendukung UMKM untuk memperoleh izin yang jelas,” ujar Aep, Senin(22/8/22)

Selain itu, dukungan pemerintah dengan memberikan pelatihan bagi pelaku usaha kecil kelas pemula sebagai bekal wawasan menjalankan usahanya.

Berikutnya, kata Aep, memberikan bantuan ataupun fasilitas pemasaran terhadap produk-produk UMKM, baik di level regional maupun nasional.  Bahkan kalau perlu menerobos pasar ekspor.

Sehingga, jika itu berhasil nantinya pelaku UMKM tinggal fokus untuk menambah produksi dan menjaga kualitas produk-produk yang mereka hasilkan.

“Memberikan bantuan pembiayaan bagi UMKM yang memang membutuhkan bantuan. Pembiayaan itu untuk memperkuat posisi mereka di bidangnya masing-masing,” katanya.

Dalam pembiayaan ini, lanjutnya, pemerintah harus berkolaborasi dengan perbankan, baik itu bank-bank BUMN maupun Swasta.

Baca juga: DKUKMP Kota Banjar: Produk UKM Cukup Pakai PIRT/PKRT Bisa Masuk Pasar Modern 

Indikator UMKM Bisa Naik Kelas

Beberapa indikator produk UMKM bisa dikatakan naik kelas, di antaranya jumlah penjualan dan jumlah pelangganya meningkat.

Kemudian, aset usahanya berkembang pesat, jumlah karyawan meningkat, kualitas sumber daya manusianya juga meningkat.

Selain itu, sistem administrasi dan keuangannya juga meningkat serta beberapa indikator lainnya.

“Termasuk pembayaran pajaknya, jumlah barang yang diproduksi ataupun dana permodalan yang diakses dari perbankan juga meningkat,” jelasnya.

50 Pelaku UMKM Naik Kelas

Terpisah, Kepala Bidang UMKM Dinas KUKMP Kota Banjar Tatang Nugraha mengatakan, berdasarkan data per Agustus 2022 jumlah UMKM yang naik sebanyak 50 unit usaha.

Dari jumlah tersebut, UMKM yang naik kebanyakan pelaku UKM produk olahan makanan.

Menurutnya, indikator UMKM yang naik kelas di antaranya teknik pengemasan produknya lebih modern dan transaksinya menggunakan digital.

Meskipun, kata Tatang, dari jumlah UMKM yang naik kelas tersebut jika dilihat dari sisi permodalan masih dalam hitungan permodalan skala mikro. Namun dari sisi produksi atau omzet penjualan mengalami peningkatan.

“Tahun ini dari target 75 UMKM yang naik kelas hingga bulan Agustus baru 50 UMKM. Selebihnya masih dalam proses dan kebanyakan itu UMKM produk olahan makanan,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Awas Jangan Salah Belok, Ada Rekayasa Arus Lalin di Jalan Stasiun Ciamis

Ada-Rekayasa-Arus-Lalin-di-Jalan-Stasiun-Ciamis.jpg

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melakukan rekayasa arus lalu lintas (lalin) di Jalan Ir H Juanda dan Jalan Stasiun Ciamis, Selasa (23/8/2022).

Rekayasa itu untuk angkutan umum agar melintasi ke jalan tersebut. Hal tersebut mengingat masyarakat Ciamis menginginkan adanya pemberhentian kereta api eksekutif seluruhnya di Stasiun Ciamis.

Plt Kepala Dishub Ciamis, Achmad Yani mengatakan, rekayasa arus lalin itu sesuai dengan instruksi Bupati dan juga keinginan masyarakat Ciamis. Bahwa di Stasiun Ciamis ini menginginkan adanya pemberhentian kereta api eksekutif seluruhnya.

Sementara dalam mendukung pemberhentian itu, dari Dishub Ciamis telah melakukan berbagai upaya, seperti halnya pemasangan rambu dan PJU.

“Termasuk hari ini kita optimalisasi angkutan umum yang melintas ke jalan Stasiun Ciamis,” katanya kepada HR Online, Selasa (23/8/2022).

Hal tersebut, sambungnya, guna memberikan pelayanan kepada para penumpang kereta api, baik yang akan naik maupun turun di Stasiun Ciamis.

Achmad menjelaskan, angkutan umum yang melintas Jalan Ir H Juanda itu, semuanya dialihkan ke Jalan Stasiun Ciamis. Hal itu agar bisa melintas di depan Stasiun Kereta Api Ciamis.

Baca Juga: Simpang Cirahong Jadi Urutan Pertama Pelanggaran Terbanyak di Ciamis

Sedangkan untuk rekayasa arus lalin sendiri, yaitu dari Jalan Ir H Juanda nanti belok ke arah jalan Stasiun Ciamis. Kemudian belok lagi ke jalan Pemuda, lalu ke jalan Ir H Juanda lagi. 

“Angkutan umum yang melintas ke Stasiun Ciamis itu ada bus jurusan Tasik-Cirebon, mobil Elf dan angkutan kota,” jelasnya.

Sampai Kapan Rekayasa Arus Lalin di Jalan Stasiun Ciamis?

Sebelumnya jalan tersebut sempat dioperasikan untuk angkutan umum, tapi sempat terhenti. Kemudian hari ini mulai kembali dioptimalisasi lagi. 

“Jadi untuk saat ini kita kembali berlakukan angkutan itu. Karena belum semuanya kereta api eksekutif itu berhenti di Stasiun Ciamis. Jadi masih ada 2 kereta lagi yang belum,” terangnya.

Baca Juga: Penutupan Perlintasan Kereta Api di Jalan Benteng Ciamis Ditunda

Lebih lanjut Achmad menambahkan, untuk hari ini selama satu minggu kedepan, pihaknya masih tahapan sosialisasi kepada para angkutan umum. 

Jadi, katanya, untuk nanti setelah selesai waktu sosialisasi rekayasa arus lalin tersebut, akan benar-benar diterapkan.

Sehingga, jika nanti ada angkutan yang melanggar atau tidak melintasi Jalan Stasiun, bisa terkena sanksi tilang. 

Sementara untuk sanksi tilang, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian. Pasalnya, menurut Achmad, urusan tilang bukan ranahnya.

“Dan juga jalan Stasiun Ciamis ini adalah jalan satu arah, namun masih ada pengendara yang melanggar. Maka dari itu kita juga akan koordinasikan dengan kepolisian,” pungkas Kepala Dishub Ciamis. (Ferry/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Pembangunan Jalan Lintas Pantai, DPRD Pangandaran; Wisata Karangtirta Bisa Hidup Lagi

jalan-pesisir-pantai.jpg

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin menyebut program pembangunan jalan lintas pantai akan membangkitkan kembali sejarah wisata Karangtirta dan hidup kembali.

Menurutnya, Karangtirta memiliki potensi besar dan menjadi daya tarik ke depannya. Apalagi ketika Pemda memiliki rencanaa akan merevitalisasi Bengawan Karangtirta.

“Karangtirta itu mempunyai estuari semacam bengawan pertemuan air laut dan sungai air tawar. Di situ juga sebagai tempat biota laut dan sebagainya,” kata Asep Noordin, Senin (22/8/22).

Baca juga: Tunjang Kepariwisataan, Pemkab Pangandaran Garap 3 Proyek Strategis Tahun 2022

Asep menambahkan, pembangunan jalan lintas pantai merupakan gagasan besar yang akan menjadi sesuatu yang baru di hari jadi kabupaten Pangandaran yang ke 10 tahun.

Selain itu, juga menjadi hadiah tahun baru 2023 nanti yang mana masyarakat akan bisa menggunakan akses jalan ini.

“Ini luar biasa sebagai pengembangan akses destinasi wisata. Bagi saya infrastruktur dibangun itu untuk menjadikan alat konsolidasi ekonomi, event dan konsolidasi antar destinasi wisata,” imbuhnya.

Konsep besar gagasan tersebut menurutnya tidak asal membangun saja. Karena itu pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat untuk berdo’a serta mendorong agar pembangunan ini sukses bermanfaat.

“Tentu saja fungsi pengawasan DPRD sangat melekat melalui komisi 3, mulai dari perencanaan pelaksanaan serta perawatannya. Kita lakukan dan bahkan masyarakat juga silahkan ikut mengawasi, bukan hanya DPRD saja, tapi semua masyarakat Pangandaran,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)

Tunjang Kepariwisataan, Pemkab Pangandaran Garap 3 Proyek Strategis Tahun 2022

poyek-strategis.jpeg

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran menyebut tahun 2022 ini ada 3 proyek strategis guna menunjang kepariwisataan dan pelayanan kepada masyarakat.

Proyek tersebut di antaranya pembangunan jalan lintas pesisir, perpustakaan daerah dan mall pelayanan publik yang aman dan nyaman.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, pembangunan jembatan dan jalan lintas pesisir yang berada di Muara Citonjong, Blok Karangtirta, Dusun Cipari, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih ini nantinya akan mengembangkan wisata agar lebih merata.

Apalagi, kata Jeje, pembangunan ini berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat. 

“Proyek strategis ini akan mengubah berbagai tatanan, mengubah pengembangan wisata yang sekarang terpusat di Pangandaran. Nantinya pusat keramaian akan merata,” kata Jeje usai peletakkan batu pertama pembangunan jalan lintas pesisir, Senin(22/8/2022).

Baca juga: Resmikan Jembatan Sintok, Bupati Sebut ke Pangandaran Jadi Lebih Cepat

Ia menyebut dengan anggaran sebesar Rp 94 miliar, Pemkab berencana akan membangun jalan sepanjang 91 kilometer.

Jalan tersebut mulai dari pantai Karapyak, Kecamatan Kalipucang hingga pantai Madasari yang berlokasi di Kecamatan Cimerak. 

“Seluruh pembangunan jalan ini untuk menghubungkan beberapa objek wisata, seperti Pantai Pangandaran, Batu Hiu, Bojongsalawe, Batukaras hingga ke Pantai Madasari,” ungkap Jeje.

Untuk anggaran pembangunan jalan lintas pesisir ini, lanjut Jeje, ada 3 sumber, yakni dari DAK, Banpro dan APBD Kabupaten Pangandaran.

Dengan adanya akses jalan dan jembatan itu, kata Jeje, wisatawan nantinya bisa mengakses jalan lintas pesisir ini.

Sehingga akan mempermudah akses dari Pamugaran Pangandaran menuju jalan Cikembulan Sukaresik – Batuhiu – Bojongsalawe dan Batukaras sampai ke Madasari.

“Jembatan ini panjangnya 200 meter bisa dilalui oleh wisatawan dari Pangandaran,” jelas Jeje Wiradinata.

Sementara itu, tahun 2023 nanti pihaknya akan membangun jembatan penghubung yang permanen menggantikan jembatan bailey penghubung Nusawiru Cijulang dengan Pantai Batukaras.

“Dengan pembangunan sarana jalan dan jembatan ini yang menjadi salah satu proyek strategis, akses dari Pantai Pangandaran menuju pantai Madasari bisa lebih cepat,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)

Tingkatkan Ekonomi, Kepala Desa di Jabar Didorong Melek Digital

c1_z2_IMG_20220823_081011_-182c84045c1_5_-182c8408ad1_5.jpeg

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Gubernur Jabar Ridwan Kamil dorong para kepala desa untuk melek digital. Hal ini untuk mewujudkan konsep tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia.

Menurut Ridwan Kamil, kepala desa berperan penting untuk meningkatkan perekonomian warga. Salah satunya dengan inovasi digital.

“Para kepala desa harus melek digital supaya dapat menggerakkan ekonomi lewat inovasi teknologi,” ujar Ridwan Kamil usai meresmikan Kantor Desa Cinta, Karangtengah, Garut, Senin (22/8/2022).

Ridwan Kamil memberi contoh inovasi e-fishery yakni budi daya ikan lele dari Indramayu. Peternak berhasil meningkatkan hasil panen berkat dukungan kepala desa yang sudah paham inovasi digital sekaligus menangkap peluang ekonomi. Contoh lainnya penangkapan ikan fish finder dari Kabupaten Sukabumi.

“Contoh itu merupakan bukti kepala desa yang melek teknologi sangat berperan untuk kemajuan ekonomi,” jelasnya.

Konsep tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia ini adalah respons atas perubahan tatanan akibat adanya pandemi Covid-19.

Desa merupakan masa depan asalkan mampu menguasai teknologi dan digital. Ridwan Kamil pun kembali menunjukan produk desa sabun cuci Mencrang. Dengan memasarkannya secara online, kini omsetnya meningkat sampai puluhan juta rupiah setiap bulan.

“Semua produk dari warga desa jualannya harus online. Termasuk hasil produk pertanian,” ungkapnya.

Sebelum adanya disrupsi digital, konsep tersebut sulit terwujud. Warga menganggap urbanisasi merupakan solusi untuk meningkatkan ekonomi dari sisi pendapatan. Mereka menilai datang ke perkotaan lebih baik.

“Banyak yang hijrah ke kota karena menganggap ekonominya akan lebih,” tuturnya.

Namun dengan era digital sekarang, konsep tinggal di desa namun rezeki kota dan bisnis mendunia, hal tersebut dapat terwujud dan relevan. Terlebih warga saat ini umumnya telah memiliki telepon pintar sebagai sarana untuk jualan.

“Tinggal kepala desa supaya melek digital untuk mendukung perekonomian warga,” pungkasnya. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Recent Posts