Beranda blog Halaman 1452

Material Longsor Tutupi Jalan dan Rusak Garasi Mobil di Ciamis

Material-Longsor-Tutupi-Jalan-dan-Rusak-Garasi-Mobil-di-Pamarican-Ciamis.jpg

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Material longsor tebing tutupi akses jalan Jalan Angsana-Gunungkelir, RT 23/07, Dusun Legokmenol, Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Ciamis, Jawa Barat. Tebing yang longsor tersebut setinggi 10 meter.

Akibat kejadian tersebut, akses keluar masuk warga sempat tersendat. Sementara  untuk dapat kembali dilalui oleh warga, aparatur desa setempat bersama UPTD PUPRP wilayah Pamarican dibantu Tagana dan warga, melakukan evakuasi longsoran.

Anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, Tahrir Nurbari mengatakan, kejadian longsor tersebut terjadi pada Jumat (7/10/2022) malam. Saat itu, wilayah Kecamatan Pamarican diguyur hujan lebat sejak sore hingga Sabtu (8/10/2022) pagi hari. 

“Material longsor ini mengakibatkan akses jalan warga tertutup. Maka dari itu, kami bersama warga hari ini melakukan evakuasi material longsor yangmenutup bahu jalan,” katanya kepada HR Online, Sabtu (08/10/2022).

Baca Juga: Waspada! Ini Daerah yang Rawan Bencana di Ciamis 

Selain menutupi akses jalan, sebuah garasi milik warga hancur setelah terbawa material longsoran.

Saat ini, pihaknya masih berupaya melakukan penanggulangan longsor. Selain gotong royonf membersihkan material longsoran yang membuat jalan terhalang, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan yang lain.

Baca Juga: Longsor Terjadi di Desa Nasol Ciamis, 10 Rumah Terancam 

“Kita bersama Pemdes Sidamulih juga berkoordinasi dengan instansi terkait tingkat Kabupaten Ciamis untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

FK Tagana Kabupaten Ciamis juga mengimbau agar masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan untuk selalu waspada terhadap ancaman bencana alam.

“Terutama tanah longsor. Mengingat saat ini intensitas hujan sangat tinggi,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Korban Rumah Ambruk di Kota Banjar Butuh Bantuan

Korban-Rumah-Ambruk-di-Kota-Banjar-Butuh-Bantuan.jpg

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Lisnawati (33), korban rumah ambruk di Kota Banjar butuh bantuan untuk memperbaiki rumahnya. Pemilik rumah ambruk adalah warga Dusun Karangpucung, RT 34/11, Desa Balokang, Kecamatan Banjar.

“Saya berharap mudah-mudahan ada bantuan untuk memperbaiki rumah saya yang rusak ini,” katanya kepada HR Online, Sabtu (8/10/2022).

Rumah semi permanen milik Lisnawati (33) tersebut, ambruk setelah diguyur hujan sejak malam hingga Sabtu (8/10/2022) pagi tadi.

Akibatnya Lisnawati rumah terpaksa harus mengungsi ke rumah saudaranya yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Hujan Deras, Rumah Warga Pamarican Ciamis Ambruk

Sebelumnya, korban rumah ambruk di Kota Banjar ini sempat mendengar suara kayu yang akan roboh. Kemudian sekitar pukul 07.00 WIB ia bergegas untuk keluar dari rumah.

“Semalam kan hujan terus sampai pagi. Tadi sebelum ambruk, saya mendengar suara seperti kayu yang mau patah,” ujar Lisnawati.

Menurut Lisnawati, rumah miliknya itu ambruk sekitar pukul 09.00 WIB. Beruntungnya kondisi rumah dalam keadaan kosong.

“Rumah sudah kosong karena sudah mengungsi ke saudara. Ternyata benar sekitar jam 9 ambruk,” terangnya.

Karena khawatir rumahnya ambruk, maka pada saat itu ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumahnya.

“Nggak sempat ngeluarin barang-barang, karena tadi langsung ke rumah saudara nggak pulang lagi,” ucapnya.

Lisnawati yang merupakan korban rumah ambruk warga Kota Banjar ini menduga, bahwa kejadian tersebut karena kondisi rumahnya yang sudah lapuk. Selain itu, ditambah hujan mengguyur dalam waktu yang cukup lama. (Sandi/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Prihatin Ruang SDN Sinagar Tasikmalaya Ambruk, Warga Bangun Kelas Sementara

Kelas-Sementara-SDN-Sinagar-Tasikmalaya.jpg

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Dua kelas SDN Sinagar, Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ambruk pada tahun 2018. Sementara itu empat kelas lainnya terancam roboh.

Prihatin dengan kondisi tersebut, warga sekitar sekolah berinisiatif bangun ruang kelas pengganti untuk belajar siswa. Bangunan sekolah tersebut sangat sederhana dan dibuat dari bilah-bilah bambu dan kayu.

Sementara pada bagian atapnya menggunakan genteng merah. Meski belum rampung 100 persen, namun bangunan kelas tersebut sudah berdiri kokoh.

Rencananya pada bagian dinding akan dipasang terpal. Targetnya pada Senin (10/10/2022) mendatang, ruang kelas tersebut sudah siap dan bisa dipakai jadi ruangan belajar siswa.

Wawan, salah satu orang tua siswa SDN Sinagar mengatakan, bangunan tersebut dibuat lantaran para orang tua khawatir bangunan sekolah ambruk saat kegiatan belajar mengajar. .

“Saya sedang bangunn ruangan kelas buat belajar anak-anak SD, karena kalau ruangan sekolah ambruk seperti itu kami sebagai orang tua khawatir. Bisa dibayangkan ketika anak – anak sedang belajar bangunan ambruk bagaimana,” kata wawan, Sabtu (8/10/2022).

Pembangunan ruangan sekolah sementara ini dananya berasal dari hasil swadaya orang tua murid  dan masyarakat. Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian warga terhadap para siswa agar belajarnya nyaman.

“Seenggaknya kan kalau dibangunin bangunan sementara ini paling nggak para siswa bisa nyaman saat belajar. Saya sering melihat langsung karena rumahnya dekat dengan sekolah tersebut, ketika turun hujan para siswa berhamburan keluar dan dipulangkan. Lihat saja masa bangunan seperti itu dipakai terus untuk belajar, sudah lama kondisi bangunan seperti ini sejak 2018,” ucapnya.

Pembangunan Ruang Kelas Sementara di SDN Sinagar Tasikmalaya Bentuk Simpati Warga

Tedi Ruslan Kepala Desa Sindangasih menjelaskan, pembangunan ruang kelas sebagai bentuk simpati warga dan juga bentuk tanggung jawab Pemerintah Desa bersama orang tua murid. Pihaknya khawatir dengan kondisi sekolah SDN Sinagar yang saat ini terancam ambruk.

“Jadi dalam proses belajar mengajar, untuk mencapai pintar tidak akan terjadi, karena tidak ada ketenangan dan ketentraman dalam masa proses belajar mengajar,” ungkapnya.

Baca Juga: Siswa SD di Tasikmalaya Was-Was saat Belajar, Takut Sekolah Ambruk

Lanjut Tedi, saat proses belajar mengajar dan turun hujan, bukan hanya orang tua murid yang sangat ketakutan, untuk memberangkatkan anak ke sekolah. Tapi para guru pengajar pun merasa risau merasa tidak aman untuk melakukan prose belajar mengajar.

“Dengan adanya hal itu, maka orang tua murid dan masyarakat mengadakan musyawarah di Kantor Desa, karena ini bukan inisiatif sekolah juga. Tetapi pemerintahan Desa bersama orang tua murid membangun kelas sementara dan baru berdiri 3 kelas,” katanya.

Menurutnya, apabila ada fasilita lain, tentunya para siswa tidak akan belajar di ruang kelas yang nyaris ambruk.

“Namun kemarin ada dua kelas yang dipakai karena ada keterdesakan, sekali pun turun hujan tetap saja dievakuasi para siswa tersebut ke mushola dan tempat yang biasa digunakan untuk panggung kalau ada acara sekolah,” jelasnya.

Menurutnya, sebelumnya para siswa belajar bergantian. Hal itu membuat belajar tidak efektif. Sementara proposal perbaikan bangunan sekolah sendiri sudah diajukan guru melalui Dapodik.

“Harapannya pengajuan tersebut menjadi prioritas utama. SDN Sinagar dan SDN yang lain dengan kondisi yang sama itu mohon diperhatikan oleh dinas terkait dan instansi terkait, untuk mengambil kebijakan dan keputusan,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Siswa SD di Tasikmalaya Was-Was saat Belajar, Takut Sekolah Ambruk

Kondisi-Sekolah-SDN-Sinagar-Tasikmalaya.jpg

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Puluhan siswa SD Negeri Sinagar yang berada di Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dibayang-bayangi ketakutan setiap kali belajar.

Pasalnya, mereka terpaksa belajar di ruangan sekolah yang nyaris ambruk. Ruang kelas sudah ditopang dengan kayu. Sementara lantai keramik sudah tak layak dan dinding kelas juga retak.

Baca Juga: Kasihan, Puluhan Siswa di Tasikmalaya Belajar di Tenda Darurat Sudah 4 Bulan

Dua ruang kelas di SDN Sinagar sudah ambruk beberapa tahun lalu, tidak ada usaha perbaikan sampai saat ini. Padahal ruang kelas tersebut ambruk pada tahun 2018. 

Sehingga siswa terpaksa menggunakan kelas lain untuk belajar. Namun kondisi kelas yang dipakai untuk belajar juga nyaris ambruk.

Muhammad Ikbal, siswa kelas 5 SDN Sinagar mengaku takut ruang kelasnya roboh. Apalagi kalau hujan terkadang atap bocor.

“Belajar di sini takut roboh, saat belajar suka bocor, kalau bocor langsung pindah ke belakang. Bangunan sekolahnya juga diganjal kayu, karena mau roboh,” kata Muhammad Ikbal, Sabtu (8/10/202).

Saking seringnya bocor ketika hujan, siswa sudah terbiasa buku-bukunya basah terkena tetesan hujan.

“Kalau hujan bukunya pasti basah karena atapnya bocor. Takut sekali pak, gak nyaman sekolah di kelas ini, karena takut roboh. Semoga sekolahnya cepat diperbaiki agar tidak bocor,” ucapnya.

Siswa Takut, Guru SD di Tasikmalaya Sedih

Sementara itu Dede Yulianti, salah seorang guru di SDN Sinagar juga mengaku was-was saat musim hujan seperti sekarang.

“Paling ditakutinya kelas ini ambruk, apalagi ini di bagian atasnya bocor, jadi takutnya pas lagi belajar itu ambruk menimpa siswa dan para guru,” katanya. 

Dede juga mengaku sedih lantaran sudah bertahun-tahun atap sekolah juga disangga tiang agar tidak ambruk.

“Lebih daripada kata sedih melihat kondisi seperti ini, kadang-kadang kalau lagi belajar turun hujan, lihat siswa pada geser-geseran agar tidak terkena yang bocor sedih sekali,” ungkapnya.

Dede berharap kelas yang ambruk segera dibangun kembali. Begitu juga kelas yang terancam ambruk segera diperbaiki.

“Harapannya, semoga kelas yang terancam ambruk ini segera diperbaiki, agar guru dan siswa merasa nyaman dan tenang saat melakukan kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Brick Jalin Kemitraan dengan Visa untuk Perluas Akses Keuangan di Indonesia melalui Open Data

wp-1665198479493.png

review1st.com – Brick, platform Open Data menjalin kemitraan dengan Visa, pemimpin dunia dalam pembayaran digital, untuk memberi lembaga pemberi pinjaman akses ke wawasan data dan skor dari transaksi debit dan kartu kredit Visa.

Ini juga bertujuan untuk membantu perluasan akses keuangan di Indonesia.

Kemitraan ini memungkinkan penyedia layanan keuangan ini untuk mengambil wawasan data transaksi kartu agregat pengguna akhir, atas persetujuan pengguna, untuk penilaian terkait risiko kredit.

Wawasan tambahan membantu memungkinkan mitra dan klien Brick untuk memberikan pengguna kartu debit Visa wawasan keuangan dan akses yang lebih baik ke kredit melalui keputusan penjaminan emisi yang lebih baik.

Ini juga memungkinkan konsumen untuk mengakses jalur kredit yang mungkin tidak dapat mereka lakukan.

Brick, platform Open Data telah membangun infrastruktur yang memungkinkan pengguna akhir untuk berbagi data dengan aman dan aman dengan aplikasi fintech dan saat ini melayani lebih dari 50 klien di Indonesia.

Beberapa diantaranya bergerak di bidang pemberi pinjaman fintech, bank digital dan aplikasi manajemen keuangan pribadi.

Kemitraan Brick dengan Visa diharapkan dapat meningkatkan adopsinya di antara berbagai bentuk lembaga keuangan.

Gavin Tan, CEO dan Founder Brick, menyatakan, sepanjang perjalanan kami dalam membangun infrastruktur tekfin di Indonesia.

“Kami menyadari kebutuhan akan kumpulan data yang lebih komprehensif bagi penyedia layanan keuangan untuk benar-benar memahami pelanggan mereka.

“Dengan kemitraan dengan Visa, kami yakin bahwa kami dapat memungkinkan lembaga keuangan untuk memperluas akses keuangan,” katanya.

Sampai saat ini, Brick meyakini terciptanya inklusi keuangan berarti membuka jalan bagi setiap individu maupun bisnis untuk memiliki kebebasan finansial melalui berbagai layanan keuangan.

Aspek ini memiliki peranan penting dalam memenuhi segala kebutuhan individu, seperti tabungan, pembayaran, kredit, serta asuransi yang bisa dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.

Tak sampai disitu, inklusi keuangan juga mempermudah akses ke berbagai layanan keuangan yang aman, nyaman, dan memadai bagi kelompok rentan, seperti masyarakat berpenghasilan rendah, tinggal di daerah yang tidak terjangkau oleh layanan dan jasa keuangan, kurang terlayani, atau dikeluarkan dari sektor keuangan formal.

Dengan demikian, hal ini akan mencegah terjadinya ketimpangan di antara lapisan masyarakat.

Menurut laporan Statista, per Juni 2021, jumlah kartu kredit di Indonesia sebanyak 16,71 juta kartu sedangkan jumlah pemegang kartu debit 226,3 juta.

Hal ini menunjukkan kesenjangan besar dalam inklusi keuangan, di mana sejumlah besar pemegang kartu debit tidak memiliki akses ke kredit.

Akses keuangan yang tidak merata di seluruh nusantara menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini juga menghambat kemampuan penduduk untuk mengakses modal dan pembiayaan, membatasi konsumsi mereka serta potensi pertumbuhan individu.

Kasihan, Puluhan Siswa di Tasikmalaya Belajar di Tenda Darurat Sudah 4 Bulan

Belajar-di-Tenda.jpg

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat),- Puluhan siswa SDN Banjarwangi, Desa Banjarwaringin, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya terpaksa belajar di tenda darurat.

Mereka pun mengeluh kondisi panas dan becek saat hujan terjadi. Apalagi dalam tenda itu terdiri dari dua kelas. Sehingga mereka saling berhimpitan di dalam tenda.

Kondisi ruangan kelas lain yang tersisa juga tidak jauh berbeda, total sebanyak 126 siswa belajar dalam kecemasan.

Meski masih layak, namun jika hujan deras siswa memilih belajar bergantian lantaran khawatir ambruk.

Berdasarkan informasi, dua ruangan kelas 4 dan 5 masih rusak setelah ambruk tahun 2020 silam.

Selain atap sudah lapuk, beberapa kusen jendela juga sudah tidak tersisa. Sayangnya, bangunan belum kunjung mendapat perbaikan hingga Jumat (7/10/2021).

“Enggak nyaman belajar di tenda, suka ada becek, kadang banyak nyamuk. Saya rindu sekolah lagi di dalam kelas biar tidak bocor,” kata Muhammad Hafid, salah seorang siswa, Jumat (7/10/2022).

Baca juga: Atap Ruang Kelas Terancam Ambruk, Puluhan Siswa SD di Tasikmalaya Belajar di Tenda

Belajar di Tenda Kurang Efektif

Sementara itu, Suhendar salah seorang guru olahraga menjelaskan, kondisi sekolah atapnya dua kelas ambrol. Bahkan dindingnya pun sudah pada lapuk.

Sehingga ia sebagai pendidik merasa khawatir, apalagi ini hubungannya dengan siswa.

Menurutnya, belajar memang bisa di mana saja, tapi jika tempatnya seperti itu jutsru justru tidak nyaman saat proses pembelajaran.

“Siswa belajar di tenda sudah berlangsung selama 4 bulan, namun yang belajar di tenda hanya sementara saja sambil menunggu sekolah ini dibangun,” terangnya.

Ia menyebut belajar di tenda tersebut kurang efektif, apalagi kelas 4 dan 5 jadi satu hanya dipisahkan papan tulis. Meski begitu, tak ada plihan lagi.

Walaupun kondisinya mengkhawatirkan, Suhendar mengapresiasi siswanya karena terus menorehkan prestasi, terutama di tingkat kecamatan.

Soal pembangunan sekolah yang ambruk, kata Suhendar, pihaknya sudah berusaha mengajukan perbaikan ke dinas. Namun hingga saat ini belum ada kepastian pembangunannya.

“Tapi kalau menurut informasi katanya bakal ada pembangunannya tahun 2023. Kami harap Pemda maupun Pemprov serta pusat segera membangun kelas ini, apalagi ini demi keselamatan siswa,” pungkasnya. (Apip/R6/HR-Online)

Ditinggal Pergi, Sebuah Rumah Warga Banjar Malah Kebakaran

Malah-kebakaran.jpg

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sebuah rumah warga Parunglesang, Kelurahan/Kecamatan Banjar, Kota Banjar kebakaran sekitar pukul 00.05 WIB, Sabtu (8/10/22).

Rumah milik Samsu (54) itu hangus terbakar di saat sang pemilik sedang tidak ada di rumah.

Meski tidak ada korban jiwa, rumah yang hanya dihuni oleh satu orang itu mengalami kerugian belasan juta rupiah.

Kepala UPTD Damkar Kota Banjar Aam Amijaya mengatakan, peristiwa yang terjadi pada tengah malam itu kondisinya sedang kosong lantaran pemilik sedang berada di rumah orang tuanya.

Saat kejadian, tiba-tiba warga melihat kepulan asap yang keluar dari atap rumah korban. Kemudian warga pun melaporkannya ke Damkar.

“Kita langsung menerjunkan 2 unit mobil pemadam untuk memadamkan api bersama warga,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Korban Kebakaran Rumah di Banjar: Semuanya Sudah Habis Terbakar

Akibat peristiwa kebakaran tersebut, kata Aam, pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta karena sebagian perabotan rumah seperti lemari, kasur, dan bagian atap rumah hangus terbakar.

Pihaknya menduga penyebab kebakaran rumah itu bersumber dari adanya korsleting arus listrik dari sebuah speaker aktif yang ada di rumah tersebut.

Pihaknya pun mengimbau warga agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Apalagi beberapa hari lalu di Desa Binangun juga terjadi kebakaran akibat korsleting listrik. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Tebing di Jalur Emplak Pangandaran Longsor, Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup

Jalur-Emplak.jpg

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Tebing sepanjang puluhan meter di jalur Emplak, Kecamatan Kalipucang, Pangandara mengalami longsor. Bahkan longsoran tersebut menutupi jalan nasional, Sabtu (8/10/22).

Camat Kalipucang Bangi membenarkan peristiwa itu berada di wilayahnya yang sempat mengganggu pengguna jalan.

Saat ini, petugas dari kepolisian memberlakukan sistem buka tutup sambil menunggu proses evakuasi material longsor.

“Jadi yang melintas jalur ini harus berhati-hati,” katanya.

Baca juga: Tebing Longsor Tutup Jalan di Pangandaran, Warga Minta Alat Berat Turun

Ia mengungkapkan, jalur yang terdampak longsor bukan hanya di wilayah Desa Kalipucang saja, namun di jalur Emplak juga mengalami hal serupa.

“Paling parah di jalur yang berada di Desa Kalipucang,” imbuhnya.

Pantauan HR Online, warga tampak saling bahu-membahu mengevakuasi material longsor. Sementara pihak kepolisian juga mengatur lalu lintas menuju Pangandaran dan sebaliknya. (Entang/R6/HR-Online)

JBL Gelar Exhibition Offline Dan Pamerkan Jajaran Produk Unggulan

wp-1665197152249.jpg

review1st.com – JBL, merek perangkat audio elektronik global nomor 1 dan favorit masyarakat Indonesia kembali menyapa pelanggan melalui Offline Exhibition bertajuk “Dare To Vibe” di Pondok Indah Mall 2.

Pameran ini merupakan offline event pertama JBL semenjak pandemi 2 tahun belakangan ini.

Pameran yang berlangsung dari tanggal 3-9 Oktober 2022 ini menghadirkan booth menarik dimana pengunjung dapat melihat dan merasakan langsung jajaran teknologi terobosan menarik JBL yang ditanamkan pada berbagai kategori produknya yang bervariasi.

Di antaranya seperti JBL Clip 4 custom berhiaskan permata milik Doja Cat yang ia kenakan pada acara Grammy Awards dimana ia pertama kali diumumkan sebagai Global Brand Ambassador JBL yang baru.

Grace Koh, Vice President & General Manager, Consumer Audio Harman Asia Pacific (APAC) mengatakan, “JBL selalu atentif terhadap detail terkecil sekalipun demi merancang teknologi dan menghadirkan suara yang berkualitas untuk meningkatkan aktivitas sehari-hari, baik ketika mendengarkan lagu rilisan terbaru, podcast inspirasional, hingga bermain game online yang dimainkan oleh miliaran gamer. Pameran ini merupakan bukti dari konsep, teknologi, desain, dan humanisme yang kuat – dipadukan secara harmonis dalam menciptakan mahakarya untuk menemani setiap langkah Anda.”

Di Indonesia, kepercayaan dan antusiasme masyarakat penggemar musik dan hiburan pun semakin condong ke JBL karena teknologi mutakhir yang diusung.

JBL menemani pendengar di kehidupan sehari-hari, kapanpun dan dimanapun, tanpa disadari kita semua mendengarkan musik yang diputar di pengeras suara portable merek ini, baik di dalam mobil perjalanan ke tempat kerja, di gym menemani dengan lagu favorit yang kita dengarkan dari sepasang TWS JBL, menikmati sensasi musik live di tempat yang didukung oleh pengeras suara JBL, atau bersantai di malam hari dengan soundbar JBL, serta perkembangan kebutuhan produk audio di Indonesia cukup pesat terlebih dalam masa semua aktivitas yang dilakukan = secara hybrid antara online maupun offline, dimana produk audio menjadi sebuah produk yang esensial di berbagai lini kehidupan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Dalam berbagai cara, setiap hari, merek produk ini mampu meningkatkan pengalaman musik untuk membuat orang merasa nyaman, merasa terhubung, dan membuat hidup jauh lebih menyenangkan.

JBL telah berperan andil dalam berbagai momen penting yang mengukir sejarah musik dan budaya pop, mendorong batas, serta merevolusi dan memperkuat suara generasi selama bertahun-tahun.

Dengan mengusung tema ‘Dare to Vibe’, JBL bertujuan mendorong pengguna untuk saling menikmati musik pilihan nya, karena hal-hal baik akan terjadi ketika kita semua berada pada frekuensi yang sama.

“Kami percaya, dengan memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana musik dapat memberi energi vitalitas, meningkatkan semangat, membebaskan pikiran, dan membakar hasrat, JBL terus menunjukkan inovasi dalam industri audio dan berusaha memberikan pengalaman suara yang lebih baik kepada konsumen secara konsisten.

Ekspektasi konsumen terhadap kualitas suara menjadi salah satu pendorong JBL menjadi pemimpin dalam industri audio.” sebut Kazuo Sawachi, Country Manager, Harman Indonesia.

Tepat 76 tahun sudah JBL hadir mendampingi berbagai kegiatan jutaan penggunanya mulai dari acara megah hingga pada kegiatan sehari-hari, JBL menciptakan warisan mahakarya superior dalam dunia suara.

Megan Lee, Director Product Planning & Strategy, Consumer Audio Harman Asia Pacific (APAC) mengatakan “Puluhan tahun pengalaman
riset dan pengembangan yang telah kami lalui dapat tercermin pada produk-produk JBL dimana kami menuangkan segala yang telah kami pelajari selama lebih dari 70 tahun perjalanan untuk menciptakan produk yang benar-benar berkualitas yang disesuaikan dengan kebutuhan user yang spesifik.”

Pengunjung dapat melihat dan mencoba langsung produk-produk unggulan JBL, seperti rangkaian speaker Partybox, JBL Quantum earphone & mic, dan best-seller portable speaker dan True Wireless Stereo JBL yang terkenal.

Selain itu, pengunjung juga berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan dengan total hadiah hingga puluhan juta Rupiah, seperti Photo Challenge, dll. Nikmati juga promo super spesial up to 50%, bundling dan merchandise menarik yang hanya tersedia di booth JBL serta menangkan grand prize Holiday Trip dari JBL.

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi Instagram resmi @jblindonesia, Facebook, Tiktok, dan website www.jblstore.co.id.

Produk yang akan dipamerkan pada JBL PIM Exhibition meliputi: TWS Tour PRO+, TWS Tune 225 Ghost Edition, Endurance Race, TWS Live Pro 2, TWS Live Free 2 NC, TWS Tune130 NC, TWS Tune230 NC, Reflect Aero, Boombox2, Flip6, Charge 5, GO 3, Clip 4, Xtreme 3, Quantum Stream, TWS Quantum, PartyBox 110, PartyBox 310, PartyBox OTG, PartyBox 100, PartyBox 710, PartyBox1000 dan Encore Essential.

Tebing Longsor Tutup Jalan di Pangandaran, Warga Minta Alat Berat Turun

Tebing-Longsor-Tutup-jalan.jpg

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebuah tebing di Dusun/Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran longsor akibat hujan deras yang terjadi dalam waktu semalam, Sabtu (8/10/22).

Longsor tersebut menimbulkan akses jalan warga tertutup dan dua rumah terdampak longsoran.

Pegawai Desa Pamotan Undang membenarkan di wilayahnya yang berada di Pamotan terjadi longsor.

Meski tidak ada korban jiwa, namun sementara waktu 2 kepala keluarga yang terdampak itu mengungsi ke rumah saudaranya.

“Kita perlu alat berat untuk mengevakuasi material tanah. Hal itu agar penanganannya lebih cepat,” ujarnya.

Baca juga: Hujan Semalam, Rumah Warga Pangandaran Kebanjiran

Ketua Tagana Pangandaran Nana Suryana mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan pendataan dan melakukan berbagai upaya penanganan.

Meski begitu, Nana menyebut perlu adanya alat berat agar proses evakuasi lebih cepat.

“Hingga saat ini, adanya peristiwa banjir dan longsor yang terjadi tidak ada korban jiwa. Namun kita tetap imbau agar semua waspada, apalagi saat musim hujan seperti ini,” pungkasnya. (Entang/R6/HR-Online)

Recent Posts